Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2014

Kalender Puasa 2015

image

Read Full Post »

Tulisan ini terinspirasi dari bidang bisnis dimana pada awal hingga pertengahan 90-an (1992 – 1996) seorang profesor bernama Robert Kaplan membuat suatu kerangka kerja baru untuk mengukur kesuksesan sebuah bisnis. Sebelumnya, kesuksesan dan kesehatan sebuah bisnis hanya ditentukan dari hasil finansial yang dicapai pada kurun waktu tertentu, misalnya, bulanan, triwulan maupun tahunan. Ternyata, menurut Kaplan, pengukuran dengan satu aspek saja yakni finansial dari kesehatan sebuah organisasi bisnis tak bisa dikatakan cukup karena sifatnya historikal alias sudah terjadi. Dalam bahasa bisnis hal ini disebut sebagai ‘lagging’ indicator atau suatu ukuran yang telah terjadi dan makanya bisa diukur. Namun, kata sang profesor, melihat indikator hanya dari apa yang telah terjadi tidaklah cukup, harus ada indikator lain yang sifatnya ‘leading’ artinya bisa menjadi predictor bahwa nantinya bisnis akan mencapai sasaranyya. Untuk itulah Kaplan mengusulkan tiga indikator atau perspektif lainnya, yakni customer, proses bisnis dan pembelajaran.

Sementara itu kita faham bahwa Islam sangat menekankan keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Bahkan ada suatu kisah dimana Rasul menyuruh seseorang yang telah berhari-hari berada di masjid dan memanjatkan doa kepada Allah pergi meninggalkan mesjid untuk mendapatkan rahmat dan rejeki Allah di luar mesjid. Untuk itulah saya mencoba membuat konsep keseimbangan dengan mengembangkan lebih lanjut pemikiran Kaplan tersebut tentang bagaimana kita sebagai muslim menerapkan keseimbangan dengan model yang serupa dengan Kaplan. Tujuannya bukan memaknai bahwa kita melandaskan semuanya pada BSC (balanced scorecard) versi Kaplan, namun justru keseluruhan kerangka kerja nya berlandaskan kepada Al Quran dan Hadits yang selalu kita tadabburi dan kita pelajari terus menerus. Penggunaan konsep BSC di sini hanya ditujukan ‘memudahkan’ saja bagi kita untuk mengingat kehidupan yang seimbang sesuai Quran dan Hadits. Kita harus yakin bahwa Al Quran dan Hadits merupakan sumber dari semua ilmu dan bukan sebaliknya.

Perbandingan antara perspektif Kaplan dalam bisnis dengan BSC for Muslim bisa disaripatikan sebagai berikut:

Slide1

(Bersambung)

Read Full Post »

Belajar Dari Musibah

Sungguh merupakan suatu berita yang tidak menyenangkan ketika tiga hari lalu kita mendengar kabar bahwa sebuah pesawat AirAsia QZ 8501 telah kehilangan kontak dengan Menara Pengendali. Hampir bisa dikatakan, berdasarkan pengalaman selama ini dalam tragedi kecelakaan pesawat udara, bila terjadi kehilangan kontak pada akhirnya berita duka yang terjadi yakni pesawat jatuh dan kemungkinan besar penumpang dan awaknya meninggal dunia.

Hari ini kita melihat dari siaran televisi bahwa titik cerah pencarian pesawat AirAsia tersebut mulai kelihatan ketika tim Basarnas dan TNI AU menemukan sepuluh serpihan di laut seputar selat Karimata. Titik terang semakin jelas ketika akhirnya terlihat serpihan yang begitu dideteksi lebih dekat lagi adalah jazad dari penumpang pesawat yan terlihat utuh mengapung tanpa terlihat sedikitpun luka bakar atau bentuk kerusakan lainnya. Masya Allah. Tentu semuanya ini tak lepas dari kuasa Allah tentang bagaimana jazad ini bisa keluar dari tubuh pesawat (yang kemungkinan masuk ke dalam dasar laut) dalam keadaan bugar meski sudah tak bernyawa kelihatannya. Ini merupakan pemandangan yang luar biasa karena siapapun tak kan pernah bisa mengira bahwa kejadian seperti ini terjadi.

Beberapa saat yang lalu TvOne juga mewawancarai seorang ibu bernama Hartati dari Malang, Jawa Timur dimana anaknya bernama Boby dan menantu beserta dua orang cucu berusia 16 tahun dan 9 tahun merupakan penumpang juga di pesawat nahas tersebut. Sunggih mengharukan sosok bu Hartati yang terlihat tabah tanpa sedikitpun memperlihatkan perasaan sedihnya dengan misalnya menangis dan menjawab setiap pertanyaan reporter dengan tenang dan apa adanya. Yang kemudian sungguh menohok ulu ati saya adalah ketika ibu Hartati ini memberikan komentar terkait bagaimana sosok Boby sang putra. Digambarkan olehnya bahwa Boby adalah anak yang baik dan peduli kepada keluarga dan orangtuanya beserta adik-adiknya. Sepanjang hidupnya Boby tak pernah menyusahkan ibunya bahkan selalu berbakti kepada orangtua. Sungguh ini merupakan penuturan yang dahzyat dari seorang ibu yang bersedih kehilangan putra, menantu dan dua cucunya dimana ia bertemu terakhir kalinya seminggu sebelum hari naas tersebut.

Metro TV mewawancara orang tua dari salah satu awak pesawat AirAsia bernama Wismoyo alias Yoyok. Dalam wawancaranya, ibu Sri yang merupakan ibunda Yoyok begitu tegar dan rela melepas kepergian anaknya tanpa tetesan air mata sedikitpun. Beliau mengatakan telah rela anaknya diambil Allah karena yakin Yoyok adalah anak yang soleh dan berdoa agar meninggalnya merupakan jihad dan menjadi awak pesawat memang sudah menjadi pilihan hidupnya. Beliau mendoakan agar anaknya yang telah mendahuluinya merupakan penolong bagi orangtua kelak masuk ke surga. Aamiin. Sunnguh luar biasa melihat ketegaran ibu Sri dari Klaten ini. Semoga doanya diijabah oleh Allah swt. Aamiin.

Sementara itu, salah satu awak pesawat adalah Oscar Desano yang merupakan menantu dari senior saya di Madiun yakni Mas I’im Imam Mardjianto dimana putinya, Dessy Purboningrum, melangsungkan akad nikah dengan Oscar pada bulan Juni tahun 2014 ini. Pada saat kabar musibah diterima oleh Dessy, ia sedang siaran di radio GenFM Surabaya. Setelah siaran, ia menyetir sendiri mobilnya sambil menangis menuju rumahnya. Desy sedang mengandung 6 bulan saat ini. TVOne memberitakan bahwa Dessy selalu mengurung diri di kamar dan bahkan tidak mau makan. Bisa dibayangkan kesedihannya, apalagi sebelumnya Oscar sempat mengirim pesan via twitter mengucapkan selamat ultah untuk istrinya.

Begitulah Allah Taala menunjukkan kebesaranNya bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini tak luput dari urusanNya dan Dia tak pernah tidur meski seper sekian detik sekalipun. Dia Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Setiap kejadian, baik itu nikmat maupun musibah, merupakan cobaan dariNya agar kita semua mau belajar. Dari musibah ini kita semakin sadar bahwa kita ini bukan siapa-siapa dan tak akan pernah tahu kapan maut menjemput kita.

Coba kita simulasikan bahwa itu terjadi kepada kita baik sebagai korban maupun keluarga korban. Tentu sebagai korban kita sangat berharap pada saat musibah masih sempat mengucapkan asma Allah dengan baik agar kita masuk surga. Dari sinilah kita belajar mengapa Rasul menganjurkan kita untuk selalu berdzikir kapanpun dan dimanapun kita agar pada saat genting, yaitu ketika maut datang tanpa memberi tahu kita, Allah memudahkan kita mengucap Laa ilaha illallah. Rasul berulangkali menekankan perlunya kita membiasakan hal ini.

Bila kita sebagai keluarga korban , hal pertama yang perlu kita lakukan tentunya mendoakan keselamatannya karena mukjizat Allah bisa saja terjadi bahwa korban masih bisa selamat. Teman saya, pak Edwin, adalah salah satu korban kecelakaan pesawat di Bandung yang jatuh di seputar Margahayu beberapa tahun lalu. Beliau selamat dari musibah itu meski kedua kakinya lumpuh. Allahu Akbar! Bil pada akhirnya ditemukan sebagai jenazah, kewajiban kita tentu mendoakannya agar ia khusnul khatimah, Allah mengampuni semua dosa-dosanya.

Pesan paling utama dari musibah ini tentunya: Kita harus sadar bahwa manusia ini kecil dan tak ada apa-apanya di hadapan Allah Taala. Semoga dengan musibah ini kita semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Tabaroka Wa Taala. Aamiin Allohumma Aamiin.

Innalillahi waina ilaihi roji’un …

Read Full Post »

Makna Istighfar

Kiriman artikel dari Dr. Nuniek NS di grup Doa Damai:
——–

‎​Istighfar~ اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita, di dunia dan di akhirat.
Istighfar memiliki dua makna.

⁠Pertama : setiap kali kita mengucapkan ‘astagfirullahal ‘adziim’, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar.

⁠Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar kewajiban, kebutuhan kita, agar Allah SWT mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

⁠Kedua, setiap kali kita mengucapkan ‘astagfirullahal ‘adziim’, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia.

Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristighfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan, semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah akan memudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih, dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga.”
سُبْحَانَ اللَّهُ

Slide1

Read Full Post »

Herwinto

Pertanyaan, “Apa hukum membaca surat al Kahfi pada malam Jumat?”
Jawaban Ibnu Baz, “Mengenai membaca surat al Kahfi pada hari Jumat terdapat sejumlah hadits yang tidak bebas dari kelemahan. Namun sebagian ulama menilai bahwa hadits-hadits tersebut sebagiannya menguatkan sebagian yang lain sehingga bisa dijadikan sebagai dalil.
Terdapat riwayat shahih yang menunjukkan bahwa seorang shahabat Nabi, Abu Said al Khudri melakukan hal tersebut yaitu membaca surat al Kahfi pada hari Jumat.
Simpulannya, membaca surat al Kahfi pada hari Jumat adalah hal yang baik dalam rangka meneladani shahabat Abu Said al Khudri dan sejumlah hadits di atas karena hadits-hadits tersebut sebagiannya menguatkan sebagian yang lain dan didukung oleh praktek shahabat Nabi, Abu Said al Khudri.
Sedangkan membaca surat al Kahfi pada malam Jumat aku tidak mengetahui dalil yang mendukungnya. Dengan demikian jelaslah bahwa membaca surat al Kahfi pada malam Jumat adalah hal yang tidak dituntunkan” [Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawiah 25/196-197].
Kesimpulan:
Membaca surat al Kahfi pada hari Jumat dituntunkan karena dua alasan, hadits marfu’ yang statusnya hasan li ghairihi dan perbuatan Abu Said al Khudri. Yang disebut hari Jumat adalah semenjak terbit fajar hari Jumat sampai tenggelam matahari pada hari tersebut
Sedangkan membaca surat al Kahfi pada malam Jumat –menurut Ibnu Baz- tidaklah dituntunkan oleh syariat karena tidak memiliki landasan dalil yang kuat.

Read Full Post »

Catatan kutbah Jumat di masjid Darussalamah hari ini – masih mentah karena berdasarkan apa yang saya tulis di HP.
——

image

Jangan ibadah nunggu sudah tua
Bekali diri kamu dengan takwa
Alhakumuttakatsur …jangan disibukkan dg dunia. Boleh bersukacita namun harus tetap dalam ketakwaan.
Musibah bisa datang kapanpun
Bisa2 kita mati mendadak seperti Banjarnegara, 89 orang meninggal tanpa mengetahui mereka meninggal mendadak
Kesempatan yang Allah berikan harus kita manfaatkan
Orang mulia di sisi Allah adalah mereka yang bila diberi kesempatan oleh Allah memanfaatkannya.
Hatta dzultumur makobir … Kita akan menyesal bila tak memanfaatkannya
Ya Allah ternyata alam kubur itu ada
Kembalikanlah ke muka bumi lagi
Saya ingin ibadah
Saya ingin sodaqoh
Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah hati kita akan tenang
Orang yg selalu ingat kepada Allah baik kaya maupun miskin, senang atau susah maka hati kita akan tenteram
Dzikrullah membuat hati kita tenang
Pergantian tahun selalu introspeksi
Celaka bagi yg tak pernah instrospeksi diri, muhasabah

image

Read Full Post »

Empat Pertanyaan

Tadi malam sambil mengendarai mobil saya menyimak kajian di Radio Rodja 756 Khz AM yang saya yakin merupakan kajian ulang karena sepertinya saya pernah mendengarnya di glombang ini beberapa bulan yang lalu. Namun selalu saja topiknya selalu hangat karena sebagai pembelajar saya masih merasa dhaif karena terkadang kurang menaruh perhatian yskni terkait empat pertanyaan yang kelak akan ditanya oleh Allah kepada manusia yakni tentang Umur, Ilmu, Harta, dan Lelah kita untuk apa?

Saya memang tak sepenuhnya mengikuti kajian tersebut dari awal. Namun sekurangnya menurut saya ada beberapa hal menarik yang bagi saya perlu saya resapi dengan baik. Untuk itulah saya buat catatan ini versi saya dan bisa jadi saya salah menginterpretasikannya.

Untuk umur, Allah akan menanyakan bagaimana manusia melakukan pengelolaan atas waktunya selama ia hidup di dunia. Jelas ini penting sekali karena dimensi waktu sangat diperhitungkan di Islam karena Allah tak menginginkan umatNya melakukan perbuatan yang sia-sia. Setiap detik yang dilalui oleh seorang muslim harus diusahakan secara maksimal untuk mendapatkan ridha Allah. Untuk itulah Rasul memberikan contoh kepada kita agar memulai segala sesuatu dengan niat ditujukan semata hanya untuk Allah baik itu ibadah mahdoh yang diperintahkanNya seperti shalat, zakat, puasa dan haji maupun kegiatan keseharian seperti mencari nafkah atau bermuamalah dengan orang lain agar semuanya memilki nilai ibadah. Itulah pentingnya niat dalam Islam. Di radio Rodja pernah dibahas tentang pentingnya niat ini dan pernah saya tulis di sini.

Mengenai ilmu, akan ditanyakan oleh Allah untuk apa ilmu tersebut digunakan. Yang dimaksud dengan ilmu di sini tentunya adalah segala hal yang pada akhirnya untuk Allah semata termasuk ilmu agama maupun ilmu lain yang kita kenal misalnya fisika, biologi, kimia bahkan ilmu ekonomi sekalipun. Manusia ada yang lupa bahwa sumber dari segala jenis ilmu adalah dari Allah semata dan manusia harus mencari ilmu itu dengan tujuan mendapatkan ridhaNya. Setelah ilmu diperoleh, bagaimana ia digunakan untuk kemaslahatan umat dan sekaligus meninggikan kalimatullah. Adalah ilmu juga yang kelak abadi ketika manusia telah mati asalkan ilmu tersebut diamalkan misalnya ulama yang telah mengajarkan Quran kepada para santri2nya.

Untuk harta ada dua pertanyaan yang ditanyakan oleh Allah yakni dari mana harta diperoleh dan untuk apa harta tersebut. Bila diperolehnya dari maksiat misalnya dari judi, korupsi, mencuri atau cara2 lain yang tidak syar’i seperti riba, maka Allah tak meridhainya. Kalau pertanyaan pertama saja sudah tidak lolos, maka pertanyaan kedua akan membuatnya lebih mendapatkan siksa di hari akhir nanti. Bahkan, bila pertanyaan pertama lolos, artinya harta diperoleh dengan cara yang halal namun ternyata digunakan untuk cara2 yang tak diridhai Allah maka ini termasuk dosa juga. Jadi, cara mendapatkan uang harus halal dan dibelanjakannya harus untuk kebaikan.

Pertanyaan keempat adalah tentang kerja atau upaya apa saja yang kita lakukan selama hidup di dunia; lelah kita ini untuk apa? Ini tentu terkait dengan pengelolaan waktu juga. Apakah lelah kita disebabkan karena kerja keras mencari rizki yang halal di jalan Allah atau karena lebih banyak melakukan hal lain yang sia-sia. Ini termasuk melakukan hal positif yang berlebihan misalnya terus menerus berolahraga hingga lelah dan akhirnya sakit meskipun olahraga pada hakekatnya positif dan menyehatkan. Betapa ruginya manusia bila lelahnya disebabkan melakukan hal-hal yang sia-sia misalnya menjadi tukang sihir, merampok, belajar ilmu hitam hingga menyiksabdiri misalnya bertapa di danau atau seperti yang bulan lalu terjadi dimana ada seorang laki2 bertapa dengan mengubur dirinya di dalam tanah selama beberapa hari. Naudzubillah.

Hendaknya kita selalu ingat kepada empat pertanyaan penting ini bila ingin selamat dunia akhirat.

Wallahualam.

Slide1

Read Full Post »

Older Posts »