Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2015

Sebenarnya saya sudah beberapa kali ke mushalla di basement gedung perkantoran Ratu Plasa, Jakarta, ini. Namun saya ingin mencatatnya kembali agar selalu ingat bila ada urusan di sekitar sini seperti siang tadi ketika saya ada rapat dengan Knowledge Sector Initiative (KSI) di lantai 9. Setelah urusan selesai, saya ikut shalat Asar di mushalla ini.

1.) Selalu ada jamaah shalat fardhu berjamaah yang selalu penuh.
2.) Mushalla nya tak terlalu besar bahkan kurang bisa menampung jumlah jamaah shalat fardhu berjamaah seperti sore ini tadi.
3.) Pengaturan mushalla cukup rapi.
4.) Ada rak besar buat sepatu atau sandal.
5.) Ada locker dengan ukuran cukup besar lengkap dengan kuncinya.

Silakan mampir kalau ada urusan di gedung ini.

image

Rak sepatu

image

Locker lengkap dg kuncinya

image

Kreatif, kotak amalnya diberi batang buat nyundul uang masuk ke dalam kotak.

Advertisements

Read Full Post »

Tak Perlu Khawatir

image


Tak usah khawatir lagi dengan peringatan “Maaf, bukan tempat wudhu” yang sering kita jumpai di mall atau pusat perbelanjaan seperti Lotte Mall di foto atas. Biasanya yang menjadi masalah adalah lantai basah karena cipratan air ketika kita ambil wudhu terutama saat kaki naik ke wastafel. Banyak orang, terutama non muslim, menganggap tidak sopan kaki naik ke wastafel padahal yangvlebih gak sopan lagi adalah kaki bersepatu naik ke meja atau kursi sofa yang merupakan hal biasa dilakukan orang bule, terutama dari Texas, Amerika.

Bagaimana caranya?

Pakailah kaos kaki pada saat Anda berangkat kerja dalam keadaan suci, wudhu belum batal. Bila nanti batal pada saat sudah di kantor, Anda bisa segera wudhu di wastafel tanpa kaki naik ke wastafel, cukup mengusap bagian atas kaos kaki tanpa melepasnya. Pada saat shalat, pakailah kaos tersebut, jangan dilepas. Ini sama saja dengan hadits “mengusap dua khuf” karena kos kaki kita dalam hal ini berfungsi sebagai khuf. Kebiasaan menggunakan kaos kaki sepanjang hari tanpa pernah melepasnya akan memudahkan kita berwudhu sehingga kita bisa menjaga wudhu sepanjang hari. Ingat, menjaga wudhu setiap hari akan banyak manfaatnya kelak di hari pembalasan karena bagian2 yang kita basuh dengan air akan bersinar terang nantinya. Insya Allah. Bersuci tak hanya untuk shalat karena dengan menjaga kesucian insya Allah membantu kita untuk menghindar dari perbuatan maksiat. Insya Allah.

Selamat mencoba!

Wass,
G

Read Full Post »

Serba Media Sosial

Copas, perlu direnungkan, terutama buat saya pribadi dan bagi teman2. Semoga bermanfaat.
—-

Sekedar mengingatkan : Kita telah sampai di zaman, dimana…
Bicara suara tanpa perlu suara, melihat tanpa perlu tatap muka dan memanggil tanpa perlu teriak.

Hingga bicara hanya perlu ketik, melihat hanya perlu klik, dan memanggil hanya perlu ping saja.

Sosial Media (Sosmed) telah menjadi budaya.

Dari yang hanya melihat-lihat sampai mereka yang beradu pendapat. Dari tingkah yang dibuat-buat sampai yang terang-terangan maksiat.

Hingga tak sadar jemari ini berkhianat, menulis sesuatu yang tak bermanfaat.

Hingga tak sadar mata ini berkhianat, melihat apa yang seharusnya tak dilihat.

Wahai diri, ingatlah…
Mata kita akan menjadi saksi atas apa yang kita lihat.

Jari-jemari akan menjadi saksi atas apa-apa yang kita tulis.

Suatu hari, jemari yang kita pakai menulis akan bersaksi pada penciptanya.

Mata yang kita pakai melihat ini akan bersaksi pada penciptanya.

Maka dapatkah kita membantahnya…???..                   
وَمَا كُنتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَن يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَآ أَبْصٰرُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلٰكِن ظَنَنتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِّمَّا تَعْمَلُونَ
“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.”
[QS. 41:22]

Maka, jangan sampai mereka menjadi musuh kita di hari perhitungan nanti, menjadi saksi keburukan kita di sosmed, saksi atas apa yang kita lihat, saksi atas apa yang kita tulis, saksi atas segala apa yang kita lakukan di sosmed.

Gunakan apa yang ada pada dirimu sebagai ladang pahala, ladang dimana kita bisa menanam kebaikan dan menuai hasilnya di akhirat kelak..

Muda2han seluruh anggota tubuh kita menjadi saksi kebaikan yg telah kita lakukan…

Aamien Ya Allah…  Ya Rabb…  Ya ArhamarRaahimien
[Ust. Agung Cahyadi, Lc, MA]

Read Full Post »

Copas dari WA tanpa tahu sumbernya. Penyemangat Shalat BMW

KIAT SUKSES BISNIS….

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,”Jadual sholatmu gimana?”

“Jadual sholat? Apa hubungannya?” saya keheranan.

“Sholat subuh jam berapa?” tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

” Errr… Jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa,” jawab saya.

” Sholat dhuhur jam berapa?”

“Dhuhur? Jadual sholat dhuhur ya jam 12 lah…” jawab saya.

“Bukan, jadual sholat dhuhurmu jam berapa?” ia terus mendesak.

” Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Asar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?” saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata,”Pantas jadual hidupmu berantakan.”

“Lhooo.. kok? Apa hubungannya?” saya tambah bingung.

“Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?” tanyanya lagi.

“Lha iya, makanya saya tadi cerita…,” saya menyahut.

“Beresin dulu jadual sholat wajibmu. Jangan terlambat sholat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah,” jawabnya.

“Kok.. hubungannya apa?” saya makin penasaran.

“Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku…,” jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada resiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, sholat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A,”Mas, mohon maaf sebelumnya. Tapi Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok,. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi.”

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadual saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan sholat saya sesuai jadualnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B,”Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada hjadual general check ? Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas.”

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut,”O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?”

Dari seberang sana dia menjawab,”OK Mas, nanti saya sampaikan.”

Syeep, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadual menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakin satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadual waktumu untuk Tuhan maka Tuhan akan mengatur jadual hidupmu sebaik-baiknya.

Karena saya muslim, saya coba konfirmasikan ini ke beberapa teman non muslim dan mereka menyetujuinya. Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan akan menjaga betul hidup kita. Tuhan itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Sholatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin sholat sunnahnya: qobliyah, bakdiyah, tahajjud, dhuha, semampunya.

Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadual kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani. Sampai hari ini, saya belum pernah berdoa lagi untuk menambah 24 jam sehari menjadi lebih banyak jamnya. 24 jam sehari itu sudah cukup, jika kita tak hanya mengandalkan logika untuk mengaturnya. Tak kemrungsung, tak buru-buru tapi tanggung jawab terjalani dengan baik.

Jika suatu hari saya menemukan jadual saya kembali berantakan, banyak tabrakan waktunya atau tidak jelas karena menunggu konfirmasi terlalu lama: segera saya cek jadual sholat saya. Pasti disitulah masalahnya dan saya harus segera beresin sehingga jadual saya akan teratur lagi sebaik-baiknya. Seperti teman-teman sekalian, istiqomah alias konsisten menjalankan ini tentu banyak godaannya. Tapi kalo gak pake godaan, pasti semua orang akan sukses dong. Jadi emang mesti tough, kuat menjalaninya, jangan malas, jangan cengeng.y

#selamat hari senin 🙂

Read Full Post »

GU-JEK. Ini kamsud saia bukan GOJEK yang sering dihebohkan, tapi “Guyonan Tukang Ojek”. Pagi ini ketika turun di stasiun Tanah Abang, seperti biasa saia mencari ojek menuju kantor pusat Indosat. Kalau ada pak Zaenal, yang sudah saya kenal sejak tahun 2007 pada proyek saya pertama kali dengan Indosat, biasanya saya naik ojeknya. Pagi ini tadi tidak ada beliau. Jadi, saia berjalan menuju luar pagar stasiun dan mencari wajah yang kira-kira saya cocok dengannya dan JRENG akhirnya ketemu juga. Kali ini anak muda sekitar 25-30 tahunan usianya; mukanya culun rambutnya cepak koyok penthol korek. Lauwtjuuu …. Gak salah dah saya milih dia diantara kerumunan begitu buwanyak tukang ojek. Katakanlah namanya Ujang (bukan nama sebenarnya yang bisa jadi memang begitu namanya) begitu melhat tanda dari saya bahwa saya mau memakainya, langsung dengan sigap menyiapkan motornya untuk di starter.

“Indosat,” ujar saya.

Disambut dengan anggukan kepala penthol korek si Ujang ini

Di seputar Ujang memang ada sekitar 5 orang tukang ojek yang motorya parkir bersebelahan dengan si Ujang.

Tiba-tiba salah satu dari tukang ojek itu ngomong :

“Maklum pak, dia agak kurang pendengarannya,” ujarnya berseloroh

Si Ujang senyum

“Iya pak memang dia kurang pendengarannya ….maafin dia ya pak,” kata tukang ojek lainnya

Kontan saya nguwakak abis dalam kondisi ini. Segera saya bilang sambil nyengklak sadel belakang ojek si Ujang:

“Kalau gitu, musti di gablok ya …,” sambil tangan saia tepukkan cukup kencang di pundak Ujang.

“betul pak!” kata para tukang ojek yang mengamati.

Duh …indahnya guyonan seloroh antara tukang ojek yang sebenarnya (ujar si Ujang saat menggonceng saya ke kantor Indosat) saling tak kenal ini. Mereka sebenernya saling bersaing mendapatkan penumpang. Namun, lihatlah ….mereka bersaing tanpa harus stress gontok-gontokan berantem. Masya Allah! Sungguh kekerabatan seperti ini mewarnai indahnya persaingan bisnis yang sehat.

Ustadz Ade Purnama dalam sebuah liqo pernah menyampaikan bahwa Allah sangat pemurah dalam hal rejeki untuk umatNya. Lihatlah toko2 HP yang di pusat perbelanjaan begitu banyak kios yang ada sehingga sebenarnya mereka saling bersaing. Namun, mereka toh tetap saja eksis dan bertumbuh-kembang. Allah menubuhkan keberkahan bagi mereka yang mencari nafkah halal untuk keluarganya. SubhanAllah ….

Pagi ini sungguh bagi saia merupakan “moment of truth” (opo kuwi? ra mudeng aku! …ha ha ha ha ha …) bahwa dalam mencari nafkah halal kita tak perlu saling sikut atau saling injak pesaing kita. Termasuk dalam hal ini, tak perlulah memusuhi teman2 kita yang bergabung dengan GOJEK. Allah tak pernah tidur kok. Bagi teman2ku yang kerja kantoran, tak juga perlu bersaing saling menjatuhkan atau bahkan sampai ada hasada (Audzubillah min dzalik) kepada sesama rekan kerja, bawahan atau atasan. Bekerjalah yang baik, penuh amanh dan fokus kepada HASIL. Jangan sekedar bekerja tapi fokus pada KARYA karena sejatinya begitulah keluaran dari seorang “karyawan”. Allah tak pernah tidur ….

Selamat berkarya!

(Sambil nyruput kopi pahit Turki, dan makan celupan sagon kelopo. Huwenak tenan rek!)

Read Full Post »

Kulitpun Bersaksi

Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan”.

Qur’an Surah Fussilat ayat 21 (QS 41:21)

@ CommuterLine

Read Full Post »

Herwinto (Abu Fajar)

Adalah sebuah keprihatinan mendalam sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk meluruskan aqidah umat yang semakin hari semakin terkikis oleh virus kesyirikan. Sungguh syirik adalah dosa yang paling besar, kezhaliman paling zhalim, kekufuran paling kufur, dan kedustaan paling dusta, dosa yang tak terampuni dan menyebabkan pelakunya kekal di neraka.

PERINTAH MEMURNIKAN IBADAH
Ketika Allah memerintahkan untuk beribadah kepadaNya maka perintah ibadah ini tidak pernah berdiri sendiri akan tetapi selalu dikaitkan dengan perintah untuk berlepas diri dari kesyirikan, dan ini bisa kita simak dari banyak sekali ayat ayat di dalam al qur’an yang memerintahkan demikian.  Perhatikan dua ayat berikut sebagai contoh, (Dan sungguh Kami telah mengutus rasul rasul pada setiap umat untuk menyerukan,sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut (An Nahl 36)), juga firmanNya  (Barangsiapa yang kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah maka sungguh ia telah berpegang pada al urwatul al wutsqa yaitu buhul tali yang sangat kokoh yang tidak akan putus (Al Baqarah 256)) dan kalimat Laillahaillallah telah merumuskan itu semua yaitu mengandung dua rukun yaitu penolakan semua bentuk sesembahan atau thaghut pada kata Laillaha dan penetapan satu sesembahan yaitu Allah pada kataIllallah. Jadi arti kalimat tauhid itu bukan Tidak ada Tuhan selain Allah, karena ini tidak sesuai dengan realita sebab ternyata Tuhan selain Allah itu ada dan banyak sekali, para ulama aqidah mengartikannya sebagai Tidak ada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan Allah. Jika dua rukun ini terpenuhi maka kita adalah ahli tauhid yang dengannya Allah akan menjamin kita masuk surga meskipun kita banyak dosa (yang bukan syirik).
 
Fenomena syirik di sekitar kita (sekitar Solo)
1. Meminta berkah kepada kerbau kraton Solo, di kraton Solo ada beberapa ekor kerbau bule yang dikeramatkan, setiap bulan suro atau ada hajatan akbar semacam pilkada misalnya maka berduyun duyun masyarakat dari berbagai daerah datang untuk meminta berkah sang kerbau dengan cara melakukan ritual ritual syirik, bahkan kotoran sang kerbau pun menjadi rebutan untuk menjadi sarana terkabulnya hajat.
kebo
2. Mahesa Lawung, ini adalah ritual syirik tahunan di hutan krendhowahono Karanganyar Surakarta, yaitu pemberian sesajen untuk sebuah Punden yang diyakini sebagai tempat tinggal Batari Durga, upacara syirik tersebut dilakukan dengan menyembelih kerbau muda yang kemudian kepala, kaki dan jerohannya ditanam di sekitar punden, beserta sesajen lengkap yang berupa sayuran, ingkung ayam dan sebagainya kemudian sisanya dimakan bersama sebagai pesta kenduri. Tujuan ritual ini agar kota Solo aman, selamat dari bencana.
mahesa
mahesa2
3. Labuhan Merapi, ini adalah ritual syirik tahunan di gunung Merapi yang bertujuan agar warga Jogjakarta diberikan keberkahan keselamatan oleh penunggu gunung Merapi.
merapi
4. Labuhan Laut, ritual syirik tahunan yang digelar di pantai selatan, tujuan ritual ini memohon kepada penguasa laut selatan Nyi roro kidul agar diberi keberkahan rezeki dan keselamatan kepada seluruh nelayan dan warga sekitarnya.
laut2
5. Pesta Apem, ritual syirik ini di kota Klaten, yakni rebutan kue apem yang jumlahnya ribuan, ribuan warga menyemut kemudian berebut kue apem sambil berdesakan dan bahkan berjatuhan untuk sekedar mendapat kue apem yang akan ditanam di tempat usahanya agar sukses, atau kalau petani ditanam di sawah agar hasil panennya melimpah.
apem
6. Jamasan pusaka, ritual syirik ini dilakukan pada malam 1 Suro yaitu memandikan benda benda yang dianggap keramat semacam pusaka, keris misalnya, kemudian air sisa jamasan tadi direbutkan masyarakat karena diyakini mengandung berkah.
jamasan
Itulah beberapa fenomena kesyirikan disekitar kita, itu baru sebagian kecil yang saya tahu karena saya tinggal di wilayah Solo, belum ditempat lain pasti banyak sekali, dan yang lebih parah dikemas sebagai pariwisata dan memiliki daya jual sebagai komoditas dagang.
Kaum Musyrikin Quraisy masih memiliki Tauhid Rububiyah
Jika kita adakan perbandingan, maka kaum musyrikin dimasa awal Rosulullah diutus menjadi Rosul masih lebih baik dari kaum musyrikin dewasa ini, sebab seperti yang diabadikan dalam al qur’an mereka masih memiliki tauhid Rubbubiyah, yakni pada surat Az Zukhruf ayat 87 Allah menggambarkan kaum musyrikin Quraisy dengan firmanNya ( Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka ‘Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, Allah’). Mereka meyakini pencipta mereka, pencipta langit dan bumi dan pemberi rezeki adalah Allah, sebagaimana surat Yunus ayat 31, Az Zukhruf ayat 9, mereka hanya menjadikan berhala berhala mereka wasilah beribadah kepada Allah, namun Allah menganggap mereka orang orang musyrik yang kafir, tak berguna tauhid Rubbubiyah mereka, sebab mereka mengingkari tauhid Ulluhiyah yaitu mengesakan penghambaan hanya kepada Allah dan memurnikannya dari segala jenis syirik. Jika demikian halnya lalu bagaimana dengan orang orang musyrik dewasa ini yang meyakini Nyi roro kidul sebagai pemberi rezeki di lautan, penjaga gunung Merapi sebagai pemberi kesuburan dan keselamatan, kue apem sebagai sumber terkabulnya hajat manusia, kerbau bule sebagai pemberi rezeki dan pemenuhan hajat hidup manusia berupa kesembuhan dari penyakit dan lain sebagainya?
Bahaya Syirik
1. Dosa yang tak terampuni (Sesungguhnya Allah tak mengampuni dosa syirik, An Nisa ayat 48)
2. Amal yang pernah dilakukan terhapus (Seandainya mereka melakukan kesyirikan maka lenyaplah amal yang pernah mereka kerjakan, Al An’am ayat 88)
3. Diharamkan oleh Allah masuk surga (Sesungguhnya orang yang melakukan syirik, pasti Allah mengharamkannya masuk surga dan tempatnya adalah di neraka,tak ada bagi orang yang zhalim seorang penolongpun, Al Maidah ayat 72)
4. Kezhaliman paling besar (Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang besar, Luqman ayat 13)
5. Kekal di neraka (Sesungguhnya orang orang kafir dari ahli kitab dan orang orang musyrik berada di neraka jahannam kekal didalamnya selama lamanya , Al Bayinnah ayat 6)
Maka tidak diragukan lagi dakwah yang paling mendasar yang harus segera kita lakukan adalah mendakwahkan tauhid di tengah tengah masyarakat kita agar kita membebaskan mereka dari segala jenis kemusyrikan yang membahayakan.
—-
* Herwinto (Abu Fajar) adalah seorang sahabat saya yang tinggal di Klaten, memiliki usaha Bimbingan Belajar yang besar, dan seorang yang ilmunya banyak sekali. 

Read Full Post »

Older Posts »