Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2018

Doa itu teramat penting. Doa adalah ibadah yang paling mulia. Lihat saja, mushaf Al-Qur’an dimulai dengan surat Al-Fatihah yang di dalamnya terdapat doa dan ditutup dengan surat An-Nas yang di dalamnya juga terdapat doa.

Allah sendiri memotivasi kita untuk banyak berdoa karena Allah begitu dekat dengan orang yang banyak berdoa kepada-Nya. Allah pun mudah mengabulkan doa-doa.

(“50 Doa Mengatasi Problema Hidup” – Muhammad Abduh Tuasikal, 2017)

Al Baqarah 186

Advertisements

Read Full Post »

Buku ini dibahas oleh ustadz Dr. Khalid Basalamah di Masjid Nurul Iman, Blok M Square, setiap Rabu bada Maghrib. Ini hanya ringkasan satu halaman saja. Membaca buku dan menghadiri majelis ilmu lebih afdhol lagi.
Ini sebagai teaser saja. Semoga bermanfaat.
Sebagian dari catatan kajian setiap Rabu juga ada di blog ini. Silakan …

Slide1

Read Full Post »

31 Sebab Lemahnya Iman

Ringkasan buku bagus “31 Sebab Lemahnya Iman” dalam format satu halaman (one-pager). Semoga bermanfaat:

Slide1

Read Full Post »

Ringkasan Khutbah Jumat di Masjid Jami Nurul Ikhlas, 30 Maret 2018 oleh Ustadz Harir Rijal. Kali ini dipadatkan dalam bentuk satu halaman agar mudah diingat di kemudian hari. Semoga bermanfaat.

Slide1

Read Full Post »

Copas dari WA:

Malu Itu Usia bertambah, Amal tidak tambah. Makin tua, Makin tamak dunia.

Semoga dimudahkan beramal dan membantu sesama.

Merupakan penyesalan, usia bertambah tetapi amal tidak bertambah.

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang (usia bertambah), namun amalanku tidak bertambah.” [Lihat Miftahul Afkar dan Mausu’ah khutab Al-Mimbar ]

Makin tua seharusnya sudah siap-siap menghadapi kematian bukan semakin tamak dengan dunia. Tanda-tanda sudah ada:

-Rambut mulai memutih: tinggalkanlah dunia hitam jika digeluti selama ini.

-Badan mulai membungkuk: Hentikan membusungkan dada dan mendongakkan kepala karena sombong.

Kematian sudah hampir mendekat dan menghancurkan kelezatan dunia yang selama ini membuat lalai akan akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian ”. [HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi ]

Khusus bagi mereka yang sudah mendekati usia 60 tahun maka ada himbauan khusus.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah telah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga mencapai usia 60 tahun.”[HR. Bukhari 6419 ]

Maksudnya adalah umur 60 tahun seharusnya tidak bisa menjadi udzur lagi yaitu beralasan masih punya umur untuk menunda melakukan kebaikan dan menunda bertaubat, karena umur 60 tahun sudah sangat dekat dengan kematian.

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,

“Makna hadits yaitu tidak tersisa lagi udzur/alasan misalnya berkata, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.” [Fathul Bari Libni Hajar Al-Asqalani 11/240 ]

Demikian semoga bermanfaat

(Ustadz Raehanul Bahraen)

Read Full Post »

Mencoba membuat ringkasan buku dalam satu halaman:

Slide1.png

Read Full Post »

Catatan khutbah Jumat di Masjid Jami’ Baiturrahmah, Cawang, 23 Maret 2018

img20180323113655-1650953795.jpg
Khatib Jumat kali ini menekankan: jangan remehkan urusan ibadah karena hal yang mungkin dianggap kecil, misal ngomongin orang atau tidak bersuci setelah buang air kecil, udah mendapatkan siksa kubur yang dahzyat.
Di akhirat nanti kita tak akan ditanya mobil apa yang kita pakai atau rumah seperti apa yang kita huni ketika di dunia. Namun kita ditanya: apakah setelah buang air keci kita bersuci? Apakah sebelum shalatt kita berwudhu? Apakah kita puasa di bulan Ramadhan — dan sebagainya.
Jadi, jangan pernah remehkan urusan ibadah karena itu amat penting bagi kita kelak.

Read Full Post »

Older Posts »