Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2010

Assalamualaikum wr wb.

Buku kecil ini merupakan salah satu oleh-oleh dari menghadiri Islamic Book Fair 2010 yang lalu. Mungkin karena kemasannya mungil, buku ini mendapatkan kesempatan pertama bagi saya untuk membacanya. Namun bukan itu juga alasan sebenarnya. yang benar adalah karena saya merasa shalat saya rasanya tak sempurna, kurang khusyu. Apalagi buku ini judulnya sangat provokatif: “Sebelum Jauh-Jauh ..”. Artinya apa? Sering kali saya merasakan pengen menggali ilmu agama sebanyak dan sedalam mungkin namun sepertinya saya tidak sadar bahwa shalat sayapun sebenarnya belum sempurna. Padahal shalat lah yang pertama kali dihisab oleh Allah swt di Hari Akhir nanti. Jadi, memperbaiki shalat menjadi mutlak adanya.

Melalui buku ini saya menekuni halaman demi halaman sambil melakukan pengecekan terhadap apa yang selama ini saya lakukan sehingga saya bisa tahu di area mana yang perlu lebih saya tingkatkan lagi. Karena masalah rutinitas kita sering lupa posisi strategis shalat dalam membentuk iman dan takwa kita karena melalui shalat inilah iman dan takwa kita semakin meningkat, bila kita mengingat maknanya. Inilah yang seringkali tergerus dari perhatian seksama kita. Kalau kita selalu ingat hal ini, maka hampir bisa dipastikan tak ada satu insanpun yang berani menyepelekan shalat. Kita lihat saja di lingkungan kita, berapa banyak yang menunggu saat adzan atau bahkan segera mengambil air wudhu begitu mendengar adzan berkumandang. Dengan dalih “Allah Maha Pengasih dan Penyayang” maka sejuta permakluman kita harapkan Allah mengerti kondisi kita yang:

  • sedang sibuk karena sebentar lagi mencapai deadline (batas akhir) pekerjaan harus diselesaikan,
  • berita di TV sedang seru karena keputusan akhir Century sedang dalam proses;
  • lagi asiknya sinetron;
  • lagi asik menikmati musik nih, pas masuk bagian yang bisa membuat jiwa orgasme menikmatinya
  • sedang asik dengan Play Station;
  • bahkan …sedang asik ngaji.

Begitulah manusia, begitu mudah menerima bujuk-rayu setan yang menggoda tiap saat.

Buku ini mengingatkan ke kita akan perlunya kita meninjau-ulang kualitas ibadah kita yang merupakan tiang agama kita: shalat. Penulis membagi ulasannya menjadi beberapa bagian yang menarik:

  • Manusia dan Kehidupan Yang Penuh Masalah
  • Tak Perlu Jauh-Jauh, Ambillah Semua Kebahagiaan Di sini
  • Jadikan Shalat Sebagai Penolong Kita
  • Menuju Shalat Yang Khusyu’
  • Lebih Sulit Memperbaiki Shalat Subuh
  • Mengapa Harus Shalat Yang Diperbaiki?
  • Bentuk Penjagaan Allah Kepada Orang Yang Menunaikan Shalat

Dengan memahami struktur isi seperti tersebut di atas kita sudah bisa menyimpulkan alur-pikir yang digunakan penulis dalam mengingatkan kita. Setiap orang tak bisa lepas dari masalah karena memang kehidupan selalu dibarengi masalah. Tak ada satu orangpun yang tak memiliki masalah dan penulis menguraikannya dengan baik di bagian ini.

Dengan menukil dalil-dalil dari Al Quran dan Sunnah, penulis mulai membawa kita untuk menuju ranah solusi dengan menyempurnakan shalat kita sehingga shalat benar-benar menjadi penolong kita. Kemudian kita diajari bagaimana menuju shalat yang khusyu’ yang bisa kita praktekkan segera.

Yang tentu saya suka adalah adanya bahasan khusus tentang shalat Subuh. Ini harus kita baca secara seksama karena di sinilah rahasia dari semua solusi masalah kehidupana apapun yang kita hadapi bisa terselesaikan dengan baik bila kita menyempurnakan shalat Subuh. betapa mulia dan strategisnya kedudukan shalat Subuh ini bagi seorang Muslim. Ini bukan berarti shalat yang lain tak penting. Bila shalat Subuh kita tak sempurna, jangan harap kita bisa mendapatkan solusi terbaik atau menjalankan shalat lainnya dengan sempurna. Shalat Subuh adalah sumber ENERGI dari semua kehidupan. Subhanallah …!!!

Wass,

G

Link terkait KLIK disini

Advertisements

Read Full Post »

Sebegitunyakah?

Pada tanggal 1 Maret 2010 saya ada undangan makan siang di Plaza Indonesia. Sudah lama saya tak mengunjungi pusat perbelanjaan ini. Begitu masuk pintu utama, inilah pemandangan yang saya lihat:

Sebegitunyakah penyambutan terhadap tamu yang satu ini? Padahal yang disambutpun masih maju-mundur mau ke negeri kita, lha kok kitanya yang GR? Hiks … opo ora isin to?

Salam,

G

Read Full Post »

Ah, betapa nikmatnya bila Jakarta dipenuhi dengan insan yang berangkat dan pulang, maupun aktivitas lainnya, dengan bersepeda. Setiap hari saya bersepeda di hari kerja, paling banter hanya ketemu satu atau dua, maksimum empat orang saja yang bersepeda menuju tempat kerja. Namun tengoklah kalau hari Sabtu atau Minggu (akhir pekan) begitu banyak orang bersepeda. Betapa nikmatnya kalau semuanya melakukan juga di hari biasa. Gak usah semua lah .. 25% saja dari yang bersepeda di akhir pekan, ngonthel sepeda di hari kerja. Pastilah Fauzi Bowo bakal membuat jalur khusus sepeda.

Besok (28 Maret 2010) adalah Car Free Day (CFD) bulan ini. bagaimana kalau kita mulai besok dan dilanjutkan pada hari kerja bersepeda ke kantor?

Kan enak kalau lihat di jalan raya kita seperti ini : (hasil jepreten kamera HP dari CFD 28 Februari 2010 yang lalu):

Segarnya bersepeda ...

Pada hari kerja ya tidak perlu sampai di tengah jalan ...

Berragam model sepeda keluar semua dari kolektornya di CFD ...

Diakhiri dengan wisata kuliner di Jl Jaksa ...

Bagi yang belum pernah CFD, mari kita mulai besok pagi mulai jam 6:00 !!!

Salam,

G

Read Full Post »

Wira-Wiri dengan Sepeda

Sehari setelah ke Islamic Book Fair, tepatnya hari Sabtu 13 Maret 2010 saya memenuhi undangan kepala Sekolah Dian dalam rangka penerimaan mahasiswa baru melalui program tanpa tes. Saya menuju ke sekolah dengan sepeda. Untuk mencegah keringat basah, saya membawa baju ganti yaitu polo shirt. Asik juga ternyata, wira-wiri dengan sepeda malah nikmat, tidak mikirin macet dan relatif cepat.

Sepeda diiikat ke tiang di lapangan olah raga

Mengikuti acara dengan tenang ...

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb

Sudah lama tak menulis di blog ini karena kesibukan lainnya, padahal banyak banget yang mau ditulis. Apa kabar? Semoga Allah swt melindungi dan merahmati Anda dan keluarga.

Senja di Islamic Book Fair. Ekstra tenda ukuran raksasa ada dua buah. Subhanallah..semakin tahun semakin besar, berarti semakin banyak pembaca buku.

Islamic Book Fair (IBF) selalu merupakan event besar tahunan yang saya tunggu-tunggu dan biasanya jatuh pada bulan Maret. Tahun ini tepatnya

Banyak buku bagus

diselenggarakan pada tanggal 5 sampai dengan 14 Maret 2010. Saya selalu mengagendakan waktu untuk mengunjunginya meski hanya beberapa jam, bahkan tahun lalu sampai bolak-balik karena selalu saja ingin kembali. Pokoknya selalu menarik dan tak cukup sekali dikunjungi karena memang sangat banyak buku yang ditawarkan ditambah acara talkshow bedah buku.

Tahun ini saya hanya mengunjungi sekali yaitu tepatnya tanggal 12 Maret 2010 dari sore ba’da Ashar sampai dengan ba’da Isya. Kali ini memang saya fokus hanya mau mengunjungi beberapa stand saja karena sudah tahu mau beli buku apa. IBF memang selalu menggelar buku-buku baru dengan potongan menggiurkan, belum lagi buku lama yang didiskon luar biasa besar. Dan jangan salah, banyak sekali buku-buku lama berkualitas.

Seperti tahun lalu, tahun ini pun saya mengunjungi Gelora Bung Karno (GBK) untuk ke IBF dengan menggunakan sepeda. Kalau dulu saya pake seli Jildhan-29, tahun ini menggunakan sepeda kota Monfar-31 (Mongoose yang dibeli bulan Safar tahun 1431 H). Saya sudah siapkan tas besar (panner) KNOG sebagai tempat buku-2 yang akan saya beli. Wah, bener-bener nikmat bersepeda menuju GBK. Begitu sampai ke lokasi, saya kagum melihat begitu luasnya IBF kali ini hingga panitia menggelar dua tenda ekstra besar di luar gedung utama. Subhanallah!

Sepeda saya parkir di areal parkir motor peserta pameran, jadi ya relatif lebih dekat ke pintu masuk ruangan Kenanga dimana banyak stand buku digelar, sekaligus berdekatan dengan masjid darurat di lantai 2. Parkir sepeda cukup aman.

Memasuki areal pameran, pikiran saya tertuju kepada mencari penerbit

Sampul buku ini keren, ada sepeda Fongers.

Syaamil (Sygma) yang konon menerbitkan Al Quran 15 in 1 : THE MIRACLE. menurut beberapa teman, Al Qur’an versi ini bagus sekali. Namun begitu masuk saya sulit menemukannya dan secara tidak sengaja saya menemukan stand TARBAWI Press. Saya adalah pembaca dan penggemar setia Tarbawi (majalah) karena isinya sangat menggugah, tulisan-tulisannya sangat bagus. Majalah ini layak ANda baca secara rutin. Luar biasa.

Selain menerbitkan majalah, Tarbawi juga mengeluarkan banyak sekali buku-buku tentang keshalihan umat. Di stand Tarbawi ini saya langsung ambil banyak buku karena, selain diskon, semuanya bagus dan belum saya miliki. Tas Knog saya langsung penuh dengan buku-bulu terbitan Tarbawi Press ini dan langsung saya titipkan ke penjaga stand ini karena masuk shalat Maghrib.

Shalat berjamaah di IBF ...

Areal shalat disediakan oleh panitia di lantai atas. Seperti biasa, setiap adzan berkumandang, banyak yang menyerbu masjid darurat ini. Saya menyiasatinya dengan mengambil air wudhu 5 menit sebelum adzan, jadi aman dari antrian panjang. Shalat di masjid IBF ini selalu membawa kesan tersendiri bagi saya. Seolah saya shalat bersama dengan saudara-saudara muslim yang sedang giat mencari ilmu (dengan mengunjungi pameran buku Islam) sehingga menambah semangat saya. Subhanallah ..pengunjung IBF tahun ini melimpah ruah dan saat shalat pun banyak sekali yang mengerjakan di awal waktu. Teduh sekali berada di sekitar orang-orang shalih ini. Tanda saya duga, saya juga menjumpai ustadz Ade Purnama yang tausiyahnya sering saya ikuti di Kantor Pusat PT Indosat.

Berdasarkan info dari penjaga stand Tarbawi Press akhirnya (setelah

Bedah buku

memutari gedung) saya menemukan stand Sygma yang menjual THE MIRACLE. Subhanallah! Ini adalah kemasan Al Qur’an paling bagus, paling lengkap yang pernah saya lihat. Tanpa pikir panjang, saya langsung ambil Al Qur’an ini meski besar, tebal dan berat. Harganya banyak diskon dari harga resmi Rp 300 ribu.

Maka legalah hati ini setelah mendapatkan The Miracle ini. Ba’da Isya, saya pulang dengan membawa tumpukan buku yang semuanya saya angkut dengan sepeda tanpa ada satupun yang saya angkut pake ransel supaya ngonthel saya tidak terbebani tas. Semua buku saya masukkan tas sepeda (pannier) dan sisanya saya ikat di boncengan. Wah, pulangnya terasa seperti nyupir mobil bak terbuka dengan banyak muatan buku di boncengan sepeda.

Layout halaman The Miracle

Buku-buku bagus sudah di tangan, langkah selanjutnya adalah: MEMBACA!

Buku ini sering digunakan sebagai rujukan oleh ustadz

Semua buku diangkut dengan sepeda. Asik.

Wass,

G

Islamic Book Fair 2009

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Hari Selasa tanggal 9 Maret 2010 lalu saya ada undangan peryaan ultah Pak Setiawan Muhsin di Angkringan Nasi Kucing Fatmawati. Sepulang dari ikut majlis taklim di Indosat dilanjut Maghrib BMW, saya mulai berkemas ganti baju dan packing barang buat naik sepeda pulang. Namun karena ribet banyak yang dibawa, akhirnya saya baru bisa berangkat (ready to bike) sekitar jam 19:00. Waktu yang sangat naggung sekali buat bersepeda karena tak lama lagi adzan Isya berkumandang, saatnya Isya BMW. Akhirnya saya putuskan mampir dulu ke masjid At Taqwa di Sarinah, masjid kuno yang sering saya kunjungi.

Pak Triman dengan sepeda balapnya, siap gowes dari Jl. Thamrin menuju Sawangan, Bogor.

Seperti biasa saya bertemu dengan Pak Triman (50 tahun), penjaga penitipan sepatu di masjid ini. Pak Triman ini juga pegowes sejati, makanya beliau mengajak saya barengan bersepeda arah pulang. Setelah shalat Isya BMW, pak Triman menyiapkan dirinya dengan jersey dan sepeda balapnya yang terlihat kuno namun terawat apik. Beliau cerita bahwa telah melakukan B2W (bike to work) sejak tahun 1980 saat di Jakarta tidak umum orang bekerja menggunakan sepeda. Jarak tempuh beliau cukup jauh yaitu dari Sawangan ke thamrin, atau sekitar 40 KM sekali jalan dan 80 KM PP. Hebatnya, jarak tempuh 40 KM itu beliau selesaikan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Luar biasa! Dan jangan kaget bila beliau melakukannya tiap hari!!! Subhanallah ..!!!

Ba’da Isya, kami meluncur membelah jalan Thamrin – Sudirman – Sisingamangaraja – Blok M. Asik sekali gowes ditemani Pak Triman. Beliau bilang (sambil bersepeda) bahwa kecepatan saat gowes dengan saya saat itu hanya separuh dari kecepatan normal beliau. Luar biasa! Ketika sampai di Blok M kami berpisah, pak Triman belok kanan, sedangkan saya lurus menuju Angkringan Nasi Kucing di Fatmawati.

Sebuah pengalaman yang menyenangkan ….

Wass,

G

Read Full Post »

Rizki dan Iman

Manusia sering merasa takut, cemas dan khawatir soal rizki, padalah Allah SWT telah menjamin rizki bagi seluruh mahlukNya, sementara manusia sering tdk merasa cemas atau takut soal iman, padahal Allah SWT tidak menjamin kita akan mati dalam keadaan beriman.

Read Full Post »

Older Posts »