Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘My Life’ Category

Thenguk-thenguk

THENGUK-THENGUK

Ini adalah bahasa Jawa yang mendeskripsikan keadaan tanpa melakukan apapun selain duduk-duduk santai di pinggir jalan melihat orang lalu lalang.  Hal ini biasa saya lakukan ketika masih remaja di Jl.  Sumatra 26 Madiun, tempat tinggal kami saat itu.  Di depan rumah ada “buk” yang sebenarnya adalah tempat duduk dari semen yang menandai masuk ke rumah kami melalui halaman depan rumah yang besar.  Saya suka sekali duduk thenguk-thenguk di buk itu sambik melihat orang lalu lalang bersepeda atau naik sepeda motor. Tak ada yang khusus sih sebenernya,  hanya sekedar duduk duduk saja,  ya kalau orang sekarang mungkin bilangnya ya “hang-out” begitulah. 
Tak ada batasan waktu juga sih,  namanya juga santai gak ada kerjaan… Ya duduk duduk aja tanpa ada maksud apapun.  Sekali waktu mengkhayal juga kalau suatu saat nanti punya uang atau kaya enaknya ngapain…. He he he…  Namanya juga remaja.  Pikiran melayang bebas tanpa batas… Kalau dipikir-pikir lagi betapa meruginya ya saat itu karena waktu luang itu sebenernya bisa saya manfaatkan dengan berdzikir atau istighfar karena sudah jelas dan pasti manfaatnya,  meskipun saya sambil duduk thenguk-thenguk namun benar-benar bermanfaat karena pahalanya sudah pasti,  daripada saya melamun tidak ada batasnya dan bisa ngalor ngidul ra karuan. 
Itulah pentingnya ilmu.  Kala itu memang saya gak pernah tahu apa itu menuntut ilmu selain belajar matematika,  fisika dan sebagainya, melupakan siapa yang menciptakan saya. Itulah sistem pendidikan yg saya terima ketika remaja karena pelajaran agama sekedar menempel ke mata pelajaran lainnya yang dianggap lebih penting. Ya,  pelajaran agama hanya sekedar tempelan saja kesannya dan guru2 yang mengajarkan agama tidak setenar guru mata pelajaran lainnya yang dianggap lebih top dan menjamin kesuksesan murid di kemudian hari.  Meski demikian saya masih ingat siapa guru agama yang memaksa saya dan teman2 di SMP Negeri 1 Madiun untuk menghafal surat “Alam nasroh… “. Beliau adalah Bu Muslikah.  Semoga Allah merahmati beliau. 
Waktu tak bisa didaur ulang.  Yang telah lewat gak bisa diputer balik lagi.  Semoga ke depannya saya dan keluarga saya dan keturunan saya tak melakukan thenguk-thenguk lagi karena hidup di dunia ini hanya 1.5 jam saja bila diukur dengan dimensi waktu akhirat. Banyak lho sebenarnya hal2 sia2 yang tak bermanfaat seperti thenguk2 ini….  Semua hal yang tak memberi manfaat untuk kehidupan akhirat kita kelak, ya tergolong sia-sia tak bermanfaat….  Jangan lagi membuat waktu terbuang sia-sia… 

Read Full Post »

Saksikan video singkat ini terutama kisah nyata di bagian akhir.  Maasya Allah.  Kisah yang sungguh menggugah.  Ayo semarakkan mentraktir Orang! 

Read Full Post »

Catatan Kajian “76 Dosa Besar” oleh Ustadz Khalid Basalamah di Masjid Nurul Iman, Blok M Square (17/05/2017)

Hari Rabu selalu merupakan hari khusus karena pada sore harinya ada kajian kitab Al Kabair karya Imam Dzahabi yang fenomenal itu; oleh ustadz Khalid Basalamah. Selalu saya berusaha untuk bisa hadir meski kadang sulit karena lokasi meeting sebelumnya yang kadang terlalu jauh dan kena macet. Pernah saya meluncur dari Gedung Wika di Cawang menuju Masjid Nurul Iman di Blok M Square terkena macet parah dan baru sampai di Blok M Square pukul 20:30 saat kajian hampir usai.

Rabu kemarin (17/05) secara perhitungan sebenarnya sulit untuk saya capai tepat waktu karena lokasi meeting saya dengan klien ada di Gran Melia Kuningan, lanjut ke Jl. Gatot Subroto. Namun saya yakin bahwa dengan sepeda insya Allah bisa mengikuti kajian. Benar saja, saat Maghrib saya masih berada di kantor klien yg di Jl. Gatsu sehingga Maghrib pun ditunaikan di sini. Stelah Maghrib saya meluncur dengan sepeda menuju Blok M Square ditengah-tengah kepadatan lalin luar biasa dan banyaknya jalan ditutup karena pembangunan infrastruktur. Lumayan juga muter-muternya menyibak SCBD terus menembus Wolter Monginsidi sampai akhirnya Iskandarsyah dan masuk Blok M Square dari pintu samping Pasaraya. Untung naik sepeda …. Kalau naik mobil gak bisalah pukul 18:40 sudah sampe Blok M Square. Suara ustadz Khalid sudah terdengar dari loudspeaker Blok M Square. Salut buat BMS yang menyiarkan kajian melalui speaker sehingga bisa didengarkan oleh pedagang di luar BMS.

Alhamdulillah …. sepeda memang paling praktis untuk menyiasati kemacetan Jakarta. Memang bukan salah Ahok sih Jakarta macet …(Lha? Apa hubungannya coba? he he he …. Ada! Biar ntar setelah Oktober bukan Anies Sandi yang disalahin kalau macet …lha wong jamannya Ahok aja wis macet …).

Sampai di lantai 7 BMS, lokasi masjid Nurul Iman, ustadz Khalid sedang menyampaikan bagian akhir dari kajian terkait Dosa ke 65 ini. Di bawah ini catatan saya.

Kajian Dosa Besar ke 65

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras“. (QS. Al-Baqarah: 204) “Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 205)

Ustadz KH-B menyampaikan pengalamannya dalam ranah akademisi dimana beliau melihat banyak sekali ahli-ahli dalam ilmu agama yang menjadi dosen bahkan guru besar di universitas (tidak disebutkan dimana) yang tidak mempraktekkan Islam bahkan bukan beragama Islam. Ini jelas aneh sekali, bagaimana seorang dosen agama Islam mengajarkan suatu hal yang tidak dia yakini. Ini jelas suatu hal yang aneh.

Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Al Mu’min ayat 56)

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

“Yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah setiap orang munafik yang lidahnya pandai.” (diriwayatkan oleh Imam Ahmad)

Artinya perdebatan harusnya dihindari karena tugas utama dakwah adalah menyampaikan bukan sampai bisa diterima oleh orang yang didakwahi. Kalau setelah disampaikan tidak mau terima, ya sudah tidak perlu dilanjutkan dengan debat panjang hingga tak dicapai titik temu bahkan bisa jadi bertengkar.

Tanya-Jawab
1. Bagiamana kalau dalam perdebatan seorang teman terus saja mempertahankan argumennya padahal salah?

J: Yang penting sampaikan sejujurnya. Kalau benar sampaikan alasannya. Kalau kita yang salah harus minta maaf.

2. Bagaimana mengatasi orang yang sering bertengkar?

J: Perlu terapi. Rasul tidak pernah marah kecuali kalau agama Allah dihina. Jangan mudah tersinggung. Dilihat orang saja marah. Jangan. Hindari semua titik yg bisa menyebabkan pertengkaran.
Kalau ada WA gak pantas gak usah ditanggapi.

3. Ayah selalu merasa benar sendiri dan sering menyalahkan. Bagaimana bersikap?
1. Doakan, karena kita ini anak
2. Jangan berargumen karena dia mungkin tak mau diberi tahu
Mengubah manusia gak mudah.
3. Sabar
4. Gunakan orang lain untuk menasehati ayah.

4. Menantang orang di kemacetan apa termasuk debat?

J: Ya. Harus tenang, gak usah diladeni. Ulangi hafalan Quran, dzikir. Sibukkan diri sendiri agar tak sakit hati.

5. Semoga kami bisa seperti ustadz KH-B.

J: Jangan minta seperti KH-B tapi Khalid bin Walid. Saya ini semut kecil dibandingkan mereka.

6. Bagaimana agar tidak sakit hati saat berdebat?

J: Tinggalkan saja. Besar hati. Kalau salah, terima, jangan pertahankan. Kalau dia salah kita ingatkan. Kalau tidak terima ya sudah.

7. Paman selalu mengajak berdebat, bagaimana sikap kita?

J: Sampaikan apa adanya. Gak usah lanjutkan.

8. Perdebatan bumi bulat atau datar, bagaimana bersikap?

J: Gak usah dilanjutkan. Bukan urusan kita. Yang penting jarak ke masjid kan tetap datar bukan? Kita masih bisa ke masjid bukan? Ya sudah.

9. Teman dinasehati tapi memojokkan, bagaimana bersikap?

J: Target dakwah adalah penyampaian bukan penerimaan.
Tugas kita hanya menyampaikan. Jangan jengkel. Yang penting kita lakukan adalah yg wajib misalnya shalat. Tapi kita tak dituntut nantinya kalau dia gak juga shalat.

10. Diskusi atau penyampaian argumen apa sebaiknya kita mengalah?

J: Kalau tak ada titik temunya, tidak usah dilanjutkan. Harus ada adab berdiskusi:
1. Temanya jelas
2. Ingin mencari yg benar
3. Yang benar atau salah mengakui.
4. Tidak menyebarkan apa yg didebatkan tapi hasilnya saja.

11. Menonton debat paslon apa ada manfaatnya?

J: Tidak perlu. Mengenai program, tanggungjawab di akhirat nanti.
Baca Quran aja. Gak usah ikuti debat.

Ati2 dengan penghuni neraka yg punya hak thd kita yg harusnya masuk surga. Misalnya kita pernah mendzalimi orang kafir, maka haknya orang kafir tersebut akan menjadi pengurang pahala bagi mukmin yang masuk surga. Artinya, selama hidup kita tak boleh menyiksa atau medzalimi siapapun baik muslim maupun kafir.

12. Suami tak mau ke masjid atau ke kajian, debat dengan istri.

J: Jangan dihardik. Jangan pake suara keras.

Read Full Post »

Kultum bada Shubuh di Masjid Jami Nurul Ikhlas (19/04) – hari libur pilkada putaran kedua DKI

Perintah shalat begitu agung: Nabi diundang menghadap Allah langsung mendapatkan perintah untuk shalat 5 kali dalam sehari semalam melalui peristiwa Isra Miraj. Secara perhitungan manusia seperti kita tak masuk akal. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha tak mungkin ditempuh dalam semalam kurang. Naik onta saja perlu waktu 2 bulan, dan bahkan perjalanan Nabi menemui Allah hingga langit ke 7. Suatu hal yang tak mungkin kalau menurut akal sehat manusia. Dan ini menyangkut jasad dan ruh Nabi, tak sekedar ruh seperti mimpi tapi benar-benar jasad dan ruh. Abu Bakar ditanya seorang kafir Quraisy mengenai hal ini dan beliau menjawab bahwa percaya hal ini karena dikatakan oleh Rasul, bahkan bila lebih dari peristiwa inipun ia tetap percaya bila itu disabdakan Rasul.

Kita semua sebagai muslim percaya dengan Isra Miraj, karena ada di Al Quran – makanya kita menjalankan shalat. Kita percaya karena ini adalah nikmat iman, nikmat Islam yang diberikan oleh Allah kepada kita. Ini semua karena iman kita kepada Al Quran.

Segala sesuatu yang ada di Al Quran kita percaya karena sebagai muslim kita harus menjalankan Islam secara kaffah (totalitas) tak bisa memilih hanya yang enaknya saja buat kita. Semua isi Al Quran itu adalah perintah dan larangan. Yang diperintahkan kita kerjakan yang dilarang kita jauhi.

Daging babi haram menurut Al Quran. Dokter juga bilang bahwa banyak masalah di dalam daging babi. Namun orang-orang non islam membuatnya sedemikian rupa agar kita mengkonsumsi daging babi karena semua yang ada padanya dibuat produk. Bulunya buat sikat gigi, kuas cat tembok. Makanya musti hati-hati kalau membeli barang, musti lihat label halal MUI.

Minuman keras haram, kita juga percaya karena kata Quran, firman Allah. Perbuatan setan jangan diikuti karena setan adalah musuh yang nyata bagi seorang muslim.

Yang ada di Al Quran sudah lengkap, tak ada lagi yang perlu disempurnakan, sesuai perintah Allah:

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maaidah: 3]

Tidak ada lagi setelah itu (Haji Wada) ada penyempurnaan lagi. Jangan lepas dari Quran. Masuk Islam harus total. Jangan giliran duit (misal uang zakat) mau pake Quran, urusan
pilkada kagak mau pake Al Quran hanya karena duit -katakanlah Rp 600 ribu atau sembako seharga Rp. 100 ribu.

Perintah Allah sudah jelas, memilih pemimpin Islam.  Masalah menang kalah itu sudah takdir Allah. Yang penting memilihnya yang benar karena pertanggung-jawabannya di akhirat kelak. Ngaku mukmin, Isra Miraj aja percaya. Tapi Al Maidah gak mau terima. Tugas mukmin adalah mengingatkan sesama muslim untuk memilih pemimpin muslim. Kagak mau, ya urusan dia. Yg penting kita kasih tahu. Hanya saja nanti di akhirat akan ditanya Allah mengapa tak menjalankan Al Quran secara total. Di dunia saja keblinger, nanti di neraka dia (orang muslim yang memilih non muslim) protes katanya tak ada yang memberi tahu. Malaikat Rakib dan Atid punya rekamannya.
Udah dikasih tahu masih menentang.  Oleh Allah kemudian dimasukin ke neraka paling bawah.

Kudu ati2. Islam kaffah, totalitas.
Urusan kepemimpinan ada di Quran.
Ada perintah memilih pemimpin muslim. Ini anjuran memilih bukan kampanye.
Kalau kampanye itu perintah memilih nomer. Harusnya gak boleh kampanye. Eh yang membuat aturan malah melanggarnya, katanya gak boleh orang luar DKI datang. Malahan melindungi dan memfasilitasi golongan tertentu yang saat ini dikumpulkan di Ragunan Pasar Minggu. Aturan gak boleh kampanye tapi dilanggarnya sendiri.
Katanya orang Islam ke Jkt gak boleh.
Tapi kenyataannya ada yang difasilitasi dari kelompok tertentu ….

Yuk sama2 menjalankan perintah Allah harus ikhlas, jangan fulus.

Ingat kasus Gubernur NTB yang dikatain kasar di bandara Singapura
Belum menang aja udah belagu
Apalagi kalau menang
Bagaimana kalau jadi pemimpin di Indonesia?
Si Bopeng yang menentang TNI saja tidak ditangkap,  ilang

Hari ini pilkada, pilihlah pemimpin Islam karena ini perintah Allah.

Bagaimana kalau dulu salah milih? Tobat. Bagaimana caranya?
1. Menyesal
2. Jangan mengulangi lagi
3. Jangan salah nusuk lagi, mengerjakan perintah Allah, memilih yang muslim.
Dibatasi sampe jam 1 siang
Kalau gak tobat, tunggu 5 tahun lagi kalau masih hidup

Perbanyak dzikir, istighfar
Pemimpin muslim bisa jadi imam shalat fardhu. Nikmat bukan?
Nikmat
Kalau bukan muslim ya gak bisa jadi imam shalat.

Read Full Post »

Catatan kajian di masjid Nurul Iman, Blok M Square (18/03/2017) oleh ustad Abu Hurairah


Kajian ini sebenarnya diadakan secara rutin oleh masjid Nurul Iman pada setiap hari (biasanya) Sabtu bada Ashar. Namun saya amati selalu jamaahnya sangat sepi hanya beberapa orang saja, jauh berbeda dengan jumlah jamaah sesi sebelumnya (jam 9:00 sd 15:00) di tempat yang sama saat membahas topik Daurah Sifat Shalat Nabi: Seperti Engkau Melihat ku oleh ustadz Subhan Bawazier dan ustad Mizan Qudsyiah. Apalagi bila dibandingkan dengan ustadz KH-B dimana masjid menjadi membludak dipenuhi ribuan jamaah. Padahal topik yang dibawakan oleh ustadz Abu Hurairah ini juga dahzyat karena membedah kitab karya Ibnul Qayyim AL Juziah “Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’”. Penyajian ustadz Abu Hurairah juga menarik dan jelas dalam membahasnya. Mungkin juga disebabkan karena pihak masjid tak pernah membuat flyer / poster kajian untuk sesi beliau. Ini juga mungkin yang mempengaruhi popularitas sesi ini. Kurang paham juga kenapa masjid tak pernah mempublikasikan sesi ini di instagram. Namun …meski sepi peminat, tetap menawan hadits-hadits yang dibahas. Di bawah ini catatan saya meski mungkin tak tertata rapi karena saat mengikuti kajian saya belum punya kitabnya (diterbitkan Pustaka Imam As Syafii).

Kita harus menjauhkan dari segala hal kemaksiatan. Makanya perlu untuk terus mengingatkan diri kita krn dengan cara ini kita bisa memelihara ketakwaan kita.

Beberapa hadits utk menjelaskan beberapa perkara yg bila kita kerjakan kita berhak mendapat hukuman Allah. Khusnozon ke Allah bahwa maha pengampun, bila di masa lalu sudah pernah melakukan kita bertaubat.

1.) Jangan merasa besar atau bangga karena apa yg kita miliki, baik itu baju maupun kendaraan, merasa lebih dari orang lain. Ujub, besar diri sangat dilarang oleh Rasul. Jangan sampai jalannya beda saat banyak uang, misal habis gajian.

Fitnah dunia. Fitnah pertama itu di hati kemudian memerintahkan gaya kesombongan misalnya merasa gak level dengan orang lain. Kelebihan ilmu bisa membuat sombong, menolak dakwah tauhid, menolak Allah. Ketika ia lupa kepada Allah maka Allah akan lupa kepada dirinya

Allah memiliki 100 nikmat dan hanya 1 yang dilemparkan ke dunia. Yang di sisi Allah untuk kaum mukminin di surga nanti ada 99 nikmat

Jika kamu menghitung nikmat Allah gak bakal bisa menghitung besarnya nikmat Allah

Jangan menyombongkan diri di muka bumi ini

Ingatlah nikmat Allah agar tunduk kepadaNya

Kita tak pernah lepas dari pertolongan Allah

Berdoa sebelum salam: Tolonglah aku ya Allah utk terus mengingat nikmat Allah

2.) Melukis makhluk hidup. Harus beri tahu guru yg mendidik anak melukis makhluk hidup.

Pelukis di adzab di hari kiamat

Doakan mereka agar mendapatkan hidayah

Jangan anggap remeh seni lukis makhluk hidup

Kita minta ampun ke Allah tapi kita jangan sampai menabrak larangan Allah

3.) Nabi: Apabila kalian wafat nanti, maka akan ditunjukkan kepadanya (sambil duduk diperintahkan malaikat) kaum mukmin melihat tempatnya di surga di waktu pagi dan sore.

Allahumma inni asalukal jannah

Mintalah masuk surga

Siapkan amal buat masuk surga

Diperlihatkan tempat duduknya di surga

Ini tempatmu nanti

Ketika di alam kubur kita ditunjukkan ini

Kabut2 dosa hilang bila kita selalu membaca hadits2 ini

Kematian disembelih

Wahai para penduduk surga, inilah tempatmu

Wahai penghuni neraka, itu tempatmu

Barangsiapa yg minta dijauhkan dari neraka

Neraka juga minta agar hambamu ini dijauhkan dari neraka

Baru masuk surga saja sudah bahagianya luar biasa

Mintalah surga firdaus

Ada yg naik tingkat di surga karena istighfar anak2mu di dunia

Tanamkan saham ke anak cucu kita

Anak itu investasi terbaik kita

Jangan diabaikan

Minta ke Allah surga firdaus, jangan tanggung-tanggung

 

Sedihnya penduduk neraka

Air mata darah karena menyesal

Jangan terjadi sama diri kita

Menangis deras sekali sehingga airmata darah meluap

Perahu bisa berlayar di atas air mata darah tersebut

Banyaklah menangis di dunia daripada menangis di neraka nanti

Sedikit tertawa

Semoga kita mengingat dosa2 kita

 

 

 

Read Full Post »

Mungkin ini sekedar catatan diri terkait perjalanan saya memburu kajian sunnah dengan mengikutinya secara langsung, bukan melalui radio atau live streaming. Memang harus saya akui bahwa saya tergolong malas untuk mengikuti kajian di masjid-masjid kecuali yang secara rutin dijalankan oleh SKI (Satuan Kerohanian Islam) PT Indosat yang pada dasarnya sudah sering saya ikuti sejak tahun 2008 yang lalu karena saya ada proyek pekerjaan di sana. Namun itupun hanya pendek karena biasanya memanfaatkan waktu bada Dzuhur di mushalla lantai 23 dan selesai jam 13:00 karena jamaahnya kembali bekerja. Kemudian saya ada beberapa kali ikut acara di Masjid Nurul Iman, Blok M Square yang saya hadiri karena adanya flyer kajian, misalnya pada 30 November 2014 ada kajian “Dimana Allah?” oleh ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc. yang diorganisir oleh The Strangers. Namun sporadis saja dan tak ada jadwal khusus. Saya tidak ingat lagi setelah itu ada kajian apa lagi yang saya ikuti di masjid Nurul Iman. Memang saya hanya fokus di masjid Nurul Iman karena memang saya suka Blok M Square dimana saat itu ada parkir khusus sepeda di depan lobby. Sayang parkir sepeda di Blok M Square sudah tidak ada lagi sekarang sehingga mengurangi keindahan tempat ini bagi saya pribadi. Yang tak kalah pentingnya di lantai Basement mall ini ada pelapak buku yang cukup banyak dan hampir menempati 1/3 lantai termasuk ada beberapa pelapak yang mengkhususkan pada penjualan buku-buku Islam.
Screenshot 2017-03-19 16.08.19

Mulai Agustus 2016 saya mulai agak rajin mengunjungi masjid Nurul Iman karena saya mulai mengamati bahwa masjid ini konsisten menyajikan kajian-kajian sunnah atau ada yang biasa menyebut dengan kajian salaf. Saya merasa cocok dengan kajian-kajian yang diselenggarakan karena memang yang diajarkan murni sunnah Rasul seperti yang dicontohkan oleh nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa ditambahi maupun dikurangi. Semua dalil yang digunakan adalah yang shahih saja. Maasya Allah. Tak hanya kajiannya menarik, masjid ini menjalankan sunnah juga pada saat mendirikan shalat fardhu BMW (berjamaah di masjid pada waktunya) dimana:

  • pada saat Dzuhur ada jeda cukup panjang antara adzan ke iqomah sehingga memungkinkan jamaah shalat qobliyah Dzuhur 2×2 rakaat menurut anjuran yang paling afdhol dari Rasulullah;
  • imam shalatnya membaca ayat-ayat Al Quran dengan tartil dan enak sekali di teling dan hati, rasanya sejuk mendengarkan lafaz imam;
  • setelah shalat tak ada doa bersama yang dipimpin oleh imam sehingga masing-masing jamaah bisa bebas berdzikir dan berdoa menurut cara masing-masing karena memang tak ada contoh Rasul bahwa setelah shalat fardhu ada doa terpimpin dengan suara keras.

Beberapa hal tersebutlah membuat saya terpikat dengan masjid Nurul Iman. Di Jakarta ini menurut hemat saya sangat jarang ada masjid yang menyajikan ketenangan luar biasa untuk menjalankan shalat.
Beberapa faktor tersebut plus kualitas kajian sunnah yang diselenggarakan oleh masjid membuat saya semakin menetapkan hati untuk rajin mengunjungi masjid ini sekurangnya tiga kali dalam sepekan, yaitu hari Rabu bada Maghrib sampai dengan bada Isya ketika ustadz Khalid Basalamah (KH-B) membahas kitab Al-Kaba’ir karya imam Dzahabi (76 Dosa Besar Yang Dianggap Biasa), setiap Sabtu (dari jam 9:00 sampai dengan bada Ashar) digelar dua atau tiga sesi kajian dengan ustadz salaf yang berbeda dan hari Ahad biasanya digelar dua sesi kajian dari jam 9:00 sampai dengan 15:00. Menyenangkan sekali mengikuti kajian-kajian yang diselenggarakan oleh masjid ini.

Kadangkala saya juga mengikuti kajian di masjid lainnya misalnya di masjid AL Azhar setiap Rabu bada Isya dimana dulu ada ustadz Subhan Bawazier atau bahkan ustadz Badrusalam juga pernah mengisi. Namun karena waktunya bersamaan dengan ustadz KH-B di masjid Nurul Iman, saya menjadi lebih sering mengikuti ustadz KH-B. Kemarin (18/03) saya mengikuti kajian ustadz Badrusalam di masjid Nurul Hidayah, Bintaro, Tanah Kusir namun siangnya saya mengikuti kajian di masjid Nurul Iman mulai dari bada Dzuhur sampai dengan bada Ashar (ada dua sesi kajian). Bila saya berhalangan mengikuti kajian ustadz KH-B, saya mengikuti live treaming (rekaman) setelah acara selesai.

Perburuan Menyenangkan

Banyak sekali manfaat saya peroleh dengan mengikuti serangkaian kajian sunnah, baik hadir langsung di masjid maupun kadang melalui youtube atau Radio Rodja, termasuk diantaranya:

  1. Menyadari begitu banyak ilmu akhirat yang belum saya ketahui sehingga membuat saya semakin penasaran memburui lagi kajian selanjutnya bahkan yang diselenggarakan secara berseri. Ustadz KH-B misalnya, membahas dosa besar satu persatu dari Kitab Al-Kaba’ir sehingga setiap Rabu malam kita tahu apa yang akan beliau bahas. Bagusnya kajian ustadz KH-B berbasis dari buku sehingga jamaah bisa membaca sebelum hadir di kajian. Bahkan di masjid Al Ikhlas (Karang Tengah) ustadz KH-B membahas kitab Minhajul Muslim dari mukadimmah dan kemudian pasal demi pasal beliau bahas. Saya hanya mengikuti via youtube saja karena belum ada kesempatan hadir langsung.
  2. Menambah semangat (ghirah) mengikuti kajian belajar ilmu (thalabul ilmi) sunnah yang lurus karena jamaahnya begitu membludak bahkan di Nurul Iman bisa sekitar 4-5 ribu jamaah. Melihat semangat sudara-saudara seiman ini membuat saya terkadang minder karena banyak anak muda yang begitu fasih bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh ustadz KH-B, misalnya. Teringat riwayat Imam Hasan Basri yang berpikiran positif melihat anak muda hadir di kajian: luar biasa masih muda sudah soleh dan tentunya semakin hari semakin soleh. Juga dalam kajian ada yang sudah berumur dan saatnya mengagumi beliau-beliau ini sampai usia tua masih rajin menuntut ilmu pasti jauh lebih soleh dari saya sendiri. Maasya Allah. Tak jarang peserta kajian hadir dari kota selain Jakarta.
  3. Belajar ilmu akhirat seperti kuliah. Ini yang diajarkan oleh ustadz KH-B bahwa sebaiknya kita menyusun jadwal seperti mahasiswa kuliah, misalnya setiap Senin baca Minhajul Muslim 2 jam, Selasa baca Al-Kaba’ir 2 jam, Rabu baca Bulughul Maram 2 jam. Kamis membaca Kisah Sahabat Rasulullah 2 jam dan seterusnya sampai kita banyak memahami ajaran-ajaran Islam yang benar. Maasya Allah …nasehat ini sungguh sangat bermanfaat. Kenapa tidak membuat jadwal kuliah? Bukankah menuntut ilmu akhirat sejatinya lebih utama bagi seorang muslim daripada menuntut ilmu dunia? (Dosa ke 35: Menuntut Ilmu Hanya Untuk Dunia dan Menyembunyikan Ilmu – Kitab Al-Kaba’ir).

Bertambah Teman

Qadarullah, dengan mengikuti kajian sunnah saya bisa mendapatkan banyak tambahan teman baru. Hal ini penting karena kesolehan itu perlu dibangun dengan berteman dengan orang-orang soleh sehingga kita tak mudah terpengaruh dengan fitnah dunia yang semakin hari semakin gencar. Teman-teman saya yang dulu sama-sama menyukai musik, sudah mulai banyak yang hijrah mengikuti kajian sunnah. Alhamdulillah. Semoga Allah merahmati mereka dan menjaganya agar selalu istiqomah. Kami sering bertemu setelah kajian usai, membahas kajian yang baru saja kami pelajari bersama untuk saling menguatkan iman. NGOPI (ngobrol perkara iman) disertai seduhan kopi beneran. Rasanya nikmat, duduk bersama ngomongin Allah dan Rasul.
Tak hanya teman penggemar musik, saya bertambah temen penjual buku di Basement yang akhirnya menjadi langganan saya. Pertama, mereka faham isi buku yang mereka jual dan bisa memberikan review singkat. Maasya Allah …mereka ini faham sekali ilmu ahlussunnah wal jamaah sehingga saya merasa tercerahkan ketika duduk sambil ngopi di lapak-lapak penjual buku di basement ini. Kedua, harga mereka miring sekali dan rasanya harga bukunya sama dengan yang ditawarkan di Islamic Book Fair yang setiap tahun diselenggarakan. Bahkan sering saya pesen dulu dan kemudian kalau ada kajian saya tinggal bayar dan ambil. Contohnya, kemarin saya ambil buku Fikih Sirah Nabawiyah yang digunakan oleh ustadz Syafiq Reza Basalamah dalam kajian di youtube yang saya ikuti. Saya langsung pesen dan ambil kemarin (18/03). Maasya Allah ternyata buku ini bagus sekali dan disusun oleh penulisnya dalam kurun waktu 10 tahun. Betapa seriusnya ia menyusun buku indah ini.

KESIMPULAN

Mari kita ikuti kajian-kajian ahlussunnah wal jamaah dengan seksama dan istiqomah karena selain penting, ternyata membuat hati senang dan tenang. Yang paling penting mungkin adalah kita menjadi lebih bersemangat lagi belajar ilmu akhirat yang selama ini (saya) nomor-duakan dan lebih mementingkan buku-buku bisnis dan manajemen yang pada dasarnya berorientasi dunia.

Monggo ikut kajian sunnah ….!

Read Full Post »

Catatan dari Masjid Nurul Iman (11/03/2017) kajian oleh ustadz Khalid Basalamah

Mulianya Islam, tak melihat masa lalu tapi saat ini ke depannya bagaimana. Abu Jahal adalah Firaun nya umat ini. Buruknya sifat Firaun meski ada Musa, mengaku Tuhan. Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam samakan Firaun dengan Abu Jahal (Abu Hakam – orang yang bijaksana dalam bahasa Arab) meski dia tak mengatakan dirinya Tuhan. Ikrimah adalah anak Abu Jahal yang telah dididik dari kecil oleh ayahnya untuk membenci Islam.

Abu Jahal sebenarnya tahu akan kebenaran ajaran yang dibawa Rasul. Namun ia tidak mau beriman karena gengsi. Andaikan dia beriman maka seluruh suku akan beriman karena pengaruh dan kedudukan Abu Jahal yang tinggi. Abu Sofyan pernah mengatakan hal ini ke Abu Jahal. Saking luar biasanya kekafiran Abu Jahal, Nabi Muhammad melarang Ali berpoligami dengan anaknya Abu Jahal. Ikrimah dididik dengan kekafiran yang luar biasa oleh Abu Jahal. Ikrimah memusuhi Nabi selama 20 tahun.

Abu Jahal terbunuh oleh Abdullah bin Masud di Perang badar. Hal ini membuat Ikrimah semakin marah dengan pasukan muslim. Pada saat perang Kandaq, Ikrimah adalah salah satu dari 3 orang pasukan Quraisy yang nekad menerjang parit yang sebelumnya sudah dibuat oleh pasukan muslim. Kenekadannya karena kebenciannya yang luar biasa kepada muslim terutama setelah ayahnya terbubuh.

PEMBEBASAN (FATU) MEKKAH

Luar biasa sekali strategi Rasul dalam membebaskan Mekkah karena tak seorang pun dari sahabat yang mengetahui rencana penyerangan ke Mekkah ini. Rasul sangat merahasiakannya pembebasan ini. Pada akhirnya Rasul bercerita kepada Aisyah bahwa beliau akan menyerang Mekkah karena dilanggarnya Perjanjian Hudaibiyah oleh mereka. Namun Rasul berpesan kepada Aisyah jangan meberi tahu siapapun tanpa kecuali.

Memang secara sejarah ada permusuhan masa lalu yang sangat tajam antara suku Khuzaah dan suku Bakr. Suku Khuzaah akhirnya bergabung dengan Rasul sedangkan suku Bakr dengan kafir Quraisy. Ikrimah telah membunuh 23 orang saat itu.

Saking rahasianya pembebasan Mekkah, Rasul tak menjawab ketika ditanya Abu Bakar apakah ia mau menyerang Mekkah. Saat itupun Abu Bakar penasaran tanya Rasul tidak dijawab dan akhirnya tanya ke putrinya, Aisyah. Namun Aisyah menjaga amanah, tak juga memberi tahu apakah Rasul akan menyerang Mekkah. Luar biasa, istri Rasul benar-benar menjaga amanah meski yang bertanya ayah kandungnya sendiri. Yang jelas, Rasul memerintahkan untuk pasukan berangkat tanpa instruksi untuk menaklukkan Mekkah. Arah perjalanan pasukan yang berjumlah sekitar 6 ribu pun tak menunjukkan menuju Mekkah sebagai strategi Rasul bahwa perjalanan tersebut dirahasiakan. Sampai pada suatu titik kemudian arahnya menuju Mekkah.

Ada sepuluh nama yang Rasul tetapkan bahwa mereka ini kalau bertemu di Mekkah harus dibunuh, yaitu:

1. Ikrimah

2. Abdullah bin Qatthal

3. Washi

4. Mikias , pernah dusta masuk Islam

5. Habar bin Muthalib

6. Kaab ibn Uzair, penyair

7. Abdullah bin Saad, saudara sepersusuan Ustman bin Affan: pernah masuk islam, kembali ke Mekkah trus murtad. Simak Youtube

8. Safwan bin

9. Hindun binti Utbah. Rasul membaiat perempuan. Hindun menyelinap . Patung Hubal paling besar.

10. Huairif bin Ukais, mencelakakan untanya Abbas yg diatasnya ada anak Rasul: ummu Kalsum dan Fatimah.

Ummu Hakim, istri Ikrimah, terkenal kecantikannya

Ikrimah mengajak temen2 nya yg kejam keluar Mekkah Namun dihadang Khalid bin Walid di belakang Mekkah Karena di luar Mekkah gak boleh bunuh (luar biasa taatnya Khalid thd aturan Rasul). Ikrimah kemudian melarikan diri dan naik di atas kapal, yang kemudian terkena badai dan semuanya minta “Ya Allah selamatkan kami” pada saat badai padahal musyrikin. Jadi sebenarnya mereka mengakui Allah namun mereka gengsi.

Istri Ikrimah, Ummu Hakim, menghadap Rasul utk mengajak Ikrimah masuk Islam. Kapal Ikrimah dihantam ombak besar, kemudian merapat di pelabuhan turun dari kapal. Ummu Hakim merayu Ikrimah masuk Islam. Ikrimah awalnya belum mau. Ikrimah mau menggauli Ummu Hakim tapi ditolak karena masih kafir sedangkan Ummu Hakim sudah beriman.

Kemudian Ikrimah menghadap Rasul, masuk Islam. Rasul gembira dan bersabda kepada sahabat: “Jangan kalian cela ayahnya krn menyakiti yg masih hidup.” Beberapa hari Ikrimah mendengarkan ayat2 Al Quran sambil meneteskan air mata dan selalu berpikir bagaimana membalas keburukan ayahnya dengan berbuat baik.

Ia membuktikan keislamannya: mohon maaf ke Rasul. Ya Allah ampunilah semua permusuhan Ikrimah.

Perang Hunain, Perang di Yarmuk dg Umar bin Khaththab. Perang Yarmuk melawan Romawi: Perang yg sangat besar

Khalid Ikrimah dan al Qo Qo

Ikrimah dan al Qo Qo melawan duel

Ikrimah membalas kesalahan ke Rasul

Al haritz saudara Abu Jahal bin Hisyam

Perang yg sangat panjang. Khalid tahu Ikrimah dan 400 pasukannya siap mati Ikrimah dan pamannya Amr terluka. Ikrimah menutup hidupnya dg kebaikan.

Ibnu Katsir: “Ikrimah tak melakukan dosa setelah masuk Islam”

Imam Syafii: “Ikrimah sangat baik”.

Seorang mengejar ketinggalan

MANAQIB IKRIMAH

1.) Termasuk yg masuk Islam meski sebelumnya melawan Islam Islam tak melihat masa lalu.QS 6:125 Adam berbuat dosa tapi taubat Iblis tidak mau taubat, sombong. QS 3:19 Agama yg diterima adalah Islam

2.) Ikut menghancurkan semua berhala, di rumah2 masyarakat

3.) Mengikuti perang bersama nabi , Abu Bakar dan umar

4.) (terlewatkan)

5.) Mati syahid di Yarmuk: “Ini semua saya lakukan karena Allah”

PELAJARAN DARI IKRIMAH:

1.) Indahnya Islam, hari ini dan ke depan, tak liat masa lalu

2.) Hidayah harus dikejar dan dicari Setiap orang yg bergerak dia yang menghasilkan. Lakukan sesuatu. Orang yg menunggu tak mendapatkan apa2 Bersedekahlah meski secuil kurma Bekerja, bergerak, berjihad

3.) Taubat adalah jalan pintas menuju keselamatan: Menyesali – Maaf – Tak akan mengulangi. Tak ada waktu buat santai. Hadits Qudsi : Allah bicara dengan penghuni neraka paling rendah: “Jangan duakan aku”

4.) Keutamaan meminta maaf: Tak dibunuh karena minta maaf

5.) Keseriusan berbuat kebaikan menutupi kesalahan lalu. Sodaqohkan membersihkan kesalahan masa lalu

6.) Karunia Allah yg maha agung menerima taubatnya manusia. Musa dicaci orang dan minta Allah menenggelamkan. Hai Musa, keras sekali hatimu

7.) Fadhilah jihad dalam islam. Mati akan datang kapanpun. Tak dirasakan apa2 selain sakaratul maut

Tanya Jawab

1. Minta maaf sangat perlu

2. Agama sebelum Rasul: agama Ibrahim ditambah menyembah berhala. Mereka percaya Allah. Berhala sebagai perantara

3. Umur berapa Ikrimah masuk Islam? Tak ada riwayatnya.

5. Apa sekarang perlu baiat? Tidak. Dulu dilakukan krn Quran sedang turun

Read Full Post »

Older Posts »