Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Religion’ Category

Tiga Perintah Allah

Catatan Ceramah Taraweh 29 Ramadhan 1438 H (23/06/2017) oleh ustadz Abdul Hadi,  Masjid Jami Nurul Ikhlas. 

Lain sakartum

Kalau bersyukur akan ditambah nikmat oleh Allah. Kalau gembira di bulan Ramadhan Allah memasukkan ke surga melalui pintu Ar Royan.  Jalur khusus ke surga. 

Ada tiga perintah di Al Quran,  Imam Nawawi al Bantani:

1. Taati Allah dan Rasul.  Tak bisa hanya ikuti Allah karena gak ada aturan detil shalat kecuali di Hadits. 

2. Taati Allah dan Taati Orang Tua. 

3. Dirikan Shalat,  tunaikan zakat. 

Zakat mensucikan harta.  Duit kita tak hilang tapi kita menyucikan harta kita. Panitia zakat wajib mengunjungi orang kaya yang belum keluarin zakat. Kalau gak bayar zakat,  nanti dia hari akhir dicaplok ular. 

Zakat fitrah wajib setiap orang.  Kalau kita gak bayar zakat fitrah,  gak dilaporkan ibadahnya selama Ramadhan oleh malaikat sebagai kebaikan ke Allah. Mahzab Abu Hanifah boleh zakat fitrah dengan duit. Ketika terima duit belikan beras. 

Dialog dengan ustadz Etika DJ setelah taraweh:

  • Bacaan Quran harus benar makhroj dan qiroahnya
  • Di Jabodetabek saat ini sudah ada 300 ribu masjid. 

Read Full Post »

Ashabul Kahfi (3)

Al Kahfi ayat 6 sd 8:

{فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا (6) إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الأرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلا (7) وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا (8) }

Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an). Sesungguhnya Ka­mi telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar­ benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi ta­nah rata lagi tandus.

Perenungan terhadap kumpulan ayat ini:

  • Semakin meyakinkan kita bahwa tugas dakwah adalah menyampaikan sedangkan hidayah sepenuhnya milik Allah. Rasulullah yang sedih karena banyak kaumnya yang menolak anjuran Islam yang didakwahkan beliau bahkan pamannya sendiri: Abu Lahab, dihibur oleh Allah dengan adanya ayat 6 ini. Tak perlu bersedih. 
  • Dunia ini pada dasarnya ladang ujian untuk melihat siapa saja yang bisa bekerja keras mengatasi ujian yang ditimpakan kepadanya. Seorang mukmin harus berorientasi akhirat namun jangan melupakan bagiannya untuk dunia.  Tujuan akhir harus akhirat dan semua permasalahan yang dijumpai di dunia terasa enteng bila segala sesuatunya ditujukan pada kehidupan akhirat.  Semua masalah hanya sekedar ujian sesangkan kita tahu bahwa Allah tak akan menguji kita diluar kemampuan kita mengatasinya. 
  • Akhirnya segala sesuatu yang ada di bumi ini akan hancur dan rata dengan tanah pada saat kiamat tiba dan itu semua atas Kuasa Allah Taala. Seberapa indah dan gemerlapnya bumi ini, pada akhirnya Allah akan meluluh-lantakkan semuanya. Dia Maha Kuasa dan Maha Perkasa. 

Read Full Post »

Catatan khutbah Jumat (23/06/2017) Masjid Jami Nurul Ikhlas, ustd Ikhwan Hakim,  SQ


Masih suasana Ramadhan hari2 terakhir. 

Masih ada diantara sunnah Rasul,  ada lagi sunnah di bulan Syawal nanti selama 6 hari.  Mudah2an kita bisa menjalankan.. Pahalanya besar bahkan beberapa hadits menjelaskan kemuliaan ini.  Hadits dari sahabat Abi Ayub,  riwayat Muslim:

Barangsiapa yg berpuasa di bulan Ramadhan lalu mengikuti puasa 6 hari di bulan Syawal maka ia seperti berpuasa penuh selama setahun. 

Dari Umar bin Khaththabb,  Nabi:

Barangsiapa puasa di Ramadhan disertai 6 hari sunnah di Syawal maka Allah akan ampuni dosa2nya seperti bayi yg baru dilahirkan. 

Al faqir teringat riwayat dari Nabi SAW dari Irsyadul Ibad: ada hadits bersumber dari Ibnu Huzaimah,  Nabi:

Sesungguhnya Nabi ketika ingin menaiki mimbar beliau mengucap Amiin sebanyak tiga kali.  Kenapa? 

Rasul menjelaskan:

Jibril AS datang kepadaku lalu dia berkata kepadaku: ucapkan Aamiin atas tiga hal yang diucapkan Jibril:

1.) Man adroka syahru romadhon….  Barangsiapa yg mendapati bukan Ramadhan lalu ia belum beristighfar kepada Allah lalu meninggal dunia maka Allah memasukkan ke neraka dan Allah tak mau melihatnya. Aamiin. 

2.) Wa man adroka….  Barangsiapa yang mendapati masih ada kedua orantuanya atau salahsatunya lalu dia belum berbakti,  belum berbuat baik,  lalu meninggal dunia lalu masukkan ke neraka dan dijauhi Allah.  Aamiin. 

3.) Wa man atharta….  Barangsiapa yang ketika namamu sisebut di sisinya tak bershalawat kepadamu langsung ia meninggal dunia lalu ia meninggal dunia maka Allah memasukkannya ke neraka. 

Maknanya (renungan) :

  1. Perbanyak istighfar kepada Allah,  selagi masih Ramadhan. Mudah2an Allah mengampuni kita.  Aamiin. 
  2. Berbuat baik kepada orangtuanya baik masih hidup maupun sudah wafat. Redaksi utk berbakti kpd kedua orang tua Allah berfirman dengan murkanya bagi manusia yg tak berbakti ke orang tua.  Hadits Muslim: Bagi yg berbakti kepada kedua orangtua maka Allah menuliakannya,  akan tambahkan umurnya. 
  3. Bershalawat ketika nama Nabi disebut.  Orang yang bakhik adalah yg ketika namaku disebut ia tidak bershalawat kepadaku. 

Mudah2an kita tak termasuk tiga golongan tersebut. 

Doa

Read Full Post »

Alhamdulillah hari ini sudah masuk 28 Ramadhan 1438 H alias tinggal 2 hari bulan yang amat mulia ini akan pergi meninggalkan kita tanpa ada janji akan kembali lagi ke kita tanun depan KECUALI atas ijin Allah.  Biidznillah. Saya merasa makin kesini Ramadhan terasa berlalu cepat sekali karena rasanya baru mulai pekan lalu tahu-tahu sudah mendekati satu bulan penuh (tahun ini sepertinya 29 hari).  Sebagai manusia yang dhoif tentunya saya merasa Ramadhan ini masih jauh dari kekurangan dalam upaya mendekatkan diri ke Allah melalui amal ibadah selama sebulan penuh.  Padahal,  bisa jadi ini Ramadhan terakhir saya. 

Pepatah yang mengatakan bahwa Ramadhan merupakan madrasah atau pelatihan dimana kita digembleng dengan banyak menahan dan berbuat sabar dengan tujuan akhir agar bertakwa memang terasa sekali.  Namun semakin dirasakan,  masih jauh rasanya pencapaian saya untuk mencapai takwa Sebenar-benarnya takwa.  Untuk itulah selama Ramadhan ini saya mencatat banyak hal tiap hari dengan tujuan agar saya bisa mengacunya dalam rangka mempertahankan semangat Ramadhan setelahnya.  Catatan ini berragam,  baik terkait kajian,  ceramah maupun kultum bada Shubuh.  Semuanya bisa terlihat bahwa sejak 27 mei 2017 (1 Ramadhan)  selalu ada tulisan setiap harinya untuk memastikan agar saya tak lupa.  Dari semua catatan kegiatan ini saya merangkum beberapa hal penting :

  1. Kunci kebahagiaan adalah bila kita berhasil menujukan segala sesuatunya HANYA kepada Allah semata.  Ini saya peroleh dari menonton youtube kajian ustadz Oemar Mitta “Ciri-Ciri Orang Ikhlas” saat membedah kitab karya Ibnu Qayyim “Fawaidul Fawaid”.
  2. Pentingnya untuk terus menerus belajar ikhlas karena merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah.  Ini bukan hal yang mudah namun harus selalu diupayakan. 
  3. Semangat Ramadhan harus tetap dijaga selama 11 bulan berikutnya sampai ketemu Ramadhan lagi.
  4. Perencanaan Ramadhan idealnya disiapkan jauh hari sebelumnya paling tidak sebulan sebelumnya,  terutama agar pada 10 hari terakhir bisa i’tikaf penuh tanpa ada gangguan jadwal kerja. Tahun ini sekurangnya ada 1 x meeting dg klien pada 21 Ramadhan (Jumat). Kajian “Kiat Kiat Menghidupkan Ramadhan” oleh Ustadz KH-B sangat membantu mendongkrak kesiapan perencanaan.  Sayang saat itu sdh telat hanya beberapa hari saja masuk Ramadhan. Dari kajian ini jelas perlu membuat rencana rutin umrah Ramadhan karena keutamaannya sama dengan HAJI bersama Rasul. 
  5. Perlu strategi dan keseriusan dalam mengatasi kondisi iman yang naik-turun. Namun bila no.  1 dan 2 di atas selalu ditingkatkan insya Allah iman bisa dipertahankan. 
  6. Ramadhan adalah bulan Quran, maka setelah Ramadhan harus lebih mencintai Al Quran.  Fokus! Ikuti anjuran agar bisa hafal Quran: shalat tahajjud,  makan secukupnya (jangan kenyang),  puasa Senin Kamis, tinggalkan kemaksiatan,  memohon ke Allah agar dimudahkan menghafal Quran. 
  7. Sedekah sedekah sedekah.  Penting sekali dan bisa dilakukan dengan membukakan orang berpuasa di masjid sekitar: Al Ihsan Jl.  Damai,  Al Muhajirin (jl.  Flamboyan),  mushalla Merpati,  Al Ihsan Kodam Bintaro,  masjid di Gerbang Tol, Mesjid Bintaro (Giant). 
  8. Dalam i’tikaf tetap konsisten memulai dari 19 Ramadhan (tahun ini tepat jatuh pada hari Rabu,  14 Januari 2017) setiap malam,  tidak usah risau ganjil atau genap meski lailatul qadr jatuhnya pada malam ganjil.  Bagaimana bisa meraih lailatul qadr kalau niatnya hanya “mencegat” saja sementara Rasul mencontohkan i’tikafnya setiap hari tanpa ganjil-genap. 
  9. Tausiyah taraweh pada tahun ini para ustadznya membahas topik yang berragam mulai dari iman,  takwa,  keutamaan ramadhan dan yang paling penting terkait sedekah.  Kajian bada Shubuh membahas kitab karya Imam Nawawi al Bantani bertajuk “Sullam Taufiq”. Banyak tahu hukum shalat Jumat yang jelas,  suci dan formal. Baru tahu juga bahwa khatib shalat Jumat tidak boleh bujang harus sudah menikah dan pada saat khutbah menggunakan sarung atau gamis (lebih baik).  Tidak afdhol bila khatib menggunakan celana panjang.  Wah,  baru tahu. Jangan sampai telat karena shalat Jumat sangat tinggi kemuliaannya. Pada saat khatib duduk diantara dua khutbah adalah saat baik untuk memanjatkan doa.  Maasya Allah. 

Read Full Post »

Ashabul Kahfi (2)

I’tikaf 28 Ramadhan 1438, Masjid Jami Nurul Ikhlas

Karena ini malam Jumat maka setelah membaca surat Al Kahfi saya kok tertarik mempelajari tafsirnya melalui HP dengan browsing di Ibnu Katsir Online.  Sungguh menakjubkan sekali surat ini dan sebelum saya menulis beberapa catatan penting sebagai pengingat diri,  saya coba cek dan ternyata sekitar 3 tahun lalu (25/07/2014) saya pernah menulis juga di blog ini tepatnya di sini. Tidak masalah bila terjadi duplikasi namun saya yakin bahwa tulisan saya 3 tahun lalu tanpa melihat tafsir Ibnu Katsir Online. Ini beberapa catatan saya membaca ayat 1 sd 5 surat ini yang artinya:

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebeng­kokan di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus, untuk mem­peringatkan akan siksaan yang sangat pedih di sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk sela­ma-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.” Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang kelu­ar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecua­li dusta.

Catatan saya terkait ayat 1-5 ini:

1.) Al Quran telah dijamin oleh Allah bahwa kandunganya tak ada sedikitpun bagian yang bertentangan antara satu dengan lainnya meski ada enam ribu lebaih ayat-ayat yang terdapat di dalamnya.  Tidak mungkin kita akan temui inkonsistensi di dalam kandungannya dan semuanya saling mendukung.  Dalam sebuah kajian di youtube oleh ustadz Muhammad Nuzul Dzikri yang mengulas bahwa Allah telah menurunkan banyak kitab dan suhuf yang pada garis besarnya mengerucup pada nama-nama yang kita kenal: Taurat,  Dzabur,  Injil dan Al Quran.  Semuanya,  baik itu kitab maupun zuhuf yang pernah diturunkan Allah sejak awal jaman hingga 1400 tahun lalu mengerucut pada satu kitab yakni Al Quran. Kita sebagai umat Nabi Muhammad,  Penghulu Nabi,  Nabi Terakhir,  tidak perlu mencari kitab2 atau zuhuf yang dahulu kala karena sudah terrangkum dalam satu kitab pamungkas yakni Al Quran.

Al Quran ini selain komprehensif juga merupakan petunjuk bagi manusia (hudalinnas),  artinya semua umat manusia yang hidup sejak Nabi Muhammad menjadi Rasul hingga kini,  termasuk orang-orang yang tak mengimani Al Quran atau beragama selain Islam.  Kandungannya pun mengerucut kepada satu surat yakni Al Fatihah yang akhirnya juga mengerucut pada satu ayat:

Iyya kana’budu wa iyaa kanasta’in

Semua uraian di dalam Al Quran terkait pada penyembahan HANYA kepada Allah Taala dan Dia lah sebagai satu2nya tempat untuk minta pertolongan karena Dia adalah sebenar-benar penolong. 

Allah menjamin dan terbukti hingga kini bahwa setiap uraian kandungannya tak ada yang bertentangan satu sama lain.  Kalaupun ada manusia yang meragukan tentu karena ia kurang paham terhadap maknanya.  Ini sudah pasti karena Allah telah menjamin bahwa Al Quran ini jelas,  gamblang,  tegas dan tak ada yang menyesatkan atau bertentangan.  

2.) Al Quran menegaskan ancaman berupa adzab Allah bagi yang menentangnya dan juga memberi kabar baik kepada mereka yang taat kepadaNya. 

3.) Allah membenci siapapun yang mengatakan bahwa Dia punya anak. Adapun latar belakang turunnya ayat ini sungguh menarik disimak,  yakni di utusnya dua orang kafir Quraisy dari Mekkah untuk bertemu ulama Yahudi di Madinah menanyakan perihal Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Ulama Yahudi tersebut memberi nasehat kepada dua orang utusan tersebut terkait pengecekan benar tidaknya Muhammad adalah seorang nabi dengan mengajukan TIGA PERTANYAAN:

1. Apa yang beliau ketahui tentang kisah beberapa pemuda yang bersembunyi di sebuah gua pada masa yang telah lampau

2. Bagaimana kisah seseorang (Zul Qarnain)  yang telah berkelana ke timur dan barat

3. Apa yang beliau ketahui tentang “roh”

Bila Muhammad bisa menjawab 3 pertanyaan tersebut maka benarlah ia seorang nabi. 

Utusan dari Mekkah itu kemudian pulabg setelah bertemu ulama Yahudi di Madinah dan langsung menanyakannya kepada Nabi.  Nabi kemudian menjawab: “Akan aku jawab besok”.

Sayangnya Nabi tak segera menjawab esok harinya bahkan hingga masuk hari ke 15. Selama kurun waktu itulah orang2 Mekkah mulai bimbang dengan kenabian Rasulullah. Jibril tak menjumpai Nabi selama 15 hari tersebut hingga pada hari ke 15 ia turun membawa surat dari Allah terkait kisah dahzyat Ashabul Kahfi juga terkait roh (surat Al Isra ayatt 85).

Wallahua’lam 

Read Full Post »

Finalis Ramadhan

Catatan Ceramah Taraweh 28 Ramadhan 1438 H (22/06/2017),  Masjid Jami Nurul Ikhlas oleh Drs. H.M. Abid Fauzi, M. Ag. 

Ramadhan sudah di ujungnya.  Kita ini para finalis.  Yang mudik bahkan tidak puasa dan tidak taraweh.  Boleh saja meninggalkan puasa karena musafir.  Yg harus diingat jangan sampe yang sunnah (mudik)  mengalahkan yang wajib (puasa). 

Pakaian baru di Iedul Fitri bukan ajaran Islam. Jangan sampai ngikuti adat daripada syariat.  Pulkam ada yg sampe keluar uang 10 juta buat rental dan ujungnya riya.  Buat apa. 

Puasa itu untuk AKU menurut hadits Qudsi.  Percuma puasa kalau hanya menahan haus dan dahaga.  Tapi sesungguhnya yg disebut puasa mengendalikan lisan (nahan mulut), mata. 

Zakat fitrah per jiwa rp.  40 ribu.  Bayi baru lahir sdh wajib zakat,  dibayarkan orang tua. 

Puasa buat kepekaan puasa. Nabi kalau puasa makan,  minum maupun tidur sedikit. 

Di Blitar ada taraweh 23 rakaat dalam 7 menit. Hudzaifah ikut shalat traweh nabi baca Al Baqarah sd Al An Am. 4 rakaat 20 juz. Traweh mendidik orang jujur.  

Wasiat nabi untuk Iedul Fitri:

1. Maafkan orang mendhzalimi kita

2. Beri sesuatu kepada orang pelit

3. Sambung hubungan silaturahim. 

Read Full Post »

Dalil Zakat Profesi

Ini adalah dalil kuat sebagai dasar pemberlakuan zakat profesi,  dari kajian liqo oleh ustadz Ade Purnama (20/04/2017) – diambik dari catatan liqo. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

-Sura Al-Baqarah, Ayah 267

520 liter beras nisab (5 wasaq)  atau Rp.  5.2 juta. Besarnya adalah 2.5% dan waktunya ketika menerimanya. 

Kemudian ada pendapat lain sebagai berikut:

ZAKAT YANG TIDAK SAH

Ustadz Ammi Nur Baits

Ada orang yang baru keterima kerja. Gaji pertama 5 jt/bln. Setiap kali dia mendapat gaji, dia zakati 2,5%.

Alasannya, dari pada zakatnya diakhirkan, lebih baik dicicil setiap bulan. Jadi tabungannya semua sdh dizakati. Sehingga, nanti tidak perlu dizakati. Katanya, ini zakat profesi.

Apakah zakatnya benar? mohon pencerahnnya..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Zakat, tidak seperti sedekah atau infak yang sifatnya anjuran. Zakat itu kewajiban yang ada ukurannya. Islam memberikan aturan khusus untuk zakat. Sehingga, tidak semua bentuk memberikan harta kepada fakir miskin, bisa disebut zakat.  Memberikan harta kepada fakir miskin hanya bisa disebut zakat, jika memenuhi aturan zakat. Jika tidak sesuai aturan, itu bukan zakat.

Sebagaimana shalat, di sana ada rukun dan syarat. Jika itu shalat wajib, di sana ada ketentuan mengenai waktu pelaksanaan. Orang hanya boleh shalat subuh, setelah terbit fajar shodiq. Orang yang shalat 2 rakaat 5 menit sebelum terbit fajar, tidak disebut shalat subuh, meskipun dia niat untuk shalat subuh.

Ketentuan umum zakat, dinyatakan dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ ، فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ

Jika kamu memiliki 20 dinar, dan sudah genap selama setahun, maka zakatnya ½ dinar. Lebih dari itu, mengikuti hitungan sebelumnya. (HR. Abu Daud 1575 dan dishahihkan al-Albani).

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan adanya nishab dan haul untuk zakat mal. Dan ini aturan baku. Siapapun tidak dibenarkan untuk membayar zakat dengan aturan berdasarkan inisiatif pribadi. Karena ibadah itu wahyu dan bukan berdasarkan inisiatif manusia.

Nishab, Sebab Wajibnya Zakat

Nishab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Selama seseorang belum memiliki harta satu nishab, tidak ada kewajiban zakat baginya. Karena itu, membayar zakat sebelum nishab, sama dengan membayar zakat sebelum ada sebabnya. Para ulama meng-analogikan ini seperti orang shalat sebelum masuk waktu.

Untuk itulah ulama sepakat tidak boleh membayar zakat sebelum memiliki harta satu nishab.

Ibnu Qudamah mengatakan,

ولا يجوز تعجيل الزكاة قبل ملك النصاب بغير خلاف علمناه ، ولو ملك بعض نصاب فعجل زكاته أو زكاة نصاب : لم يجُز ؛ لأنه تعجَّل الحكم قبل سببه

Tidak boleh mendahulukan zakat sebelum memiliki harta satu nishab, tanpa ada perbedaan pendapat ulama yang kami tahu. Jika ada orang memiliki harta separuh nisab, lalu dia menyegerahkan zakat, atau dia bayar zakat satu nishab, hukumnya tidak boleh. Karena dia mendahulukan hukum sebelum sebab. (al-Mughni, 2/495)

Dalam Ensiklopedi Fiqh juga dinyatakan,

لا خلاف بين الفقهاء في عدم جواز التكفير قبل اليمين ؛ لأنه تقديم الحكم قبل سببه ، كتقديم الزكاة قبل ملك النصاب ، وكتقديم الصلاة قبل دخول وقتها .

Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang tidak bolehnya membayar kaffarah sumpah sebelum ada sumpah, karena berarti mendahulukan hukum sebelum ada sebabnya. Seperti mendahulukan zakat sebelum memiliki satu nishab, atau mendahulukan shalat sebelum masuk waktunya. (al-Masusu’ah al-Fiqhiyah, 35/48)

Kami tegaskan ulang, kesimpulan bahwa membayar zakat sebelum nishab, zakatnya tidak sah. Tidak sah dalam arti tidak terhitung sebagai zakat. Meskipun dia mendapat pahala sedekah dari harta yang dia berikan ke fakir miskin.

Kasus Zakat Bulanan

Ketika si A memiliki gaji 5 jt/bulan, secara perhitungan, dalam setahun pemasukan si A senilai 60 jt. Nilai ini di atas satu nishab. Apakah si A wajib zakat?

Bahwa yang dihitung dari zakat adalah tabungan, akumulasi uang mengendap, dan bukan akumulasi pemasukan. Pemasukan si A 5jt/bln. Tapi jika dikurangi biaya hidup dan semua pengeluarannya, si A hanya menyisakan Rp 1 jt yang bisa ditabung.

Jika penghasilan si A hanya ini, sementara dia tidak punya tabungan, maka si A tidak wajib zakat. Dalam waktu setahun, tabungan si A baru terkumpul 12 jt.

Itu artinya, jika si A membayar zakat 2,5% dari sejak dia mendapatkan gaji di bulan pertama, berarti si A membayar zakat sebelum memiliki harta satu nishab. Dan tentu saja, tidak sah sebagai zakat, meskipun dia mendapat pahala sedekah.

Jika kita asumsikan kondisi si A selalu stabil, maka dia baru memiliki harta 1 nishab, setelah kurang lebih 3,5 tahun bekerja. Sehingga si A memiliki tabungan 43 juta. Di titik itu, si A baru memiliki harta satu nishab. Tapi si A belum diwajibkan bayar zakat. Sampai uang itu mengendap selama setahun.

Sisi Negatif  Zakat Profesi

Fokus di pertanyaan.

Masyarakat menganggap model zakat semacam ini dengan zakat profesi. Setidaknya ada 2 konsekuensi buruk ketika zakat profesi diterapkan,

[1] Orang yang belum memiliki harta sebesar nishab, membayar zakat. Padahal itu zakat sebelum ada sebabnya. Dan ulama sepakat, zakatnya tidak sah.

[2] Muncul anggapan tidak lagi wajib zakat karena sudah dikeluarkan zakat profesinya setiap bulan ketika menerima gaji. Padahal dia punya tabungan di atas nishab tersimpan tahunan, yang seharusnya itu dizakati.

Dari kasus si A. Dengan asumsi penghasilan si A tetap, mungkin di tahun keempat, si A tabungannya menjadi 48  jt. Di atas nishab. Tapi si A merasa dia sudah zakat, sehingga tidak bayar zakat lagi. Padahal tabungan itulah yang seharusnya dizakati.

Menurut mayoritas para ulama kontemporer bahwa zakat profesi tidak dikeluarkan pada saat diterima akan tetapi digabungkan dengan uang yang lain yang mencapai nishab dan mengikuti haulnya (berlalu 1 tahun qamariyah).

Pendapat ini juga merupakan hasil keputusan muktamar zakat pertama se-dunia di Kuwait pada tahun 1984, yang berbunyi,

”Zakat upah, gaji dan profesi tidak dikeluarkan pada saat diterima, akan tetapi digabungkan dengan harta yang sejenis lalu dizakatkan seluruhnya pada saat cukup haul dan nishabnya.”

Kisah: Penghasilan Milyaran, Tidak Wajib Zakat

Berpenghasilan besar, belum tentu mendapat kewajiban zakat. Karena zakat hanya dibebankan untuk orang yang memiliki harta mengendap satu nishab selama setahun.

Meskipun seseorang memiliki harta di atas satu nishab, namun habis sebelum satu tahun, dia tidak wajib zakat.

Dulu ada ulama besar yang Allah berikan kekayaan melimpah, namun beliau tidak pernah berzakat. Karena hartanya habis sebelum genap setahun. Beliau adalah al-Laits bin Sa’d rahimahullah.

Qutaibah menceritakan,


كان الليث يستغل عشرين ألف دينار في كل سنة وقال ما وجبت علي زكاة قط

Penghasilan Al-Laits mencapai 12.000 dinar dalam setahun. Dan beliau mengatakan, “Aku tidak pernah mendapat kewajiban zakat.”

12.000 dinar itu berapa rupiah?

25.500.000.000. Biar gampang bacanya, kita ringkas: 25 M + 500 jt.

Mengapa beliau tidak pernah zakat? Uang itu habis sebelum haul. Beliau pernah memberikan 1000 dinar ke Manshur bin Ammar, 1000 dinar kepada Ibnu Lahai’ah (seorang ulama hadis).

500 dinar kepada Imam Malik, dst.

dan masih banyak lagi yang belum tercatat.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Read more https://konsultasisyariah.com/28026-zakat-yang-tidak-sah.html



Read Full Post »

Older Posts »