Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2017

Catatan Kajian Ustadz Firanda Andirja, Lc. di kantor Teladan Prima Group (TPG), Beltway Office Park lantai 6 Jl. TB Simatupang, 9 Dzulhijjah 1438 H (31/08/2017)

Alhamdulillah hari ini saya menghadiri undangan seorang teman untuk mengahdiri kajian ini dari pukul 16:30 sampai shalat Maghrib. Sebenarnya kajian ini sudah berlangsung lama dan teman-teman saya di Road 2 Jannah sudah mengikutinya beberapa kali, kalau tidak salah 5 kali. Maasya Allah … ternyata sungguh merupakan pengalaman yang menyenangkan bisa menghadiri kajian ini karena selain mendapat ilmu di tempat yang nyaman sekali juga mendapatkan buka puasa dan makan malam. Alhamdulillah. Semoga TPG selalu dirahmati Allah Taala. Aamiin.

Catatan:

Sekurangnya ada lima hal yang akan dibahas ustadz Firanda dalam pertemuan (ke 5) terkait sirah nabawiyah pada saat Rasul masih kecil yaitu:

  1. Peristiwa belah dada Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam
  2. Peristiwa wafatnya ibunda
  3. Rasul diasuh oleh Abdul Muthalib
  4. Rasul menjadi gembala kambing
  5. Pertemuan dengan pendeta Buraidah

1.) Peristiwa belah dada. Pada masa kecil Rasul diasuh oleh ibu susuan yaitu Halimah, tinggal di Thaif sampai dengan usia 4 tahun. Pada saat itu beliau mengalami peristiwa dimana dadanya dibelah oleh malaikat Jibril pada saat bermain dengan saudar-saudar satu susuan. Saat itu dada rasul dibelah dan diambil jantungnya oleh Jibril, dibuang bagian yang hitam (tempat bersarangnya setan) kemudian dicuci, dikembalikan ke tempatnya lagi dan dijahit. Saat itu anak-anak yang menyaksikan pada pulang ke ibunya dan mengatakan bahwa Muhammad telah dibunuh. Anas bin Malik mengatakan bahwa Rasul ada bekas jahitan di dadanya setelah beliau dewasa.

Riwayat lain mengatakan bahwa ada dua burung yang sebenarnya malaikat mencari nabi dan kemudian salah satu bertanya kepada lainnya: “Apakah ini yang kita cari?”. “Ya benarm ini yang kita cari.” Kemudian dada nabi dibelah untuk diambil jantungnya, dibersihkan dan dicuci.

Peristiwa pembelahan dada ini disangkal oleh para nasrani – mana mungkin dada dibelah kemudian jantung diambil dan dibersihkan? Mustahil terjadi. Namun Allah membuktikan bahwa dewasa ini peristiwa yang dialami rasul bisa dilakukan oleh dunia kedokteran moderen. Ini merupakan mukjizat Nabi Muhammad. Dulu memang suatu hal yang aneh — tak sesuai aturan saat itu. Namun ternyata sangat mungkin terjadi karena dewasa ini bukankah peristiwa operasi pencangkokan organ tubuh sudah biasa kita dengar?

2.) Wafatnya ibunda. Pada saat di Thaif sebenarnya ibunda kandung rasul, Aminah, yang tinggal di Mekkah sudah minta ke Halimah agar beliau dibawa ke Mekkah. Namun Halimah keberatan karena sejak menyusui nabi Muhammad banyak sekali keberkahan di Thaif — termasuk segarnya air susu Halimah dan berlimpah, perkebunan juga subur. Pokoknya serba berkah di Thaif semasa rasul tinggal di Thaif.

Aminah mengakui bahwa ada saat lahir terlihat ada cahaya yang menrupakan tanda-tanda kenabian beliau kelak. Peristiwa belah dada merupakan suatu proses pembersihan hati rasul oleh Allah Taala sehingga beliau memang sudah diprogram oleh Allah agar tak melakukan kemaksiatan. Hal ini bisa terlihat dari:

  1. Bagian hitam dari jantung diambil agar bersih. Hal ini untuk menjaga agar akhlak rasul selalu bersih – tidak ada maksiat.
  2. Rasul pernah menggembala kambing dengan temannya sesama penggembala – kafir Quraisy – kemudian dari kejauhan terdengar ada keramaian di kota Mekkah. Kemudian rasul berkeinginan untuk ke Mekkah sekedar melihat ada tarian, musik dan nyanyian dalam pesta walimah. Beliau menitipkan kambing gembalaannya ke temannya. Kemudian beliau pergi ke Mekkah. namun setelah dekat Mekkah Allah Taala menidurkan beliau hingga terbangun keesokan harinya saat malam telah lewat. Kemudian beliau kembali ke gembalaan kambingnya dan ditanya oleh temannya bagaimana kondisi pesta Mekkah. Beliau menjawab tak melihat karena tertidur. Setelah itu sepanjang hidupnya rasul tak pernah mengikuti pesta nyanyian dan musik.
  3. Akhlak rasul yang begitu terpuji sejak kecil. Rasul dikenal dermawan sehingga pernah suatu ketika diminta baju beliau, langsung beliau berikan kepada yang meminta. Yang meminta baju ingin mendapatkan keberkahan dengan menggunakan baju (jubah) dari rasul. Bahkan pernah beliau diminta oleh orang dari kambingnya satu lembah, tanpa beliau pikir panjang, beliau berikan semua kambing beliau. hal ini tak mungkin bisa kita lakukan — manusia biasa seperti kita. rasul memang istimewa akhlaknya. Abu Bakar sebenarnya punya hati mendekati rasul namun tak bisa menyamai. Bahkan Umar bin Khaththab bersaing dengan Abu Bakar dengan menyedekahkan 1/2 hartanya untuk Allah. Abu Bakar menyedekahkan semua hartanya untuk jalan Allah. Tak terkalahkan memang ABu Bakar.
  4. Rasul cepat memaafkan. pernah beliau ditarik bajunya hingga leher beliau memerah namun beliau segera memaafkan orang tersebut. Padahal saat menarik tersebut orang kafir yang melakukan memanggil nama beliau dengan cara melecehkan: “Hai Muhammad!”.

Pada saat itu rasul melihat sendiri ibu kandungnya wafat di tempat pertengahan antara Madinah dan mekkah ketika ibunda sedang safar dengan nabi — saat itu usia beliau masih 6 tahun. Sejak itu beliau menjadi yatim-piatu. Karena sepanjang hidupnya beliau menjadi anak yatim makanya beliau pernah bersabda bahwa barangsiapa mengurus anak yatim, kelak akan hidup di surga dengan beliau. Maasya Allah. Ini semua karena beliau sudah mengalami betapa pahitnya hidup sebagai anak yatim sehingga beliau berpendapat bahwa anak yatim perlu mendapatkan perhatian. Bahkan membelai rambut anak yatim akan memberi pahala bagi kita.

Beliau bersabda bahwa untuk melembutkan hati seseorang maka perlu:
1.) memberi makan orang miskin, dan
2.) mengusap rambut anak yatim.
Mengapa mengusap rambut menjadi penting? Karena itulah yang dirasakan oleh anak yatim bahwa mereka tak punya lagi orangtua yang bisa membelai rambut mereka. Kenyataan bahwa umumnya sulit mencintai anak yatim bila dibandingkan anak sendiri. Untuk itulah belaian orang tua sangat dibutuhkan anak yatim.

3.) Kemudian beliau diasuh kakeknya Abdul Muthalib yang saat itu adalah pemimpin kota Mekkah atau Gubernur, punya kedudukan dan dihormati. Sebagai pemimpin karismatik beliau punya singasana yang mana tak ada satu orangpun berani duduk di kursi tersebut. namun rasul kecil tetap berani duduk di kursi tersebut.

Namun dua tahun kemudian kakeknya meninggal , sehingga beliau diasuh pamannya yaitu Abu Thalib. Abu Thalib sangat sayang dengan rasul meski miskin.

4.) Rasul menggembala kambing

Pada usia 10 tahun rasul menggembala kambing. Sejarah para nabi selalu diliputi peristiwa dimana nabi menggembala kambing, juga nabi Muhammad.

Hikmah menggembala kambing:

  1. Kambing termasuk hewan yang rendah hati sehingga bisa mempengaruhi penggembalanya sebagai orang yang tawadhu. Tidak ada balapan kambing. Bahlan nabi pernah bersabda bahwa onta, kuda bisa membuat pemiliknya menjadi orang yang sombong. Sementara kalau kambing tidak. Nabi adalah pribadi yang tawadhu — tak malu menceritakan bahwa beliau awalnya adalh penggembala kambing. Dewasa ini sering kita jumpai seorang wanita yang tak mau mengakui bahwa dulu sebenarnya pembantu rumah tangga — gengsi.
  2. Mengurus kambing tak sama dengan mengurus hewan lain karena kambing biasanya berpencar-pencar dan susah disatukan. Hal ini mengajarkan: 1.) butuh kesabaran 2.) kambing adalah hewan yang lemah, bisa dimakan serigala 3.) model atau tipe kambing sangat berragam 4.) kambing butuh kasih sayang — belaian. Nabi diber kesempatan menggembala kambing agar nantinya terbiasa dengan menhadapi beragai jenis manusia.

5.) Pertemuan dengan Pendeta Buraidah

Saat itu rasul diajak pamannya Abu Thalib berdagang ke negeri Syam. Dalam perjalanan, rombongan beristirahat di sebuah tempat di depan rumah pendeta Buraidah. Saat itu umur beliau 12 tahun. Pendeta Buraidah keluar karena mengetahui dalam rombongan ada orang yang punya tanda-tanda kenabian di pundaknya. (Salman Al Farisi masuk Islam karena melihat ada tanda kenabian di rasul). Pendeta Buraidah sempat berpesan agar rasul tak dibawa ke Snegeri Syam (Romawi) karena akan dibunuh — terkait tanda di pundaknya.

Cerita yang beredar di nasrani:

Pendeta Buraidah menyuruh rasul menulis Al Quran.

Allahua’lam

 

 

 

Advertisements

Read Full Post »

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

-Sura Yusuf, Ayah 108

Read Full Post »

Pahala Berbuat Kebaikan

Tadabbur QS Al-Isra:7

Tafsir Ibnu Katsir

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا}

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri. (Fushshilat: 46)

Adapun firman Allah Swt.:

{فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ}

Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. (Al-Isra: 7)

Maksudnya, apabila kalian melakukan kerusakan untuk kedua kalinya, maka akan datanglah musuh-musuh kalian.

{لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ}

untuk menyuramkan muka-muka kalian. (Al-Isra: 7) Mereka datang untuk menghina dan menindas kalian.

{وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ}

dan mereka masuk ke dalam masjid. (Al-Isra: 7)

Yaitu Masjid Baitul Maqdis.

{كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ}

sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada yang pertama kali. (Al-Isra: 7)

Yakni mereka akan merajalela di kampung-kampung kalian.

{وَلِيُتَبِّرُوا}

dan untuk membinasakan. (Al-Isra: 7)

Maksudnya, melakukan penghancuran dan pengrusakan terhadap:

{مَا عَلَوْا}

apa saja yang mereka kuasai sehabis-habisnya. (Al-Isra: 7)

Yakni segala sesuatu yang mereka kuasai dihancurkan dan dirusak oleh mereka.

Read Full Post »

Read Full Post »

Catatan Liqo 8 Dzulhijjah 1438 H (30/08/2017) di KPPTI Indosat oleh Ustadz Ade Purnama

Pengantar: Hari ini kita akan membahas bagian akhir dari surat Ali Imran dimana pada liqo sebelumnya dibahas mengenai ulul albab yang bagian akhirnya (ayat 194) merupakan doa yan sering kita lantunkan:

رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”.

Pada ayat 195 dan selanjutnya masih berkisah tentang Ulul Albab*.

—-

Ali Imran ayat 195:

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ ۖ بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

 

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik”.

Setiap doa pada dasarnya Allah kabulkan hanya masalah waktu, ada yg cepat ada yang lambat. Sayang saat dikabulkan kita tak merasakan lagi. Maka perbanyaklah doa di kala senang agar pas di kala sulit dikabulkan.

Dalam hadits, berdoalah kpd Allah dan optimis dikabulkan. Ulul Albab* adalah golongan orang yang selalu berdzikir dan berpikir. Doa harus dibarengi dengan amal. Beramal yg didasari doa baik sekali — artinya amalan tersebut sangat kuat kaitannya dengan doa yang dimintakan ke Allah. Allah Maha Tahu kapan saat tepat doa dikabulkan. Kalau selalu dikabulkan manusia bisa sombong. Dan bisa amal kita tak maksimal.

Pria dan wanita punya kewajiban masing2. Orang yg hijrah, terusir dari kampung halamannya, atau disakiti (Umum). Bisa juga di jaman ini orang didhalimi lewat medsos. Bahkan berperang dan terbunuh. Semua itu akan mendapatkan ampunan dari Allah. Itu semua menjadi kifarat (penghapus) dosa sebagai pahala dari Allah. Tak ada ruginya jalan dakwah. Semuanya jadi kifarat dosa2 kita.

Ayat 196:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.

 

مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

Ayat 198:

لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ

Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

Oleh krn itu jgn terperdaya dg kegiatan org2 kafir di seluruh negeri. Jangan tertipu. Bagi mereka hanya kesenangan sementara. Tempat kembali mereka adalah neraka.
Apa yg di sisi Allah lbh baik (2 x disebut). Balasan bagi org bertakwa tuh banyak.
Itu yg membedakan kita dg orang2 kafir.

Ayat 199:

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

Allah paling cepat membalas. Adi bin Hatim. Ahlul Kitab. Taurat dan Injil, berendah diri di atas Allah.

Ayat 200:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Ini merupakan perintah Allah untuk selelu mengokohkan kesabaran karena kesabaran pada dasarnya tak ada batasnya. Salah kalau ada yang mengatakan bahwa sabar ada batasnya.

Kesimpulan:

Ayat-ayat terakhir dari Ali Imran pada dasarnya merupakan:

1.) Panggilan cinta dari Allah — karena kita tak boleh terperdaya dengan apa yang telah dimiliki atau dilakukan oleh orang-orang kafir karena balasan bagi mereka adalah neraka. Dilarang terpukau dengan orang kafir.

2.) Jaminan Allah kepada ulul albab bahwa mereka akan dibalas pahala oleh Allah Taala dengan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya.

3.) Perintah Allah untuk bersabar dan perkokohlah kesabaran. Sabar gak ada batasnya.

Catatan lain terkait Qurban:

Karena Iedul Adha jatuh pada hari Jumat maka bagi yang telah shalat Ied boleh tidak mendirikan shalat Jumat. Bagaimana dengan Dzuhur? Boleh juga ditinggalkan karena pada dasarnya tidak ada shalat Dzuhur di hari Jumat. Jadi, tak perlu shalat Dzuhur baik di masjid maupun di rumah. Rasul selalu mendirikan shalat Jumat karena peran beliau sebagai khatib.


Referensi terkait Ulul Albab:

* Ulul Albab adalah istilah khusus yang dipakai al-Qur’an untuk menyebut sekelompok manusia pilihan semacam intelektual. Istilah Ulul Albab 16 kali disebut dalam al-Qur’an. Namun, sejauh itu al-Qur’an sendiri tidak menjelaskan secara definitive konsepnya tentang ulul albab. Ia hanya menyebutkan tanda-tandanya saja.
Ciri-ciri ulul albab yang disebut dalam al-Qur’an adalah:

* Pertama, bersungguh-sungguh menggali ilmu pengetahuan. Menyelidiki dan mengamati semua rahasia wahyu (al-Qur’an maupun gejala-gejala alam), menangkap hukum-hukum yang tersirat di dalamnya, kemudian menerapkannya dalam masyarakat demi kebaikan bersama. “Sesungghnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab” (QS, Ali Imran, 190).

* Kedua, selalu berpegang pada kebaikan dan keadilan. Ulul Albab mampu memisahkan yang baik dari yang jahat, untuk kemudian memilih yang baik. Selalu berpegang dan mempertahankan kebaikan tersebut walau sendirian dan walau kejahatan didukung banyak orang. “Tidak sama yang buruk (jahat) dengan baik (benar), meskipun kuantitas yang jahat mengagumkan dirimu. Bertaqwalah hai ulul albab, agar kamu beruntung” (QS, Al-Maidah, 100

* Ketiga, teliti dan kritis dalam menerima informasi, teori, proporsisi ataupun dalil yang dikemukakan orang lain. Bagai sosok mujtahid, ulul albab tidak mau taqlid pada orang lain, sehingga ia tidak mau menelan mentah-mentah apa yang diberikan orang lain.

* Keempat, sanggup mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu. Sejarah adalah penafsiran nyata dari suatu bentuk kehidupan.

* Kelima ulul Albab senansiasa “membakar” singgasana Allah dengan munajadnya ketika malam telah sunyi. Menggoncang Arasy-Nya dengan segala rintihan, permohonan ampun, dan pengaduan segala derita serta kebobrokan moral manusia di muka bumi.

* Keenam, tidak takut kepada siapapun, kecuali Allah semata. Sadar bahwa semua perbuatan manusia akan dimintai pertanggungan jawab, dengan bekal ilmunya, ulul albab tidak mau berbuat semena-mena.

Terdapat juga informasi dalam Al-Qur’an mengenai hal ini dalam:
(QS, Ar-Rahman : 33 )
(QS, Az-Zumar : 18 )
(QS, Az-Zumar : 9 )

 

 

Read Full Post »

Berikut ini saya peroleh dari WA di sebuah grup. Menurut saya bagus dan semoga ini benar.  Allahua’lam. 

—-

DIALOG ALLAH DENGAN HAMBANYA
💫Allah : “Hambaku, bangunlah ! Lakukan Shalat Malam 11 Rakaat !”
Hamba : “Illahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”
💫Allah : “Hambaku, lakukan 2 rakaat saja dan 1 rakaat witir saja!”
Hamba : “Illahi, aku lelah dan rasanya sulit bagiku untuk bangun di tengah malam.”
💫Allah : “Hambaku shalat witir saja..”
Hamba : “Illahi, hari ini capek sekali, apa tidak ada cara lain ?”
💫Allah : “Hambaku, Wudhulah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan Ya Allah……”
Hamba : “Illahi, aku sudah ngantuk kalau aku bangun nanti ngantuknya hilang.”
💫Allah : “hambaku, tayammum saja di tempat tidur mu dan katakan Ya Allah…..”
Hamba : “Illahi, udara terasa dingin sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut.”
💫Allah : “Hambaku, kalau begitu sebut saja dalam hati ya Allah dan akan kami hitung itu sebagai Shalat malam.”

Sampai disini si hamba sudah tidak peduli karena tertidur pulas.
💫Allah : “Lihatlah wahai Malaikatku, bagaimana telah aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dariku dan tidur tanpa meninggalkan apapun..!

Bila datang waktu Subuh bangunkan dia agar dia bermunajat padaku, Karena aku merindukan suaranya.”
Malaikat : “Ya Illahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur.”
💫Allah : “Bisikkan di telinganya bahwa aku menantinya.”
Malaikat : “Illahi, dia tetap tidur.”
💫Allah : ” katakan, sudah azan sebentar lagi matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu subuh.”
Malaikat : “Illahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya ?”
💫Allah : “Hambaku tidak memiliki siapapun selain Aku, semoga suatu saat dia bertobat., 
ketika engkau Shalat aku menyimak dan memandangmu, seakan aku tidak memiliki hamba selainmu…

Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan..”
Betapa Penyayangnya Engkau Ya Roob….

Betapa Pengampunnya Engkau Ya Allah….
Betapa Agungnya Engkau Ya Ilahi…. 
Ampuni kami hambaMu yang lemah ini.
(Penjabaran dr QS. Al- Muzzamil ayat 1-7 ).

Sumber: WA dari Ustadz Nashir Harist LC
Subhanallah…

-Mari terus berbagi KEBAIKAN-

Bagikan/Share, Semoga menjadi KEBAIKAN Anda.

Rasulallah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Read Full Post »

Catatan Haji Herry Nurdi
Kerajaan Aceh, Raja Pontianak, dan juga Raja Banten, mereka dulu memiliki rumah-rumah wakaf yang mereka beli di Mekkah untuk rakyatnya yang menunaikan ibadah haji. Ini membuktikan, bukan saja ada haji yang berasal dari wilayah ini, tapi juga nilai-nilai Islam yang tertanam pada sistem kerajaan yang untuk melayani umat Islam.
Rumah wakaf tertua yang dimiliki raja-raja nusantara yang bisa dilacak dalam sejarah adalah rumah wakaf milik Sultan Banjar, Sultan Tahlil Allah. Beliau memiliki rumah yang kelak di jadikan pusat belajar oleh Syaikh Muhammad Arsyad al Banjari, seorang ulama Nusantara yang sangat ternama.
Sultan Palembang juga mendanai pembangunan sebuah zawiyyah tidak saja di Mekkah, tapi juga di Jeddah. Sultan Brunei mengirim ulama tertingginya untuk membeli tanah dan membangun rumah yang bisa digunakan oleh seluruh jamaah haji yang berasal dari Tanah Melayu. Raja Ahmad, dari Pulau Penyengat Kepulauan Riau membeli sebuah kebun dan diwakafkan untuk kepentingan kaum Muslimin dari nusantara. Begitu juga Sultan Hamengkubuwono VII mengutus empat orang ulama Jogja untuk menyiapkan pemondokan haji bagi jamaah haji dari Jawa pada tahun 1879. Bahkan sejak seabad sebelumnya, Hamengkubuwono I mengutus petugas Istana Jogja untuk ke Mekkah guna memperbaiki rumah wakaf yang ada di sana. Artinya, rumah wakaf itu sudah lama ada. Dan ketika utusan ini kembali, Sang Sultan sudah mangkat kembali ke Rahmatullah.
Bahkan yang menarik lagi adalah apa yang dilakukan Raja Bali di Lombok yang beragama Hindu, pada tahun 1874 membangun rumah untuk rakyatnya di Mekkah. Rumah itu disiapkan untuk rakyat Muslimnya yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Maka di Mekkah ada Rumah Aceh, Rumah Pontianak, Rumah Jawa, Rumah Banten, Rumah Batavia, Rumah Banjar, Rumah Makassar dan rumah-rumah yang lainnya. Hal ini sebagai tanda, hati dan jiwa kaum Muslimin Indonesia, sejak lama sudah jatuh cinta pada tanah suci, baik Mekkah ataupun Madinah. SubhanAllah, semoga Allah senantiasa menjaga hati dan jiwa kaum Muslimin Indonesia untuk senantiasa menjadi tanah suci, Mekkah dan Madinah. Amin….

Read Full Post »

Older Posts »