Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2013

image

Dipercaya mas Eko Handono menjadi saksi dalam pernikahan putrinya di Anjungan Jawa Tengah, TMII.

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Dari kajian pagi hari di Radio Rodja 756 AM, sang ustadz menguraikan hal ini:

Alkisah ada seorang ahli ibadah yang telah beribadah dengan rajin selama 60 tahun kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Suatu hari seorang pelacur masuk ke rumahnya dan ia kemudian melakukan zina selama 6 (enam) hari. Setelah dia sadar akan dosanya itu ia kemudian pergi ke masjid dengan niat untuk bertaubat kepada Allah sampai di masjid ia kelaparan. Kemudian ada seorang membawa roti dan memberikan roti itu kepada si ahli ibadah. Ketika roti akan dimakan, ia melihat ada dua orang lain di masjid tersebut yang juga kelaparan. Akhirnya si ahli ibadah memutuskan memberikan roti itu kepada dua orang lain tersebut dengan membelahnya menjadi dua bagian yang sama, sedangkan ia sendiri tak memakannya.

Kemudian Allah SWT berfirman kepada malaikat agar menimbang amalan dari ibadah selama 60 tahun terhadap dosa zina selama 6 hari. Malaikat kembali ke Allah dan menyatakan bahwa timbangan dosa zina selama 6 hari ternyata lebih berat dari amalan dari ibadah selama 60 tahun. Subhanalllah! Betapa berat dosa berzina.

Kemudian Allah berfirman lagi kepada malaikat untuk menimbang dosa dari zina selama 6 hari dengan amal baik dia memberikan makanan kepada orang yang kelaparan. Malaikat melapor ke Allah bahwa amalan memberi makanan kepada dua orang yang kelaparan di masjid ternyata lebih berat dari pada zina selama 6 hari.

Dari kisah ini dapat ditarik dua kesimpulan:

  1. Sungguh begitu dahzyat dosa dari maksiat berzina dalam waktu singkat dibandingkan dengan amal ibadah selama waktu yang puluhan tahun. Mempertahankan amal ibadah agar tidak tercemari sedikitpun dengan maksiat merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seorang muslim yang taat.
  2. Amal baik kita ternyata sanat besar dampaknya dalam menghapus dosa. Ibadah tak hanya sempit batasannya pada shalat saja, amal baik kita di luar shalat ternyata sangat penting untuk menghapus dosa-doas kita.

Pada pembahasan pagi ini sang ustadz mengatakan bahwa dosa dari perbuatan riba jauh lebih dahzyat lagi dari zina dalam kasus di atas. Mungkin topik bahasan hari ini terkait dengan riba, sehingga bahasan dari kasus ahli ibadah di atas dikaitkan dengan riba.

Semoga kita selalu bisa menjaga amal ibadah kita dari gangguan maksiat-maksiat meskipun itu hanya kecil. Aamiin.

Wassalamualaikum wr wb.

Gatot Widayanto

 

 

Read Full Post »

Renungan dari BBM yang saya terima, sebagai pengingat: Demi masa!

—–

TERNYATA CUMA 1,5 JAM SAJA KITA HIDUP DI DUNIA INI”
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …

 

Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran absolut.

 

1 hari akhirat = 1000 tahun ..
24 jam akhirat = 1000 tahun ..
3 jam akhirat = 125 tahun ..
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun ..

 

Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

 

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS. 35:15, 4:170)

 

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah. (QS. 74:7, 52:48, 39:1­0)

 

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus menahan nafsu dan mengganti dengan sunnah-Nya. (QS. 12:53, 33:38)

 

“Satu Setengah Jam” sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS. 9:72, 98:8, 4:114)

 

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. 59:18, 42:20, 3:148, 28:77)

 

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS. 23:114)

 

Read Full Post »

Gowes di Jakarta memang harus pandai-pandai memilih rute. Buktinya, kemarin pagi saya gowes ke Jl. kebonsirih, lewat Menteng (Jalan Sultan Syahrir) sepi banget dan udara bersih ….Padahal ini jam sibuk orang berangkat kerja lho, sekitar 7:20 kemarin pagi. Subhanallah ….nikmatnya bersepeda di jalan mulus dan udara bersih (semoga) …. Tak ada alasan untuk tidak bersepeda di Jakarta ….

Udara bersih, jalan mulus dan sepi lalin ...

Udara bersih, jalan mulus dan sepi lalin …

 

Read Full Post »

Ujug-ujug Antri

Setelah makan Bakso Malang Karapitan (BMK) tadi malam saya mampir ke gerai Starbucks buat sekedar ngopi, kok gak seperti biasanya yang sepi nyenyet, gerainya penuh pol dan gak ada tempat duduk. Mau pesen kopi aja musti antri panjang. Pas bayar, aneh kok harganya murah … Oh ternyata Starbucks ultah pada tgl 17 Mei kemarin dan semua minuman didiskon 50% kecuali minuman dalam botol.

Pantesan …rame pol! Indikasi bahwa selama ini overpriced atau memang orang kita suka segala macem yg namanya diskon …..he he ….

Read Full Post »

Hari ini saya gagal mengambil foto sepeda abang penjual donat di masjid Nurul Ikhlas. Tujuan saya mengambil foto sepedanya, dimana di boncengan ada keranjang plastik berisi donat warna-warni, adalah ingin belajar dari beliau atas rajinnya shalat BMW (berjamaah di masjid pada awal waktu). Saya sudah mengamati begitu seringnya sepeda ini diparkir di masjid pas sebelum adzan Ashar dikumandangkan. Saya salut beliau ini disiplin ke masjid pada saat shalat Ashar. Ini berarti saat menjajakan donat keliling dari rumah ke rumah pikirannya kemungkinan besar selalu ke Allah utamanya untuk memenuhi panggilan Allah di shalat Ashar. Buktinya jelas, pada saat adzan mengumandang sepedanya sudah dia bawa ke masjid. Bisa jadi rute jualannya juga sudah sedemikian rupa diatur olehnya sehingga pas endekati jam shalat, siap sudah di dekat masjid.

Hari ini rupanya beliau absen. Mungkin juga tidak jualan atau alasan lain. Tapi saya yakin dimanapun beliau berada, insya Allah tetap istiqammah menjalankan shalat BMW. Rencana saya untuk ngobrol dengan beliau dan mengambil foto sepedanya hari ini gagal, padahal pas kebetulan hari ini saya kerja di rumah.

Semoga kita, terutama saya, bisa belajar dan meniru kedisiplinan dan kepatuhan abang penjual donat ini. Aamiin.

Read Full Post »

Kemarin sore saya naik taxi warna putih tapi bukan Ekspress, lambangnya koperasi, bernomer 187 di badan taxi nya. Saya dari rumah ibu di Tebet menuju hotel Arya Duta pada pukul 17:15. Sebenarnya nanggung sekali saya berangkat jam segitu soalnya tak lama kemudian akan terkena saat Maghrib dan kemungkinan belum nyampe di tujuan. Namun ternyata saya lihat bapak yang nyupir sudah cukup berumur dan menggunakan topi haji warna putih.

Benar saja saat masih di sekitar Pasar Rumput adzan Maghrib menggema sehingga saya minta Bapak tersebut mencari masjid terdekat. Ternyata beliau menanggapi dengan semangat dan menanyakan ke saya kepastian mendngar bunyi adzan. Tentu saya yakin karena sudah mendengar bunyinya dari masjid di sekitar situ. Trus Bapak tersebut mengucap basmallah dan meneguk air mineral dari botol yang ada di samping kanan tempat duduknya. Saya langsung bilang “Wah, puasa Senin – Kamis ya pak?” Beliau menjawab “Rajab hari ketiga, terakhir pak”. Subhanallah …. Senang rasanya saya naik taxi dengan pengemudi ahli surga seperti Bapak supir ini.

Ternyata beliau mengajak saya ke Masjid Cut Meutia yang memang saya cukup sering juga shalat di situ. Selama dalam perjalanan saya tanya beberapa hal terkait puasa sambil bekerja sebagai supir. Ternyata Bapak ini kerjanya tak ngoyo karena pada hari Senin kemarin beliau istirahat di masjid Cut Meutia mulai jam 9:00 hingga ba’da Ashar. Kemudian beliau dapet penumpang mengantar ke daerah Tebet sehingga saya menemukan taxinya. Bapak ini juga cerita bahwa shalatnya juga tepat waktu. Bahkan bila sedang membawa penumpang ada panggilan adzan, beliau selalu minta ijin ke penumpang untuk berhenti shalat dulu dan Alhamdulillah selalu diberi ijin meski kadang penumpang tersebut non-muslim.

Inilah bukti nyata bahwa Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi umatNya yang ikhlas menjalankan ibadah untukNya….

Semoga Allah swt selalu merahmati bapak supir taxi tersebut. Aaminn.

Read Full Post »

Older Posts »