Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘My Life’ Category

Ringkasan catatan Tabligh Akbar di Masjid Nurul Iman, Blok M Square, 1 Dzulqo’dah (14 Juli 2018) oleh ustadz Khalid Basalamah. Karena banyak yang penting, dibuat 4 halaman:

Abu Hurairah 14Jul2018 1-4

Manaqib Abu Hurairah:

1.Menyempurnakan keislamannya dg menuntut ilmu – langsung dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam.

2.Meriwayatkan hadits dan pada masa hidupnya  ada 800 orang sahabat dan tabiin yang belajar darinya.

3.Berbakti kepada ibunya, hingga akhirnya dengan doa Rasulullah memeluk Islam.

4.Ahli ibadah,  membagi malam menjadi 3 bagian, dibantu istri & pembantunya menghidupkan malam.

5.Pernah bertemu suatu kelompok sedang membahas harta berupa hewan ternak; kemudian ia mengingat-kan mereka bahwa di padang Mahsyar nanti mereka berhadapan dengan tanduk hewan-hewan tersebut.

6.Memotivasi orang-orang yang sibuk di pasar agar kembali ke mesjid untuk mendapatkan warisan dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam.

7.Tidak ada hadits yang ia lupa.

8.Ahli zuhud,  mendahulukan akhirat dari dunia.

9.Ahli syukur, selalu mengucap “Alhamdulillah” dan “Allahu Akbar” – bertasbih 12,000 kali sehari.

10.Tersebar luasnya ilmu yang ia sampaikan termasuk jawaban dari syubhat (terutama orang Syiah) yang meragukan daya ingatnya.

Abu Hurairah 14Jul2018 2-4

Pelajaran dari Kisah Abu Hurairah:

1.Tak ada kata telat untuk belajar. Abu Hurairah masuk Islam menjelang perang Khaibar,  sudah telat dibandingkan sahabat-sahabat lainnya.

2.Bagaimana kedudukan sahabat dan pentingnya pelajarandari  mereka.  Setiap kebaikan mengikuti apa yg telah disampaikan sahabat generasi awal.

3.Keutamaan menuntut ilmu : Mendengar – Mencatat – Menghafal – Mengamalkan.

4.Pentingnya adab dalam menuntut ilmu:

1.Ikhlas hanya untuk Allah.

2.Akhlak mulia: tenang, santun, sopan, tidak tidur.

3.Menghormati ulama agar mendatangkan berkah.

4.Percaya diri,  sugesti positif — seperti Abu Hurairah

5.Menjaga syiar Islam, busana muslim, menebar salam.

6.Memahami, menulis,  menghafal,  mengamalkan.

7.Meluangkan waktu: Ilmu agama penting sekali.

8.Hindari gosip.

9.Zuhud – mengutamakan akhirat daripada dunia.

10.Menjaga diri dari lingkungan yang membuat jauh dari mejelis ilmu.

11.Menjauhi segala jenis maksiat: haram dan makruh, mengerjakan semua perintah wajib dan sunnah.

12.Menjaga kesehatan badan,  makan yang halal.

13.Menghindari … (terlewat)

14.Mencari sumber yang tepat,  jangan asal hadir majelis ilmu apalagi banyak kurafat. Seleksi guru penting.

15.Mendudukkan guru pada posisinya.

16.Menyebarluaskan ilmu dimulai dari orang2 terdekat.

Abu Hurairah 14Jul2018 3-4

ABU HURAIRAH TIDAK LUPA SATU HADITS PUN

Abu Hurairah berkata, “Aku pernah berkata kepada Rasulullah, ’Rasulullah, aku telah mendengar darimu banyak hadits, tetapi aku lupa.’ Beliau lalu bersabda, ’Hamparkanlah selendangmu.’ Aku pun menghamparkannya. Beliau (seolah) menciduk sesuatu dengan kedua tangannya, lalu bersabda, ’Dekaplah.’ Aku pun mendekap (selendangku). Sejak saat itu, aku tidak pernah lupa lagi.“ [Shahih Bukhari #119]

Abu Hurairah benar-benar membaktikan jiwa dan ingatannya yang kuat untuk menghafal hadits-hadits al-Habib.

Mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya Abu Hurairah meriwa-yatkan hadits dalam jumlah banyak [semacam mempertanya-kan bagaimana bisa?], padahal Allah Taala telah memberi ancaman [atas orang yang banyak bicara dan tidak mengamalkannya]. Mereka juga mengatakan, Mengapa kaum Muhajirin dan Anshar tidak meriwayatkan hadits seperti hadits-hadits yang diriwayatkannya?’ Sesungguhnya saudara-saudaraku dari kaum Muhajirin sibuk dengan transaksi di pasar. Sementara saudaraku dari kaum Anshar sibuk dengan harta investasi mereka. Sementara aku adalah orang yang miskin yang selalu menyertai Rasulullah demi untuk mengisi perutku. Aku hadir di saat mereka absen, dan aku menangkap (pesan beliau) di saat mereka lupa. Suatu hari Nabi bersabda, “Tidak seorang diantara kalian yang membentangkan pakaiannya hingga aku menyudahi ucapanku ini, kemudian ia menggulungnya ke dadanya kecuali dia tidak akan pernah lupa dengan sesuatupun dari ucapanku selamanya.’ Demi Allah yang mengutusnya dengan kebenaran, aku tidak pernah lupa dengan ucapan beliau itu hingga hari ini. Demi Allah, andaikata bukan karena dua ayat di dalam Kitabullah ini [QS Al Baqarah 159-160], pasti aku tidak akan menceritakan sesuatu pun selama-lamanya.”

Abu Hurairah 14Jul2018 4-4

ABU HURAIRAH THE REAL MOTIVATOR

Abu Hurairah ingin agar saudara-saudaranya serius dalam menuntut ilmu dan menyampaikannya seperti yang ia lakukan, agar dakwah membuahkan hasil dan ilmu menyebar di tengah umat manusia di setiap tempat. Ia menciptakan cara-cara yang baik (menarik) dalam berdakwah kepada Allah subhanahu wa taala.

Pada suatu hari, ia melintas di pasar Madinah, lalu menemukan orang-orang sibuk dengan transaksi jual-beli, maka iapun merasa khawatir dunia telah menyambangi mereka sehingga membuat mereka menghindar dari menuntut ilmu. Maka ia berkata kepada mereka, “Alangkah lemahnya kalian, wahai penduduk Madinah!

Apa kelemahan yang engkau lihat dari kami, wahai Abu Hurairah?,” kata mereka.

Warisan Rasulullah shallallahualaihi wa sallam sedang dibagi-bagikan sementara kalian masih di sini? Tidakkah kalian pergi mengambil bagian kalian?” katanya.

Dimana warisan itu wahai Abu Hurairah?” tanya mereka

Di masjid!” jawab Abu Hurairah

Lalu secepatnya mereka pergi ke sana, sementara Abu Hurairah berdiri menyaksikan mereka hingga mereka kembali. Tatkala melihatnya, berkatalah mereka, Wahai Abu Hurairah, kami sudah datang ke masjid, namun tidak melihat sesuatu pun sedang dibagi-bagikan di sana!”

Apakah kalian tidak melihat seorangpun di dalam masjid?”

Tentu, kami melihat ada orang-orang sedang shalat, ada yang sedang membaca al-Qur’an dan ada yang saling mengevaluasi dalam masalah halal dan haram” kata mereka.

Duhai kalian. Itulah warisan Rasulullah shallallahualaihi wa sallam!” jawabnya.

 

Advertisements

Read Full Post »

Ringkasan Kajian Sunnah di Masjid Nurul Iman, Blok M Square, Sabtu – 1 Dzulqo’dah 1439 H (14 Juli 2018) oleh ustadz Dr. Musyaffa’ Ad-Dariny, MA, Lc.

Islam untuk Nusantara 14Jul2018

Islam menghargai budaya selama tak bertentangan dengan syariat Allah. Dulu, di Arab ada budaya anak perempuan di bunuh. Islam datang menentangnya karena tidak sesuai dengan syariat Allah Taala.

Dalam kasus orang membeli barang di sebuah toko di suatu daerah, esok harinya pembeli datang ke toko menyesalkan mengapa barang belum dikirim ke pembeli. Hal seperti ini Islam melihat bagaimana kebiasaan jual-beli masyarakat. Bila mengantar barang merupakan kebiasaan di daerah tersebut maka Islam membenarkan pembeli tersebut.

Dewasa ini ada upaya membenci Arab. Padahal, Allah paling tahu siapa yang pantas menerima risalah Islam. Tanyakan kepada mereka yang membenci Arab, kemana kiblat shalatnya? Islam tidak mungkin dipisahkan dari Arab. Mencintai bangsa Arab adalah salah satu bentuk keimanan. Membencinya, bentuk kemunafikan. Apa Arab lebih afdhol? Ya. Allah sendiri yang berkehendak. Keutamaan ini berlaku secara global tapi bukan per individu. Ada orang nusantara lebih afdhol dari orang Arab pada level individu.

Islam tidak bertentangan dengan budaya maupun negara. Islam bukan ditaruh di bawah budaya, harus sebagai payung dari budaya; bukan diatur oleh budaya. “Islam untuk Nusantara” benar sekali.

Read Full Post »

Ringkasan Khutbah Jumat di masjid Darul Ilmi, TIK, Jakarta Selatan – 29 Syawwal 1439H (13 Juli 2018) oleh ustadz ….. (tidak ingat)

Khutbah Jumat - Darul Ilmi PTIK 13Jul2018

Kejujuran adalah sifat seorang mukmin yang diposisikan tinggi, diatas para syuhada,  sama dengan para ambiya. Posisinya adalah: orang jujur – syuhada – orang soleh.

Rasul melarang berbohong. Kebohongan mendatangkan ke sesuatu yg tak baik. Bila berdusta,  akan berdusta terus , maka Allah menyebabkannya selalu berdusta. Islam mengharam-kan dusta meski sedikit. Kebohongan akan ditutupi kebohongan. Allah akan menjadikan hati org tsb sebagai pendusta hingga ia tak nyaman kalau tak berdusta.

Rasul adalah orang paling jujur. Sebelum menjadi rasul, kaum Quraisy meminta beliau menjadi hakim menentukan kabilah  yang berhak memasang hajar aswad. Beliau bijak, semua kabilah gotong-royong memasang hajar aswad dengan cara membentangkan syurban yang dipegang bersama sehingga semua kabilah berkontribusi meletakkan kembali hajar aswad.

Dalam becandapun Rasul tak berdusta. Saat itu beliau mengatakan kepada seorang nenek bahwa di surga tak ada orang tua. Nenek tersebut menangis. Rasul kemudian menjelaskan bahwa di surga, setiap penghuninya oleh Allah Taala dijadikan sebagai orang-orang muda.

Dusta kepada umum: pilkada,  pemilu, misalnya, akibatnya  fatal. Kita diperintahkan jujur bahkan dalam niat: 1. Kejujuran kepada Allah, tak boleh niat melakukan yg tak baik | 2. Kejujuran dalam kata-kata | 3. Kejujuran dalam berbuat. Kisah Rasul berjual beli dengan sahabat.  Sahabat tersebut membeli dari Rasul,  uang kurang.  Dia janji esok harinya melunasi di tempat sama.  Sahabat tsb lupa  sampai 3 hari.  Rasul menunggu 3 hari di tempat yang sama, menghormati janji beliau.

 

Read Full Post »

Ringkasan Khutbah Jumat di Masjid Jami Nurul Ikhlas, 22 Syawwal 1439H (6 Juli 2018) oleh Ustd. Endang Saefudin. Semoga bermanfaat.

Khutbah Jumat - Nurul Ikhlas 6Jul2018

Rasulullah shallallahualaihi wa sallam telah menyampaikan bahwa barangsiapa sesudah Iedul Fitri lebih baik iman,  akhlak dan tutur katanya, maka itulah hamba Allah yang sukses. Kalau sama saja,  tidak ada perubahan,  masih tetap maka termasuk umat yg rugi. Yang lebih parah adalah bila lebih buruk,  termasuk golongan orang yang celaka.

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” [QS Al-Fatir:32].

Dholimun linafsih: Dholim pada dirinya termasuk ke istri,  anak, tetangga, teman dsb. Akan dihisab lama di Mahsyar.

Muqtashidd : Suka dholim kepada Allah,  lalai dalam shalat,  kadang tak shalat malam,  tak ada dosa terhadap orang lain dalam hal tutur kata. Akan mendapat hisaban yasiroh, hisab yang paling ringan: Nabi Idris pernah melihat neraka, hisab paling ringan adalah kaki manusia ada bara api dan otaknya mendidih. 1 hari akhirat = 1000 tahun di dunia.

Sabiqun bil khoirot: Gemar utk melakukan kebaikan.  Ada masjid dibangun,  ia lebih awal membantu |dikala ada manusia perlu bantuan, dia paling awal membantu. Ini paling sulit karena digoda setan terus-menerus. Golongan ini masuk surga tanpa hisab. Inilah yang kita tuju.

Bekal kita hanya 3 saja: Iman Ilmu Amal. Jaga dengan baik, jangan diambil para pencuri iman: syirik, ujub, riya.

Read Full Post »

Kemarin (05/07/2018) gowes full, lengkap dengan tamasya dan kerja. Pagi jam 9:00 ada rapat di Puri Sentra Niaga Jaktim, berangkat dari rumah 6:55. Rute : Tanah Kusir – Trunojoyo – Tendean – Pancoran – Kalimalang. Jam 8:15 udah sampai, jarak tempuh 25 KM. Rapat seharian di sana, break Dzuhur dan Ashar dengan shalat BMW di Masjid Al Muqorobbun. Maasya Allah…. Masjid yang megah, indah dan tanpa tiang di dalam masjid. Selain itu, masjid ini juga syarii. Bada Ashar sempat mampir ke Helu Trans mengunjungi teman lama yang puluhan tahun gak jumpa dan kebetulan kantornya di sini, Ibu Hasmijati Koto. Jam 16:15 gowes pulang, mampir ke Otista.

Udah lama sekali saya pengen mengunjungi Dapur Utama Eatever yang didirikan oleh bungsu saya, Dian Widayanti bersama temen kuliahnya dulu. Alhamdulillah Dian masih ada di situ bersama temennya dan Chef beserta timnya. Seneng sekali melihat lantai dasar yang merupakan dapur utama untuk melayani order catering bagi pelanggannya. Sempat ngobrol beberapa menit dengan Tim Eatever termasuk info mengenai order catering untuk pernikahan di Le Meridian Hotel pekan lalu. Ini karena baru kali ini Eatever masuk ke wedding event.

Senang melihat Dian bisa memiliki dan mengelola usaha yang memang dari dulu sejak kuliah menjadi passion nya: kuliner. Meski baru berjalan 11 bulan, perkembangannya sangat positif dan saat ini sudah ada 5 Staff yang tinggal di Dapur Utama. Mereka ini staff operasional yang memasak pesanan setiap hari. Semoga Eatever selalu bertumbuh-kembang dan barokah. Aamiin.

Jam 17:00 pamit dari Eatever dan gowes langsung menyusuri Otista – Cawang – Tendean – RSPP – Gandaria – rehat Maghrib di Masjid An-Nur jl. Bendi, Tanah Kusir (mesjid idaman) – lanjut pulang via Bintaro Flyover. Jam 18:45 sampe rumah , nyantap buah naga yang disiapkan istri.

Puaaaas… Total 56 KM. Siip!!

Screenshot 2018-07-06 15.58.30

Read Full Post »

Sepeda kadang-kadang digunakan (digowes), kadang istirahat sementara dan kadang istirahat penuh (dilipat penuh). Rupanya, ini mengikuti gerakan shalat juga: saat digowes sepeda dalam posisi berdiri, sedangkan saat istirahat sementara dalam posisi rukuk atau sujud dan pada saat istirahat penuh dengan kekhusyuan dalam keadaan duduk.

Seli - Shalat

Read Full Post »

Tadi malam saya memakai aplikasi Grab dari Citos ke rumah dengan tarif Rp. 47 ribu — namun belum saya “Book” karena masih membenahi tas yang saya bawa, sehingga saya tunda dulu. Tak lama setelah itu saya buka lagi. Kali ini ada pesan pop-up memaksa — karena tak ada opsi untuk CLOSE — dan hanya ada dua pilihan “Aktivasi OVO” (mendapat diskon 20% setiap perjalanan dengan OVO) atau “Sudah Donk”. Karena memang saya gak pernah mau mendaftar OVO dan gak ada pilihan, terpaksa saya pilih “Sudah Dong” dengan harapan bisa keluar dari pilihan.
Layar kemudian keluar dengan penawaran pemesanan ke rumah saya dengan dua opsi :
1.) Cash Rp. 67 ribu
2.) OVO Rp. 43 ribu

Karena jaraknya tidak lama antara saya membuka layar sebelumnya (belum ada tawaran OVO) dan yang kedua (ada paksaan ikut OVO), ya sekitar 3 menit lah, saya berkesimpulan bahwa pembayaran OVO ini akal-akalannya GRAB saja karena sebelumnya sebenrnya saya ditawari Rp. 47 ribu CASH namun setelah ada OVO harga CASH nya meroket menjadi Rp. 67 ribu.

Ora nganggo GRAB ra patheken! Akhirnya saya gowes aja itu seli, meski sudah malam … Yo ben! Bye bye GRAB ….!!!

Read Full Post »

Older Posts »