Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2017

Pada suatu hari Abdullah bin Mas’ud r.a. berjalan-jalan dikota Kufah, tiba-tiba bertemu dengan orang-orang fasiq sedang berkumpul minum khamar dan ada penyanyinya bernama Zadan. Ia memukul rebana sambil bernyanyi dengan suara yang merdu. Abdullah bin Mmas’ud berkata: “Alangkah merdunya suara itu andaikan digunakan untuk membaca Al-Quran.” dan Abdullah terus berjalan. Tiba-tiba Zadan terdengar apa yang dikatakan oleh Ibn Mas’ud itu lalu ia bertanya kepada orang-orang: “Siapakah orang itu?” Dijawab oleh orang-orang: “Itu Ibn Mas’ud, sahabat Rasulullah SAW.” Lalu ia berkata apakah?” Tanya Zadan. Jawab orang-orang itu: “Ia berkata, alangkah merdu suara itu andaikan digunakan untuk membaca Al-Quran.”

Perkataan itu benar-benar meresap dalam hati Zadan sehingga segera ia berdiri dan membuang rebana yang ada ditangannya lalu lari mengejar Ibn Mas’ud dan mengikat saputangan dilehernya sendiri sambil menangis dihadapan Ibn Mas’ud, maka dipeluk oleh Abdullah bin Mas’ud dan bersama-sama menangis, kemudian Abdullah bin Mas’ud berkata: “Bagaimana saya tidak akan sayang pada orang yang disayangi ALLOH SWT” Lalu ia tetap taubat dan selalu mendekati Abdullah bin mas’ud untuk belajar ilmu Al-Quran sehingga menjadi orang alim yang banyak meriwayatkan hadis dari Abdullah bin Mas’ud r.a.
Maasya Allah …


Saya ambil kisah ini dari link berikut (saya sudah memberi tahu pemiliknya):

Advertisements

Read Full Post »

Sebenarnya tanggal 28 Oktober 2017 sudah jauh hari sebelumnya kami (istri dan saya) rencanakan untuk dua hal: mengahdiri undangan hajatan kakak saya, Jokky W Hidayat, yang menikahkan putra keduanya: Andy Darius, di Ayana Resort & Spa, Jimbaran Bali dan sekaligus berlibur. Manusia hanya bisa merencanakan karena qadarullah istri saya sakit sejak 3 hari sebelum keberangkatan. Bahkan, sehari sebelum berangkat istri saya sempat menjalani tes darah dan positif typhus meski masih belum parah. Maka hari Jumat malam, 27 Oktober, istri saya harus diinfus di klinik Yadika yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal kami. Infus berakhir pukul 23:30 dan setelah sampai rumah saya putuskan berangkat sendiri karena undangan hajatan harus merupakan prioritas. Namun saya juga tak mungkin melanjutkan liburan sendiri sehingga harus dilakukan penjadwalan pulang ke Jakarta sesegera mungkin (Ahad pagi dengan pesawat jam 7:00 dari Denpasar) dan booking hotel di Kuta harus dibiarkan hangus.

Alhamdulillah sampai di Denpasar jam 10:25 dan dijemput sendiri oleh mas Jokky yang sudah berada di Bali sejak hari Rabu atau 3 hari sebelum jadwal acara. Sebelum menuju hotel tempat saya menginap di SwissBelhotel Rainforest, kami sempat mampir di supermarket Hardys dan kemudian makan siang di Nasi Pedas Bu Andika. Tanpa disangka sebelumnya, saya juga jumpa mitra kerja saat membantu kantor Wapres di tahun 2012 yang lalu (era Pak Boediono), Owen Podger, seorang warga Australia yang sudah lama tinggal di Bali. Kami sempat mengobrol sejenak karena sudah lima tahunan tidak bertemu. Warung Nasi Pedas Bu Andika ternyata memang menyajikan makanan yang asik, terutama saya paling suka justru sayur tempenya. Mantab.

Bertemu Owen Podger di Hardys

Bersama mas Jokky di Nasi Pedas Bu Andika

Setelah itu saya diantar mas Jokky ke hotel untuk istirahat karena jam 16:30 rencananya baru menuju ke Ayana di Jimbaran bersama dua kakak saya lainnya (mas Henky dan mas Boedi) yang menginap di hotel yang sama. Mereka berdua sedang pergi ke kampung sasli Bali di Bangli dan baru nyampe hotel pukul 16:00. Memang mereka berangkat ke Bali sejak Jumat sore.

Sedikit tentang mas Jokky … Sebenarnya momen dijemput oleh mas Jokky ini sangat mengesankan saya karena memang sejak dulu saya dekat dengan mas Jokky karena dia kakak saya langsung, saya bungsu (nomer 4) sedangkan mas Jokky nomer 3. Beda usia kami cukup jauh, 5 tahun, sedangkan mas Jokky ke mas Henky (no.2) beda 2 tahun dan mas Henky ke mas Boedi (mas nDoet) berjarak 2 tahun. Jelas masa kecil saya lebih dekat (secara usia main) ke Mas Jokky meski tentu saja saya dianggap “anak kecil” saat itu. Hebatnya, mas Jokky gak pernah menganggap saya anak masih kecil. Jadi ya kita enjoy aja main. Mas Jokky ini otaknya encer alias pinter banget, sehingga saat SD dia sempat lompat tak perlu melalui kelas 5 langsung kelas 6. Karena ayah kami meninggal pada saat saya berusia 5 tahun, mas Jokky kemudian dipungut oleh tante saya dan hijrah ke Jakarta.  Karena dia tinggal di Jakarta itulah, maka kalau pas liburan mas Jokky pulang ke Madiun, kami langsung “melepas rindu”. Lucu sekali dulu kami saat kecil sering berujar kalimat “Aku seneng sama kamu” dan berlaku timbal balik. Kalimat itupun kemudian menjelma menjadi jawilan (colekan) yang maknanya sama: “Aku seneng sama kamu”. Demikian juga kalau saya ke Jakarta, saat itu Tante saya dimana mas Jokky tinggal, beralamat di Jl. Jawa (sekarang HOS Cokroaminoto, Menteng). Kami sering berujar kalimat itu saat berada di Jl. Jawa itu. Itulah saat pertama kali saya melihat pesawat televisi dimana yang siaran adalah Pak Sambas dengan TV hitam putih.

Deja vu! Saat di dalam mobil di Ngurah Rai, saya teringat langsung dengan suatu momen dimana saat itu saya masih SMP, sekitar tahun 1974, saya ke Jakarta naik kereta dan dijemput oleh mas Jokky di stasiun Gambir. Saya sendiri saat itu dan ketika masuk ke dalam mobil VW kodok, saya ingat sekali mas Jokky nyetel kaset Genesis “Selling England By The Pound” rekaman Yess. Meski saat itu saya sudah suka grup Yes album “Fragile”, namun album Genesis yang disetel mas Jokky tersebut saya belum kenal. Nah! Kejadian penjemputan di Ngurah Rai ini mengingatkan saya pada kejadian di tahun 1974/1975 ini. Memorable pol! bayangkan lho, setelah 42 tahun kemudian!!!!

Ayana Resort & Spa memiliki arti khusus bagi saya. Bukan karena saya penggemar wisata namun justru pada tahun lalu saya sempat membantu MidPlaza Group dalam pekerjaan kajian struktur organisasi MP Group dalam rangka membentuk Holding Company. Ayana merupakan salah satu hotel yang dimiliki oleh MP Group. Alahamdulillah akhirnya saya bisa mengunjungi hotel ini meski pekerjaan konsultansi dalam kajian Holding Company sudah selesai tahun lalu. memang hotel ini bagus sekali dengan area yang amat luas yakni 90 hektar di pinggir pantai Jimbaran.

Ki-ka: Boedi, Henky, Jokky dan saya

17939_234164703808_7081676_n

Foto kami berempat saat nikahan mas Henky (1980).  Ki-ka: mas Jokky, saya, mas nDoet dan mas Henky di rumah Jl. Sumatra no. 26 (sekarang nomer 28) Madiun.

 

Ayana Resort & Spa.

Setelah acara selesai, kami bertiga kumpul di kamarnya mas Henky sekedar ngobrol santai hingga pukul 01:00 dini hari. Jarang sekali kami bisa kumpul bertiga seperti saat ini kalau tak ada hajatan mas Jokky. Alhamdulillah. Ini juga sangat langka kami bertiga bisa ngobrol santai lagi karena di Jakarta masing-masing dari kami sudah punya kesibukan sendiri-sendiri sehingga sulit sekali mencocokkan waktu. Di masa lalu juga langka kejadian seperti ini karena jarak usia saya dengan mas Henky cukup jauh: 7 tahun dan dengan mas nDoet 9 tahun. Tentu saja saya dianggap anak “pupuk bawang”. He he he ….. Namun, mas henky sempat tinggal se rumah dengan saya dan almarhumah ibunda di Madiun kala itu, sampai mas Henky kuliah di UGM dan tinggal saya dan ibu di rumah sampai dengan saya lulus SMA tahun 1979. Waktu berjalan begitu cepat sekali.

Ahad pagi bada Subuh (04:34) saya harus bergegas ke airport dengan memesan Grab. Pihak hotel tidak menyerankan saya memesan taksi daring karena sering bentrok dengan transportasi lokal lainnya. Namu saya akalin juga dengan cara pick-up point nya di Indomart yang letaknya bersebelahan dengan hotel. Aman. Perjalanan ke airport hanya butuh waktu 20 meit saja. Karena saya sudah web check in, saya tinggal datang ke counter Garuda untuk cetak boarding pass. Waktu pasih pagi sekali jam 5:47 padahal boardingnya 6:40. Saya berencana ngopi di terminal keberangkatan. Eh ….ada sosok yang saya kenal, namun saya ragu. Namun kemudian beliau menegur saya dan berdiri menghampiri saya: “Pak Gatot! Wah …apa kabar?”, sapa Pak Ari Askhara. Saya kenal beliau saat membantu Pelindo III di Surabaya pada tahun 2014. Pada saat itu beliau sebagai Direktur Keuangan pelindo III. Pada tahun 2016 beliau menjadi Direktur Human Capital di WIKA dan saya diminta membantu beliau dalam membangun culture baru di WIKA. Namun bulan Juli tahun ini Pak Ari sudah tak di WIKA lagi karena Kemen BUMN menugaskan beliau sebagai Direktur Utama Pelindo III. Luar biasa karirnya, cepat menanjak.

Saat di airport sebenarnya pak Ari bersama empat orang lainnya. Tadinya saya rencana sekedar bersalaman saja dan kemudian pergi. Eh ternyata malah diminta gabung ngopi bersama. Maka terjadilah diskusi banyak hal sambil menunggu boarding. Qadarullah — skenario Allah Taala selalu yang terbaik karena saya tak pernah menyangka bisa bertemu pak Ari di sini. Rupanya beliau sedang ada program BUMN Mengajar di Universitas Udayana. Sejak beliau menjabat Dirut, saya sudah sulit berkomunikasi lagi karena memang kesibukannya luar biasa tentunya. Namun tadi pagi Allah Taala mempertemukan lagi saya dengan beliau dan beliau minta saya membantu Pelindo III lagi dan minta saya menghubungi Direktu lainnya yang terkait dengan bidang saya. Alhamdulillah … terima kasih Ya Allah … Alhamdulillah … Hal seperti ini memang harus disyukuri meski masih belum menjadi sebuah consulting project. In syaa Allah …. Salah satu credo saya dalam mengerjakan jasa konsultansi adalah “exceeding customer expectations” termasuk pada saat saya membantu Pak Ari di WIKA. Beliau saat itu supportive sekali dan selalu mengikuti saya pada sesi2 penting di luar kota misalnya Makassar, Surabaya dan Medan untuk membuka FGD. Nah, pada saat beliau memperkenalkan saya ke empat orang yang berada di airport Denpasar pagi ini, beliau dengan semangat mengintrodusir saya dengan kalimat pendek namun membuat saya terkesan: “Kenalin nih Pak Gatot yang telah membantu saya melakukan perubahan di WIKA!”.  Alhamdulillah ….

Meskipun liburan tertunda, namun Allah punya skenario yang jauh lebih baik. Alhamdulillah ….

 

Read Full Post »

Tingkatan sabar tertinggi adalah sabar dalam menjalankan ketaatan sedangkan paling rendah adalah sabar dalam menghadapi musibah.  Simak ustadz Oemar Mitta di video ini.  Dahzyat!

 

Video ini baru saya dapatkan kemarin pada saat saya berada di salah satu kamar di Swiss-BelHotel Rainforest, Kuta Bali, untuk menghadiri hajatan kakak saya, Jokky Hidayat. Sambil istirahat siang hari saya simak video ini via wifi nya hotel. Manatab sekali dan saya terkesima sampai mengulanginya tiga kali. Saya sari patikan sebagai berikut tiga tingkatan sabar yang dimaksud ustadz Oemar Mita, Lc. :

Tingkatan SABAR

Kesolehan pribadi, berbanding lurus dengan pengabdian kepada kedua-orang tua. Merawat orangtua yang berusia 50 tahun lebih rendah pahalanya dibandingkan merawat orang tua yang usianya 80 tahun karena diperlukan kesabaran luar biasa.

  1. Tidak diterima shalatmu sebelum engkau bayarkan zakatmu
  2. Syukur kita tak diterima tanpa taat ke Rasul
  3. Syukurnya kita tak diterima Allah sampai kita syukur kepada orangtua kita

Maasya Allah ….

Read Full Post »

Mengikuti Jadwal Allah

Seorang teman saya mengatakan: “Kita ikuti saja jadwal Allah.” Benar juga,  kalau kita ikuti jadwal Allah Taala,  setiap sendi kehidupan akan berjalan lancar.  In syaa Allah. Dalam sebuah workshop yg saya selenggarakan,  dengan sengaja saya susun agenda mengikuti jadwal shalat fardhu.  Memang sepertinya aneh karena umumnya yang namanya ishoma (istirahat,  sholat dan makan)  dimulai pukul 12:00 dan diakhiri 13:00. Namun suatu ketika, workshop saya diselenggarakan di Surabaya dimana Dzuhur nya pukul 11:21. Ketika saya umumkan agenda,  ada peserta yang tanya mengapa istirahat siang kok bukan jam 12:00. Jawab saya singkat: “Kita ikut jadwal Allah”. Alhamdulillah,  ternyata sebagian besar mendukung.

Screenshot 2017-10-29 22.49.52

Bagi Muslim,  tentu merupakan waktu yang tepat untuk shalat fardhu berjamaah tepat pada waktunya.  Waktu shalat fardhu pada hakikatnya bersifat non-negotiable kecuali ada uzur syarii misalnya sakit atau terkena musibah. Artinya,  sebagai penyelenggara workshop kita wajib menghormati ketentuan Allah ini karena sholat fardhu terbaik adalah pada waktunya, berjamaah.  Hal ini perlu ditekankan karena peserta workshop adalah customers yang tidak hanya perlu kita puaskan namun juga kita hargai hak-hak mereka untuk shalat pada waktunya.

Bagi yang non-muslim,  hal ini justru memberikan kebebasan bagi mereka untuk bisa istirahat lebih awal dan juga bisa menikmati hidangan makan siang terlebih dulu.  Umumnya,  hotel sudah siap dengan menu makan siangnya sekitar jam 11:00 sehingga memberikan waktu yang cukup buat mereka bersantai. Meski biasanya saya hanya memberi waktu total satu jam,  namun tetap saja bagi non-muslim merupakan timing yang tepat.

Read Full Post »

Hikmah Hati

“Wahai Syaikh, manakah yang lebih baik, seorang muslim yang banyak ibadahnya tetapi akhlaqnya buruk ataukah seorang yang tak beribadah tapi amat baik perangainya pada sesama?”,

tanya seorang pemuda.
“Subhaanallah, keduanya baik”,

ujar sang Syaikh sambil tersenyum.
“Mengapa bisa begitu?”,

desak si Pemuda.
“Karena orang yang tekun beribadah itu boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk berakhlaq mulia bersebab ibadahnya. Dan karena orang yang baik perilakunya itu boleh jadi kelak akan dibimbing Allah untuk semakin taat kepadaNya.”
“Jadi siapa yang lebih buruk?”,

desak si Pemuda penasaran.
Air mata mengalir di pipi sang Syaikh.
“Kita Anakku”, ujar Beliau.
“Kitalah yang layak disebut buruk sebab kita gemar sekali menghabiskan waktu untuk menilai orang lain dan melupakan diri kita sendiri.” Beliau terisak-isak. “Padahal kita akan dihadapkan pada Allah dan ditanyai tentang diri kita, bukan tentang orang lain.”

Read Full Post »

Hari ini agak siang berangkat gowes ke Graha Surveyor Indonesia di Jl.  Gatot Subroto.  Karena malamnya kurang tidur,  saya putuskan ambil jalur yang paling minim tanjakan sehingga saya pilih via Jl.  Pancoran,  Tanah Kusir,  kemudian ke Trunojoyo,  Gunawarman, Cikatomas, Tendean dan perempatan Kuningan. Macet dahzyat di perempatan Kuningan hingga saya menggunakan jalur jalan kaki dan sepeda saya tuntun.  Alhamdulillah pukul 9:20 sudah tiba di tujuan.  

Meeting jam 10:00 dan selesai 10:45. Efektif karena memang agenda meetingnya hanya membahas dua hal dalam rangka persiapan pembahasan dengan Direksi pada pekan depan.  Setelah meeting saya baca buku Baldridge Quality Analysis yang ada di rak buku lantai 4 yang sekaligus merupakan perpustakaan.  Meski buku ini terbitan 1992 namun isinya masih relevan dan Malcolm Baldridge Award masih digunakan hingga kini. Setelah itu saya makan siang (maklum gak sarapan pagi) di kantin Ojo Lali yg ada di lobby belakang gedung. 

Kemudian shalat Dzuhur berjamaah di mushalla B2, sekaligus ikut kajian oleh ustadz Rusdi. Sekurangnya ada tiga hal yg Rasulullah tidak pernah lakukan:

  1. Mencela makanan
  2. Menyakiti pembantu
  3. Memukul istrinya

    Setelah itu saya gowes ke Blok M Square karena hari tidak panas,  mendung,  sehingga enak sekali buat gowes.  Sempat ketemu Teguh Ariyadi yang menyapa saya di pintu masuk sisi Pasaraya.  Kami sempat ngobrol sejenak.  Barulah saya menuju lantai Basement,  dengan melipat-sorong sepeda saya,  menikmati jenang sumsum plus cenil yg dijual oleh warung Rezeki di Basement,  dekat Bakmi Don Don. 

    Sekitar jam 14:00 gowes pulang dan alhamdulillah masih mendung dan tiba di rumah sebelum Ashar.  Bada Ashar,  ngopi…. tanpa susu,  tanpa gula.  Mantab.  Kali ini nyeduh kopi sendiri karena istri sakit flu berat. Syafakillah. 

    Read Full Post »

    Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.
    Al-Qur’an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur’an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur’an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya).
    Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.
    Sebagaimana surat-surat Al-Qur’an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.
    Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur’an serta mengamalkannya.
    KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN
    Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.
    Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya).
    HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’
    Adapun hadits-hadits yang semuanya dha’if (lemah) dan atau maudhu’ (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut :
    Hadist 1
    Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).
    Keterangan: Hadits ini Palsu.
    Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits. (Periksa: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).
    Hadits 2
    Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”
    Keterangan: Hadits ini Lemah.
    Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia munkarul hadits. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). (Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).
    Hadits 3
    Artinya: “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid.”
    Keterangan: Hadits ini Palsu.
    Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).
    Hadits 4
    Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya.”
    Keterangan: Hadits ini Lemah.
    Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.
    (Periksa: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).

    Hadits 5
    Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).
    Keterangan: Hadits ini Palsu.
    (Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).
    Hadits 6
    Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).
    Keterangan: Hadits ini Palsu.
    (Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).
    Hadits 7
    Artinya: “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”
    Keterangan: Hadits ini Palsu.
    Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 304 8) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya. (Periksa: Silsilah Hadits Dha’if no. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata: Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i: Muqatil bin Sulaiman sering dusta.
    (Periksa: Mizanul I’tidal IV:173).
    Hadits 8
    Artinya: “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.”
    Keterangan: Hadits ini Lemah.
    Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru. (Periksa: Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283).
    Hadits 9
    Artinya: “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.”
    Keterangan: Hadits ini Lemah.
    Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).
    Hadits 10
    Artinya: “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.”
    Keterangan: Hadits ini Palsu.
    Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia munkarul hadits. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadits. (Periksa: Mizanul I’tidal IV : 90-91).
    PENJELASAN
    Abdullah bin Mubarak berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadits-hadits tentang fadhilah surat-surat tertentu). Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur’an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Periksa: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).
    KESIMPULAN
    Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur’an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu A’lam.
    ***

    Penyusun: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

    Dipublikasikan kembali oleh http://www.muslim.or.id dari blog Abu Aufa
    ~Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal~

    Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma’had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin ‘Abdullah bin Hamad Al ‘Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

    Read Full Post »

    Older Posts »