Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2012

Penceramah: Ustadz Muhammad Ridwan

Hal: perintah Allah, perencanaan kehidupan, menghakimi orang, tiga jenis hidayah

  1. Seharusnya, kata banyak orang, hari Jumat yang lalu (21 Desember 2012) sudah kiamat. Ini adalah ramalan dari suku Maya. Tapi ternyata sampai hari ini kita masih bisa berkumpul di masjid ini.
  2. Yang sudah pasti, kita ini semakin dekat dengan kematian. Untuk itulah maka segala  hal kita harus bisa merencanakan kehidupan dengan baik supaya pada akhirnya kita bisa menggapai surgaNya. Kalau di ilmu manajemen ada istilah forecasting, demikian halnya kehidupan ini harus kita rencanakan.
  3. Perintah Allah itu sudah pasti benar, tanpa ada sedikitpun keraguan. Banyak contoh yang bisa kita ambil. Pertama, saat Nabi Nuh diperintahkan Allah membuat kapal yang sangat besar sekali. Semua orang mentertawakan karena saat itu musim kering dan buat apa perahu besar musti dibuat. Ternyata kemudian terjadi hujan lebat dan banjir bandang yang memusnahkan kaum nabi Nuh. Kedua, nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih putra satu-satunya, Ismail. beliau menjalankannya juga. Namun Allah menggantinya dengan seekor kambing. Ini adalah pelajaran agar manusia berqurban dan yang harus disembelih adalah sifat kebinatangan yang ada di manusia. Ketiga, saat Maryam melahirkan Nabi Isa, beliau kehausan. Allah memerintahkan untuk mengguncang pohon kurma. Padahal dala keadaan lemah setelah melahirkan, mana mungkin seorang ibu bisa mengguncang pohon kurma yang besar dan kokoh? Atas ijin Allah setelah diguncang ternyata pohon kurma tersebut mengeluarkan air melimpah yang bisa diminum. Masih banyak lagi contoh-contoh kebenaran dari perintah Allah. Untuk itu, maka kita menurut saja, jalankan semua perintahNya dan jauhi semua laranganNya. Apalagi kita ini sudah tua, sudah seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  4. Kita tak boleh menghakimi akhlak seseorang dengan perbuatan yang kita lihat dengan kasat mata. Di jaman nabi Musa ada mayat yang dibuang di sampah oleh masyarakat karena orang tersebut semasa hidupnya adalah pezina dan perampok. Allah memerintahkan nabi Musa untuk menguburkan mayat tersebut. Ternyata orang tersebut telah bertobat dan semua hartanya ia sumbangkan untuk anak yatim. Nabi Musa sampai menangis melihat kenyataan ini.
  5. Ada tiga jenis hidayah yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia:
    1. Hidayah Naluri atau Insting. Hidayah ini adalah seperti naluri orang tua menyayangi anaknya. Memang sudah sewajarnya bila sorang ayah atau ibu menyayangi anaknya. Meski ada juga manusia yang tak menyayangi anaknya, berarti ia tak mendapatkan hidayah naluri.
    2. Hidayah Aqli yaitu adanya akal sehingga manusia bisa menuntut ilmu dengan baik. Bagi yang akalnya cerdas maka bisa menuntut ilmu lebih dalam dan luas dibandingkan yang lainnya.
    3. Hidayah Dien atau Agama yaitu manusia yang diberi hidayah agama Islam oleh Allah SWT. Inilah yang diidam-idamkan manusia karena dengan diberikannya hidayah agama ini disertai dengan dua hidayah lainnya maka jalan menuju surga menjadi terang. Untuk mendapatkan hidayah ini sepenuhnya merupakan kehendak Allah SWT. Contoh paling bagus dan klasik adalah paman Nabi Muhammad Abu Thalib yang tak diberi hidayah oleh Allah SWT meski dalam hidupnya ia selalu melingungi Nabi dari gangguan musuh-musuhnya.
Advertisements

Read Full Post »

Surah An Naziat

Hal: Kiamat, ziarah kubur, shalat berjamaah cerminan tata masyarakat

  1. Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan kita sudah di penghujung tahun 2012. Untuk itulah maka di sisa-sisa waktu ini kedepannya kita tekankan segala kegiatan kepada hal-hal yang bernilai di hadapan Allah SWT. Sudah saatnya kita hentikan tertawa terbahak-bahak terus menerus, kita harus ingat kalau tua kita bisa sakit-sakitan – mudah-mudahan tidak.
  2. Kita sering merasakan satu persatu teman kita meninggal dunia. Saat itu kita menyesal mengapa selama ia masih hidup kita jarang bersilaturahim dengannya. Begitu sudah meninggal baru terasa peyesalannya.
  3. Kesehatan itu adalah ibarat mahkota di kepala kita sehingga kita tk bisa melihat. Kita baru bisa merasakan nikmatnya sehat ketika kita sakit. Untuk itu kita harus selalu berlatih untuk selalu bersyukur terhadap nikmat sehat. KIta harus merasakan betapa indahnya sehat.
  4. Ketika janin kita msaih berusia 4 bulan semua tanggal-tanggal dalam kehidupan kita sudah tercatat di Lauh Mahfuz. Jadi, kita tak bisa lagi negosiasi kapan kita meninggal dunia. Semua dukun itu bohong karena sejak jaman Nabi Muhammad, setan dan jin tak bisa lagi melihat Lauh Mahfuz. Jadi, semua ramalan dukun tak ada yang benar.
  5. Orang-orang kafir nyawanya dicabut malaikat dengan kasar dan sakit.
  6. Kematian dirahasiakan tanggalnya agar manusia berhati-hati dalam hidupnya.
  7. Untuk orang muslim malaikat mencabut nyawanya secara halus. (ayat 2 dari surah An Naziat)
  8. Shalat Subuh dan Maghrib sangat penting karena disaksikan oleh malaikat.
  9. Ziarah kubur disunnahkan untuk: 1. mengenang yang meninggal dan 2. mendoakannya
  10. Alam kubur adalah alam roh dan berbeda dengan kuburan yeng merupakan alam jasad.
  11. Bumi diperkirakan akan berusia selama 15 milyar tahun dan manusia sebagai penghuni terakhir. Saat ini kita sudah di saat Ashar atau Maghrib dari bumi ini.
  12. Tata masyarakat itu sebenernya ada di shalat berjamaah:
    1. Yang menjadi imam adalah yang bacaan Quran nya terbaik, artinya yang memiliki keahlian komunikasi.
    2. Pada saat gelap (Subuh, Maghrib dan Isya) bacaannya dikeraskan karena kalau di dalam masyarakat bila gelap maka perlu ada komando yang jelas, makanya bacaan dikeraskan.
    3. Pada saat terang, bacaan tak keras hanya perpindahan gerak shalat saja ada komandonya. Ini sesuai dalam kehidupan bermasyarakat dimana saat hari terang maka komando cukup yang pokok-pokok saja, tak perlu semuanya.

Catatan Ziarah Kubur:

  • Imam Syafii mengatakan sunnah hukumnya sedangkan Imam Malik: wajib minimal sekali dalam setahun, kecuali ibu2.
  • Dalam majelis taklim (liqo) yang saya ikuti, ziarah kubur memang disunnahkan namun tujuannya adalah: mengingat akan kematian (bagi kita), dan bisa dilakukan di kuburan muslim siapapun tak harus orang yang kita kenal sebelumnya. Sedangkan mendoakan yang telah meninggal tak harus dilakukan di kuburan, bisa dimana saja. Jadi, tujuan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan diri kita tentang kematian yang suatu saat pasti akan kita alami.

Read Full Post »

14. Al-Bashiir البصير  (Yang Maha Melihat)

 وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ۬

“Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. al-Baqarah/2:233)

 

15. Al-Hayyu الحي  (Yang Mahahidup)

16. Al-Qayyuum القيوم  (Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya)

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّومُ‌ۚ

“Allah, tidak ada Tuhan [yang berhak disembah] melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus [makhluk-Nya]” (QS. al-Baqarah/2:255)

 

17. Al-Khaaliq  الخالق  (Yang Maha Pencipta)

ٱللَّهُ خَـٰلِقُ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬‌ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ وَكِيلٌ۬ 

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. az-Zumar/39:62)

18. Al-Khallaaq ٱلۡخَلَّـٰقُ (Yang Maha Pencipta)

 وَهُوَ ٱلۡخَلَّـٰقُ ٱلۡعَلِيمُ 

“Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yaasin/36:81)

19. Al-Baari’ البارئ  (Yang Mengadakan)

20. Al-Mushawwir  المصور   (Yang Membentuk Rupa)

هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَـٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُ‌ۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۚ

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik.” (QS. al-Hasyr/59:24)

 

21. Al-Malik الملك (Raja,Penguasa alam semesta)

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ

22. Al-Maliik مَلِيكٍ۬ (Raja,Penguasa alam semesta)

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ۬ وَنَہَرٍ۬ (٥٤) فِى مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٍ۬ مُّقۡتَدِرِۭ (٥٥

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai,(54)di tempat yang disenangi di sisi (Tuhan) Yang Berkuasa.(55) (QS. al-Qamar/54:54-55)

 

23. Ar-Razzaaq الرزاق  (Yang  Maha Pemberi Rejeki)

 إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ

“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. adz-Dzaariyaat/51:58).

 

24. Ash-Shamad  الصمد  (Yang  Maha Bergantung kepada-Nya Segala Sesuatu)

 ( قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (٢

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,(1) Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.(2),” (QS. al-Ikhlas/112:1-2)

 

25. Al-Haadi الهادى  (Yang Maha Pemberi Petunjuk)

 وَإِنَّ ٱللَّهَ لَهَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ۬

“Dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (QS. al-Hajj/22:54)

 

26. Al-Wahhaab الوهاب  (Yang Maha Pemberi)

 رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ

“[Mereka berdo’a]: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi [karunia].” (QS. Ali Imran/3:*)

 

27. Al-Fattaah الفتاح  (Yang Maha Pemberi Keputusan)  

 قُلۡ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفۡتَحُ بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَهُوَ ٱلۡفَتَّاحُ ٱلۡعَلِيمُ

“Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Saba/34:26)


28. Al-‘Aliim العليم (Yang Maha Mengetahui)

 يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ‌ۖ وَهُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡقَدِيرُ

“Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. ar-Ruum/30:54)

29. Al-lathiif اللطيف (Yang Mahalembut)

30. Al-Khabiir الخبير (Yang Maha Mengetahui)

لَّا تُدۡرِڪُهُ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ وَهُوَ يُدۡرِكُ ٱلۡأَبۡصَـٰرَ‌ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ 

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’aam/6:103)

31. Al-‘Afuww العفو  (Yang Maha Pemaaf) 

32. Al-Ghafuur الغفور  (Yang Maha Pengampun)

ذَٲلِكَ وَمَنۡ عَاقَبَ بِمِثۡلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ ثُمَّ بُغِىَ عَلَيۡهِ لَيَنصُرَنَّهُ ٱللَّهُ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ۬ (٦٠

“Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.” (QS. al-Hajj/22:60)

33. Al-Ghaffaar الغفار  (Yang Maha Pengampun)

وَإِنِّى لَغَفَّارٌ۬ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحً۬ا ثُمَّ ٱهۡتَدَىٰ

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaahaa/20:82)

34. At-Tawwaab التواب  (Yang Maha Penerima Taubat) 

 وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ 

“Dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah/2:160)

 

35. Al-‘Aliy  العلى  (Yang Maha Tinggi)

 وَهُوَ ٱلۡعَلِىُّ ٱلۡعَظِيمُ

“Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” (QS. al-Baqarah/2:255)

36. Al-A’laa  ٱلۡأَعۡلَى  (Yang Maha Tinggi)

سَبِّحِ ٱسۡمَ رَبِّكَ ٱلۡأَعۡلَى

“Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi.” (QS. al-A’laa/87:1)

 

37. Al-Muta’aali المتعالي  (Yang Maha Tinggi)

عَـٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّہَـٰدَةِ ٱلۡڪَبِيرُ ٱلۡمُتَعَالِ

“Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.” (QS. ar-Ra’d/13:9)


38. Al-Qawiy القوى (Yang Maha Kuat)

ٱللَّهُ لَطِيفُۢ بِعِبَادِهِۦ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ‌ۖ وَهُوَ ٱلۡقَوِىُّ ٱلۡعَزِيزُ

“Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. asy-Syuura


39. Asy-Syahiid الشهيد  (Yang Maha Menyaksikan)

ٱلَّذِى لَهُ ۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ شَہِيدٌ

“Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS. al-Buuruj/85:9)

 

40. Ar-Raqiib الرقيب  (Yang Maha Mengawasi)

 فَلَمَّا تَوَفَّيۡتَنِى كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيۡہِمۡ‌ۚ

“Maka setelah Engkau wafatkan [angkat] aku (Isa alahissalam), Engkau-lah yang mengawasi mereka.” (QS. al-Maidah/5:117).

 

41. Al-Muhaimin المهيمن  (Yang Maha Pemelihara)

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِن

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan [yang berhak disembah] selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara,” (QS. al-Hasyr/59:23) 

42. As-Salaam  السلام (Yang Mahaselamat/Mahasejahtera)

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ

“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan [yang berhak disembah] selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera,” (QS. al-Hasyr/59:23)

 

43. Al-Qudduus القدوس (Mahasuci)

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡمَلِكِ ٱلۡقُدُّوسِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ 

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-jumu’ah/62:1)


Kita memohon kepada Allah yang Maha Mulia, Rabb Arsy yang agung, dengan nama-nama-Nya yang mulia serta sifat-sifat-Nya yang tinggi, agar menjadikan kita semuanya sebagai orang-orang yang ditetapkan dan diberi hidayah untuk selalu berjalan di jalan-Nya yang lurus, dan menjauhkan kita dari jalan yang dimurkai-Nya serta jalan yang menyesatkan, memperbaiki urusan kita semuanya, dan memperbaiki agama kita yang menjadi penjaga segala urusan kita, dan memperbaiki dunia kita sebagai tempat kita mencari penghidupan serta memperbaiki akhirat kita sebagai tempat kembali kita semua, dan mudah2an menjadikan hidup ini sebagai tempat untuk menambah amal kebaikan kita dan kematian sebagai tempat (istirahat) kita dari segala keburukan.

 

Shalawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada hamba dan rasul-Nya, Nabi kita Muhammad, keluarga serta para sahabat beliau selurunya.

 

Yugo-TK79

Read Full Post »

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

“Hanya milik Allah Asmaa’-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa’-ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. al-A’raaf/7:180)

 

Tentang nama-nama Allah ada beberapa hal yang harus kita pahami sebagaimana terdapat pada ayat diatas.

 

Pertama. Meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki nama-nama yang sangat mulia lagi indah. Barangsiapa yang tidak meyakini nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka orang tersebut tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala secara utuh dan benar. Bila kita perhatikan, begitu banyak ayat al-Qur’an yang ditutup dengan nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan makna nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut sangat erat hubungannya dengan konteks ayat itu sendiri

 

Kedua. Nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala mengandung makna yang sangat sempurna yang disebut sifat. Orang yang tidak meyakini sifat yang terkandung dalam nama-nama Allah berarti ia telah melakukan penyimpangan dalam beriman kepada Allah.

 

Ketiga. Berdoa dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-nama mulia ini. Untuk mencapai kesempurnaan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ialah dengan memahami makna nama-nama Allah tersebut. Sehingga menghadirkan rasa khusyu’ dalam beribadah karena saat beribadah seolah-olah kita melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala atau kita merasa sedang dilihat oleh-Nya.

 

Sesungguhnya nama-nama Allah yang indah (Asmaa’ul Husna) dan sifat-sfat-Nya yang mulia memiliki pengaruh dalam peribadahan manusia dan dalam penciptaan alam semesta. Pengaruh dalam peribadahan, seperti ketundukan, kerendahan diri, khusyu’, taubat, rasa takut, cinta, tawakal dan bentuk ibadah yang lain, yang bersifat lahir maupun yang batin. Seorang hamba apabila mengetahui tentang keesaan Allah dalam mendatangkan manfaat atau mudharat, pemberian, pencegahan, penciptaan, rezeki, menghidupkan dan mematikan, maka hal tersebut akan membuahkan tawakal kepada Allah Ta’ala lahir & batin.

Allah Ta’ala berfirman,

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

 

“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya,” (QS. al-Furqan/25:58)

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا

 

“(Dia-lah) Rabb masyrik dan magrib, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” (QS. al-Muzzammil/73:9)

 

Apabila hamba Allah telah mengetahui bahwa Allah adalah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatupun meskipun sekecil biji atom di langit dan di bumi. Bahwasannya Dia mengetahui yang rahasia maupun yang tersembunyi,mengetahui mata-mata khianat dan apa yang disembunyikan di dada, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, Dia menghitung segala sesuatu dengan sebenarnya. Barangsiapa yang mengetahui akan pengawasan Allah terhadapnya, maka hal tersebut akan membuahkan dalam dirinya kehati-hatian dari berbicara, berbuat dan membisikkan hati yang tidak di ridhai oleh Allah dan akan menjadikan seluruh anggota badannya hanya untuk hal2 yang dicintai dan diridhai-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

 

وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Hujuraat/49:1)

 

اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Fushshilat/41:40)

 

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” 


Ibnu Rajab Rahimahullah (736-795H) berkata, “Pernah seorang laki-laki merayu seorang gadis (untuk berzina) di tempat sepi pada suatu malam, tetapi sang gadis menolak. Laki-laki itu berkata, “Tidak ada seorangpun yang melihat kita, kecuali hanya bintang2 di langit.” Lalu sang gadis menjawab, “Namun, di manakah Sang Pencipta bintang-bintang itu (di manakah Allah)? Tidakkah Dia melihat kita?” Kemudian laki-laki itu membatalkan perbuatan dosa dan kekejian ini disebabkan ilmu yang dimilikinya tentang Allah Ta’ala.

 

Andaikan penduduk negeri kita tercinta ini seperti laki2 diatas yakni memiliki ilmu tentang Allah, surga dan neraka, yang membuahkan rasa takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan sadar akan pengawasan Allah ‘Azza wa Jalla-yang tidak pernah lengah apalagi tidur-niscaya mereka akan berhenti dari korupsi ria, walaupun tidak diawasi oleh KPK!. Begitu juga para pengusaha, mereka akan berhenti menyuap pejabat untuk mendapatkan proyek.

 

Setelah memperhatikan perihal diatas, semakin jelaslah bagi kita betapa penting mempelajari makna nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menganjurkan pula dalam sabdanya,

 

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا ، مِائَةً إِلا وَاحِدَةً ، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 Nama -seratus kurang satu- barangsiapa yang menjaganya niscaya dia masuk Surga.” (HR. Bukhari, no.2736, Muslim, no.2677 dan Ahmad, no.7493).

 

Makna hadits: “Barangsiapa yang menjaganya niscaya dia masuk Surga,” ialah:

1.Menghafalnya dengan lisan

2.Memahami makna yang terkandung di dalam nama-nama Allah tersebut

3.Mengaplikasikan makna nama-nama Allah dalam doa dan ibadah, atau dengan kata lain menghafalnya dalam bentuk amalan.

 

Nama-nama Allah hanya dapat kita ketahui melalui al-Qur’an dan hadits2 yang shahih. Menurut pendapat para ulama yang telah melakukan penelitian, mereka menyatakan bahwa nama-nama Allah yang terdapat  di dalam al-Qur’an dan hadits2 yang shahih jumlahnya lebih dari 99 nama. Dalam kesempatan ini saya sajikan kehadapan teman2 sekalian sebagian dari 99 Asmaa’-ul Husna berdasarkan ayat2 al-Qur’an. Sisanya dan Syarah (Penjelasan) masing2 menyusul ya.

 

1. Allah 

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى

 

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).” (QS. Thaahaa/20:8)

 

2. Al-Ilaah (Yang Maha Diibadahi) 

 

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

 

Dan Ilaah kamu adalah Ilaah Yang Maha Esa; tidak ada Ilaah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah/2:163)

 

3. Ar-Rabb (Yang Maha Mencipta, Mengatur dan Menguasai alam semesta)

 

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam,” (QS. al-An’aam/6:162)

 

4. Ar-Rahmaan(Yang Maha Pemurah)


الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

 

“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS. Thaahaa/20:5)

 

5. Ar-Rahiim (Yang Maha Penyayang)

 

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا


“Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. al-Ahzab/33:43)

 

6. Al-Awwal (Yang telah ada sebelum segala sesuatu)

7. Al-Aakhir (Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah)

8. Azh-Zhaahir (Yang tidak ada sesuatupun yang mengungguli-Nya)

9. Al-Baathin (Yang tidak ada sesuatupun yang menghalangi-Nya)

 

هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

 

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. al-Hadiid/57:3)

 

10. Al-Ahad (Yang Maha Esa)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,” (QS. al-Ikhlas/112:1)

 

 

11. Al-Kabiir

ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ

 

“Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

(QS. al-Mu’min/40:12).

 

12. Al-‘Azhiim (Yang Maha Agung)


وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

 

“Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”  (QS. al-Baqarah/2:255)

 

13. As-Samii’(Yang Maha Mendengar)

 

سَوَاءٌ مِنْكُمْ مَنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهِ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِاللَّيْلِ وَسَارِبٌ بِالنَّهَارِ

 

“Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.” (QS. ar-Ra’d/13:10).

 

Semoga Allah senantiasa membuka pintu hati kita dengan iman, ilmu dan amal.

 

Yugo-TK79

Read Full Post »

Ridha Suami

Mengapa ridha suami itu adalah syurga bagimu wahai para istri :

1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3.Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4.Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5.Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6.Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri…

Copas dr istri Ust. Abul Abbas (Yaman) .

Read Full Post »

Surah An Nabaa ayat 17-30

Pada dasarnya tak ada manusia yg tahu kapan kiamat, dan jelas tak bisa diramalkan. Belakangan ini ada yg meramalkan kiamat tanggal 21 Dec 2012, berdasarkan ramalan suku Maya. Orang yang meramalkan kapan kiamat pasti sedang stress karena nabi pun tak tahu kapan kiamat terjadi.

Islam tak mengenal hari atau tanggal atau waktu keramat, karena semua mengikuti sunatullah.

Rukun iman ke 6 mengajarkan kita untuk meniti kehidupan dengan keyakinan adanya qada’ dan qadr. Untuk itu kita diperintahkan untuk belajar hingga akhir hayat. Pepatah yang diajarkan nyanyian kepada anak-2 yang berbunyi: “Belajar di masa muda seperti mengukir di batu. Belajar di saat tua bagai mengukir di air” – jelas salah kaprah karena Rasul memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu hingga mati.

Adanya hacker di dunia maya merupakan contoh bahwa ilmu tak dibarengi dengan pemahaman agama. Seharusnya ilmu itu dipahami integrated, bukan hanya teknis saja.

Ayat 31-40:
Bagi orang Indonesia kebun merupakan hal biasa. Namun bagi orang arab, kebun merupakan hal luar biasa. Jadi jangan sempit mengartikan ayat ini.

Perbanyak pemanfaatan waktu untuk hal-hal yang bernilai di hadapan Allah SWT, perbanyak dzikir dan kurangi kegiatan lucu-lucuan. Ketawa tidak dilarang, namun bila kebanyakan bisa mematikan hati.

Teman sejati bukan setiap saat menyampaikan pujian, namun justru yang bisa mengkritik kita, membuat kita menangis. Bukan yang selalu membuat senang.

Percaya kepada Allah harus benar2 tertanam kuat, misalnya dengan memahami alam semesta ini. Galaxi berisi 100 milyar bintang. Ini suatu hal yang maha dahzyat dan mengagumkan.

Umat Islam adalah umat pertengahan, umat yang pandai, umat yang berdiri diantara umat lainnya.

Ghirah terhadap ilmu harus ditingkatkan. Cintailah ilmu. Jadikan toko buku lebih banyak dari toko makanan. Musuh kita ada dua: kemiskinan dan kebodohan.

Read Full Post »

Hari ini ada acara di TMII, makanya gowes …jadi nikmat hidup ini ….

Di jembatan Tanjung Barat menuju Pasar Rebo, melihat keret lewat di bawah jembatan...asiiik.

Di jembatan Tanjung Barat menuju Pasar Rebo, melihat keret lewat di bawah jembatan…asiiik.

 

Jalur kereta api menuju Pasar Minggu dari arah Depok

Jalur kereta api menuju Pasar Minggu dari arah Depok

 

Menikmati suasana pagi ...

Menikmati suasana pagi …

 

Horeeee! Ada kereta api lewat ...

Horeeee! Ada kereta api lewat …

 

Ngopi dulu di sini sambil makan gado-gado buat sarapan pagi ...

Ngopi dulu di sini sambil makan gado-gado buat sarapan pagi …

 

Kopi Cokot mak nyus ....

Kopi Cokot mak nyus ….

 

The Lesehan Workshop @ Anjungan SulTra

The Lesehan Workshop @ Anjungan SulTra

 

 

Pulangnya gerimis namun gak bahaya ... gowes aja terus ...

Pulangnya gerimis namun gak bahaya … gowes aja terus …

 

Shalat Ashar BMW di masjid Kementan, Ragunan

Shalat Ashar BMW di masjid Kementan, Ragunan

 

Parkir di masjid Kementan

Parkir di masjid Kementan

 

IMG-20121212-03290

 

Masjid yang asik buat istirahat juga ...

Masjid yang asik buat istirahat juga …

Read Full Post »

Older Posts »