Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘My Life’ Category

Catatan khutbah Jumat (23/06/2017) Masjid Jami Nurul Ikhlas, ustd Ikhwan Hakim,  SQ


Masih suasana Ramadhan hari2 terakhir. 

Masih ada diantara sunnah Rasul,  ada lagi sunnah di bulan Syawal nanti selama 6 hari.  Mudah2an kita bisa menjalankan.. Pahalanya besar bahkan beberapa hadits menjelaskan kemuliaan ini.  Hadits dari sahabat Abi Ayub,  riwayat Muslim:

Barangsiapa yg berpuasa di bulan Ramadhan lalu mengikuti puasa 6 hari di bulan Syawal maka ia seperti berpuasa penuh selama setahun. 

Dari Umar bin Khaththabb,  Nabi:

Barangsiapa puasa di Ramadhan disertai 6 hari sunnah di Syawal maka Allah akan ampuni dosa2nya seperti bayi yg baru dilahirkan. 

Al faqir teringat riwayat dari Nabi SAW dari Irsyadul Ibad: ada hadits bersumber dari Ibnu Huzaimah,  Nabi:

Sesungguhnya Nabi ketika ingin menaiki mimbar beliau mengucap Amiin sebanyak tiga kali.  Kenapa? 

Rasul menjelaskan:

Jibril AS datang kepadaku lalu dia berkata kepadaku: ucapkan Aamiin atas tiga hal yang diucapkan Jibril:

1.) Man adroka syahru romadhon….  Barangsiapa yg mendapati bukan Ramadhan lalu ia belum beristighfar kepada Allah lalu meninggal dunia maka Allah memasukkan ke neraka dan Allah tak mau melihatnya. Aamiin. 

2.) Wa man adroka….  Barangsiapa yang mendapati masih ada kedua orantuanya atau salahsatunya lalu dia belum berbakti,  belum berbuat baik,  lalu meninggal dunia lalu masukkan ke neraka dan dijauhi Allah.  Aamiin. 

3.) Wa man atharta….  Barangsiapa yang ketika namamu sisebut di sisinya tak bershalawat kepadamu langsung ia meninggal dunia lalu ia meninggal dunia maka Allah memasukkannya ke neraka. 

Maknanya (renungan) :

  1. Perbanyak istighfar kepada Allah,  selagi masih Ramadhan. Mudah2an Allah mengampuni kita.  Aamiin. 
  2. Berbuat baik kepada orangtuanya baik masih hidup maupun sudah wafat. Redaksi utk berbakti kpd kedua orang tua Allah berfirman dengan murkanya bagi manusia yg tak berbakti ke orang tua.  Hadits Muslim: Bagi yg berbakti kepada kedua orangtua maka Allah menuliakannya,  akan tambahkan umurnya. 
  3. Bershalawat ketika nama Nabi disebut.  Orang yang bakhik adalah yg ketika namaku disebut ia tidak bershalawat kepadaku. 

Mudah2an kita tak termasuk tiga golongan tersebut. 

Doa

Read Full Post »

Ceramah Taraweh 27 Ramadhan 1438 H (21/06/2017), ustd Ahmad Najihan, MA, Masjid Jami Nurul Ikhlas. 

Ad Dhariyat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

-Sura Adh-Dhariyat, Ayah 56

Urusan ibadah tak ada hentinya karena berhenti kalau kita tak di sunia lagi.  Ketakwaan tak boleh berhenti bahkan harus meningkat. Dalam ibadah kadang lesu,  malas.  Wajar.  Cuman kalau tak diperhatikan,  mendiagnosa apa asbab nya,  bahaya.  Kesempatan bagi iblis buat masuk.  Iman manusia kadang naik kadang turun (Imam Ghazali). 

Ada beberapa kiat agar semangat itu tak berhenti. Ramadhan tinggal hitung hari.  Belum tentu kita jumpa lagi tahun depan. Kalau tidak sampai finish ya tidak bisa jadi juara. 

  1. Tanamkan keikhlasan dalam beribadah. Kalau bukan karena Allah akan banyak dapat dampak negatif,  mudah kendor. Karena ingin disanjung maka saat tak disanjung semangat turun. Dalam hal keramaian maupun sendiri sama kualitas ibadahnya.  Jangan sampe riya.  Kita diagnosa.  Orang bertakwa tak pernah berhenti beribadah krn mengharap ridha Allah.  Percaya setiap ibadah akan diganti Allah melebihi dari apa yg bisa diberikan manusia.  Ia percaya Allah akan memberi ganjaran.  Tidak masalah ada pujian atau tidak dari manusia. 
  2. Ibadah sebagai kebutuhan bukan kewajiban. Orang kerja berangkat jam 6 untuk kerja tak masalah demi nafkah untuk keluarga. Prinsip ini jangan untuk dunia saja tapi juga ukhrawi.  Seperti nasehat Lukman kepada anaknya agar beribadah kepada Allah seperti kebutuhan besar kita.  Nabi berdialog dengan sahabat mengatakan bahwa mereka tak bisa masuk surga dari ibadah mereka. Sahabat datang ke Nabi minta nasehat ibadah.  Askaulani tidur di masjid hanya untuk melayani Nabi. Mendengarkan Rasul berdzikir sampe istirahat.  Istirahat di suffah.  Ditanya Nabi apa yg diinginkan?  Ingin bersama Nabi di surga.  Jadikan ibadah sebagai kebutuhan. 
  3. Senantiasa mengingat kematian kita.  Tak kenal muda atau tua,  kalau sudah saatnya tak bisa ditunda.  Bayangkan kematian kita segera.  Pendek angan2nya,  tak menunggu esok.  Telor hari ini lebih berharga daripada ayam esok hari.  Siapa orang paling cerdas?  Nabi: bukan orang yang berpendidikan tapi adalah yang ingat kematian dan menpersiapkan diri menghadapi kematiannya. 

    Dialog setelah shalat taraweh:

    Apa kiat mendapatkan lailatul qadr? 

    J: Menurut Rasul,  perbanyak shalat,  dzikir dan baca Quran (tiga hal saja).  Tentu diawali dengan ikhlas dan tidak usah perhatikan tanda2 alam sekitar. 

    Read Full Post »

    Allah Swt. berfirman:
    {وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ}
    Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 18)
    Yakni memaafkan kalian. Sekiranya kalian dituntut untuk mensyukuri semua nikmat-Nya, tentulah kalian tidak akan mampu melakukannya. Dan seandainya kalian diperintahkan untuk itu, pastilah kalian lemah dan meninggalkannya (tidak dapat bersyukur secara semestinya). Seandainya Dia mengazab kalian, tentulah Dia berhak mengazab kalian tanpa berbuat aniaya terhadap kalian. Akan tetapi, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia selalu mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas pahala kebaikan sekecil apa pun.

    Ibnu Jarir mengatakan bahwa firman Allah Swt. yang mengatakan: Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun. (An-Nahl: 18) Hal ini dinyatakan-Nya mengingat ada di antara kalian yang lupa untuk bersyukur kepada-Nya atas sebagian dari nikmat yang telah diberikan kepadanya. Allah Maha Pengampun bila kalian bertobat kepada-Nya dan kembali kepada-Nya dengan mengerjakan ketaatan kepada-Nya serta menempuh jalan yang diridai-Nya. lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 18) Yakni Maha Penyayang kepada kalian, Dia tidak mengazab kalian sesudah kalian kembali dan bertobat kepada-Nya.
    Dari Ibnu Katsir Online

    Read Full Post »

    Seperti kajian ustadz Abi Makki: (kajian Dzuhur terkait Adzab Neraka) 

    يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ
    (Bahasa Indonesia)

    (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”
    -Sura Al-Qamar, Ayah 48

    Read Full Post »

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

    Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
    -Sura Ibrahim, Ayah 40

    Read Full Post »

    Tafsir Surat Al-Ahzab, ayat 1-3

    Read Full Post »

    Oleh Ustd HM Salbini,  Lc.  MA, Masjid Jami Nurul Ikhlas Deppen (17/06/2017)

    Ceramah Taraweh 23 Ramadhan 1438 H
    Iman bukan usaha kita tapi merupakan pemberian Allah Taala. Tanpa iman,  amalan hanya fatamorgana,  tak bisa mengantarkan ke surga. Amalan baik di dunia hanya di dunia saja pahalanya. 

    وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
    (Bahasa Indonesia)

    Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

    -Sura Al-Baqarah, Ayah 25 (QS 2:25)

    Seperti orang ikut ujian tapi sayangnya namanya tak terdaftar.  Bagaimana mendaftarnya?  Syahadat.

    Iman naik turun. Misalnya jamaah taraweh semakin sedikit.  Yang meramaikan masjid hanya orang2 beriman saja. 

    Hadits, Rasul bersabda:

    Kalau orang bolak balik ke mesjid maka ia adalah orang beriman. 

    Yang menprihatinkan adalah adanya tetangga yang tak pernah ke mesjid tapi pas meninggal minta disholatkan di mesjid.  Pada saat ditanya apakah mayit orang baik,  jamaah jadi bingung menjawabnya.  Hanya orang beriman yg meramaikan masjid.

    Contoh lemah iman: Kalau bawa uang 50 ribu ke mall gak dapat apa2, tapi kalau ke mesjid tapi menjadi besar itu uang.  Ini menunjukkan iman turun. 

    Iman harus kita jaga dan tingkatkan.  Namun iman ada hubungan erat dengan apa yang kita makan. Al baqarah: Hai orang beriman makanlah dari yang baik-baik.  Ada kisah org yang menempuh perjalanan jauh dan menengadahkan tangan menohon ke Allah padahal yang ia makan yang haram.  Bagaimana doa bisa diterima Allah kalau ia masih makan yang haram? 

    Di Islam yang haram dan halal sudah jelas. 

    Hadits Bukhari,  abu Hurairah

    Seorang beli sebidang tanah,  ketika dicangkul ada benda keras,  ternyata isinya emas.  Dibawa dan mau dikembalikan ke penjual tanah.  Penjual ternyata tak mau.  Ribut berdua akhirnya dibawa ke pengadilan.  Hakimnya Nabi Daud.  Akhirnya pembantu masing2 dikawinkan serta emas dihadiahkan ke pembantunya.  Ini menunjukkan iman yang tinggi. (perlu dicari riwayat lengkapnya).  Maasya Allah. 

    Ramadhan merupakan penggemblengan iman yang baik.  Bagaimana tidak,  yang halal saja disuruh tahan tak boleh dilakukan: makan,  minum,  hubungan suami-istri. 

    Semoga kita termasuk golongan yang istiqomah.  Aamiin.

    Ceramah taraweh ini bagus sekali dan bacaan saat shalat taraweh pun tartil.  Maasya Allah.  Semoga Allah merahmati ustad Salbini.  Aamiin. 

    Wallahua’lam 

    Read Full Post »

    Older Posts »