Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2008

Renungan buat Palestina

Assalamualaikum wr wb.

301220082475Saya tidak tahu musti memulainya dari mana tapi yang jelas, begitu saya melihat berita ini pertama kali ba’da Subuh setelah menikmati kuliah Subuh Mama (Dedeh) & Aa’ di stasiun TV swasta. Sungguh hati saya trenyuh melihat apa yang terjadi di bumi Palestina. Saya membayangkan bagaimana bila saya berada di sana. Sudah pasti saya tidak akan bisa menulis di blog seperti saat ini. Jangankan menulis di blog, hampir dipastikan saya akan disibukkan dengan mengurus korban (yang mungkin juga sanak saudara saya sendiri) dan juga kesibukan mencari makan dan minum yang langka sekali karena akses ke arah Jalur Gaza ditutup oleh Israel. Memang serangan tanggal 27 Desember 2008 yang lalu bukanlah yang pertama dilakukan Israel, karena sudah bertahun-tahun mereka melakukannya. Dengan jumlah penduduk sipil tewas sebanyak 320 orang dan 1400 lainnya luka-luka, sudah cukuplah membuat hati ini bergetar. Namun betapa tak berdayanya saya dan kita2 ini di sini yang masih bisa melakukan aktivitas lainnya sementara saudara2 kita mengerang kesakitan, kelaparan, kehausan. Semoga Allah melindungi saudara-saudara kita. AMin ya Rabbalamin.

Sementara itu saya juga mengajak Anda untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan pikiran, doa, materi dan partisipasi sebagai relawan melalui KISPA.

Larik lirik “Civil War” dari Guns N Roses ini begitu pas menggambarkan situasi pilu ini…

Look at your young men fighting
Look at your women crying
Look at your young men dying
The way they’ve always done before

Lihatlah mereka (saudara2 kita di Palestina) berperang dengan menggunakan “lemparan batu” sementara tentara Israel dilengkapi persenjataan lengkap. Lihatlah ibu2 dan anak2 kecil berlarian sambil menangis menghindari letupan senjata api dan bom sambil meneriakkan “Allahu Akbar!”. Pemandangan ini bagi mereka sudah biasa. Namun, jangan sampai bagi kita juga menjadi “biasa” juga .. karena akan membuat kita semakin tak peduli. Justru kita jarus tingkatkan kepedulian kita melalui tindakan nyata di jalan Allah … Apapun yang Anda sumbangkan (melalui KISPA) tidak akan sia2 karena semua niat baik dan perbuatan ANda dicatat oleh malaikat dan insya Allah diterima Allah sebagai catatan yang menambah kemuliaan ANda. Amin.

Larik lirik akhir dari Civil War nya GNR ini pantas kita serukan buat Israel dan sekutunya:

I don’t need your civil war
It feeds the rich while it buries the poor
Your power hungry sellin’ soldiers
In a human grocery store
Ain’t that fresh
And I don’t need your civil war
I don’t need your civil war
I don’t need your civil war
Your power hungry sellin’ soldiers
In a human grocery store
Ain’t that fresh
I don’t need your civil war
I don’t need one more war

I don’t need one more war
Whaz so civil ’bout war anyway

Dalam kuliah ba’da Dzuhur yang saya hadiri kemarin, sang ustadz membahas khusus tentang Palestina. Beliau menekankan bahwa kerusakan yang dilakukan Israel, jelas akan mempercepat kiamat .. dan artinya … kebangkitan Islam sudah dekat. Menurut beliau, saat ini hanya ada satu bahasa buat muslim di seluruh tanah air dan dunia: JIHAD.

Siapkah kita berjihad?

Wass,

Gatot

Advertisements

Read Full Post »

Salah satu yang membuat saya suka dengan Koran Tempo adalah, selain kertasnya tidak lebar sehingga kala dibaca di kereta api tidak “nyikut” orang, adalah adanya gambar karikatur dengan tajuk PORTAL di halaman pertama, pajok kiri bawah. Kenapa? Dengan melihat gambar Portal ini saja kita sudah tahu isu pokok yang dihadapi bangsa ini. Contoh paling gampang dan membuat saya ketawa kepingkel-pingkel sampek kepoyoh-poyoh (kebelet kencing – Red.) adalah gambar karikatur ini:

Koran Tempo 19 Desember 2008

Hua ha ha ha ha …gokil abisz dah pokoknya! Uedyaaannn!!! Ini mah progressive abisz dah kartunisnya! Kalo pejabat yang berwenang gak merah kupingnya, berarti udah gak sensitif terhadap isu yang beredar di masyarakat. Ini lucu banget: kayu bakar membakar tungku yang merupakan tabung gas elpiji untuk membakar …. Opo tumon? Katanya jaman millenium, tapi mbalik lagi pake kayu bakar …lebih parah lagi, yang dipakai sebagai tungku adalah tabung gas, bukannya tungku pemanas yang di Jowo sono biasanya terbuat dari lempung ….

Bravo Koran Tempo!

Salam,

G

Read Full Post »

Ke Rumah Sakit

Ini memang buah dari kebandelan saya. Sudah lebih dari tiga minggu kondisi badan saya tidak fit. Ini pasti bermula dari seringnya saya mondar-mandir Jakarta – Bandung – Jakarta bahkan kadang tidak nginep. Karena mobilisasi tinggi, akhirnya kegiatan nyepedah ke kantor terganggu alias terhenti total. Saya keasyikan dengan pekerjaan menganalisis data …senang sekali dengan pekerjaan berbau strategi bisnis ini karena memang saya besar di area ini. Sekitar tanggal 20 sekian November saya mulai diare. Karena pengen cepet sembuh saya minum obat Cina cap kupu2 selama tiga hari .. namun gak sembuh juga. Memang kadang gak encer (maaf) namun kayaknya belum sembuh banget. Akhirnya saya minum Diapet ..memang ampuh langsung mampet. Namun, meriangnya gak ilang dan kembungnya masih ada. Saya stop itu Diapet karena kata temen kalao di lambung ada bakteri atau racun, bila mampet malah bahaya karena bakteri masih bercokol di lambung saya. Akhirnya saya ngunthal NORIT banyak banget.

Setelah lama gak sembuh, maka pada tanggal 2 Dec 08 saya ke dokter. Disinyalir saya menderita infeksi karena keracunan makanan dan makanya diberi antibiotik (SanPrima Forte) dan Eazyzym buat memperlancar pencernaan. Dokter bilang, bila dalam dua hari gak ada kemajuan, saya musti tes darah. Wah, males lah saya. Namun Alhamdulillah…pada hari kedua udah gak diare. Namun badan saya sepertinya gak fit 100% dan bahkan pernah coba naik sepeda, masih gliyengan. Tanggal 10 Dec saya berangkat ke Cisarua pagi sekali, selepas Subuh, karena fasilitasi workshop. Karena kepagian, saya sarapan Bubur Cianjur di pinggir jalan (iya jelas! kalo di tengah jalan ya ditabrak truck!). Bersama supir yang mengantar, saya menikmati itu bubur. Besok siangnya (11 Dec) perut saya mules dan .. encer lagi … Masya Allah …!! Saya curiga dengan bubur ayam itu. Eh bener juga, supir perusahaan yang mengantar saya ternyata malam hari sebelumnya (hari pas makan bubur) juga kena diare dan dia langsung embat Diapet. Setelah itu lemes terus …. puncaknya hari Minggu 14 Desember 2008, praktis saya hanya tiduran saja. Norit udah saya minum banyak banget. Bahkan sempet minum Imodium segala, cuma sekali.

Hari Senin, 15 Des 2008 saya ke RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) untuk periksa. Badan meriang gak karuan. Oalaaahhh …dasar gak pernah ke rumah sakit, hari Senin itu rasanya lamaaaaa…banget untuk mendapatkan kepastian sakit saya apa. Bayangkan, saya sampe rumah sakit jam 9:10. Dpet nomer antrian buat pendaftaran pasien baru nomer 8025 di loket 1. Pada saat itu Loket 1 sedang melayani antrian nomer 8020. Eh jebulnya .. lamaaaaaa biyanget itu bergeraknya angka dari 8020 ke 8021 dan seterusnya. Singkat cerita, jam 9:45 saya baru bisa mendaftar (mengisi formulir data pribadi dst.). Usai nulis ini itu, baru disuruh bayar (jam 10:00) di kasir. Opo tumon, belum diperiksa kok udah suruh bayar? Begitulah jaman modern, bayar dulu baru dilayani. Akhirnya jam 10:05 setelah bayar, baru boleh antri di Praktek Dokter Umum.

Ruang Tunggu Praktek Dokter Umum RSPP

Ruang Tunggu Praktek Dokter Umum RSPP

Di dokter umum ini ngantrinya lebih hebat lagi. Wadooouuuwwww!!! Bener2 menyebalkan sekali. Untung bawa buku Cambuk Hati karangan AL-Qarni yang penuh dengan makna itu.  Udah gitu ternyata orang yang baru dateng dilayani duluan .. aduh kesel rasanya. Mungkin aja orang ini tadinya udah daftar, terus pergi ke Kantin dulu. Tapi kan secara psikologis saya merasa “disalip” lha wong dia dateng kok langsung dipanggil. Ada tiga orang lah yang keliatan baru dateng langsung dipanggil masuk. Barulah jam 11:10 saya dipanggil masuk ruang periksa. (Bayangkan, saya menunggu di antrian dr. Umum selama lebih dari satu jam, saudaraku…!!!). Di ruang periksa, saya hanya diperiksa 15 menit dan diberi surat pengantar ke laboratorium buat ambil sampel darah. Wah…cilaka bakal ngantri lagi!!!

Jam 11:20 saya daftar di Lab dan disuruh bayar dulu (Rp. 210 ribu). Jam 11:30 saya disuruh masuk Lab dan darah saya disedot. Sudah begitu susternya bilang, hasilnya akan keluar dalam satu jam. WHAAAAAATT!!!??? Juangkrik! Ngantri lagi????? Aduuuuuuuuuuhhh…cilaka tiga belas ini ..seharian ngantri muluk! Akhirnya saya gunakan buak makan bakso di kantin. Jam 12:16 hasil tes keluar dan saya disuruh kembali ke dokter Umum lagi. Untung saya dapet prioritas karena saya sudah diperiksa sebelumnya sehingga kali ini gak nunggu. Dokter memvonis keracunan makanan dan akan memberikan obat antibiotik yang sama dengan dokter yang pertama (bukan di RSPP) yaitu SanPrima Forte plus obat diare lainnya.

Jam 12:40 ngantri di apotik RSPP dan baru jam 13:10 obat dari apotik keluar. Karena pengen minum, saya mampir di cafe O La La yang ada di RSPP. Pas mau minum obat, saya jumpai bahwa obat yang diberi tidak sama dengan yang dikatakan dokter. Akhirnya pada jam 13:30 saya nelpon Apotek lewat nomer Sentral RSPP. Ya ampuuuuuun .. ini rumah sakit … masak telpon kagak ada yang angkat! Padahal rumah sakit bok! Mestinya justru RS perlu angkat telpon segera. Beberapa kali gagal, akhirnya nyambung dan … ternyata ekstension di apotik sedang sibuk, kata Operator. Jangkrik tenan! Akhirnya setelah berkali-kali mencoba, tersambung juga. Embak yang terima telpon bilang bahwa obat SanPrima nya lagi kosong dan diganti obat lainnya yang khasiatnya sama. saya tanya: “Apa sudah tanyakan ke dokter nya?”. “Sudah,” katanya. Saya langsung bilang: “Lain kali kalau ada perubahan, pasien juga berhak tahu .. seharusnya mbak tadi memberi tahu saya juga!”. Mbaknya menjawab sambil ketawa (gak proper sih ..tapi yaudahlah ..capek ngurusin orang gak peduli layanan prima gini ..): “Terima kasih masukannya buat perbaikan kami ya pak ..”. Dalam hati saya bilang “Gundulmu!”. ha ha ha ha …

Singkat kata .. capek deh ke Rumah sakit … Pengalaman saya dengan RSPP ini membuktikan bahwa aktivitas value-adding hanya merupakan 5% yaitu diperiksa dokter, diperiksa Lab dan diputuskan sakitnya apa. Sementara itu 95% waktu hanya habis buat menunggu dan mengantri .. Aduh biyuuuuuung … makanya jangan sakit dah!

Mungkin RSPP perlu melakukan business process reengineering neh … biar pasien gak banyak antri gitu loh!

Wass,

G

Read Full Post »

Barang siapa yang menyukai perhiasan dunia dan akhirat, maka hendaklah ia menekuni ilmu.

Barang siapa yang ingin mengenal zuhud, maka hendaklah ia menekuni hikmah.

Barang siapa yang ingin mengenal akhlaknya yang mulia, hendaklah ia menekuni berbagai cabang etika.

Barang siapa yang ingin dikuatkan sarana penghidupannya, hendaklah ia memperbanyak saudara.

Barang siapa yang ingin tidak disakiti, janganlah ia menyakiti (orang lain).

Barang siapa yang ingin mendapat kedudukan tinggi di dunia dan di akhirat, hendaklah ia bertaqwa.

Barang siapa yang khianat kepada Allah dengan sembunyi-sembunyi, niscaya Dia akan membuka rahasianya dengan terang-terangan.

Read Full Post »

My Uniquely Created Self

In all the world there is no one else like me

There are persons who have some parts like me

But no one adds up exactly like me.

Therefore everything that comes out of me is authentically mine

Because I alone chose it. I own everything about me

My body, including everything it does;

My mind, including all its thoughts and ideas;

My eyes, including the images of all they hold;

My feelings whatever they maybe,

Anger, joy, frustration, love, disappointment, excitement

My mouth, and all the words that come out of it, polite, sweet or rough, correct or incorrect;

My voice, loud or soft; and all my actions, whether they’ll be to others or to myself.

I own my fantasies, my dreams, my hopes, my fears.

I own all my triumphs and successes, all my failures and mistakes.

Because I own all of me, I can become intimately acquainted with me.

By so doing I can love me and be friendly with me in all my parts.

I can then make it possible for all of me to work in my best interests.

But as long as I am friendly and loving to myself, I can courageously and hopefully look for the solutions of the puzzles and for ways to find out more about me.

However I look and sound, whatever I say and do, and whatever I think and feel at a given moment in time is me.

This is authentic and represents where I am at that moment in time.

When I review later how I looked and sounded, what I said and did, and how I thought and felt, some may turn out to be unfitting.

I can discard that which is unfitting and keep that which proved fitting and invent something new for that which I discarded.

I can see, hear, feel, think, say and do.

I have the tools to survive, to be close to others, to be productive, and to make sense and order out of the world of people and things outside of me.

I own me, and therefore I can engineer me.

I am me and therefore I am okay.

By VIRGINIA SATIR

Read Full Post »