Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2013

Kutbah traweh:

Sudah berapa kali kita melewati Ramadhan?
Sudahkah membentuk karakter taqwa pada kita?
Apakah sebanyak itu kita sudah menunjukkan pribadi / insan yg bertaqwa?

Sebaiknya orang adalah yg menjalankan amal secara kontinyu meski sedikit.

Ramadhan datang kita dianjurkan shalat sunnah berjamaah:  shalat traweh.

Shalat traweh harus menjelma menjadi shalat tahajud di 11 bulan mendatang. Selama ramadhan kita dibiasakan untuk qiyyamul lail agar nanti setelah Ramadhan kita melaksanakan tahajud secara rutin.

Orang yg sukses menghidupkan malam Ramadhan. Malam ini adalah malam pertama dari sepuluh hari terakhir.

Syahru Ramadhan. Tak ada wajib puasa selain Ramadhan. Kalau sukses 1 bulan, masak 6 hari di syawal gak bisa? Makanya di tradisi Betawi lebaran dua kali sehingga Lebaran lontong: syawal 8. Niatkan dari sekarang.

Segerakan buka secukupnya, trus shalat Maghrib di masjid. Nafsu dikontrol.

Zakat fitrah wajib bagi setiap orang. Melatih utk terbiasa berbagi.

Ramadhan datang kita berbagi. Sunnah memakai wewangian. Wangi untuk orang lain. Fitrah manusia: yang baik untuk orang lain, yang buruk buat kita.

Itikaf:
Juz 3-4

Taddabur:

Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):

138 – (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

147 – Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir“.

148 – Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

194 – “Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”.

Read Full Post »

Anakku…
Memang Ayah tak mengandungmu,
Ɨα̇ƿΐ darahnya mengalir dalam darahmu
Darinya kau diwarisi kedermawanan & kerendahan hati, serta namanya…

 

Memang Ayah tak melahirkanmu,
Ɨα̇ƿΐ suaranya-lah Ɣªήğ pertama mengantarkanmu pada Tauhid ketika kau lahir…

 

Memang Ayah tak menyusuimu,
Ɨα̇ƿΐ dari keringatnya-lah setiap suapan Ɣªήğ menJãϑi air susumu…

 

Nak…
Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,
Ɨα̇ƿΐ tahukah kau bahwa dalam do’anya tak pernah terlupa namamu disebutnya…

 

Tangisan Ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu uηtüƙ berlindung di lengannya dan dadanya ketika merasa tak aman…

 

Pelukan Ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat Bunda karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu…

 

Dia ingin kau mandiri agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri…

 

Jauh di dalam hatinya dia hanya ingin mampu membanggakanmu di mata Rasulullah, menjadi penolong di Padang Mahsyar serta menJãϑi hijab dari api neraka…

 

Bunda hanya ingin kau tahu Nak bahwa…
cinta Ayah kepadamu sama besarnya ϑğn cinta Bunda…

 

Anakku…
Dalam dirinya juga terdapat surga bagimu maka hormati dan sayangi Ayahmu… karena Bunda merupakan tulang rusuk-nya…

 

———————–
Berbahagialah Ɣªήğ masih punya Ayah…

 

Dalam Hadist disampaikan bahwa RɑsυƖυƖƖɑħ SΔƜ ƄέřsɑƄϑɑ, “Jagalah selalu kecintaan dari Ayahmu dan janganlah engkau memutuskannya, karena yang demikian lalu اَللّهُ سبحانه وتعالى   akan memadamkan cahaya dari padamu.”
(HR. Bukhari)
Semoga bermanfaat
بَارَكَ اللّهُ فِيْكُمْ

Read Full Post »

Memasuki sepertiga terakhir Ramadhan, terdapat malam yang penuh kemuliaan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“(Malam) lailatul qadar
lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadar: 2)
A. Jangan Ada Lagi Kesia-siaan.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memberikan arahan,
من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه
“Diantara tanda baiknya ke-Islaman seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya..” (Hasan, HR at-Tirmidzi:2318, Shahih al-Adzkar)

Cukup sudah perburuan mencari baju baru..

Saatnya mengasah iman dengan semangat baru…
Sebagai lulusan Madrasah Ramadhan
B. Lailatul Qadr ‘kan Menjelang.
Apabila di hari-hari sebelumnya masih banyak perkara kebajikan terlewatkan.
Apabila di malam-malam berlalu, masih sering dilalui dengan canda dan tidur panjang.
Mari kuatkan tekad, kencangkan ikat pinggang.
Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bertutur,
“Apabila telah tiba sepuluh malam terakhir Ramadhan, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengencangkan ikatan sarung, mengidupkan malam serta membangunkan keluarganya (untuk beribadah)…”
(HR Bukhari: 2024, Muslim: 2779)

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb

Apa kabar kawan? Semoga dalam keadaan baik dan dalam lindungan Allah subhanahu wa taala. Bagaimana dengan shaum yang Anda jalani hingga hari ini? Semoga juga berjalan lancar dan khidmat sehingga memberikan banyak pembelajaran sehingga meningkatkan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tentunya harapan saya agar semua jenis ibadah yang kita jalani selama bukan Ramadhan 1434 H ini mendapat ridhla Allah sehingga diganjar dengan pahala berlimpah di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabb.

Waktu berjalan begitu cepatnya hingga tanpa terasa kita sudah berada di hari ke 18 dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan ini. Banyak kisah terkait dengan perjalanan ibadah di bulan suci yang penuh berkah ini kita lalui baik yang sifatnya pengalaman kehidupan maupun hal-hal kecil yang kita amati dan memberikan makna tertentu dalam penggalan perjalanan hidup kita di dunia ini. Tak lepas dari hal ini tentunya adalah dimensi waktu yang sangat ditekankan baik dari Al Quran maupun hadits. Satu hal yang pasti adalah perintah Allah untuk umatNya agar selalu menanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk meninggikan kalimatullah dan mengurangi bahkan meniadakan waktu untuk hal2 yang tak bermanfaat. Tentu ini semua adalah perintah demi kebaikan kita semua agar fokus pada kehidupan akhirat yang pasti akan kita jalani dan tak mungkin kita hindari. Allah tak menginginkan umatNya masuk naar (neraka) karena tak menanfaatkan waktu untuk hal2 yang berguna di dunia ini makanya di Al Quran kita diperintahkan untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kerjakanlah hal2 yang baik dan mengajak orang lain mengerjakan juga serta menghindari dan menghentikan hal2 buruk. Inilah pada hakikatnya kehidupan di dunia ini.

Dalam hal waktu,  sudah begitu banyak ayat2 di Al Quran yang mengingatkan kita baik secara langsung maupun tersirat dari jenis perintah Allah kepada kita. Satu hal yang pasti kelak kita akan dihisab terlebih dahulu dari segi shalat kita. Bila shalat kita bagus maka baru dilihat amalan lainnya. Namun bila tak shalat maka tak perlu lagi dilihat amalan lainnya. Artinya shalat adalah titik pertama Allah akan melihat amalan kita di dunia. Jadi jelas sekali bahwa tanpa shalat maka percuma juga kita melakukan amal baik.

Untuk itulah maka dimensi waktu dalam setiap segmen kehidupan kita tak ada pilihan lain selain menempatkan shalat pada posisi dimana ia harus ada. Allah telah menetapkan dengan aturan jelas kapan saat shalat fardhu lima waktu harus didirikan oleh seorang yang beriman. Pada saat itulah ia memanggil umatNya untuk mendirikan shalat melalui adzan yang dilantunkan okeh seorang muadzin. Bila Anda seorang karyawan sebuah perusahaan bagaimana respon Anda bila atasan memanggil Anda untuk menghadap di ruangannya? Sebagian besar dari Anda tentu segera masuk ke ruangannya memenuhi panggilannya. Bagaimana pula dengan panggilan adzan? Apakah Anda juga serta merta pergi ke masjid dimana adzan dikumandangkan atau masih ‘ tanggung’ mengerjakan pekerjaan Anda? Sepertinya sebagian orang masih melakukannya. Padahal yang memanggil adalah sang Pencipta dan sang Maha Memiliki dunia ini,  Sang Maha Penentu rizki kita. Kok berani2 nya kita  melawan atau menunda panggilanNya?

Hidup adalah nengelola waktu di luar saat shalat fardhu. Begitulah harusnya seorang muslim bersikap dan berprinsip. Mengapa? Karena memang Rasul kita mencontohkannya begitu. Begitulah kita harus bersikap karena saat adzan itu adalah haknya Allah bukan hak kita lagi. Kita diwajibkan memenuhi panggilan itu sesegera mungkin tanpa ada penundaan kecuali berhalangan misalnya sakit atau sedang dalam perjalanan. Untuk itulah kita harus berani melakukan komitmen diri bahwa lima waktu saat shalat itu merupakan waktu mutlak yang kita tak boleh tawar lagi. Artinya,  di setiap rencana kegiatan harian kita,  harus terlebih dahulu disisihkan sekitar 15 sd 20 menit waktu untuk menghadap kepada Allah swt dengan mendirikan shalat. Kalau ini sudah biasa kita lakukan maka selanjutnya kita lebih mudah membuat jadwal kegiatan kita setiap hari yaitu mengelola waktu residual di luar wakru shalat. Makna mengelola di sini adalah adanya derajat kebebasan melakukan apa saja asalkan waktu shalat tetap dipenuhi sesuai yang dicontohkan Rasul yakni di awal waktu,  lima kali dalam sehari, didirikan secara berjamah di masjid dsingkat BMW (berjamaah di mesjid pada awal waktu). Kalau kita sudah terbiasa dengan sikap ini maka kita akan lebih mudah mengelola kehidupan karena pada dasarnya adalah mengelola waktu residual.

Semoga kita bisa menjalaninya …

Wassalamualaikum wr wb.

Read Full Post »

Pagi ini saat sahur ternyata ada duri ikan kembung yang bercokol di tenggorokan saya. Saya sudah berusaha keras mengeluarkannya berkali – kali namun dia masih saja bandel tak mau bergerak dari tempatnya hang out di tenggorokan saya. Akhirnya saya biarkan saja hingga akhirnya saya berangkat kerja.

Jam 9 pagi saya menghadiri rapat dan menurut teman saya yang juga ikut rapat pagi ini saya kurang bersemangat dan sedikit bicara. Namun setelah saya jelaskan bahwa ada duri yang bercokol di kerongkongan saya akhirnya ia menyadarinya. Praktis sepanjang hari saya memang kelihatan agak lemes dan enggan bicara padahal durinya saya yakin kecil dan halus. Tadinya saya mau cuekin saja tapi gak bisa karena mengganggu bahkan badan saya agak hangat karena demam. Sepanjang pagi memang saya masih berusaha nebgelyarkannya namun nihil.

Siang sekitar jam 2 saya sedang bekerja di depan laptop dan sesekali batuk dèhèm agar duri terdorong keluar. Gak tahu pada dèhèm ke berapa ternyata ada yang rasanya keluar dari kerongkongan saya dan terasa kerongkongan saya langsung plooong rasanya …. langsung saya mengucap Alhamdulillah atas nikmat ini ….. sungguh legaaa sekali…… Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?

Setelah itu senua terasa enteng dab demam menghilang…. Sungguh …nikmat sekali.

Salam

Read Full Post »

Kemarin siang bezuk seorang teman yang sedang dirawat di Rumah sakit Pondok Indah cabang Puri Indah. Ia sudah dirawat sejak hari pertama Ramadhan 1434 alias 10 Juli 2013 dan baru saja beberapa hari sebelumnya, tepatnya hari Ahad 14 Juli menjalani oeprasi selama enam (6) jam untuk memotong ususnya sepanjang sekitar 8 cm. Pada saat saya bezuk ia sudah dalam keadaan pemulihan namun masih tiduran belum bisa jalan karena asupan makannya harus melalui infus yang terdiri dari beberapa cairan.

Awa kisahnya, selama hidupnya ia tergolong teratur dan disiplin dalam hidupnya. Setiap hari ia selalu buang air besar (BAB) sekali sehari di pagi hari. Hal itu ia jalani sejak masih kecil hingga usianya sekitar 42 tahun saat ini. Sekitar enam bulan ini, ada perubahan dalam pola BAB nya yang tadinya sekali sehari, berubah menjadi 2 atau bahkan 3 kali tanpa ia sadari. Pada suatu ketika ia merasakan kembung dan tak bisa kentut (buang angin) sama sekali yang akhirnya membawanya ke RSIP Puri Indah. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan ternyata ada tumor di ususnya. Itulah yang menyebabkan ia harus menjalani operasi.

Sebenarnya ia belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari sakitnya. Namun kemudian ia renungkan mengenai pola hidupnya yang ternyata terlalu sering mengkonsumsi mie instan dan suka jajan karena memang hobinya kulineran selain juga perokok, yang juga menyebabkan perutnya menonjol ke depan. Dokter mengatakan bahwa selama operasi enam jam tersebut ditemukan juga dinding kulit perutnya yang menebal karena lemak. Sebenarnya bisa dibersihkan juga namun karena operasi ususnya sendiri sudah memakan waktu lama, maka tak mungkin dilakukan lagi. Yang jelas, selama operasi semua isi perut dikeluarkan oleh tim dokter dan dibersihkan. Usunya dicarai bagian mana yang rusak. memang di bagian rusak tersebut ususnya mengeras.. maka bagian inilah yang dipotong dan kemudian disambung kembali.

Sebuah perjalanan yang sungguh dahzyat dan memberikan pembelajaran kepada kita semua bahwa kita harus benar-benar mengendalikan pola makan kita dengan baik, hati-hati dengan jajanan atau kuliner yang digelar dan harus selektif memilih makanan sehat. Hindari gorengan berminyak yang banyak dijual di pinggir jalan karena minyak gorengnya kemungkinan bukan dari kualitas terbaik.

Jangan lupa selalu bersyukur masih diberi kehidupan oleh Allah SWT …masih diberi kesempatan bertobat. Kalau saat ini Anda masih bisa kentut, maka perlu bersyukur ….Menjaga kesehatan tubuh merupakan amanah.

Wallahualam bishawab….

Read Full Post »

image

Tempat wudhu di masjid Astra, Sunter, Jakarta merupakan yang ideal terutama bagi mereka yang ke masjid ini membawa barang seperti tas, kacamata, jam tangan, HP karena ada tempat di atas keran wudhu yang didesain khusus untuk menaruh barang-barang tersebut. Hal ini sebenarnya sederhana namun sering kali tak ada di banyak masjid yang pernah saya kunjungi. Tak hanya itu, tempat wudhu juga dilengkapi dengan pipa stainless steel yang berfungsi untuk menempatkan kaki pada saat wudhu. Ini juga penting mengingat pada saat mencuci bagian kaki perlu ada tempat agar keseimbangan tubuh terjaga. Semoga banyak masjid yang mempertimbangkan faktor desain dengan memberikan kemudahan kepada jamaah untuk berwudhu. Aamiin Ya Rabb!

Read Full Post »

Older Posts »