Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2014

image

image

Setelah shalat Jumat tak ada doa atau dzikir berjamaah dengan suara keras yang dipimpin imam.

Musibah alam bisa berarti tiga hal:

1. Ujian bagi yang beriman
2. Teguran dari Allah
3. Adzab Allah

Orang yg beriman: semua ini datangnya dari Allah pasti ada hikmahnya.

Orang tak beriman: kenapa sih ada musibah begini?

Lima hal agar iman kita meningkat:

1. Muahadah: konsisten dg komitmen kita kpd Allah. Sejak di rahim. Lahir kita mendengar adzan. Doa iftitah Innasholati wanusuki ….aku serahkan kepada Allah.

2. Muroqobah: menanamkan diri pada kita bahwa Allah selalu mengawasi kita. Kita taqwa pada saat di masjid tapi pas kita bisnis kita sering lupa taqwa ini. Allah selalu bersama kita

3. Mujahadah: menaksimalkan potensi yg diberikan Allah ke kita. Maksimalkan harta utk mendekatkan diri ke Allah. Manfaatkan

4. Muaqobah : memverikan sangsi kepada diri kita sendiri. Ini dilakukan oleh sahabat dan tabiin. Tertknggal jamaah shalat ashar maka bisnis nya ia korbankan ke jalan Allah.

5. Muhasabah: mengkoreksi diri sendiri. Koreksilah dirimu, hisablah dirimu sebelum engkau dihisab Allah, sebelum mengkritik orang lain.

Catatan:
a.) Shalat Jumat di tempat ini hanya ada satu adzan saja.
b.) Ba’da shalat berjamaah tak ada doa bersama atau dzikir bersama dengan suara keras dipimpin imam.

Read Full Post »

Kantor Kelurahan

image

Foto ini bukan merupakan suasana hall di kantor/bank swasta. Bukan pula di pelayanan nasabah kantor swasta. Ini adalah suasana ruang pelayanan masyarakat Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara

Bila semua kantor kelurahan seperti ini di Indonesia……n

hwh

Read Full Post »

Udara Cerah

image

Hari ini sungguh cerah udara di Jakarta sehingga sangat kondusif untuk gowes lagi setelah dua hari libur diguyur hujan. Meski agak mendung tadi pagi namun sangat enak untuk gowes. Saya berangkat dari rumah pukul 6:30 dan tepat 7:30 sudah mendarat di jl. sabang warung mie ayam untuk sarapan dan sekaligus mengeringkan keringat setelah gowes sekitar 16 KM. Sempat ketemu temen gowes kelurahan BSD,  om Yayat. Abis sarapan menuju Kebonsirih untuk mandi dan kemudian macak rapi dengan baju batik,  siap rapat jam 9:00 di Grand Kebon Sirih (GKS).

Nikmat Tuhanmu yang mana yang engkau dustakan?

Read Full Post »

Siang ini sekitar jam 13:00 saya melintas di jl arteri tepatnya setelah perempatan Pos Pengumben menuju Pondok Indah. Tepat setelah lampu merah mobil saya berhenti karena macet. Tiba2 dari arah belakang ada suara “duk” yang ternyata mobil di belakang mobil saya nyundul mobil saya. Supir saya turun mencek apakah ada yang baret. Untungnya aman karena memang tak terlalu keras.

Namun bukan di situ masalahnya. Si pengendara mobil belakang yang ternyata Ford Everest yang dikemudikan oleh pemiliknya,  kelihatannya, terlihat acuh dan malah asik ngomong sama orang di sebelahnya. Bisa jadi dia ngomongin supir saya yang ngecek. Lucu juga …orang jelas salah tapi tak ada sedikitpun upaya untuk minta maaf misalnya membuka kaca mobil sekedar melambaikan tangan atau apa. Padahal udah jelas bahwa orang nabrak dari belakang apapun alasannya,  kecuali mobil di depannya mundur,  tetap salah.

Inilah mobil yang nabrak saya: (foto saya ambil setelah peristiwa,  saat mobil mulai jalan lagi. Mobil Ford Everest ini belok ke permata hijau terus ke arah pejompongan).

image

image

image

Tetap melaju santai tanpa rasa bersalah telah nyundul mobil orang.

Sekali lagi bukan kerusakannya tapi kesalahannya ….

Read Full Post »

image

Pagi ini saya nyarap di mie ayam Jalan Sabang karena jadwal saya hari ini di gedung Grand Kebonsirih. Setelah gowes sekitar 15 KM perut memang perlu diisi agar kerja hari ini giraz penuh semangat.

Saya memang sering mampir ke mie ayam ini karena memang enak dan pas sekali setelah gowes sekitar 50 menit. Apalagi pagi ini udara sangat enak buat gowes. Jadi klop lah nuansa sarapannya. Yang paling sulit di tempat ini adalah mencari tempat duduk karena jualan abang ini tergoling laris sehingga banyak yang andok makan di situ. Abang penjualnya memang ramah sekali dan selalu bersemangat setiap melayani pesanan. Setiap pelanggan yang datang ia tegur ramah dengan “tebakan” pesenan yang bakal dipesan. Misalnya untuk saya dia selalu bilang “mie bakso ayam pake pangsit rebus mangkok dipisag”. Iti sudah beliau hafal sejak kunjungan ketiga saya ke warung ini. Hebat memang abang yang ramah penuh semangat ini. Dia juga cepat dalam menyajikan pesanan kita. Bagus sekali kita ambil pelajaran dari abang penjual mie ayam ini,  untuk menyemangati kita dalam bekerja.

Selamat berkarya!!!

Salam,
G

Read Full Post »

Metro Mini Alphard

Copas dari milis g@mers …

Metro Mini Alphard-1

Setelah melakukan penelusuran, detikcom berhasil menemukan pemilik mobil Metro Mini Alphard yang berlalu lalang di jalanan Jakarta Selatan. Sang pemilik meminta namanya tetap dirahasiakan, namun dia memberi penjelasan soal alasan aksi uniknya tersebut.

Dari informasi pembaca, detikcom menemukan identitas dan alamat pemilik mobil tersebut. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha ini meminta namanya disebut dengan inisial KE. Dia saat ini sedang berada di luar negeri.

Lewat komunikasi via email, Rabu (19/2/2014), KE akhirnya bersedia memberikan penjelasan. Dia membeberkan niat awalnya mengubah mobil Alphard jadi mirip Metro Mini. Dia mengatakan sudah 4 bulan ‘narik’menggunakan mobil tersebut.

Saat dikonfirmasi, KE memastikan surat-surat kepemilikan mobilnya asli, termasuk pelat nomor unik B 61 TUH. Mobil itu sengaja diubah tampilannya karena ingin membuktikan ajaran sang ayah tentang ‘rasa’.

“Sebuah Alphard sengaja saya ubah tampilannya sekaligus pelat nomornya hanya sekadar untuk membuktikan, sekaligus mengingatkan saya akan ajaran bapak saya,” ujar KE.

Ajaran sang ayah yang dimaksud KE adalah:

Kalau hati kita sumeleh, mensyukuri apapun yang Allah telah berikan. Naik Metromini pun akan berasa nikmat, senikmat naik Alphard. Tapi bagi yang telah ‘berasa’ punya dan lupa akan rasa syukur itu. Maka naik sebuah Alphard pun berasa pengap bagaikan naik sebuah Metro Mini. Kabeh kuwi mung masalah roso (semua hal hanya masalah rasa)…”

KE pun bicara soal sindiran bagi Jokowi-Ahok untuk segera meremajakan angkutan umumnya. “Dan jika karena adanya ‘Metro Mini Alphard‘ tersebut, lalu Pak Jokowi dan koh Ahok merasa bahwa ini adalah sindiran untuk segera meremajakan angkutan umumnya… Itu juga hanyalah masalah rasa,” imbuhnya.

Metro Mini Alphard ini menarik perhatian masyarakat karena bentuknya yang unik. Banyak yang menilai aksi ini adalah sindiran bagi Pemprov DKI untuk segera meremajakan angkutan umum, terutama Metro Mini. Sedikitnya ada dua insiden maut di Jakarta selama setahun terakhir yang melibatkan Metro Mini. Terakhir, sopir mabuk yang mengemudikan Metro Mini bobrok menabrak 8 motor di Jl Raya Warung Buncit, Jaksel.

Metro Mini Alphard-3

Read Full Post »

Sudah hampir dua tahun lalu saya menulis Semangat Shalat Berjamaah meski Lansia dimana saya menguraikan kisah teladan tiga orang lansia yang rajin shalat berjamaah. Bapak B yang saya maksud adalah Pak Djono. Sampai detik ini beliau masih juga rajin shalat berjamaah. Yang saya salut dengan beliau adalah pada setiap waktu shalat berjamaah tiba selalu sudah berada di masjid. Dugaan saya beliau tiba di masjid pada saat sebelum adzan dikumandangkan karena berjalannya sangat pelan. Posisi yang beliau ambil selalu saf paling depan di bagian paling kanan (pojok karena sekalian beliau meletakkan tongkatnya disamping beliau.

Menurut dugaan saya, Pak Djono ini sudah rajin mengerjakan shalat berjamaah di masjid pada awal waktu (Shalat BMW) saat usia beliau masih muda dan bahkan mungkin saat masih kanak-kanak. Pengen juga suatu hari saya menenyakan beliau mulai kapan shalat BMW beliau kerjakan. Jalan yang tertatih-tatih dan menggunakan tongkat tanpa ada yang memapah menunjukkan kemandirian beliau disiplin melangkahkan kaki ke masjid. Padahal usaha mencapai masjid meski tak jauh, lumayan ribet juga bagi beliau. Pertama harus buka pintu rumahnya, kemudian berjalan ke pintu gerbang, menyeberang ke masjid. Demikian juga pulangnya. Namun itu semua beliau kerjakan rutin lima kali dalam sehari dan beliau lakukan tiap hari. Ada yang mengatakan bahwa beliau sudah pikun. Subhanallah .. Kalau memang benar sudah pikun, berarti beliau sudah membangun kebiasaan menuju masjid sejak muda dan akhirnya menjadi refleks mengikuti irama waktu adzan.

Semoga kita bisa mencontoh seperti Pak Djono yang rajin shalat BMW di masjid Nurul Ikhlas … Aamiin.

 

Read Full Post »

Older Posts »