Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Religion’ Category

Catatan: (live streaming)

Manaqib Ja’far bin Abi Thalib:

  1. Pertama yang masuk Islam melalui Abu Bakar.
  2. Kerabat Rasulullah. Baca buku halaman 384: Ja’far, Ali dan Zaid berkumpul menyatakan masing-masing menyatakan yang paling dicintai Rasulullah — kemudian mereka bertiga menuju menemui Rasul. Usamah bin Zaid tidak menyebut “ayahku” untuk menghormati Ja’far dan Ali. Rasul mencintai Fatimah. Ja’far bentuk fisiknya mirip sekali dengan Rasul. Akhlak Ja’far menyerupai akhlak Rasul (menurut Rasul). Nanti akan muncul Mahdi yang namanya seperti rasul namun akhlaknya tidak sama karena akhlak Rasul sempurna. Maula = mantan budak. Zaid dulu budaknya Rasul yang telah dibebaskan. Nabi mendahulukan Zaid. Namun bahasan kita adalah Ja’far yang menyerupai Rasul dan akhlaknya juga. Ada lima orang: Abu Sufyan, Qutsam bin al Abbas, As-Saib, Al-Hasan bin Ali dan Ja’far (hal. 385) .
  3. Termasuk orang yang hijrah, salah satu dari sahabat yang mendapatkan dua hijrah: Habasyah dan Madinah. Perintah dari mimpi Rasul agar umatnya hijrah ke Habasyah. Nabi membolehkan sahabat untuk pergi ke Habasyah karena dipimpin oleh Raja Yang Adil meski kafir. Ja’far ditunjuk sebagai pimpinan hijrah tersebut. Nabi memilihnya tentu dengan banyak pertimbangan. Habsyah negeri yang jauh di Afrika, menyeberangi Laut Merah, rajanya Najasyi. Dua orang dari Quraisy menjemput ke Habasyah untuk dikembalikan ke Mekkah, disiksa. Salah satu dari dua tersebut kemudian akan masuk Islam: Amru bin Ash. Hijrah kedua (masing-masing dapat keutamaannya) adalah setlah peperangan Khaibar menuju Madinah. Nabi senang sekali ketemu Ja’far dan langsung mengecup dahi Ja’far. Asma binti Umais (istri Ja’far) sedang duduk di rumah Hafsyah. “Kami yang lebih dulu hijrah maka kami lebih utama.” Asma tidak menerima dan akan melaporkan ke Nabi. “Dia tidak lebih berhak daripada saya. Untuk kalian mendapatkan dua pahala hijrah (ke Etiopia) dan kemudian ke Madinah.”.
  4. Masuk Islam an Najasyi di tangannya. Ja’far memiliki retorika luar biasa.

Riwayat (halaman 388)

  • Jangan bercerita tentang Islam kecuali ditanya. Najasyi tak tahu apa agama para penghuni pimpinan Ja’far.
  • Kalau ditanya sesuatu, jawab sesuai dengan apa yang ditanyakan. Ja’far menjelaskan dengan baik, tidak ditambah-tambahi. Membaca surah Maryam. Imran ayahnya Maryam. Zakariya 70 tahun berdoa dan pada saat usia 100 tahun berdoa dengan suara lirih, minta agar istrinya yang mandul melahirkan anak (usia istri 90 tahun).
  •  
    Surat Maryam dan Terjemahan
    (Siti Maryam)
    Surat ke : 19
    Jumlah Ayat : 98بسم الله الرحمن الرحيمSurat Maryam Ayat 1
    Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad.
    Surat Maryam Ayat 2
    (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,

 

Surat Maryam Ayat 3
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

 

Surat Maryam Ayat 4
Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

 

Surat Maryam Ayat 5
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,

Surat Maryam Ayat 6
yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Surat Maryam Ayat 7
Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

Surat Maryam Ayat 8
Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

Surat Maryam Ayat 9
Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.

Surat Maryam Ayat10
Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.

Surat Maryam Ayat11
Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.

Surat Maryam Ayat12
Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,

Surat Maryam Ayat13
dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,

Surat Maryam Ayat 14
dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

Surat Maryam Ayat 15
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

 Najasyi menyimak dan menangis sampai jenggotnya basaha terharu karena kisah ini ada di Injil. Karena mendengar apa yang dibaca Ja’far ia kemudian mengusir dua delegasi Quraisy. Amru bin Ash jengkel sekali diusir.

Jafar membaca selanjutnya surah Maryam ketika ditanya Najasyi tentang Isa:

Surat Maryam Ayat 16
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

Surat Maryam Ayat 17
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Surat Maryam Ayat 18
Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

Surat Maryam Ayat 19
Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Surat Maryam Ayat 20
Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

Surat Maryam Ayat 21
Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

Surat Maryam Ayat 22
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

Surat Maryam Ayat 23
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

(saking sakitnya yang ia derita). Kalau istri hamil jangan dimarahi, dirangku karena sakit. Namun Maryam lebih takut pada kaumnya yang tentu akan menyirkannya.

Surat Maryam Ayat 24
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

Maksudnya “mata air” untuk memudahkan Maryam meminumnya.

Surat Maryam Ayat 25
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

Bagi yang hamil: minum air putih dan makan ruthab (kurma basah)
Pertolongan Allah datang sehingga memudahan Maryam menggoyangkan pohon kurma
Maryam sedang lemah namun mudah menggoyangkan pohon.

Surat Maryam Ayat 26
maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.

Surat Maryam Ayat 27
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

Surat Maryam Ayat 28
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

Nabi Zakariya belajar Taurat dari Imron (ayahnya Maryam)

Surat Maryam Ayat 29
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

 

Surat Maryam Ayat 30
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

Surat Maryam Ayat 31
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Surat Maryam Ayat 32
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Penisbatan ini kepada ibunya.

Surat Maryam Ayat 33
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

 

Surat Maryam Ayat 34
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Surat Maryam Ayat 35
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

Surat Maryam Ayat 36
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

Surat Maryam Ayat 37
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.

Surat Maryam Ayat 38
Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

Surat Maryam Ayat 39
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

Surat Maryam Ayat 40
Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.

Kemudian Najasyi menjulurkan tangannya ke tanah, mengambil ranting.

Terjadi perseisihan antara Najasyi dengan pendeta2 nya. Baca lagi buku …

Videonya mati saat akhir halaman 393 ….

 

Advertisements

Read Full Post »

Menyesal sekali tak bisa hadir di kajian ini karena ada keperluan yang tak bisa ditinggalkan. Apalagi, setelah membaca kisah Ja’far bin ABi Thalib ini di Buku Jilid 2 yang digunakan sebagai referensi. Maasya Allah …. Sungguh indah kisah Sahabat Rasul bernama Ja’far bin Abi Thalib ini, apalagi saya baru kenal ya saat ini ketika membaca kisahnya. Begitu banyak kisah indah dari sahabat yang begitu banyak bahkan saya belum pernah tahu ada Ja’far bin Abi Thalib.

Semoga saya masih bisa mengikuti live streamingnya nanti. Biasanya kajian ustadz KH-B jauh lebih rinci dari yang tertulis di buku. Makanya nyesek sekali gak bisa hadir ….

Suatu ketika ada mitra bisnis saya yang mengatakan bahwa pertemuan terbaik adalah yang tidak kita hadiri. Saya rasa benar sekali, sudah beberapa kali majelis taklim (kajian ilmiah) yang sudah saya rencanakan hadir namun akhirnya saya tidak bisa mengikutinya, bahkan datang telat pun rasanya rugi. Sayang sekali ada tugas yang tak bisa saya tunda hari ini sehingga saya tak bisa ikut Tabligh Akbar yang secara rutin digelar oleh ustadz Khalid Basalamah di masjid Nurul Iman, Blok M Square ini, setiap pekan kedua di tiap bulannya. Semoga bulan depan dan seterusnya saya lebih bisa menjadwalkan hadir tanpa ada gangguan lainnya karena thalabul ilmi itu wajib dan penting sekali — salah satu jalan mengokohkan iman.

Semoga sahabat-sahabat muslim bisa mengikuti Tabligh Akbar ini. Aamiin …

22366523_10155822054728809_626602785634447835_n

Read Full Post »

Kemarin setelah gowes menuju pulang ke rumah, malamnya pinggang saya sakit. Sepertinya mulai terasa sakit pada saat di perlintasan Bintaro dimana sedang dibangun flyover, saya angkat sepeda saya menyeberang rel kereta api. Memang cukup tinggi relnya karena untuk pembangunan flyover perlu seperti ini. Pada saat saya mengangkat sepeda ini memang sepertinya ada terasa sesuatu di pinggang tapi belum benar-benar terasa. Setelah sampai rumah, tepatnya saat maghrib, saya baru merasakan sakitnya terutama saat ruku’. Malam harinya langsung dibaluri semacam balsem agar reda sakitnya. Alhamdulillah berkurang.

Pagi hari sebenarnya masih terasa makanya saya putuskan tidak gowes dan bareng alias nebeng dengan mitra kerja saya, Bu Itje Suryono, naik mobilnya menuju Universitas Trilogi. dari rumah saya ke rumah Bu Itje di Rempoa, saya memakai Grab Bike dan lumayan cepat sehingga gak telat nyampe di rumah Bu Itje.

Saya baru menyadari pada saat selsai shalat Jumat di masjid Assalam, Universitas Trilogi, bahwa justru saat ruku’ saya merasakan kenikmatan luar biasa — seperti sedang stretching. memang awalnya sakit, namun setelah mencapai posisi ruku’ tertentu rasanya nikmat kalau ruku’nya diperpanjang. Pada saat shalat sunnah bada Jumat saya nikmati ruku’ panjang sekali sepuasnya. Saya teringat kajian dari ustadz Khalid Basalamah bahwa pada saat ruku’ kita harus banyak memuji Allah sedangkan kalau minta sesuatu dari Allah lakukan pada saat sujud. Akhirnay tadi saya nikmati dengan mengucak Ya rozaq dzul quwwatin matiin beberapa kali sampai pinggang terasa nyaman.

Hikmah dari sakit pinggang: mungkin Allah sedang menegur saya karena kurang memuji Allah. Astaghfirullah …. Semoga saya semakiin rajin ruku’ lama dan semoga Allah menyembuhkan total sakit pinggang saya. Hari ini memang terasa lebih enak. Semoga semakin pulih besok. Aamiin …

Read Full Post »

Gowes Full Hari Ini

Ngetoprak di siang hari,  ngopi di sore hari…  Siap2 ikut liqo…  Sinau agama dulu,  karena banyak yang gak tahu dan agama itu puwenting pol! 
Yuk!

Read Full Post »

Makna Dakwah

Kajian Bada Dzuhur di Masjid Yusuf,  Lantai Dasar The Energy (10/10/2017).

Dai yang benar : memberi nasehat kepada umatnya pada saat hidup maupun mati.  Pada saat kiamat,  Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam mencari umatnya :”Ummati… Ummati… Ummati”.

Read Full Post »

Nyepur

NYEPUR. Ini sebenernya mirip dengan kisah makan di Warung Makan Mbok Mi dengan gowes sepedah. Kalau ke Madiun,  saya merasa PLONG afdhol bin mak-joz-gandhoz bila naik kereta full.  Kalau naik pesawat rasanya hanya seperti mengunjungi kota biasa meski “Madiun is a great and undisputably (for sure!)  memorable city”.  Rasanya ada yang kurang alias ada rasa bersalah bila datang ke kota amat indah penuh kenangan luar biasa ini hanya naik pesawat.  Rugi pol! Meski dari segi harga ya sama aja dan tentu naik pesawat tinggal “wer wer… ” udah sampe Solo trus nyambung kereta ke Madiun.  Tetep aja ada suatu hal besar yang hilang.  The taste is gone immediately.  Ya,  bahasa Inggrisnya: “gak nuansamatik blas!” Mulih Mediun kok numpak montor mabur?!  Huopo tumon!!  Ra nggajak blas.  Kuwi jelas dudu wong Mediyun wi…!  He he he…. 
Ini jelas terkait masa 70-an dimana kala itu naik pesawat hanya impian tak berbatas dan satu-satunya moda transport yg feasible ya nyepur (‘naik kereta’ – red.). Gak ada pilihan.  Ternyata hidup tanpa pilihan tuh enak juga,  gak perlu mikir.  Kalau saya dan alm.  Ibu ke Jakarta ya nyepur.  Enak to? Jangankan pesawat,  dulu naik Kereta Biru Malam (Bima) aja cuman impian aja.  Kami biasa naik Gaya Baru yang kursinya rotan full tumo.  Berdesak-desakn dan gak dapet tempat duduk.  Bahkan dari rumah udah bawa omplong (‘kaleng’- red.)  sebagai wadah kalau pipis.  Lha soalnya gak bisa jalan ke toilet bahkan toiletpun ada orangnya krn saking padatnya.  
Makanya,  rasanya saya punya kepuasan batin tersendiri menikmati musik dari dentuman suara roda menapaki rel kereta… Dhug dhug dhug.. Tek tek tek…  Èjès èjeng…  Thèèèn…. Thèèën…. Nuansamatik pol.  Kalau saja usia saya masih di bawah 40, tentu saya akan naik kereta Gaya Baru yang jelas lebih nuansamatik nunjek ulu ati paling dalam.  Lha ini udah lolita ya tulangnya udah gak kuat lagi duduk di kursi yang non-reclining. 
Nyepur ke Madiun memang benar2 nuansamatik nostalgik progresip pol!

Read Full Post »

Porter No. Punggung 63 – Dahlan. Alhamdulillah bisa ketemu lagi sama Pak Dahlan,  porter soleh di Gambir.  Bulan lalu ketemu dia pertama kali saat naik Parahyangan dan membantu saya menaikkan sepedah ke kereta.  Kali ini dia bantu saya menaikkan sepeda yang sama tapi ke kereta api Bima.  Sedang menuju kota penuh kenangan nih,  Madiun.  Suweneng pol! 
Yang unik dari Pak Dahlan ini setiap kalimat yg keluar dari tutur katanya selalu ada kata “SubhanAllah”. Pada saat berdiam diri menunggu barang angkutan,  bibirnya selalu bergeming dengan dzikir.  Maasya Allah.  Ťeladan yang layak ditiru — tak menyiakan sedetikpun tanpa mengingat Allah. 
Semoga Allah selalu merahmati Pak Dahlan.  Aamiin Ya Rabb.

Read Full Post »

Older Posts »