Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Life Experience’ Category

Ringkasan dari Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. Khalid Basalamah (12 Mei 2018). Sahabat yang luar biasa, berdialog dengan Allah tanpa hijab (tabir). Maasya Allah!

Abdullah bin Amr

Advertisements

Read Full Post »

Alhamdulillah …akhirnya pagi ini sempat ngopi di Kopi Sae yang sebenernya sudah lama sekali saya ingin mampir. Saat itu saya sebenernya secara kebetulan saja melihat kedai ini di Pasar Modern, Bintaro. Namun karena buru-buru musti pergi, gak sempat mampir.

Banyak pilihan biji kopi: Arabica Gayo, Gayo Blend, Sidikalang, Flores dan ada lagi lainnya. Saya coba Blend Gayo. Mantab sekaleee….ngopi sambil ditemani gemuruh suara hujan yang mengguyur Bintaro tadi pagi. Sambil ngopi, ketika pengunjung sepi, saya mulai bertanya-tanya kepada mas penjual kopi ini. Ini adalah ringkasannya:

  1. Secangkir kopi sebaiknya diisi dengan 15 gram kopi atau tepatnya 1.5 sendok makan kopi. Wah, ini ilmu baru karena biasanya saya cukup satu sendok teh munjung saja kopi bubuknya. Untuk 1 onz (100 gram) kopi sebaiknya hanya bisa digunakan untuk 6 cangkir kopi.
  2. Kopi yang telah digiling halus sebaiknya segera dikonsumsi atau maksimum dalam 4 hari harus habis. Makanya di kedai Kopi Sae ini semua kopi masih dalam bentuk biji dan disimpan dalam toples rapat.
  3. Suhu air untuk menyeduh kopi jangan sampai mendidih (100 derajat) namun cukup maksimum 90 derajat saja. Air dari dispenser hanya sekitar 50 derajat saja, masih kurang panas. Sebaiknya memang merebus air. Di kedai ini memang ada kompor gas yang siap merebus air.
  4. Secangkir kopi di sini dihargai hanya Rp. 15 ribu (duh, bandingkan dengan gerai franchise yang minimum rp. 28 ribu harganya) dan 100 gram (1 onz) kopi Arabica Gayo yang saya beli tadi, untuk dibawa pulang, harganya Rp. 37 ribu. Asik sekaleeee …ada stock ngopi di rumah ….

Kedai ini setiap hari buka jam 7:30 dan tutup pada jam 15:30. Asik ya ….jam operasinya syarii banget …gak perlu ngoyo buka sampe malam hari …. Sukses ya mas Kopi Sae!!!

Read Full Post »

Catatan Kajian Road 2 Jannah #12, Panti Sayap Ibu, 21 Januari 2018

Ustadz Subhan Bawazier

Kajian Road 2 Jannah (R2J) kali ini dilaksanakan di tempat yang berbeda dari kajian-kajian sebelumnya yang umumnya di kafe-kafe tempat komunitas berkumpul. Atas perencanaan dan pertimbangan bersama Tim R2J dalam rapat sebelumnya yang digelar di Fri3nds Co Cafe disepakati bahwa kali ini diselenggarakan di panti asuhan anak yatim, cacat dan terlantar yakni Panti Sayap Ibu Bintaro.

img-20180121-wa0010873999406.jpg

Catatan dari kajian Ustadz Subhan Bawazier:

Kita tak bisa memilih takdir. Anak adik saya merupakan anak berkebutuhan khusus. Perjuangan luar biasa dan berat telah dilakukan adik saya untuk membesarkan si anak. Banyak pengorbanan telah dilakukan dan kita tak bisa tahu takdir kita. Adanya anak berkebutuhan khusus pun juga merupakan bentuk kesempurnaan Allah Taala. Siapa yang bisa menyangka bahwa anak adik saya tersebut mengenyam pendidikan S2 di malaysia saat ini. Maasya Allah.

Jangan sampai kita futur nikmat terhadap apapun yang Allah berikan kepada kita. Kita tak pernah tahu karena ilmu Allah begitu luasnya. Kita jangan berpikir bahwa itu sebagai adzab tapi kenapa kita tak berpikir bahwa itu bentuk dari nikmat yang Allah berikan ke kita. Apapun kondisinya mereka adalah bagian dari saudara kita di negeri ini. Cintailah anak. Jangan sampai apa yang kita buat hari ini menjadi sumber kehancuran bagi anak kita kelak. Pahami iman dengan baik dan buatlah amal soleh. Amalan yang benar adalah buat kebaikan yang akan datang.

Al Quran tak menguraikan detil dari kekurangsempurnaan dari ciptaanNya. Ini sekaligus memberikan pelajaran ke kita bahwa apapun kondisinya itu memang sudah menjadi satu kesatuan dari bagian kehidupan kita. Mungkin dengan adanya anak berkebutuhan khusus Allah ingin menunjukkan bahwa dalam kondisi seperti ini mereka diberi kesempatan khusus untuk bisa setiap saat berinteraksi dengan Al Quran, selalu mendirikan tahajud di malam hari. Dan ini sering kita dengar.

Sikap menghadapi ujian:

1.) Sadar bahwa hidup ini adalah duka nestapa, melelahkan — seperti terkandung di Al Quran surat Al Balad. Jangan menganggap hidup ini tanpa masalah. Kalau ada yang mengatakan bahwa hidupnya tidak menghadapi masalah, hati-hati. Karena pada dasarnya kita ini hidup dengan masalah. Siapapun pernah mengalami ujian tentang anak.

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun. Waktu yang tak tergolong sebentar bahkan lama sekali. Adakah anaknya mengikuti dakwah beliau? Tidak.

Paman Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah berbuat baik kepada nabi pun juga tidak mengikuti dakwah beliau. Sampai Abubakar menangis ketika melihat ayahnya mencium tangan Rasul ketika memeluk Islam. Nabi bertanya: mengapa engkau menangis? Ya, Rasul …rasanya lebih indah melihat paman Anda masuk Islam daripada melihat ayah saya. Saking sedihnya ABubakar melihat kenyataan paman Rasul tidak mau masuk Islam.

2.) Pentingnya mengenal Allah. Jangan pernah menghujat atau mengumpat ke Allah. Kalau ujungnya tak baik, itu namanya ujian. Allah yang membawa hidup kita. Allah tak berbuat dzalim ke kita. USB menukil Al Quran surah Fussilat ayat 23 (?): Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu(dugaan itu) telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi.

Sedangkan Allah berfirman bahwa “Aku menurut sangkaan hambaku”. Dari anak yang kita anggap tak sempurna selalu ada hikmah. Pada awalnya mungkin kita merasa malu memiliki anak seperti ini. Malu kalau diajak kondangan, bikin keributan dan sebagainya …

La yukalifullahu nafsan ila wus’aha ….

Allah telah tulis takdir kita. Kalau kita berdoa, mintalah yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.

LGBT adalah bencana. Kita telah tahu betapa Allah muka dan semua pelaku di suatu zaman itu semuanya mati konyol. Bumi ini milik Allah.

Kisah sahabat yang terbunuh di perang Uhud, mati syahid, terpanah. Ibunya mendekati mayitnya dan mengatakan “tunggulah aku di pintu surga, nak”. Ketika mau dikuburkan oleh sahabat ternyata diketahui bahwa di perutnya diikat begitu banyak batu untuk menahan lapar. Dia telah berperang dengan menahan lapar. Jangan menyangka bahwa berbuat baik itu enak, karena keadaan bisa terbunuh, tercincang, terpanah.

Kuncinya sabar dan iman. Besarya pahal sebesar ujian kita lakoni. Hidup ini adalah masalah; makanya harus bersyukur dan bersabar.

Jadilah orang yang sempurna. Bayangkan berdakwah di sekitar tumpukan sampah. Kalau kita melihat kekurangan terus mana bisa kita menyempurnakan sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah. Kalau kita gak bisa atau belum bisa hafal Quran, wakafkan Quran dan yang Anda wakafkan itu bisa membuat orang menjadi hafal Al Quran. Saya sendiri tidak punya rumah. Tidak masalah. Setiap saat ada perluasan pondok ya gak masalah saya pindah ke belakang.

Adakan kehendak baik melalui hikmah. Jangan sembunyikan karena Allah menghendaki kebaikan.


Catatan dari Tanya-jawab:

  • Cara membangunkan anak untuk shalat Subuh: dengan jalan mengajak tidur jangan terlalu malam karena malam sebenarnya untuk istirahat dan ibadah. Biasakan mati lampu sebelum terlalu malam sehingga menimbulkan suasana istirahat.
  • Kalau saya disuguhi kopi Starbucks saya tetap minum kopinya, tidak masalah. Namun kalau saya diajak bertemu di Starbucks atau beli kopi di situ jelas saya hindari karena mereka mendukung LGBT secara resmi. Ini bahaya sekali karena LGBT dilaknat Allah. Tarik dulu pernyataan itu, baru saya mau beli kopi di situ. SPBU saya juga utamakan beli dari Pertamina yang milik bangsa ini.

Allahua’lam bi shawab


Poster kajian:
26231266_1970633573259285_3690837859374227739_n

Read Full Post »

Alhamdulillah hari ini (16/01) gowes kemana-mana tidak terkena hujan bahkan asik karena cuaca lebih banyak mendung.  Berangkat dari rumah agak siang sekitar 8:45, gowes santai melintasi jl. Cileduk Raya,  mampir ke reparassi tas beli gesper buat tas sepeda, lanjut ke Pakubuwono VI via Velbak,  Gelora Senayan hingga tembus Sudirman,  lanjut Thamrin dan berhenti di KPPTI (Kantor Pusat PT Indosat).  Maasya Allah masjid Nurul Taqwa sudah berdiri megah modern di sebelah lobi utama.  Keren masjidnya. 

Bada shalat Dzuhur ditraktir sobat lama,  Erwin Prayudi, yg bekerja di Indosat sejak masih Satelindo dulu. Tentu,  saya pilih makan ketoprak di pinggiran KPPTI.  Sambil ngobrol di salah sattu ruang meeting KPPTI kami menikamti ketoprak mantab ini. Setelah itu kami berpisah dan saya lanjut kerja sebentar di DigiPlanet lantai 2 KPPTI. 

Cuaca mendung dan awan tebal akhirnya membuat saya nemutuskan agar segera meninggalkan KPPTI karena jam 16:00 ada meeting di Bappenas. Tadinya saya rencana mau mampir ke kopi Sabang 16. Karena mendung makin tebal,  saya gowes terus aja ke Imam Bonjol sampe akhirnya berhenti di Masjid Sunda Kelapa.  Waktu Ashar masih sekitar satu jam lagi,  maka saya bermaksud ngopi kalau ada kedai kopi di sekitar masjid.  Sayang gak jumpa. 

Jumpa Kang Deden

Karena gak liat ada kedai kopi atau kafe di sekitar masjid akhirnya saya bermaksud parkir sepeda di kompkeks masjid atau tepatnya di depan kantor Baznas sambil nenunggu waktu Ashar. Eh,  tak lama setelah saya lepas helem ada penjual starling memarkir sepedanya persis di sebelah sepeda saya. Karena hasrat ngopi belum kesampaian sejak pagi,  saya tanya ke dia apa punya kopi pahit. Sayangnya gak ada karena ia lupa tidak bawa. Batal.

Kemudian saya liat tukang parkir order minuman ke dia dan tiba2 saya jadi pengen juga.  Akhirnya saya order juga kopi hitam meski ada gulanya.  “Jangan diaduk pak, ” kata abang starling yg kemudian saya tahu namanya Deden,  dari Tasik. Benar juga,  ternyata bila tak diaduk jadinya tak terlalu manis.  Sambil menikmati sruputan kopi starling,  saya ngobrol sama Kang Deden. 

“Sudah lama bang jualannya? ”

“Sudah 2 tahun pak,  lumayan”

“Di mana aja jualannya? ”

“Hanya sekitar sini aja, seputar kantor Bappenas,  ya… Gak jauhlah dari sini…. ”

“Gak cari daerah yang sedang ada keramaian, misalnya ada pertunjukan atau bazar gitu? ”

“Gak lah pak di sekitar sini aja sudah banyak.  Yang belipun berragam dan tidak ada langganan.  Tapi ya muter saja di sini.  Saya gak mau kemana-mana. Waktu Dzuhur dan Ashar ke sini buat shalat di masjid ini. ”

“Jadi,  kalau mendekati waktu Dzuhur di sini pak? ”

“Iya”

“Wah,  kang Deden rajin ya shalatnya. ”

“Alhamdulillah pak.  Apa lagi yang dicari,  rejeki mah ada saja.  Saya jualan juga gak lewat waktu Maghrib pak,  udah pulang saya. ”

“Oh,  jadi kalau isi air thermos musti pulang? ”

“Tidak pak,  ayah saya jualan beginian juga di sekitar pos satpam Bappenas.  Dia punya pemanas air,  saya minta dia. Kalau pulang perlu waktu lama karena saya kontrak di Manggarai, keluarga saya di kampung. ”

Asik banget diskusi santai tanpa beban dengan Kang Deden (36) yang sudah punya dua anak: usia SD dan yg kecil masih dua tahun. Ngomong apa adanya,  bersahaja.  Ia memulai usaha starling ini dengan modal 2 Juta rupiah melalui pinjaman yang ia cicil 15 ribu rupiah per hari.  Dalam waktu 3 bulan sudah lunas dan itupun setiap pekan ia bisa transfer ke keluarganya rp. 500 ribu. 

Tiga hal penting yang saya belajar dari Kang Deden:

1.) Shalat 5 waktu tak boleh ketinggalan,  berjamaah di masjid. 

2.) Rejeki sudah diatur Allah,  tak perlu mikir,  lakukan saja. 

3.) Asiknya ngopi sambil ngoPI (ngobrol perkara iman) 

Maasya Allah… 

Read Full Post »

Setelah menjadi MC di kajian Road 2 Jannah ke 10, siang harinya ke Citos karena ingin bertemu dengan cucu tercinta: Falah Muhammad Althaf Ghaisani karena ayahnya, Fay Irvanto, seorang Leadership Charisma Guru sedang mengadakan acara:

25289172_10213031927206551_543429609692781800_n

Keren ya acaranya? Saya sempat mengikuti sebelum Althaf dan bundanya datang. Maka sore hari tadi sampai bada Maghrib puas main sama Althaf dan ini galerinya:

 

Maasya Allah …senang sekali rasanya jumpa dengan cucu tercinta …. Semoga menjadi anak soleh ya Althaf ….

Read Full Post »

Alhamdulillah … telah selamat tiba kembali di rumah. Adem sekali rasanya penerbangan kali ini dengan ID 6575 Batik Air: Sebelum take-off sang Pilot menyapa penumpang dengan mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” (saking tercengangnya saia sampai telat membalas salam — semoga ada saudara muslim yang menjawab salamnya sehingga saia tak terkena dosa karena menjawab salam hukumnya fardhu kifayah). Pada saat menjelaskan beliau mengatakan “Penerbangan ke Jakarta IN SYAA ALLAH akan ditempuh dalam waktu satu jam tiga puluh menit ….”. Rasanya tenteram sekali disapa secara syarii … Sayang saia lupa siapa nama pilotnya. Penerbangannya pun mulus meski saat akan mendarat cuaca berawan. Namun karena pilotnya syarii ….ada rasa nyaman meski tetap terus berdoa untuk keselamatan semuanya ….
Pengalaman terbang dengan BATIK yang menyenangkan meski ini baru yang ke 4 kalinya. dan semuanya ON TIME. Maasya Allah ….

Screenshot 2017-11-07 20.04.33.png

Read Full Post »


Maasya Allah…  Di bada Subuh ini saya dikejutkan dengan suara merdu cemerlang dari Sharla,  anak didik mas Edi Apple,  dari JOMBANG. Menurut hemat saya,  suaranya lebih jernih dan lebih bagus dari Chaka Khan sekalipun. Maasya Allah. 

Saat di bagian akhir dia diminta nyanyi di jenis lainnya,  ia mengatakan memilih jenis qasidah.  Dan… Dia bershalawat…  Nah…  Di sini saya tak kuasa membendung air mata saya yang secara riil menetes.  Tak sekedar suaranya yang indah namun teringat Rasulullah yang jasanya begitu besar kepada umat manusia dan tak salah bila ia merupakan manusia terbaik yang pernah dilahirkan di bumi ini. 

Terharu lagi saat Sharla diminta berhenti, ia masih melengkapi shalawatnya dengan “Ya Rasulullah…. “.
Langsung njungkel to the bone,  saya! Maasya Allah…  Indah sekali….!!! 

Akan jauh lebih indah bila ia melantunkan Ar-Rahman atau An Fusilat dari Al Quran…  Pasti nunjek and njungkel to the bone!!! 
Semoga Allah merahmati Sharla.  Aamiin….

– Wajib ditonton youtube ini… Sudah ditonton 4.7 juta orang!  

Youtube paling PROG yang pernah saya tonton!!! 

Meski dulu saya njungkel membik-membik saat mendengar Jon Anderson melantunkan The Revealing Science of God,  belum berhasil menggulirkan tetesan air mata.  But Sharla….  She did it to me!!! 

Hope that many humanbeings on Planet Earth watch this video and hijrah to the right way.  Back to the Koran…  The only book in Planet Earth and the whole universe that has no single mistake at all,  even no mispelling!!!

Read Full Post »

Older Posts »