Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2015

Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sungguh, makna pertanyaan yang dinukil dari Surah Ar Rahman ayat 13 (QS 55:13) tersebut sangat patut saya ucapkan karena memang saya sangat bersyukur Allah memberi saya pekerjaan dimana Indosat sebagai klien saya. Harus saya akui, ketika pertama kali saya terlibat dalam penugasan sebuah proyek jasa konsultansi pertama kali dengan Indosat pada tahun 2006 dan kemudian baru berakhir pada 2009 begitu banyak saya belajar ilmu agama Islam melalui mushalla At Tarbiyah di gedung Kantor Pusat PT Indosat (KPPTI) lantai 23. Mushalla ini selalu mengadakan shalat berjamaah dan selalu dipadati jamaah dari kalangan karyawan maupun pimpinan Indosat, bahkan seorang Direkturnya, Bapak Fadzri Sentosa, selalu ikut shalat berjamaah ini. Mushalla ini juga rajin menggelar kajian bada Dzuhur dengan topik yang bervariasi, dari kajian hadits hingga tafsir Quran. Masya Allah.

Alhamdulillah pada tahun 2015 ini, Allah memberi saya tugas untuk bekerja di Indosat lagi untuk pekerjaan proyek lainnya, masih di jasa konsultansi karena memang saya bisanya hanya bidang ini. Sungguh, saya semangat sekali bisa berkantor di KPPTI dan amat sangat bersyukur karena kembali saya bisa membangun pondasi iman yang insya Allah bertambah kuat lagi karena saya bisa mengikuti kajian-kajian dan juga shalat Jumat yang biasanya khatibnya menyampaikan kutbah yang sungguh menggugah dan sebagian sudah saya tulis di blog ini.

Tahun ini ada yang berbeda karena SKI (Sarana Kerohanian Islam) Indosat menggelar suatu program yang menurut saya dahzyat yakni Pekan Ta’lim Muharram 1437 H sejak tanggal 19 hingga 29 Oktober 2015 menampilkan ustadz-ustadz berkelas yang ceramahnya terbukti sangat bagus dan mengesankan. Insya Allah saya akan menguraikan catatan-catatan saya mengikuti serangkaian ceramah yang digelar selama pekan ta’lim ini. Alhamdulillah saya selalu mengikuti sejak awal hingga akhir dan selalu di shaf pertama karena menurut saya ta’lim ini lebih penting dari apapun lainnya. Bukankah kehidupan dunia hanya senda gurau belaka? Sedangkan taklim sudah pasti membicarakan kehidupan akhirat. Jadi, kalau berpikir first thing first, ya taklim lebih penting daripada sekedar pekerjaan saya sebagai konsultan. Memang tak mudah selalu hadir tepat waktu. Namun karena sudah diniatkan, Allah membantu saya untuk bisa mengatur jadwal rapat yang tak akan mengganggu jadwal taklim ini. Alhamdulillah … Ya Allah ….

Pekan Taklim

Ringkasan dari ceramah masing-masing ustadz saya sampaikan berikiut dan catatan lebih rinci insya Allah akan saya tuliskan kelak:

  1. DR. Ir. Haikal Hassan, MA (19 Okt) membahas tentang sejarah Islam dengan sangat baik dan lugas: semua nabi-nabi dan rasul-rasul adalah Islam mulai dari nabi Adam hingga rasul terakhir Muhammad, dan agama hanya ada satu yaitu Islam. (Rating: 5/5)
  2. Ust. Abdullah Haidir, Lc (20 Okt) membahas perkembangan timur tengah secara garis besar, meski kurang memberikan contoh-contoh spesifik. (Rating 3/5)
  3. DR. Ahzami Sami’un Jazuli, MA (21 Okt) membahas tentang tantangan eksternal maupun internal yang dihadapi umat Islam dimana tantangan internal ternyata lebih besar. (Rating: 5/5).
  4. Syaikh Ali Ahmad Muqbil (22 Okt) yang asli Palestina dan dihadirkan melalui KNRP Jabar menguraikan betapa pentingnya kita ikut berjuang membebaskan Al Aqsha karena merupakan tanah milik muslim seluruh dunia, bukan hanya penduduk Palestina. Meski disampaikan dalam bahasa Arab, namun diterjemahkan dengan baik oleh ustadz dari KNRP Jabar, sehingga benar2 mengesankan dan tak kan bisa saya lupakan pesan-pesannya yang bagus sekali. (Rating: 5/5).
  5. DR Amir Faishol Fath, MA (26 Okt) membahas topik huru hara akhir zaman dengan kronologis yang bagus dan jelas, sesuai dengan apa yang dituturkan Rasul terkait tanda-tanda akhir jaman: munculnya Dajjal, Imam Mahdi dan Nabi Isa yang mampu membunuh Dajjal, serta adanya ya’juj dan ma’juj seperti diuraikan di surah Al Kahfi. (Rating: 5/5)
  6. Ust. Sukeri Abdillah, MBA (27 Okt) membahas topik yang agak menyimpang dari tema utama dari pekan ta’lim ini yakni terkait keluarga muslim modern. (Rating: 3/5)
  7. DR. Ahmad Luthfi Fathullah, MA (28 Okt) membahas tips mudah bergaul dengan hadits dengan penyajian yang disertai desain teknologi informasi yang bagus, menggambarkan bagaimana manusia memasuki alam akhirat dan tingkatan neraka dari jahannam hingga hawiyyah (paling buruk dari neraka). (Rating: 5/5)
  8. Ust Ahmad Syaikhu, Lc (29 Okt) membahas tentang sehari bersama sahabat Rasul dan dikemas dengan fokus pada pentingnya menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah dan menghadirkannya dalam setiap masalah yang kita hadapi. (Rating: 5/5).

Rating yang saya letakkan di bagian akhir pada setiap uraian kajian merupakan pendapat subyektif saya terkait dengan topik yang dibicarakan dan bagaimana sang ustadz membawakannya. Menurut saya, 6 dari 8 ustadz yang ceramah tergolong superb dan makna ceramahnya meresap ke lubuk hati paling dalam. Sedangkan yang dua (rating 3/5) menurut saya terlalu datar dan kurang mengesankan meski topiknya sebenarnya penting. Makanya saya masih memberikan rating 3 bukannya 2 karena memang topiknya sebenarnya penting, namun kurang nunjek penyampaiannya. Ustad Abdullah Haidir, misalnya, terlalu membahas di permukaan situasi timteng tanpa kajian rinci dengan contoh yang menarik. Ustadz Sukeri Abdillah terlalu banyak (lebay) ingin melibatkan interaksi dengan jamaah untuk hal yang mungkin bagi beberapa jamaah cukup pribadi dan sulit untuk dikemukakan di umum, apalagi sesama teman kantor. Kurang pas lah.

Namun secara keseluruhan, pekan ta’lim ini menurut saya BAGUS SEKALI dan MENGESANKAN.

Semoga ke depannya selalu ada kajian seperti ini. Aamiin.

Advertisements

Read Full Post »

Ringkasan :

Sungguh, film seri yang di tahun 2012 lalu ditayangkan selama 30 hari penuh pada bulan Ramadhan di MBC dan juga salah satu TV nasional di Indonesia ini, sangat layak tonton. Alhamdulillah 30 seri (masing-masing berdurasi 45 menit kecuali di episode terakhir yang berdurasi 90 menit) ini semuanya ada di Youtube. Silakan mengikuti sejarah Islam mulai dari jaman jahiliah, masa kepemimpinan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wa Sallam, wafatnya beliau, hingga kekalifahan Abu Bakar dan Umar Bin Khattab.

Sebuah fakta sejarah yang sungguh mengharukan baik dari segi kepemimpinan Rasul, para sahabat, strategi perang yang mengagumkan dilengkapi dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang sungguh menyentuh jiwa. Layak tonton bagi yang ingin lebih mendalami betapa beratnya perjuangan Rasul dan para sahabat beliau dalam meninggikan kalimatullah.

Resensi Episode #2

Beberapa hal penting dalam sejarah Islam yang diutarakan dalam episode ke 2 ini:

    • Pada awal episode ditunjukkan bagaimana Abu Bakar sudah mulai tak menikuti lagi pertemuan2 yang biasa ia hadiri, diantara kaum Quraisy. Hal ini mengherankan kaum Quraisy yang ketika mengajak Abu Bakar ditolak secara halus dengan alasan bahwa pertemuan itu tak membutuhkan dirinya. Sedangkan Umar bin Khattab masih belum masuk Islam dan sangat pro dengan orang-orang Quraisy, bahkan masih aktif ikut di dalam setipa pertemuan yang digelar kaum Quraisy.
    • Kemudian ditunjukkan pula bagaimana Abu Bakar melaui membuka dialog dengan sahabat baiknya, Usman dan sekaligus memperkenalkan adanya dunia dan akherat. Dari percakapan ini jelas bahwa Usman belum tahu apa itu “akherat” yang diperkenalkan oleh Abu Bakar. Ia terheran-heran pada akhir percakapan ketika keduanya berpisah. Segmen perbincangan Abu Bakar dan Usman ini sungguh menyenangkan karena mereka membicarakan suatu hal yang sangat penting, yakni agama Allah, meski Abu Bakar belum mengatakan ke Usman bahwa ia telah Islam.
    • Ditunjukkan pula pengakuan Ali yang masih kecl melaporkan kepada ayahnya Abu Thalib bahwa ia menyatakan diri mengikuti ajaran Rasul karena beliau telah diangkat sebagai Rasul oleh Allah dan Ali mengikuti agama Rasul yakni Al Islam. Abu Thalib mengatakan kepada anaknya supaya berhati-hati dan jangan sampai orang tahu bahwa ia mengikuti agama Rasul.
    • Penyebaran Islam mulai terasa di Mekkah, ditunjukkan dengan adanya keluarga hamba sahaya yang anaknya bernama Ammar telah berperilaku Islam dengan mengatakan kepada bapaknya perihal “Sang Pencipta” yang tak dimengerti oleh ayahnya.
    • Sementara itu Quraisy semakin khawatir dengan kehadiran Muhammad sebagai pembawa risalah Islam karena mereka masih mempercayai AL Lat sebagai tuhan mereka. Dalam rapat, Umar bin Khattab menghadirinya.Bahkan ibunda Ammar, Ummayah yang sedang membuatkan minuman dicurigai oleh majikannya (Abu Hudhayfah) sebagai pengikut Muhammad.
    • Tiga tahun setelah kenabian, Abu Sufyan menjumpai Saad dan kawan2 sedang shalat secara Islam dan baku hantam mulut pun terjadi. Saad Ibn Abi Waqqas (sebagai imam shalat) membela bahwa ia melakukan shalat di tempat terpencil agar kaum Quraisy gak terganggu. Namun Abu Sufyan tak menyukai alasan ini dan Saad beserat jamaah shalatnya dilempari batu oleh pengikut Abu Sufyan. Salah satu jamaah nya ya si Ammar anak hamba sahaya Ummayah. Sangat mengharukan ketika Ammar mendakwahkan Islam kepada kedua orang tuanya dengan membaca surah Ad Dhuha. Masya Allah! (menit ke 16), kemudian ibunya memeluk Islam (menit ke 22:45).

Read Full Post »

Padang Mahsyar

“Di hari kebangkitan kelak, semua manusia dikumpulkan oleh Allah dalam keadaan tanpa busana di padang Mahsyar. Mereka dibiarkan menunggu tanpa keputusan apa-apa, tanpa rasa malu karena setiap manusia dalam keadaan takut dan sibuk dengan urusan masing2. Satu hari di padang Mahsar sama dengan 50 ribu tahun. Ada empat golongan yang dilindungi Allah kala itu: 1.) Pemimpin yang adil, 2.) Orang yg sering menangis sendiri karena Allah, 3.) Laki2 yang menolak diajak berzina dengan perempuan terhormat karena takut Allah, 4.) Dua orang yang saling mencintai karena Allah.”

DR. Amir Faishol Fath, MA di Pekan Ta’lim Muharram, Mushalla Tarbiyah, lantai 23 PT Indosat Tbk., 26 Oktober 2015.


Masih bisakah kita menyombongkan diri?
Masih berani maksiat?
Masih berani meninggalkan shalat?

Ingat Hari Kebangkitan!

Read Full Post »

John C Maxwell, salah satu pakar sukses yang diakui dunia, mengatakan : “The secret of your success is determined by your daily agenda.” (Rahasia sukses Anda ditentukan oleh agenda harian Anda). Kalau kita resapi kalimat ini, benar juga adanya. Percuma kita mimpi dan rencana yang besar bila dalam keseharian kita tak ada kegiatan yang menuju ke arah impian tersebut.

Tak ada satu orangpun yang menginginkan neraka sebagai impiannya kelak, karena setiap orang tentu pengennya masuk surga. Manusia paling mulia, teladan bagi kita semua, rasulullah Muhammad SAW, menuturkan bagaimana Allah memerintahkan malaikat-malaikatnya memeriksa shalat manusia terlebih dulu sebelum memeriksa yang lain. Bila shalatnya buruk, tak akan diperiksa lagi amalan-amalan lainnya. Namun bila shalatnya baik dan bahkan sempurna, maka akan dilihat amalan-amalan baik lainnya. Ibarat sepeda tanpa rangka, apa masih bisa dikatakan sepeda? Demikianlah shalat yang merupakan tiang utama menuju sukses yang hakiki.

Artinya Apa?

  1. Allah Maha Tahu bahwa setiap insan manusia menginginkan surga dimana mengalir sungai-sungai di bawahnya. Janji Allah ini tak perlu diragukan, sudah PASTI BENAR – lha wong ada di Al Quran kok. Kecuali kalau ada yang tak beriman kepada Al Quran – it’s their problem.
  2. Allah SWT sudah menentukan “Your Roadmap for Success” yakni dengan mengutamakan shalat sesempurna mungkin karena ini yang dihisab pertama kali sebelum yang lainnya.

Jadi? Kurang apa lagi?

Mari kita tegakkan kalimatullah dengan mendirikan shalat (B)erjamaah di (M)asjid pada awal (W)aktu alias “Shalat BMW” (bagi ikhwan / pria) agar shalat kita sempurna dan untuk akhwat (wanita): (B)erjamaah di (M)ihrab-nya pada awal (W)aktu. Karena shalat terbaik untuk akhwat adalah didirikan di mihrab (kamar tidur)nya.

Ajakan ini berlaku “terutama” untuk al-fakir (saya) dan juga kaum muslimin seluruh jagad.

Wallahu’alam bishawab.


Dengan demikian lengkaplah 10 dalil “Shalat BMW”. Semoga bermanfaat. Bagi al fakir sih sangat bermanfaat, sebagai pengingat.

BMW 10 dari 10

Read Full Post »

Dari WA Group “Beyond Friends”, semoga menjadi renungan bersama …

“WASIAT sang MILIARDER”
.
Al-Kisah ada seorang kaya raya (Miliarder), sedang sakit parah,menjelang ajal menjemput dikumpulkanlah anak-anak tercintanya..
.
Beliau berwasiat : Anak-anaku,jika ayah sudah dipanggil yang Maha Kuasa, ada permintaan ayah kepada kalian ” tolong di pakaikan kaos kaki kesayangan ayah, walaupun kaos kaki itu sudah robek, ayah ingin pake barang kesayangan semasa bekerja di kantor ayah dan minta kenangan kaos kaki itu dipake bila ayah dikubur nanti..”
.
Singkat cerita Akhirnya sang Ayah meninggal dunia..
.
Saat mengurus Jenazah dan saat mengkafani, anak2nya minta ke pak modin untuk memakaikan kaus kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya..
.
Akan tetapi pak modin menolaknya : maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dipakaikan kepada mayat..
.
Terjadi diskusi panas antara anak2 yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak modin yang juga ustad yang melarangnya..
.
Karena tidak ada titik temu dipanggilah penasihat keluarga sekaligus notaris..
.
Beliau menyampaikan : sebelum meninggal bapak menitipkan surat wasiat, ayo kita buka ber-sama2 siapa tahu ada petunjuk..!!
.
Maka dibukalah surat wasiat almarhum  milyader buat anak2nya yang di titipkan kepada Notaris tersebut..
.
Ini bunyinya: Anak-anaku,pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaus kaki robek kepada mayat ayah..
.
Lihatlah anak2ku, padahal harta ayah banyak, uang berlimpah, beberapa mobil mewah, tanah  di-mana2, rumah mewah banyak..
.
Tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah mati..!!
.
Bahkan kaus kaki robek saja tidak boleh dibawa mati..
.
Begitu tidak berartinya dunia, kecuali amal ibadah kita, sedekah kita yang ikhlas..
.
Anak2ku inilah yg ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang sementara..
.
Salam sayang dari Ayah,jadikan lah dunia ini sebagai jalan menuju ALLAH..!!
.
SubhanALLAH..
Semoga bermanfaat dan bisa kita ambil hikmah nya dari kisah ini.

Read Full Post »

Sejarah Islam

image

Catatan dari kajian ba’da Dzuhur di Pekan Taklim Muharram, Mushalla At Tarbiyah, lantai 23 Kantor Pusat PT Indosat.
Hari ke 1, oleh DR Ir. Haikal Hassan, MA

DR. Ir. Haikal Hassan, MA (19 Okt) membahas tentang sejarah Islam dengan sangat baik dan lugas: semua nabi-nabi dan rasul-rasul adalah Islam mulai dari nabi Adam hingga rasul terakhir Muhammad, dan agama hanya ada satu yaitu Islam.

“Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjid Haram, Masjid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjid Al-Aqshaa” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1189 dan Muslim no. 3364].

Dalam ceramahnya di Mushalla At Tarbiyah, DR. Ir. Haikal Hassan, MA menanyakan kepada jamaah bila ada yang HP nya iPhone 6. Ketika ada yang mengangkat tangan, Dr Haikal berkata: “Jual tuh HP kalau belum pernah ke masjidil Aqsha!”. Beliau menekankan bahwa anjuran Rasul ini menjadi WAJIB hukumnya bila kita mampu. Bersegeralah mempersiapkan diri untuk bisa safar menuju Masjidil Aqsha bagi yang sudah haji / umroh namun belum mengunjunginya.

Mengapa nabi Ibrahim dikatakan sebagai pemimpin semua manusia? Karena lima nabi sebelumnya: adam, idris, nuh, soleh musnah manusianya, tak ada yg tertinggal kecuali sedikit.

Kemudian Islam bangkit diawali seoramg manusia bernama Ibrahim. Doa Iftitah di awal sholat “Inna sholati ….” adalah doa yang dipanjatkan oleh nabi Ibrahim sebelum sholat. Jelas bahwa nabi Ibrahim adalah Islam.

Isa rosullulloh di jamannya

Jangan mati kecuali islam

Ali imron 84 85

Suku yahudi dan arabia adalah muslim

Al baqara 247

Moshe Sharon sejarah islam youtube

Maryam 24, 25, 26

Judas Iscariot

Islamslogic.wordpress

Virgin Mary pasti pake kerudung

Read Full Post »

(kutipan dari Family Guide)

Matematika Kehidupan.
Ada seorang sahabat, sebut saja namanya Hasan. Orangnya bersahaja. Ia punya “kebiasaan” yang menurut saya sangat langka.
Kalau beli sesuatu dari “pedagang kecil”, ia tidak mau menawar, bahkan seringkali jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.
Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU. Hasan berkata kepada petugas SPBU: “Tolong diisi Rp 90 ribu saja.” Sang petugas merasa heran. Iapun balik bertanya: “Kenapa tidak sekalian Rp 100 ribu pak ?”
“Tidak apa-apa, isi saja Rp 90 ribu,” balas Hasan.
Selesai isi bensin, Hasan memberikan uang Rp 100 ribu. Sang petugas pun memberikan uang kembalian Rp 10 ribu. Hasan berkata: “Gak usah, ambil saja kembaliannya.”
Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap: “Terima kasih pak. Seandainya semua orang seperti bapak, tentu hidup kami akan lebih sejahtera dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai kecil”.
Saya tertegun dengan perilaku Hasan dan juga petugas tersebut.
Di dalam perjalanan, saya bertanya pada sahabat saya tersebut: “Sering melakukan hal seperti itu ?”
Hasan menjawab: “Sahabatku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Lakukanlah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, yang penting konsisten.
Kita tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin kita bersedekah 10 ribu kepada mereka. Uang 10 ribu itupun tdk akan membuat dia kaya tapi yang jelas membantu dan membuat hatinya bahagia.”

Read Full Post »

Older Posts »