Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Life Experience’ Category

Ini saya update ke sahabat muslim agar semangat mendaftarkan masjid di sekitar kita atau masjid yang kita kunjungi. Kalau belum terdaftar di Google Maps, daftarkan segera dengan memilih menu “Add a missing place”. Kalau masjid sudah terdaftar, tolong berikan rating dan review (ulasan).
Saya barusan mendapatkan email dari Google Team yang memberi saya update bahwa salah satu tempat yang saya daftarkan 21 Juni 2016 yang lalu (setahun lewat) ternyata pekan ini dilihat oleh 20 ribu orang. Dan ternyata ini adalah Mushalla NURUL HIDAYAH yang terletak di Jl. H. Muflihun. Artinya,

1.) Bisa jadi selama pekan ini banyak sekali saudara kita yang mencari tempat shalat terdekat (ada aplikasi “Masjid Terdekat” di Google Play yang gratis diunduh) kemudian bisa mendapatkannya karena teryata ada mushalla di jalan kecil ini. Terus mereka memutuskan shalat di sini. Memang tak jauh dari mushalla ini (jarak 400 M) ada masjid besar. Namun di situ sedang ada pembangunan Bintaro flyover sehingga aksesnya kurang bagus.

2.) Bisa jadi yang melihat foto tersebut hanya menggunakannya sebagai patokan suatu alamat tertentu, bukan untuk keperluan shalat.

Apapun alasannya, ternyata foto masjid atau mushalla masih tetap dilirik pengguna peta yang artinya ada manfaatnya. Padahal ini saya upload tahun lalu dan pekan ini menurut Google foto mushalla kecil ini adalah BIG HIT.
Yuk, kita semangat mendaftarkan masjid atau mushalla ke Google agar semarak — tak hanya kafe dan resto atau mall saja isi peta, namun juga ada peta rumah-rumah Allah. Di sisi Allah tempat terbaik di bumi ini adalah mesjid-mesjid. Mosok kita ndak semangat wong kerja buat Allah kok.

2016-07-21

Screenshot 2017-07-12 11.04.00

Screenshot 2017-07-12 11.05.14

Read Full Post »

JELAJAH PAGI. Pagi ini memang gowes dengan MULTI-NIAT: olah-raga sebagai amanah agar badan sehat,  kuliner pecel Kenèz sekalian nenyambung ukhuwah sama Boss-nya, bludhas-bludhus masjid di jalan non-protokoler agar bisa dimasukkan Google Maps. Biidznillah semua niat tercapai dengan selamat dan lancar.  Bahkan ada bonusnya,  saat kuliner pecel Kenèz selain ketemu Boss nya yaitu mas Hari Sapto dan mbak Erika Aryanita, eh ketemu temen SMA yang ngguantheng yaitu mas Sapto Adji. Jadilah gayeng ngobrol Mediunan sambil andok pecel lawuh empal.  Biyuuuuuh…  Ndumenakaké tuwenan.  Jiyaaaaan! 

After the gayenk discussion I then embarked (giyayané keminggris) back home with the intention of finding a labyrinth journey where I might find mosques that have not been registered yet on Google Maps. Wuah!  Suweneng pol saya karena bludhas-bludhus jalan kecil mulai dari masjid Al Furqon di jalan kecil sekitar Gandaria,  kemudian ada mushalla Nurul Iman di Jl.  Pancoran seputar Tanah Kusir,  trus yang menarik di Ulujami saya nemu masjid yang sekaligus merupakan Balai Pelatihan Dakwah Yatim , namanya Nurul Anwar.  Wah…  Saya tertegun dengan masjid-masjid yang saya singgahi tadi sambil membayangkan bagaimana masyarakat sekitar memakmurkan masjid mereka.  Ada masjid Al Jihad di Ulujami yang menurut saya bagus dan besar meski lokasinya masuk ke dalam dari jalan raya Ulujami. Ciamik pol lah. 

Setelah jeprat jepret buat nantinya diunggah ke Google Maps,  saya nyengklak sepedah lagi pulang.  Oh ya kali ini saya lewat jalan tembus melalui TPU Tanah Kusir.  Pemandangannya ibdah,  ada sungai dan sempat merenung kematian di pinggir sungai.  Ya,  kali ini saya masih bisa gowes di sini,  suatu hari kelak saya berada di dalam tanah pemakaman ini. 

Sesampai di rumah minum es campur dulu (yang sempat saya beli dalam perjalanan pulang),   mandi,  Dzuhur dan… Ngopi!!!  Sambil baca buku…. 

What a life! 

Bahagia kuwi nyengklak sadel sepedah njuk ngopi ndhul!  Yo po ra? Jebulé ngono thok… 

Read Full Post »

Judul Asli:

A’lam As-Sunnah Al-Mansyurah karya Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami. Tahqiq: Ahmad bin Ali Alusi Madhkhali

Ihwal akidah yang merupakan hal paling mendasar dalam Islam dibahas tuntas di dalam buku ini dengan metode penulisan berupa tanya-jawab.  Ada 223 pertanyaan terkait akidah dibahas tuntas dalam buku ini. Bila semuanya kita jalani,  insya Allah selamat dunia dan akhirat.
Sebab saya beli buku ini dulu sekitar akhir th 2016 karena ada kajian di masjid Nurul Iman Blok M Square yang menggunakan buku ini sebagai acuan.  Sayangnya,  setelah itu pematerinya tak pernah lagi ada jadwal di situ.  Beberapa pekan lalu saya mengunjungi situs Radio Rodja dan senang sekali menjumpai rekaman audio sebanyak 20 set yg ternyata membahas kitab keren ini dari awal hingga tuntas.  Dibedah oleh ustadz Abu Yahya Badrusalam selama bulan Ramadhan 1438 H.  Wah kerrren banget kajiannya.  Pokoknya tuntas beluntaz lah.  Merasuk sukma. Senang sekali buku ini saya buka lagi sambil nyimak kajiannya via rekaman audio.
So pasti sambil ngopi lah.  Apa lagi coba?  Kata ustadz Khalid Basalamah belajar ilmu itu harus diperlakukan sebagai hiburan.  Lha,  hiburan mana yang bisa nunjek ulu ati selain ngopi,  gowes dan baca buku?!!!

Bagi yang menginginkan kajian lengkap ustadz Abu Yahya Badrusalam terkait kitab ini,  silakan ke situs Radio Rodja.  Ada 20 set rekaman audio kajian ini bisa download gratis. Sayang audio yang ke 4 tak bisa di download. 

Read Full Post »

Tadi malam saya membaca buku yang saya peroleh atas kebaikan sahabat saya Irwan Setiawan bulan lalu. Maasya Allah…  Buku kecil ini ternyata kandungannya mantab jaya dan tak kuasa saya untuk melewati halaman demi halaman mulai dari Mukaddimah,  Daftar Isi,  Pengantar Penerbit dan menjelajahi bab demi bab sampai akhirnya mencapai halam 60, atau tepatnya setelah amalan ke 9. Wuih!  Keren dah pokoknya ini buku.  Bahasanya juga sederhana dan to the point didasari dengan dalil-dalil. Rasanya musti tuntas bacanya karena sayang banget kalau hanya sampai amalan ke 9 dari total 30 amalan.  

Coba,  nikmat mana yang layak kita dustakan ya,  lha wong kalau mau 30 amalan ini semuanya bisa kok kita amalkan.  Kenapa perlu mengamalkan?  Karena amalan ini bisa menjadi penyebab datangnya rahmat Allah Azza wa Jalla.  Ingat,  syarat mutlak masuk surga adalah karena rahmat Allah.  Mosok sih gak mau mengerjakan amalan2 ini?! Ya kalau gak bisa semuanya , beberapa ajalah.  Keren dah buku ini! Kecuali gak mau masuk surga ya. 

Seperti kita pahami semua bahwa jalan dan cara untuk memperoleh rahmat Allah sangatlah banyak, hampir-hampir tidak mungkin untuk menghimpunnya dikarenakan luasnya rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Penulis merangkum berbagai poin terpenting dalam memperoleh rahmat Allah dalam buku ini disertai dalil-dalil dan penjelasannya yang menarik. Yang terpenting diantaranya yaitu menaati Allah dan Rasul-Nya, berbuat ihsan, berinfak di jalan Allah dan lain sebagainya.

Penulis juga membawakan berbagai keutamaan berbagai amalan ringan lainnya seperti menjenguk orang sakit, duduk di masjid, mencukur rambut dalam manasik dan lain sebagainya, yang didalamnya terdapat unsur meraih rahmat Allah bagi orang yang ikhlas karena-Nya dan mengikuti Nabi-Nya dalam mengerjakannya.

Udah,  pokoknya baca aja buku ini dan amalkan.  Insya Allah bermanfaat. 

Wallahua’lam

Read Full Post »

Salah satu kesukaan saya adalah bersepeda menjelajahi jalan-jalan non protokoler dan mencari masjid yang belum terdaftar di Google Maps. Sore tadi saya menjelajah di daerah yang tak jauh dari rumah saya bahkan tak lebih dari 2 KM jaraknya. Saya masuk jalan yg namanya Jl. Pulo Indah di Petukangan Selatan. Ah, ternyata tak jauh setelah masuk dari jalan protokoler M. Saidi Raya saya jumpai masjid besar dan megah yaitu Masjid Jami An-Nur. Saya berhenti dan jeprat-jepret ambil foto dari beberapa sisi. Kemudian saya bermaksud mereview dan upload foto.

Eh… Ternyata…. Masjid semegah dan sebesar ini (jelas jauh lebih besar dari masjid di sebelah rumah saya: Jami Nurul Ikhlas) belum ada di Google Maps. Wah, langsung saya ADD MISSING PLACE dan upload salah satu fotonya. Saya kemudian lanjut bersepeda lagi sambil menghirup udara sore di daerah asri tanpa kebisingan knalpot sama sekali.

Alhamdulillah.. Ternyata usulan saya untuk ADD masjid ini langsung di PUBLISHED oleh Google Team. Mungkin karena saya sudah banyak ADD masjid baru, dipercaya aja oleh Google Team sehingga tak perlu di review dan dicek oleh mereka. Syukurlah. Mungkin juga karena saya sudah LEVEL 7 Local Guide, makanya mudah sekali upload nya.

Sahabat Muslim, yuk… Kita daftarkan masjid di sekitar kita ke Google Maps agar memudahkan saudara2 kita yang safar mendapatkan masjid terdekat. Apalagi ada mobile apps “Masjid Terdekat” – memudahkan kita mencari mesjid di sekitar posisi kita.

Read Full Post »

Saat ini ngopi di sini bersama istri (Excelso GanCit)  sebagai bentuk kepatuhan thd ajakan boikot Starbucks.  Sejujurnya juga kopi Starbucks tidak istimewa rasanya.  Namun memang saya dan istri kadang ke gerainya juga.  Kenapa?

  • Punya toilet di hampir setiap gerainya (Buntaro Plasa,  misalnya)  sehingga saat waktu shalat tiba,  mudah ambil wudhlu nya
  • Nyaman buat ngobrol
  • Baristanya sebagian besar ramah

Meski kopinya biasa aja.  Harga sebenarnya sama aja karena di Excelso harganya juga mahal.  Yang di foto ini hanya ngopi berdua sama istri: black coffee (saya)  dan cappucino (istri)  kami harus bayar rp.  83 ribu alias Rp.  40 ribu per cangkir. Samalah dengan Starbucks. 

Read Full Post »

Gosil Part 2 – gowes silaturahim hari ini dimulai agak pagi jam 7:15 dari rumah dan kali ini menuju Bintaro Sektor 9 ke rumah sahabat  saya sejak SMA,  Tjindarjadi Chaliq di Maleo I.  Sayang beliau sedang pergi.  Memang gak janjian sih. Yang penting sudah menginjakkan kaki di rumah beliau,  bahkan sempat main sama dua ekor kucingnya. Namun sempat bicara via telpon dengan beliau.  Lanjut ketemu sahabat kuliah saya yang sekarang jadi Dosen,  Setijo Awibowo, sambil ngupi (biasa,  saya selalu pesan black coffee – jenis Kerinci)  di Maleo Yellow Coffee. Asik juga dapat ilmu mutakhir tentang Industrial Engineering,  ngupi sambil menyimak kuliah dari beliau. Abis itu tancap gas gowes pulang karena ada undangan shalat jenazah di masjid sebelah rumah. Pahala 1 qirad wajib dikejar nih,  jangan sampe ‘mrusut ucul’ – rugi bandar kalau gak ikut shalat jenazah.   Alhamdulillah bisa sampe rumah 9:40 dan tepat jam 10:00 bisa ikut shalat jenazah. 

Oh ya Brooks Roll-up Pannier lumayan juga lho bisa bawa banyak barang belanjaan: 6 botol Aqua,  4 botol Pocari Sweat di sisi kiri, 2 bungkus rujak buah,  2 potong semangka dan 2 potong pepaya di sisi kanan ….  Abis pulang dari shalat jenazah,  menyantap rujak.  Suweger tenan rèk! 

Nyéngklak sadel sepedah itu kebahagiaan tiada tara….  Biyuuuh biyuuuuh…..!  Tahes komes saklawasé pol! Mulané to… Do gowes ben tahes komes saklawase…. 

JrèNg!

Read Full Post »

Older Posts »