Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2009

Hidupku Yang Kedua

Tulisan ini dibuat oleh teman saya, Satrio Wibowo, yang mengalami serangan jantung usia muda pada hari Rabu, 18 Maret 2009. Saya sangat tersentuh dengan tulisan ini dan menampar saya untuk selalu leboih sering lagi mengingat akan kematian karena kehidupan yang kekal hanya ada di akhirat. Silakan menikmati tulisan ini. Saya muat tanpa ijin yang menulis. Tapi saya dalam proses minta ijin. Yang bersangkutan memang sedang istirahat total demi kesembuhannya. Semoga Satrio bisa kembali beraktivitas, menyebar syi’ar Islam.

Wass,

G

———–

Saya satrio. Rabu minggu lalu secara tiba tiba serangan jantung itu begitu cepat. Nyeri peertama saya rasakan saat sedang berjalan ke mushola. Setelah ashar, datang serangan kedua yang begitu sakit.
Alhamdulillah, ALLAH menolong saya dengan menggerakkan hati teman2 di Sompo untuk dibawa ke rumah sakit Jakarta. Saya mengalami Flatline dimana jantung saya berhenti berdetak dan harus dengan listrik dada saya disetrum.ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR. ALLAH memebrikan kesempatan saya untuk hidup. And this is my Second Life.
ALLAH telah memberikan saya jalan dan kesempatan untuk beribadah kepadaNYA. Masa lalu saya yang penuh dengan kelalaian pada NYA sedang diingatkan. Di kesempatan hidup kedua inilah saya akan total menjadi hamba ALLAH yang baik, meninggalkan semua bentuk kemaksiatan.
Untuk itu, saya juga akan menyetop kesukaan saya pada segala bentuk musik duniawi tak terkecuali musik metal. Semua koleksi musik metal saya, CD DVD Buku Majalah dan juga keyboard saya akan lelang yang mana hasilnya nanti untuk kepentingan syiar agama ALLAH seperti diantaranya pembelajaran pengajian gratis bagi anak-anak kurang mampu dan sebagainya.
Pelelangan koleksi saya akan diberitkan lebih lanjut.
Saya berterima kasih kepada semua teman teman teman dimanapun berada atas segala support dan doanya.
Semoga dikesempatan hidup-kedua saya saya bisa menjadi mahluk ALLAH yang lebih baik dan diridhoi-NYA. saya telah diberikan kekuatan oleh ALLAH saat dimana hari jumat-atau sabtu jam 5.30-an pagi selepas subuh kemaren saya telah ditampakkan oleh iring-iringan awan yang bergerak membentuk lafadz ALLAH di langit. ALLAHU AKBAR.
Buat teman tmean yang masih sehat, segeralah berlari menuju ALLAH. Sangat tipis batas anatra kematian dan kehidupan. Sekarang saya sedang recovery untuk menunggu jadwal operasi tanggal 2 april nanti.

Wassalam
satrio

Read Full Post »

Nalikane …

Nalikane manungso bisa mulat
Kinarya nora kena sesumbar
Napsu ora diumbar
Migunani sarana tobat


Artinya:

Nalikane manungso bisa mulat
Saat manusia sadar akan hak dan kewajiban,

Kinarya nora kena sesumbar
Sebuah hasil pekerjaan bukan untuk disombongkan,

Napsu ora diumbar
Menekan hawa nafsu adalah salah satu caranya,

Migunani sarana tobat
Di mana hal itu juga sebagai jalan menuju tobat.

Salam,

G

Sumber: Lilik Prasetyo

Read Full Post »

Ini memang bukan kafe atau tempat heng-ot apa namanya, tapi ini adalah tempat foto copy yang merupakan suatu jaringan tersebar di banyak tempat. Kemarin saya memang berada di Subur cabang Wahid Hasyim saat renungan lima menit ini terjadi. Saya juga gak tahu di tempat yang rame ini kok bisa saya merenung ya? Mungkin juga ada pemicu “layanan prima” yang dilakukan oleh mbak Nungky (Marketing) yang menerima saya siang hari yang panas itu. Ceritanya saya mau membuat empat puluh buku sebagai materi pelatihan yang akan saya selenggarakan. Sambil “mock-up” alias model pertama dicetak, kok tiba2 saya berpikir tentang “Allah memberikan rejeki dari arah tak terduga …”

Siang itu saya merasa bersyukur kepada Raja Diraja, Pencipta Semesta – Allah swt, karena masih diberi nafas dan masih bisa beraktivitas hingga saat ini. Pikiran saya menerawang mengenai apa yang saya lakukan, yang sebenernya saya melakukan sesuatu yang sering tidak saya sadari: “berbisnis”  atau “wirausaha”.  Saya “amazed” tentang bagaimana bisnis itu berjalan, kadang di luar rencana atau kehendak saya. Jelasnya, kemarin saya heran bahwa ternyata kegiatan mencetak materi (buku) pelatihan ternyata sudah didanai dari “terms of payment” yang saya tidak pernah memikirkannya secara seksama saat saya membuat proposal pelatihan tersebut ke Klien. Memang, saat itu saya menulis bahwa saya minta 30% dibayarkan sebelum pelaksanaan pelatihan. Pada saat saya membuat angka 30% tersebut saya tidak pernah memikirkan “apa dasarnya” pokoknya asal taruh saja. Toh, pikir saya, pasti Klien akan menawar. Namun …diluar dugaan saya, saat itu malah Klien ini tidak menawar termin ini dan bahkan tidak menawar keseluruhan harga yang saya tawarkan. Mungkin terlalu murah? Entahlah ..yang jelas harga tersebut, untuk 2 hari pelatihan, secara nilai sudah merupakan tiga kali lipat dari pendapatan saya saat bekerja di sebuah bank multi-national. Mungkin juga gaji saya rendah sekali? Bukan itu masalahnya …saya sudah bersyukur terhadap apa yang saya terima kok saat itu, terlepas kerendahan atau tidak, saya tidak permasalahkan.

Kembali ke masalah 30% tadi …saya terperanjat karena angka absolutnya sama dengan gaji saya saat jadi karyawan bank tersebut (sudah adjusted dengan inflasi). Ini yang membuat saya merenung. Subhanallah! Janji Allah itu memang nyata dan tidak perlu menunggu di akhirat. Saya baru sadar kemarin itu. Bukan apa2, saat saya meninggalkan institusi ribawi tersebut di tahun 2001, saya tidak ada pekerjaan tetap, niat saya hanya satu: saya akan bertebaran di muka bumi buat mencari rahmat Allah swt, menjauhi dari riba. Tahun pertama memang berat, karena saya mengajar di perguruan tinggi bertaraf multinational, namun honor saya hanya SEPERSEPULUH (baca: 10 persen!) dari gaji saya terakhir di bank tersebut. Allah menunjukkan kuasanya dengan memerintahkan saya menghabiskan tabungan saya yang diperoleh saat saya bekerja di bank tersebut sampai ludes untuk menutup semua kebutuhan hidup keluarga saya.

Sekali lagi, Allah menunjukkan “kuasa”Nya dengan memberikan rahmat tiada putus karena setelah tabungan saya ludes, saya mulai dapet pekerjaan memberi training ke perusahaan minyak asing. Ini juga saya tidak tahu, apa usaha saya kok sampe bisa dapet Klien perusahaan asing. Sudah satu yang pasti: ini semua bukan karena saya, tapi karena Allah SWT. Ayat berungkali di Ar-Rahman: “Nikmat apa lagi yang kau dustakan?” selalu mengiang di hati saya. Saya juga heran, kok saya bisa memfasilitasi workshop strategik dengan jajaran VP dan CEO perusahaan minyak asing tersebut. Sejak itu, pekerjaan demi pekerjaan menggelinding “begitu saja” tanpa saya sadari. Subhanallah! Kalau Anda tanya ke saya apa resepnya? saya ndak tahu sama sekali. Saya hanya pasrah ke Allah saja setelah usaha keras. saya ndak pernah bikin strategi ini dan itu. Mungkin juga karena saya sering baca buku dan gak peduli nama saya musti top atau tidak. Saya tidak pernah promosi. Makanya saya selalu “nggandoli” orang lain. Artinya, di setiap pekerjaan yang saya peroleh saya tidak mengharuskan bahwa harus pakai “brand” saya atau perusahaan saya. Bagi saya yang penting saya dapat pekerjaan, begitu saja.

Begitulah renungan singkat saya berakhir setelah mbak Nungky menegor saya untuk membayar dulu pesanan empat puluh buku saya. Saya sungguh bersyukur kepada ALlah swt. Saya tidak merasa banyak harta atau kaya raya. saya belajar dari doa Rasul yang tidak pernah minta rejeki berlimpah ke Allah. Beliau hanya minta rejeki sebatas memenuhi kebutuhan pokok keluarganya …

Salam,

G

Read Full Post »

Dari milis g@mers oleh mas Achjar:

Asww.

Di Kowloon, Hong Kong ada sebuah masjid yang bagus. Letaknya di daerah Tsim Sha Tsui yang bergengsi, di Nathan Rd. Persis di belakang masjid ini ada sebuah taman kota, Kowloon Park. Gbr2 terlampir. Di ujung sana dekat pantai ada Museum Seni dll. Kalau malam daerah ini sangat rame. Toko-toko buka sampai tengah malam. Kalau week end, banyak sekali TKW2 kita, Filipina dan India & sekitarnya yang plesir ke daerah ini melepaskan lelah setelah 5 hari kerja.

Jangan kaget kalau jalan-jalan idi sini terus ada nyang nyapa ” Dari Indonesia ya?” Tapi kalau belanja dengan tanya “To shao?” (berapa?) harganya bisa dimurahkan. Ada saja!

Achjar

http://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=9808c9f14c&view=att&th=1200e1ce1da46948&attid=0.2&disp=inline&zw

http://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=9808c9f14c&view=att&th=1200e1ce1da46948&attid=0.1&disp=inline&zw

http://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=9808c9f14c&view=att&th=1200e1ce1da46948&attid=0.5&disp=inline&zw

Kowloon Park

Read Full Post »

Bersepeda ke Dea

Tadi pagi bersepeda ke kantor Klien sambil menikmati Yessongs di kuping. Wah, asik sekali… Itu yang namanya kaki, meski mengayuh pedal Jildhan-29 kok gak kerasa ngayuh ya? Keringet keluar tapi kok rasanya bukan karena kerja keras, tapi kayak abis kena hujan gerimis. Tenggorokan haus pun, gak terasa …bahkan bisa ikut tereka “Love comes to you …will follow ….” …muantebh ndredhegh tenan Heart of Sunrise ini ….

Tanpa terasa dari Opening (Excerpt from “Firebird Suite”) pasa nyengklak sepeda dari rumah, nyambung nikmat dan semangat pada Siberian Khatru. Terus nyambung indah dengan Heart of the Sunrise, nambah semangat lagi saat Perpetual Change menggelegar. Ini lagu pertama kali saya dengar ya dari album Yessongs ini. And You and I menglaun syahdu menggelora jiwa disambut dengan Mood For a Day dan solo yang membuat pak Alfie nggeblak: Excerpts from “The Six Wives of Henry VIII”. Kok ya pas masuk Roundabout saya sudah di atas Semanggi …sehingga pas di depan Menara Dea (tujuan) usailah Disc One dari Yessongs. Whoooaaaaaaaaaa….. terasa damai tenteram, gemah ripah, loh jinawi, tut wuri handayani anake pak lurah sing paling ayu, pring reketeg gunung gamping ambrollll ….gogrok tenan atiku!!!

Musiknya Yessongs memang dahsyat … Tapi bukan itu masalahnya. Masalah utamanya adalah: kedamaian jiwa dan semangat kerja karena abis nyepedah sambil menikmati Yessongs … Wis jan pokoke menderita kepuasan paripurna …Aduh biyuuung Gusti Alloh nyuwun ngapuro!!!!

Setelah parkir Jildhan-29 di Basement ditemani oleh Otto Hantoro (yang gila sepeda jugak!), langsung Otto mengantar saya ke lantai 15, menunjukkan tempat mandi. Sebelum mandi leha-leha mengeringkan keringat di Pool-side, …nikmat …what a life! Abis mandi langsung ke Kafe atas, pesen nasi langi …nyam-nyam nuikmaaatszzzz…

Abis itu, siap meeting ….(soale hari ini ada tamu wong Londo …)

Salam,

G

Read Full Post »

Pesta akhirnya usai juga. Perhelatan ini selalu saya tunggu setiap tahunnya karena selain menjual buku dengan harga miring bahkan super miring, kadang kita menemukan buku yang sebetulnya sudah tidak kita jumpai lagi di toko. Contohnya ya buku2 tentang Sayyid Qutubh yang selama ini saya cari, sulit. Akhirnya nemu juga tuh dari Gema Insani (penerbitnya). Acara ini sebetulnya selalu saya siapkan dengan baik untuk mengunjunginya, namun selalu saja pas minggu acara digelar, prioritas lain juga menyerbu yang gak bisa ditolak. Seperti saat hari Jumat 6 Maret 2009, harusnya saya kepingin banget menghadiri Talk Show nya ustadz Herry Nurdi (pemred Majalah Sabili) …namun sayang seribu sayang, saya hari itu musti ke Bandung dan pulang malam sekali, padahal acaranya jam 16:00. Nyesel setengah mati.

Talk Show Peluncuran Buku "Neraka Banyak dihuni Wanita" hari Kamis

Talk Show Peluncuran Buku "Neraka Banyak dihuni Wanita" hari Kamis

Dua kali saya mengunjungi ajang tahun ini. Yang pertama pada hari Kamis, 5 Maret 2009 mulai dari jam 10:00 sampai ba’da Dzuhur karena saat itu ada meeting di sekitar daerah situ. Lumayan, masih sepi dan seneng sekali lihat banyak buku bagus. Namun sayang, karena tidak cukup membawa uang cash, terpaksa harus pulang meskipun banyak buku yang ingin dibeli. Yang kedua, hari Minggu 8 Maret 2009 siang. Waduh, penuh sesak pengunjungnya. Di satu sisi, saya seneng sekali bahwa masyarakat kita sudah menganggap pesta buku sebagai sesuatu yang diprioritaskan. Bahkan ada yang datang jauh dari luar kota, dengan rombongan dan menggunakan bak karena sekalian melihat anthusaus yang disewa khusus maupun menggunakan kendaraan keluarga. Suasananya bener2 seperti pesta meriah. Di sisi lain, kita jadi tidak leluasa belanja. Namun saya malah seneng penuh sesak karena sekalian lihat anthusiasme pengunjung dalam merayakan pesta buku ini. Beberapa dari mereka tentu lebih menomorsatukan acara ini ketimbang nonton JavaPop Festival yang digelar di gedung sebelah mulai dari 6 sampai dengan 8 Maret.

Pengunjung membludag ..

Pengunjung membludag ..

Shalat Dzuhur berjamaah di venue. sayang tempatnya tidak layak karena dekat kompresor AC sehingga berisik. Masukan buat Panitia. Ini PENTING sekali.

Shalat Dzuhur berjamaah di venue. sayang tempatnya tidak layak karena dekat kompresor AC sehingga berisik. Masukan buat Panitia. Ini PENTING sekali.

Parkiran pun penuh di hari terakhir....

Parkiran pun penuh di hari terakhir....

Salut buat Panitia yang menggelar karpet merah buat santai ...bisa buat makan, baca buku yang habis dibeli, sambil santai ..enak sekali suasananya ... Menggembirakan ...

Salut buat Panitia yang menggelar karpet merah buat santai ...bisa buat makan, baca buku yang habis dibeli, sambil santai ..enak sekali suasananya ... Menggembirakan ...

Pesta sudah usai, sekarang tinggal menyusun jadwal baca buat puluhan judul buku yang telah dibeli … Dan .. ini bukan pekerjaan gampang, karena ada beberapa bulu yang dibeli sebelumnya saja masih belum masuk jadwal baca. Malahan, saat ini saya sedang membaca buku buah karya Malcolm Gladwell (yang terkenal dengan buku “Tipping Point” dan “Blink”) berjudul “Outliers” (2008) yang saya beli di a.k.s.a.r.a. kemarin setelah dari Islamic Book Fair. Buku Gladwell selalu ditulis dengan bahasa yang enak sehingga kemarin saja saya sudah baca empat puluh halaman (sampai malam) karena begitu menariknya. Tunggu ulasannya di Koran Tempo Minggu akhir bulan ini ya. Insya Allah saya sempat menulis resensinya.

Salam,

G

Read Full Post »

Menikmati Hidup

Aa Gym, Ba’da Isya, Senin 23 Feb 2009, masjid Bank Indonesia

Intisari ceramah:


· Allah Al Karim. Tidak ada kejadian terjadi tanpa ijin Allah. Allah yg maha mulia. Al Karim: memiliki kemuliaan. Syekh Abdul Qodir Jailani sangat luar biasa ceramahnya. Qurma buah istimewa. Karim artinya juga lelaki istimewa.

· Ialah Allah yang selalu menepati janjinya dan memberikan selalu lebih dari yang diminta. Yang mengkhianatiNya aja diberi. Dia memberi ke siapa saja yang ia kehendaki …gak peduli apa agamanya …Allah Maha Mulia. Allah tdk membutuhkan perantara.

· Orang yg lillahi ta’ala tak peduli segala hal selain Allah ..

· Kenapa kita gak punya cita2 melihat wajah Allah? Dunia hanya sementara. Kerja mencari Allah, dagang juga  cari Allah

· Gak ada perlunya bersilat lidah. Gak usah takut boss gak suka kita, tapi takutlah Allah

· Ibadah ditujukan mencari ridhla Allah. Bagaimana supaya dicintai Allah.

· Asik aja dengan Allah. Jangan sok tahu dg urusan Allah, gak usah diatur. Ridhla dg episode yang dikasih Allah. Termasuk kalo sakit. Jalani saja …jangan ngarep apa2 selain Allah

· Nikmati aja …lihat aja warna-warni. Coba kalo semua item …??? Buah item, nasi item, manusia item, apanya yang indah? Warna warni kehidupan malah indah. Seneng, susah, dipuji, dicerca…semuanya dinikmati aja … Deketin Allah aja … Lempeng2 ajalah …. Lurus, bersih, just the way you are

· Kulit item ya udah terima aja …episode apapun … Pensiun pun tenang aja …gak usah sedih, semuanya adalah episode …semuanya dijalani aja … Yang membuat kita sengsara krn kita gak terima …

· Kenikmatan hidup: Menikmati kesempurnaan perbuatan Allah. Gak usah suudon kalo ada yg tidak enak terjadi, ditimpa apa aja terus bertobat. Tdk mungkin Allah menciptakan masalah tanpa jalan keluar. Tobat tiap kali …! Nabi aja sehari 100x. Abu Hurairah 10ribu kali sehari istighfar ….

Read Full Post »

Older Posts »