Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2008

Kini RAMADHAN telah berada diujung batas perjalanannya. Dgn lembut ia berkata, “Kini aku harus pergi, mungkin jauh dan lama… Tolong sampaikan pesanku utk MUKMININ/MUKMINAT : SYAWAL kan tiba sebentar lagi. Ajaklah SABAR tatkala kalian berduka. Peluklah ISTIQOMAH saat kalian kelelahan dlm perjalanan meraih TAQWA. Bersandarlah pada TAWADHU saat kesombongan menyerang. Mintalah nasihat dari QUR’AN dan SUNNAH RASUL dalam menghadapi setiap masalah yang  kalian hadapi. Sampaikan pula salam dan terimakasihku bagi mereka yg telah menyambutku dgn sukacita. Kelak, ku berharap kalian semua disambut SURGA dari pintu AR-RAYAN…..”
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin dari setiap cela nurani. Teriring salam hormat dari saya dan keluarga.

Salam,

G

Advertisements

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Di bagian pertama, tulisan saya berakhir dengan kuliah Ekonomi Syariah oleh Ustadz Aditiawarman Karim di hari esoknya, Minggu 21 September 2008, ba’da ashar. Setelah ashar, saya berniat buat mandi sore.. namun … mosok mandi pake shampo lagi seh? Ntar badan saya ikut keriting kayak rambut, kan sulit to? Tanya petugas di situ ternyata ndaka ada yang jualan sabun. Lha yang salah yang tanya ya, mosok mesjid kok jualan sabun, emang Alfa Maret? He he he …. Mau keluar, cari sabun, kok males. Tapi ujug2 mak gedhandhut …!!! Hamba baru inget bahwa di mobil hamba ada seklek (sepeda ceklek) yang namanya Jildhan 29 …wah .. mendingan naik seklek sore hari sambil cari udara luar …. Krek krek krek ceklek ..klek…sreet (nyetel sadel) langsung gowes menuju arena keluar masjid. Terus dapet warung kecil di depan Alfa Mart. Kalo pilih kenyamanan belanja, ya tentu Alfa Mart lebih merangsanglah … pake AC pula. Tapi kalo setiap orang belanja di ALfa Mart, siapa yang belanja di warung? Akhirnya hati memutuskan belanja di warung kecil. Masya Allah.. yang jualan udah tua, berarti gak salah dong keputusan hati tadi. Pilih sabun yang merek LifeBuoy karena waktu saya kecil, sabunnya juga lifebuoy …ha ha ..biar nuansamatik penuh kesan. Langsung gowes balik ke mesjid, dan masuk toilet baru (asik, masih kinyis2 baru..pake shower) .. aduuuhhhh legaaaaaaaaaaa banget bisa mandi dengan sabun akhirnya! Udah gitu, sabunnya wangi pol! Huenaaaaaaaakkk .. suegerrrrrr…. (lha ini mau nulis tentang i’yikaf kok yang diomongin sabun to ya??? opo tumon?)

Sore itu, menjelang maghrib, panitia mengumumkan bahwa sebaiknya jamaah peserta i’tikaf mulai mengambil ta’jil untuk persiapan buka puasa. Di dalam pikiran saya, pasti bakal rebutan nih .. karena pada

Bukber dgn anak yatim

Bukber dgn anak yatim

saat bersamaan ada tiga paket buka yang disediakan masjid: anak yatim, musafir, dan i’tikaf. Saya turun ke bagian penitipan sepatu, sesuai arahan bahwa di situ pool buat peserta i’tikaf. Ternyata … subhanallah .. rapi jali tanpa antrian!! Rupanya peserta itikaf di Masjid Raya ini manusia taat disiplin gak seperti undangan di pesta pernikahan yang suka “rakus” ngambil makanan dan gak sabar antri. Apalagi kalo itu yang namanya “kambing guling”. Masya Allah .. antriannya sampe keluar dari pintu gedung. Gila ya undangan pesta nikah tuh .. pakaiannya rapi tapi rakus kayak gak pernah makan kambing aja. tapi tak demikian dengan jamaah i’tikaf di Bintaro. Salut dah saya! Udah gitu, tiap orang cuman ambil satu gelas taj’il yang berupa kacang ijo, gak ada yang lebih, kecuali saya. Lho, kok saya rakus? Jangan su’udhon dulu …saya ambil dua, satunya buat ustadz Aditiawarman Karim yang belum disediakan taj’il. Meski saya bukan panitia, gak pa pa dong melayani orang lain .. apalagi ustadz pinter kayak pak Karim ini….

Nikmatnya berbuka bersama ratusan anak yatim … subhanalloh … saya terharu melihat panitia (IKADI) yang menyusun program menawan sebelum buka puasa. Anak2 pada diberi hiburan permainan yang rame banget. Ya namanya anak2, siapa yang gak suka kalo ada permainan melibatkan temen2 mereka sendiri? Pokoke seru mengharukan. Saya meski memiliki profesi sebagai Corporate Trainer dan Executive Coach sekalipun, belum pernah lho running a program for children. Wah ini mah dahsyat sekali! Betapa sang trainer yang bertugas sore itu mendapatkan balasan pahala yang berlipat dari ALlah SWT.

Saya berbuka memilih bersama anak2 yatim karena lebih heboh karena mereka begitu menikmati banget santapan nasi kotak yang disediakan panitia. Banyak banget anak yatimnya, lebih dari seratus orang dan dikumpulkan di hall bawah yang luas sekali. Di sekitar saya duduk adalah ibu yang sedang menyuapi anaknya yang berusia balita. Saya juga makan ditemani seekor kucing kurapan yang kasihan kesana-kemari cari sisa makanan gak ada memenuhi seleranya dia. Akhirnya, saya bagi juga daging ayam saya sama si kucing cerdas. Cerdas? Iya, soalnya setiap saya kasih makan dia mau melahapnya tapi kalo anak kecil balita di dekat saya ngasih, dia gak makan. Terang aja, yang dikasih si anak tulang! Ha ha ha … Tapi ya, dia kan anak yatim, wajar kalo jarang makan daging ….mosok terus dikasih ke kucing kurus kurapan?

Malam itu ceramah traweh dilakukan ba’da Isya, seperti dilakukan di masjid Bank Indonesia juga, dengan topik sodaqqoh. Bagus ceramahnya karena membahas ironi bahwa begitu banyaknya ayat2 Al Quran yang memerintahkan kita sedekah, namun tidak banyak umat islam yang melaksanakannya. Setelah shalat traweh 8 rakaat (saya tidak ikut witir karena malemnya akan ikut qiyyamulail), saya lanjutkan dengan baca Quran lagi ….sambil menunggu another great ustadz …. yang juga ustadz nya klien saya: Sukeri Abdillah dari Klinik Hati.

Lebih cepat dari rencana, ternyata ustadz Sukeri sudah hadir sebelum jam 21:00 akhirnya dimulailah tausiyah beliau tentang Keluarga Qurani. Ustadz Sukeri ini semangat sekali dan banyak contoh2 menarik.

Ustd Sukeri Abdillah

Ustd Sukeri Abdillah

Yang paling mengesankan adalh kisah dimana salah seorang jamaah beliau yang baru mengetahui dosa riba yang paling ringan sama dengan dosa menyetubuhi ibu kandung sendiri. AUdzu billa min dzaliq! Jemaah tersebut langsung minta istrinya yang bekerja di bank asing untuk berhenti. Namun sulit, karena masih punya tunggakan hutang dan mau bekerja dimana lagi sang istri. Namun dengan tekad bulat akhirnya istri memang berhenti dan meminjam uang dari teman untuk melunasi hutang. Subhanallah! Ini semua karena suami-istri ini begitu takwa kepada Allah. Karena takwa itulah, sang suami akhirnya mendapatkan banyak promosi di kantor dan akhirnya menjadi brand manager sebuah perusahaan yang berlokasi di luar Jakarta. Dan, sekarang mereka dikarunia rezeki melimpah .. sampe memiliki 2 buah rumah di BSD dan .,… zakat profesinya setia bulan sebesar Rp. 5juta. Subhanallah.

Tausiyah berakhir sekitar jam 22:45 karena banyak jamaah yang bertanya. Setelah itu kita pada disarankan istirahat atau baca Quran dan jam 2:30 mulai qiyyamulail lagi sampe jam 3:30. Sahur pun dilaksanakan dengan tertib tanpa rebutan nasi kotak yang dikelola dengan baik oleh panitia. Salut buat panitia!

Suasana sahur bersama ...

Suasana sahur bersama ...

Ba’da Subuh saya meluncur pulang … siap2 bekerja dan sekalian bawa bekal buat i’tikaf hari ketiga di masjid Bank Indonesia …..

AYo…! Ayo …!!! Kit i’tikaf!!! Seperti dicontohkan rasul di masa hidupnya. Jangan gunakan 10 hari terakhir Ramadhan ini untuk ke mall atau pasar Tanah Abang cari baji …. tapi carilah pahala akhirat yang berlimpah dan tanpa kompetisi karena tidak ada kuota jumlah orang yang boleh masuk surga. Semuanya boleh! Ayo ayo …!!!

Wass,

Gatot

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Karena ada pertanyaan dari Bro Lutfi tentang “Bike to I’tikaf” akhirnya saya tuliskan juga ini. Sebetulnya, sejak masuk Ramadhan, saya sudah berusaha membuat postingan singkat mengenai kegiatan Ramadhan yang saya ikuti. Namun, selalu saja tertunda sehingga numpuk dan hanya sempet beberapa kali (jangan2 hanya sekali?) memuatnya di blog ini.

Seperti tahun lalu, saya juga menjalankan kegiatan ini saat ini (sedang berlangsung, sudah hari keempat). Hanya saja, bedanya, kalau tahun lalu saya mengikuti ajakan klien, artinya ada PULL factor dari orang lain. Sedangkan tahun ini, tahu2 ada PUSH factor dari diri sendiri. Ya ini tentu saja mengingat semakin banyak saya telusuri, begitu berlimpah rahmat dari Allah yang tidak saya syukuri, betapa nistanya saya kalau mengingat ini. Ditambah lagi, saya hitung dosa masa lalu saya ternyata tak terhingga banyaknya. Maka, dengan sadar saya mendorong diri sendiri untuk memanfaatkan keutamaan bulan penuh ampunan, penuh barokah, dan sangat suci. Apalagi ada anjuran bahwa sebaiknya sepuluh hari terakhir Ramadhan kita menjalankan sunnah rasul dengan beri’tikaf (hadir dan menetap di masjid) mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baru dateng di acara BukBer i-Rock! di Bad Miguel, Pejaten
Baru dateng di acara BukBer i-Rock! di Bad Miguel, Pejaten

Hari pertama, malem 21 Ramadhan yang jatuh pada hari Sabtu, 20 September 2008 malam ba’da Isya, saya mulai dengan hadir di Masjid Raya Bintaro di Sektor 9. Lho, kok Bintaro? Ini tak lain dan tak bukan adalah atas informasi dari ustadz Herry Nurdi. Dan ternyata memang benar .. sungguh nyaman menjalankan i’tikaf di masjid ini. Karena banyak urusan, antara lain ada acara Buka Bersama Komunitas i-Rock! di Bad Miguel, Pejaten, akhirnya saya baru bisa sampai di masjid Bintaro ini sekitar jam 22:00. Pada waktu hadir ke BukBer nya i-Rock!, saya memang bersepeda karena menyiasati macet luar biasa. Alhamdulilah saya sampai di Pejaten on time dan sempat shalat magrib berjamaah di masjid yang terletak di pertigaan pertama setelah masuk dari Republika. Seneng juga bisa hadir di acara komunitas penggemar musik rock ini karena suasananya hangat kekeluargaan dan menunya itu lho jan mana tahan tenan … Nasi Kucing Angkringan Fatmawati! Udah pernah makan belum? Gak gaul kalo gak pernah makan…. he he he …

Setelah dari acara BukBer, akhirnya menuju mesjid raya dan sepeda ceklek (seklek) Jildhan 29 dimasukkan ke

Suasana BukBer i-Rock! Asik ketemu penggila rock .. he he ..
Suasana BukBer i-Rock! Asik ketemu penggila rock .. he he ..

dalam mobil. Sampai di masjid sedang berjalan tausiyah. Asik suasananya. Jam 23:30 ada tausiyah diikuti muhasabah mengharukan yang membuat kita terisak-isak nangis sengguken saking suasananya membuat kita merasa banget betapa banyak dosa saya ke Allah dan berapa ribu kali saya harus mohon ampun sedangkan saya tidak tahu apa masih diberi kemewahan waktu yang lama buat bertobat. Jangan2 besok saya sudah “dul” dipanggil Allah Yang Maha Kuasa sedangkan saya belum banyak minta ampun ke Allah.

Muhasabah selesai jam 00:30 …dilanjutkan ngaji masing2, salat sunnah, dzikkir. Sungguh, karena tarikan perasaan dosa, saya gak merasa kantuk sedikitpun karena semakin lama saya semakin

Suasana i'tikaf di Masjid raya Bintaro

Suasana i

tegang mengingat “tumpukan” dosa saya seperti gunung batu yang hanya atas kehendakNya saja bisa dihancurkan. saya sendiri, sebagai pendosa, sudah tentu tidak bakal mampu menghancurkan tumpukan itu. Jam 2:30 dimulailah qiyyamullail (shalat malam berjamaah) yang saat itu menunya adalah Juz 21 secara keseluruhan. Jam 3:30 usailah qiyyamulail dan kita makan sahur bersama. Heran juga, dengan infaq Rp. 20.000,- per orang kok bisa i’tikaf di masjid ini untuk dua malam lengkap dengan sahur dan buka. Opo tumon? Begitulah kalau kita menjadi tamu di rumah Allah, kita dijamu habis! Setelah itu kita Subuh berjamaah dan ada kultum setelah Subuh.

Ba’da kultum Subuh, saya lanjutkan baca Quran lagi. Sekitar jam 6:00 saya merasa perlu untuk menyegarkan diri dengan mandi. Ini adalah pertama kali saya mandi di masjid dan saya takut apa bisa. Bukan apa2, klosetnya jongkok man! tapi ya karena niat ….bisa juga tuh buang hajat dengan jongkok. Mungkin karena terbiasa bersepeda ya…he he … Cilakanya, pas mau mandi, ternyata gak bawa sabun mandi.,…walahhhh!!! Untung bawa shampo. Terpaksa deh, gosok badan dengan shampo …hahaha …seru juga. Abis mandi, baca Quran bentar, terus tidur …. Jam 8:00 konon ada kuliah Dhuha.

Suasana Kuliah Dhuha oleh seorang Habib dari Condet, di Masjid Raya Bintaro
Suasana Kuliah Dhuha oleh seorang Habib dari Condet, di Masjid Raya Bintaro

Bener juga jam 8:15 dimulai kuliah Dhuha oleh seorang Habib dari Condet. Asik sekali. Beliau membahas fadhillah mengenai puasa. Dari cara menyampaikan materi, kelihatan sekali habib ini sangat tinggi ilmunya. Yang menarik bagi saya adalah kisah beliau waktu diminta menemani temennya yang akan melamar gadis di Madiun. Bukan karena Madiun nya …(meski ada juga sih …) tapi kisahnya itu lho. Ternyata, pas sampai di Madiun sang gadis sedang sakit dan dirawat di rumah sakit Santa Maria (ha ha ha .. saya ingat sekali masa kecil saya. Rumah sakit ini pancen top markotop …selain Rumah sakit Umum yang di Jl Dr. Sutomo). Sakit yang diderita adalah kencing batu. Saran dokter, si gadis harus puasa tidak makan minum mulai pagi jam 5:30 hingga sore 17:30, alias 12 jam puasa. Apa yang terjadi? Setelah puasa, batu yang ada di saluran kemih si gadis keluar!!! Subhanallah …. !! Jadi memang betul bahwa puasa itu menyembuhkan penyakait. Meskipun, sang Habib juga bilang bahwa tidak berarti semua sakit bisa disembuhkan dengan berpuasa kalau sakitnya karena kelaparan (misalnya).

Menarik sekali ulasan dari Habib tsb (maaf tidak tahu namanya) sehingga banyak yang bertanya dan baru usai semuanya sekitar jam 10:30. Setelah itu dilanjutkan masing2 baca Al Quran atau salat sunnah atau dzikkir dan kemudian shalat Dzuhur berjamaah. Yang juga menarik adalah bahwa ba’da Ashar bakalan ada ceramah Ekonomi Syariah dari pakarnya langsung: Ustadz Adiwarman Karim. Tausiyahnya memang tepat dimulai jam 16:00 sesuai rencana dengan didahului tilawatil Quran. Menarik banget tausiyah pak Karim ini karena dilaksanakan secara interaktif, melibatkan jamaah i’tikaf di mesjid Raya tersebut. Saya merasa banyak menggali ilmu dari ustadz yang sangat kaya akan ilmu ini. Sekaligus, saya bersyukur sudah memutuskan berhenti bekerja dari institusi ribawi Citibank NA di tahun 2001 yang lalu. Alhamdulillah masih istiqomah dan insya Allah berlanjut untuk tidak bekerja di perbankan konvensional yang sarat riba. Hukuman riba paling ringan adalah sama dengan hukuman menyetubuhi ibu kandung sendiri! Audzubilla min dzalik ….

Sementara sampai sini dulu .. ntar disambung lagi ye …

Wass,

Gatot

Read Full Post »

Dua Minggu Penuh Bersepeda

Hari ini (Jumat 19 September) genap sudah DUA MINGGU PENUH saya bersepeda setiap hari dari kantor ke rumah ….total 220KM PLUS hari Jumat lalu nambah ke tebet dan Kamis kemarin ke Hotel Dharmawangsa … jadi nambah 40KM lagi .. total si Jildhan 29 udah saya pakai 260KM perjalanan …hebat kan??? ha ha ha ….

Yang paling asik waktu kamis kemarin ada undangan buka bersama temen2 Mediyunan satu angkatan di hotel Aryaduta. Dari Aryaduta, saya terus ke janjian lainnya di Hotel Dharmawangsa …jam 20:30 berangkat, jam 21:10 udah nyampe di Hotel Dharmawangsa.

Asik memang bersepeda …gak pernah kena macet euy!

Salam,

G

Read Full Post »

JRENG!

Kemarin sore jam 17:10 meluncur dengan seklek (sepeda ceklek) atau bahasa kerennya folding bike itu. Sebetulnya mau berangkat dari kantor pusat Indosat jam 16:50 ..tapi apa daya, ada temen yang mewawancara saya gara2 membawa seklek ke kantor di lantai 21. Ujung dari wawancaranya, dia pengen nyoba nyeklek sepeda ke bentuk ringkes. Lha karena belum belajar teknologinya, akhirnya memakan waktu lama buat magnetnya bunyi “klek” .. alias banyak yang nyangkut, terutama di setang yang udah diceklek. Ha ha ha ha …akhirnya telat dah … baru jam 17:10.

Wah …pas saya onthel ternyata ringan banget seklek punya saya ini ya .. ringan seperti terbang aja rasanya. Dan yang enak lagi kalo saya pake Kunov 06 (nama MTB yang sudah saya pakai selama hampir 2tahun, Polygon Premier warna kuning, dibeli bekas pada bulan November 2006. Makanya saya beri nama Kunov 06 – kuning, November 2006 belinya). Pas di bundaran Indosat lampu merah …..dan setelah hijau saya genjot ser ser ser ser ….eh..pada kecepatan tinggi ternyata jumlah putaran kaki saya terlalu sering dibanding kalau pakai gigi kecil (belakang) dan gigi besar (depan) saat pakai Kunov 06. Dengan kata lain, kecepatan saya jadi terbatas gak bisa ngebut banget. Tapi ya ndak pa pa .. saya nikmati terus aja ayuhan demi ayuhan. memang ringan dan muantebs sekali jalannya …. Yang jelas, gak terasa capek. Asik lho, melintas Thamrin – Sudirman menyalip ratusan mobil, ratusan motor, puluhan bus ….yang semuanya ngantri karena muacet pol. Lagian….hare gini ..ke kantor kok naik mobil ..gimana sih??? Wong udah terbukti naik sepeda lebih cuepet dan sehat kok …masih juga naik mobil! Opo tumon? Bulan Ramadhan pula! Pastilah jam 5 sore jalanan pada mandeg semua. makanya naik sepeda …. ha ha ha…

Pas di tanjakan “muntah cengkeh” (karena biasanya kalo lewat tanjakan ini nafas saya ngos2an kayak mau muntah cengkeh gitu …) di Velbak ..ternyata ,….menggunakan seklek Vitesse D6 sungguh nikmat dan ringan sekali. Padahal waktu sampe di tanjakan jembatan ini saya masih belum berbuka puasa. Bayangin aja ..asik banget kan jalannya? Bahkan pas nanjak, saya bisa nyalip beberapa motor. Biyuh .. bener2 nikmat.

Setelah melewati Cipulir, saya lihat ada orang naik motor berhenti dan minum. Saya juga berhenti dan tanya ke dia apakah sudah adzan. Ternyata sudah dan saya gak denger adzan sama sekali – mungkin keasikan ngonthel atau berisik suara motor di perjalanan. memang, jalanan kemarin sore macet sih.  Akhirnya saya teguk air di botol yang memang sudah saya siapkan. Tadinya mau ngambil kurma di ransel .. tapi tanggung … sebentar lagi sampe tujuan dan biar keburu shalat maghrib berjamaah di masjid. Akhirnya saya kayuh lagi seklek saya si Jildhan 29* ini. Alhamdulillah ….sampai tujuan masih dapet shalat berjamaah di masjid Nurul Ikhlas yang terletak disebelah rumah. Subhanallah …. senangnya hati ini …. bisa menempuh dengan waktu tidak lebih dari 1 jam! Sama dengan kalo naik Kunov …mungkin bahkan lebih cepet.

Enaknya lagi, gak terasa capek! Makanya hari ini, si Jildhan 29 dibawa lagi buat ditumpaki nanti sore….. Kring kring kring ada sepeda, sepedaku roda dua. Kudapat dari Allah, karena rajin berdoa …. …..

JRENG!

Salam,

G

———-

*) Setelah merenung cukup lama, akhirnya sepeda yang tadinya saya beri nama GBB (Gentle Blacky Bike) saya ubah namanya supaya lebih barokah dan lebih mengglobal namanya: Jildhan 29. Lho? Iya ….singkatan dari JILITHENG (bahasa jawa yang artinya hitam pekat) yang lahir (dibeli) pada bulan RAMADHAN tahun 1429H.

Read Full Post »

JRENG!

Wah semangat sekali hari ini ke kantor bawa sepeda lipet yang baru dibeli kemaren sebagai solusi kaki gatel kalo gak ngonthel selama puasa ini … Akhirnya, dengan bantuan Tim Spesialis (Lutfi) akhirnya pilihan jatuh ke Dahon Vitesse series. Gak pentinglah modelnya, wong saya ini wong awam pol, tahunya cumak ngonthel sepeda dan ngos2an kalo naik jembatan …hua ha ha ha … Tapi yang jelas bikin girang adalah: bisa nyepedah lagi, meski puasa. Pagi ini, saking sayangnya, sepedah udah saya bawa ke ruang kerja di lantai 21 dan diiket pake rante dan dikunci sehingga ndak bisa dicangking orang. Oh ya … sepedanya keren buangets! Cuantik! dan GARANG!!! Warnanya itu lho … hitam dop …biyuh kerrrrrrreeennnnnnn!!!!

Di foto gini soalnya Bro Lutfi mau cek logonya ...

Di foto gini soalnya Bro Lutfi mau cek logonya ...

JRENG! kring kring ada sepeda, sepedaku roda dua …..

Wis pokoke sore nanti menerjang Thamrin Sudirman dah …. semangat!!!

Salam,

G

Read Full Post »

Ini adalah oleh2 dari mengikuti Kajian Ramadhan yang diselenggarakan di Kantor Pusat PT Indosat pada tanggal 1 September (1 Ramadhan 1429H) kemarin. Yang memberi tausiyah juga luar biasa, Bapak Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh, DEA.

Pentingnya Niat

Dalam segala hal yg paling penting niat yang melandasi perbuatan kita. Alkisah, ada seorang kiai yang sangat

Suasana Kajian Ramadhan yang padat jamaah ...

Suasana Kajian Ramadhan yang padat jamaah …

terkenal. Sang kiai sangat prihatin bahwa di kampungnya orang pada membuat sesajen di sebuah pohon besar. Sang Kiai yakin bahwa ini perbuatan syirik yang jelas dilaknat Allah. Karena prihatinnya dengan hal ini, sang Kiai berniat ingin menebang pohon tersebut sehingga orang tidak ada lagi yang menaruh sesajen di situ. Suatu hari selepas Subuh, dia bergegas dari rumahnya menuju lokasi akan memotong pohon besar. Di tengah jalan beliau bertemu dengan setan dan pak Kiai ditanya hendak kemana. Setelah mengetahui tujuan pak Kiai sang setan menyatakan keberatan. Singkat cerita akhirnya terjadi perkelahian antara Kiai dan setan. Dengan mudahnya setan dikalahkan oleh Kiai.

Dalam kedaan kalah, setan memohon dengan amat sangat (sambil menyembah kaki pak Kiai) kepada kiai agar pohon itu tidak usah ditebang. Setan bahkan menjanjikan bahwa bila pak Kiai mengurungkan niat menebang pohon, maka dalam dua hari ini setiap pak Kiai selesai shalat tahajjud, maka di bawah sajadah akan ada uang emas. Akhirnya sang Kiai mengalah karena kasihan kepada setan yang ndlosor minta maaf dan memohon itu.

Benar juga, selama dua hari pak Kiai shalat tahjjud, di bawah sajadahnya selalu tersedia uang emas. Namun di hari ketiga, uang itu tidak ada lagi. Sang kiai menjadi marah, mangkel dan jengkel kepada setan. Maka pada hari itu juga pak Kiai berangkat menghunus pedangnya dengan maksud akan menebang pohon. Di jalan, dia ditemu lagi oleh setan yang sama. Setan memohon lagi agar jangan ditebang. Pak Kiai tidak mau karena merasa marah bahwa pada hari ke 3 setan sudah tidak mengirim uang lagi. Akhirnya terjadi duel lagi. Saat ini sang Kiai kalah dengan mudahnya …..

Moral of the story:

Mengapa pada duel terakhir sang Kiai begitu mudah ditaklukkan oleh setan? Ini masalah tauhid …sang Kiai sudah mulai bergeser orientasinya … niatnya sudah tidak sama lagi. Pada duel pertama sang Kiai niatnya lillahi ta’ala …namun di duel kedua lebih didasari pada kemaraahan terhadap ”hak” nya terhadap harta (tanpa adalagi niatan memberantas syirik).

Semoga kita termasuk orang selalu mengutamakan Allah dan Rasul terlebih dahulu sebelum hal yang lain …. Amin.

Wass,

Gatot

Read Full Post »

Older Posts »