Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2009

Bagaimana rasanya ruh dicabut malaikat saat sakaratul maut?

Bagi orang kufur, rasanya seperti 300 sayatan pedang. Bagi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt rasanya seperti sehelai rambut ditarik dari serbuk tepung. Enteng sekali. Jadi, kenapa kita tidak beriman dan bertaqwa kepada Allah swt?

Pak ustadz juga menceritakan kisah bagaimana malaikat pencabut nyawa menunjukkan mukanya pada dua kondisi itu, dari kisah nabi Ibrahim as :

  • Pada saat mencabut ruh orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, malaikat menunjukkan wajah yang damai, menyejukkan dan membuat suasana hati calon mayit menjadi senang bahagia. Nabi Ibrahim pun tersenyum melihat muka tersebut.
  • Kemudian malaikat menyuruh nabi Ibrahim memejamkan mata sejenak karena malaikat akan merubah penampilannya memberi contoh saat ia mengambil ruh dari manusia kufur. Begitu nabi Ibrahim diminta buka matanya oleh malaikat, langsung beliau pingsan. Kejadian ini berulang tiga kali.


Bayangkan ..nabi Ibrahim as aja pingsan apalagi manusia biasa????


[disampaikan oleh Dr. H. Usman Umar, MA pada Kuliah Dhuha di masjid Nurul Hidayah, Jl. Brawijaya, 10 Mei 2009]

Read Full Post »

Orang Yang Pintar

Ijal>

Orang yg pintar adalah orang yang selalu mengerjakan perintah Allaah SWT dan menjauhi laranganNya dengan mengikuti cara2 Rasuulullaah SAW sebagai bekal untuk kehidupan yang ada awalnya, namun tiada akhirnya

(Khutbah Jum’at, Masjid Nurul Muhajirrin, Jl. Ciragil, Keb Baru).

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Sudah empat hari Imam Ibrahim meninggalkan negeri ini dan saya semakin merasa kehilangan. Pada saat beliau masih di sini saya sering komunikasi maupun bertemu beliau. Pertemuan paling panjang terjadi pada malam terakhir (4 Mei 2009) sebelum kepulangan beliau ke Sydney. Banyak hal kami bahas malam itu baik mengenai aqidah maupun fiqih. Malam ini tiba2 saya ingat cerita beliau berkaitan dengan lawatannya di sebuah kota di Jawa Tengah.

Saat itu Imam dimintai bantuan seorang ibu rumah tangga yang mengalami masalah hubungan tak harmonis dengan suaminya, seorang dokter sukses di sebuah rumah sakit di kota tersebut. Sang ibu menuturkan betapa suaminya tidak peduli dengan keluarganya karena terus menerus bekerja di rumah sakit, kurang perhatian ke anak dan istri. Oleh karena itu suami istri ini sudah beberapa bulan pisah rumah. Setelah si ibu ini curhat segala sesuatu ke Imam, akhirnya ia bertanya secara jujur, tegas dan sopan apakah ada orang lain dalam kehidupan si ibu ini. Mendapat pertanyaan yang tak terduga ini si ibu langsung gelagepan dan menoleh ke saudara perempuannya yang kebetulan menemani saat itu. Setelah cukup lama, si ibu mengakui bahwa memang ada PIL di kehidupannya. Lantas imam menanyakan bagaimana PIL tersebut menurut ibu. Ibu itu menjawab bahwa PIL tersebut sangat baik dan penuh perhatian kepadanya. Imam kemudian menanggapi bahwa PIL tersebut jelas tidak baik. Mengapa? Kalau ia benar2 pria yang baik, tidak mungkin dia memacari istri orang. Ibu tersebut terhenyak seperti mendapat tamparan maut dari imam yang dengan sanatinya mengatakan hal tersebut, tanpa kompromi. Imam mengatakan justru suaminya orang yang baik karena bekerja keras untuk keluarganya. Imam menyarankan supaya si ibu menerima suaminya kembali karena tergolong orag yang baik dan pekerja keras, apalagi mereka telah memiliki anak yang masih kecil.

Setelah pembicaraan tersebut, sang Imam kemudian diundang ke rumahnya, esok harinya. Imam, ditemani kerabatnya, akhirnya mengunjungi rumah ibu yang sudah tak hidup dengan suaminya.  Subhanallah! Rumahnya ternyata begitu indah dan megahnya…tergolong orang kaya, tentunya. Imam kemudian membacakan ayat2 Al Quran di rumah tersebut untuk si ibu tadi. Setelah pembacaan Al Quran oleh imam, akhirnya ia meminta si ibu menelepon suaminya untuk datang ke rumah.  Suaminyapun datang beberapa menit kemudian, dan yang lebih penting lagi, hubungan mereka menjadi lebih baik.

Dengan ijin Allah SWT, Imam Ibrahim telah berhasil mempersatukan keluarga yang cerai berai. Subhanallah! Kekuatan doa dengan ayat-ayat Al Quran bisa meluluh-lantakkan godaan syetan dan iblis yang meyebabkan permasalahan si ibu dengan suaminya. Sebenarnya, tidak hanya ini saja yang dilakukan Imam, di Australia beliau banyak sekali merujukkan keluarga berantakan dengan berbagai lasan sehingga bersatu kembali. Beliau juga sering menyembuhkan orang yang sakit dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Sebuah kisah yang mengharukan.

Wass,

G

Read Full Post »

Sungguh, kemuliaan hanya milik Allah SWT. Manusia tak berhak untuk sombong, takabur, memuliakan dirinya sendiri. Namun Allah juga membenci manusia yang merendahkan diri terhadap orang yang berkuasa atau yang belimpah harta dengan harapan mendapatkan balasan darinya. Allah menyukai manusia yang menjaga kehormatan dirinya namun tidak dengan cara sombong.

(intisari dari kutbah Jumat, 8 Mei 2009, Auditorium Kantor Pusat PT Indosat, Jakarta)

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Hari ini, 5 Mei 2009, imam Ibrahim kembali ke Sydney setelah lebih dari sebulan berada di Indonesia. Banyak

Imam Ibrahim di Cengkareng 5 Mei 09

Imam Ibrahim di Cengkareng 5 Mei 09

pengalaman dan ilmu yang saya belajar dari imam selama keberadaannya di negeri ini. Rasanya waktu bergulir begitu cepat dari tanggal 28 Maret 2009, saat ia pertama kali di Indonesia, sampai hari ini. Hampir tiap malam setelah selesai dengan urusan pekerjaan, saya sempatkan bertemu (tepatnya belajar) dari imam yang banyak ilmunya tapi tetap tawadhu ini. Di bawah ini saya uraikan beberapa hal yang saya pelajari berdasarkan kemampuan saya menyerap:

  1. Selalu tampil sederhana. Tiap hari, syech ini selalu berpakaian santai, rapi dan simple. Ia biasanya menggunakan tshirt yang saya taksir jumlahnya tak lebih dari 3 lembar selama ia berada di Indonesia. Ia selalu menggunakan kupluk dan kelihatan sebagai orang shalih.
  2. Selalu berdoa. Di setiap saat, imam selalu melantunkan doa berupa cuplikan dari ayat2 Al Quran. Pernah suatu saat saya menjemputnya untuk bepergian ba’da magrib. Sejak masuk di dalam mobil ia sudah minta ijin ke saya untuk melantunkan doa2. Setelah itu dia berdoa melantunkan ayat2 Al Quran dengan lafaz yang fasih dan jelas. Dia berdoadengan volume suara seperti sedang bicara dan terasa sejuk di telinga dan tenteram di hati. Setelah selesai doa dia bercerita bahwa kebiasaan berdoa setiap ba’da magrib didengarkan oleh 70.000 malaikat yang juga berdoa ke Allah meminta agar doa kita dikabulkan.
  3. Selalu menyebut asma Allah dan Rasul. Di setiap tutur katanya selalu saja bisa kita dengar dengan baik pujian kepada Allah SWT dan shalawat nabi SAW.
  4. Selalu berdakwah di setiap kesempatan bertemu. Ini yang benar2 saya nikmati dari interaksi saya dengan imam selama keberadaannya di Indonesia. Setiap kami bertemu sambil nyeruput kopi, selalu saja dia manfaatkan untuk berdakwah. Sungguh, saya sangat menikmati ngopi bersamanya sambil mencerna tutur kata manis yg ia lontarkan mengutip ayat2 suci Al Quran. Dalam perjalanan ke airport pun saat di dalam mobil beliau juga berdakwah. Dalam kesempatan ini ia bercerita tentang tiga keadaan dimana Allah SWT tidak menerima tobat umatNya.
  5. Suka humor. Meski sering berpikir dan menyampaikan kata2 lembut, imam juga senang humor meskipun tidak berlebihan.
  6. Menjaga wudhu. Jarang sekali setiap bepergian dengan imam beliau wudhu sebelum shalat. Ini karena ia jaga wudhunya dengan baik dari satu waktu ke waktu shalat selanjutnya.
  7. Selalu menebar senyum dan memberi salam kepada orang yang dijumpai.
  8. Menunjukkan sikap sabar dan tidak tergesa-gesa. Ini terlihat pada saat makan karena tidak pernah memasukkan makan secara berlebihan ke mulutnya dan dikunyah dengan pelan-pelan sambil menikmati makanannya.
  9. Memilih teman yang shalih. Imam tergolong tegas dalam memilih teman karena ia tak mau asal berteman, namun harus ada syaratnya.
  10. Komit untuk membantu orang sakit melalui pembacaan ayat-ayat suci Al Quran.

Terasa sedih berpisah dengan Imam. Tapi ya begitulah kehidupan, selalu ada perpisahan ….

Selamat jalan, Imam. Terima kasih atas bekal ilmu yang engkau berikan dan semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. AMin.

Wass,

Gatot

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Ini adalah sebuah kisah tentang seorang anak muda bernama Mubarok. Ia sedang mencari kerja dan akhirnya mendapatkan majikan yang memiliki kebun sangat luas. Sang majikan mempekerjakan Mubarok untuk menjaga kebunnya yang sangat luas dengan sebaik-baiknya.

Dua tahun kemudian, sang majikan sedang menyiapkan jamuan untuk tamu-tamu yang akan mengunjungi kebunnya. Demi pemberian rasa hormat, sang majikan ingin menyajikan “yang terbaik” dari hasil kebunnya. Iapun memerintahkan Mubarok untuk memetik buah-buahan “terbaik” dan “yang paling manis” dari kebunnya. Sebelum disajikan ke tamu-tamunya, sang majikan mencicipi buah yang telah dipetik oleh Mubarok.Maka sang majikan mencicipi buah-buahan yang telah dipetik oleh Mubarok. Setiap mencicipi buah-buah tersebut sang majikan selalu mendapatkan buah yang “pahit” tidak sesuai harapannya. Maka setelah lebih dari tiga kali mendapati buah-buahan yang pahit, maka sang majikan menanyakan ke Mubarok:

“Bukankah aku minta ke kamu supaya menyediakan buah-buahan pilihan yang paling manis dari kebunku? Mengapa pula kamu, ya Mubarok, memberikan untuk tamu-tamuku buah yang pahit-pahit …?”

“Ampun Tuanku,… sesuai perintah Tuanku sebelum hamba bekerja di sini, hamba diberi amanah Tuanka untuk menjaga kebun Tuanku. Selama saya bekerja di sini, hambamu hanya menjaga kebun saja. Hamba tidak pernah merasakan bagaimana rasa buah-buahan dari kebun ini …,” jawab Mubarok.

Mendengar jawaban ini, sang majikan tertegun dan sempat tidak bisa bicara selama beberapa detik memikirkan betapa pemuda ini memegang amanahnya dengan baik. Selama dua tahun lebih ia bekerja, tak satu buahpun dari kebun ini ia makan… Subhanallah!

Sang majikan akhirnya menanyakan apakah Mubarok sudah menikah? Karena belum menikah, akhirnya sang majikan berkonsultasi dengan seorang bijak mengenai ide memberi hadiah Mubarok dengan memberikan putrinya yang cantik dan solehah untuk diperistri Mubarok.Orang bijak tersebut memberi nasehat bahwa mendapatkan suami yang soleh jauh lebih utama daripada suami yang tampan atau banyak harta.

Pernikahan Mubarok dengan putri sang majikan akhirnya melahirkan seorang anak soleh yang kemudian menjadi ulama besar … Abdullah bin Mubarok.

*** Disarikan dari Catatan mengikuti Kajian Dzuhur di Mushalla Indosat (4 Mei 2009) ***

Wass,
G

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Ini sebenernya renungan buat saya pribadi, tapi saya tulis di sini barangkali ada temen2 yang merasakan hal sama dengan saya. Semuanya terkait dengan mencari rhamat dan ridhla Allah SWT selama kita masih di dunia yang fana ini. Sepeti kita pahami semuanya bahwa Allah SWT menguji iman kita dengan keindahan yang ada di dunia ini. Seberapa kuat kita bisa menerima ujian tersebut menunjukkan tingkat ketakwaan kita kepadaNya. Seringkali kita mencari suatu “keberhasilan” di dunia ini dengan doa agar semuanya tercapai. Namun kita sering tak sadar bahwa dengan kita telah “mencapai” sesuatu seringkali iblis dan setan menggoda kita dalam ketakwaan kita kepada Allah SWT. Seberapa sering kita mendengar kisah orang yang lalai ketakwaannya kepada Allah setelah ia mencapai posisi kekuasaan tertentu, dengan limpahnya harta kekayaan, meluasnya pengaruh dan popularitasnya. Sering kita mendengar itu. Semoga kita tak termasuk kedalamnya.

Yang saya alami belakangan ini serupa dengan uraian saya di atas. Tanggal 23 April 2009 saya telah berhasil menggelar suatu acara “An Evening of YES Music Plus” yang menampilkan musik-musik dari band kesukaan saya YES sejak saya masih SMP. Yes juga adalah salah satu kelompok yang saya sering nikmati “berlebihan” bahkan sampai mengabaikan panggilan Allah SWT melalui adzan meski dua tahun belakang saya sudah mulai shalat berjamaah di masjid. Alhamdulillah saya matikan musik kesukaan saya begitu mendengar adzan dan segera bergegas ke masjid. Namun malam itu saya sebagai host cukup letih dan pulang sampe rumah sudah dini hari. Yang terjadi kemudian, esok paginya saya tidak bisa bangun mengikuti shalat Subuh berjamaah di masjid. Saya sangat menyesal. Saya ingat ada suatu kisah dimana seorang pahlawan besar begitu suksesnya berhasil merebut kekuasaan sebuah kota besar. Namun sang Pahlawan tersebut menangis sekeras-kerasnya menyesali apa yang ia perbuat karena telah meninggalkan shalat Subuh berjamaah. Baginya, kemenangan atas suatu kota sangat kecil sekali artinya dibandingkan dengan Shalat Subuh berjamaah di masjid. Yang saya lakukan hanya keberhasilan menyelenggarakan konser musik Yes pada malam itu, tapi menyesalnya kemudian karena saya tidak mengikuti shalat Subuh berjamaah. Ya Allah, Rabb ku yang Maha Kuasa .. ampunilah aku …

Wass,

G

Read Full Post »

Older Posts »