Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2013

Oleh: Herwinto

Kota Bashrah sudah lama dilandai kemarau panjang, dimana mana mata air telah mengering, sejauh mata memandang hanya kekeringan yang terhampar di depan mata, binatang ternak terlihat kurus kering bahkan telah banyak yang mati pula, siang hari matahari bersinar dengan teriknya, angin gurun yang berhembus semakin menambah panasnya udara yang menyengat kulit….Hari itu penduduk Bashrah pun bersepakat untuk melaksanakan shalat istisqo’ untuk memohon hujan, maka berkumpulah penduduk kota Bashrah beserta para ulamanya dan dipimpin oleh ulama ulama pilihan mereka, mungkin ini merupakan shalat istisqo’ paling istimewa sepanjang sejarah karena dihadiri oleh ulama yang sangat terkemuka, diantara yang hadir adalah Malik Bin Dinar, Attho’ As Sulaimi, Tsabit Al Bunani, Yahya Al Bakka, Muhammad Bin Wasi’, Abu Muhammad As Sikhtiyani, Habib Abu Muhammad Al Farisi, Hasan Bin Abi Sinan, Uthbah Bin Al Ghulam, Sholeh Al Murri. Hadirnya para ulama pilihan pada shalat ini diharapkan dapat mempercepat terkabulnya doa sebab mereka adalah orang orang yang terkenal shalih pada masanya, mereka penduduk kota Bashrah merasa akibat dosa dosa mereka Allah menahan turunnya hujan maka dengan berkumpulnya para ulama dan orang orang shalih ini akan dapat memohonkan ampunan Allah sehingga orang orang yang tidak bersalahpun akan terhindar dari malapetaka kekeringan akibat dosa sebagian penduduknya. Setelah shalat dua rekaat imam pun menyampaikan khutbah dan doa yang panjang, seraya memohon ampun atas segala dosa yang dilakukan dan memohon agar segera diturunkan hujan. Selesai sudah shalat istisqo’ dan masing masing pulang ke rumah dengan berharap hujan segera turun, hari pun telah berganti dan belum juga ada tanda tanda hujan segera datang, lagit masih cerah, matahari begitu teriknya, dan tak ada tanda tanda mendung sama sekali, para ulama sangat heran mengapa hujan juga belum turun. Akhirnya diputuskan digelar shalat istisqo’ yang kedua dengan harapan hujan segera turun, selesai shalat masih tak ada tanda tanda hujan akan turun meski telah berlalu berhari hari bahkan udara semakin panas dan kering, para ulama semakin gelisah dan bertanya tanya. Akhirnya para ulama bersepakat digelar lagi shalat istisqo’ keesokan harinya, mereka berharap Allah segera menurunkan hujan pada akhir doa mereka untuk yang ketiga kalinya, namun mereka menunggu nunggu hujan pun tak kunjung datang, jangankan hujan…. angin dingin yang membawa mendung pun tak ada sama sekali, matahari masih bersinar dengan sangat teriknya….para ulama semakin cemas dan bingung, mereka tak habis pikir kenapa Allah menolak doa mereka? semuanya pulang kerumah dengan perasaan bercampur aduk di kepalanya masing masing, tersisalah Malik Bin Dinar dan Tsabit Al Bunani yang masih terlihat berdiskusi serius…perbincangan akhirnya diteruskan di masjid karena keduanya harus menunaikan shalat fardhu dan melanjutkan perbincangan untuk memecahkan masalah tersebut. Hari telah larut ketika tiba tiba mereka dikejutkan oleh hadirnya seseorang di masjid, orang itu berkulit sangat legam, wajah yang sederhana, perutnya buncit dan betisnya kelihatan kecil, pakaiannya dari kulit domba yang harganya tidak lebih dari dua dirham, menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang miskin. Orang itu menuju tempat wudhu dan kemudian bersuci lalu masuk ke dalam masjid, orang itu menuju mihrab, Malik dan Tsabit mengawasi dengan seksama gerak gerik orang itu, mereka berdua serius mengawasi apa yang akan dilakukan orang tersebut dimalam yang telah larut seperti ini. Orang itu segera shalat dua rekaat dengan shalat yang sangat ringan, lama berdiri, ruku’ dan sujudnya sama pendeknya, selesai shalat orang itu menengadahkan tangannya dan mulai bermunajat, suaranya tidak terlalu tinggi namun Malik cukup jelas mendengarnya. Orang itu berdoa dengan berkata ” Tuhanku.. betapa banyak hamba hambaMu yang berkali kali datang kepadaMu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sediktpun kekuasaanMu, Apakah ini karena perbendaharaan kekuasaanMu telah habis? Ataukah kini apa yang ada padaMu telah hilang? Tuhanku aku bersumpah atas namaMu dengan kecintaanMu padaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya”. Doa selesai dipanjatkan dan bersamaan dengan itu berhembuslah angin dingin yang membawa butiran air hujan, guntur pun menggelegar dan hujan mulai turun dengan deras sekali, Malik dan Tsabit pun menggigil kedinginan…..Keduanya segera mengejar orang tersebut ketika akan keluar dari masjid, Malik bertanya ” Tidakkah kau malu dengan ucapanmu tadi?” orang itu menjawab “Ucapan yang mana?” “Dengan cintaMu padaku” apa yang membuatmu yakin bahwa Allah mencintaimu?” Orang itu menukas ” Menyingkirlah dari urusan yang engkau tidak mengetahuinya wahai orang yang sibuk dengan dirinya sendiri, dimanakah posisiku ketika aku dapat mengkhususkan ibadah hanya kepadaNya dan bermakrifat kepadaNya, dapatkah aku melakukannya tanpa cintaNya kepadaku sesuai dengan kadar yang dikehendakiNya dan cintaku kepadaNya sesuai kadar kecintaanku” orang itu segera berlalu dan Malik segera menahannya, ”Tunggu!!! semoga Allah merahmatimu!! aku akan berbicara denganmu” “Aku adalah seorang budak yang punya kewajiban mentaati majikanku, aku harus pulang!!” Malik dan Tsabit pun memutuskan untuk membuntuti kemana perginya orang tersebut dan ternyata dia memasuki rumah kawan Malik, saudagar terkaya di Bashrah namanya Nakhos, malam terasa begitu panjang bagi Malik dan Tsabit untuk menanti siang supaya bisa melihat orang tersebut dikala siang, mereka lantas menemui Nakhos dan berkata bahwa Malik akan membeli salah satu budaknya. ”Boleh, silahkan kamu pilih mana yang kamu suka aku mempunyai 100 budak” jawab Nakhos. Seratus budak telah dilihat satu persatu oleh Malik namun tak satupun yang dilihatnya semalam, “Masih ada yang lain?” tanya Malik, “Masih” kata Nakhos seraya mengajak ke belakang rumahnya, nampak sebuah kamar kecil yang sederhana, saat itu hampir dhuhur, Malik menyaksikan budak tersebut sedang tidur nyenyak sekali, “Nah ini dia yang saya cari” kata Malik. “Wahai Abu Yahya, kenapa kau mau membeli budak tak berguna ini? malamnya hanya habis untuk menangis dan siangnya habis untuk shalat dan puasa” tanya Nakhos. “Justru itulah aku mau membelinya” jawab Malik bersemangat. ” Baiklah bayarlah berapapun yang kau mau, biar aku bisa segera terbebas darinya” Malik menyerahkan uang 20 dinar dan membawa budak tersebut pergi. “Siapa namamu?” tanya Malik, ”Maimun, kenapa tuan membeli saya? bukankah saya budak yang tidak bagus” jawab budak tersebut. ” Justru aku ingin membantumu” kata Malik. ” Kenapa bisa begitu?” budak itu keheranan, ” Bukankah kau yang semalam berdoa di masjid dan akulah yang membantah cara berdoamu” jawab Malik. ” Jadi tuan sudah tahu saya” jawabnya. Maimun minta diantar ke masjid, lalu dia mencuci kakinya lalu shalat dua rekaat, Malik mengamati apa yang akan dilakukan budak itu, selesai shalat dia menengadahkan tangannya dan berdoa ” Tuhanku rahasia antara Engkau dan aku telah Engkau buka dihadapan makhluk-makhlukMu, semua telah Engkau beritahukan, Bagaimana aku bisa hidup dengan tenang di dunia ini jika telah ada yang ketiga yang menjadi penghalang antara Engkau dan aku, Aku bersumpah agar Engkau mencabut nyawaku sekarang juga”. Tangan diturunkan lalu budak itu bersujud, Malik menghampiri dan menunggu sujudnya berakhir, namun tak kunjung berakhir dan Malik menggerakkan badannya namun sudah tak bernyawa.

Advertisements

Read Full Post »

Oleh: Herwinto

Seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang belajar di Cairo Mesir suatu ketika akan pergi ke PUSKIN (Pusat Kebudayaan Indonesia), karena terburu buru dia putuskan naik taksi, setelah beberapa saat berjalan sayup sayup terdengar adzan ashar dari menara menara masjid di Cairo, sang supir pun nampak gelisah dan kemudian meminta ijin kepada mahasiswa tersebut untuk berhenti sejenak guna menunaikan shalat ashar berjamaah di masjid, namun karena terburu buru maka sang mahasiswa pun menolaknya. Supir yang masih tergolong muda itupun nampak kesal sekali, diputarnya suara adzan di radionya dengan suara keras keras, dan mobilnyapun dipacu dengan kecepatan tinggi, mahasiswa tersebut nampak khawatir, kemudian dia agak tenang setelah sang supir mengucapkan….” Kalau bukan shalat subuh dan shalat ashar sih tidak apa apa”….Subhanallah….nampaknya sang supir sangat memahami pentingnya menjaga dua waktu shalat yakni shalat subuh dan shalat wustho (ashar) sebagaimana pernyataan Allah dalam al Quran,… kemudian sang supir pun mengangkat suaranya hanya dalam satu kalimat dan kemudian diam, tahukah saudaraku apakah kalimat yang diucapkannya itu? sebuah syair lagu….Inna Shalati Ma Ukhalliha….Sesungguhnya Shalatku Takkan Pernah Kutinggalkan…..syair lagu syeikh Musyari Rasyid…..

Saya berdoa agar Allah memberi pahala yang sempurna kepadanya sebab Rosul pernah bersabda berkaitan dengan orang orang Madinah yang tidak berangkat berjihad karena udzur, mendapat pahala yang sama dengan yang berangkat sebab mereka juga ingin berangkat namun udzur menghalangi…ini menjadi landasan para ulama bahwa jika seseorang terbiasa dengan suatu amalan kemudian suatu ketika dia terlewatkan karena udzur padahal dia sungguh tidak ingin terlewatkan maka dia mendapat pahala yang sempurna, contoh…jika kita terbiasa shalat malam kemudian suatu ketika karena kelelahan kita tertidur hingga subuh padahal kita sudah menyetel weker dan upaya lain yang menunjukkan kesungguhan kita untuk tidak melewatkannya maka kita mendapat pahala yang sempurna seperti kita melaksanakannya…sungguh Allah Maha Pemurah, tetapi jika itu bukan kebiasaan kita namun suatu ketika kita berniat bangun malam untuk shalat tetapi kita tertidur maka kita hanya mendapatkan pahala niat saja sedangkan pahala shalat malam tidak kita dapatkan….nampaknya sang supir adalah orang yang biasa menjaga shalat jamaah utamanya subuh dan ashar dan dia telah berusaha meminta ijin kepada sang penumpang sebagai pihak yang memberi upah namun tidak diijinkannya….adakah supir yang seperti ini di negeri kita ini? Subhanallah…. sangat kita rindukan….

Read Full Post »

Walikota Bandung Bersepeda

Beberapa hari lalu saya terima foto yang ternyata menunjukkan posisi walikota Bandung (Ridwan Kamil) yg sedang menuju kantor dengan bersepeda. Foto ini sungguh menyemangati saya agar terus mengutamakan sepeda sebagai transportasi utama sehari-hari.

Bravo pak walkot!!

Read Full Post »

Dahzyatnya Istighfar

Oleh: Herwinto

Suatu ketika Hasan Bashri rahimahullah ditanya oleh beberapa orang yang mengadukan kesulitan hidupnya, orang pertama mengatakan bahwa sudah lama daerahnya panas sekali tanpa hujan, orang kedua mengadukan kemiskinannya, orang ketiga mengadukan hajatnya untuk punya anak, orang keempat mengadukan kebunnya kekeringan…namun jawaban Hasan Bashri hanya satu kalimat BER-ISTIGHFAR-LAH KEPADA ALLAH…
Bila kita lihat tentunya beliau Hasan Bashri mengacu pada firman Allah dalam surat Nuh ayat 10-12 dan surat Hud ayat 3, dimana di dalam ayat ini jelas Allah memerintahkan agar kita banyak beristighfar niscaya Allah akan memberikan harta yang banyak, menurunkan hujan, memberikan anak atau keturunan, menyuburkan kebun kebun dan mengalirkan sungai sungai bahkan dalam surat lain Allah akan memberikan kekuatan kepada orang yang banyak beristighfar. Suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Khatab keluar memimpin sholat istisqo’ ketika Madinah dilanda kekeringan panjang, setelah sholat yang dilakukan oleh Umar adalah berdiri dan beristighfar memohon ampun…tidak lebih!!! beliau tidak berdoa dengan doa yang panjang namun cukup memohon ampun kepada Allah, karena jelas Umar sangat paham makna istighfar dan keutamaannya. Maka benarlah kata ulama bahwa istighfar seorang mukmin sanggup menahan turunnya musibah ke bumi.
Istighfar VS Jejaring sosial
Ada sesuatu yang menggelitik saya, yakni bahwa rupanya akhir akhir ini dengan maraknya jejaring sosial semacam facebook,twitter,google+ dan yang lainnya kita menjadi kehilangan momentum dzikir dan istighfar, dzikir dan istighfar kita telah dicuri oleh jejaring sosial sehingga waktu kita semisal menunggu bus, menunggu jemputan, ketika ban bocor menunggu menambal, disela sela kesibukan, di sela sela waktu, di sela sela kesempatan, saat berjalan kaki, saat antri membayar pajak, kita justru disibukkan dengan membuka facebook dan lalai dari kebiasaan orang orang shalih yaitu kapanpun dan dimanapun selalu memperbanyak istighfar, memanfaatkan waktu yang teramat mahal harganya ini.
Salaf mencuri waktu untuk beristighfar….Kiranya contoh kecil dari Imam Malik ini sungguh memberi teladan kepada kita, dahulu Imam Malik ketika memberikan kajian karena belum ada pengeras suara maka kebiasaan jaman dahulu adalah ada penyambung perkataannya, nah ketika si penyambung ini sedang menyampaikan ulasan dan kajian sang Imam beliau manfaatkan waktu yang demikian singkat ini untuk beristighfar, bahkan Hasan Bashri mewasiatkan agar kita membanyakkan membaca istighfar di meja meja makan kita, rumah rumah, jalan jalan, pasar pasar karena Allah memiliki suatu waktu yang tidak diketahui seorangpun untuk mengampuni hambaNya. Demikian juga wasiat Luqman Hakim untuk putranya agar senantiasa membaca istighfar.
Bijak menyikapi jejaring sosial
Jejaring sosial adalah fasilitas yang mubah, kita tidak berdosa memanfaatkannya sebatas pada hal hal yang tidak bermaksiyat kepada Allah, namun sesuatu yang mubah ini jika justru melalaikan kita, menyita sebagian waktu kita hanya untuk hal hal yang tidak urgent namun sekedar main main dan sendau gurau tentu ini jauh dari sikap seorang mukmin. Mari kita evaluasi…
Setelah sholat subuh langsung buka laptop kemudian login, buka status yang telah di update tadi malam padahal statusnya kurang bermanfaat sekedar curhat atau main main. Lalu di kantor ada waktu longgar sedikit langsung buka facebook update status, kadang statusnya hanya mengeluh kerjaan, membicarakan kejelekan atasan, dan hal hal yang tidak penting. Sore hari pulang kerja ada jeda waktu langsung buka facebook awalnya niatnya berusaha mencari link link yang bermanfaat tapi ada teman yang ngasih link yang sebenarnya kurang bermanfaat karena penasaran terus ditelusuri sampai akhirnya dapat gosip gosip artis kita ikut ghibah, padahal kalau ini diterusin berita berita artis itu bisa bikin kita sakit hati. Udah adzan maghrib…masih juga update status… ba’da isya’ buka laptop lagi mencurahkan uneg uneg kadang malah cerita tentang amalan nya di siang hari, tadi puasa senin kamis atau tadi sempat sedekah ke panti asuhan yang kadang tidak kita sadari menggugurkan pahala kita. Jika demikian lantas kapan kita berdzikir, kapan kita menuntut ilmu, kapan kita berdakwah, membantu orang tua, menolong saudara kita, menghafal al Qur’an? memang beraktifitas kebaikan di dunia maya boleh namun porsi di dunia nyata harus lebih banyak, karena menuntut ilmu, berdakwah lewat dunia nyata berbeda keutamaannya. Para da’i, ulama, ustadz banyak yang memiliki akun facebook namun mereka lebih banyak beramal di dunia nyata.
Terkadang lebih baik HP tanpa internet
Sebaiknya memang kita menjadi mufti untuk diri kita sendiri sejauh mana kebutuhan kita akan internet, tidak setiap orang semuanya membutuhkan internet dalam porsi yang besar, sebab ternyata banyak juga tidak butuhnya selain sekedar untuk iseng iseng….misal ketika kita menunggu bus di halte, iseng iseng buka HP update status via blackberry…”Masih nunggu Bus. Alhamdulillah kerjaan cepat selesai. tunggu ana ya”…lalu terjadi aksi saling berbalas….padahal menit menit di halte tadi bisa kita pergunakan untuk banyak beristighfar kepada Allah atas dosa dosa kita seharian tadi..
Jangan abaikan Istighfar dan Dzikir karena Istighfar membuat hidup kita menjadi mudah…dan juga dzikir membuat kita memiliki kekuatan yang tidak akan kita miliki jika kita tidak berdzikir..kekuatan yang menakjubkan…Rosul bersabda ada mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka yaitu mata yang senantiasa berjaga mengingat Allah, ada juga mata yang dinaungi Allah ketika tidak ada naungan yakni mata yang selalu berlinang air mata karena mengingat Allah. Kata Rosul juga ada kalimat dzikir yang ringan diucapkan namun berat di timbangan, yaitu Subhanallah wabihamdih Subhanallahil azhiem, kalimat yang memenuhi langit adalah ucapan Alhamdulillah, jika kita mengucapkan Subhanallah wabihamdih 100x di waktu pagi dan petang dosa dosa kita akan diampuni meski sebanyak buih di lautan, nah bukankah ini sebenarnya mudah kita amalkan? mengapa kita lebih senang mengisi waktu dengan buka facebook, update status dan comment terhadap hal hal yang sebenarnya hanya main main dan tidak bermanfaat, namun bagi orang orang yang memang pekerjaannya menuntut selalu di depan internet dan komputer tentunya tidak masalah karena memang itu keahliannya, namun hendaknya tetap menjaga diri dengan melakukan hal hal yang bermanfaat dan menghindari membuang buang waktu….
Semoga artikel ini bermanfaat terutama untuk diri saya sendiri dalam rangka melaksanakan amanah hidup..karena”’HIDUP ADALAH MENGELOLA WAKTU DILUAR SHOLAT FARDHU”’kalimat yang selalu terngiang di telinga saya…..

Read Full Post »

Teladan Supir Taksi (1)

Oleh Herwinto

Sopir adalah pekerjaan yang mungkin oleh sebagian orang dianggap remeh, namun kali ini kita harus banyak menimba ilmu dari sopir yang satu ini. Suatu ketika seseorang menumpang sebuah taksi di kota Riyad untuk perjalanan yang tidak begitu jauh hanya butuh waktu sekitar 10 menit, namun sang penumpang dibuat terhenyak ketika di dalam taksi dia menyaksikan sebuah suasana yang berbeda, sang sopir ini dalam perjalanan mengantar penumpangnya melantunkan surat di dalam al Qur’an yakni surat Yusuf, dan hebatnya sang sopir membaca tanpa mushaf alias dengan hafalan. Maka terjadilah dialog berikut ini

Penumpang : Engkau menghafalkan al Qur’an?
Sopir : Ya Benar…
Penumpang : Berapa juz yang telah Engkau hafal?
Sopir : 5 juz…… tapi saya hanya menghafal ketika di dalam taksi
Penumpang : Masya Allah…..Itu sudah luar biasa !!!
Penumpang : Kau berasal dari mana?
Sopir : Ethiopia

Demikianlah dialog singkat dalam perjalanan menuju tujuan, dan diakhir waktu sebelum sang penumpang turun, sang sopir sempat memberi nasehat yang berharga kepada penumpangnya agar selalu menjaga dan mengamalkan al Qur’an, bahkan sang sopir pun sempat menukil perkataan Imam Syafi’i berkenaan dengan masalah tilawah Qur’an…….subhanallah…Indah !!!!!

Pelajaran yang kita petik adalah…..

1.Siapapun kita dan apapun profesi kita entah karyawan, manager, satpam, sopir, guru, mahasiswa, pembantu rumah tangga, buruh jika kita punya kehendak dan semangat kita pun bisa menghafal al Qur’an. 2. Manfaatkanlah setiap waktu kita disela sela kesibukan bila ada kesempatan dengan membaca dan bahkan menghafalkan al Qur’an 3. Waktu luang jangan dibuang sia sia, manfaatkanlah dengan sebaik baiknya untuk membaca, mentadabur atau menghafalkan al Qur’an. 4. Setiap waktu gunakan untuk berdakwah atau memberi nasehat sebagaimana sopir taksi tadi menyempatkan memberi nasehat penumpangnya tentang keutamaan membaca al Qur’an. 5. Bertemu dengan orang sholeh bisa membuat hati kita semakin hidup, tambah bersemangat, menghilangkan gundah gulana dan kesempitan hidup, maka benar perkataan para ulama salaf bahwa memandang wajah orang mukmin yang sholeh bisa membuat hati menjadi hidup, hati menjadi bercahaya, tidak aneh jika dahulu para salafusholih sedang kurang bersemangat dan tidak tegar dalam beribadah mereka pun mendatangi orang sholeh lainnya.

Abdullah bin Mubarok berkata : Jika kami memandang Fudhail Bin ‘Iyadh maka kami menjadi sangat sedih dan merasa ibadah kami penuh kekurangan…..

Ibnul Qoyyim berkata : Kami murid murid Ibnu Taimiyah jika merasakan gundah gulana atau timbul prasangka prasangka buruk atau kami merasakan kesempitan hidup maka kami mendatangi guru kami Ibnu Taimiyah,…. maka hanya dengan memandang wajah beliau dan mendengar nasehat nasehat beliau serta merta hilang segala gundah gulana yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang.

Semoga kita semakin bersemangat untuk menjadi penghafal al Qur’an…..

Read Full Post »

Olah Raga dan Kanker

image

Read Full Post »

image


Berita diambul dari Media Indonesia 14 September 2013.

Read Full Post »

Older Posts »