Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2014

Keprihatinan Kita

Kita baru saja menyelesaikan serangkaian ibadah di bulan Ramadhan 1435 H, bulan penuh berkah yang telah pergi meninggalkan kita tanpa memberikan janji untuk bertemu lagi tahun depan di 1436 H. Tentu kita semua merasakan nikmatnya bulan penuh ampunan ini apalagi di sepuluh hari terakhir yang merupakan keutamaan bulan penuh maghfiroh (ampunan) ini yang sekaligus merupakan inti dari bulan ramadhan. Kita sekarang bersedih karena masih harus menunggu sebelas bulan lagi untuk bisa mengulangi kenikmatan yang baru saja kita nikmati bersama; itupun kalau Allah Tabaroka Wa Taala masih berkenan memanjangkan umur kita hingga tahun depan. Semoga. Aamiin.

Kita tentunya juga sedih pada saat bersamaan kita bisa menikmati khusyu’nya ibadah di bulan Ramadhan, kita juga disuguhi berita tentang serangan israel laknatullah ke Gaza, Palestina. Pada saat kita menikmati buah kurma atau ta’jil saat berbuka puasa seolah mulut kita kelu mengingat saudara-saudara kita yang muslim di Gaza belum tentu juga sedang menikmati ta’jil seperti buka puasa kita. Serangan israel kali ini paling berat sepanjang masa karena sasarannya justru warga sipil atau lebih tepatnya adalah wanita dan anak-anak. Dalam sebuah siaran pers seorang wanita anggota parlemen israel mengatakan bahwa target serangan israel justru anak-anak dan wanita-wanita Palestina agar mereka semua musnah dan di kemudian hari tak melahirkan orang-orang Palestina yang berani berperang. Memang bangsa israel ini benar-benar laknatullah karena jelas tak memperhatikan hukum perang yang Nabi Muhammad telah mengajarkan ke umatnya untuk: tidak membunuh wanita, anak2, dan orang tua serta warga sipil yang tak ikut perang; tak menghancurkan kuil atau gereja atau sinagog tempat ibadah umat lain; tidak merusak tumbuhan atau membunuh hewan. Intinya , perang yang diajarkan oleh Rasulullah adalah terhadap tentara (serdadu) yang memusuhi Allah, bukan warga sipil. Sikap israel memang sudah sangat keterlaluan, biadab dan jelas bukan manusia karena mereka tak lagi memiliki hati nurani.

Namun ,,…..bisakah mereka memusnahkan Palestina? Tentu ini bukan perkara yang mudah. Jangankan memusnahkan sebuah bangsa, seekor semut atau nyamuk yang kecil saja kita tak bisa memastikan bahwa kita bisa membunuhnya bila Allah Tabaroka Wa Taala tak mengijinkannya. Ini yang israel lupa. Mereka mengancam Hamas dan Brigade Al Qassam dengan kematian namun para pasukan dan serdadu Al Qassam tak pernah takut mati karena dengan berperang memperjuangkan tanah Palestina dengan serius sampai wafat merupakan kemualiaan sebagai pintu menemui Rabb nya si surga firdaus. israel tak pernah memahami bahwa Palestina tak takut mati, mereka takut sama Allah Tabaroka Wa Taala. Semakin kuat israel menggempur maka semakin gigih bigade Al Qassam melakukan perlawanan. Meski peralatan perang Al Qassam sangat tradisional: roket rakitan sendiri , senapan manual dan bahkan ketapel namun mereka memiliki keberanian luar biasa melawan israel.

Hal lainnya, israel juga lupa bahwa untuk menjadi serdadu Al Qassam tak sekedar lihai dan ulet dalam berperang namun mereka juga dilengkapi persyaratan yang berat untuk bisa diresmikan sebagai tentara antara lain: hafiz Quran minimum 15 juz. Karena mereka melawan Allah, mereka tak mengetahui apa hubungan antara hafiz Quran, shalat berjamaah dan segala hal persyaratan keshalihan yang diterapkan dengan ketrampilan perang? Mereka lupa bahwa ketrampilan perang bukan satu-satunya syarat untuk menang karena masih banyak hal spritual yang sangat membantu mereka menjadi pahlawan yang gigih berjuang. Dengan modal akhlak mulia, tak mustahil Allah menurunkan ribuan malaikat untuk membantu bangsa Palestina.

Tentu kita semua prihatin dan sekaligus gregetan dengan situasi agresi militer dari zionist israel ini karena sepertinya dunia pada membisu karena dukungan amerika yang kuat kepada israel. Ini tak lain juga karena obama bisa jadi presiden karena dukungan anggota parlemen amerika yang banyak yahudi-zionis nya. Yang justru bagus adalah negara seperti Bolivia yang mana presidennya, Evo Morales, sudah menentukan sikap negaranya terhadap israel sebagai NEGARA TERORIS serta melarang visa bebas orang israel mengunjungi Bolivia; suatu hal yang telah diputuskan (bebas visa) sejak 1972. Ini tentu langkah berani yang harus diikuti oleh negara lain yang otaknya waras. Sikap Mesir pun tak tegas dalam sengketa ini dan jelas terkesan memihak kepada israel.

Lalu? Apa yang harus kita lakukan?

Tentu akan lebih baik bila kita semua selalu memanjatkan doa demi kemerdekaan bangsa Palestina dan agar Allah SWT melaknat dan menghancurkan israel yang pongah dan menantang dunia melalui serangan membabi-buta ke Gaza. Hanya berdoa dan memberi bantuan makanan dan obat-obatan yang diperlukan Gaza. Kalau kita semua berdoa, insya Allah bantuan dari Allah segera turun dan bangsa Palestina bisa merdeka. Ini jelas merupakan masalah kemanusiaan yang sangat memprihatinkan dan seharusnya orang Indonesia berhenti mengatakan buat apa ngurusin bangsa lain sedangkan kemiskinan di negeri kita belum teratasi. Tentu dua-duanya penting. Namun yang dihadapi Palestina tak sekedar penting namun juga genting. Kemiskinan di Indonesia tak disertai desingan suara peluru atau roket, lebih nyaman dibandingkan kemiskinan (dan keterpurukan) Palestina.

Semoga Allah Tabaroka Wa Taala merahmati bangsa Palestina dan menjadikannya bangsa yang mulia. Aamiin Ya Rabb!

4 Syawal 1435 H / 31 Juli 2014

GW

Advertisements

Read Full Post »

Hadits yang dikemukakan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wassalam bersabda:
Tiap tiap malam, Allah, Rabb kita Azza wa Jalla, “turun” ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku perkenankan doanya; siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri permintaannya; siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan aku ampuni dia.”
SubhanAllah … Bayangkan itu …. Sang Pencipta setiap malam turun dari arsy nya ke langit dunia … Masya Allah ….

Screenshot 2016-08-10 22.42.43
# bukan promosi bukunya, namun maknanya #

Read Full Post »

Hadits yang dikemukakan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wassalam bersabda:

Tiap tiap malam, Allah, Rabb kita Azza wa Jalla, “turun” ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku perkenankan doanya; siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri permintaannya; siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan aku ampuni dia.”

SubhanAllah … Bayangkan itu …. Sang Pencipta setiap malam turun dari arsy nya ke langit dunia … Masya Allah ….

# bukan promosi bukunya, namun maknanya #

Tahajud

 

Read Full Post »

Mulai ayat 40 hingga 93 Allah begitu banyak berfirman terkait Bani Israil dan Nabi Musa. Israil adalah sebutan bagi Nabi Ya’kub as. Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’kub a.s. dan sekarang dikenal dengan bangsa yahudi.

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (ayat 40)

Begitu kerasnya seruan Allah kepada bangsa yahudi yang telah berjanji hanya menyembah kepada Allah tidak mengadakan tandingan bagi Allah, serta beriman kepada Nabi Muhammad saw, seperti yang tersebut di dalam Taurat. Seruan inipun disertai dengan ketegasan Allah untuk menepati janji. Seruan inipun diikuti dengan instruksi Allah untuk beriman kepada Al Quran yang juga membenarkan Taurat. Allah pun mengingatkan agar mereka tak menjadi orang pertama yang kafir dan memerintahkan agar bertakwa kepada Allah (ayat 41).

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (ayat 42)

Allah merinci lebih jauh lagi firmanNya sebagai peringatan kepada Bani Israil untuk mengedepankan kebenaran dan tak membiarkan yang batil yakni kesalahan, kejahatan, kemungkaran dan sebagainya (ayat 42). Peringatan ini berlaku juga bagi seluruh umat manusia tak terbatas hanya kepada Bani Israil belaka. Firman ini menjadi sangat penting mengingat kita semua menyadari bahwa dunia ini telah penuh dengan kemungkaran dimana kemungkaran telah menjadi hal yang biasa dan dibiarkan tumbuh berkembang cepat tanpa ada pihak yang mengingatkan seolah apa yang terjadi merupakan suatu kebenaran. Manusia akhirnya sudah terbiasa dengan kekejian, pembunuhan, saling curang dan saling caci, pornografi menjadi hal yang biasa menjadi barang dagangan legal. Lihatlah di sekitar kita betapa sering kita membaca berita kekejaman , kekejian dan kemaksiatan yang seolah menjadi hal biasa saja sehingga tak jelas batas yang batil maupun yang benar sehingga sering kita lihat adanya kebiasaan “membenarkan yang biasa” dan bukannya “membiasakan yang benar”. Ini merupakan keprihatinan yang harus segera kita atasi.

Pada ayat 43 Allah berfirman:

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

Kalimat Allah ini mengandung tiga makna mendasar:

Pertama, ini merupakan perintah mendirikan shalat yang diberlakukan tak hanya kepada Bani Israil saja namun seluruh umat manusia karena shalat merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa dari lima ciri yang disebutkan di ayat2 awal surah Al Baqarah ini. Karena Al Quran adalah kitab yang lurus maka perintah shalat ini menjadi mutlak karena ini petunjuk langsung dari Allah. Manusia yang hidup tanpa shalat ibaratnya hidup tanpa kepala karena shalat lah yang pertama kali akan dihisab di hari akhir nanti.

Kedua, perintah shalat diikuti dengan kewajiban membayar zakat. Banyak sekali ayat2 di Al Quran yang selalu perintah shalat disertai perintah zakat. Ini membuktikan bahwa derajat zakat begitu tinggi sehingga menjadi sia2 bila shalat namun tak mengeluarkan zakat. Zakat juga merupakan salah satu ciri orang yg bertakwa.

Ketiga, adanya perintah untuk shalat berjamaah yakni dengan kita disuruh rukuk bersama orang yang rukuk. Ini juga jelas ada haditsnya bahwa shalat fardhu terbaik ya didirikan secara berjamaah di masjid setelah dikumandangkannya adzan. Nabi Muhammad saw selalu mendirikan shalat fardhu berjamaah di masjid, sedangkan shalatbsunnah di rumah.

Wallahu’alam bishawab.

29 Ramadhan 1435 H
27 Juli 2014
Masjid Jami Nurul Ikhlas

GW

—- bersambung —-

Read Full Post »

image


SubhanAllah … Di lokasi ini dulu saat saya masih remaja, merupakan rumah temen main saya yang namanya Hermano (putra kedua dari Bapak Gondo). Halaman yang bersih berupa tanah ini dulunya adalah rerumputan dan tempat kami bermain. Hampir tiap hari kami bermain bola di lapangan ini hingga usia SMA. Pada saat usia SMA (tahun 1976 sd 1979) kami sudah tak lagi main bola namun masih sering nangkring di rumah ini sekalian ngobrol dengan Hermano atau adiknya, Hendi. Temen2 main kami lainnya adalah Bagus Sudaryanto, Anton Yuliono, Sapto Wibowo (Wiwib), Achadian Wayan, Baskoro Hadi, Iman (kakak Baskoro Hadi), Anung, Agus (adik Anung), serta kadang2 Nonot putranya Bu Pringgo ….dan yang lainnya sudah lupa namanya.

Rumah ini terletak di ujung timur Jl. Sumatra sedangkan rumah ibu saya terletak di ujung barat. Sehingga kalau mau bermain terutama di saat malam hari diantara kami kadang berteriak dari depan rumah kami agar bisa didengar oleh Hermano atau temen lainnya yang berada di rumah Minangkabau. Kode tereakan kami biasanya “Wik… Wiku!” …gak tahu artinya apa tapi ini seolah kode bahwa “aku sedang di luar rumah dan siap bermain atau ngobrol”. Kadang juga saya bawa otopet pemberian ibu dan bermain di rumah Hermano atau di halaman SPG (sekolah pendidikan guru). Atau terkadang pake sepeda jengki Forever warna hijau tentara. Cukup sering kami ngumpul di area rumah Minangkabau ini.

Kadang juga kami bermain memanjat dan tiduran di atas pohon tanjung yang ada di halaman depan pojok kiri dari rumah ini, bareng2. Pohonnya memang teduh sehingga kami sering main di sini di kala bulan Ramadhan. Dasar anak kecil sok usil ….kadang kami suka melempari orang yang lewat di jl. Sumatra dengan buah tanjung sambil sembunyi di atas pohon. Ketika buah itu tepat kena kepala orang yang lewat , kami suka terdiam ketakutan kalau orang itu tahu bahwa kita yang lempar. Namun begitu orang itu lewat karena putus asa gak tahu asal lemparan kami pada tertawa riang di atas pohon. Tentu setelah orang itu pergi. Ah ….iseng banget ya? Udah jelas dosa tuh! Dasar anak usil! Apalagi bulan ramadhan.

Kadang juga bulan Ramadhan tempat main kita pindah ke rumah Bagus yang hanya beberapa rumah dari rumah ibu saya, tepat di tengah jalan sumatra. Masih ingat saya ngabuburit ke rumah Bagus sambil bawa kaset El Chicano dan Santana rekaman Nirwana yang dibeli dari toko Miraco. Sekitar jam 4 sore kami bubaran dan saat itu saya langsung ambil ember di rumah buat siram2 tanaman di depan halaman rumah ibu yang luas sekali halamannya. Setelah itu nunggu BLENG buka puasa. Di zaman itu tak lazim beduk Maghrib namun justru di alun2 ada suara mercon mak BLENG! Nuansamatik sekaleeee …..

Dan sekarang ….

Sayang sekali nuansa Minangkabau nya sekarang hilang karena ini bisa dikatakan satu2nya rumah dengan arsitek sumbar di kota Madiun. Namun Alhamdulillah sekarang menjadi Islamic Centre. Tahun lalu saya sempat shalat Subuh berjamaah dan shalat Isya berjamaah di masjid ini (sebelah kiri). Setiap Ahad dari jam 7 hingga 8 pagi dilakukan kajian Islam dengan penceramah luar kota. Saya pernah beberapa kali hadir beberapa tahun silam. Semoga tempat ini penuh berkah dan menjadi sentra kajian Islam di Madiun. Aamiin.

Read Full Post »

Ayat 30 sampai dengan 39 pada dasarnya berisi:

1.) Rencana Allah untuk menciptakan khalifah (manusia) di bumi
2.) Penciptaan Adam as dan bagimana Allah mengajarinya
3.) Penolakan iblis utk sujud ke Adam
4.) Tipu daya setan kepada Adam
5.) Peringatan untuk yang kafir

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(2:30)

Pada awalnya malaikat tak setuju dengan rencana Allah utuk menciptakan manusia karena akan menyebabkan kerusakan. Namun Allah Maha Mengetahui (ayat 30). Allah pun mengajari Adam tentang nama2 benda serta menunjukkan kebesaran Allah karena mengetahui semua rahasia langit dan bumi (ayat 31 sd 33).

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Allah kemudian memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam dan dilakukan kecuali oleh iblis yang sombong dan kafir (ayat 34). Allah memerintahkan Adam dan istrinya untuk tinggal di surga dan boleh makan apa saja yang ada kecuali satu pohon terlarang (ayat 35).

Kemudian setan menjalankan tipu dayanya menggoda Adam dan istrinya untuk melanggar perintah Allah sehingga Allah murka dan memerintahkan Adam dan istrinya keluar dari surga dan turun ke bumi untuk waktu tertentu (ayat 36). Inilah bisa dikatakan sebagai debut bagi keberhasilan setan membujuk manusia untuk berbuat maksiat dengan melanggar larangan Allah. Nabi Adam dan istrinya merupakan korban pertama kelihaian setan dalam membujuk manusia berbuat dosa yang membuat Adam diturunkan ke bumi oleh Allah. Di bumi pun setan masih terus menggoda manusia hingga akhir jaman.

Namun Allah maha pemurah dan penyayang  meski Adam telah melanggar perintahNya sekalipun masih juga Allah memberi pelajaran kalimat taubat kepada Adam serta Allah pun menerima tobatnya Adam (ayat 37). Allah pun menegaskan bahwa bagi yang mengikuti petunjukNya pasti tak ada rasa takut ataupun bersedih hati (ayat 38).

Pada akhirnya Allah mengingatkan bagi mereka yang kafir dan mendustakan ayat2Nya maka mereka adalah penghuni neraka dan kekal di dalamnya (ayat 39). Ayat ini seolah menjadi penutup dari kisah Adam dari surga yang harus menjalani hukuman dari Allah dengan dikeluarkan dari surga karena mengikuti ajakan setan melanggar larangan Allah. Peringatan ini penting bagi umat setelah Adam hingga akhir jaman.

Wallahu’alam bishawab

Masjid Jami Nurul Ikhlas
29 Ramadhan 1435
27 Juli 2014

Read Full Post »

Di ayat 21 Allah Tabaroka Wa Taala berseru kepada seluruh umat manusia:

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

Seruan ini begitu tegas dan tanpa membedakan dari golongan umat yang mana karena alam semesta dan seluruh isinya merupakan ciptaanNya.  Perintah untuk menyembah Allah ini merupakan pintu untuk meraih takwa karena tak mungkin insan bertakwa bila menyembah yang selain Allah. Dari redaksi ini jelas Allah mengingatkan ke kita akan pentingnya manusia untuk ingat kembali kepada visinya untuk menjadi manusia yang bertakwa karena itulah cara untuk menjadi beruntung dan mendapat petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala.

Semua anugerah Allah berupa bumi dan isinya diuraikan dengan jelas pada ayat 22 dan Dia berseru kepada manusia jangan membuat tandingan terhadap Allah karena memang tak kan tertandingi. Bahkan Allah mempersilakan manusia membuat satu surat saja bila masih ragu terhadap Quran (ayat 23). Allah menegaskan bahwa tak akan ada manusia yang mampu membuatnya (ayat 24) dan mengingatkan bahwa mereka harus takut kepada api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang2 kafir.

Kabar gembira

Namun Allah juga memberikan kabar gembira bagi yang beriman karena ganjarannya adalah surga dimana mengalir sungai2 di bawahnya (ayat 25) dan Allah memberi rezeki buah2an. Di ayat ini jelas Allah mengingatkan kita akan pentingnya iman karena ganjarannya sungguh besar dan tak kan pernah bisa terbayangkan oleh manusia keindahan surga ini.

Peringatan pedas kepada yg sesat juga dilakukan Allah melalui perumpamaan nyamuk dan bahkan yang lebih kecil dari itu (ayat 26) karena begitu mudahnya Allah membuat manusia menjadi sesat , yakni mereka yang fasik , melanggar perjanjian Allah dan membuat kerusakan (ayat 27). Allah mengingatkan kepada mereka bahwa Dia yang menghidupkan dan mematikan (ayat 28) dan menciptakan yang ada di bumi dan menyempurnakannya (ayat 29).

Pembelajaran (ibrah) dari ayat 21 sd 29 ini adalah:

1.) Seruan Allah untuk menyembah
2.) Kebesaran Allah karena menciptakan bumi dan isinya
3.) Olokan kepada yang meragukan Quran karena mereka pasti tak mampu membuat satu surat sekalipun
4.) Uraian mengenai orang2 fasik

Wallahualam bishawab

28 Ramadhan 1435 H

Hujan sangat deras di masjid Jami Nurul Ikhlas. Semoga penuh berkah. Aamiin

Read Full Post »

Older Posts »