Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2009

Ringkasan tausiyah Neno Warisman di acara Kajian Akbar (Kabar) yg diselenggarakan SKI (Sarana Kerohanian Islam) Indosat di Auditorium KPPTI, 19 Februari 2009.



Pendidikan anak-anak kita sebaiknya difokuskan dalam tiga sendi utama yang penting: tubuh, emosi, dan akal.

1. TUBUH

Berilah makanan terbaik untuk anaka-anaka kita dengan memperhatikan lima larangan ini karena tak baik untuk tubuh manusia:

1. Gula

2. Tepung

3. Mentega

4. Minyak goreng – harusnya minyak kelapa

5. Karbo hidrat

dan melakukan dua hal ini:

1. Kuota air putih yang banyak

2. Sayuran yang cukup

2. EMOSI

Perlu membentuk emosi anak melalui figur ayah. Dicontohkan ada keluarga yang punya sepuluh rumah dengan harga berkisar antra 3 milyar ke 10 milyar setiap rumahnya. Namun anak2nya pada tidak ada yang di rumah karena kurang perhatian. Maslahnya ternyata sederhana: ayah tidak pernah senyum ke anak dan menepuk pundak saat pulang dari kantor. Sang ibu juga terlalu banyak mengatur sehingga ketiga anaknya tidak ada yang kerasan di rumah. Figur ayah di rumah sangat diperlukan anak2 meski sang ayah sibuk bekerja. Anak2 pada dasarnya memerlukan dua hal ini saja dari seorang ayah: 1.) waktu dan 2.) diajak ngomong pada saat ada kesempatan jumpa. Neno juga menekankan bila bangsa ini ingin maju, maka seorang ayah harus bisa menularkan sikap, pola pikir dan ilmunya kepada anak laki2. Anak laki2 merupakan kunci utama dalam pendidikan ayah kepada anaknya.

3. AKAL

Sudah menjadi fenomena umum bahwa orang tua mau anaknya cerdas diukur dari angka. Seberapa tinggi nilainya di bangku sekolah formal. Ini jelas kurang tepat karena anak hanya akan memaknai prestasi dengan angka tau nilai-nilai ujian be;aka. Harusnya kita bangun generasi yang TANGGUH bukan sekedar cerdas.

Tausiyah diselenggarakan dalam suasana akrab, komunikasi dua-arah dengan melibatkaan jamaah. Neno, yang segan dipanggil ustadzah ini, memang piawai dalam mengendalikan emosi jamaah sehingga acara berjalan menarik dan “hidup”. Dalam tausiyahnya, beliau juga melantunkan beberapa lagu untuk mengingatkan betapa penting peran “ayah” dalam pembentukan prinadi anak melalui keluarga.

Bicara harus BENER, BAIK, dan INDAH


Read Full Post »

Pelajaran menarik yang saya peroleh minggu lalu mengikuti kajian Dzuhur di sebuah musholla di Jakarta:

Fenomena “instan” yang mewabah di negeri kita, khususnya dengan ditemukannya Dukun Cilik Ponari yang konon dengan batu ajaibnya bisa menyembuhkan segala macam bentuk penyakit. Pasien Ponari di Jombang begitu banyak. Tiap hari ribuan orang mengantri demi kesembuhan. Bahkan di televisi ditunjukkan bagaimana ribuan pasien rela dan tidak merasa jijik membasuh muka dengan air coberan dari rumah Ponari. Sang ustadz mengatakan: Lebih baik kita tetap sakit, dan bahkan mungkin ujungnya mati, namun akidah kita terjaga. Daripada, kita jadi musyrik mempercayai hal-hal seperti itu …”


ponarisweat.jpg


Read Full Post »

Jumatan di Bandung, 20 Februari 2009:


Kegiatan memancing yang dewasa ini banyak digandrungi orang harus dilihat akad jual belinya. Bila transaksinya dengan menyewa kolam selama waktu tertentu, kelompok penyewa (biasanya 5 orang) membayar uang sewa kolam selama waktu tertentu maka haram hukumnya. Rasul mengatakan bahwa akad jual beli harus didasarkan pada kualitas barang yang sudah pasti. Menyewa kolam untuk mendapatkan ikan yang belum tahu kualitasnya jelas ada unsur gharar (mengelabuhi) sehingga jual belinya tidak halal. Apalagi bila kelompok penyewa yg terdiri dari 5 orang mempertandingkan perolehan ikan dgn pihak yg kalah membayar sewa, maka jelas unsur judinya, makanya haram.

Pemancingan dianggap halal bila pemancingan yang mendapatkan ikan membayar sesuai apa yang ia peroleh (jumlah ikan), karena kualitas ikan diketahui. Sedangkan menyewa kolam ikan selama waktu tertentu dengan tujuan mendapatkan ikan, haram hukumnya, karena perolehan ikannya belum pasti.

Di akhir kutbah, khatib juga membahas mengenai hukum memancing ikan itu sendiri – apakah tergolong kategori “menyiksa” hewan karena menusuk pancing pada bibirnya. Ilmuwan Prancis mengatakan bahwa ikan yang dipancing mengalami sakit luar biasa pada saat bibirnya dipancing. Namun ulama AUstralia mengatakan tidak sakit. Rasul mensyaratkan heawn potong yang akan disembelih harus menggunakan pisau yang tajam agar tidak menyiksa hewan, sekali tebas langsung mati – tanpa siksaan.

Saya sendiri sering menyaksikan ayam-ayam yang diikat kakinya kemudian diikat di boncengan motor oleh pedagang. Atau sapi yang dibawa di bak truk dalam perjalanan jauh … apa semua ini tidak termasuk “menyiksa” hewan ya? Kasihan banget mereka …

Salam,

G


Read Full Post »

Hari ini (17 Feb 09), seperti biasa, saya ngonthel sepeda Jildhan-29 saya menuju tempat kerja. Hari sangat cerah dan agak dingin meski subuh tadi ada rintik hujan gerimis dan bunyi geludhuk. Nyaman sekali hari ini karena memang niatnya mau ngonthel santai aja, gak usah ngebut sambil menikmati kesibukan pagi di Jakarta. Sebagai menu progrock di kuping, saya pasang album “A Murder of Crows” dari Dead Soul Tribe. Heran, kenapa belakangan ini kok sering muter progressive metal ya? Kok makin tuwek makin metal? Gawat neh … Beberapa hari lalu nyetel Haggard “Tales of Ithiria” dengan kulminasi menulis review panjang di http://www.progarchives.com. Puwas bisa nulis itu album dahzyat di progarchives yg udah lama tidak saya sambangi. Seneng juga abis review, ada email masuk dari anggota forum mengomentari tulisan saya. Seneng juga kalo tulisan saya dibaca dan dikomentari. Kemudian saya juga nyetel Royal Hunt “Paper Blood” yang metal juga. Namun saya juga nyetel Quidam “Alone Together” yang neo prog kok.

Mungkin saya pengen masang Dead Soul Tribe lantaran ada flute nya. Gak tahu kenapa kok saya suka banget bunyi flute digunakan di musik rock. Embahnya flute in rock ya Ian Anderson nya Jethro Tull, disusul Thijs Van Leer nya Focus. Quidam juga pake flute. Begitulah, akhirnya Dead Soul Tribe yang memenangkan tender buat ngeprogin saya di earphone pagi ini, sambil ngonthel ke kantor.

Yang paling asik dari perjalanan pagi ini adalah saat melintas di komplek Senayan. Ini memang yg paling indah dari keseluruhan perjalanan bersepeda ke kantor dengan ngeprog di kuping. Udaranya sejuk banget, kagak ada suara mobil, yang ada hanya suara onthelan sepeda saya di roda dan suara napas saya yang engos2an muntah cengkeh ..hua ha ha ha … Wis, pokoke huenak tenan …hidup terasa bebas dari tekanan berbagai pihak. Dunia milik saya semuanya …ha ha ha …

Mampir ke Pak Rujak, makan buah sebagai sarapan ...

Mampir ke Pak Rujak, makan buah sebagai sarapan ...

Musik Dead Soul Tribe mengayun dengan energi tinggi dan penuh dengan inspirasi semangat kerja, meski nuansa albumnya suram. Namun kombinasi musik claro (classic rock) 70an dan power metal 90an membuat musiknya terasa penuh tenaga luar biasa. Sebetulnya di playlist ada Presto Ballet yg siap melanjutkan perjalanan prog pagi ini. Namun sayang, karena sepeda Jildhan-29 yang saya naiki melaju dengan kecepatan helikopter Apache buatan Amrik, belum juga selesai satu album, saya udah sampai kantor. Memang Jildhan-29 larinya kuenceng sampe saya kewalahan menghadapi lajunya yang dahzyat. Sampai di kantor klien langsung menuju tukang rujak langganan. Asik kan, abis ngonthel terus ngunthal buah? Udah gitu ada orang ramah yang ngajak ngobrol karena saya bersepeda. Ujung2nya …dia bayarin buah yang saya pesan … Lha? Kok mujur ya hari ini saya ..udah bahagia bersepeda (yang insya Allah tambah sehat) eh …malah makan makanan sehat kok dibayarin … untung kemluntung pol! Ha ha ha ha ha ….

Sepeda diparkir dulu ...Banyak juga yang bersepeda ....he he he ...

Sepeda diparkir dulu ...Banyak juga yang bersepeda ....he he he ...

Di kantor klien ...mau mandi dulu ...biar suegerrrrr...

Di kantor klien ...mau mandi dulu ...biar suegerrrrr...

Salam,

G

Read Full Post »

Seneng banget Sabtu kemarin meski puanas pol, saya akhirnya bersepeda juga … Saat ini rutenya menyisir Jakarta Selatan, terus menuju Depok. Panas jadi tidak terasa karena di earphone Sennheiser mengumandang musik progrock dari Sylvan … Sempat mampir di masjid Jl Cempaka saat Dzuhur tiba dan kemudian istirahat di rumah mas Jokky (kakak) di Pondok Indah. Mas Jokky nya ndak ada, tapi ada putri sulungnya Andra Alodita yang berbaik hati memberi tambahan air minum (air mineral). Sebetulnya Andra nawarin soft drinks tapi saya tolak karena takut lemes kalo minum yang mains dan dingin. Akhirnya istiqomah dengan air mineral saja. Biyuh ..nyamlenk tenaaann …

Jildhan-29 ngaso di mesjid Jl. Cempaka

Jildhan-29 ngaso di mesjid Jl. Cempaka

Setelah dari Pondok Indah, melaju ke Citos karena ada urusan iPod di iBox. Adem juga masuk Citos karena udara di luar panas sekali. Setelah itu tancap ke Depok. Pulangnya malem jam 21:00 dan sampe rumah udah jam 23:00, mandi, leyeh2 sebentar sambil pasang Pink Floyd “Animals” terutama lagu “Dogs” (gila gitarannya keren amat!). Jam 00:30 berangkat ronda Siskamling karena memang pas kebagian jadwal malam itu (13 Feb 09). Meski capek kaki tapi enjoy banget dah malam itu … Naik sepeda memang enak tenan …. Total perjalanan hari itu ada 58 KM. saya gunakan Jildhan-29, sepeda lipet yang tangguh, ringan dan secepat helikopter apache bikinan Amerika. Tapi Jildhan 29 tidak membunuh warga Palestina seperti yang dilakukan apache …he he …

Jildhan-29 di Alam Asri, Pdk Indah .. rumah mas Jokky. Itu Andra, putri sulungnya yang cantik. Yang kemulan itu adalah sederetan koleksi Vespa mas Jokky yang buanyak banget!!!

Jildhan-29 di Alam Asri, Pdk Indah .. rumah mas Jokky. Itu Andra, putri sulungnya yang cantik. Yang kemulan itu adalah sederetan koleksi Vespa mas Jokky yang buanyak banget!!!

Read Full Post »

Malam ini (31 Jan 09) saya nyetir dari arah UI Depok menuju Cilandak. Sampai di Universitas Pancasila semua kendaraan mulai merayap, bahkan sempat mandeg cukup lama. Hujan rintik2 dan jam menunjukkan 22:05. Saya pikir PDI Perjuangan yg bermarkas di Lenteng Agung sedang menggelar rapat akbar. Dari pengendara motor yg sepertinya tinggal di daerah situ saya mendapat kabar bahwa kemacetan disebabkan adanya majelis taklim di masjid Tanjung Barat. Benar2 menyebalkan macetnya. Dari UI Depok ke Cilandak saya tempuh dalam waktu 2 jam 45 menit! Kesel banget!

Saya tahu majelis taklim pastinya bertujuan baik, meninggikan kalimatullah. Namun, kalau penyelenggaraannya tidak teratur, akhirnya menyebabkan kemacetan total dan menyengsarakan banyak orang. Saya lihat memang banyak pria berbaju muslim berpeci mengatur lalu-lintas. Namun mereka tidak terkoordinasi dengan baik. Maklum, mereka bukan petugas lalu-lintas. Saya tidak melihat polisi sama sekali padahal kemacetan sangat parah. Beberapa pria berbaju muslim dan berpeci bahkan menutup badan jalan dengan motornya, seperti jalan ini milik nenek mereka. Ada juga konvoi motor dengan mengibarkan panji2 tertentu.

Saya merasa tersiksa sekali dengan penyelenggaraan majelis taklim yang semrawut ini, apalagi saya merasakan sendiri sebagai korbannya. Ini justru membuat citra Islam ternodai karena penyelenggaraan suatu acara yang mengganggu keperluan orang lain dalam menggunakan jalan umum. Sebaiknya majelis taklim diselenggarakan dengan koordinasi yang baik, mempertimbangkan faktor-faktor penting:

  1. Pembentukan panitia yg bertugas mengatur arus jamaah, tenpat parkir, dan pengaturan di seputar masjid
  2. Memberitahu informasi jalan raya ke radio untuk diumumkan, misalnya radio Suara Metro 107.8 FM, sehingga pengguna jalan bisa mendapatkan informasi
  3. Menugaskan regu yang bertugas untuk memantau lalu lintas dan memberi tahu pengguna jalan agar mengambil jalan alternatif bila jalan utama tidak memungkinkan dilewati
  4. Mengendalikan jumlah jamaah yang tdk melebihi kapasitas masjid sehingga majelis bisa diselenggarakan secara efektif

Sekali lagi, saya tahu tujuan majelis taklim tentulah mulia. Namun kalau penyelenggaraannya mengganggu orang lain (publik) menjadi tidak barokah juga karena banyak yang kesal (termasuk saya). Setahu saya, ini adalah kali yang kedua saya kena macet di jalur ini karena adanya kegiatan sejenis di masjid yang sepertinya berlokasi di seputar jalan Sepat / Baung, Kebagusan. Sepertinya. Namun dimanapun, sebaiknya hal ini diperhatikan penyelenggara.

Salam,

G


Read Full Post »