Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2016

Kejamnya Waktu Subuh

KEJAMNYA WAKTU SUBUH

PADA KENYATAANNYA BANYAK YANG MENARIK SELIMUT DAN TIDUR KEMBALI SAAT MUSIM HUJAN.
INI KEJAMNYA WAKTU SUBUH

Allah bersumpah dalam Al Fajr :
“Demi fajar (waktu Subuh)”.
Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:
“Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”.

Ada apa sebenarnya di balik waktu Subuh?
Mengapa Allah sampai bersumpah demi waktu Subuh? 
Dan mengapa pula kita harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? 
Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh memang benar-benar sangat berbahaya!
Waktu Subuh itu lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.
Waktu Subuh bisa lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.
Waktu Subuh bahkan lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin!

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang yang kita miliki.
Emas dan semua perhiasan dirampas.
Uang cash puluhan juta dirampas.
Laptop yang berisi data-data penting dirampas. Mobil yang belum lunas cicilan-nya juga dirampas.
Nah,bisa dibayangkan bagaimana pedihnya hati kita menerima kenyataan itu?

Tapi ketahuilah, sebenarnya waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu.
Sebab jika kita ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan laptop dan mobil.
Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya. 

Ingat,!!
“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya,” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga bisa lebih menyengsarakan dari sekadar kemiskinan di dunia.
Sebab bagi orang-orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya.
“… dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan sholat semalam suntuk”
(HR Muslim)

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar.
Fantastis!
Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih, sama dengan 150 kali shalat!
Jadi, betapa agungnya fadilah shalat Subuh berjamaah ini, khususnya bagi Kaum Adam.
Dan betapa malangnya orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin.
Mengapa demikian?
Karena Rasulullah telah bersabda:
Bahwa orang yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kedudukan-nya setara dengan orang munafik.
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh.
Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak”
(HR Bukhari Muslim).

Semoga bermanfaat

Read Full Post »

Semua peninju profesional memiliki JURULATIH.
Bahkan, petinju legenda sehebat MOHAMAD ALI sekali pun juga memiliki JURULATIH.
Yaitu ANGELO DUNDEE yang membantu ALI menjadi JUARA dunia sebanyak 3 kali.

Padahal jika mereka BERDUA BERADU BERTANDING, sangat JELAS Angelo Dundee tidak mungkin akan MENANG.

Mungkin kita tertanya tanya, mengapa org sehebat MOHAMAD ALI masih memerlukan JURULATIH kalau sudah JELAS dia pasti MENANG melawan jurulatihnya?

KETAHUILAH…
Bahawa MOHAMAD ALI perlukan JURULATIH bukan kerana jurulatihnya lebih HEBAT tapi kerana ia memerlukan seseorang untuk MELIHAT hal-hal yang “TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI”

Hal yang tidak dapat kita LIHAT dengan MATA sendiri itu yang disebut : “BLIND SPOT” atau “TITIK BUTA”.

Kita hanya boleh melihat “BLIND SPOT” dari bantuan orang lain.

Dalam hidup,  kita perlukan seseorang untuk mengawasi kehidupan kita, SEKALIGUS untuk MENGINGATKAN kita seandainya keutamaan hidup kita mulai keluar dari landasan.

Kita perlukan orang lain YANG :
×. MENASIHATI
×. MENGINGATKAN
×. MENEGUR

Jika kita MULAI melakukan SESUATUkesilapan yang MUNGKIN tidak kita sedari.

Kita perlukan KERENDAHAN HATI untuk :
×. Menerima KRITIKAN
×. Menerima NASIHAT
×. Menerima TEGURAN

Itulah yang  MENYELAMATKAN kita terpesong dari landasan matlamat..

Kita bukan manusia SEMPURNA. Jadi, biarkan orang lain menjadi “MATA” kita di area ‘BLIND SPOT’ kita, sehingga kita boleh MELIHAT apa yang tidak boleh kita LIHAT dengan ‘PANDANGAN’ kita SENDIRI.

Mari kita saling nasihat- menasihati dalam KEBAIKAN dan KESABARAN………

Read Full Post »

”Sahabat-Sahabatku…

”Pernakah terlintas dalam benak kita sebuah pertanyaan, “Bila nanti ajal menjemput, dengan hati apa kita akan menemui Allah…???”

Seringkali kita bertemu dengan saudara, kerabat atau teman dekat, pertanyaan mereka selalu sama.
Bagaimana kabar kesehatan anda..?
Bagaimana kabar keluarga anda..?
Bagaimana kabar pekerjaan anda..?

Sangat jarang atau bahkan tak pernah kita mendengar mereka bertanya, “Bagaimana kondisi hati anda..?”

Bagi sebagian orang pertanyaan ini bahkan terasa aneh.
Tapi… Bagaimanapun juga kita perlu bertanya, paling tidak terhadap diri kita sendiri.

Abu Hurairah -radhiallahu anhu- berkata:
“Hati adalah raja, sedangkan anggota tubuh adalah tentara. Jika raja  itu baik, niscaya baik pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya”.

Iya, Segumpal darah yang bernama hati itu harus selalu terjaga, karena dengan hati kita mengenal Allah, dengan hati kita mendekat kepada-Nya, dengan hati kita menyusuri jalan menuju-Nya dan dengan hati pula kita akan kembali menemui-Nya.

Allah Azza Wajalla Berfirman:

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tiada lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Asy-Syu’ara’: 88-89).

Lalu dimanakah hati yang bersih itu…?

Ibnul Qayyim Al Jauziyah mengatakan:
“Carilah (kedamaian) hatimu ditiga tempat, saat mendengarkan Al-Qur’an, saat menghadiri majelis ilmu, atau saat bersepi sendiri (dalam Ibadah). Jika engkau tidak mendapatkannya, maka memohonlah kepada Allah agar Dia memberimu hati yang lain. Karena (pada hakekatnya) engkau tak lagi memiliki hati.”
(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dalam kitab fawaaid: 1/149)
Wallahu a’lam…

Read Full Post »

Di awal kajian ustd Syafiq Riza Basalamah ada tiga pertanyaan tentang harta paling mulia yang seharusnya dikejar oleh setiap muslim:

  1. Lisan yang selalu berdzikir kepada Allah
  2. Hati yang selalu bersyukur atas nikmatNya
  3. Istri beriman yang membantu suaminya beriman

Karena belum pernah dengar ini, kemudian saya googling dengan keywords “lisan yang pandai berdzikir” dan memperoleh artikel ini: https://www.islampos.com/empat-harta-seorang-muslim-59823/

Empat Harta Seorang Muslim

Di antara kesuksesan yang paling banyak diinginkan oleh manusia adalah melimpahnya penghasilan (uang). Karena uang dapat memenuhi kebutuhan manusia dan merealisasikan apa yang ia inginkan. Semenjak ditemukannya alat tukar bernama uang, hidup manusia semakin bergantung padanya. Kalau dulu tanpa uang manusia masih bisa makan, berpakaian dan memiliki rumah, maka sekarang sudah tidak memungkinkan lagi.

Saking pentingnya uang di zaman sekarang. Anak-anak disekolahkan dan diberikan berbagai macam kursus tambahan agar ketika dewasa nanti mudah mencari uang. Para suami bekerja siang dan malam pun untuk mendapatkan uang. Hampir sebagian besar aktivitas manusia terpusat pada perputaran uang.

Sedemikian gigihnya usaha manusia dalam mengejar uang. Bahkan, ada sebagian umat Islam yang shedekahnya, sholat dhuhanya dan do’a-do’a yang dipanjatkanya adalah agar Allah Swt memudahkan dirinya mendapatkan uang yang melimpah.

Namun, teramat disayangkan. Ada perkataan Rasulullah Saw berkenaan dengan harta yang entah sebagian dari kita belum mengetahui atau mungkin lupa. Bahwasannya  Rasulullah Saw pernah bersabda “Ada empat hal yang barangsiapa diberi oleh Allah keempatnya, sungguh ia telah diberikan kebaikan dunia dan akhirat. Lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, tubuh yang selalu shabar saat menerima musibah, dan istri shalihah yang tidak pernah berpikir untuk mengkhianati suaminya dan selalu membantu suaminya dalam agama.” (HR. Thabrani)

Dalam hadits lain Rasulullah Saw bersabda Harta yang paling utama adalah lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, dan istri yang beriman yang selalu membantunya menjaga imannya.” (HR. Tirmidzi).

Para ulama menjelaskan bahwasannya keempat karunia tersebut  bersifat kasabi. Artinya harus ada usaha yang dilakukan oleh manusia jika ingin mendapatkannya. Seperti halnya ni’mat iman, ia membutuhkan ilmu dan amal yang terus menerus agar dapat melekat dalam hati. Begitu juga dengan lisan yang selalu berdzikir. Tidak ada orang yang tiba-tiba menjadi ahli dzikir, tanpa terlebih dahulu ia ketahui keutamaan-keutamaan dzikir dan manfaat apa yang akan didapatkan ketika ia rajin berdzikir.

Hati yang pandai bersyukur pun tidak datang dengan sendirinya. Selain harus diketahui terlebih dahulu manfaat bersyukur kepada Allah Swt, kita juga dituntut untuk terus melatih hati kita agar terbiasa bersyukur. Salah satu contoh latihannya yaitu dengan membiasakan melihat orang yang lebih rendah dari kita. Seperti orang yang lebih miskin, orang cacat atau orang yang sedang sakit.

Contoh latihan lain yang dapat membuat hati kita pandai bersyukur adalah setiap bangun pagi setelah membaca do’a, alangkah baiknya jika dilanjutkan dengan kebiasaan berfikir mendalam. Maksudnya memikirkan berbagai macam karunia yang telah Allah Swt anugerahkan kepada kita, mulai dari sehatnya mata, lengkapnya alat pengindera dan ni’mat-ni’mat lain yang tak terhitung jumlahnya.

Jika rasa syukur ada dalam hati maka sifat shabar melekat pada anggota badan. Betapa beruntungnya orang yang meiliki anggota badan yang penyabar. Ia tidak mudah digoda oleh syahwat birahi, tidak marah-marah ketika perut sedang lapar, dan tidak langsung naik pitam ketika ada yang melukai dirinya. Latihan yang paling ampuh untuk membentuk karakter penyabar adalah shoum sunnah.

Istri yang shalihah adalah perhiasan terindah dunia. Dengannya rumah tangga menjadi sejuk dan sakinah. Masa depan anak-anak menjadi cerah ketika dibina oleh seorang ibu yang shalihah. Namun demikian, janganlah lupa istri yang shalihah pun manusia. Ia butuh makan dan nasehat. Maka kewajiban kita memenuhi kebutuhannya dan senantiasa memberinya nasehat baik dengan perkataan maupun dengan keteladanan. Agar ia lebih ringan menjaga keshalihannya.

Jadi, Jika uang hanya bisa memenuhi keinginan-keinginan kita di dunia (kecuali uang yang disedekahkan). Maka keempat harta tersebut dapat memberi kita kepuasan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Mari tingkatkan kesungguhan kita dalam mengejar keempat harta tersebut melebihi kesungguhan kita dalam mengejar uang. [Azam/Islampos]

 

Read Full Post »

Tadinya saya heran mengapa ustadz Ahmad Sarwat, Lc. membahas topik FIQIH PERJUDIAN. Ternyata, subhanAllah, begitu banyak yang saya kurang faham dengan pengertian judi ini karena banyak hal yang sebenarnya sudah biasa kita lakukan bila dikaji dengan EMPAT KRITERIA maka tergolong perjudian. (Kajian Dzuhur, Selasa, 26/04/16).

13092045_10154197681968809_2408459075259335980_n

13094109_10154197682298809_2169558899862191442_n

Empat kriteria tersebut adalah:

  1. Pertaruhan antara 2 pihak, apabila hanya 1 pihak saja maka bukan judi.
  2. Yang dipertaruhkan berupa harta di dunia yakni: uang, benda atau jasa.
  3. Ada menang dan ada kalah, seperti perlombaan dan undian.
  4. Ada perpindahan harta dari yang kalah kepada yang menang.

Contoh judi:

Misalnya penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran

  • Misalnya masing-masing peserta ada uang pendaftaran sebesar Rp. 100 ribu
  • Katakan yang ikut MTQ ada 1000 orang, alias terkumpul uang Rp. 100 juta
  • Misalnya pemenang pertama mendapatkan Rp. 50 juta, kedua Rp. 30 juta dan ketiga Rp. 20 juta (total Rp. 100 juta)
  • Bila hadiah pemenang diambil sepenuhnya maupun sebagian dari uang pendaftaran, maka ini tergolong judi karena para pendaftar yang tidak menang kehilangan uang Rp. 100 ribu yang diserahkan kepada pemenang. Empat kriteria di atas terpenuhi.
  • Bagaimana agar tidak judi dalam MTQ ini?
    • Uang pendaftaran peserta untuk biaya penyelenggaraan, atau tanpa uang pendaftaran sama sekali, pembiayaan dari sponsor
    • Hadiah buat pemenang diambilkan dari sponsor sepenuhnya. Artinya harus ada pemisahan yang jelas antara uang pendaftaran peserta (yang tak boleh digunakan sebagai hadiah bagi pemenang walaupun sedikit sekalipun) dan uang untuk hadiah kepada pemenang yang murni hanya dari sponsor.

Misalnya main gundu

  • Si Otong main gundu sama si Aceng, masing-masing punya modal 10 kelereng.
  • Pada akhir permainan si Otong menang sehingga ia membawa pulang 20 kelereng, sedangkan si Aceng ludes tak punya lagi kelereng.
  • Aceng pulang ke rumah, nangis ke Abah, bilang bahwa kalah main gundu. Aceng sedih.
  • Dalam hal ini ada pemenuhan 4 kriteria di atas.
  • Bagaimana supaya tidak judi? Otong harus mengembalikan 10 kelereng Aceng.

Undian kopi ABC

  • Misalnya kopi ABC selalu memasukkan nomer undian di setiap sachet kopi yang dijualnya.
  • Setiap hari dilakukan undian dengan hadiah satu buah motor. Bila seseorang memegang nomor (dari sachet yang ia beli) dan keluar dalam undian, maka ia mendapatkan motor.
  • Apakah tergolong judi? Tergantung. Kalau misalnya harga kopi tak berubah (katakanlah tetap Rp. 3000 per sachet) ketika ada promo ini, maka ini bukan judi. Namun bila ABC menaikkan harga jualnya menjadi Rp. 3.5000,- dengan tujuan yang Rp. 500 untuk modal beli motor yang diundi, maka menjadi judi, karena yang tak mendapatkan undian dirugikan dengan harga yang naik itu.

Main pancho

  • Misal si Fulan menantang temen2nya adu pancho dengan imbalan: bagi yang menang maka ia akan mendapatkan traktiran bakso, namun kalau kalah, mereka gak bayar apa2, gak ada sangsi. Maka ini bukan judi, karena yang kalah tak dirugikan sama sekali.
  • Namun bila si Fulan mensyaratkan bahwa yang kalah juga harus mentraktirnya bakso juga, maka jatuhnya menjadi judi, karena sekarang yang bertaruh menjadi dua pihak.

Arisan

  • Tak tergolong judi, karena yang sudah menang harus (wajib) ikut di putaran selanjutnya.
  • Tergolong judi bila nilai iurannya berubah-ubah dengan berjalannya waktu.

Wallahu’alam bishawab

 

Read Full Post »

Copas dari: KLIK

Hukum istri pergi meninggalkan rumah dan melawan suami dalam Islam

Hukum istri pergi meninggalkan rumah dan melawan suami dalam Islam

Dalam beberapa hari ini teman saya Abi, membuat saya agak pusing karena dia bertanya : Apa hukumnya istri pergi meninggalkan rumah dan suami dalam Islam? Bagaimana  nggak pusing? jawaban cepat Mbah Google saat ditanya “Hukum isteri pergi meninggalkan suami” jawabannya malah : ” Hukum suami pergi meninggalkan istri “, Mbah Google yang pinter aja jawabannya melenceng nggak fokus sampai bingung jawab kebalikannya. Sebenarnya mbah Google  nggak salah,  hanya saja memang jarang ada seorang istri pergi meninggalkan suami yang sering terjadi adalah suami meninggalkan isteri.

Saat saya ditanya, sebenarnya saya menikah belum ada 40 hari (17 Desember 2009) jadi belum pengalaman dan nggak ada bayangan sama sekali ditinggal isteri, jadi agak susah juga jawab pertanyaan Abi, apalagi istri saya ini selama ini baik dan taat pada suami jadi nggak kepikiran untuk itu. Untuk sementara saya jawab saja pertanyaan Abi dengan menyuruh Abi untuk sabar dan koreksi diri sedangkan jawaban singkat pertanyaan diatas adalah hukumnya Haram. Untuk jawaban lengkap selanjutnya saya suruh Abi baca di Blog ini, Demi niat baik karena Allah, jawaban saya ini saya upload di blog ini agar mungkin bisa bermanfaat juga bagi yang lain.

Kepada Abi saya bilang: Jika isterimu adalah seorang wanita Islam, muslimah yang taat kepada Allah dan Rasulnya serta takut akan adzab Allah, Saya yakin Isterimu pasti akan sangat mengerti dan paham dengan uraian saya dibawah:

Suami tidak perhatian, selingkuh, sakit hati dengan perkataan atau perbuatan suami, penghasilan kurang, suasana rumah tidak menyenangkan biasanya dijadikan alasan untuk melegalkan atau membenarkan tindakan seorang istri meninggalkan suaminya dengan pergi menginap ke tempat lain (teman, saudara, kantor, ortu dll) dengan harapan dapat menyelesaikan masalah atau hanya memberi pelajaran kepada suami agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Tidakan isteri meninggalkan suami ini sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita yang tidak mengerti hukum islam tapi jika tindakan ini dilakukan terhadap seorang pria muslim yang paham hukum agama akan sangat fatal dan berat akibatnya karena agama Islam melarang dengan keras hal tersebut.

Isteri meninggalkan rumah tidak akan menyelesaikan masalah justru akan memperberat masalah, suami akan mempunyai kesan istri lari dari tanggung jawab kewajiban sebagai isteri, membuat suami menjadi sakit hati sehingga menjadi ringan untuk menceraikannya serta menambah fitnah bagi diri sendiri dan suaminya. Apalagi jika isteri pergi meninggalkan rumah karena dimarahi suami yang menasehatinya sungguh sangat berdosa karena perbuatan isteri ini akan di laknat oleh Allah dan malaikatpun memarahinya (lihat Hadist Riwayat Abu Dawud dibawah) .

Setan selalu berusaha untuk membujuk dan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu yang tidak diridhoi Allah dan rasulnya. Setan bernama Dasim tugasnya membujuk seorang isteri agar tidak taat kepada suami dan mempengaruhi seorang isteri agar pergi meninggalkan rumah dengan berbagai alasan untuk membenarkan perbuatan diatas meskipun sudah jelas bahwa perbuatan tersebut dilarang oleh Quran dan Hadist. Alasan sakit hati karena perbuatan / perkataan suami, yang kadang dijadikan alasan isteri untuk membenarkan tindakan meninggalkan rumah dan suami. Seringkali ada Pihak ketiga (PIL) yang kadang menjadikan seorang isteri semangat meninggalkan suami meskipun tidak semuanya demikian.

Pada Intinya seorang isteri tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suaminya, jadi meskipun dinasehati dan kurang diperhatikan suami saat isteri dalam keadaan sakit bukan berarti bisa melanggar aturan Allah . Orang sakit kurang makan bukan berarti dia boleh mencuri makanan karena mencuri adalah dosa apapun alasannya. Begitu juga sakit yang diberikan oleh Allah kepada seorang isteri sebagai pemberi peringatan dari Allah bukan berarti seorang istri boleh menyakiti hati suami dengan pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan suaminya.

Istri yang pergi dari rumah, meninggalkan suami menginap di tempat lain dan meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sedangkan suami tidak ridho apapun alasannya, bagi wanita yang mengerti hukuman Allah sangat berat pasti akan sangat menyesal dan tidak akan pernah berani satu kalipun melakukannya karena jika seorang Isteri pergi meninggalkan rumah dan suaminya artinya :

1. Isteri tersebut bukan seorang wanita yang baik .

Isteri meninggalkan suami atau pergi tanpa izin suami bukanlah termasuk golongan wanita yang baik karena isteri yang baik akan menghormati pemimpinnya (suaminya). Pemimpin rumah tangga dalam Islam adalah suami bukan Isteri karena Suami mempunyai kedudukan setingkat lebih tinggi dari isterinya. dan yang paling penting adalah suami telah memberi makan maupun tempat tinggal bagi isterinya jadi sudah sewajarnya jika isteri berkewajiban untuk taat pada suaminya selama suami menyuruh dalam kebaikan (bukan kemaksiatan) Firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 34 dan Al Baqoroh ayat 228:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa 34)

Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana “Surat Al Baqoroh ayat 228


Seorang isteri yang pergi meninggalkan rumah tanpa izin suami dengan alasan apapun dan dalam kepergiannya tidak bermaksiatpun tetap saja termasuk wanita tidak baik (pembangkang) apalagi jika dia pergi dengan berpakaian yang tidak sopan seperti wanita pada jaman Jahiliyah

Dan Surat Al Ahzab ayat 33 yaitu :

Menetaplah di rumah kalian ( para wanita ), dan jangan berdandan sebagaimana dandanan wanita-wanita jahiliyah. Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan patuhilah ( wahai para wanita) Allah dan rasul-Nya.

Sabda Nabi SAW : “Barangsiapa yg taat kepadaku maka ia telah taat kepada ALLAH, dan barangsiapa yg tidak taat kepadaku maka berarti tidak taat kepada ALLAH. Barangsiapa yg taat kepada Pimpinan (Islami) maka berarti ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa yg tidak taat kepada pimpinan (islami) maka berarti ia telah tidak taat kepadaku.”HR Bukhari, kitab al-Jihad, bab Yuqatilu min Wara’il Imam, juz-IV, hal.61

Jika seorang suami karena suatu hal (Penghasilan kurang, PHK, Kecelakaan dll) suami menjadi kurang / tidak dapat memberikan kewajibannya terhadap isteri bukan berarti isteri boleh meninggalkan  rumah, karena memang tidak ada hukum Islam yang membolehkan seorang Isteri meninggalkan rumah tanpa izin karena faktor tersebut, karena jika suami tidak dapat melakukan kewajibannya maka gugatan cerai pada suami adalah jalan terbaik bukan malah pergi meninggalkan rumah atau suaminya

2. Isteri meninggalkan rumah tanpa izin suami akan dilaknat oleh Allah dan dimarahi oleh para malaikat.

Sabda Rasullulah SAW :

”Hak suami terhadap isterinya adalah isteri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta , tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib. Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri.Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali , sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim.” (Hadist riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi daripada Abdullah Umar)

3. Isteri meninggalkan suami sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke neraka karena suami berperan apakah isterinya layak masuk surga atau neraka.

Isteri pergi meninggalkan suami artinya dia tidak taat kepada suaminya padahal jika seorang isteri tahu bahwa taat pada suami bisa mengantar dia ke surga pastilah dia akan menyesal melakukan hal itu sesuai dengan hadist Rasullullah SAW :

Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: “Saya datang menemui Rasulullah SAW. Beliau lalu bertanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” Saya menjawab: “Ya”. Rasulullah SAW bertanya kembali: “Apa yang kamu lakukan terhadapnya?” Saya menjawab: “Saya tidak begitu mempedulikannya, kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya” . Rasulullah SAW bersabda kembali: “Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke surga atau ke neraka” (HR. Imam Nasai, Hakim, Ahmad dengan Hadis Hasan).

4. Memusuhi suami sama saja dengan memusuhi Allah.

Seorang isteri yang meninggalkan suami dan memusuhi suaminya padahal suami baik pada isterinya. Sangatlah tidak mungkin masuk surga karena Bagaimana mungkin seorang isteri berharap masuk surga jika Allah memusuhinya. Bahkan jika sampai suami terluka hati / fisiknya maka Allah dan Rasullullah SAW akan memisahkan diri dari isteri tersebut. Hal ini dijelaskan dalam Hadist Rasullullah SAW :
“Tidaklah istri menyakiti suami di dunia kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar, janganlah sakiti dia (suami), agar Allah tidak memusuhimu, jika suamimu terluka maka dia akan segera memisahkanmu kepada Kami (Allah dan Rasul)”. HR. Tirmidzi dari Muadz bin Jabal.

5. Isteri meninggalkan suami tidak ada nafkah baginya dan layak mendapat azab.

Seorang Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal Quran dan Ribuan Hadist, ahli Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sampai berkata: “Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian”. Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami),Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.”

Ibnu Taimiyah (1263-1328) adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ia pernah berkata: ”Jika dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu merupakan masalah yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu aku lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya tidak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.”

6. Taat kepada suami pahalanya seperti Jihad di jalan Allah

Jika seorang isteri taat kepada suaminya serta tidak pergi meninggalkan suami maka pahalanya sama dengan jihad di jalan Allah. Perhatikan hadist berikut: Al- Bazzar dan At Thabrani meriwayatkan bahwa seorang wanita pernah datang kepada Rasullullah SAW lalu berkata : “ Aku adalah utusan para wanita kepada engkau untuk menanyakan : Jihad ini telah diwajibkan Allah kepada kaum lelaki, Jika menang mereka diberi pahala dan jika terbunuh mereka tetap diberi rezeki oleh Rabb mereka, tetapi kami kaum wanita yang membantu mereka , pahala apa yang kami dapatkan? Nabi SAW menjawab :” Sampaikan kepada wanita yang engkau jumpai bahwa taat kepada suami dan mengakui haknya itu adalah sama dengan pahala jihad di jalan Allah, tetapi sedikit sekali di antara kamu yang melakukanya.

Jadi akan sangat tidak mungkin bagi seorang isteri yang mengaku mengerti hukum agama Islam tapi pergi meninggalkan tanggung jawab sebagai isteri meninggalkan suaminya dari rumah.

Oleh karena itulah sangatlah penting untuk memilih istri yang mengerti akan hukum agama dan memilih isteri itu bukan karena kecantikan atau hartanya tapi dipilih karena agamanya agar selamat tidak terjerumus kedalam panasnya Api neraka. Sabda Rasullullah SAW :“Wanita itu dinikahi karena: hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya. maka pilihlah agamanya agar kamu selamat” Hadist Shahih Bukhari.

Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia adalah isteri yang baik (sholehah) ” Hadist Shahih Muslim.

Lebih mulia seorang wanita memberi nasehat atau berbicara dari hati ke hati dengan suami bukan kepada orang lain jika terjadi ketidakadilan pada dirinya daripada langsung pergi meninggalkan suaminya . Seorang isteri yang benci terhadap suaminya dan memang berniat meninggalkan suami supaya di cerai dan kemudian berharap memperoleh pasangan pengganti atau sudah ada pengganti yang lebih baik menurut dirinya, jelas sekali wanita itu digoda setan agar wanita ini melihat lelaki lain lebih menarik dari suaminya sehingga timbul rasa bosan, cekcok dll dan akhirnya berbuntut pada perceraian.

Allah SWT telah mengingatkan kita agar tidak membenci atau menyukai sesuatu padahal kita tidak tahu rahasia dibalik itu, dalam Al Baqoroh ayat 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”

Saya lanjutkan, Usaha setan bisa dikatakan sukses besar bila berhasil menjadikan wanita itu cerai dan berpredikat janda karena wanita ini akan lebih mudah digoda sebab tidak ada yang menjaganya (suami) . Wanita ini akan merasa bebas tidak ada ikatan, lebih nyaman karena tidak ada yang mengontrol (suami), selanjutnya jika tidak kuat imannya (kebanyakan tidak kuat) akan timbul banyak fitnah dan dosa bagi wanita itu di kemudian hari. Godaan setan akan lebih kuat pada saat janda karena faktor alami kebutuhan batin selain itu akan banyak lelaki yang merayu yang memanfaatkan kondisi janda sehingga menyeret wanita itu dalam lembah dosa yang tiada berkesudahan sampai wanita itu sadar jika suatu saat sakit atau sudah berumur tidak ada yang menemani sampai meninggal. Pada umumnya Wanita yang menjanda karena tergoda pria lain akan lebih mudah tergoda nafsunya apalagi jika  dicerai pada umur 40 tahun kebawah.

Pernikahan adalah hal yang suci melibatkan keluarga, handai taulan dan tetangga jadi tidak sepantasnyalah jika seorang isteri meninggalkan suaminya untuk alasan emosi pribadi dengan meninggalkan perasaan kebahagiaan keluarganya sendiri atau keluarga pasangannya.

Atas kehendak Allah, rezeki yang lebih bisa diberikan pada isteri bukan pada suami, jadi janganlah menjadi tinggi hati jika suatu saat rezki isteri melebihi suami, merasa lebih bermanfaat dari suami, merasa bisa hidup sendiri dan dapat mengatasi sendiri segala hal, tidak mau diatur sehingga tidak patuh kepada suami. Inilah tanda-tanda kehancuran suatu kapal pernikahan karena ada 2 nahkoda yang mengendalikan kapal dengan arah berlawanan. Kapal Pernikahan akan bisa selamat sampai tujuan (surga dunia akhirat) jika hanya punya satu arah yang disepakati dan diusahakan bersama. Bagaimanapun juga tujuan hidup akan lebih mudah dicapai jika ada keharmonisan sejati yang hanya dapatdicapai dalam suatu keluarga yang lengkap ada suami. Harta yang dibanggakan dan dikumpulkan bisa hilang dalam sekejab (kebakaran, tsunami dll) tapi mempunyai suami atau isteri yang sholeh adalah harta tidak ternilai yang tidak akan hilang kecuali mati. Oleh karena itulah peran isteri terhadap suami sangat besar dalam mengarungi samudera kehidupan agar tujuan akhir bahagia dunia akhirat dapat segera tercapai sehingga Allah pun akan memberi pahala yang besar untuk isteri yang taat dan patuh kepada suaminya

Banyak Hadist yang menjelaskan pahala seorang Istri yang taat pada suaminya :

Jika seorang isteri itu telah menunaikan solat lima waktu dan berpuasa pada bulan ramadhan dan menjaga kemaluannya daripada yang haram serta taat kepada suaminya, maka dipersilakanlah masuk ke syurga dari pintu mana sahaja kamu suka.” (Hadist Riwayat Ahmad dan Thabrani)

”Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)

Jika isteri memang tidak taat kepada suaminya, setelah dinasehati secara halus, berpisah ranjang dan dinasihati secara keras tidak berhasil maka renungkanlah :

Surat An Nur ayat 3 yaitu :

“ Orang laki-laki pezina, yang dinikahinya ialah perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Perempuan pezina jodohnya ialah laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik , dan diharamkan yang demikian itu atas orang yang beriman”.

Pikirkanlah kembali apakah wanita ini cocok dijadikan pasangan / isteri bagi pria beriman, dan dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri dan keluarga, ikhlaskan saja wanita ini jika ingin berpisah mungkin jodohnya adalah sesuai dengan apa yang di firmankan Allah diatas.

Nasehatilah isterimu dengan sabar dan penuh cinta kasih, minta maaflah kepada isteri jika menyakiti hati isteri, bagaimanapun juga mutiara yang kotor jika digosok tiap hari akan menjadi berkilauan. Hasilnya mutiara ini bisa benar-benar menjadi perhiasan dan surga dunia bagimu.

Ingatlah isterimu bukanlah Siti Khadijah yang baik, taat dan penuh cinta kasih pada suaminya, Istrimu adalah wanita jaman sekarang yang butuh bimbingan untuk menjadi wanita yang solehah.

Semoga Allah SWT membukakan hati dan pikiran isteri teman saya Abi sehingga sadar akan tindakannya Amin…

 

 

Read Full Post »

Ringkasan liqo dengan ustd Ade Purnama, 20 April 2016, Lantai 21, Kantor Pusat PT Indosat

Ade Purnama

Ayat 10 dan 11

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

(keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka

Kafir artinya tertutup. Sebenarnya hanya ada dua golongan saja: yang beriman maupun tidak. Yang tidak beriman inilah yang disebut kafir. Jadi, semestinya orang non-muslim tak perlu marah disebut sebagai kafir. Ini termasuk juga kisah-kisah terdahulu: ahli (pengikut) Firaun, kaum Ad, kaum Luth dan sebagainya. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah. Boleh jadi mereka mengakui Allah namun meremehkan ayat-ayatNya. Mereka ini dibawa ke neraka menjadi “bahan bakar” nya neraka. Naudzubillah.

Ayat 12:

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”.

Catatan saya: Ayat ini diturunkan ke Rasulullah sehingga redaksinya menggunakan perintah “Katakanlah”. Sedangkan bagi kita sebagai umat Rasul, mungkin situasinya berbeda untuk bisa mengatakan ini kecuali memang dalam kondisi khusus misalnya meyakinkan kepada kafir untuk menjadi mualaf , bila mendapatkan hidayah Allah.

Ayat 13:

قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

Dari ayat 13 ini Allah menggambarkan perang Badar yang merupakan perang pertama kali yang dilakukan oleh pasukan muslimin setelah turun perintah Allah untuk berperang. Sebelumnya, banyak muslimin yang disiksa oleh kafir Quraisy karena tak mau mengikuti agama mereka dan meninggalkan Islam. Dalam perang Badar, pasukan muslimin hanya 300 orang melawan 1000 orang pasukan kafir. Rasul berdoa ke Allah: “Ya Allah, bila Engkau kalahkan kami, maka tak ada lagi yang menyembahmu”. Bantua Allah turun sehingga kafir melihat jumlah pasukan muslimin yang hanya 300 seoalh menjadi 2000 (dua kali lipat dari pasukan kafir). Kemenangan dalam perang ini kemudian dijadikan Rasul untuk mendakwahi kaum muslimin bahwa mereka bisa menang dalam perang ini karena mereka tidak maksiat sehingga turun bantuan Allah.

Ayat 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Ayat 14 ini menguraikan godaan manusia terhadap dunia. Tak salah mencintai anak dan isteri namun kecintaan kepada Allah harus lebih besar. Bila ada isteri atak anak perempuan belum berhijab, maka tugas kita memerintahkan mereka berhijab karena hukumnya wajib. Jangan merasa tidak enak menegur anak atau isteri bila ini sudah merupakan perintah Allah dan mereka tidak menuruti. Tidak salah juga punya harta banyak, kaya raya, namun harus ada kewajiban zakat dan infaq sodaqoh sesuai perintah Allah. Seorang muslim yang baik adalah kaya dan bertakwa. Kalau miskin bertakwa, itu wajar. Hidup di kampung menjalankan puasa, itu wajar. Namun kalau hidup di kota besar namun tetap puasa, baru itu hebat. Istri juga banyak, anak juga banyak (yang bener ustad … Bagaimana kalau tidak yakin bisa berbuat adil? atau belum cukup kaya? masak anak harus banyak? kalau ilmu kurang atau waktu untuk mendidik anak soleh kurang?)

Kemudian dengan indahnya Allah menutup dengan ayat 15:

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

 Masya Allah …indahnya rangkaian ayat 10 sampai dengan 15 dari surat Ali Imran ini. Secara komposisi bisa disimpulkan berikut:
  • Pada tiga ayat pertama Allah menguraikan tentang orang-orang kafir yang menjadi bahan bakar api neraka (bayangkan kalau membakar sate, kafir menjadi arangnya!), serta mengatakan bahwa mereka PASTI dikalahkan dan digiring ke neraka.
  • Di tengah (ayat 13) Allah mengambil peringatan bagaimana pertolongan Allah bisa turun menakjubkan bila kita tidak bermaksiat kepadaNya.
  • Kemudian Allah menguraikan jenis2 godaan manusia di dunia, kecintaan kepada dunia, sebagai godaan bagi manusia. (ayat 14)
  • Dan mengapa itu dikatakan sebagai godaan dunia? (butir di atas, ayat 14) karena ada yang jauh lebih dahzyat lagi ganjaran dari Allah yang diberikan kepada mereka yang bertakwa yakni surga dimana mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Masya Allah … !!

So,

Setelah mengikuti liqo, masih mau juga mengatakan semua agama itu sama? Kagak lah! Islam is the only way man …! Other religion is a damn lie! People should only be a moslem – the believers. If they reject Islam, the are KAFIR and therefore they WILL go to hell – FULL STOP.

Proud being a moslem. Haruslah.

 

Read Full Post »

Older Posts »