Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Life Experience’ Category

Alhamdulillah hari ini (16/01) gowes kemana-mana tidak terkena hujan bahkan asik karena cuaca lebih banyak mendung.  Berangkat dari rumah agak siang sekitar 8:45, gowes santai melintasi jl. Cileduk Raya,  mampir ke reparassi tas beli gesper buat tas sepeda, lanjut ke Pakubuwono VI via Velbak,  Gelora Senayan hingga tembus Sudirman,  lanjut Thamrin dan berhenti di KPPTI (Kantor Pusat PT Indosat).  Maasya Allah masjid Nurul Taqwa sudah berdiri megah modern di sebelah lobi utama.  Keren masjidnya. 

Bada shalat Dzuhur ditraktir sobat lama,  Erwin Prayudi, yg bekerja di Indosat sejak masih Satelindo dulu. Tentu,  saya pilih makan ketoprak di pinggiran KPPTI.  Sambil ngobrol di salah sattu ruang meeting KPPTI kami menikamti ketoprak mantab ini. Setelah itu kami berpisah dan saya lanjut kerja sebentar di DigiPlanet lantai 2 KPPTI. 

Cuaca mendung dan awan tebal akhirnya membuat saya nemutuskan agar segera meninggalkan KPPTI karena jam 16:00 ada meeting di Bappenas. Tadinya saya rencana mau mampir ke kopi Sabang 16. Karena mendung makin tebal,  saya gowes terus aja ke Imam Bonjol sampe akhirnya berhenti di Masjid Sunda Kelapa.  Waktu Ashar masih sekitar satu jam lagi,  maka saya bermaksud ngopi kalau ada kedai kopi di sekitar masjid.  Sayang gak jumpa. 

Jumpa Kang Deden

Karena gak liat ada kedai kopi atau kafe di sekitar masjid akhirnya saya bermaksud parkir sepeda di kompkeks masjid atau tepatnya di depan kantor Baznas sambil nenunggu waktu Ashar. Eh,  tak lama setelah saya lepas helem ada penjual starling memarkir sepedanya persis di sebelah sepeda saya. Karena hasrat ngopi belum kesampaian sejak pagi,  saya tanya ke dia apa punya kopi pahit. Sayangnya gak ada karena ia lupa tidak bawa. Batal.

Kemudian saya liat tukang parkir order minuman ke dia dan tiba2 saya jadi pengen juga.  Akhirnya saya order juga kopi hitam meski ada gulanya.  “Jangan diaduk pak, ” kata abang starling yg kemudian saya tahu namanya Deden,  dari Tasik. Benar juga,  ternyata bila tak diaduk jadinya tak terlalu manis.  Sambil menikmati sruputan kopi starling,  saya ngobrol sama Kang Deden. 

“Sudah lama bang jualannya? ”

“Sudah 2 tahun pak,  lumayan”

“Di mana aja jualannya? ”

“Hanya sekitar sini aja, seputar kantor Bappenas,  ya… Gak jauhlah dari sini…. ”

“Gak cari daerah yang sedang ada keramaian, misalnya ada pertunjukan atau bazar gitu? ”

“Gak lah pak di sekitar sini aja sudah banyak.  Yang belipun berragam dan tidak ada langganan.  Tapi ya muter saja di sini.  Saya gak mau kemana-mana. Waktu Dzuhur dan Ashar ke sini buat shalat di masjid ini. ”

“Jadi,  kalau mendekati waktu Dzuhur di sini pak? ”

“Iya”

“Wah,  kang Deden rajin ya shalatnya. ”

“Alhamdulillah pak.  Apa lagi yang dicari,  rejeki mah ada saja.  Saya jualan juga gak lewat waktu Maghrib pak,  udah pulang saya. ”

“Oh,  jadi kalau isi air thermos musti pulang? ”

“Tidak pak,  ayah saya jualan beginian juga di sekitar pos satpam Bappenas.  Dia punya pemanas air,  saya minta dia. Kalau pulang perlu waktu lama karena saya kontrak di Manggarai, keluarga saya di kampung. ”

Asik banget diskusi santai tanpa beban dengan Kang Deden (36) yang sudah punya dua anak: usia SD dan yg kecil masih dua tahun. Ngomong apa adanya,  bersahaja.  Ia memulai usaha starling ini dengan modal 2 Juta rupiah melalui pinjaman yang ia cicil 15 ribu rupiah per hari.  Dalam waktu 3 bulan sudah lunas dan itupun setiap pekan ia bisa transfer ke keluarganya rp. 500 ribu. 

Tiga hal penting yang saya belajar dari Kang Deden:

1.) Shalat 5 waktu tak boleh ketinggalan,  berjamaah di masjid. 

2.) Rejeki sudah diatur Allah,  tak perlu mikir,  lakukan saja. 

3.) Asiknya ngopi sambil ngoPI (ngobrol perkara iman) 

Maasya Allah… 

Advertisements

Read Full Post »

Setelah menjadi MC di kajian Road 2 Jannah ke 10, siang harinya ke Citos karena ingin bertemu dengan cucu tercinta: Falah Muhammad Althaf Ghaisani karena ayahnya, Fay Irvanto, seorang Leadership Charisma Guru sedang mengadakan acara:

25289172_10213031927206551_543429609692781800_n

Keren ya acaranya? Saya sempat mengikuti sebelum Althaf dan bundanya datang. Maka sore hari tadi sampai bada Maghrib puas main sama Althaf dan ini galerinya:

 

Maasya Allah …senang sekali rasanya jumpa dengan cucu tercinta …. Semoga menjadi anak soleh ya Althaf ….

Read Full Post »

Alhamdulillah … telah selamat tiba kembali di rumah. Adem sekali rasanya penerbangan kali ini dengan ID 6575 Batik Air: Sebelum take-off sang Pilot menyapa penumpang dengan mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” (saking tercengangnya saia sampai telat membalas salam — semoga ada saudara muslim yang menjawab salamnya sehingga saia tak terkena dosa karena menjawab salam hukumnya fardhu kifayah). Pada saat menjelaskan beliau mengatakan “Penerbangan ke Jakarta IN SYAA ALLAH akan ditempuh dalam waktu satu jam tiga puluh menit ….”. Rasanya tenteram sekali disapa secara syarii … Sayang saia lupa siapa nama pilotnya. Penerbangannya pun mulus meski saat akan mendarat cuaca berawan. Namun karena pilotnya syarii ….ada rasa nyaman meski tetap terus berdoa untuk keselamatan semuanya ….
Pengalaman terbang dengan BATIK yang menyenangkan meski ini baru yang ke 4 kalinya. dan semuanya ON TIME. Maasya Allah ….

Screenshot 2017-11-07 20.04.33.png

Read Full Post »


Maasya Allah…  Di bada Subuh ini saya dikejutkan dengan suara merdu cemerlang dari Sharla,  anak didik mas Edi Apple,  dari JOMBANG. Menurut hemat saya,  suaranya lebih jernih dan lebih bagus dari Chaka Khan sekalipun. Maasya Allah. 

Saat di bagian akhir dia diminta nyanyi di jenis lainnya,  ia mengatakan memilih jenis qasidah.  Dan… Dia bershalawat…  Nah…  Di sini saya tak kuasa membendung air mata saya yang secara riil menetes.  Tak sekedar suaranya yang indah namun teringat Rasulullah yang jasanya begitu besar kepada umat manusia dan tak salah bila ia merupakan manusia terbaik yang pernah dilahirkan di bumi ini. 

Terharu lagi saat Sharla diminta berhenti, ia masih melengkapi shalawatnya dengan “Ya Rasulullah…. “.
Langsung njungkel to the bone,  saya! Maasya Allah…  Indah sekali….!!! 

Akan jauh lebih indah bila ia melantunkan Ar-Rahman atau An Fusilat dari Al Quran…  Pasti nunjek and njungkel to the bone!!! 
Semoga Allah merahmati Sharla.  Aamiin….

– Wajib ditonton youtube ini… Sudah ditonton 4.7 juta orang!  

Youtube paling PROG yang pernah saya tonton!!! 

Meski dulu saya njungkel membik-membik saat mendengar Jon Anderson melantunkan The Revealing Science of God,  belum berhasil menggulirkan tetesan air mata.  But Sharla….  She did it to me!!! 

Hope that many humanbeings on Planet Earth watch this video and hijrah to the right way.  Back to the Koran…  The only book in Planet Earth and the whole universe that has no single mistake at all,  even no mispelling!!!

Read Full Post »

Sebenarnya tanggal 28 Oktober 2017 sudah jauh hari sebelumnya kami (istri dan saya) rencanakan untuk dua hal: mengahdiri undangan hajatan kakak saya, Jokky W Hidayat, yang menikahkan putra keduanya: Andy Darius, di Ayana Resort & Spa, Jimbaran Bali dan sekaligus berlibur. Manusia hanya bisa merencanakan karena qadarullah istri saya sakit sejak 3 hari sebelum keberangkatan. Bahkan, sehari sebelum berangkat istri saya sempat menjalani tes darah dan positif typhus meski masih belum parah. Maka hari Jumat malam, 27 Oktober, istri saya harus diinfus di klinik Yadika yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal kami. Infus berakhir pukul 23:30 dan setelah sampai rumah saya putuskan berangkat sendiri karena undangan hajatan harus merupakan prioritas. Namun saya juga tak mungkin melanjutkan liburan sendiri sehingga harus dilakukan penjadwalan pulang ke Jakarta sesegera mungkin (Ahad pagi dengan pesawat jam 7:00 dari Denpasar) dan booking hotel di Kuta harus dibiarkan hangus.

Alhamdulillah sampai di Denpasar jam 10:25 dan dijemput sendiri oleh mas Jokky yang sudah berada di Bali sejak hari Rabu atau 3 hari sebelum jadwal acara. Sebelum menuju hotel tempat saya menginap di SwissBelhotel Rainforest, kami sempat mampir di supermarket Hardys dan kemudian makan siang di Nasi Pedas Bu Andika. Tanpa disangka sebelumnya, saya juga jumpa mitra kerja saat membantu kantor Wapres di tahun 2012 yang lalu (era Pak Boediono), Owen Podger, seorang warga Australia yang sudah lama tinggal di Bali. Kami sempat mengobrol sejenak karena sudah lima tahunan tidak bertemu. Warung Nasi Pedas Bu Andika ternyata memang menyajikan makanan yang asik, terutama saya paling suka justru sayur tempenya. Mantab.

Bertemu Owen Podger di Hardys

Bersama mas Jokky di Nasi Pedas Bu Andika

Setelah itu saya diantar mas Jokky ke hotel untuk istirahat karena jam 16:30 rencananya baru menuju ke Ayana di Jimbaran bersama dua kakak saya lainnya (mas Henky dan mas Boedi) yang menginap di hotel yang sama. Mereka berdua sedang pergi ke kampung sasli Bali di Bangli dan baru nyampe hotel pukul 16:00. Memang mereka berangkat ke Bali sejak Jumat sore.

Sedikit tentang mas Jokky … Sebenarnya momen dijemput oleh mas Jokky ini sangat mengesankan saya karena memang sejak dulu saya dekat dengan mas Jokky karena dia kakak saya langsung, saya bungsu (nomer 4) sedangkan mas Jokky nomer 3. Beda usia kami cukup jauh, 5 tahun, sedangkan mas Jokky ke mas Henky (no.2) beda 2 tahun dan mas Henky ke mas Boedi (mas nDoet) berjarak 2 tahun. Jelas masa kecil saya lebih dekat (secara usia main) ke Mas Jokky meski tentu saja saya dianggap “anak kecil” saat itu. Hebatnya, mas Jokky gak pernah menganggap saya anak masih kecil. Jadi ya kita enjoy aja main. Mas Jokky ini otaknya encer alias pinter banget, sehingga saat SD dia sempat lompat tak perlu melalui kelas 5 langsung kelas 6. Karena ayah kami meninggal pada saat saya berusia 5 tahun, mas Jokky kemudian dipungut oleh tante saya dan hijrah ke Jakarta.  Karena dia tinggal di Jakarta itulah, maka kalau pas liburan mas Jokky pulang ke Madiun, kami langsung “melepas rindu”. Lucu sekali dulu kami saat kecil sering berujar kalimat “Aku seneng sama kamu” dan berlaku timbal balik. Kalimat itupun kemudian menjelma menjadi jawilan (colekan) yang maknanya sama: “Aku seneng sama kamu”. Demikian juga kalau saya ke Jakarta, saat itu Tante saya dimana mas Jokky tinggal, beralamat di Jl. Jawa (sekarang HOS Cokroaminoto, Menteng). Kami sering berujar kalimat itu saat berada di Jl. Jawa itu. Itulah saat pertama kali saya melihat pesawat televisi dimana yang siaran adalah Pak Sambas dengan TV hitam putih.

Deja vu! Saat di dalam mobil di Ngurah Rai, saya teringat langsung dengan suatu momen dimana saat itu saya masih SMP, sekitar tahun 1974, saya ke Jakarta naik kereta dan dijemput oleh mas Jokky di stasiun Gambir. Saya sendiri saat itu dan ketika masuk ke dalam mobil VW kodok, saya ingat sekali mas Jokky nyetel kaset Genesis “Selling England By The Pound” rekaman Yess. Meski saat itu saya sudah suka grup Yes album “Fragile”, namun album Genesis yang disetel mas Jokky tersebut saya belum kenal. Nah! Kejadian penjemputan di Ngurah Rai ini mengingatkan saya pada kejadian di tahun 1974/1975 ini. Memorable pol! bayangkan lho, setelah 42 tahun kemudian!!!!

Ayana Resort & Spa memiliki arti khusus bagi saya. Bukan karena saya penggemar wisata namun justru pada tahun lalu saya sempat membantu MidPlaza Group dalam pekerjaan kajian struktur organisasi MP Group dalam rangka membentuk Holding Company. Ayana merupakan salah satu hotel yang dimiliki oleh MP Group. Alahamdulillah akhirnya saya bisa mengunjungi hotel ini meski pekerjaan konsultansi dalam kajian Holding Company sudah selesai tahun lalu. memang hotel ini bagus sekali dengan area yang amat luas yakni 90 hektar di pinggir pantai Jimbaran.

Ki-ka: Boedi, Henky, Jokky dan saya

17939_234164703808_7081676_n

Foto kami berempat saat nikahan mas Henky (1980).  Ki-ka: mas Jokky, saya, mas nDoet dan mas Henky di rumah Jl. Sumatra no. 26 (sekarang nomer 28) Madiun.

 

Ayana Resort & Spa.

Setelah acara selesai, kami bertiga kumpul di kamarnya mas Henky sekedar ngobrol santai hingga pukul 01:00 dini hari. Jarang sekali kami bisa kumpul bertiga seperti saat ini kalau tak ada hajatan mas Jokky. Alhamdulillah. Ini juga sangat langka kami bertiga bisa ngobrol santai lagi karena di Jakarta masing-masing dari kami sudah punya kesibukan sendiri-sendiri sehingga sulit sekali mencocokkan waktu. Di masa lalu juga langka kejadian seperti ini karena jarak usia saya dengan mas Henky cukup jauh: 7 tahun dan dengan mas nDoet 9 tahun. Tentu saja saya dianggap anak “pupuk bawang”. He he he ….. Namun, mas henky sempat tinggal se rumah dengan saya dan almarhumah ibunda di Madiun kala itu, sampai mas Henky kuliah di UGM dan tinggal saya dan ibu di rumah sampai dengan saya lulus SMA tahun 1979. Waktu berjalan begitu cepat sekali.

Ahad pagi bada Subuh (04:34) saya harus bergegas ke airport dengan memesan Grab. Pihak hotel tidak menyerankan saya memesan taksi daring karena sering bentrok dengan transportasi lokal lainnya. Namu saya akalin juga dengan cara pick-up point nya di Indomart yang letaknya bersebelahan dengan hotel. Aman. Perjalanan ke airport hanya butuh waktu 20 meit saja. Karena saya sudah web check in, saya tinggal datang ke counter Garuda untuk cetak boarding pass. Waktu pasih pagi sekali jam 5:47 padahal boardingnya 6:40. Saya berencana ngopi di terminal keberangkatan. Eh ….ada sosok yang saya kenal, namun saya ragu. Namun kemudian beliau menegur saya dan berdiri menghampiri saya: “Pak Gatot! Wah …apa kabar?”, sapa Pak Ari Askhara. Saya kenal beliau saat membantu Pelindo III di Surabaya pada tahun 2014. Pada saat itu beliau sebagai Direktur Keuangan pelindo III. Pada tahun 2016 beliau menjadi Direktur Human Capital di WIKA dan saya diminta membantu beliau dalam membangun culture baru di WIKA. Namun bulan Juli tahun ini Pak Ari sudah tak di WIKA lagi karena Kemen BUMN menugaskan beliau sebagai Direktur Utama Pelindo III. Luar biasa karirnya, cepat menanjak.

Saat di airport sebenarnya pak Ari bersama empat orang lainnya. Tadinya saya rencana sekedar bersalaman saja dan kemudian pergi. Eh ternyata malah diminta gabung ngopi bersama. Maka terjadilah diskusi banyak hal sambil menunggu boarding. Qadarullah — skenario Allah Taala selalu yang terbaik karena saya tak pernah menyangka bisa bertemu pak Ari di sini. Rupanya beliau sedang ada program BUMN Mengajar di Universitas Udayana. Sejak beliau menjabat Dirut, saya sudah sulit berkomunikasi lagi karena memang kesibukannya luar biasa tentunya. Namun tadi pagi Allah Taala mempertemukan lagi saya dengan beliau dan beliau minta saya membantu Pelindo III lagi dan minta saya menghubungi Direktu lainnya yang terkait dengan bidang saya. Alhamdulillah … terima kasih Ya Allah … Alhamdulillah … Hal seperti ini memang harus disyukuri meski masih belum menjadi sebuah consulting project. In syaa Allah …. Salah satu credo saya dalam mengerjakan jasa konsultansi adalah “exceeding customer expectations” termasuk pada saat saya membantu Pak Ari di WIKA. Beliau saat itu supportive sekali dan selalu mengikuti saya pada sesi2 penting di luar kota misalnya Makassar, Surabaya dan Medan untuk membuka FGD. Nah, pada saat beliau memperkenalkan saya ke empat orang yang berada di airport Denpasar pagi ini, beliau dengan semangat mengintrodusir saya dengan kalimat pendek namun membuat saya terkesan: “Kenalin nih Pak Gatot yang telah membantu saya melakukan perubahan di WIKA!”.  Alhamdulillah ….

Meskipun liburan tertunda, namun Allah punya skenario yang jauh lebih baik. Alhamdulillah ….

 

Read Full Post »

Alhamdulillah dua hari ini gowes full dari rumah kemana-mana sampai semua urusan tuntas.  Kemarin ketemu dengan calon mitra bisnis yg berdomisili di Manila dan sedang di Jakarta,  ketemu di Tesate Plasa Senayan. Pulangnya hujan cukup deras sampai pakai jas hujan gowesnya. Enak banget gowez saat hujan.  

Hari ini ke Pullman Thamrin,  ikut acara bulanan alumni,  gowez dari rumah jam 10:30. Alhamdulillah mendung sehingga menambah nikmat gowes. Shalat Dzuhur di Annex Building,  Pullman.  Bada Ashar gowes ke Setiabudi One,  ketemu klien di The People’s Cafe / Djournal.  Long Black nya mantab bok!  Bada Maghrib lanjut gowes pulang namun kemudian terdengar adzan Isya,  mampir shalat di KemenPAN. Abis itu gowes santai pulang. 
Biyuh nikmatnya gowes full bahkan di siang hari bolong.  Terima kasih Allah…  Engkau sembunyikan matahariMu hari ini sehingga aku enjoy gowes siang hari. 

Besok ke Gatsu.  Kamis ke Kalibata…  Wah asik tenan.  Memang kenikmatan berada di atas sadel sepedah itu luwar biyasa!  Jrèng pokoké!

Read Full Post »

Menyesal sekali tak bisa hadir di kajian ini karena ada keperluan yang tak bisa ditinggalkan. Apalagi, setelah membaca kisah Ja’far bin ABi Thalib ini di Buku Jilid 2 yang digunakan sebagai referensi. Maasya Allah …. Sungguh indah kisah Sahabat Rasul bernama Ja’far bin Abi Thalib ini, apalagi saya baru kenal ya saat ini ketika membaca kisahnya. Begitu banyak kisah indah dari sahabat yang begitu banyak bahkan saya belum pernah tahu ada Ja’far bin Abi Thalib.

Semoga saya masih bisa mengikuti live streamingnya nanti. Biasanya kajian ustadz KH-B jauh lebih rinci dari yang tertulis di buku. Makanya nyesek sekali gak bisa hadir ….

Suatu ketika ada mitra bisnis saya yang mengatakan bahwa pertemuan terbaik adalah yang tidak kita hadiri. Saya rasa benar sekali, sudah beberapa kali majelis taklim (kajian ilmiah) yang sudah saya rencanakan hadir namun akhirnya saya tidak bisa mengikutinya, bahkan datang telat pun rasanya rugi. Sayang sekali ada tugas yang tak bisa saya tunda hari ini sehingga saya tak bisa ikut Tabligh Akbar yang secara rutin digelar oleh ustadz Khalid Basalamah di masjid Nurul Iman, Blok M Square ini, setiap pekan kedua di tiap bulannya. Semoga bulan depan dan seterusnya saya lebih bisa menjadwalkan hadir tanpa ada gangguan lainnya karena thalabul ilmi itu wajib dan penting sekali — salah satu jalan mengokohkan iman.

Semoga sahabat-sahabat muslim bisa mengikuti Tabligh Akbar ini. Aamiin …

22366523_10155822054728809_626602785634447835_n

Read Full Post »

Older Posts »