Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2014


Sebelum shalat Jumat dimulai di masjid Jami Darussalamah, ada tausyiah yang topiknya tentang pentingnya mengucapkan insya Allah pada segala bentuk janji yang sifatnya belum terjadi (masa depan). Penceramah membuka dengan adanya janji-janji capres-cawapres tentang program yang akan dia jalankan nantinya bila kepilih sebagai presiden/wakil presiden karena tak ada satupun yang mengemas komunikasinya dengan “insya Allah” yang maknanya “bila Allah mengijinkan”. Sebagai seorang muslim kita harus menyerahkan semua urusan yang belum terjadi kepeda Allah subhanahu wa ta’ala karena Dia lah yang memiliki semuanya ini di muka bumi ini. Ingatlah “Lillahi maa fissamaawaati wa maa fil ardhl”. Tak seorang anak manusiapun atau makhluk Allah lainnya yang bisa memastikan apa yang akan terjadi nantinya, jadi kita harus mengucapkan “Insya Allah” dengan sepenuh hati. Maksudnya adalah, dengan sepenuh hati akan menjalankannya atas ijin Allah.

Masalahnya sudah menjadi kebiasaan di Indonesia bahwa Insya Allah disertai dengan keinginan untuk “tidak menjalankan”nya sehingga orang yang berucap Insya Allah jadi ditafsirkan bahwa ia tak akan menepatinya. Padahal sesungguhnya justru kita yakin bahwa kita akan menepatinya dengan sungguh-sungguh dan berharap bahwa Allah akan mengijinkannya untuk menepatinya.

(Catatan dari tausiyah sebelum Jumatan di masjid Jami Darussalamah. Bila ada yang salah, itu datangnya dari saya. Bila benar, datangnya dari Allah swt.)

Read Full Post »

Alhamdulillah,  pagi ini akhirnya bisa mengikuti shalat Subuh berjamaah di Masjid Angullia,  Serangoon Road,  Singapore yang jaraknya hanya 5 menit jalan kaki santai dari hotel saya menginap,  Marrison at Desker Road. Memang sejak saya tiba di hotel ini hari Jumat lalu belum sempat memahami lingkungan hotel mengingat langsung sibuk dengan persiapan untuk mengikuti EQ Certification selama lima hari dari 24 sd 28 Mei 2014. Begitu sampe Singapura,  saya yang satu pesawat dengan Bu Itje dijemput oleh Nico Kanter di Changi Airport. Setelah mengisi perut di McDonald’s Terminal 3,  kami bertiga menuju Park Royal Hotel di Kitchener Road bertemu dengan mbak Yanti. Akhirnya kami berempat mengerjakan tugas bersama di lobi hotel. Sibuk memang.

Tadi malam saya memang sudah niatkan diri untuk mencoba shalat Subuh di masjid yang kata beberapa peserta pelatihan ada di sekitar hotel. Saya bangun pukul 5:30 dan langsung wudhu bersiap menuju masjid. Sebenarnya subuh sekitar 5:45. Nikmat sekali perjalanan pagi ini menuju masjid karena jalanan masih sepi dan udara pagi yang bersih meski kering dan panas menambah kesyahduan langkah kaki. Saya tiba di masjid sekitar 5:40. Setelah shalat tahiyatul masjid saya mengamato kondisi internal masjid. Sudah banyak jamaah yang hadir,  sebagian mojok membaca Al Quran. Yang menjadi perhatian saya adalah kondisi dinding masjid yang tanpa ada sedikitpun ada kaligrafi atau lafaz Allah dan Rasul yang umumnya ada di masjid2 Indonesia. SubhanAllah.

image

image

image

image

Shalat Subuh berjamaah baru didirikan pafa pukul 6:05. Syahdu …shalat berjamaah di negeri orang dimana muslim adalah minoritas.

Alhamdulillah telah ditunjukkan oleh Allah  hotel yang tak jauh dari masjid …

Read Full Post »

Kisah Nyata “Tas Siswi SMA” Ini Membuat Menangis Siapa Saja yang Membacanya

Pihak sekolah SMA Putri di kota Shan’a’ yang merupakan ibu kota Yaman menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh salah seorang pegawai sekolah bahwa tentunya pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti : telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan dan lain sebagainya. Yang mana seharusnya memang sebuah lembaga pendidikan sebagai pusat ilmu bukan untuk hal-hal yang tidak baik..

Lantas pihak sekolah pun melakukan sweeping di seluruh kelas dengan penuh semangat. Mereka keluar kelas, masuk kelas lain. Sementara tas para siswi terbuka di hadapan mereka. Tas-tas tersebut tidak berisi apapun melainkan beberapa buku, pulpen, dan peralatan sekolah lainnya..

Semua kelas sudah dirazia, hanya tersisa satu kelas saja. Dimana kelas tersebut terdapat seorang siswi yang menceritakan kisah ini. Apa gerangan yang terjadi ?! Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana. Pemeriksaan pun di mulai..

Di salah satu sudut kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga di kenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar.. Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya !

Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak raut takut pada wajahnya. Apakah sebenarnya yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya ?! Tidak lama kemudian tibalah gilirannya untuk di periksa..

Dia memegangi tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah kalian tidak boleh membukanya ! Kini giliran di periksa, dan dari sinilah di mulai kisahnya… “Buka tasmu wahai putriku..” Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, ia pun kini telah meletakkan tasnya dalam pelukan.. “Berikan tasmu..” Ia menoleh dan menjerit, “Tidak…tidak…tidak..” Perdebatan pun terjadi sangat tajam.. “Berikan tasmu..” … “Tidak..” … “Berikan..” … “Tidak..”

Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak untuk dilakukan pemeriksaan pada tasnya ?! Apa sebenarnya yang ada dalam tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa ?! Keributan pun terjadi dan tangan mereka saling berebut. Sementara tas tersebut masih di pegang erat dan para guru belum berhasil merampas tas dari tangan siswi tersebut karena ia memeluknya dengan penuh kegilaan ! Spontan saja siswi itu menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru yang mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin (bukan siswi yang amburadul), mereka terkejut melihat kejadian tersebut.. Tempat itu pun berubah menjadi hening.. Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut…. ??

Setelah berdiskusi ringan, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah, dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melemparkan sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja.. Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air matanya mengalir seperti hujan.. Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan umum ! Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya para tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?” Disini, dalam sekejap siswi tersebut simpati dengan kepala sekolah dan membuka tasnya ! Detik-detik yang menegangkan.. Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut ? Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu semua tidak ada !

Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa-sisa roti.. Yah, itulah yang ada dalam tas tersebut ! Setelah itu, kepala sekolah mengorek informasi dari siswi tersebut seputar roti itu..

Setelah merasa tenang, siswi itu berkata, “Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang di tanah, lalu aku kumpulkan untuk kemudian aku sarapan dengan sebagiannya dan membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini.. Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami.. Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut menyebabkan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan..”

Saat itu juga semua yang hadir menangis sejadi-jadinya, bahkan tangisan mereka berlangsung lama di hadapan siswi yang mulia tersebut.. Maka tirai pun di tutup karena ada kejadian yang menyedihkan tersebut, dan kita berharap untuk tidak menyaksikannya..

Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan dan desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tidak mengenal mereka.. Wajib bagi seluruh sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu keluarga fakir miskin dapat mengenalinya dengan baik.. Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agari Dia selalu menjaga kaum Muslimin di setiap tempat..

(Sumber Majalah Islam Internasional Qiblati, Edisi 11 / Th. VIII, hal. 93-95)

__._,_.___

Read Full Post »

Dari berbagai buku terkait self-improvement sering kita baca bahwa pribadi yang sukses adalah yang optimis cara pandang hidupnya dan bila ia berjalan maka matanya lurus menatap ke depan, badan tegap dan melangkah dengan pasti. Dengan demikian maka kita menunjukkan pribadi yang penuh dengan keyakinan diri menatap masa depan. Kira-kira seperi itu.

Namun, bagaimana sebenarnya cara Rasul kita berjalan?

“Bila Nabi saw. berjalan, maka ia berjalan dengan merunduk seakan-akan jalanan menurun.”(Diriwayatkan oleh Shufyan bin Waki’, dari ayahnya, dari al Masudi, dari `Utsman bin Muslim bin Hurmuz, dari Nafi’ bin Jubair bin Muth’im, yang bersumber dari `Ali bin Abi Thalib k.w.)

Ada baiknya kita selektif dalam membaca buku-buku yang beredar, terutama yang tak berpatokan pada hadits …

Salam

Read Full Post »

Ini saya copas dari media sosial Komunitas Pengusaha Muslim yang memuat foto ini tanggal 17 Mei 2014. Sungguh, ini adalah pemandangan yang luar biasa , sekaligus teladan buat saya dan mudah-mudahan buat kita semua juga. Semoga Allah SWT merahmati ibu ini. Semoga Allah SWT merahmati kita …Aamiin Ya Rabb!

Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia
May 17
Bismillah..
Tahukah kawan gambar ini adalah seorang ibu yg bekerja sbagai penyapu jalan di kota Balikpapan.

Disela waktu istirahat kerjanya, beliau menyempatkan diri membaca Alquran..

Allahu akbar.. subhanallah

Gambar dari saudara Nuno Adriano Kenji (Balikpapan)

Tukang sapu membaca Quran

 

Read Full Post »

Semoga ini bermanfaat buat kita semua dan sebagai pengingat ..

Pengingat

Read Full Post »

image

Suatu kebahagiaan malam ini saya bisa bercengkerama dan becanda dengan ibunda tercinta yang sedang sakit. Lihatlah di foto candid di atas ibu saya sedang tertawa lepas malam ini sekitar ba’da Isya,  jam 20:00. Pasalnya ibu sedang makan dan mengeluh mengapa masakannya kurang garam sehingga rasanya hambar. Beliau mengatakan dengan bahasa Jawa “Anyep!”. Sedangkan dalam bahasa jawa kata anyep selain artinya hambar kurang garam,  juga ada arti lain yaitu “dingin” seperti air es. Kemudian saya menimpali ibu dengan nada canda ngakak “yang anyep itu di jedhing!” (Yang dingin itu di kamar mandi). Sontak ibu ketawa ngakak dengan candaan saya karena kata “jedhing” sudah jarang lagi beliau dengar lagi. Maka kami berduapun tertawa lepas ….ha ha ha ….!

Hari Sabtu lalu,  10 Mei 2014,  sekitar pukul 4:30 ibu jatuh di kamar mandi. Kala itu memang sedianya akan dipapah oleh suster pada saat masuk kamar mandi namun beliau tak mau,  ingin ke kamar mandi sendiri. Memang biasanya beliau bisa jalan sendiri. Memang mungkin begitu sudah ditetapkan Allah. Kontan saya segera ke rumah beliau untuk saya bawa ke rumah Sakit. Bamun ternyata kata beliau tak perlu karena gak terlalu sakit. Namun saya kasihan karena tak lagi bisa duduk apalagi berdiri. Karena hari Sabtu biasanya RS juga jaranf ada dokter akhirnya baru hari Senin 12 Mei ibu ke RSPP diantar kakak saya,  mas Henky,  bertemu dengan dokter Linda,  spesialis bedah tulang. Alhamdulillah setelah diperiksa intensif dinyatakan bahwa tak ada masalah dengan tulang kaki kiri (lutut) ibu namun perlu fisioterapi 6 kali untuk memulihkan kakibyang terkilir. Saat ini ibu sudah fisioterapi 3 kali.

SyafakAllah …semoga Allah segera menyembuhkan sakit ibu. Aamiin.

Read Full Post »

Older Posts »