Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2015

Intisari dari Kutbah Jumat di Masjid Nuru Ikhlas

15 Syawal 1436 H (31 Juli 2015)

Slide26

Ringkasan kutbah:

  1. Iblis konsisten tanpa lelah menggoda manusia untuk meruntuhkan imannya dan mengikuti jalan setan, setelah satu bulan penuh dibelenggu oleh Allah subhanahu wa taala.
  2. Seorang mukmin diwajibkan untuk selalu meningkatkan ketakwaannya dari waktu ke waktu.
  3. Waspada kepada godaan syetan harus tetap dijaga bahkan selalu ditingkatkan karena syetan tak pernah lelah setiap saat menggoda manusia untuk mengikuti jalan syetan.
  4. Untuk membentengi dari gempuran godaan setan dan iblis seorang mukmin harus embentengi diri dengan dua hal: mentauhidkan Allah dengan mengucap secara sungguh-sungguh “La ilaha ilallah” (Tiada Tuhan selain Allah) dan selalu beristighfar (mohon ampun) kepadaNya.
  5. Meninggikan kalimatullah melalui ucapan “La ilaha ilallah” akan membuat seorang hamba akan tunduk sepenuhnya kepada keesaan Allah sebagai penguasa alam semesta dan seluruh isinya. Ini harus ditanamkan dengan kuat di setiap jiwa seorang mukmin.
    • Bilal pada saat masih menjadi budak, juga melakukan dakwah akan keesaan Allah meskipun ia disiksa oleh majikannya yang dholim. Bahkan pada saat ia disiksa dibawah tekanan batu yang besar dan berat, ia tetap mengesakan Allah dengan ucapannya yang fenomenal “Ahadun Ahad!” dengan pasti dan yakin.
    • Pada saat perang Badar kaum muslimin berkekuatan hanya kurang dari sepertiga (313 orang) dibandingkan kekuatan kafir Quraisy yang berjumlah 1000 orang. Nabi Muhammad meninggikan kalimatullah dengan berdoa agar pasukan muslimin menang karena bila tidak, maka tak ada lagi yang menyembah Allah SWT.
  6. Istighfar menunjukkan bahwa sebagai manusia tak lepas dari perbuatan dosa atau ancaman berbuat maksiat. Untuk itu seorang muslim diwajibkan selalu mohon ampun (istighfar) kepada Allah agar dosa-dosanya dibersihkan. Hal ini berlaku pada diri setiap muslim baik dia sebagai karyawan maupun pedagang (pengusaha). Ingatlah seruan nabi Nuh kepada umatnya agar selalu bertaubat kepada Allah SWT di setiap saat sehingga terbebas dari gangguan setan untuk berbuat maksiat. Allah maha pengampun dan kita diwajibkan untuk selalu mohon ampun.

Wallahualam bishawab

Advertisements

Read Full Post »

Slide3

Kandungan Kata “syahadah”

Sebagai ikrar

QS 3:18

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu [188] (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.

QS 3:81

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya” [209]. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.

[209] Para nabi berjanji kepada Allah s.w.t. bahwa bilamana datang seorang Rasul bernama Muhammad mereka akan iman kepadanya dan menolongnya. Perjanjian nabi-nabi ini mengikat pula para ummatnya.

Sebagai Sumpah

QS 63:2

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai [1477], lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

[1477] Mereka bersumpah bahwa mereka beriman adalah untuk menjaga harta mereka supaya jangan dibunuh atau ditawan atau dirampas hartanya.

QS 24:6

Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.

Sebagai Perjanjian

QS 3:18

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu [188] (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.

QS 5:7

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya [405] yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’ati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).

[405] Perjanjian itu ialah: perjanjian akan mendengar dan mengikuti Nabi dalam segala keadaan yang diikrarkan waktu bai’ah.

QS 2:26-27

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu [33]. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah [34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

[33] Diwaktu turunnya ayat 73 surat 23 Al Hajj yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan turunnya ayat 41 surat Al Ankabuut yang di dalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

[34] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat.

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Iman

-bersambung-

Read Full Post »

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.”

Al Baqarah ayat 204 (QS 2:204)

Kalau ditinjau dari asbabunnuzul-nya, ayat 204 ini: Dari As-Saddi, diriwayatkan bawa kedua ayat ini (204 dan 205) turun berkenaan dengan seseorang yang menghadap Rasulullah saw untuk menampakkan keislamannya. Orang itu adalah Akhnas bin Syuraiq. Sekembalinya dari Rasulullah saw dia melewati perkebunan dan peternakan keledai milik kaum muslimin lalu dia membakar kebun beserta ternak-ternak itu, Kemudian turunlah ayat ini. Adapun ayat 205 adalah: “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”

Adapun ayat 205 adalah:

“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”

Memang kita harus berhati-hati dengan orang munafik ….

Wallahualam bishawab.

Slide25

Read Full Post »

INGAT MATI SEBAB KHUSYU’ DALAM SHOLAT

Bismillah. Khusyu’ di dalam sholat merupakan salah satu sifat orang-orang beriman dan bertakwa yg telah dipuji dan dijanjikan oleh Allah kepada mereka bahwa mereka akan masuk ke dalam Surga yg penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yg hakiki nan abadi, dan terbebas dari siksa api Neraka yg sangat pedih dan membinasakan.

Hanya sj upaya mewujudkan rasa khusyu’ di dlm sholat tsb merupakan amalan yg sangat berat dan sulit bagi seorang hamba, apalagi bagi orang yg tidak paham tentang aqidah islam yg benar, dan di saat kondisi iman melemah serta adanya berbagai godaan dan fitnah dunia yg semakin kuat dan dahsyat.

» Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memerintahkan umatnya agar banyak mengingat kematian karena ia dapat membantu seorang hamba untuk mewujudkan rasa khusyu’ di dlm sholatnya seraya bersabda:

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

Artinya: “Ingatlah kematian dlm sholatmu, karena jika seseorang mengingat mati dalam sholatnya, maka ia akan memperbagus sholatnya. Sholatlah seperti sholatnya orang yg tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan sholat yg lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yg kelak malah engkau meminta udzur (yakni meralatnya atau menyampaikan alasan-alasan karena tidak bisa memenuhinya dgn baik dan benar, pent).” (HR. Ad-Dailami di dlm Musnad Al-Firdaus. Hadits ini Derajatnya dinyatakan HASAN oleh Syaikh Al-Albani).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dpt kami sampaikan pd pagi hari ini. Smg Allah memberikan taufiq dan kemudahan kepada kita agar bisa khusyu’ dalam mendirikan sholat dan banyak mengingat “sang pemutus segala kelezatan”. Amiin. (Cirebon, 23 Juli 2015).

Blog Dakwah Sunnah, Klik :

http://abufawaz.wordpress.com

Read Full Post »

Orang Yang Riya

.
Kasihan Orang Yang Riya’ :

– Ia meninggalkan pujian Allah lantas berharap pujian manusia

– Ia meninggalkan Allah Yang Maha Kuasa dan memilih manusia yang penuh kekurangan dan kehinaan

– Ia mengagungkan makhluk yang hina dan tidak mengagungkan Allah Yang Maha Agung

– Ia memilih ganjaran dunia dan meninggalkan ganjaran akhirat

– Ia mengagungkan dunia dan tidak mengagungkan akhirat

– Ia tidak mengagungkan hari qiamat dimana seluruh rahasia dan isi hati akan dibongkar oleh Allah

– Di akhirat ia disuruh mencari pahala dari orang-orang yang ia harapkan pujian dan penghormatan mereka tatkala di dunia

– Di akhirat ia yang pertama kali disiksa di neraka

– Di dunia ia selalu gelisah menanti pujian manusia dan komentar indah dari manusia. Lebih gelisah lagi jika ternyata riya’ nya tdk membuat orang memujinya dan menghormatinya

– Di dunia ia capek berkreasi demi memamerkan amal ibadanya, capek dalam berkreasi menulis status dan capek berkreasi dalam ber-selfie- untuk mengshare pose ibadahnya. Apalagi yg nge-like- hanya sedikit.

Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Read Full Post »

Kiriman : Ustadzahh KAMRIYAH (Makasar).

Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci.
Selama 6 bln praktek, tidak ada seorang pasienpun yg datang untuk berobat. Hingga beliau merasa heran, apakah orang-2 di sini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau temukan jawabannya, dari salah satu muslim di sana :

(1). Bila kami sakit, ikhtiar pertama yg kami lakukan ialah shalat dua rakaat, dan memohon kesehatan kpd Allah. Insya Allah sembuh dgn ijin dan kasih sayangNya.

(2). Kalau belum sembuh, kami lakukan cara ke-2 Yaitu baca Al Fatihah/surat2 lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah utk diri sendiri.

(3). Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yg ke-tiga. Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan, & dijadikan jalan penyembuh sakit kami. In syaa Allah akan sembuh.

(4). Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg ke-empat. Yaitu banyak2 istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi صل الله عليه وسلم beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa2.

(5). Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar yg ke-lima. Yaitu minum madu dan habbatussauda’.

(6). Ikhtiyar yg ke-enam yaitu dgn mengonsumsi makanan herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, dll, spt disebut dalam Al Qur’an.

(7). Dan, Alhamdulillaah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. Jk belum sembuh, baru kam ikhtiar ke-tujuh yaitu pergi ke dokter muslim yg shalih. Insya Allah akan diberi kesembuhan dr Allah swt. Aamiin..

Wallaahu a’lam bissawwab

catatan :  semoga bermanfaat

Read Full Post »

Sebuah artikel yang saya copas di sini, kiriman dari sahabat saya Herwinto. Masya Allah!
——

“Masuk Surga tanpa Hisab dan Azab”
بسم الله الرحمن الرحيم

Di antara kemurahan dan kasih sayang Allah terhadap umat Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk masuk ke dalam Surga tanpa melalui proses perhitungan amal (hisab) dan tanpa melalui proses penyucian dosa di dalam Neraka.

Untuk mendapatkan kesempatan ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat ini termaktub di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di dalam kitab Shahihnya pada nomor 5705 dan Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya pada nomor 218 dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

قِيلَ هَذِهِ أُمَّتُكَ وَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ هَؤُلَاءِ سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ … هُمْ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Dikatakan (kepadaku): Ini adalah umatmu, dan tujuh puluh ribu orang di antara mereka akan masuk Surga tanpa melalui hisab (perhitungan amal) … Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah meminta untuk diruqyah, tidak pernah melakukan tathayyur, tidak pernah melakukan pengobatan dengan besi panas, dan hanya kepada Rabb merekalah mereka bertawakkal.”

Di dalam hadits di atas disebutkan bahwa syarat untuk dapat masuk ke dalam Surga tanpa melalui hisab adalah dengan memenuhi empat syarat, yaitu tidak pernah meminta dirinya untuk diruqyah, tidak pernah melakukan tathayyur, tidak pernah melakukan pengobatan dengan besi panas (kay), dan bertawakkal hanya kepada Allah. Tathayyur adalah menentukan nasib baik atau buruk dengan sesuatu berupa benda, waktu, atau tempat. Contohnya seperti  menganggap jika burung peliharaan terbang ke arah kiri sebagai tanda akan terjadi kesialan, menganggap kehadiran burung gagak sebagai pertanda jelek, menganggap hujan gerimis di hari panas sebagai pertanda kematian, dan lain sebagainya.

Di dalam hadits di atas juga disebutkan bahwa jumlah umat Muhammad yang masuk ke dalam Surga tanpa dihisab adalah tujuh puluh ribu orang. Tentunya jumlah ini sangat sedikit sekali jika dibandingkan jumlah umat Muhammad seluruhnya sehingga ada sebagian orang yang menilai kesempatan untuk menjadi salah satu di antara mereka sangatlah kecil kemungkinannya.

Akan tetapi, ternyata jumlah tujuh puluh ribu ini bukanlah pembatasan. Allah subhanahu wa ta’ala -dengan kemurahan dan rahmat-Nya- memberikan kesempatan yang jauh lebih besar kepada umat Muhammad untuk bisa mendapatkan keutamaan masuk Surga tanpa hisab.

Dalil atas hal ini adalah sebuah hadits yang datang dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

وعدني ربي سبحانه أن يدخل الجنة من أمتي سبعين ألفا، لاحساب عليهم ولا عذاب، مع كل ألف سبعون ألفا، وثلاث حثيات من حثيات ربي عز وجل

“Rabbku subhanahu telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan umatku ke dalam Surga sebanyak tujuh puluh ribu orang tanpa melalui hisab dan azab, bersama setiap seribu orang ada tujuh puluh ribu orang, dan (ditambah lagi) tiga kali cidukan dari cidukan Rabbku ‘azza wa jalla.” [HR Ibnu Majah (4286) dan At Tirmidzi (2437)]

Jika kita memperhatikan hadits di atas dan mencoba menghitung jumlah orang yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk masuk Surga tanpa hisab tentulah sangat banyak. Apalagi setelah ditambah dengan tiga kali cidukan dari Allah subhanahu wa ta’ala, maka jumlahnya tentu lebih banyak lagi dan kita tidak bisa mengetahui berapa jumlah persisnya.

Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita sebagai orang-orang yang dianugerahi oleh Allah menjadi salah satu dari sekian banyak orang yang dapat masuk ke dalam Surga tanpa melalui proses hisab dan azab di Neraka. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

وبالله التوفيق

Read Full Post »

Older Posts »