Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2008

Pornografi

Saat ini sedang hebohnya negeri ini membahas pornografi. Ada yang PRO tapi banyak yang KONTRA. Dan ternyata di negeri Paman Sam pun juga sedang heboh karena semakin banyak warganya yang merasa bahwa dampak pornografi begitu buruknya. salah satunya, ulasan di blog ini cukup menarik:

THE WAR ON PORNOGRAPHY

Salam,

G

Advertisements

Read Full Post »

Gatot Widayanto published a note.
 (Copas from FB Notes) 18/08/2016

Well yeah! It has almost been two years of cycling to work man! In typical week I cycle 88 KM back and forth because I do it twice (minimum) in a week. I really enjoy cycling to work and going back home because I like challenge while doing fun, of course! In most of cycling activities I equip myself with progressive rock music! You know me … I sleep, work, breathe with progressive rock … I live my life with prog .. in fact during my facilitation class (I do teaching as well as facilitating a workshop as one of professional work) with progressive music also. So is the case with cycling!

One thing I like about cycling is that I tend to consume healthy food. I start to cycle at 6 in the morning and reach the office around 7. I then park my bicycle around fruit seller (tukang rujak) place, and then I order mixed of fruits: papaya, mango, apple, melon, water melon, pineapple …and I feel healthy consuming this kind of food. If I still hungry (having cycled 22 KM man!) I then order bubur ayam or ketoprak. Having finished eating fruits, my sweat has gone dry and I am ready to take a shower. So I go up to 21st floor where my project office is located and take a shower and change gear. By 8 AM usually I look “professional” already as a consultant. I feel better on days when I do cycling. I set Tuesday and Friday is mandatory while Wednesday is optional. I do not cycling on Monday and Thursday to allow for fasting.

I started to do this in November 2006 when a friend of mine, Ivan, offered me to buy a Polygon Premiere bicycle for a very cheap price… pitung atus ewu (read: Rp. 700 thousand). I named my secondhand bi-cycle with KUNOV 06 (Kuning, November 2006. It’s yellow colored, purchased in November 2006). Because I owned it already, I pushed my self to use it. So I did use it once I equipped with necessary gears like jersey, helmet, gloves, masker (This is Jakarta man! A masker is a must!) and Sennheiser headphone to prog. Last fasting month (Ramadhan 1429H) I purchased brand new folding bike because I wanted to cycle during ramadhan as well. It’s a DAHON Vitesse 6, black colored. It’s a cute bi-cycle. I name him with JILDHAN 29 (Jilitheng – black colored, purchased in Ramadhan 1429H).

What benefits have I gotten with cycling to work?

I HAVE NEVER GOT SICK (even the contagious influenza!) since two years ago.

So .. why don’t you follow my path? The path is clear and your eyes can see …(he he he … It’s Genesis “Firth of Fifth”).

LET’S CYCLE TO WORK! and .. Keep on proggin’ …!!!

Some related links:
https://gatotwid.wordpress.com/2008/09/01/bike-to-work-day/
https://gatotwid.wordpress.com/2008/09/09/pengalaman-pertama-dg-folding-bike/
http://gwmusic.wordpress.com/2008/07/18/oot-berkah-nyepedah/

KuNov 06 being parked at the office parkKuNov 06 being parked at the office parkJilDhan 29 being parked at Tukang Rujak langganan ...JilDhan 29 being parked at Tukang Rujak langganan …Keep on proggin' .......!!!Keep on proggin’ …….!!!

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Sambil sarapan Indomie pagi ini saya sabet buku yang masih disegel, dibeli saat Islamic Book Fair beberapa bulan lalu. Alasan saya sabet buku ini dari rak buku adalah judulnya yang provokatif: “Aku Menciptakan Jin Dan Manusia Hanya Untuk Beribadah Kepada-Ku“. Wow! Tanpa membaca bukunyapun, judulnya sudah sangat “mengganggu” saya terutama dari satu kata yang mengganjal: HANYA. Meski hanya satu kata namun maknanya begitu dalam. Coba bila kata ini tidak ada, mungkin kita bisa “ngeles” bahwa tidak setiap saat kita harus beribadah kepada Sang Pencipta. Kecuali kalau secara tegas kata tersebut diganti dengan “sekali waktu” mungkin saya gak begitu tersentak. Namun kalimat ini diambil dari Al Quran yang merupakan firman Nya, jadi ya gak ada ruang negosiasi untuk “ngeles”.

Coba kita cermati kata “hanya” ini dalam rangkaian kalimat tadi. Ini artinya setiap detik nafas kita harus kita maknai dengan ibadah kepadaNya. Bagaimana dengan kegiatan-kegiatan duniawi seperti menikmati musik, hang-out sama temen di kafe membicarakan musik, nonton film dan segudang kegiatan lainnya? Kalau kita termasuk umat yang patuh (insya Allah), mustinya kita selalu memaknai apapun yang sedang kita lakukan sebagai bentuk ibadah kepada Allah swt. Artinya, kalau menikmati musik ya ingatlah kepada sang Pencipta. Jangan sampai keenakan pasang Gates of Delirium nya YES yang durasinya lebih dari 20 menit itu lantas kalau ada adzan kita terus menikmatinya. Ini jelas salah kaprah karena adzan adalah panggilan Allah untuk umatNya guna meraih kemenangan melalui shalat lima waktu, di awal waktu dan bai laki2 dilakukan di mesjid secara berjamaah. Kalau kita ingat selalu kalimat judul buku tersebut dan takut kepada Allah, saya seratus persen yakin bahwa korupsi seperti yang dilakukan anggota Dewan (yang semestinya) Terhormat tidak mungkin bisa terjadi. Karena tidak pernah ada referensi bahwa korupsi sebagai salah satu bentuk ibadah.

Tanpa diduga, buku ini isinya sangat menarik dan membahas secara detil empat rukun iman: shalat, zakat, puasa dan haji. Pembukaannya aja begitu menggugah dengan kisah seorang tua yang berprofesi sebagai muadzin sakit keras tidak sadarkan diri. Namun kalau di telinganya dikumandangkan adzan, kesadarannya membaik. Inilah ciri manusia yang cinta masjid. Subhanallah. Dari kisah pembuka yang penuh inspirasi ini perjalanan membaca buku terus saya lanjutkan dengan lebih seksama. Subhanallah .. tanpa terasa saya membaca buku ini begitu menikmatinya tanpa terasa puluhan halaman sudah saya lahap dengan cepat.

Membaca buku ini membuat kita seperti berhadapan langsung dengan ustadz yang selalu siap menjawab apa saja persoalan yang kita hadapi dalam melaksanakan ibadah sehari-hari.

Wassalamualaikum wr wb.

Gatot

Read Full Post »

Islam Bukan Teroris

Tausiyah di Global TV pagi ini sungguh indah. Islam BUKAN agama teroris – begitu ujar ustadz pagi tadi. Contoh paling menyentuh adalah saat Salahuddin berperang dengan Raja Romawi. Begitu tahu bahwa raja Romawi sedang sakit, Salahudin menyatakan ke pasukannya bahwa perang jangan dilanjutkan karena musuh sedang dalam keadaan sakit. Inilah mulianya agama Islam. Bahkan seorang yang memusuhi Islam dan memeranginya, pada saat sakit justru harus dihormati karena Rasul mengajarkannya seperti itu.

Yang dilakukan Salahuddin tidak hanya itu, karena Salahuddin kemudian menyamar sebagai tabib dan setiap hari menyelinap ke dalam istana raja Romawi dengan membawa obat2an untuk menyembuhkan sang raja hingga sembuh. Pada akhirnya penyamaran Slahuddin ketahuan karena Raja perlu berterima kasih kepada tabib. Setelah ketahuan bahwa itu Salahuddin, dia begitu terkejut dan menanyakan kenapa Salahuddin melakukan semuanya padahal musuh raja tersebut. Salahuddin menjelaskan bahwa Islam mengajarkan bahwa kita harus peduli terhadap kesehatan orang lain meskipun itu musuh. Mengetahui hal tersebut sang Raja akhirnya mengucapkan kalimat syahadat karena kemuliaan akhlak Salahuddin sebagai muslim.

Subhanallah.

24 Oktober 2008

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Hari Senin, 22 September 2008, saya masuk kerja di kantor proyek, kantor pusat Indosat. Saya sudah siapkan baju buat menginap di masjid Bank Indonesia. Sore hari setelah bekerja, saya mandi dulu di kantor, terus menjelang magrib berjalan kaki menuju masjid Bank Indonesia. Seperti biasa, setelah magrib berjamaah, saya menuju tukang soto nyamlenk tenan di seberang masjid BI. Yang jualan orang jawa, berkumis. Saya pesen soto daging campur, kuah bening .. biyuh .. huenak tenaaaaannn!!! Nasinya nambah pulak! Setelah itu, menuju masjid buat shalat Isya berjamaah. Selebihnya mengikuti i’tikaf. Karena mungkin kecapean dengan dua malam sebelumnya, pada malam pertama di masjid BI ini saya malah tidur pulas setelah Isya. Namun ikut qiyyamulaail pada jam 1:00 sd 3:30. Langsung sahur ….

Demikianlah, selama tiga malam saya i’tikaf di masjid BI. Salah satu kuliah subuhnya sangat menarik sekali.

Kultum Subuh di Masjid BI

Kultum Subuh di Masjid BI

Saya ingat bagaimana sang penceramah mengulas betapa kita sering menghadiri acara yang sepertinya Islami tapi tidak mengikuti sunnah rasul. Contohnya: buka bersama, namun sambil berdiri. Padahal Rasul mengajari kita kalau makan sebaiknya duduk.

Hari Kamis, 25 September 2008, saya pindah lagi ke masjid Sunda Kelapa – mencari suasana lain. Dan sungguh, ternyata nikmat sekali menikmati “kekhasan” setiap masjid dalam penyelenggaraan i’tikaf. Di masjid Sunda Kelapa semuanya terprogram dengan baik. Setelah traweh, jamaah dipersilakan istirahat..atau melakukan kegiatan sendiri2, baca Quran atau apapun. Saya waktu itu belum makan buka, jadi saya gunakan untuk mencari makan. saya akhirnya makan Soto Lamongan. Enak. Jam 23:00 acara dimulai dengan tausiyah sampai dengan jam 00:00. Kemudian dilanjutkan dengan tadarus dari 00:00 sampai dengan jam 02:00. Setelah itu qiyyamullaiil sampai dengan jam 3:30. Terus saya cari makan sahur (cari sendiri2, bukan dikoordinasi masjid). Ba’da subuh ada tadarus lagi sampai dengan 6:30…terus dilanjutkan dengan shalat Dhuha sendiri2. Menurut hadits, ini pahalanya sama dengan pahala orang umrah atau haji. Tapi nguantuknya bukan main!

Traweh di Masjid Sunda Kelapa

Traweh di Masjid Sunda Kelapa

Selanjutnya, Jumat malam saya kembali lagi di Masjid Raya Bintaro Sektor 9. Sabtu malam sampai dengan Senin malam (27 Sep 08 sampai dengan 29 Sep 08) saya i’tikaf di masjid Nurul Ikhlas, dekat rumah. Ternyata asik juga meski tidak ada program khusus dan hanya dihadiri 20an orang, tapi khusyu’ banget ….

Wass,

Gatot

Read Full Post »