Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Activity’ Category

Alhamdulillah … telah selamat tiba kembali di rumah. Adem sekali rasanya penerbangan kali ini dengan ID 6575 Batik Air: Sebelum take-off sang Pilot menyapa penumpang dengan mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” (saking tercengangnya saia sampai telat membalas salam — semoga ada saudara muslim yang menjawab salamnya sehingga saia tak terkena dosa karena menjawab salam hukumnya fardhu kifayah). Pada saat menjelaskan beliau mengatakan “Penerbangan ke Jakarta IN SYAA ALLAH akan ditempuh dalam waktu satu jam tiga puluh menit ….”. Rasanya tenteram sekali disapa secara syarii … Sayang saia lupa siapa nama pilotnya. Penerbangannya pun mulus meski saat akan mendarat cuaca berawan. Namun karena pilotnya syarii ….ada rasa nyaman meski tetap terus berdoa untuk keselamatan semuanya ….
Pengalaman terbang dengan BATIK yang menyenangkan meski ini baru yang ke 4 kalinya. dan semuanya ON TIME. Maasya Allah ….

Screenshot 2017-11-07 20.04.33.png

Advertisements

Read Full Post »


Maasya Allah…  Di bada Subuh ini saya dikejutkan dengan suara merdu cemerlang dari Sharla,  anak didik mas Edi Apple,  dari JOMBANG. Menurut hemat saya,  suaranya lebih jernih dan lebih bagus dari Chaka Khan sekalipun. Maasya Allah. 

Saat di bagian akhir dia diminta nyanyi di jenis lainnya,  ia mengatakan memilih jenis qasidah.  Dan… Dia bershalawat…  Nah…  Di sini saya tak kuasa membendung air mata saya yang secara riil menetes.  Tak sekedar suaranya yang indah namun teringat Rasulullah yang jasanya begitu besar kepada umat manusia dan tak salah bila ia merupakan manusia terbaik yang pernah dilahirkan di bumi ini. 

Terharu lagi saat Sharla diminta berhenti, ia masih melengkapi shalawatnya dengan “Ya Rasulullah…. “.
Langsung njungkel to the bone,  saya! Maasya Allah…  Indah sekali….!!! 

Akan jauh lebih indah bila ia melantunkan Ar-Rahman atau An Fusilat dari Al Quran…  Pasti nunjek and njungkel to the bone!!! 
Semoga Allah merahmati Sharla.  Aamiin….

– Wajib ditonton youtube ini… Sudah ditonton 4.7 juta orang!  

Youtube paling PROG yang pernah saya tonton!!! 

Meski dulu saya njungkel membik-membik saat mendengar Jon Anderson melantunkan The Revealing Science of God,  belum berhasil menggulirkan tetesan air mata.  But Sharla….  She did it to me!!! 

Hope that many humanbeings on Planet Earth watch this video and hijrah to the right way.  Back to the Koran…  The only book in Planet Earth and the whole universe that has no single mistake at all,  even no mispelling!!!

Read Full Post »

Sebenarnya tanggal 28 Oktober 2017 sudah jauh hari sebelumnya kami (istri dan saya) rencanakan untuk dua hal: mengahdiri undangan hajatan kakak saya, Jokky W Hidayat, yang menikahkan putra keduanya: Andy Darius, di Ayana Resort & Spa, Jimbaran Bali dan sekaligus berlibur. Manusia hanya bisa merencanakan karena qadarullah istri saya sakit sejak 3 hari sebelum keberangkatan. Bahkan, sehari sebelum berangkat istri saya sempat menjalani tes darah dan positif typhus meski masih belum parah. Maka hari Jumat malam, 27 Oktober, istri saya harus diinfus di klinik Yadika yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal kami. Infus berakhir pukul 23:30 dan setelah sampai rumah saya putuskan berangkat sendiri karena undangan hajatan harus merupakan prioritas. Namun saya juga tak mungkin melanjutkan liburan sendiri sehingga harus dilakukan penjadwalan pulang ke Jakarta sesegera mungkin (Ahad pagi dengan pesawat jam 7:00 dari Denpasar) dan booking hotel di Kuta harus dibiarkan hangus.

Alhamdulillah sampai di Denpasar jam 10:25 dan dijemput sendiri oleh mas Jokky yang sudah berada di Bali sejak hari Rabu atau 3 hari sebelum jadwal acara. Sebelum menuju hotel tempat saya menginap di SwissBelhotel Rainforest, kami sempat mampir di supermarket Hardys dan kemudian makan siang di Nasi Pedas Bu Andika. Tanpa disangka sebelumnya, saya juga jumpa mitra kerja saat membantu kantor Wapres di tahun 2012 yang lalu (era Pak Boediono), Owen Podger, seorang warga Australia yang sudah lama tinggal di Bali. Kami sempat mengobrol sejenak karena sudah lima tahunan tidak bertemu. Warung Nasi Pedas Bu Andika ternyata memang menyajikan makanan yang asik, terutama saya paling suka justru sayur tempenya. Mantab.

Bertemu Owen Podger di Hardys

Bersama mas Jokky di Nasi Pedas Bu Andika

Setelah itu saya diantar mas Jokky ke hotel untuk istirahat karena jam 16:30 rencananya baru menuju ke Ayana di Jimbaran bersama dua kakak saya lainnya (mas Henky dan mas Boedi) yang menginap di hotel yang sama. Mereka berdua sedang pergi ke kampung sasli Bali di Bangli dan baru nyampe hotel pukul 16:00. Memang mereka berangkat ke Bali sejak Jumat sore.

Sedikit tentang mas Jokky … Sebenarnya momen dijemput oleh mas Jokky ini sangat mengesankan saya karena memang sejak dulu saya dekat dengan mas Jokky karena dia kakak saya langsung, saya bungsu (nomer 4) sedangkan mas Jokky nomer 3. Beda usia kami cukup jauh, 5 tahun, sedangkan mas Jokky ke mas Henky (no.2) beda 2 tahun dan mas Henky ke mas Boedi (mas nDoet) berjarak 2 tahun. Jelas masa kecil saya lebih dekat (secara usia main) ke Mas Jokky meski tentu saja saya dianggap “anak kecil” saat itu. Hebatnya, mas Jokky gak pernah menganggap saya anak masih kecil. Jadi ya kita enjoy aja main. Mas Jokky ini otaknya encer alias pinter banget, sehingga saat SD dia sempat lompat tak perlu melalui kelas 5 langsung kelas 6. Karena ayah kami meninggal pada saat saya berusia 5 tahun, mas Jokky kemudian dipungut oleh tante saya dan hijrah ke Jakarta.  Karena dia tinggal di Jakarta itulah, maka kalau pas liburan mas Jokky pulang ke Madiun, kami langsung “melepas rindu”. Lucu sekali dulu kami saat kecil sering berujar kalimat “Aku seneng sama kamu” dan berlaku timbal balik. Kalimat itupun kemudian menjelma menjadi jawilan (colekan) yang maknanya sama: “Aku seneng sama kamu”. Demikian juga kalau saya ke Jakarta, saat itu Tante saya dimana mas Jokky tinggal, beralamat di Jl. Jawa (sekarang HOS Cokroaminoto, Menteng). Kami sering berujar kalimat itu saat berada di Jl. Jawa itu. Itulah saat pertama kali saya melihat pesawat televisi dimana yang siaran adalah Pak Sambas dengan TV hitam putih.

Deja vu! Saat di dalam mobil di Ngurah Rai, saya teringat langsung dengan suatu momen dimana saat itu saya masih SMP, sekitar tahun 1974, saya ke Jakarta naik kereta dan dijemput oleh mas Jokky di stasiun Gambir. Saya sendiri saat itu dan ketika masuk ke dalam mobil VW kodok, saya ingat sekali mas Jokky nyetel kaset Genesis “Selling England By The Pound” rekaman Yess. Meski saat itu saya sudah suka grup Yes album “Fragile”, namun album Genesis yang disetel mas Jokky tersebut saya belum kenal. Nah! Kejadian penjemputan di Ngurah Rai ini mengingatkan saya pada kejadian di tahun 1974/1975 ini. Memorable pol! bayangkan lho, setelah 42 tahun kemudian!!!!

Ayana Resort & Spa memiliki arti khusus bagi saya. Bukan karena saya penggemar wisata namun justru pada tahun lalu saya sempat membantu MidPlaza Group dalam pekerjaan kajian struktur organisasi MP Group dalam rangka membentuk Holding Company. Ayana merupakan salah satu hotel yang dimiliki oleh MP Group. Alahamdulillah akhirnya saya bisa mengunjungi hotel ini meski pekerjaan konsultansi dalam kajian Holding Company sudah selesai tahun lalu. memang hotel ini bagus sekali dengan area yang amat luas yakni 90 hektar di pinggir pantai Jimbaran.

Ki-ka: Boedi, Henky, Jokky dan saya

17939_234164703808_7081676_n

Foto kami berempat saat nikahan mas Henky (1980).  Ki-ka: mas Jokky, saya, mas nDoet dan mas Henky di rumah Jl. Sumatra no. 26 (sekarang nomer 28) Madiun.

 

Ayana Resort & Spa.

Setelah acara selesai, kami bertiga kumpul di kamarnya mas Henky sekedar ngobrol santai hingga pukul 01:00 dini hari. Jarang sekali kami bisa kumpul bertiga seperti saat ini kalau tak ada hajatan mas Jokky. Alhamdulillah. Ini juga sangat langka kami bertiga bisa ngobrol santai lagi karena di Jakarta masing-masing dari kami sudah punya kesibukan sendiri-sendiri sehingga sulit sekali mencocokkan waktu. Di masa lalu juga langka kejadian seperti ini karena jarak usia saya dengan mas Henky cukup jauh: 7 tahun dan dengan mas nDoet 9 tahun. Tentu saja saya dianggap anak “pupuk bawang”. He he he ….. Namun, mas henky sempat tinggal se rumah dengan saya dan almarhumah ibunda di Madiun kala itu, sampai mas Henky kuliah di UGM dan tinggal saya dan ibu di rumah sampai dengan saya lulus SMA tahun 1979. Waktu berjalan begitu cepat sekali.

Ahad pagi bada Subuh (04:34) saya harus bergegas ke airport dengan memesan Grab. Pihak hotel tidak menyerankan saya memesan taksi daring karena sering bentrok dengan transportasi lokal lainnya. Namu saya akalin juga dengan cara pick-up point nya di Indomart yang letaknya bersebelahan dengan hotel. Aman. Perjalanan ke airport hanya butuh waktu 20 meit saja. Karena saya sudah web check in, saya tinggal datang ke counter Garuda untuk cetak boarding pass. Waktu pasih pagi sekali jam 5:47 padahal boardingnya 6:40. Saya berencana ngopi di terminal keberangkatan. Eh ….ada sosok yang saya kenal, namun saya ragu. Namun kemudian beliau menegur saya dan berdiri menghampiri saya: “Pak Gatot! Wah …apa kabar?”, sapa Pak Ari Askhara. Saya kenal beliau saat membantu Pelindo III di Surabaya pada tahun 2014. Pada saat itu beliau sebagai Direktur Keuangan pelindo III. Pada tahun 2016 beliau menjadi Direktur Human Capital di WIKA dan saya diminta membantu beliau dalam membangun culture baru di WIKA. Namun bulan Juli tahun ini Pak Ari sudah tak di WIKA lagi karena Kemen BUMN menugaskan beliau sebagai Direktur Utama Pelindo III. Luar biasa karirnya, cepat menanjak.

Saat di airport sebenarnya pak Ari bersama empat orang lainnya. Tadinya saya rencana sekedar bersalaman saja dan kemudian pergi. Eh ternyata malah diminta gabung ngopi bersama. Maka terjadilah diskusi banyak hal sambil menunggu boarding. Qadarullah — skenario Allah Taala selalu yang terbaik karena saya tak pernah menyangka bisa bertemu pak Ari di sini. Rupanya beliau sedang ada program BUMN Mengajar di Universitas Udayana. Sejak beliau menjabat Dirut, saya sudah sulit berkomunikasi lagi karena memang kesibukannya luar biasa tentunya. Namun tadi pagi Allah Taala mempertemukan lagi saya dengan beliau dan beliau minta saya membantu Pelindo III lagi dan minta saya menghubungi Direktu lainnya yang terkait dengan bidang saya. Alhamdulillah … terima kasih Ya Allah … Alhamdulillah … Hal seperti ini memang harus disyukuri meski masih belum menjadi sebuah consulting project. In syaa Allah …. Salah satu credo saya dalam mengerjakan jasa konsultansi adalah “exceeding customer expectations” termasuk pada saat saya membantu Pak Ari di WIKA. Beliau saat itu supportive sekali dan selalu mengikuti saya pada sesi2 penting di luar kota misalnya Makassar, Surabaya dan Medan untuk membuka FGD. Nah, pada saat beliau memperkenalkan saya ke empat orang yang berada di airport Denpasar pagi ini, beliau dengan semangat mengintrodusir saya dengan kalimat pendek namun membuat saya terkesan: “Kenalin nih Pak Gatot yang telah membantu saya melakukan perubahan di WIKA!”.  Alhamdulillah ….

Meskipun liburan tertunda, namun Allah punya skenario yang jauh lebih baik. Alhamdulillah ….

 

Read Full Post »

Alhamdulillah dua hari ini gowes full dari rumah kemana-mana sampai semua urusan tuntas.  Kemarin ketemu dengan calon mitra bisnis yg berdomisili di Manila dan sedang di Jakarta,  ketemu di Tesate Plasa Senayan. Pulangnya hujan cukup deras sampai pakai jas hujan gowesnya. Enak banget gowez saat hujan.  

Hari ini ke Pullman Thamrin,  ikut acara bulanan alumni,  gowez dari rumah jam 10:30. Alhamdulillah mendung sehingga menambah nikmat gowes. Shalat Dzuhur di Annex Building,  Pullman.  Bada Ashar gowes ke Setiabudi One,  ketemu klien di The People’s Cafe / Djournal.  Long Black nya mantab bok!  Bada Maghrib lanjut gowes pulang namun kemudian terdengar adzan Isya,  mampir shalat di KemenPAN. Abis itu gowes santai pulang. 
Biyuh nikmatnya gowes full bahkan di siang hari bolong.  Terima kasih Allah…  Engkau sembunyikan matahariMu hari ini sehingga aku enjoy gowes siang hari. 

Besok ke Gatsu.  Kamis ke Kalibata…  Wah asik tenan.  Memang kenikmatan berada di atas sadel sepedah itu luwar biyasa!  Jrèng pokoké!

Read Full Post »

Catatan: (live streaming)

Manaqib Ja’far bin Abi Thalib:

  1. Pertama yang masuk Islam melalui Abu Bakar.
  2. Kerabat Rasulullah. Baca buku halaman 384: Ja’far, Ali dan Zaid berkumpul menyatakan masing-masing menyatakan yang paling dicintai Rasulullah — kemudian mereka bertiga menuju menemui Rasul. Usamah bin Zaid tidak menyebut “ayahku” untuk menghormati Ja’far dan Ali. Rasul mencintai Fatimah. Ja’far bentuk fisiknya mirip sekali dengan Rasul. Akhlak Ja’far menyerupai akhlak Rasul (menurut Rasul). Nanti akan muncul Mahdi yang namanya seperti rasul namun akhlaknya tidak sama karena akhlak Rasul sempurna. Maula = mantan budak. Zaid dulu budaknya Rasul yang telah dibebaskan. Nabi mendahulukan Zaid. Namun bahasan kita adalah Ja’far yang menyerupai Rasul dan akhlaknya juga. Ada lima orang: Abu Sufyan, Qutsam bin al Abbas, As-Saib, Al-Hasan bin Ali dan Ja’far (hal. 385) .
  3. Termasuk orang yang hijrah, salah satu dari sahabat yang mendapatkan dua hijrah: Habasyah dan Madinah. Perintah dari mimpi Rasul agar umatnya hijrah ke Habasyah. Nabi membolehkan sahabat untuk pergi ke Habasyah karena dipimpin oleh Raja Yang Adil meski kafir. Ja’far ditunjuk sebagai pimpinan hijrah tersebut. Nabi memilihnya tentu dengan banyak pertimbangan. Habsyah negeri yang jauh di Afrika, menyeberangi Laut Merah, rajanya Najasyi. Dua orang dari Quraisy menjemput ke Habasyah untuk dikembalikan ke Mekkah, disiksa. Salah satu dari dua tersebut kemudian akan masuk Islam: Amru bin Ash. Hijrah kedua (masing-masing dapat keutamaannya) adalah setlah peperangan Khaibar menuju Madinah. Nabi senang sekali ketemu Ja’far dan langsung mengecup dahi Ja’far. Asma binti Umais (istri Ja’far) sedang duduk di rumah Hafsyah. “Kami yang lebih dulu hijrah maka kami lebih utama.” Asma tidak menerima dan akan melaporkan ke Nabi. “Dia tidak lebih berhak daripada saya. Untuk kalian mendapatkan dua pahala hijrah (ke Etiopia) dan kemudian ke Madinah.”.
  4. Masuk Islam an Najasyi di tangannya. Ja’far memiliki retorika luar biasa.

Riwayat (halaman 388)

  • Jangan bercerita tentang Islam kecuali ditanya. Najasyi tak tahu apa agama para penghuni pimpinan Ja’far.
  • Kalau ditanya sesuatu, jawab sesuai dengan apa yang ditanyakan. Ja’far menjelaskan dengan baik, tidak ditambah-tambahi. Membaca surah Maryam. Imran ayahnya Maryam. Zakariya 70 tahun berdoa dan pada saat usia 100 tahun berdoa dengan suara lirih, minta agar istrinya yang mandul melahirkan anak (usia istri 90 tahun).
  •  
    Surat Maryam dan Terjemahan
    (Siti Maryam)
    Surat ke : 19
    Jumlah Ayat : 98بسم الله الرحمن الرحيمSurat Maryam Ayat 1
    Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad.
    Surat Maryam Ayat 2
    (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,

 

Surat Maryam Ayat 3
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

 

Surat Maryam Ayat 4
Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

 

Surat Maryam Ayat 5
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,

Surat Maryam Ayat 6
yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Surat Maryam Ayat 7
Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

Surat Maryam Ayat 8
Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

Surat Maryam Ayat 9
Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.

Surat Maryam Ayat10
Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.

Surat Maryam Ayat11
Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.

Surat Maryam Ayat12
Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,

Surat Maryam Ayat13
dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,

Surat Maryam Ayat 14
dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

Surat Maryam Ayat 15
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

 Najasyi menyimak dan menangis sampai jenggotnya basaha terharu karena kisah ini ada di Injil. Karena mendengar apa yang dibaca Ja’far ia kemudian mengusir dua delegasi Quraisy. Amru bin Ash jengkel sekali diusir.

Jafar membaca selanjutnya surah Maryam ketika ditanya Najasyi tentang Isa:

Surat Maryam Ayat 16
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

Surat Maryam Ayat 17
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Surat Maryam Ayat 18
Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

Surat Maryam Ayat 19
Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Surat Maryam Ayat 20
Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

Surat Maryam Ayat 21
Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

Surat Maryam Ayat 22
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

Surat Maryam Ayat 23
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

(saking sakitnya yang ia derita). Kalau istri hamil jangan dimarahi, dirangku karena sakit. Namun Maryam lebih takut pada kaumnya yang tentu akan menyirkannya.

Surat Maryam Ayat 24
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

Maksudnya “mata air” untuk memudahkan Maryam meminumnya.

Surat Maryam Ayat 25
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

Bagi yang hamil: minum air putih dan makan ruthab (kurma basah)
Pertolongan Allah datang sehingga memudahan Maryam menggoyangkan pohon kurma
Maryam sedang lemah namun mudah menggoyangkan pohon.

Surat Maryam Ayat 26
maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.

Surat Maryam Ayat 27
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

Surat Maryam Ayat 28
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

Nabi Zakariya belajar Taurat dari Imron (ayahnya Maryam)

Surat Maryam Ayat 29
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

 

Surat Maryam Ayat 30
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

Surat Maryam Ayat 31
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Surat Maryam Ayat 32
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Penisbatan ini kepada ibunya.

Surat Maryam Ayat 33
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

 

Surat Maryam Ayat 34
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Surat Maryam Ayat 35
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

Surat Maryam Ayat 36
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

Surat Maryam Ayat 37
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.

Surat Maryam Ayat 38
Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

Surat Maryam Ayat 39
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

Surat Maryam Ayat 40
Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.

Kemudian Najasyi menjulurkan tangannya ke tanah, mengambil ranting.

Terjadi perseisihan antara Najasyi dengan pendeta2 nya. Baca lagi buku …

Videonya mati saat akhir halaman 393 ….

 

Read Full Post »

Menyesal sekali tak bisa hadir di kajian ini karena ada keperluan yang tak bisa ditinggalkan. Apalagi, setelah membaca kisah Ja’far bin ABi Thalib ini di Buku Jilid 2 yang digunakan sebagai referensi. Maasya Allah …. Sungguh indah kisah Sahabat Rasul bernama Ja’far bin Abi Thalib ini, apalagi saya baru kenal ya saat ini ketika membaca kisahnya. Begitu banyak kisah indah dari sahabat yang begitu banyak bahkan saya belum pernah tahu ada Ja’far bin Abi Thalib.

Semoga saya masih bisa mengikuti live streamingnya nanti. Biasanya kajian ustadz KH-B jauh lebih rinci dari yang tertulis di buku. Makanya nyesek sekali gak bisa hadir ….

Suatu ketika ada mitra bisnis saya yang mengatakan bahwa pertemuan terbaik adalah yang tidak kita hadiri. Saya rasa benar sekali, sudah beberapa kali majelis taklim (kajian ilmiah) yang sudah saya rencanakan hadir namun akhirnya saya tidak bisa mengikutinya, bahkan datang telat pun rasanya rugi. Sayang sekali ada tugas yang tak bisa saya tunda hari ini sehingga saya tak bisa ikut Tabligh Akbar yang secara rutin digelar oleh ustadz Khalid Basalamah di masjid Nurul Iman, Blok M Square ini, setiap pekan kedua di tiap bulannya. Semoga bulan depan dan seterusnya saya lebih bisa menjadwalkan hadir tanpa ada gangguan lainnya karena thalabul ilmi itu wajib dan penting sekali — salah satu jalan mengokohkan iman.

Semoga sahabat-sahabat muslim bisa mengikuti Tabligh Akbar ini. Aamiin …

22366523_10155822054728809_626602785634447835_n

Read Full Post »

Kemarin setelah gowes menuju pulang ke rumah, malamnya pinggang saya sakit. Sepertinya mulai terasa sakit pada saat di perlintasan Bintaro dimana sedang dibangun flyover, saya angkat sepeda saya menyeberang rel kereta api. Memang cukup tinggi relnya karena untuk pembangunan flyover perlu seperti ini. Pada saat saya mengangkat sepeda ini memang sepertinya ada terasa sesuatu di pinggang tapi belum benar-benar terasa. Setelah sampai rumah, tepatnya saat maghrib, saya baru merasakan sakitnya terutama saat ruku’. Malam harinya langsung dibaluri semacam balsem agar reda sakitnya. Alhamdulillah berkurang.

Pagi hari sebenarnya masih terasa makanya saya putuskan tidak gowes dan bareng alias nebeng dengan mitra kerja saya, Bu Itje Suryono, naik mobilnya menuju Universitas Trilogi. dari rumah saya ke rumah Bu Itje di Rempoa, saya memakai Grab Bike dan lumayan cepat sehingga gak telat nyampe di rumah Bu Itje.

Saya baru menyadari pada saat selsai shalat Jumat di masjid Assalam, Universitas Trilogi, bahwa justru saat ruku’ saya merasakan kenikmatan luar biasa — seperti sedang stretching. memang awalnya sakit, namun setelah mencapai posisi ruku’ tertentu rasanya nikmat kalau ruku’nya diperpanjang. Pada saat shalat sunnah bada Jumat saya nikmati ruku’ panjang sekali sepuasnya. Saya teringat kajian dari ustadz Khalid Basalamah bahwa pada saat ruku’ kita harus banyak memuji Allah sedangkan kalau minta sesuatu dari Allah lakukan pada saat sujud. Akhirnay tadi saya nikmati dengan mengucak Ya rozaq dzul quwwatin matiin beberapa kali sampai pinggang terasa nyaman.

Hikmah dari sakit pinggang: mungkin Allah sedang menegur saya karena kurang memuji Allah. Astaghfirullah …. Semoga saya semakiin rajin ruku’ lama dan semoga Allah menyembuhkan total sakit pinggang saya. Hari ini memang terasa lebih enak. Semoga semakin pulih besok. Aamiin …

Read Full Post »

Older Posts »