Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2013

image

Demikianlah demi menghormati undangan, seseorang membeli sepatu baru untuk menghadiri akad nikah di sebuah masjid di Ciledug, Tangerang. Masih ada label harga sepatu Rp. 199 ribu.

Advertisements

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Sekedar berbagi kebahagiaan saja ….

Gak tahu kenapa tahu-tahu saya merasa plong, lega dan sekaligus berdebar-debar menandakan rasa senang dan semangat yang campur aduk ndak keruan, bahkan kadang teringat masa kecil dan remaja. Sebenarnya prosesnya sudah cukup lama, sekitar dua bulan lalu saat seorang senior saya yang juga sahabat baik kakak saya, mas Henky, yaitu mas Panji Bondan yang berencana akan menikahkan anaknya di awal bulan Mei. Jujur saja saat itu saya gamang mengingat jadwal pekerjaan saya sepertinya bakalan padat karena ada kajian yang menyangkut banyak institusi meski dikoordinir di bawah satu institusi. Namun tetap saja bakalan menumpuk apalagi ditambah dengan kegiatan reformasi birokrasi. Namun setelah melalui perencanaan matang dan sekaligus menjadwal lebih cepat beberapa kegiatan dan kemudian adanya banyak undangan nikah selama akhir bulan April sehingga ada undangan di Surabaya pada akhir minggu ini (27 April) yang terpaksa saya batalkan karena komitmen yang lebih dulu datang dengan undangan di Jakarta. Memang saya sudah menjadwalkan mau memenuhi undangan mas Panji tersebut yang rencananya digelar di kota kelahiran dan kesayangan saya: Madiun.

Setelah dihitung matang dari segi pemanfaatan waktu dan juga perencanaan pekerjaan, ditambah provokasi SMS dari mas Henky, akhirnya JRENG! saya harus pergi. Namun itu masih berupa keputusan yang masih ada di pikiran dan masih belum berupa tindakan. Nah …tadi malam saya langsung cek jadwal kereta api di situs tiket.com dan saya ikuti semua proses di situs tersebut dan akhirnya saya melakukan dua buah klik yang strategis:

  • Kilk pertama adalah saat saya memilih membeli tiket kereta api Bima dengan ETD Jumat 3 Mei 2013 jam 17:00 dari Gambir dan ETA Madiun 2:35.
  • Klik kedua adalah saat saya memilih tanggal pulang dari Madiun dengan kereta api Gajayana dimana ETD hari Minggu, 5 Mei 2013 jam 20:00 dan ETA Gambir sekitar jam 6:10 esok harinya.

Lega rasanya … Namun itu belum benar2 keputusan yang merepresentasikan tindakan karena baru memutuskan memesan. Lha yang namanya membeli itu kalau sudah “membayar”. Maka saya segera melakukan pembayaran untuk dua klik di atas menggunakan KLIK BCA dan dalam tempo tak lebih dari 5 menit setelah klik kedua diatas maka saya melakukan the final ORGASMIC KLIK saat di KlikBCA saya membayar dua perjalanan tersebut, PLOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG ……!!! Lega sudah rasanya ….

Dan sejak orgasmic klik tersebut kebahagiaan ‘baru’ pun dimulai ……Tentunya ini hanya kebahagian duniawi … yang dimulai dari jari tangan saya nge KLIK pembayaran. Yo ben lah ..ora opo2 .. Mosok bahagia nang ndonya ora entuk?

Berbarengan dengan rasa bahagia karena mengunjungi (lagi) kota kelahiran yang sangat saya cintai adalah berkecamuknya rencana kunjungan yang serba banyak dan segudang sehingga ada kesan muluk2 … ha ha ha ha ha … Maklum …kalau ke Madiun rasanya saya seperti anak kecil jingkrak-jingkrak karena mendapatkan es krim dari ibunya ……ha ha ha ha ,,……jiyaaannn nduwesit pol!!!

Segudang kisah sudah tertoreh di blog ini tentang kota Madiun ini dan alasan kenapa saya selalu girang hati bila berencana mengunjungi kota ini. Memang, kenangan masa kecil dan remaja saya di Madiun tak semuanya kisah suka karena dukanya juga ndak kalah banyak. Kalau mau dibukukan,saya yakin lebih dowahzyat (sampek idune muncrat!) dibandingkan kisah Laskar Pelangi. Sayangnya …saya takut terkenal. Bukankah Rasul menganjurkan kita agar tidak menjadi orang terkenal? (alasan …. wong pancen wong cilik wae!!!). Suwer …anjuran Rasul itu bagus, kita harus zuhud dan tawadhu …..

But that’s history …. Let’s face the future! – Halah!!! ….giyaya men to Tot Tot …cah ndesit wae sok keminggris! Saya tak perlu mengulang lagi alasan-alasan kecintaan saya sama Madiun, namun yang jelas di kepala saya sudah langsung ada PLOT dahzyat ini:

  1. Saya harus bawa sepeda agar di Madiun bisa bebas menentukan mau kemana hati ini pengen berlabuh … ha ha ha …. So pasti, saya akan bawa si Bromie karena ringkes dan enak digowesnya …. Rencana mau gowes dari kantor ke Gambir hari Jumat 3 Mei nanti.
  2. Di dalam Bima saya akan tidur awal dan sudah berencana kebiasaan saya ngopi saat kerja akan saya stop hari itu biar malemnya bisa tidur di kereta dari jam 21:00 paling malem; kalau bisa. Makanya saya melakukan gowes biar tidurnya angler kalu bisa ngilerin tetangga di sebelah saya …Kapok mu kapan!
  3. Saya akan bangun pukul 2:00 bukan untuk tahajjud namun mau mempersiapkan denyut jantung agar tak terlalu deg-degan saat mau masuk Madiun. Dada saya selalu bergetar kalau melewati jembatan Winongo yang nuansamatik jadulsonic itu … Biyuh biyuh …..! Biasanya kalau sudah dekat Winongo, sekitar 30 menit sebelumnya saya sudah berdiri di bordes sambil nginceng keluar melihat situasi Winongo meski gelap sekalipun.
  4. Sesampai di stasiun Madiun, saya akan langsung setting sepedah dan langsung andok sego pecel di depan setasiun. Inilah alasan utama saya memilih Bima karena sego pecel ini bukanya jam 2 pagi dan pas Subuh sudah habis. Huwenak banget sego pecelnya. Sebenernya banyak sego pecel enak di Madiun, namun yang ini ada satu keunikan yang tak dimiliki lainnya: pedes! Lha kalau saya naik Gajayana yo telat….. wis entek .. Bakule wis kukutan wong Gajayana masuk Madiun jam 5 pagi.
  5. Setelah maem sego pecel (biasanya 2 pincuk) dan istirohat sejenak sambil ngeteh, saya akan gowes ke Hotel Merdeka untuk menitipkan tas ransel dan langsung menuju masjid Agung buat shalat Subuh berjamaah … Aduh … jiyaaannnn mbrebes mili aku teringat indahnya shalat di masjid nan nuansamatik ini ….. Subhanallah …!!! (sebenernya saya pengen Subuhan di masjid Islamic Center di Jalan Sumatera karena belum pernah; tapi ….sayangnya gak ada kenangan di masjid ini selain dulu ini rumahnya teman saya Hermano….).
  6. Ba’da Subuh saya akan langsung JRENG gowes keliling Madiun. Bulan Juli lalu saya ke Ngebel. Kali ini rasanya akan gowes keliling MORR (Madiun Outer Ring Road – opo enek?) …embuh nanti .. Mungkin ke Maospati terus bablas nGGeneng (inget masa kecil sering nginep di PG Soedhono) terus balik lagi menuju Kanigoro dan yang penting ke dawet Catur nan memorable itu ..Konon katanya temen masih jualan itu es dawet Catur. Moga2 masih ada …
  7. Pulangnya kalau bisa shalat Dzuhur di masjid Taman, kemudian mampir dawet Suronatan …biyuh apa gak kembung tuh peyut??? barulah ba’da Dzuhur masuk Hotel Merdeka …..
  8. Malemnya njagong manten sambil koempoel sama komunitas Mediunan G@mers.
  9. Ahad pagi rencananya, seperti biasa, ikut Kajian Ahad di Islamic Centre. Lnajut gowes lagi ke arah Bagi …. atau sekedar dalam kota aja ….sambill kulineran di Maospati – konon ada rujak cingur huwenak.
  10. Selain itu juga ada rencana ketemu temen2 seangkatan di Madiun yang kebetulan ada: Bambang Cino, Manyu, Sigit, Rahmanta, Herry Pras, Joko Win (kalau sedang di Madiun) ….weleh2 …banyak banget mau punya acara …..ha ha ha ha … Iki jenenge ya’ – ya’ o … ha ha ha ha ha … Wis embuh .. sing penting seneng!
  11. Yang jelas, sebelum ke setasiun menunggu Gajayana, insya Allah saya akan shalat Isya BMW di Islamic Center, terus gowes ke setasiun …. biyuh2 …suwedap tenannnnnnn ….. (kalau bisa sangu putu Jl. Bali).

JRENG!

Wassalamualaikum wr wb.

G

Read Full Post »

Perdagangan Saham

Di sebuah milis yang saya ikuti, beberapa hari yang lalu ada yang berbagi pengalaman mengenai perdagangan saham. Ternyata di milis tersebut ada yang pakar dalam hal ini karena bisa mengungkapkan aspek-aspek teknis dan fundamental. Pada saat kuliah saya pernah belajar Corporate Finance dan ketika membahas mengenai CAPM (capital asset pricing model) saya seperti menemukan dunia saya karena sungguh saya sangat menyukai CAPM yang brilian ini. Prinsip dari CAPM adalah melakukan assessment terhadap kinerja sebuah perusahaan di pasar modal dengan sebuah koefisien yang disebut dengan BETA. Bila beta perusahaan tersebut sebesar 1 (satu) maka setiap pergerakan nilai komposit saham beredar atau IHSG kalau di Indonesia makasahamnya juga bergerak mengikuti sama dengan pergerakan IHSG. Jadi, perusahaan yang BETA nya di atas 1, misalnya 1.1 atau 1.2 atu lebih bisa dikatakan lebih aman karena pergerakan harga sahamnya selalu di atas IHSG tadi. Prinsipnya begitulah kira-kira. Dari CAPM kemudian saya kaitkan dengan konsep EVA (economic value added) yang duu secara berseri saya tulis serangkaian artikel di majalah USAHAWAN terbitan LPEM Universitas Indonesia.

Dalam sebuah liqo yang dipimpin oleh ustadz Ade Purnama pernah disinggung mengenai pemilikan saham bagi seorang muslim yang inti sarinya saya uraikan di bawah berdasarkan pemahaman saya.

Bila saham dibeli dengan niat sebagai investasi jangka panjang, artinya setelah beli dianggap sebagai tabungan dan ketika suatu ketika ada kebutuhan dana, kemudian dicairkan – maka transaksi seperti ini jelas halal hukumnya. Mengapa? Karena niatnya adalah sebagai investasi jangka panjang. Namun bila niatnya untuk mendapatkan “capital gain” dari pergerakan harga saham dalam interval yang singkat bahkan bisa dalam hitungan detik, berarti jelas ada unsur spekulatif – maka transaksi seperti ini diharamkan atau tidak syar’ii.

Kemudian saya browsing ke internet pagi ini dan mendapatkan prinsip yang diulas di bawah ini berdasakan link ini. (isinya saya copas di bawah)

Jelas sekali dalam perdagangan saham dengan niat mencari capital gain akan melanggar prinsip ini:

# Esensi maysir: setiap transaksi yang bersifat spekulatif dan tidak berkaitan dengan produktivitas serta bersifat perjudian (gambling).

Hal ini sudah jelas adanya, jadi tidak perlu penjelasan lebih lanjut. Bila niatnya untuk mendapatkan “gain” jangka pendek, sebagai seorang muslim seharusnya hal ini dihindari. Namun bila membeli saham saat IPO atau tidak namun buat keperluan investasi jangka panjang, tentu tidak masalah bagi seorang muslim.

Semoga kita semua diberi bimbingan oleh Allah untuk selalu mendapatkan rizki dariNya dan bukan pendapatan dari kegiatan yang tak sesuai dengan konsep transaksi syariah.

Aamiin

Salam,

Gatot

———–

# Prinsip transaksi syariah: (1) persaudaraan, (2) keadilan, (3) kemaslahatan, (4) keseimbangan, dan (5) universalisme.

# Prinsip persaudaraan (ukhuwah): nilai universal yang menata interaksi sosial, harmonisasi kepentingan, saling menolong & memberi manfaat.

# Transaksi syariah menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam memperoleh manfaat (sharing economics).

# Dalam prinsip ukhuwah (persaudaraan), seseorang tidak boleh mendapat keuntungan di atas kerugian orang lain.

# Prinsip ukhuwah: saling mengenal (ta’aruf), memahami (tafahum), menolong (ta’awun), menjamin (takaful), bersinergi, beraliansi (tahaluf).

# Prinsip keadilan (‘adalah): tempatkan sesuatu pada tempatnya, berikan sesuatu pada yang berhak, perlakukan sesuatu sesuai posisinya.

# Implementasi keadilan dalam kegiatan usaha berupa aturan prinsip muamalah yang melarang adanya unsur riba, zalim, maysir, gharar, haram.

# (a) riba (unsur bunga dalam segala bentuk dan jenisnya, baik riba nasiah maupunfadhl).

# (b) zalim (unsur yang merugikan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan).

# (c) maysir (unsur judi dan sikap spekulatif), (d) gharar (unsur ketidakjelasan).

# (e) haram (unsur haram baik dalam barang maupun jasa serta aktivitas operasional yang terkait).

# Esensi riba: tambahan pada pokok piutang yang dipersyaratkan dalam transaksi pinjaman serta derivasinya dan transaksi tidak tunai lainnya.

# Esensi riba: tambahan yang dipersyaratkan pada transaksi pertukaran antarbarang ribawi termasuk pertukaran uang (money exchange).

Money Exchange ini yang sejenis secara tunai maupun tangguh dan yang tidak sejenis secara tidak tunai.

# Esensi kezaliman (dzulm) adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, memberikan sesuatu tidak sesuai ukuran, kualitas dan temponya

# Esensi Kezaliman: mengambil sesuatu yang bukan haknya dan memperlakukan sesuatu tidak sesuai posisinya.

# Kezaliman dapat menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya sebagian.

# Kezaliman dapat membawa kemudaratan bagi salah satu pihak atau pihak-pihak yang melakukan transaksi.

# Esensi maysir: setiap transaksi yang bersifat spekulatif dan tidak berkaitan dengan produktivitas serta bersifat perjudian (gambling).

# Esensi gharar: transaksi mengandung unsur ketidakjelasan, manipulasi, eksploitasi informasi dan tidak adanya kepastian pelaksanaan akad.

# Sementara esensi haram adalah segala unsur yang dilarang secara tegas dalam Alquran dan As-sunnah.

# Haram ini dibagi menjadi dua, yakni (a) haram li-dzatih; (b) haram li-ghairih/’aridhi.

# Haram li-dzatih adalah haram yang terdapat dalam zat/perbuatan itu sendiri, contoh: minum khamr, makan bangkai, darah, dan lain-lain.

Haram li-ghairih adalah perbuatan yang diharamkan selain karena zat-nya. Contoh: akad/transaksi yang dilarang.

# Prinsip Kemaslahatan (mashlahah): segala kebaikan & manfaat berdimensi duniawi &ukhrawi, material & spiritual, individual & kolektif.

# Kemaslahatan harus memenuhi dua unsur yakni kepatuhan syariah (halal) serta bermanfaat dan membawa kebaikan (thayyib) dalam semua aspek.

# Transaksi syariah yang bermaslahat harus memenuhi secara keseluruhan unsur-unsur yang menjadi tujuan ketetapan syariah (maqasid syariah).

Maqashid Syariah: (a) akidah, keimanan dan ketakwaan, (b) intelek, (c) keturunan, (d) jiwa dan keselamatan, dan (e) harta benda.

# Prinsip Keseimbangan (tawazun): aspek material/spiritual, privat/publik, sektor keuangan/riil, bisnis/sosial, pemanfaatan/pelestarian.

# Transaksi syariah tidak hanya menekankan pada maksimalisasi keuntungan perusahaan semata untuk kepentingan pemilik (shareholder).

# Manfaat yang didapatkan tidak hanya fokus pada pemegang saham, tetapi pada semua pihak yang terkait dengan suatu kegiatan ekonomi.

# Prinsip universalisme (syumuliyah) esensinya dapat dilakukan oleh, dengan, dan untuk semua pihak yang berkepentingan (stakeholder).

# Universalisme tidak membedakan suku, agama, ras dan golongan, sesuai dengan semangat kerahmatan semesta (rahmatan lil alamin).

# Transaksi syariah terikat dengan nilai-nilai etis meliputi aktivitas sektor keuangan dan sektor riil yang dilakukan secara koheren.

# Koherensi dijalankan tanpa dikotomi sehingga keberadaan dan nilai uang merupakan cerminan aktivitas investasi dan perdagangan.

# Implementasi transaksi sesuai paradigma dan azas transaksi syariah tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money).

# Karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan risiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut.

# Hal ini sesuai dengan kaidah fikih al-ghunmu bil ghurmi (no gain without accompanying risk).

# Transaksi syariah dilakukan berdasarkan perjanjian yang jelas dan benar serta untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain.

# Dalam transaksi syariah tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad.

# Dalam transaksi syariah tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan (ta’alluq) dalam satu akad.

# Syariah tidak membenarkan distorsi harga melalui rekayasa permintaan, maupun rekayasa penawaran serta tidak boleh ada unsur suap.

# Transaksi syariah dapat berupa aktivitas bisnis yang bersifat komersial maupun aktivitas sosial yang bersifat nonkomersial.

# Transaksi komersial dilakukan bisa dengan investasi bagi hasil; jual beli barang; atau pemberian layanan jasa untuk mendapatkan imbalan.

# Transaksi nonkomersial bisa dengan pemberian pinjaman; penghimpunan & penyaluran dana sosial: zakat, infak, sedekah, wakaf dan hibah.

esharianomics.com

foto typepad.com

Read Full Post »

Jadilah seperti Jantung

Jangan tertipu dgn usia muda, krn syarat mati tdk hrs tua….

Jangan terpedaya dgn badan sehat, krn syarat mati tdk hrs sakit….

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasehat yg baik, walau tak bnyk org mengenalmu
Cukuplah Allah mengenalmu lebih dr yg lain.

Jadilah spt jantung yg tdk terlihat, tapi terus berdenyut setiap saat, hingga membuat kita terus hidup sampai diberhentikan oleh-Nya.

Dikirim oleh:
Hadi

Read Full Post »

image

Kajian ba'da Dzuhur di mushalla At Taqwa - Gedung Kementerian BUMN

Kemarin, Selasa 23 April 2013, saya shalat Dzuhur berjamaah di mushalla At Taqwa yang berlokasi di Basement gedung Kementerian BUMN. Setelah shalat ternyata ada kajian Dzuhur dipimpin oleh ustadz Jaya Rohmat (?). Kajiannya mengenai tauhid yang menurutnya karena sangat mendasarnya dan sangat pentingnya sehingga jarang dibahas, yaitu syahadat. Padahal syarat pertama syahadat adalah ilmu. Kita harus faham betul maknanya, tidak sekedar mengucapkan saja tapi benar2 diresapi dalam hati dan pikiran. Shalat itu nomer dua, sedangkan syahadat itu nomer satu. Percuma rajin shalat dan ibadah lainnya namun syahadatnya tidak lurus. Ibaratnya orang bekerja di perusahaan. Orang bisa aja pinter dan terampil mengerjakan pekerjaan tertentu atau ahli di bidangnya. Namun yg lebih penting adalah ia diterima dulu sebagai karyawan perusahaan tersebut. Bila ia bekerja tapi belum diterima ya jadinya ngerecokin saja. Sama saja dengan ibadah shalat tanpa tauhid yang lurus ya percuma juga. Islam tak mengenal hal-hal yang tercampur dengannya , misalnya:

1. Bila setelah kajian ini di luar sana kita disuguhi es dawet satu baskom besar buat kita semua, kira2 banyak yang tertarik tidak? Tentu banyak! Saya juga mau. Tapi misalnya kita tahu ada sedikit saja tahi kucing tercampur di es dawet tersebut apakah kita masih mau meminumnya? Tentu tidak! Begitulah Islam ….tak mau dicampuri yang lain, walaupun sedikit. Ya dawet tadi, sekali tercampuri tahi kucing maka namanya bukan dawet lagi, tapi tahi kucing!

2. Islam menyetujui tidak bila umatnya semedi di candi Prambanan atau Borobudur? Tidak! Mengapa? Karena tidak ada perintahnya di ajaran Islam. Jadi, kalau tak ada perintahnya ya jangan dikerjain.

3. Upacara tujuh bulan buat bayi juga tak ada perintahnya, jadi ya tidak usah diikuti! Ada lagi yang di dalam upacara tujuh bulan si jabang bayi dibacain surah Yusuf katanya biar ganteng. Semua itu tak ada dalilnya. Bagaimana kalau sudah terlanjur melakukan? Gampang ….. taubat! Memang dosa yang tak bisa diampuni ya syirik. Tapi itu kalau sampai menjelang ajal masih syirik. Tapi kalau sudah taubat ya insya Allah diampuni. Bagaimana kalau ikut karena banyak yang melakukannya? Hati2 …. ada ayatnya di Quran tentang hal ini karena orang kebanyakan justru menyesatkan. Ambil contoh saja Rasul yang jelas2 orang pilihan Allah. Apa beliau tak ada yang membenci? Ada dan banyak, lebih banyak yang tidak suka dibandingkan dengan yang suka. Padahal itu junjungan kita semua, pilihan Allah, manusia terbaik yang pernah ada di dunia ini. Apalagi saya ….ya tentu ada yang tak suka. Kesimpulannya ya jangan takut berbeda dari kebanyakan orang asal dalil kita Al Quran dan hadits.

Read Full Post »

Hari ini Gowes Full

Sejak beberapa hari sebelumnya saya sudah merencanakan bahwa pada hari Selasa ini akan gowes secara penuh dari rumah hingga mengikuti rapat di gedung Kementerian BUMN. Yang saya tahu gedung ini bisa diakses dari belakang melalui Jl. Kebonsirih. Karena mengetahui hal ini maka saya putuskan gowes secara penuh, artinya ya termasuk mandi dan jemur pakaian. Saya tahu di Jl. kebonsirih ada masjid yang sangat nyaman bagi pesepeda seperti saya dimana di masjid tersebut ada fasilitas kamar mandi yang bersih lengkap dengan showernya. Memang tak ada air panas sih. Tapi kan hadits tentang bagusnya air pada temperatur ruang, artinya bukan air panas. Makanya saya sudah terbiasa dengan mandi air biasa (dingin).

Syarat Kamar Mandi

Memang kalau mau gowes full perlengkapannya banyak sekali selain peralatan kerja seperti laptop. Saya harus bawa perlengkapan mandi: sabun mandi dan sabun muka, sikat gigi dan pasta gigi, shampoo, handuk, sisir, parfum (biar wangi dunk ….). Yang tak kalah pentingnya adalah membawa tas plastik sebagai tempat menyimpan baju basah atau kotor. Yang terpenting bagi pesepeda adalah kamar mandi. Syarat kamar mandi memang sulit ditemui di beberapa gedung perkantorn. Pertama, harus ada perbedaan elevasi lantai kamar mandi dengan keseluruhan ruangan toilet. Elevasi kamar mandi harus lebih rendah daripada lantai lainnya karena kalau tidak, air akan luber kemana-mana. Ini yang paling sulit karena banyak gedung memiliki lantai dengan elevasi yang sama alias rata.

Di dalam kamar mandi harus ada selang air atau keran air dengan ember plus gayungnya. Persyaratan ini banyak dijumpai di kebanyakan gedung perkantor. Bahkan, bila kamar mandinya berupa kloset namun ada selang air, itu sudah sangat cukup.

Untungnya, di masjid langganan saya ini dua syarat tersebut ada plus punya shower sehingga memudahkan mandi seperti halnya di rumah saja.

Di masjid yang berlokasi di Jl kebonsirih

Di masjid yang berlokasi di Jl kebonsirih

Tempat Parkir Sepeda

Jarang perkantoran menyediakan parkir khusus sepeda. Namun ini bukan masalah karena bisa disatukan dengan parkir motor. Masalahnya, di beberapa perkantoran atau gedung, seperti di Pacific Place, parkir motor di lantai paling bawah alias P3 sehingga kalau sepedanya single speed, ya harus nuntun saat keluar gedung. Tapi kalau spedanya multi-spee, saya malah suka karena latihan nanjak. Dulu saya sering ketemu teman di PP karena pertimbangan parkir motornya asik di bawah dan sekalian saya berlatih nanjak pas pulangnya. Namun sekarang PP sudah memiliki parkir khusus sepeda.

Parkir sepeda di Gedung KemenBUMN ternyata nyaman karena disatukan dengan parkir motor di luar gedung namun beratap, dan juga ada dua penjaganya. Saya lihat ada sekurangnya tiga sepeda.

Rumah kuno di komplek KemenBUMN. Parker sepeda ada di sebelah kiri dari rumah kuno ini.

Rumah kuno di komplek KemenBUMN. Parker sepeda ada di sebelah kiri dari rumah kuno ini.

 

Di parkir motor

Di parkir motor

 

Tanah Abang-20130423-05624

Gowes Santai sambil Dinikmati

Singkat cerita, perjalanan dari rumah ke Kebonsirih yang berjarak 16 KM saya tempuh dalam waktu 55 menit; berangkat pukul 6:20 dan tiba di kebonsirih jam 7:15. Setiap kayuhan pedal saya nikmati dengan santai apalagi di saat masuk area Sudirman – Thamrin dimana kemacetan jalur cepat dan lambat sudah terjadi sekitar pukul 7. Rupanya semua mobil berburu habisnya jam three in one.

Setelah istirahat sekitar 15 menit sambil mengeringkan keringat, saya mandi dan ganti baju kerja resmi menggunakan batik. Enaknya pake batik itu satu: tak perlu membawa ikat pinggang. Bagi sepeda, membawa ikat pinggang itu menambah beban aja. Selesai mandi saya langsung shalat dhuha dan kemudian dengan baju rapi dan bau badan wangi gowes lagi menuju kantor KemenBUMN. Oukul 8:40 saya sudah sampai di parkiran sepeda (motor) di lantai atau halaman belakang kantor.

Setelah seharian ada urusan di kemenBUMN tersebut, pada jam 16:45 saya gowes lagi menuju kantor Indosat untuk ikut liqo di situ, rutin Selasa sore. Pulangnya mampir Isya di masjid Baitul Ikhsan (BI) dan lanjut pulang …sampe rumah jam 201:15…

Suasana kemacetan di Jl Sudirman ketika gowes pulang .... Untung bersepeda!!!

Suasana kemacetan di Jl Sudirman ketika gowes pulang …. Untung bersepeda!!!

Puwaaaaaasssssszzzz…..

Kesimpulan: Gowes full ternyata nikmat dan harus dilanjutkan ….! Saya sudah hampir tiap hari gowes full. Mengapa posting ini saya buat karena kali ini saya rapatnya ke tempat yang bukan sehari-hari saya ada di situ sehingga bawaan tambah lagi: sepatu kerja. Bila saya berada selama berbulan-bulan di sebuah kantor tertentu, saya selalu menaruh sepatu kerja di kantor karena sepatu gowes saya berbeda dengan sepatu kerja, yaitu sepatu sandal Crocs.

Mari kita gunakan sepeda sebagai alat transportasi utama … Enak lho, bebas sekali rasanya …

Salam,

G

Read Full Post »

Biar Aman

Ada-ada saja, sandal jepit dipotong di banyak sudutnya agar aman tak dicuri orang .... (Mushalla Indosat, lantai 23, ba'da Maghrib)

Ada-ada saja, sandal jepit dipotong di banyak sudutnya agar aman tak dicuri orang …. (Mushalla Indosat, lantai 23, ba’da Maghrib)

Read Full Post »

Older Posts »