Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘My Life’ Category

Seorang mukmin harus memiliki determinasi sehingga dalam setiap interaksi menjadi yang mempengaruhi, bukan yang dipengaruhi.

Ustadz Muhsinin Fauzi

Determinasi - Muhsinin Fauzi 19Aug2019

Dalam setiap pola interaksi selalu saja ada yang mempengaruhi dan yang dipengaruhi. Orang Indonesia sangat menjunjung tinggi keharmonisan. Namun, sebagai mukmin kita harus hati-hati jangan sampai mengalah untuk sesuatu yang kita sudah jelas hukumnya. Kita harus punya DETERMINASI untuk mempengaruhi orang lain dengan dasar kebenaran seperti telah ada di Al Quran dan Hadits.
 
Dalam suatu acara halal-bihalal, ustadz ‘dengan sengaja’ meninggalkan acara di depan orang-orang yang sedang berjoget setelah acara halal-bihalal. Mereka yang melihat ustadz menunjukkan sikap meninggalkan acara menyebabkan acara musik dan joget dihentikan. Ini contoh bagaimana kita bisa bersikap mempengaruhi tanpa harus membuat orang lain ‘merasa kalah’. Jangan sampai justru kita mengalah dengan ikut menyanyi dan joget. Sikap kita justru mengajak mereka meninggalkan hal yang sia-sia tersebut (nyanyi dan joget).
 
Nah …siapkah kita melakukan seperti yang dilakukan ustadz Muhsinin Fauzi, Lc Msi? Harus siap! Apalagi sudah menjadi keumuman bahwa acara seperti halal-bihalal ujungnya ada acara hiburan yang umumnya musik dan joget.
 
Insyaa Allah …
 
Kisah ini dinukil dari kajian “Menjemput Husnul Khatimah” oleh ustadz Muhsinin Fauzi di acara Pengajian Muslim ITB-79 yang diselenggarakan 17 Dzulhijjah 1440H (18/08/2019) di Musholla BAITUSSALAM, Jl. Tamansai 1, Lebak Bulus, Jaksel.
Advertisements

Read Full Post »

Kadang saya merencanakan beberapa pertemuan di tempat yang cukup jauh hanya karena belum atau jarang bersepeda ke tempat itu, misalnya Pulomas atau Tanjung Priok atau Kelapa Gading. Bagi saya, bersepeda ke suatu tempat yang jarang saya lalui merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Bahkan saat merencanakan sekalipin saya sudah merasa ‘excited’ banget.

Alhamdulillah ada teknologi sehingga perencanaan makin mudah misalnya mencari lokasi masjid buat shalat BMW setelah pertemuan di suatu tempat yang saya belum familiar. Google Maps sangat membantu dalam perencanaan.

Ajakan untuk menggunakan atau tepatnya mencoba MRT belum juga terlaksana karena sayang banget bila suatu hari saya harus mengorbankan kenikmatan mancal pedal sepedah untuk hanya mencoba MRT. It’s not worth at all! Belum lagi keringat yang harusnya keluar. Juga kalori yang urung terbakar. Kokesterol dan banyak hal lainnya. Makanya, saya belum tertarik dengan naik MRT.😀

#cycling #bersepeda #bike2work #bromptonbicycle #brompton #pemprovdki #jlsudirman #mrtjakarta #gatowid #depansummitmas #sepedalipat #foldingbike #commuting #personaltransport #healthylife #changewell

Read Full Post »

Sudahkah kita berinteraksi dengan Al-Quran hari ini? Lihatlah semangat menghafal Al-Quran yang ditunjukkan oleh Bapak yang menggunakan kemeja warna putih di foto ini. Beliau sedang “nyetor” hafalannya kepada Bapak di sebalah kiri yang menyimak hafalannya melalui aplikasi Al-Quran di HP-nya. Qadarullah beliau seorang tunanetra. Bagaimana kita yang memiliki sepasang mata sempurna? Sudahkah kita gunakan untuk membaca dan menghafal Al-Quran?
Astaghfirullah wa atubu ilaih ….

SETORAN - Masjid Raya Bintaro 15Aug2019


#setoranquran #murojaah #hafidz #quran

Read Full Post »

Ketika Anda sedang asyik-asyiknya melakukan sesuatu, apapun itu yang Anda sukai,  dan Anda benar-benar menikmatinya, cobalah ambil sedikit jeda untuk menyukuri nikmatNya.

Cycling - Mensyukuri 15Aug2019

#nikmat #jeda #gatotwid #cycling

Read Full Post »

Jika Anda bepergian, jadikan ibu Anda orang terakhir berpamitan kepadanya.

Berusahalah sekuat tenaga menjadikan ibu Anda sebagai orang terakhir Anda berpamitan sebelum keberangkatan Anda. Berpamitanlah dengan berhadapan langsung. Tunjukkan kecintaan Anda kepadanya. Gembirakan hatinya.

Bagi mereka yang serumah atau jarak rumahnya tidak jauh dengan rumah ibu, hal ini mudah dilakukan. Namun bila berjarak cukup jauh, misalnya antara Bintaro dengan Bekasi, memang perlu perjuangan untuk melakukan hal ini. Niatkan untuk ibadah.

005 Jika Anda Bepergian - 30Jul2019


#150caraberbaktikepadaibu #ibu #ibumu#berbuatbaikkepadaorangtua #gatotwid#bukuislam #islam

Read Full Post »

Berhati-hatilah memilih kalimat yang akan dikatakan di hadapan ibu Anda.

Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. Al-Isra: 23)

Pemilihan kalimat sangat penting karena berdasarkan firman Allah di atas, mengatakan satu kata ‘ah’ saja dilarang oleh Allah. Artinya, kita memang harus santun kepada orangtua kita, termasuk kepada ibu. ‘ah’ saja dilarang oleh Allah. Artinya, kita memang harus santun kepada orangtua kita, termasuk kepada ibu. Pada masa transisi, ketika Anda baru menikah, mungkin agak sulit karena sebelumnya Anda sering berkomunikasi dengan ibu Anda sebagai ‘anak yang kadang merengek ke orangtua’. Ini memang perlu dilatih.

#150caraberbaktikepadaibu #ibumu #ibu #berbuatbaikpadaorangtua #ibuku #gatotwid

004 Memilih Kalimat - 27Jul2019

Sumber:

“150 Thariiqatan Liyashila Birruka biummika” – Sulaiman bin Shaqir ash-Shaqir

Read Full Post »

Memahami kondisi kehidupan ibu.

Alangkah baiknya apabila anak-anak memahami kondisi kehidupan ibu yang berbeda-beda dalam tiap tahunnya, lalu mereka memperlakukan ibu mereka sesuai dengan kondisi saat itu.

Tentu, hal ini sepertinya mudah diucapkan dengan kata-kata namun dalam kenyataannya cukup sulit dipraktekkan. Hal ini disebabkan perbedaan kurva kehidupan dimana pada umumnya anak-nak sedang mengalami pertumbuhan kehidupan dengan diraihnya sukses secara bertahap — misalnya promosi atau bagi yang berwirausaha bisnisnya sedang berkembang pesat. Saking senangnya dan bersemangat sampai terbawa pada ibu mereka yang sebenarnya sedang mengalami penurunan kurva kehidupan, paling tidak secara fisik. Suatu hal yang baik bahwa berita gembira disampaikan kepada ibu. Namun kadang anak-anak lupa bahwa kondisi ibu sudah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga tidak mudah, misalnya, diajak tamasya dimana banyak ditempuh dengan jalan kaki.

Kondisi mental ibu juga mungkin sudah berubah, bisa jadi menjadi sering menyendiri dan mengenang kejayaan masa lalu. Anak-anak harus memiliki hati yang tajam sehingga bisa menerima ini dengan hati yang lapang dan ibu merasa terhibur dengan kehadirannya.

Pengalaman saya (GW) pribadi dengan ibu saya di sekitar tahun 1985 ketika saya diminta ibu menjemput beliau di stasiun Jatinegara. Kebiasaan ibu memang setiap tahun mengunjungi kakak tertua di Tulungagung dan menetap di sana sekitar satu bulan. Ketika beliau berencana kembali ke Jakarta, saya diminta menjemputnya. Pada harinya, saya jemput sekitar bada Shubuh. Ternyata, kereta datang lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga ibu akhirnya pulang naik taksi. Jaman itu belum ada HP sehingga saya sempat lama di stasiun Jatinegara. Saya kesal sekali (Astaghfirullah!) kenapa ibu tidak sabar menunggu saya datang.

Ketika sampai di rumah Tebet, saya pasang muka masam karena kesal sekali. Bahkan saya sempat mengatakan mengapa ibu tidak sabar menunggu saya. Ibu hanya diam tanpa membalas perlakuan buruk saya. Esok harinya, ketika semuanya sudah reda, beliau bercerita bahwa selama dalam perjalanan kereta dari Tulungagung tas koper ibu dicopet isinya dan sebagian besar uang hilang. Untung masih tersisa untuk naik taksi. JEGLERRRRR ….!!!! Saya tertunduk malu dan nangis kenapa begitu tega berbuat kasar (muka masam dan kesal) ke ibu???? Lemes badan saya dan sedih banget …. Ini contoh tidak baik dari saya yang tidak memahami kondisi ibu saya yang semakin berumur dan menempuh perjalanan jauh sendiri. Penyesalan itu terasa hingga kini saat saya menulisnya kembali kisah pilu ini. Astaghfirullah ….

#150caraberbaktikepadaibu #ibumu #ibu #berbuatbaikpadaorangtua #ibuku #gatotwid


003 Memmahami kondisi - 27Jul2019

 

Read Full Post »

Older Posts »