Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2007

Atas ajakan klien, akhirnya saya mengikuti i’tikaf hari pertama tanggal 20 Ramadhan malam (sudah masuk tanggal 21 Ramadhan) alias tanggal 2 Oktober 2007 malam. Setelah buka ringan di kantor Indosat, saya menuju masjid Bank Indonesia yang berjarak tidak lebih dari 300 meter dari kantor pusat Indosat. Ikut shalat Isya berjamaah, dilanjutkan ceramah dan traweh 4 x 2 rakaa’at. Setelah itu saya baca Al-Quran dan shalat sunnah beberapa kali 2 raka’at. Enak sekali suasana i’tikaf di masjid ini, serasa i’tikaf di masjid Nabawi. Masjidnya teduh dan dingin sekali. Ceramahnya juga bagus.

Banyak yang bisa saya pelajari dari i’tikaf ini. Pertama, saya menikmati nuansa pendekatan diri ke Allah SWT melalui cara i’tikaf ini. Ratusan umat Islam (menurut panitia, ada 700 orang yang ikut malam itu) berbondong-bondong menuju masjid, membawa perbekalan buat menginap. Ada yang membawa ransel super besar seperti mau camping, namun ada juga yang membawa ransel secukupnya, termasuk saya karena rencananya tidak tiap hari menginap di masjid. Malam hari suasana semakin nikmat untuk beribadah. Kita bisa baca Al Quran sendiri, shalat sunnah atau .. ikut Qiyamul Lail 3 juz mulai jam 12 lewat. Lumayan juga Qiyamul Lail nya selama 3 jam. Saya masih belum taraf mampu mengikuti, jadi ya saya cukup baca Al Quran dan shalat sunnah sendiri. Kedua, saya senang bertemu dengan orang-orang saleh. Secara mengejutkan, saya ketemu tukang ojek langganan yang selama ini saya cari karena ada perlu. Kemaren saya sempat berdialog dengan pak tukang ojek ini. Juga, saya jadi merasa ada nuansa yang pas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

kuliah-subuh-3okt07-masjid-bi.jpgKuliah subuh diisi dengan sirah Nabawiyah tentang bagaimana pertama kali Rasul membangun takwa umat di Madinah. Ustadz yang memberikan tausiyah menekankan bahwa kunci iman dan takwa terletak pada SDM nya. Kalo SDM nya sudah memeiliki takwa dan iman yang kuat, maka akan membentuk umat yang tangguh. Untuk itu Rasul menekankan perlunya lembaga masjid dalam membentuk iman dan takwa umat.

Setelah subuh, saya sempat tiduran dulu di lantai masjid .. dilanjutkan jalan kaki ke kantor indosat buat bekerja.

Sebuah pengalaman yang sungguh nikmat ….

Wass,

Gatot

Advertisements

Read Full Post »

Sungguh, saya menyukai musik sejak kecil, terutama rock progresif macem Genesis, Yes, ELP, Gentle Giant. Belakangan ini saya tidak mengikuti perkembangan musik Indonesia sampe suatu ketika di radio saya mendengarkan lagu bermelodi indah. Ternyata anak saya, Endro Alkaula, memiliki CD dari lagu yang ternyata dari band UNGU. Memang saya lihat Endro memiliki koleksi album UNGU yang lengkap dalam format CD. Baru kali ini saya masygul dengan melodi dan lirik lagu ini. Luar biasa. Dahsyat. Terutama di bagian ini:

Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya

Subhanallah … makna lirik ini begitu dalam dan sangat pas untuk menemani saya dalam refleksi diri atas dosa-dosa yang telah saya buat selama ini. Semakin hari saya semakin merasakan bahwa amal kebaikan saya tidak bisa menutupi semua dosa yang pernah saya buat …..

Ini lirik lengkapnya:

Sesungguhnya

Saat dunia berhenti berputar
Saat manusia tak sanggup lagi berharap
Ketika mentari tak sanggup lagi berjanji
Menyinari dunia yang tlah kau singgahi

Mampukah kau untuk berbagi
Tanpa hasrat ingin diberi
Di hadapan-Nya…
Di hadapan-Mu ya Allah…

Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya

Mampukah kau untuk berbagi
Tanpa hasrat ingin diberi
Di hadapan-Nya
Di hadapan-Mu ya Allah

Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya

Sesungguhnya manusia takkan bisa menikmati surga
Tanpa ikhlas di hatinya
Sesungguhnya manusia takkan bisa menyentuh nikmat-Nya
Tanpa tulus di hatinya

By: Ungu

Read Full Post »