Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2010

Shalat Sebagai Solusi

Assalamualaikum wr wb.

Tulisan ini dipicu oleh ajakan teman saya AdiWriter (Adi Nugroho) untuk menganggap menjalankan shalat BMW sebagai kebutuhan sehingga menjadi prioritas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Secara konsep saya sangat setuju dan betapa bangganya Allah SWT kepada umatNya yang dengan sadar menetapkan di hati sanubarinya yang paling dalam bahwa shalat BMW menjadi yang utama. Kitapun semua paham bahwa agama Islam diperuntukkan untuk mereka yang berakal. Untuk itu kita berusaha mencari akal bagaimana agar bersemangat menjalankan shalat BMW menjadi yang utama dibandingkan kegiatan duniawi lainnya. Sebagian orang menganggap bahwa shalat lima waktu kapan saja sepanjang masih dalam batasan waktu yang tersedia sebelum berpindah ke waktu selanjutnya. Justru pandangan seperti ini yang harus kita hindari karena ini artinya menomor sekian-kan shalat BMW.

Solusi

pemandangan_5 by enzothea.Pernahkah Anda jalan-jalan ke luar rumah pada dini hari melihat betapa pedagang sayur di pasar begitu bersemangat mempersiapkan diri dengan dagangannya? Mereka mulai bekerja bahkan pada malam hari sebelum tengah malam membeli bahan dagangan atau mengangkutnya dari kampungnya menggunakan kendaraan seperti pikup atau motor atau sepeda. Mengapa mereka begitu bersemangat? Bahkan juga banyak orang-orang yang bekerja di kantoran dengan semangat pagi hari ba’da Subuh telah mengarungi kemacetan kota besar seperti Jakarta? belum lagi, kalau hujan, mereka tetap datang ke kantor dengan cara apapun, termasuk bila banjir melanda kota.

Tentu, pedagang sayur maupun orang kantoran tersebut dengan displin berangkat mencari nafkah karena mereka yakin bahwa apa yang mereka lakukan merupakan solusi dari permasalahan kehidupan ekonomi yang mereka jalani. Kalau saja kita yakin bahwa shalat BMW merupakan solusi, maukah kita jalankan secara konsisten? Inilah tantangan yang kita hadapi.

Ustadz Muhammad Arifin Ilham pernah menulis di Republika sebuah ulasan bertajuk Ujian Hidup yang menurut saya sangat menggugah. menurut beliau ada minimal tujuh ujian hidup yang wajib kita ketahui:

  1. Ujian berupa perintah Allah seperti Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih putra tercintanya, Ismail;
  2. Ujian berupa larangan Allah seperti larangan berzina, korupsi, membunuh, merampok, mencuri, sogok-menyogok dan segala jenis kemaksiatan maupun kezaliman;
  3. Ujian berupa musibah;
  4. Ujian berupa nikmat;
  5. Ujian orang zalim buat kita;
  6. Ujian lingkungan (tetangga, pergaulan, tempat kerja, situasi pemerintahan).
  7. Ujian berupa keluarga (istri / suami, anak)

Begitu sayangnya Allah SWT kepada umatNya sehingga Dia memberikan jalan dalam mengatasi ujian tersebut seperti dalam ayat ini:

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (QS. 2:45)

Di sini jelas sekali bahwa shalat (dan sabar) merupakan solusi bagi semua permasalahan yang ada dalam kehidupan ini. Bila kita sudah yakin dengan hal ini maka mestinya sudah tak lagi menganggap shalat sebagai kewajiban, namun sudah merupakan kebutuhan (akan adanya solusi).  Tidak ada orang berakal yang tak merasa butuh sesuatu bila hal tersebut merupakan solusi. Bila kita sudah yakin dengan hal ini, mestinya kita tak meragukan lagi untuk menjalankan shalat secara berjamaah di masjid (bagi laki-laki) pada awal waktu.

Semoga bermanfaat.

Wass,

G

Read Full Post »

Enam Pertanyaan: DeJaBes BeRiTa

Assalamualaikum wr wb.

Gara-gara komentar salah satu pengunjung blog ini (mbak Ninok) tentang postingan yang saya copas dari milis bertajuk Enam Pertanyaan akhirnya saya baca lagi. Ya Ampun .. ternyata saya sudah lupa enam pertanyaan itu apa saja, padahal setelah saya baca, semuanya penting dan HARUS saya ingat setiap saat biar lebih mudah menjalani hidup ini. Sekedar meringkas, ke enam pertanyaan dan jawabannya adalah:

  1. Yang paling dekat adalah mati
  2. Yang paling jauh adalah masa lalu
  3. Yang paling besar adalah nafsu
  4. Yang paling berat adalah memegang amanah
  5. Yang paling ringan adalah meninggalkan shalat
  6. Yang paling tajam adalah lidah

sehingga kalau disingkat pertanyaannya apa saja: de(kat), ja(uh), bes(ar), be(rat), rin(ngan) dan ta(jam) atau dejabes berita. Singkatan enam pertanyaan ini bagus buat saya hafal dan semoga juga bisa bermanfaat buat Anda. Bila ada singkatan lain yang lebih mudah, mohon masukannya.

Terima kasih mbak Ninok. Karena komentar Anda, saya jadi merasa perlu menyingkat agar mudah diingat saja.

Bila berminat membuat singkatan jawabannya, sekedar usul bisa dibuat: ma(ti), la(lu), na(fsu), am(anah), sha(lat) dan li(dah) disingkat malana amshali. Ataukumplitnya jadi: dejabes berita, malana amshali. Aneh tapi setidaknya senada dengan dulu kita menghafal warna saat SD atau SMP dengan singkatan mejiku (merah, jingga, kuning) …dst.

Wass,

Gatot

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Ini sebenernya lebih merupakan renungan dari pada laporan dari suatu kegiatan. Hal ini sering saya rasakan bahkan saya yakin And pun pernah rasakan. Kalau benar bahwa berbuat maksiat itu menimbulkan dosa yang akan di adzab nanti di hari pembalasan, mengapa masih banyak orang yang melakukannya bahkan tanpa rasa malu maupun takut lagi. Pada level beribadahpun demikian. Bila orang semua tahu bahwa shalat berjamaah di masjid itu pahalanya minimum 25 kali dari shalat sendirian, belum lagi langkah menuju masjid pun dihitung setiap langkah derajat kita ditinggikan oleh Allah SWT dan angkah berikutnya satu dosa kita diampuni dan seterusnya. Mengapa masih banyak orang yang tidak melakukannya? Mengapa saat shalat fardhu tiba, masih banyak sekai kendaraan di jalan raya yang lalu-lalang, bahkan jarang yang berhenti buat mampir ke masjid?

Ini semua adalah terpusat pada dua hal yaitu visibility dan delayed gratification. Dalam hal visibility, seeing is believing. Artinya, seseorang baru percaya bahwa sesuatu itu ada bila ia telah melihatnya, telah ada buktinya. Sama halnya seperti kita melihat iklan produk dengan segala macam manfaat dan fitur nya. Orang barus bisa percaya bila telah melihat sendiri demo nya atau testimoni dari yang telah menggunakannya. Mungkin suit bagi kebanyakan orang membayangkan bagaimana indahnya surga yang di Al Qur’an di gambarkan dengan taman indah dimana mengalir sungai di bawahnya, mungkin banyak yang masih meragukan – mana buktinya? Padaha janji yang jelas tidak ada ingkarnya adalah janji Allah dan Allah tak pernah mengingkari janjiNya.

Hal kedua adalah delayed gratification. Sebuah perusahaan yang mendididik jajaran penjual di perusahaannya memberikan motivasi bahwa bila mereka berjuang keras hari ini maka akan menuai hasilnya di kemudian hari. Atau dalam bahasa kita disebut bersakit-sakit dahulu, bersenang-sengan kemudian. Inilah yang disebut dengan delayed gratification. Mungkin bahasa gaulnya menjadi ‘kenikmatan yang tertunda’. Allah telah menjanjikan banyak pahala yang akan diperoleh hambaNya bila mereka mengerjakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi yang dilarangNya. Bahkan pahala itu berupa dunia akhirat. Seringkali manusia menggunakan standar materi sebagai pengukur. Padahal sudah jelas kasat mata kita lihat mana ada pendakwah Al Qur’an yang ikhlas mengalami kehidupan yang susah? Karena kita tahu bahwa sebaik-baiknya amal adalah mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya. Berapa banyak manusia yang yakin akan hal ini? Sementara itu lihatlah betapa Allah memberikan rahmatNya bagi mereka yang mendalami Al Qur’an dan menyebarkannya (mengajarkannya). Pahala akhirat sudah pasti namun banyak orang yang tidak sabar – bahkan mungkin ragu bahwa itu bakal ada. Naudzubillah min dzalik. Sebagai muslim yang bertakwa kita harus sabar dan yakin bahwa kita sedang menjalani delayed gratification.  Jangan merasa rugi bila hadir di masjid sebelum adzan tiba, atau rugi mengerjakan shalat Fajar sebelum subuh BMW.

Wass,

G

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Karena tak ada sesuatu yang perlu interaksi langsung dengan klien atau calon klien atau dengan tim kerja, maka saya putuskan kemarin WFH (working from home) sambil menikmati album masterpis dari Genesis ‘The Lamb Lies Down on Broadway’ (1974) yang sudah begitu lama saya gak nikmati lagi. Dengan modal laptop dan modem 3G lumayan juga ada beberapa kerjaan yang pending saya kerjakan kemarin mulai dari respons email maupun membuat draft presentasi. Dengan alunan ‘Fly on a Windshiled’ dan ‘Anyway’ dari Genesis rasanya adrenalin berpacu cepat sehingga pikiran jernih.

Album masterpis dari GenesisBa’da Zhuhur BMW di masjid Nurul Ikhlas, saya kok merasa kangen mau gowes sepeda karena pagi harinya mau gowes tapi hujan. Akhirnya saya putuskan buat gowes meski terik matahari menyengat. Kali ini gowes yang bertujuan mempercantik sepeda lipat Bike Friday tipe Pocket Expedition yang saya beri nama Jilfar-31. Nama ini adalah singkatan dari: jilitheng (karena warnanya hitam – bahasa Jawa) yang diperoleh saat bulan Safar tahun 1431 H. Jilfar-31. Semoga nama ini barokah seperti nama Jildhan-29 yang selalu rajin membawa saya shaat BMW menembus kemacetan Jakarta. Memang bersepeda merupakan solusi paling tepat bila kita mau sealu shalat BMW (berjamaah di masjid pada awal waktu). Dengan sepeda, kita bisa menyelinap kapan saja pada saat shalat fardhu buat memenuhi panggilan Allah menjalankan shalat BMW. Alhamdulillah sejak bersepeda, saya hampir selalu bisa shalat BMW karena tak ada alasan lagi buat tidak bisa mampir masjid karena manuvernya yang mudah dan bisa parkir dimana saja! Alhamdulillah .. Allah SWT telah memberi jalan yang tepat dengan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama.

Kemarin saya bawa ban sepeda ukuran 20 x 1.75 dan setang sepeda tipe Pocket Llama akan saya ganti dengan yang

Mekanik sepeda yang trampil

Mekanik sepeda yang trampil & ramah

terpasang sebelumnya: ban 20 x 2.1 (terasa gagah, keren, namun sayang berat dan kurang enak buat touring maupun najak Sentul di KM 0), serta setang standar dari PE (Pocket Expedition). Ternyata bengkel yang berjarak sekitar 5 KM dari tempat tinggal saya ini cukup rame dan melayani tidak hanya sepeda keren namun juga sepeda becak milik penjual jagung maupun gerobak becak milik abang-abang penjual plastik kelontong. Hebat nih bengkel, tak membedakan siapa pelanggannya. Dan juga, ongkosnya murah sekali. Bayangkan, buat mengganti ban luar daam plus setang saya hanya mengeluarkan uang Rp. 7.000,-. Memang sih saya bisa ganti sendiri, namun gak mungkin secepat mekanik yang menggantinya di bengkel yang sudah pengalaman ini. Karena puas dengan layanannya, say tambah tips Rp. 5.000,- buat sang mekanik. Mereka ini adalah bengkel yang melayani dengan hati dan banyak memberikan ilmu mengenai bagaimana merawat sepeda dengan baik.

Penggemar sepeda fixie (single speed)

Ternyata tak hanya sepeda diservis, saya mendapatkan kenalan baru penggemar sepeda. Ada dua orang anak muda yang salah satunya memperkenalkan dirinya bernama Dana yang bekerja di Dharmawangsa Square bidang advertising. Dia penggemar sepeda hybrid merek United yang ia bangun sendiri di bengkel ini. Dia gowes juga ke kantornya. Adiknya, yang juga satu kantor gowes tiap hari ke kantor. Wah seneng sekali dapat kenalan satu nasib sesama penggowes ke tempat kerja. Sang adik menyukai sepeda tipe fixie (singe speed). Seain itu saya juga ketemu dengan pemilik sepeda lipet yang persis sama dengan saya punya, namanya pak Fery. Beliau juga banyak memberikan saran-saran menarik bagaimana merawat sepeda Bike Friday. Pak Fery juga yang dengan sigap membantu saya mengikat ban luar saya ke sepeda buat dibawa pulang karena beliau concern dengan masaah keamanan dan kenyamanan bersepeda.

Hebatnya, beberapa puluh meter dari bengkel sepeda ini ada masjid yang mengumandangkan adzan Ashar sehingga

Masjid di sebelah bengkel sepeda

saya tak ketinggalan shalat Ashar BMW. Subhanallah! Ini bengkel barokah banget bagi saya. Pada saat bersamaan saya menikmati dunia (merawat sepeda kesayangan) tanpa meninggalkan shalat BMW. ALhamdulillah ….!!! Tak hanya itu, ternyata masjid ini juga ada taklim ba’da Ashar mealui pembacaan buku Fadhail Amal yang biasa digunakan oleh Jamaah Tabgligh. Topiknya adalah mengenai dzikrullah Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha ilallahu allahu akbar yang diganjar oleh Allah setara dengan apa-apa yang disinari di muka bumi ini. Subhanalah! Begitu utamanya pengucapan kalimah tasbih dan tahmid ini … Saya menjadi lebih bersemangat lagi kalau nggowes sambil mengucapkan Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha ilallahu allahu akbar .

Kemarin memang hari yang sangat indah bagi saya karena bisa menunaikan kewajiban pekerjaan, sekaligus

Majlis ta’lim ba’da Ashar

mendapatkan ilmu dunia dalam merawat dan mencintai sepeda dan sekaligus mendapatkan ilmu akhirat tentang meninggikan asma Allah. Alhamdulillah.

Wass,

G

Read Full Post »

Ba’da Isya tadi dapat SMS dari seorang teman:

Pada Hari Kiamat kelak, ada golongan orang yang dibangkitkan dengan wajah-wjah mereka seperti bintang gemerlap. Malaikat bertanya, “Apa gerangan amal-amal kalian?” “Kami dulu, bila mendengar Azan, segera bangkit untuk wudhu” . Kemudian dibangkitkan golongan lain, wajah-wajah mereka bak bulan purnama. Setelah ditanya, “Kami dulu, selalu wudhu sebelum masuk Waktu Sholat”. Kemudian, dibangkitkan lagi golongan lain, wajah-wajah mereka laksana matahari, mereka berkata “Kami selalu mendengar Azan di dalam Masjid”. Masya Allah …

Betapa utamanya menyambut datangnya azan sehingga yang paling utama adalah menyegerakan wudhu dan berada di masjid beberapa saat sebeum azan dikumandangkan. Semoga Allah SWT merahmati langkah kita … AMin.

Salam,

G

Read Full Post »

Dahzyatnya Ghibah

Kajian Zhuhur
Ustadz Sukeri Abdillah
Mushalla lantai 23 KPPTI
16 Pebruari 2010

Assalamualaikum wr. wb.

Seperti biasa, ini adalah catatan di HP saya yang saya ketik sambil mengikuti tausiyah utadz Sukeri Abdillah. Catatan ini mungkin ada kesaahan karena pemahaman atau faktor lain. Bila ada, mohon dikoreksi.

Sepertinya baru kemarin saya menulis tentang ghibah terkait dengan topik yang diangkat oleh buletin Khairu Ummah asuhan ustadz Ahmad Yani. Siang ini tema yang diangkat oeh ustadz Sukeri Abdillah juga sama dan ini merupakan pertanda baik bagi saya bahwa saya harus lebih hati-hati lagi dengan perbuatan yang sangat bahaya dan dilarang dengan tegas oeh Allah SWT ini. Bisa jadi ini merupakan peringatan buat saya yang diberikan oleh Allah SWT mengenai dahzyatnya ghibah dan mengapa Allah melarangnya.

Ghibah telah berkembang sesuai dengan perkembangan iptek sehingga tak hanya menyangkut pembicaraan langsung dengan tatap-muka, namun juga sudah merambah di dunia internet, tanpa disadari. Bergunjing (ghibah) sering secara tak sadar merupakan bagian dalam pembicaraan. Padahal berbicara tidak ada larangan dari Allah tapi menyertakan ghibah di dalam pembicaraan jeas dilarang tegas oeh Allah. Ghibah di sini adalah membicarakan tentang orang lain (saudara kita) dengan sebutan yang tidak ia suka, misalnya: pendek, hitam, jangkung, gendut, juling, dan sebagainya. Bila dalam urusan akhirat yaitu ibadah kita perlu tahu apa yang dianjurkan atau diperintahkan namun kalau urusan dunia kita perlu tanya apa-apa yang dilarang. Ghibah ini termasuk urusan dunia sehingga kita perlu tahu apa-apa yang dilarang. “Berbicara” jelas tak dilarang oleh Allah, namun mengghibah jelas dilarang secara tegas oeh Allah seperti tertuang di Al Quran:

Dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? (QS al-Hujurat [49]:12)

Ghibah tergolong dosa besar, setara dengan kejahatan. Ghibah memiliki side effect yg luar biasa. Maka dari itu wattakkullah (takutlah kepada Allah) dengan menjauhkan diri dari ghibah. Orang yang mengghibah maka
akan dipotong pahala kebaikannya dan kemudian Allah berikan kepada yang dighibahkan. Ada riwayat mengatakan kisah seseorang membawa satu nampan penuh makanan yang disajikan kepada orang yang mengghibahkannya sebagai tanda terima kasih karena mendapat bagian pahala kebaikan karena dighibah.
Ghibah tergolong penyakit hati yang harus disembuhkan. Ada kisah bahwa Rasul mengatakan kepada para sahabat bahwa dalam perjalanan Isra’ Mi’raj beliau mencium bau busuk yang dahzyat di sdhratul munthaha. Lalu sahabat menanyakan bau apakah itu. Rasul menjawab bahwa itu adalah baunya orang-orang pengghibah umat-umat terdahulu. Lantas sahabat bertanya mengapa bau busuk dari ghibah orang-orang terdahulu masih tercium begitu kuat. Rasul menjawab bahwa karena saat ini ghibah sudah mewabah karena hampir semuanya melakukannya.

Dampak Ghibah

Ada sebuah riwayat dimana Sofia bercerita kepada Rasulullah SAW tentang orang lain dengan sebutan-sebutan yang pada dasarnya ghibah. Rasul kemudian menghentikan cerita Sofia: “Cukuplah Sofia, tak perlu kamu lanjutkan!”. Rasul kemudian mengatakan kepada Sofia bahwa ghibah memiliki dampak sangat dahzyat dan ibaratnya bila diteteskan di lautan yang maha luas maka ghibah tersebut bisa merubah total dzat lautan tersebut.

…ghibah memiliki dampak sangat dahzyat dan ibaratnya bila diteteskan di lautan yang maha luas maka ghibah tersebut bisa merubah total dzat lautan tersebut.

Pada riwayat lain Rasulullah SAW mengisahkan bahwa ada sepasang suami-istri kaya-raya yang datang pada seorang penjual budak. Si penjual mengatakan bahwa dia tak memiliki lagi budak yang bagus, karena semuanya sudah laku dan tinggal satu. “Budak yang satu ini tidak jelek, cakep namun mulutnya berbahaya”. Namun suami-istri ini tak peduli dan tetap membei budak tersebut.Akhirnya budak tersebut dipekerjakan di rumah mereka. Setelah bekerja beberapa hari, sang budak mulai mengghibah dengan mengatakan ke si istri:

Budak: “Nyonya, sepertinya nyonya ini seperti burung dalam sangkar. Tiap hari hanya dikurung di rumah sementara suami Nyonya enak-enak di luaran sana, mungkin bersama wanita-wanita lain”.

Istri: “Oh ya? Mengapa demikian?”

Budak: “Lihat saja Nyonya, dia kan sering puang telat dan sepertinya tidak sayang sama Nyonya”

Istri: “Benar juga kamu. Lantas, apa yang perlu saya lakukan?”

Budak: “Begini saja Nyonya… Sepertinya jenggot Tuan lah yang menjadi daya pikat bagi wanita-wanita lain. Nanti malam saat dia tidur eap coba saja Nyonya ambil pisau cukur lantar cukur saja jenggotnya.”

Istri: “Ide yang bagus. Iya nanti malam saya laksanakan”.

Ternyata si Budak tak hanya memanasi sang istri namun juga si suami.

Budak: “Tuan, sepertinya Nyonya tidak sayang ya sama Tuan? Lihat saja kalau Tuan pulang dari kerja mencari nafkah, istri Tuan tak pernah menyapa mesra kedatangan Tuan. Apa itu bener?”

Suami: “Benar juga kamu, Budak. Lantas, apa yang sebaiknya aku lakukan?”

Budak: “Dilakukan test case saja Tuan.”

Suami: “Maksudmu?”

Budak: “Coba kalau bisa Tuan malam ini jangan tidur pulas, tidur ayam saja, kemudian amati apa yang dilakukan Nyonya terhadap Tuan.”

Suami: “Baik, aku lakukan”.

Malam itu juga Suami tidur setengah-setengah sambil matanya terjaga melirik seputar kamarnya. Benar saja pada tengah malam sang Istri mengendap-endap membawa pisau (bermaksud mencukur jenggot suami) sedangkan suaminya mengamati terus. AKhirnya sang Suami berhasil merebut pisau cukur dari tangan istri dan seketika menghunjam pisau cukur ke tubuh istrinya hingga roboh bersimbah darah dan meninggal dunia. Si Budak kemudian keluar rumah sambil tereak-tereak “Tuan membunuh Nyonya” berkali-kali hingga terdengar oleh keluarga si istri. Akhirnya keluarga istri tidak terima dan membunuh suami. Kemudian mereka saling bunuh-membunuh hingga akhirnya habislah satu clan. Begitulah dahzyatnya dampak ghibah, seperti dikisahkan oleh Rasulullah SAW.

Ketika ghibah sdh menjadi kebiasaan (mewabah) maka doanya tidak dikabulkan Allah SWT. Di jaman nabi Musa AS Allah pernah tak mengkabulkan doanya. Kemudian nabi Musa menanyakan ke Allah. Allah menjawab bahwa doa kaum nabi Musa tidak diijabah karena diantara kaum nabi Musa ada pengghibah. Kemudian Nabi Musa bertanya kepada Allah siapa gerangan dari kaumnya yang melakukan ghibah. Allah tidak berkenan memberi tahu karena bila Dia memberi tahu berarti telah melakukan ghibah. Kemudian Nabi Musa mengatakan ke kaumnya: “Wahai kaumku, ternyata diantara kita ini ada peng-ghibah sehingga doa kita tak dikabulkan Allah SWT”.  Kemudian kaumnya bertanya: “Ya Nabi, siapakah diantara kita ini yang disebutkan Allah sebagai peng-ghibah?”. Nabi Musa menjawab: “Allah tak berkenan memberi tahu karena berarti itu ghibah. Kalau Allah saja tidak melakukan ghibah mengapa kita yang lemah ini melakukannya?”. Akhirnya Nabi Musa dan kaumnya melakukan tobat bersama.

Ghibah yg diperbolehkan:

1. Memperjelas identitas (si Fulan yg tinggi)
2. Sedang mengungkap fakta dan data di pengadilan

Bagaimana mencegah diri dari ghibah?

Bicara yang baik saja, kalo gak bisa: diem! Ini sepertinya sederhana namun kita bisa belajar dari kisah katak yang bisa keluar dari sumur yang dalam. Seekor katak yang sedang kecebur di sumur disoraki sama teman-2 katak lainnya yang intinya mengatakan bahwa ia tak akan bisa naik lagi. Namun setelah berulangkali ia coba melompat dan berkali-kali gagal, akhirnya ia berhasil mentas dari sumur. Teman-teman katak lainnya pada heran kok bisa ya si katak tadi mentas keluar dari sumur. Ternyata akhirnya diketahui bahwa katak tersebut budheg. Dia menganggap bahwa tereakan teman-temannya pada saat mencoba keluar dari sumur adalah menyemangatinya sehingga ia nekad berusaha sekuat mungkin. Intinya, kalau kita mau menghindar dari ghibah, laksanakan semua perintah Allah dan jauhi laranganNya dan konsisten budheg seperti katak yang kecemplung di sumur.

Wass,

G

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

http://malangrentcar.files.wordpress.com/2008/10/130308p2.jpgBeberapa hari ini saya banyak berpikir dan memikirkan kembali mengenai makna hidup. Akhirnya saya kembali lagi kepada prinsip sederhana namun memberikan makna mendalam bahwa mau dibilang seperti apapun hidup ini hanyalah sebuah perjalanan. Sepertinya mudah namun tidak bagi saya. Pertama, perjalanan ini harus ada ujungnya alias harus punya sasaran yang jelas. Tanpa sasaran maka apapun yang kita lakukan / kerjakan akan mencapai ke suatu tempat atau keadaan. Apakah ini yang kita mau? Tentu tidak. Sasaran kita hanya satu: mengakhiri perjalanan ini dalam keadaan khusnul khatimah. Kedua, dalam perjalanan ini supaya kita mencapai sasaran khusnul khatimah, kita harus membentuk akhlakul kharimah. Di sini kerumitan mulai saya hadapi. Menagapa? Banyak sekali godaan untuk tidak mencapai akhlakul kharimah. Dalam sebuah taklim ba’da Zhuhur di mushalla Indosat dengan tema Delapan Cara Setan Menggoda Manusia saya belajar bahwa salah satu caranya adalah melalui hobi. Inilah yang saat ini sedang saya kendalikan, terutama mengenai hobi saya di musik dan bersepeda. Semoga Allah selalu memberikan petunjukNya sehingga saya selalu di jalan yang benar karena hanya Allah SWT lah sumber dari segala macam sumber kebenaran.

Saya jadi ingat judul sebuah buku bisnis dan manajemen karya Noel Tichy mengenai Jack Welch:

Control Your Destiny or Someone Else Will!

Wass,

G

(Ba’da Subuh, 14 Februari 2010)

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb

Allah SWT telah memberikan kesempatan emas setiap minggu kepada kita yaitu dengan adanya hari paling baik yaitu Jumat. Pada hari inilah kita disarankan memanjatkan doa kepada Allah SWT dan juga bagi laki-laki ada kewajiban menunaiakn shalat Jumat di masjid. Pada kesempatan Jumat kemarin, 12 Februari 2010 saya menjalankan shalat Jumat di kantor pusat PT Indosat di bilangan Medan Merdeka Barat, Jakarta. Seperti biasa saya selalu mencari selebaran yang biasanya diedarkan cuma-cuma saat shalat Jumat dilaksanakan. Kali ini saya mendapati lagi selebaran buletin KHAIRU UMMAh yang hampir selalu saya dapatkan pada setiap hari Jumat.

Selebaran Jumat - Jangan dibuang, sayang ...banyak ilmunya.

Topik yang diangkat saat ini adalah tentang ghibah (bergunjing) yang bahasannya sangat menarik, ditulis oleh ustadz Drs H Ahmad Yani. Sering kita tidak sadar bahwa ghibah adalah perbuatan yang dilarang oleh agama. Bahkan bila yang digunjing itu benar adanya. Subhanallah! Begitu indahnya Islam samapai kita dididik memiliki akhlak yang baik dengan tidak membicarakan orang lain dari belakang (yang dibicarakan tidak ada di sekitar kita). Bahkan Rasululloh SAW pernah menegur Aisyah ra telah melakukan ghibah ketika Aisyah mengatakan tamu yang baru saja pergi orangnya pendek. Meskipun memang tamu tersebut pendek, hal ini tetap dilarang oleh Allah SWT.

Dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? (QS al-Hujurat [49]:12)

Betapa keras teguran dari Allah SWT terhadap orang yang menggunjingkan orang lain. Kita memang dituntut memiliki akhlak mulia bila kita tergolong manusia yang bertakwa kepadaNya. Kita harus menjaga lidah kita dengan baik, jangan sampai keluar kata-kata mengandung ghibah.

Di buletin sederhana ini dibahas dengan tuntas tentang ghibah, terutama mengenai dalil-dalil yang mendukungnya plus contoh keseharian yang mungkin sebagian orang bahwa dirinya secara tak sadar telah melakukan ghibah.

Ungkapan seperti: “Saya berlindung kepada Allah SWT dari perbuatan tidak tahu malu ini, semoga Allah SWT menjagaku dari perbuatan itu” namun ditujukan sebagai ungkapan rasa ketidak-senangan kepada orang lain. Ini jelas tergolong seburuk-buruknya bentuk ghibah. Kenapa? Karena menyertakan doa di dalam mengekspresikan ketidaksenangan kepada orang lain.

Selebaran Yang Bermanfaat

Terlepas dari topik ghibah, saya merasa bahwa di hari Jumat banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil, selain mengikuti khutbah Jumat ayng mengajak kita kembali ke iman dan takwa. Tersebarnya buletin yang dibagikan gratis pada saat kita memasuki masjid merupakan mutiara ilmu yang luas dan dalam. Saya sedih ketika orang mengambilnya kemudian membaca hanya sampai sebelum khutbah tiba dan kemudian membuang atau meninggalkan bultein tersebut terserak di lantai masjid. Bagi saya, justru buletin-buletin tersebut harus kita kumpulkan dan dikoleksi sebagai bahan bacaan setiap saat kita memerlukannya. Saya mengkoleksi banyak sekali buletin gratis ini karena isinya bagus sekali. Di beberapa masjid bahkan dibagikan materi kutbah Jumat minggu sebelumnya, seperti yang secara rustin dilakukan oleh masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia.

Mari kita jaga ilmu allah yang ditulis oleh ulama atau ustadz-ustadz berilmu dalam selebaran atau buletin Jumat ….karena banyak sekali ilmunya.

Wass,

G

Read Full Post »

Melihat judulnya, saya belum begitu “ngeh” tentang apa yang terkandung di dalam buku ini. Namun sub judul nya mengungkap denga jelas karena tertulis “Kisah Nyata Membesarkan Anak Menjadi Hafiz Al Qur’an dan Berprestasi“. Rupanya, setidaknya bagi saya pribadi, kata “bintang” Al Qur’an belum memberikan makna yang cukup bagi saya bahwa itu artinya “Hafiz” (hafal).

Namun, terlepas dari judul, kandungan kisah nyata yang dimuat dalam buku ini sungguh memberikan inspirasi kuat bagi keluarga muslim di Indonesia. Membaca buku ini mengalir saja begitu nikmatnya sambil berdecak kagum hamper di setiap halaman buku yang say abaca melihat kisah nyata ini. Menurut saya ada tiga hal pokok yang bisa dipelajari dari buku ini. Pertama, buku ini menguatkan keyakinan kepada kita, dan tentu saja meningkatkan iman, bahwa Al Qur’an merupakan satu-satunya landasan hidup yang harus kita yakini sekaligus jalankan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, buku ini membuka mata hati kita bahwa keyakinan dalam memperdalam ilmu ukhrawi (akhirat) tidak hanya menambah berkah akhirat, tapi duniapun kita mendapatkannya. Ketiga, mendidik anak-anak menjadi hafiz Qur’an ternyata bisa dilakukan oleh siapapun asal iman kita kuat dan hanya ingin mendapatkan ridhla Allah SWT.

Di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, sepasang suami istri (mas Tamim dan mbak Wiwi) telah memiliki tekad kuat membangun keluarga berlandaskan Al Qur’an. Ini memberikan teladan kepada kita semua bahwa kedahzyatan Al Qur’an tak hanya diucapkan atau diyakini saja, namun dijalankan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui sebuah keluarga. Subhanallah! Seringkali orang mengatakan bahwa Al Qur’an merupakan landasan hidupnya yang paling utama. Namun sangat jarang yang mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan meyakini sepenuhnya bahwa menerapkan Al Quran dalam keseharian merupakan solusi paripurna karena Al Qur’an adalah Kitabullah, berisi firman-firma Allah SWT. Dan, apa yang difirmankan Allah SWT sudah pasti 100% benar, tanpa ada sedikitpun keraguan.

Mas Tamim dan mbak Wiwi menjalani kehidupan membangun keluarga sakinah, mawadah wa rohmah melalui tarbiyah Islami yang kuat kepada anak-anaknya yang berjumlah sebelas. Pasangan ini berani tampil beda dengan menjalankan syariat Islam secara benar. Pada saat orang belum berjilbab, mbak Wiwi telajh memulainya. Termasuk pada saat menikah, pasangan ini tidak melalui proses pacaran seperti remaja dewasa ini, karena di Islam konsep pacaran sebenarnya tidak ada. Pasangan ini begitu yakin dalam meraih ilmu ukhrawi sehingga Allah SWT tak hanya memberi ganjaran akhirat namun anak-anak pasangan ini berprestasi cemerlang di dunia. Misalnya, si sulung Afzalurahman Assalaam adalah mahasiswa tingkat akhir ITB jurusan Geofisika. Adiknya, Faris, kuliah tingkat akhir di Fakultas Syariah LIPIA, Jakarta. Anak ketiga, Maryam Qoninat, saat ini kuliah di Kairo. Anak keempat, Scientia Afifah Taibah, adalah mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Dan seterusnya …semuanya adalah anak-anak yang berprestasi tak hanya di sekolah namun juga di kegiatan organisasi keIslaman. Subhanallah …!

Ternyata, mendidik anak-anak menjadi hafiz Al Qur’an sangatlah mungkin dilakukan. Mengapa? Ada kabar baik yang perlu saya sampaiakan, setelah membaca buku ini bahwa: pasangan mas Tamim dan mbak Wiwi ini bukanlah hafiz Al Qur’an. Artinya apa? Bagi Anda yang tak hafiz Al Qur’an sebagai orang tua, tak perlu berkecil hati, belajarlah dari buku kecil bermanfaat luar biasa ini. Syaratnya hanya satu saja: Anda YAKIN seratus persen bahwa Al Qur’an merupakan landasan hidup yang paling benar dan wajib dijalankan. Kalau Anda ragu, atau sekedar “nice to have” saja, ya mana mungkin Anda bisa mendidik anak sebagai hafiz Al Qur’an. Mungkin Anda bertanya, kenapa musti dihafal sih Al Qur’an itu? Yang penting kan dipahami dan dijalankan, betul? Ya betul tapi kurang tepat karena ternyata ada tingkatannya:

  1. Meyakini
  2. Membaca dengan tartil
  3. Memahaminya
  4. Mengamalkannya
  5. Memperjuangkan, menyebarkan, mendakwahkan, dan
  6. Menghafalkannya.

Terus, mau tahu resepnya bagaimana mas Tamim dan mbak Wiwi membangun keluarganya? Ini dia:

  • Tidak ada TV di dalam rumah
  • Tidak ada gambar syubhat karena malaikat tak mau masuk rumah yang ada gambar syubhat
  • Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan musik Islami seperti nasyid
  • Tidak ada ucapan-ucapan kotor dan diganti dengan ucapan-ucapabn baik.

Masih ada resep lainnya dan rasanya tak ka nada habisnya dibahas dib log ini. Saya sarankan Anda membaca sendiri bukunya. Tak akan rugi membacanya karena ini sama saja dengan menuntut ilmu.

Wass,

G

Read Full Post »

Catatan Majlis Taklim

Kajian Zhuhur Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia

21 Januari 2010

Bedah Buku: “Membongkar Rencana Israel Raya”

(Herry Nurdi)

Assalamualaikum wr wb

Sehari sebelum acara, saya mendapat telp dari mas Herry Nurdi sang penulis buku dan pemred majalah Sabili, mengundang untuk acara ini. Karena sudah lama tak mendapat tausiyah dari ustd Herry dan sekaligus ingin membeli bukunya, saya usahakan hadir meski lokasi saya tadinya di Kuningan. Alhamdulillah…saya selamat sampai di tujuan sebelum adzan dimulai sehingga saya kebagian Zhuhur BMW. Ini petikan catatan kecil saya selama kajian berlangsung, sambil menyimak ustadz Herry Nurdi memaparkan pikirannya:

Untuk membahas mengenai yahudi, umumnya surah Al Baqarah ayat 120 sering kali digunakan sebagai acuan:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan  sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)

Pengaruh Yahudi merusak tiga sistem:

  1. Sistem Nilai.
  • Baru-baru ini di Pemalang ada penggantian kelamin dari Yanto menjadi Nadila, dan ini kita terima.
  • Kemudian dewasa ini sedang diributkan mengenai fatwa haram foto pribadi sehingga banyak reaksi menentang tanpa melihat esensi fatwanya.
  • Di Yogya, tepatnya di masjid UGM ada ustadz  Maulana yang secara konsisten mengamati bila ada orang berjalan berduaan, laki-laki dan perempuan. Pertama sang ustadz menanyakan apakah lawan bicaranya merupakan muhrimnya. Kalau tidak, maka ustadz Maulana menganjurkan melalui teguran halus namun tegas bahwa mereka sebaiknya tidak berjalan berduaan bila bukan muhrimnya.
  • Menurut survey, 63% mahasiswa telah melakukan hubungan seks pranikah.

Perusakan system nilai ini biasanya mencakup empat hal: SFFF (sex, food, festival, dan fashion). Sex telah dikondisikan sebagai kebutuhan biologis tak ada hubungannya dengan moral.  Penderita HIV di Indonesia mencapai angka yang fantastis, yaitu 15,800. Sangat mengherankan bahwa jumlah tertinggi pertumbuhannya (60%) justru di Sumbar. Dalam hal Food – narkoba. Dalam 1 hari jumlah korban tewas akibat narkoba (menurut data BNN) adalah 41 orang! Selain itu, makanan cepat saji juga sangat merusak dalam kandungan gizinya. Festival – pesta tahun baru yang mewabah kalangan remaja bahkan hingga orang tua – untuk apa? Sepanjang hari di tv ada musik terus menerus tiada hentinya sehingga mengajak umat menjauhkan diri dari beribadah (shalat, baca Quran, dsb.). Belum lagi Piala dunia (bola) dimana orang rela untuk bangun malam guna menyaksikannya edangkan shalat tahajjud malas mendirikan. Dalam hal Fashion, pengaruh Yahudi juga sangat kuat dalam tata busana kita yang beahkan meninggalkan syariat Islam.

  1. Sistem Nasionalisme. Dependensi terhadap IMF begitu kuatnya sehingga tidak mandiri sebagai suatu bangsa yang besar. Tekanan IMF sedemikian rupa kuatnya. Ustadz Herrt juga member contoh bahwa seorang calon menteri berinitial SS akhirnya gagal menjadi menteri krn pernah tidak mendapatkan visa ke Amerika.
  2. (belum sempat disebutkan)

Bagaimana mengalahkannya? Kata Allah:

1. Jangan cari cara lain selain Quran

2. Jangan turuti hawa nafsu untuk mengikuti cara mereka

10 kriteria muslim (hanya sempat dibahas 4 saja):

  1. Akidah yg lurus. Menyembah hanya kpd Allah
  2. Ibadahnya harus baik. Saf dirapatkan dan diluruskan. Mencobtoh Rasul. Ada sahabat tidak pernah makan semangka gara-gara belum pernah melihat bagaimana Rasul membelahnya.
  3. Akhlak yg kokoh
  4. Intelektual yg cerdas

Sebaik-baiknya diantara kamu adalah yg membaca Quran dan mengajarkannya.

Wass,

G

Read Full Post »