Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2011

Kangen Tarbawi

Assalamualaikum wr wb

Setelah cukup lama absen tak membaca majalah Tarbawi, Alhamdulillah pada hari Kamis, 24 Nopember 2011, yang lalu saya mendapatkan kembali majalah ini di lapak Jalan Sabang saat ada pertemuan di Kopi Tiam. Sejuk rasanya memegang majalah ini. Dulu, saya tek pernah absen setiap edisi baru terbit karena saat itu saya sedang ada proyek dan aktif berkantor di Kantor Pusat PT Indosat (KPPTI). Di lantai 23 KPPTI ada mushalla dimana ada penjual buku-buku Islami, namanya Pak Subhan. Dia langganan saya membeli Tarbawi dan Sabili. Setiap ada tawaran berlangganan saya selalu menolak karena saya ingin setiap saat membeli saja dari pak Subhan secara ketengan biar dagangannya laku dan betah tinggal di Indosat. Namun sejak saya mulai jarang berkantor di situ setahun lebih, saya jadi jarang mendapatkan majalah Tarbawi dan Sabili.

Majalah tentang keshalihan yang wajib untuk selalu dibaca. Isinya sangat berkualitas danpenuh makna.

Membaca Tarbawi itu penting sekali karena di situ banyak keshalihan yang disajikan dengan bahasa yang arif. Setiap edisi ada topik kearifan tertentu yang dibahas dan edisi kali ini tentang kisah orang-orang yang relatif muda dan berpikiran serta bertindak kreatif. Sebagai pencinta buku, saya langsung membaca kisah tentang Yudi yang mendirikan Taman Baca di seputar Manggarai. Banyak kisah lainnya yang menarik dan saya masih belum selesai membacanya. Majalah ini dan Sabili selalu saya bawa kemanapun saya pergi dan membacanya bila ada kesempatan. Isinya luar biasa bagusnya. Subhanallah …

Jangan lewatkan majalah ini dari kehidupan Anda ….

Wassalamualaikum wr wb.

Gatot

Catatan:

Tulisan ini bukan promosi karena adanya keterkaitan dengan redaksi Tarbawi atau Sabili. Tulisan ini murni dari pendapat saya sebagai pembaca. Bahkan, saya tak mengenal satu orang pun Redaksi Tarbawi.

Advertisements

Read Full Post »

Antrian BlackBerry

Gambar di halaman depan harian Kompas, Sabtu, 26 Nopember 2011:

Masyarakat yang ingin membeli BlackBerry Bold 9760 dengan potongan harga 50% rela mengantri sejak pukul 14:00 sehari sebelumnya ....

 

 

 

Read Full Post »

Hikmah Bertetangga

Ibnu Mobarak memiliki tetangga seorang Yahudi tua. 

Dia membagikan makanan kepada orang yahudi itu sebelum memberikan kepada keluarganya. Dan pada hari-hari besar , , dia membelikan pakaian kepada Yahudi tua itu sebelum membelikan pakaian untuk keluarganya.


Rumah Yahudi tua itu berada dipojok dekat pasar , sangat strategis untuk berniaga.
Banyak orang Mekkah yang berkata kepada Yahudi tua itu ” Juallah rumahmu kepadaku “
Yahudi itu berkata ” Aku jual rumahku seharga 2 juta dinar “
Orang-orangpun bertanya ” Mengapa engkau jual rumahmu dua kali lipat ?? “
Jawab Yahudi itu ” Sejuta dinar untuk harga rumah itu , dan sejuta dinar lagi untuk harga bertetangga dengan Ibnu Mobarak !! “
Mendengar kabar itu Ibnu Mobarak menangis , dan berdo’a ” Ya Allah , berilah hidayah-Mu kepada Yahudi itu “
Posting dari: Yanto Dalang


Read Full Post »

Umar bin Khattab dan Tauhid

Catatan dari tausiyah di Radio Silaturahim AM 720 KHz pagi ini.

Pada jaman kepemimpinan Umar bin Khattab terjadi penggantian panglima dimana sebelumnya dipimpin oleh Khalid bin Walid. Padahal saat itu Khalid merupakan panglima perang yng cemerlang dan selalu membawa kemenangan di pihak muslimin setiap berperang. Penggantian oleh Umar ini jelas menimbulkan spekulasi dimana orang banyak mengira bahwa Umar tak mau disaingi oleh popularitas Khalid sehingga dicopot dari jabatannya.

Umar memiliki alasan kuat atas penggantian itu. Pada saaat itu muslimin begitu yakin bahwa setip perang yng dipimpin oleh Khalid pasti akan menang. Hal ini mengkhawatirkan, menurut Umar, karena muslimin bisaa terseret ke syirik karena Allah SWT tak begitu dipertimbangkan lagi. Sebaliknya Khalid menjawab: “Aku berperang bukan karena umat tapi karenaa Allah SWT…”.

Subhanallah …

Read Full Post »

Sayap Nyamuk

Assalamualaikum wr wb.

Ini sekedar catatan saya dari mengikuti tausiyah di Radio Rodja AM 756 KHz sebelum adzan Zhuhur pagi tadi sambil nyetir mobil. Saya kurang tahu topik atau temanya apa namun saya bisa katakan mencakup masalah qishas, hisab dan mizan. Pada saat saya mulai mendengarkan saat itu ustadz sedang membahas hukumnya mendzalimi orang lain dimana kita harus memberanikan diri untuk meminta maaf kepada pihak yang kita dzalimi sampai mendapatkan maaf darinya. Selama belum dimaafkan, kita harus berupaya meminta maaf.

Bagaimana kalau gengsi minta maaf, dan kita perbanyak amal shalih?

Ustadz menanyakan hal ini kepada peserta tausiyah dan akhirnya beliau jawab sendiri:

  • Belum tentu amalan-amalan kita bisa menutup kedzaliman yang pernah kita buat kepada orang lain meskipun kita melakukan amalan yang tekun dan banyak.
  • Masalahnya, jawaban di atas juga kurang tepat. Mengapa? Karena amal sholeh yang kita lakukan menyangkut hubungan kita dengan Allah SWT sedangkan kedzaliman kepada orang lain adalah hubungan antar-manusia yang hanya bisa diselesaikan bila pihak yang didzalimi memaafkan kita. Hal ini bisa diperoleh bila kita meminta maaf.

Pada hari kiamat nanti semuanya akan diperhitungkan (hisab) dan kemudian ditunjukkan kepada manusia dengan mizan (timbangan di hari kiamat) dimana semua manusia bisa melihat timbangan atas amalan-amalan dan dosa-dosanya selama hidup di dunia. Pada hari kiamat tersebut tak ada kedzaliman sama sekali sehingga timbangan yang ditunjukkan kepada manusia merupakan hal yang sesuai dengan perbuatannya selama hidup di dunia.

Yang menarik adalah ulasa dari ustadz yang mengatakan bahwa semua makhluk yang ada di alam ini tak usah khawatir dengan apapun jatah atau hak yang tak terpenuhi selama hidup di dunia karena Allah terlah berjanji akan mengembalikannya pada hari kiamat kelak. Jangankan hak seorang manusia, tanduk kambing yang patah karena beradu dengan kambing lainnya saja pada hari kiamat akan dikembalikan lagi oleh Allah SWT. Maka berbahagialah bagi mereka yang memiliki sifat “legowo” mau menerima apa adanya meski di dzalimi orang lain. Banyak kasus perebutan warisan, misalnya, saudara kandung kita mengambil lebih banyak dari yang telah diwariskan sesuai kesepakatan. Pada hari kiamat Allah akan mengembalikan semua hak sepenuhnya. Ustadz juga mengatakan bahwa selama kepentingan itu sifatnya dunia, jangan banyak diambil peduli atau diperebutkan mati-matian. Belia menukil hadits dimana Rasul mengatakan bahwa dunia dan seluruh isinya ini tak lebih dari sayap seekor nyamuk. Artinya, segala hal yang ada di dunia ini jangan diperjuangkan hingga kita musti menyalahi hukum Allah dalam mencapainya karena begitu kecilnya dunia ini dibandingkan kehidupan kelak setelah kiamat.

Di dalam tausiyahnya, utadz juga membahas adanya tiga jenis amal yang pada akhirnya akan dilihat oleh Allah SWT:

  1. Amal yang dengan mudah Allah bisa memberikan ganjaran
  2. Amal yang berpeluang untuk mendapatkan ganjaran dari Allah SWT
  3. Amal yang sama sekali tak akan mendapatkan ganjaran dan bahkan Allah membencinya, yaitu syirik.
Semoga kita selalu mendapatkan petunjuk di jalan yang lurus. Aamiin Ya Robb!
Wass,
G

Read Full Post »

Zuhud dan Tamak

Seorang sahabat datang kepada Nabi saw dan bertanya, “Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya aku akan dicintai Allah dan manusia.” Rasulullah saw menjawab, “Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah, dan jangan tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia.” (HR. Ibnu Majah).

Read Full Post »

Kadang-kadang Kurang Dimaknai

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah SWT (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah SWT wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya.”

(HR. Muslim)

Subhanallah ….. Seringkali hal ini kurang dimaknai dengan baik sehingga kadang bahkan diremehkan terhadap kegiatan duniawi: sedang rapat, sedang asik bekerja, sedang seru nonton sinetron di TV, sedang asik menikmati musik kesukaan dan puluhan jenis kenikmatan duniawi lainnya. Padahal, kalau kita cermati dengan baik hadits di atas, betapa ruginya kita menghilangkan kesempatan untuk dihapus dosanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan, tak kalah pentingnya, diangkat derajat kita olehNya! Subhanallah …

Sebuah hadits yang sungguh indah penuh makna, mengajak kita untuk memakmurkan masjid ….

Read Full Post »