Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2014

Doa adalah Solusi

Catatan Kutbah Jumat di Kantor Bulog

Khatib dari Kemenag Pusat

Marilah berupaya meningkatkan iman dan taqwa kita.
Salah satu solusi yg diajarkan Islam adalah dengan berdoa memohon secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara.
Yang akan dikabulkan adalah doa yang mungkin bukan yang mustahil misalnya mohon Allah menurunkan bulan.
Harus disertai usaha keras.
Pasti dikabulkan
Allah berhak menggunakan kata pasti karena Dia yang mengatur sedangkan manusia haris insya Allah.
Allah lebih dekat dari urat nadi kita
Tak perlu jauh2 minta tolong
Hendaklah ia memenuhi permintaanku dan beriman semata mata kepadaku.

Dua hal agar dipenuhi:
1. Penuhi permintaan Allah, perintah dan larangannya
2. Beriman semata mata kepada Allah

Cara memenuhi doa
1. Allah penuhi apa yg diminta
2. Allah ganti dengan nikmat lain yang lebih baik. Anak kecil minta pisau ke kita namun kita tak kasih pisau krn bisa mencelakakan dia, diganti yg lain
3. Diganti Allah dalam bentuk pengampunan dosa dosa
Dosa besar: sirik ,durhaka kpd Allah
Dosa kecil: yg dilakuka mata mulut maupun tangan kaki kita

Doa itu ibadah
Perbuatan yang Allah senang
Doa adalah intinya ibadah

1. Orang yg berdoa membatasi atas kekurangannya, lemah
2. Orang yg berdoa mengakui Kuasa Allah.

Pada umumnya kita sebagai manusia tak suka bila semakin banyak diminta. Namun Allah semakin suka bila semakin diminta.
Doa bisa merubah takdir
Doa menjadi solusi aas problematika kehidupan kita

Barakallah

Read Full Post »

Ilmu adalah Cahaya

Dari kajian di radio Rodja pagi ini sang ustadz mengatakan bahwa bila kita ingin selamat dari fitnah apalagi pada saat berjalan di malam hari, perbanyak dan perdalam ilmu karena ilmu adalah cahaya. Cahaya agar kita terbebas dari fitnah.

Read Full Post »

image

image

Sayang juga beberapa kali mengunjungi mall ini selalu tak pernah ada satupun sepeda yang parkir di sini. Memang cuaca Bandung belakangan ini panas sekali sehingga orang mungkin malas gowes. Namun … Sebenarnya panas hanya ada di pikiran kita saja karena kalau dijalani dengan gowes dan seluruh badan tertutup, sebenarnya rasa panas sirna begitu saja. Selama tiga hari di Bandung saya selalu gowes meski di siang hari bolong pukul 13:30 saya mulai gowes dan selesai sekitar 16:30. Syaratnya memang brukut semua badan tertutup rapat plus kepala pakai topi sebwlum helm agar muka terlindung dari sengatan sinar terik matahari. Rute gowes cukup jauh juga sekitar 25 hingga 30 km setiap harinya. Bahkan sempat kopdar dengan om Bondan yang juga B2W menggunakan Bromie.

image

Bersama om Bondan di depan Graha Pos sambil menikmati jus buah ...

Kembali ke masalah parkir sepeda , saya berharap pengelola mall tak kemudian memutuskan meniadakan parkir khusus sepeda ini.

Mari kawan2 di Bandung …tetap giatkan bersepeda tiap saat!

Read Full Post »

Memang saya sadari sepenuhnya bahwa mall adalah tempat atau pusat perbelanjaan. Namun …betapa indahnya bila mushalla adabjustru di tengah-tengah pusat belanja sehingga tak menyulitkan bagi kaum muslimin maupun muslimah untuk mendirikan shalat di tengah kesibukan belanja. Kebanyakan mushalla hampir selalu terletak di tempatbterpencil seperti di Hypermart Metro Indah Mall, Bandung ini. Jauh di belakang, dekat parkir motor nan pengap.

Mungkin pengelola mall di Bandung musti belajar dari Pacific Place maupun Plasa Senayan Jakarta yg mushallanya rapi dan strategis, selalu ada shalat berjamaah di awal waktu adzan. Saya yakin keberkahan sebuah mall sangat ditentukan oleh seberapa strategis mushalla ditempatkan di mall tersebut. Semakin strategis dan bersih serta nyaman insya Allah akan dirahmati Allah. Ada juga mallnyg mushalla nya penuh dengan pipa bergelntungan di atas kepala seperti di Mall Taman Anggrek Jakarta. Sudah terpencil, pengap pulak. Pengelolanya musti disadarkan.

Sudah saatnya kita mengutamakan keberadaan mushalla tak sekedar sebagai pelengkap namun sebagai hal utama yang diprioritaskan dalam mendesain sebuah pusat kegiatan, tak hanya pusat perbelanjaan saja. Mengapa? Karena kehidupan dunia ini hanya senda gurau belaka dan tidak serius. Sementara itu kehidupan akhirat adalah serius dan langgeng. Lha masak yang serius dan langeng dikalahkan oleh yang sementara dan senda gurau. Gak masuk akal sehat bukan?

Salam dari Bandung.

Read Full Post »

Jangan Makan Berlebihan

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,

“ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﺄَ ﺁﺩَﻣِﻲٌّ ﻭِﻋَﺎﺀً ﺷَﺮًّﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻄْﻦٍ . ﺑِﺤَﺴْﺐِ ﺍﺑْﻦِ
ﺁﺩَﻡَ ﺃُﻛُﻠَﺎﺕٌ ﻳُﻘِﻤْﻦَ ﺻُﻠْﺒَﻪُ، ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﺎ ﻣَﺤَﺎﻟَﺔَ ﻓَﺜُﻠُﺚٌ
ﻟِﻄَﻌَﺎﻣِﻪِ، ﻭَﺛُﻠُﺚٌ ﻟِﺸَﺮَﺍﺑِﻪِ، ﻭَﺛُﻠُﺚٌ ﻟِﻨَﻔَﺴِﻪِ “

“ Tidaklah seorang anak manusia memenuhi
sebuah kantung yang lebih buruk dibanding
perutnya. Cukup baginya beberapa suap untuk
menegakkan tubuhnya. Jika tidak ada pilihan
lain, maka hendaklah sepertiga dari perutnya
untuk makanan, sepertiga lain untuk minuman
dan sepertiga lagi untuk nafasnya”. HR. Tirmidzy
dan beliau menilai hadits ini hasan sahih.

Cukuplah hadits ini sebagai pengingat untuk tak berlebihan dalam makan.

Read Full Post »

Hal Yang Melalaikan Manusia

Menurut Ibnu Mas’ud, ada tiga hal yang dapat melalaikan manusia. Pertama, betapa banyak manusia yang dihukum secara berangsur-angsur melalui kesenangan yang diberikan kepadanya. Kedua, betapa banyak manusia yang mendapat cobaan melalui pujian orang lain kepadanya. Ketiga, betapa banyak manusia yang terperdaya karena kelemahannya disembunyikan oleh Allah swt.

(Ibnu Mas’ud rahimahullah)

Disalin dari Qabasat I Petikan, majalah Tarbawi, edisi 251 Th. 12, Jumadil Akhir 1432, 19 Mei 2011.

Read Full Post »

Sungguh memprihatinkan …

http://m.eramuslim.com/berita/info-umat/magang-sebulan-di-negeri-musyrik-kemudian-menggugat-uu-perkawinan.htm

Read Full Post »

Renungan Kematian

Imam al-Ghazali pernah melemparkan renungan yang amat layak dicerna. Kata beliau, yang paling dekat itu mati, yang paling jauh itu masa lalu, yang paling besar itu hawa nafsu, yang paling berat itu memegang amanah, yang paling ringan adalah meninggalkan solat dan yang paling tajam adalah lidah manusia.

Karena yang paling dekat adalah mati, sudah berapa seriuskah kita mempersiapkan bekal untuk datangnya maut?

Karena yang paling jauh itu masa lalu, sudahkah kita mengambil pelajaran darinya dan melupakan semua keindahan masa lalu demi persiapan yang matang untuk datangnya mati

Karena yang paling besar itu hawa nafsu sudahkah kita membuat kendali yang ketat agar tak selalu membesar? Misalnya …menghindari tempat tempat yang bisa memicu tumbuhnya syahwat, misalnya pusat perbelanjaan dimana banyak pengunjungi dengan pakaian serba terbuka. Juga menghindari pekerjaan atau bidang usaha yang jelas bisa menambah besar hawa nafsu untuk menumpuk harta kekayaan.

Karena yang paling berat adalah amanah , sudahkah kita berlatih diri untuk meringankannya? Misalnya mulai dari yang paling sederhana yakni menepati janji. Atau menggunakan jam kerja untuk sepenuhnya urusan kantor serta bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Karena yang paling ringan adalah meninggalkan shalat , sudahkah kitabl memahami dosa dalam meninggalkannya? Bukankah kita sudah terikat dengan jual-beli dengan Allah dimana Allah menyediakan surga bagi mereka yang menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya?

Karena yang paling tajam adalah lidah manusia, sudahkah kita berlatih diri untuk tutur katabyang sopan atau diam?

Read Full Post »

Siang ini di radio Rodja ada penelepon menanyakan kewajiban zakat untuk bunga dari simpanan di bank. Sang ustadz menjawab dengan cerdas yakni menukil sebuah hadits yang intinya mengatakan bahwa Allah Taala pada dasarnya bersih. Setelah itu ustadz menjelaskan bahwa yang wajib dizakati adalah simpanan pokok nya saja karena tambahan yang biasa disebut dengan bunga adalah kotor, jadi tak dikenakan wajib zakat.
Misalnya tabungan sebesar rp. 1 milyar dan ada tambahan 10 juta sebagai bunga maka yang wajib zakat hanya 2.5% dari yang 1 Milyar saja.

Bagaimana dengan yang 10 juta? Tak boleh digunakan untuk pribadi naupun disumbangkan dalm bentuk makanan, pakaian atau ke mesjid atau tempat taklim yg dimuliakan. Namun boleh digunakan untuk pembangunan jalan.

Jawaban ustadz yang cerdas,  bijak dan sekaligus tegas. SubhanAllah …

Read Full Post »

Obrolan kedai kopi (okeko) kali ini mencoba mengulas kenyataan bagaimana bila seorang bayi lahir dalam keadaan suci dan Islam kemudian tumbuh berkembang di lingkungan non muslim karena orang tuanya juga non muslim. Ini jelas suatu pertanyaan yang sekaligus memberikan hikmah syukur bagi mereka yang terlahir dalam lingkungan yang sudah muslim karena memang agama yang diakui oleh Allah Tabaroka Wa Taala hanya Islam. Bersyukurlah Anda yang terlahir dari rang tua Islam dan dididik secara Islam pula sehingga sudah dengan otomatis menjadi muslim sejak lahir hingga dewasa.

Bagi yang hidup dalam kondisi non Islam maka tentunya diperlukan suatu upaya pencarian kebenaran mengenai hakikat tuhan dan siapa itu tuhan. Dalam konteks ini bisa jadi pencarian juga bisa terjadi dalam pergaulan atau lingkungan dimana beberapa kemungkinan bisa saja terjadi:

  1. Sering bergaul dalam lingkungan Islam sehingga timbul beberapa pertanyaan kritis misalnya: mengapa musti shalat lima waktu, memangnya Tuhan harus selalu disembah? mengapa musti mencium tanah (sujud)? mengapa musti berpuasa? mengapa musti haji atau umrah? dan masih banyak pertanyaan lainnya yang menggiring pada suatu pencarian bila ia mau.
  2. Sering mendengar kisah terkait akhlak Rasul Muhammad yang mulia, misalnya mendoakan orang yang melukainya saat berdakwah di Thaif. Bantuan malaikat untuk pembalasan pun beliau tolak karena menurut beliau yang meemparinya saat dakwah adalah orang-orang yang belum mengerti. Untuk itulah perlu didoakan agar mereka mendapatkan hidayah, menurut Rasul.
  3. Rasa penasaran karena adanya larangan memeluk agama Islam, seperti yang dialami oleh Syafii Antonio dimana ayahnya membolehkan ia memeluk agama apapun kecuali Islam. Pelarangan oleh ayahnya ini membuat Syafii semakin penasaran dan justru mepelajari Islam lebih dalam hingga akhirnya mendapatkan hidayah menjadi seorang muslim.
  4. Bergaul dengan teman Islam seperti Yusuf Islam (Cats Steven) yang dipinjami Al Quran oleh temannya dan ia baca dengan seksama. Ia kemudian menemukan adanya kejelasan dan ketegasan dalam konsep dan hakekat Tuhan yang Esa di ajaran Islam. Akhirnya ia mendapatkan hidayah masuk Islam. 

Masih banyak cara atau pintu masuk memahami Islam dan kemudian memeluknya. 

Seorang dewasa, memang sudah selayaknya selalu memikirkan siapa gerangan Sang Pencipta Semesta Alam sehingga mengatur kehidupan ini.

Read Full Post »

Older Posts »