Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2012

Assalamualaikum wr wb.

Ada orang bijak mengatakan bahwa belajar terbaik adlah dari membaca karena dengan membaca, setidaknya itu adalah atas kemaun kita sendiri sehingga pada saat menjumpai hala-hal yang kita petik sebagai pembelajaran, kita tak perlu malu menampar diri kita karen yang memutuskan membaca adalah kita sendiri.

Bagi saya, membaca buku memang memiliki keasyikan tersendiri sehingga sering saya kombinasikan dengan kegemaran lainnya, misalnya sambil menikmati musik dan nyruput kopi tubruk. Wah, rasanya sungguh nikmat. Kadang saya menggabungkan juga dengan bersepeda, membawa buku dan membacanya saat istirahat.

Buku “Agar Anakmu Shalat Selalu” baru sempat saya baca kali ini meski sudah lama saya punya. Judulnya memang catchy dan membuat saya tertarik membelinya. Pada saat saya membaca, sungguh saya kagum bagi mereka yang menceritakan pengalamannya mengajak anak maupun anggota keluarga lainnya rajin menegakkan shalat di masjid. Ini sebenarnya termasuk nikmat Allah yg harus disyukuri. Mengapa? Tak sedikit orang-tua jaman sekarang yang begitu berorientasi pada indahnya dunia hingga terkadang lupa membangun moral anak dalam cara Islami.

Buku ini diawali dengan adanya keluhan beberapa orang bahwa anaknya shalatnya susah, andaikan shalat pun tak khusyu’ (terburu-buru), shalat hanya saat ada orang-tua dan selebihnya tak shalat laggi, dan beberapa keluhan lainnya. Untuk mengatasi ini penulis merangkum 35 pengalaman sebagai contoh solusi yang bisa diambil oleh pembaca. Berragam situasi yang terjadi dan berragam solusinya. Ada yang berhasil karena mengandalkan kekuatan do’a. Ada yang berhasil karena selalu mengirimkan sms kepada anaknya saat menjelang waktu shalat. Ada juga yang mengajarkan dengan mengajak anak tidur lebih awal. Semuanya disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Selain 35 pengalaman, buku ini juga memberikan tambahan 25 pengalaman singkat pada bagian akhir buku. Tambahan ini menambah rujukan bagi mereka yang ingin menegakkan shalat di lingkungan keluarganya.

Menarik dikutip hadis berikut:

“Sesungguhnya batas antara seorang muslim dengan kesyirikan atau kekhafiran adalah meninggalkan shalat”

(HR Muslim)

Buku ini layak dibaca.

Wassalamualaikum wr wb.

Advertisements

Read Full Post »

Ini adalah Dr. Samsu Hidayat di depan Brommie dari komunitas di Surabaya … Sengaja saya posting karena suka warna-warni sepedanya. Luar biasa. Saya salut dengan pak dokter yang satu ini, karena giat sekali bersepeda. Sekarang, tiap hari beliau bersepeda dari rumahnya ke rumah sakit dimana beliau bertugas di kota Lumajang, Jatim.

Read Full Post »

Ini bukan iklan shampoo ya… Saya hanya ingin berbagi pengalaman karena sebagai pegowes, shampoo kemasan sachet menjadi perlengkapan wajib kalau gowes karena praktis. Saya termasuk yang gak peduli dengan merek asalkan sachet, beres. Namun pengalaman ini saya rasakan saat suatu ketika saya ganti shampoo dari Pantene ke Sunsilk. Bukan shampoonya yang masalah, namun kemasan sachetnya shampoo Sunsilk ternyata sangat suliiit disobek. Sedangkan Pantene, tinggal mengikuti garis putus di pojok kanan atas kemasan shampoo.

Perbandingan kemasan shampoo Sunsilk yang kemasannya sulit dibuka dan Pantene yang sangat mudah sekali dibuka (sobek). Kualitas shampoonya, saya tidak tahu. Sebagai pegowes, saya hanya concern kepada aspek kepraktisan. Pada saat membuka Sunsilk, lama sekali usaha saya membukanya di kamar mandi, sampai saya mencari gunting.

Read Full Post »

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

Allah berfirman: “Aku selalu bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku.”

 

Riwayat Ibnu Majah.

Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan mu’allaq menurut Bukhari’

 

 

Subhanallah …! Semoga kita selalu mengingatNya dan selalu menyebutNya melalui bibir kita … Aamiin…

 

Read Full Post »

Hari Selasa, 15 Mei 2012, ba’da Isya sekitar pukul 19:45 saya berhenti di perempatan lampu lalu-lintas di samping Hotel Millenium dari arah Rumah Sakit Boedi Kemuliaan menuju arah Tanah Abang. Saat menunggu lampu merah tiba2 saya melihat pengemudi mobil Suzuki Splash warna coklat muda di sebelah kiri saya membuka kaca jendela di bagian pengemudi dan dengan santai membuang sampah berupa gelas plastik ke tengah jalan raya. Saya benar-benar kesal dan jengkel, rasanya mau mendekatinya dan memberi tahu si pengemudi tak kenal sopan-santun dan tak sadar lingkungan tersebut. Begitu enaknya ia membuang sampah sembarangan di tengah jalan tanpa sedikitpun rasa bersalah! Saya hanya bisa beristighfar sambil berdoa agar bangsa ini semakin dewasa dalam berperilaku sehingga sadar akan kewajiban memelihara kebersihan kota.
Untuk sekedar menuruti rasa penasaran, akhirnya saya jepret mobil tersebut dengan menggunakan kamera ponsel saya. Sayang sekali plat nomor polisinya tak terlihat di kamera karena hari sudah gelap. Akhirnya cukup saya catat nomor polisinya dan dengan jelas tertera B 1946 PKZ. Semoga pengemudi mobil ini segera sadar akan arti menjaga kebersihan kota meski setiap hari ada petugas kebersihan jalan.
Salam,
G

Read Full Post »

Renungan Harpenas

Assalamualaikum wr wb.

Tepat hari ini Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Saya pun tidak tahu ini sudah yang ke berapa kali setiap tanggal 2 Mei saya selalu terusik dengan pendidikan di negeri ini, terutama dengan yang saya alami. Sekitar dua tahun yang lalu saya mengikuti shalat Jumat di kompleks Pacific Place dan tersentak dengan ceramah yang sedang dibawakan oleh Khatib saat itu. Sang Khatib menanyakan kepada jamaah Jumat saat itu: Dari keseluruhan kehidupan pendidikan kita, coba Anda hitung komposisi materi belajar kita terkait dengan memperdalam ilmu Allah. “Pasti sangat kecil, bahkan mungkin di bawah 10%,” tukas Sang Khatib di kutbahnya. Padahal jelas bahwa kita ini diciptakan hanya untuk beribadah kepadaNya. Sementara itu kita semua tahu bahwa Al Quran adalah kitab yang seharusnya kita pergunakan sebagai panduan dalam menjalani kehidupan kita. Masalahnya, seberapa intens kita mempelajari Al Quran? Bisa jadi mempelajari Al Quran hanya menempati urutan ke sekian dari pelajaran Kimia, Fisika, Matematika atau pelajaran lainnya.

Mengapa?

Sadar atau tidak, kita sudah terpengaruh dengan pola pikir orang barat yang terlalu mengutamakan untuk mengejar kenikmatan dunia, seolah tak ada kehidupan setelah di dunia ini. Padahal sudah jelas Allah SWT berfirman:

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada keni’matan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.

[Surah Al Hijr ayat 88]

Secara tak sadar kita telah mengadopsi sistem pendidikan yang lebih mengutamakan ilmu dunia daripada mendalami dan menggali ilmu Allah. Ini jelas kondisi yang terbalik dari yang seharusnya kita lakukan. Hal ini terasa sekali, terutama bagi saya, yang merasa sejak kecil pada saat mulai SD – SMP – SMA bahkan sampai perguruan tinggi ternyata sangat sedikit sekali ilmu pendidikan akhlak Islami yang menjadi bagian dari kurikulum.

Kalau ingin reformasi total, mustinya mulai sekarang sistem pendidikan kita harus memperkuat pendidikan akhlak Islami sehingga mencetak orang-orang yang jujur dan soleh / soleha.

Wassalamualaikum wr wb.

Gatot

Read Full Post »