Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2017

Road 2 Jannah 
Ustad Subhan Bawazier
Beecy Bike Beans
23 April 2017
Catatan oleh: Januar Maesa Gunara
Apa Yang Kamu Banggakan?
*Keberkahan mendatangkan Kemuliaan*
17991970_1525952207417523_6437485896511671284_n
Islam agama yang asik, yg mudah.
Kalau jadi susah, berarti ada yang salah.
Penghuni sorga memiliki karakter. Orang yg gampang akrab, bahasa halus.
Layaknya garam, orang beriman tidak perlu diekspos.
Sekarang ini banyak orang yg bangga, tapi salah arah.
Nongkrong selama tidak zalim thdp orang lain tidak apa.
Syukur adalah cara membanggakan yang baik. Mengeluh tidak diperbolehkan oleh Islam.
Ibnu Hajar Al Asqolani perlu kereta kuda yg selalu bikin iri raja. Alasan beliau perlu utk dakwah sbg alat bantu.
Hadist Qudsi (Allah berfirman tp dalam hadist). Allah marah apabila kekasihnya diganggu apabila kita keluar dan pulang karena Allah.
Riwayat yg jarang dibahas :
Muaz bin Jabal “aku pernah digonceng oleh Rasulullah” dan subhanallah, sembari di atas keledai beliau memberikan pelajaran. Ada hak Allah di diri manusia, asal tidak berbuat syirik, Allah tdk akan turunkan azab. Artinya saat Adzan berkumandang, tunaikan shalat di masjid (laki2).
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم pernah menggaris garis lurus di tanah, lalu banyak garis lainnya disamping garis tsb. Ikuti garis lurus Aku jgn berkelompok2. Kebenaran hanya satu.
Dunia ini penjara bagi orang beriman. Dunia ada batasan.
Agama adalah nasihat.
Sekarang banyak orang berilmu tapi menjadi galak.
Amar ma’ruf nahi munkar. Mengambil kesimpulan masa lalu utk kebaikan di masa datang. Yang paling asik adalah muhasabah diri, jgn menghakimin, sama seperti saat kita hijrah. Nanti Allah yg turunkan hidayah, kita hanya membuka jalan hidayah.
Saat belum berilmu, belum ada dosanya, sehingga sampailah dia tahu dan berilmu.
Penyakit ‘ain :
-krn rasa takjub
-ktn rasa dengki
Kalau beli kendaraan, ada do’anya
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيَّرَهُ وَخَيْرَ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ
Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa (HR. Nasai dalam al-Kubro 10069)
Allaahumma innii as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu bika min syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi
Sembuhkan : rukyah atau bekas wudhu yg dengki
Adab cara berdoa tidak perlu detail, karena Allah tahu yang terbaik untuk kita.
Bertaqwa dengan berilmu. Untuk mendapatkan tauhid, kenali tiga hal :
1. Kenali Allah dgn benar (asmaul husna)
2. Kenali Nabi kita dgn benar
3. Kenali Islam dengan benar
Advertisements

Read Full Post »

Maasya Allah … Kajian yang sangat bermanfaat terkaWAAwit keniscayaan NIAT agar apa yang kita lakukan benar2 bermanfaat bagi kita. Ustadz KH-B menyampaikannya dengan jelas, disertai kisah-kisah nyata yang inspiratif. Salah satunya adalah kisah ketika Abu Bakar meminta maaf kepada orang miskin namun berilmu dimana beliau sempat memarahi si miskin yang membuatnya hampir terjatuh karena kakinya yang dijulurkan saat duduk di masjid. SubhanAllah ….
Pada saat mau keluar rumah niatkan akan sodaqoh, simpan uang terbaik di saku tertentu dan begitu menemui fakir miskin langsung sodaqohkan. Ini lebih baik dari pada mendadak sodaqoh.
Maasya Allah. Bagus sekali.

“Permisalan ummat ini bagaikan empat orang laki-laki, yaitu; seorang laki-laki yang di berikan oleh Allah berupa harta dan ilmu, kemudian dia membelanjakan hartanya sesuai dengan ilmunya. Seseorang yang diberi oleh Allah berupa ilmu dan tidak di berikan harta, lalu dia berkata; “Seandainya saya memiliki seperti yang di miliki orang ini, niscaya saya akan berbuat seperti yang ia perbuat.” Maka dalam urusan pahala, mereka berdua sama. Dan seorang laki-laki yang diberi oleh Allah berupa harta dan tidak diberi ilmu, maka ia menyia-nyiakan hartanya dan tidak membelanjakannya bukan kepada jalan yang benar. Serta seorang laki-laki yang tidak di beri oleh Allah berupa harta dan juga ilmu, lalu dia berkata; “Seandainya aku memiliki seperti yang di miliki orang ini, niscaya aku akan berbuat seperti yang ia perbuat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maka dalam urusan dosa, mereka berdua sama.” Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur Al Mawarzi telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Ibnu Abu Kabsyah dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma’il bin Samurah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Mufadlal dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Ibnu Abu Kabsyah dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas. (HR. Ibnu Majah: 4218)

Read Full Post »

Kultum bada Shubuh di Masjid Jami Nurul Ikhlas (19/04) – hari libur pilkada putaran kedua DKI

Perintah shalat begitu agung: Nabi diundang menghadap Allah langsung mendapatkan perintah untuk shalat 5 kali dalam sehari semalam melalui peristiwa Isra Miraj. Secara perhitungan manusia seperti kita tak masuk akal. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha tak mungkin ditempuh dalam semalam kurang. Naik onta saja perlu waktu 2 bulan, dan bahkan perjalanan Nabi menemui Allah hingga langit ke 7. Suatu hal yang tak mungkin kalau menurut akal sehat manusia. Dan ini menyangkut jasad dan ruh Nabi, tak sekedar ruh seperti mimpi tapi benar-benar jasad dan ruh. Abu Bakar ditanya seorang kafir Quraisy mengenai hal ini dan beliau menjawab bahwa percaya hal ini karena dikatakan oleh Rasul, bahkan bila lebih dari peristiwa inipun ia tetap percaya bila itu disabdakan Rasul.

Kita semua sebagai muslim percaya dengan Isra Miraj, karena ada di Al Quran – makanya kita menjalankan shalat. Kita percaya karena ini adalah nikmat iman, nikmat Islam yang diberikan oleh Allah kepada kita. Ini semua karena iman kita kepada Al Quran.

Segala sesuatu yang ada di Al Quran kita percaya karena sebagai muslim kita harus menjalankan Islam secara kaffah (totalitas) tak bisa memilih hanya yang enaknya saja buat kita. Semua isi Al Quran itu adalah perintah dan larangan. Yang diperintahkan kita kerjakan yang dilarang kita jauhi.

Daging babi haram menurut Al Quran. Dokter juga bilang bahwa banyak masalah di dalam daging babi. Namun orang-orang non islam membuatnya sedemikian rupa agar kita mengkonsumsi daging babi karena semua yang ada padanya dibuat produk. Bulunya buat sikat gigi, kuas cat tembok. Makanya musti hati-hati kalau membeli barang, musti lihat label halal MUI.

Minuman keras haram, kita juga percaya karena kata Quran, firman Allah. Perbuatan setan jangan diikuti karena setan adalah musuh yang nyata bagi seorang muslim.

Yang ada di Al Quran sudah lengkap, tak ada lagi yang perlu disempurnakan, sesuai perintah Allah:

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maaidah: 3]

Tidak ada lagi setelah itu (Haji Wada) ada penyempurnaan lagi. Jangan lepas dari Quran. Masuk Islam harus total. Jangan giliran duit (misal uang zakat) mau pake Quran, urusan
pilkada kagak mau pake Al Quran hanya karena duit -katakanlah Rp 600 ribu atau sembako seharga Rp. 100 ribu.

Perintah Allah sudah jelas, memilih pemimpin Islam.  Masalah menang kalah itu sudah takdir Allah. Yang penting memilihnya yang benar karena pertanggung-jawabannya di akhirat kelak. Ngaku mukmin, Isra Miraj aja percaya. Tapi Al Maidah gak mau terima. Tugas mukmin adalah mengingatkan sesama muslim untuk memilih pemimpin muslim. Kagak mau, ya urusan dia. Yg penting kita kasih tahu. Hanya saja nanti di akhirat akan ditanya Allah mengapa tak menjalankan Al Quran secara total. Di dunia saja keblinger, nanti di neraka dia (orang muslim yang memilih non muslim) protes katanya tak ada yang memberi tahu. Malaikat Rakib dan Atid punya rekamannya.
Udah dikasih tahu masih menentang.  Oleh Allah kemudian dimasukin ke neraka paling bawah.

Kudu ati2. Islam kaffah, totalitas.
Urusan kepemimpinan ada di Quran.
Ada perintah memilih pemimpin muslim. Ini anjuran memilih bukan kampanye.
Kalau kampanye itu perintah memilih nomer. Harusnya gak boleh kampanye. Eh yang membuat aturan malah melanggarnya, katanya gak boleh orang luar DKI datang. Malahan melindungi dan memfasilitasi golongan tertentu yang saat ini dikumpulkan di Ragunan Pasar Minggu. Aturan gak boleh kampanye tapi dilanggarnya sendiri.
Katanya orang Islam ke Jkt gak boleh.
Tapi kenyataannya ada yang difasilitasi dari kelompok tertentu ….

Yuk sama2 menjalankan perintah Allah harus ikhlas, jangan fulus.

Ingat kasus Gubernur NTB yang dikatain kasar di bandara Singapura
Belum menang aja udah belagu
Apalagi kalau menang
Bagaimana kalau jadi pemimpin di Indonesia?
Si Bopeng yang menentang TNI saja tidak ditangkap,  ilang

Hari ini pilkada, pilihlah pemimpin Islam karena ini perintah Allah.

Bagaimana kalau dulu salah milih? Tobat. Bagaimana caranya?
1. Menyesal
2. Jangan mengulangi lagi
3. Jangan salah nusuk lagi, mengerjakan perintah Allah, memilih yang muslim.
Dibatasi sampe jam 1 siang
Kalau gak tobat, tunggu 5 tahun lagi kalau masih hidup

Perbanyak dzikir, istighfar
Pemimpin muslim bisa jadi imam shalat fardhu. Nikmat bukan?
Nikmat
Kalau bukan muslim ya gak bisa jadi imam shalat.

Read Full Post »

TiKo dan New Hope

Dari viral WA via Buya Andes di Taklim Laskar

“TIKO AND NEW HOPE” 
“Inilah gubernur yang berani mengkritik pers. Secara terbuka. Di puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) pula. Di depan hampir semua tokoh pers se-Indonesia. Pun, di depan Presiden Jokowi segala. Di Lombok”. Itulah mukadimah Dahlan Iskan dalam tulisannya di Jawa Post 22 Februari 2016. Tuan Guru dengan Masa Depan yang Panjang, New Hope.  Saya menyenangi kepemimpinan, saya menelurusi siapa sebenarnya New Hope ini. Dia anak muda yang tampan. Seluruh masa pendidikan Sarjana sampai Doktorat di habiskan di Al Azhar. Sebuah Universitas tertua di dunia.  Sebelum persemakmuran Islam dengan Universitas bagus-bagus di Cordoba, Al Azhar telah mulai pendidikan untuk orang dewasa. Jauh mendahului Universitas di Eropa. Saya melihat pula video ketika dia mengkritik pers. Seorang yang sangat santun, pemilihan kata yang sangat tepat. Semua kena kritik beliau, termasuk jajaran pemerintahan. Termasuk Presiden. Secara elegan dan kitapun bisa merasakannya Tuan Guru tak sampai melukai yang dikeritik. Seolah dia bagian dari yang sedang dia kritik. Educated People. Siapapun yang melihat video itu mengatakan dia adalah seorang “sangat terdidik” dan menghayati ajaran agama yang dia yakini. Pantaslah seorang Dahlan Iskan, yang telah malang melintang di dunia pers, bisnis dan akhirnya menjadi birokrat, menyebutnya The New Hope.  

Tuan Guru, Dr KH Zainul Majdi. Itulah namanya. Dia lebih sering dipanggil Tuan Guru Bajang. Beberapa kali tergores dalam hati. Saya akan mengunjungi beliau di NTB. Dia seorang Gubernur di NTB, provinsi menjadi tujuan wisata setelah Bali. 

Dua hari lalu, di sosmed, bertaburan berita di media online TGB dilecehkan oleh seorang belia kelahiran tahun 1991. Status mahasiswa. Membaca kronologisnya bukanlah sebuah kesalahan besar. Ini salah paham saja. Seharusnya Steven Hadisurya Sulistyo (SHS), cukup tersenyum setelah mengetahui TGB hanya pisah sebentar dengan istrinya yang masih dalam jalur antrian. TGB bergabung kembali. Tetapi apa yang terjadi ungkapan aneh yang keluar. “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko!” Setelah mengetahui Tiko itu artinya tikus kotor, atau arti lain Ti adalah Babi, Ko adalah Anjing,  saya belum percaya berita itu.  Bangkali hoax.  Rupanya bergulir, viral. Ungkapan “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko!” ini ungkapan RASIS. Di negeri yang pernah terkenal RASIS pun, ungkapan semacam itu hampir tak pernah kita dengar. Apa lagi ditujukan pada seorang yang lebih tua bersama istrinya.  TGB bukan sembarang, dia Hafizd Quran, dia ahli Tafsir, dia Ulama, dia Gubernur, dia juga pemimpin yang sangat disegani.  Dia seorang DOKTOR dari Al Azhar. Presiden RI saja mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan pidato KH Zainul Majdi. 

Umpatan semacam ini tak biasa. Menggores dalam. Hati kami terluka. Sebagai pendidik saya mendidik juga banyak “Steven”, kami asuh mereka bagaikan anak kami. Menjadikan anak akademik yang sadar akan kebangsaan.  Dari mana asal RASIS semacam itu. Perlu dicurigai, ungkapan spontan SHS itu hasil minimnya interaksi dengan yang lain. Berada di Indonesia tetapi tak pernah bergaul dengan anak-anak Indonesia pada umumnya. Sekolah, rumah, pergaulan keseharian, perguruan tinggi tetap dengan sesama. Mereka merasa beda, dalam istilah SHS, kami bukan pribumi, kamu pribumi. Ungkapan spontan SHS seperti telah terpatri betul dalam alam bawah sadarnya. Ini celaka. Dia memandang rendah bangsanya  sendiri. Rupanya SHS bukalah sendirian. Ada juga grombolan yang lain yang dengan mudahnya menyebut TIKO. Ini dialami oleh Zakaria Ansori (hakim di MA), dengan tulisannya  Saya Adalah “TIKO” Itu!. Diperolok oleh sekelompok anak muda dalam penerbangannya Pesawat SQ Boeng 777 dari Singapura ke Jakarta. Mashaallah. Begitu mudahnya melecehkan warga pribumi Indonesia dengan kata-kata Indon, dasar Indonesia, dasar Pribumi.  Jangan-jangan anak-anak belia ini belum sadar kelas menengah Indonesia sudah cukup banyak. Ribuan sudah yang masih sangat muda belia memiliki gelar PhD di luar negeri dan berkarya untuk umat manusia dalam bidang Sains dan Teknologi. Kalau tak tahu, yah mereka selalu merasa hebat.  Mendapat kesan engkau memang hebat dilingkungan yang sangat terbatas. Ini berbahaya. Ini betul-betul harus diSTOP. 

Warning!!!

Kejadian yang dialami Tuan Guru Bajang (TGB), haruslah mendapat perhatian dari semua kalangan. Jadikan pelajaran yang berharga untuk bangsa ini. Khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Sepertinya ada yang salah dalam sistem pendidikan kita. Sekolah-sekolah EXCLUSIVE perlu dievaluasi dengan tegas. Masihkah perlu sekolah semacam itu?? Atau perlu ada assimilasi? Gunakan instrumen yang tepat untuk meninjau ulang pendidikan dasar, dan menengah kita.  Selain itu pihak warga keturunan mohon tak lagi menyebut pribumi. Kita sudah lama meninggalkan sebutan nonpribumi dan pribumi.  Semoga…..
Muhammad Nur,

Fisikawan, Universitas Diponegoro

Read Full Post »

Bersabarlah

Dari om Rizal Alamsjah:

#muhasabah
Menurut keterangan beberapa sumber, 

kata SABAR di Al Qur’an disebut 103 kali 
Hal tersebut menunjukkan bahwa sikap sabar merupakan elemen yang sangat penting bagi manusia dalam menghadapi segala bentuk kehidupan untuk tetap beriman, taat dan tawakal serta selalu berprasangka baik terhadap ketetapan Allah 
Hikmah sabar juga mengandung essensi sikap untuk mengevaluasi diri, memikirkan upaya-upaya perbaikan

bahkan menguatkan kembali langkah-langkah ke depan 
Bismillah…

Read Full Post »

Berjuta juta penduduk dunia

yang menyatakan dirinya beragamapun

tanpa sengaja melupakan-Nya

termasuk orang orang

yang merasa dirinya Islam

ternyata juga tidak melakukan 

pembelaan untuk Dia

Siapakah yang dibelanya?

Ada yang sibuk membela status sosialnya

Ada yang sibuk membela kekuasaannya

Ada yang sibuk membela investasinya

Ada yang sibuk membela partai politiknya

Ada yang sibuk membela organisasi massanya

Ada yang sibuk membela madzab pemikirannya

Ada yang sibuk membela ‘agamanya’

Tapi tidak membela Tuhannya

‘Agama’ telah menjadi berhala

dalam jiwanya

Rupanya dia lupa

bahwa agama hanyalah ‘jalan’

untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya

Read Full Post »

Dari grup WA Taklim Laskar (Nurul). Maasya Allah bagus sekali.

Hafalkan Meski Tidak Hafal-hafal

Tetap “ISTIQAMAH” menghafal, meskipun TAK HAFAL-HAFAL, barangkali lewat pintu itu, Allah Ingin memberikan banyak karunia-Nya… 

Satu huruf Al-Qur’an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan anda.

Al-Qur’an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah anda menghafal untuk mencari kebaikan.

Ketika Anda menghafal Al-Qur’an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menyebut 70 syuhada’ dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?

Menghafal Al-Qur’an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan anda menikmati taman itu. Terseyumlah.

Ketika anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.

Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.

Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.

Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikangenin ayat.

Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.

Menghafal tak hafal-hafal, tandanya anda di pintu hidayah. Tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.                                                              Istiqamah… Istiqamah dan terus ISTIQAMAH… Itulah jalan kemuliaan.

Baarakallahu fiikum..

Smoga jadi Nutrisi.

Read Full Post »

Older Posts »