Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2017

Sesaat sebelum iqamah shalat Isya berjamaah di Masjid Nurul Iman,  Blok M Square,  hari ini Pengurus Masjid mengumumkan hasil keputusan pemerintah terkait jatuhnya 1 Syawal 1438 H pada Ahad,  25 Juni 2017. Pengumuman ini sudah rutin saya dengar bertahun-tahun dan mestinya biasa saja karena:

  • Sejak dimulainya Ramadhan saja semua muslimin melaksanakan serentak tanpa ada perbedaan kapan mulai berpuasa
  • Jauh hari sudah ada kepastian berdasarkan perhitungan para ahli bahwa 1 Syawal akan bertepatan dengan Ahad,  25 Juni.  Tak ada yang menyangsikan dan semakin hari semakin yakin bahwa tahun ini kita berpuasa hanya selama 29 hari. 

Namun saat pengurus mesjid melontarkan kata ini:

Berarti resmi kita telah berpisah dengan Ramadhan  …

Bagaikan halilintar menyambar ubun-ubun,  saya langsung sedih luar biasa menerima kenyataan ini dan tanpa saya sadari air mata meleleh.  Sedih pol rasanya.  Duh… Begitu banyak penyesalan langsung keluar di benak dengan cepat atas kekecewaan tidak menjalani ibadah dengan baik:

  • Kurang khusyunya qiyyamul lail
  • Kurang intens nya interaksi dengan Quran padahal pahalanya pada Ramadhan bisa berlipat-lipat hingga 700 kali bahkan lebih,  tergantung ikhlasnya hati
  • Kurang banyaknya dzikir dan kurang menghayati maknanya
  • Kurang serius dan banyak dalam istighfar
  • Kurang banyak sedekah padahal pahalanya maha dahzyat,  dan jangan2 kurang ikhlas saat bersedekah?  Astaghfirullah!!! 
  • Kurang bayar zakat? Bisa jadi!  Masih galau mengenai zakat profesi,  misalnya.  Atau masih salah dalam menghitung zakat? Asraghfirullah.
  • Kurang optimal dalam manajemen waktu sehingga banyak tidur,  bahkan salah menyikapi pepatah bahwa tidurnya orang puasa adalah ibadah. 
  • Luputnya lailatul qadr karena kelalaian diri atau neremehkannya,  kurang serius? 
  • Kurang sabar padahal kemarahan membatalkan puasa,  hanya mendapatkan dahaga dan lapar sementara pahala raib alias nihil karena tak bisa mengendalikan amarah meski dalam hati. 

Ah,  sesak sekali rasanya.  Saya semakin sadar bahwa perlu dengan serius belajar ikhlas dan belajar lebih mencintai Allah dan RasulNya. 

Ya Allah,  sampaikan usiaku untuk bisa masuk ke Ramadhan 1439 H dengan persiapan yang jauh lebih matang sehingga jauh lebih khusyu,  lebih ikhlas dari tahun ini.  Aamiin Ya Rabb! 

Read Full Post »

Kajian menjelang buka puasa bersama terakhir di Ramadhan 1438 H,  Masjid Nurul Iman Blok M Square,  29 Ramadhan 1438 H (24/06/2017)

—-

Ibnu Abbas (meninggal 3 tahun sebelum Hijrah) – Tirmizi – ketika masih kanak-kanak dinasehati oleh Rasul:

Hai nak,  Aku ingin mengajari kamu sesuatu yang penting: Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu. 

Menjaga syariat2nya,  menjaga hak2nya., termasuk yang sangat penting: tidak menyekutukannnya dengan siapapun. 

Allah berada di Arsy bukan dimana-mana. 

Menjaga Allah dengan benar. Kalau seluruh kaum bersatu membuat faedah untukmu tak akan terjadi bila tak ada ijin Allah Taala. 

Al Baqarah 40

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

Yunus 107

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

At Taubah 60

(salah,  lupa ayatnya,  catatan di email tak tersimpan) 

Musti dicari juga hadits nya. 

Ini sudah dapat:

https://muslim.or.id/19367-jagalah-allah-ia-akan-menjagamu.html
Maasya Allah,  hadits yang indah.  Jadi ingat nasehat ustadz Oemar Mita bahwa orang yang bahagia adalah yang setiap saat selalu dikembalikan ke Allah.  Benar sekali.  Hadits ini menegaskan secara gamblang.  Jagalah Allah! 

Read Full Post »

Tiga Perintah Allah

Catatan Ceramah Taraweh 29 Ramadhan 1438 H (23/06/2017) oleh ustadz Abdul Hadi,  Masjid Jami Nurul Ikhlas. 

Lain sakartum

Kalau bersyukur akan ditambah nikmat oleh Allah. Kalau gembira di bulan Ramadhan Allah memasukkan ke surga melalui pintu Ar Royan.  Jalur khusus ke surga. 

Ada tiga perintah di Al Quran,  Imam Nawawi al Bantani:

1. Taati Allah dan Rasul.  Tak bisa hanya ikuti Allah karena gak ada aturan detil shalat kecuali di Hadits. 

2. Taati Allah dan Taati Orang Tua. 

3. Dirikan Shalat,  tunaikan zakat. 

Zakat mensucikan harta.  Duit kita tak hilang tapi kita menyucikan harta kita. Panitia zakat wajib mengunjungi orang kaya yang belum keluarin zakat. Kalau gak bayar zakat,  nanti dia hari akhir dicaplok ular. 

Zakat fitrah wajib setiap orang.  Kalau kita gak bayar zakat fitrah,  gak dilaporkan ibadahnya selama Ramadhan oleh malaikat sebagai kebaikan ke Allah. Mahzab Abu Hanifah boleh zakat fitrah dengan duit. Ketika terima duit belikan beras. 

Dialog dengan ustadz Etika DJ setelah taraweh:

  • Bacaan Quran harus benar makhroj dan qiroahnya
  • Di Jabodetabek saat ini sudah ada 300 ribu masjid. 

Read Full Post »

Ashabul Kahfi (3)

Al Kahfi ayat 6 sd 8:

{فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا (6) إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الأرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلا (7) وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا (8) }

Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an). Sesungguhnya Ka­mi telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar­ benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi ta­nah rata lagi tandus.

Perenungan terhadap kumpulan ayat ini:

  • Semakin meyakinkan kita bahwa tugas dakwah adalah menyampaikan sedangkan hidayah sepenuhnya milik Allah. Rasulullah yang sedih karena banyak kaumnya yang menolak anjuran Islam yang didakwahkan beliau bahkan pamannya sendiri: Abu Lahab, dihibur oleh Allah dengan adanya ayat 6 ini. Tak perlu bersedih. 
  • Dunia ini pada dasarnya ladang ujian untuk melihat siapa saja yang bisa bekerja keras mengatasi ujian yang ditimpakan kepadanya. Seorang mukmin harus berorientasi akhirat namun jangan melupakan bagiannya untuk dunia.  Tujuan akhir harus akhirat dan semua permasalahan yang dijumpai di dunia terasa enteng bila segala sesuatunya ditujukan pada kehidupan akhirat.  Semua masalah hanya sekedar ujian sesangkan kita tahu bahwa Allah tak akan menguji kita diluar kemampuan kita mengatasinya. 
  • Akhirnya segala sesuatu yang ada di bumi ini akan hancur dan rata dengan tanah pada saat kiamat tiba dan itu semua atas Kuasa Allah Taala. Seberapa indah dan gemerlapnya bumi ini, pada akhirnya Allah akan meluluh-lantakkan semuanya. Dia Maha Kuasa dan Maha Perkasa. 

Read Full Post »

Catatan khutbah Jumat (23/06/2017) Masjid Jami Nurul Ikhlas, ustd Ikhwan Hakim,  SQ


Masih suasana Ramadhan hari2 terakhir. 

Masih ada diantara sunnah Rasul,  ada lagi sunnah di bulan Syawal nanti selama 6 hari.  Mudah2an kita bisa menjalankan.. Pahalanya besar bahkan beberapa hadits menjelaskan kemuliaan ini.  Hadits dari sahabat Abi Ayub,  riwayat Muslim:

Barangsiapa yg berpuasa di bulan Ramadhan lalu mengikuti puasa 6 hari di bulan Syawal maka ia seperti berpuasa penuh selama setahun. 

Dari Umar bin Khaththabb,  Nabi:

Barangsiapa puasa di Ramadhan disertai 6 hari sunnah di Syawal maka Allah akan ampuni dosa2nya seperti bayi yg baru dilahirkan. 

Al faqir teringat riwayat dari Nabi SAW dari Irsyadul Ibad: ada hadits bersumber dari Ibnu Huzaimah,  Nabi:

Sesungguhnya Nabi ketika ingin menaiki mimbar beliau mengucap Amiin sebanyak tiga kali.  Kenapa? 

Rasul menjelaskan:

Jibril AS datang kepadaku lalu dia berkata kepadaku: ucapkan Aamiin atas tiga hal yang diucapkan Jibril:

1.) Man adroka syahru romadhon….  Barangsiapa yg mendapati bukan Ramadhan lalu ia belum beristighfar kepada Allah lalu meninggal dunia maka Allah memasukkan ke neraka dan Allah tak mau melihatnya. Aamiin. 

2.) Wa man adroka….  Barangsiapa yang mendapati masih ada kedua orantuanya atau salahsatunya lalu dia belum berbakti,  belum berbuat baik,  lalu meninggal dunia lalu masukkan ke neraka dan dijauhi Allah.  Aamiin. 

3.) Wa man atharta….  Barangsiapa yang ketika namamu sisebut di sisinya tak bershalawat kepadamu langsung ia meninggal dunia lalu ia meninggal dunia maka Allah memasukkannya ke neraka. 

Maknanya (renungan) :

  1. Perbanyak istighfar kepada Allah,  selagi masih Ramadhan. Mudah2an Allah mengampuni kita.  Aamiin. 
  2. Berbuat baik kepada orangtuanya baik masih hidup maupun sudah wafat. Redaksi utk berbakti kpd kedua orang tua Allah berfirman dengan murkanya bagi manusia yg tak berbakti ke orang tua.  Hadits Muslim: Bagi yg berbakti kepada kedua orangtua maka Allah menuliakannya,  akan tambahkan umurnya. 
  3. Bershalawat ketika nama Nabi disebut.  Orang yang bakhik adalah yg ketika namaku disebut ia tidak bershalawat kepadaku. 

Mudah2an kita tak termasuk tiga golongan tersebut. 

Doa

Read Full Post »

Alhamdulillah hari ini sudah masuk 28 Ramadhan 1438 H alias tinggal 2 hari bulan yang amat mulia ini akan pergi meninggalkan kita tanpa ada janji akan kembali lagi ke kita tanun depan KECUALI atas ijin Allah.  Biidznillah. Saya merasa makin kesini Ramadhan terasa berlalu cepat sekali karena rasanya baru mulai pekan lalu tahu-tahu sudah mendekati satu bulan penuh (tahun ini sepertinya 29 hari).  Sebagai manusia yang dhoif tentunya saya merasa Ramadhan ini masih jauh dari kekurangan dalam upaya mendekatkan diri ke Allah melalui amal ibadah selama sebulan penuh.  Padahal,  bisa jadi ini Ramadhan terakhir saya. 

Pepatah yang mengatakan bahwa Ramadhan merupakan madrasah atau pelatihan dimana kita digembleng dengan banyak menahan dan berbuat sabar dengan tujuan akhir agar bertakwa memang terasa sekali.  Namun semakin dirasakan,  masih jauh rasanya pencapaian saya untuk mencapai takwa Sebenar-benarnya takwa.  Untuk itulah selama Ramadhan ini saya mencatat banyak hal tiap hari dengan tujuan agar saya bisa mengacunya dalam rangka mempertahankan semangat Ramadhan setelahnya.  Catatan ini berragam,  baik terkait kajian,  ceramah maupun kultum bada Shubuh.  Semuanya bisa terlihat bahwa sejak 27 mei 2017 (1 Ramadhan)  selalu ada tulisan setiap harinya untuk memastikan agar saya tak lupa.  Dari semua catatan kegiatan ini saya merangkum beberapa hal penting :

  1. Kunci kebahagiaan adalah bila kita berhasil menujukan segala sesuatunya HANYA kepada Allah semata.  Ini saya peroleh dari menonton youtube kajian ustadz Oemar Mitta “Ciri-Ciri Orang Ikhlas” saat membedah kitab karya Ibnu Qayyim “Fawaidul Fawaid”.
  2. Pentingnya untuk terus menerus belajar ikhlas karena merupakan salah satu syarat diterimanya ibadah.  Ini bukan hal yang mudah namun harus selalu diupayakan. 
  3. Semangat Ramadhan harus tetap dijaga selama 11 bulan berikutnya sampai ketemu Ramadhan lagi.
  4. Perencanaan Ramadhan idealnya disiapkan jauh hari sebelumnya paling tidak sebulan sebelumnya,  terutama agar pada 10 hari terakhir bisa i’tikaf penuh tanpa ada gangguan jadwal kerja. Tahun ini sekurangnya ada 1 x meeting dg klien pada 21 Ramadhan (Jumat). Kajian “Kiat Kiat Menghidupkan Ramadhan” oleh Ustadz KH-B sangat membantu mendongkrak kesiapan perencanaan.  Sayang saat itu sdh telat hanya beberapa hari saja masuk Ramadhan. Dari kajian ini jelas perlu membuat rencana rutin umrah Ramadhan karena keutamaannya sama dengan HAJI bersama Rasul. 
  5. Perlu strategi dan keseriusan dalam mengatasi kondisi iman yang naik-turun. Namun bila no.  1 dan 2 di atas selalu ditingkatkan insya Allah iman bisa dipertahankan. 
  6. Ramadhan adalah bulan Quran, maka setelah Ramadhan harus lebih mencintai Al Quran.  Fokus! Ikuti anjuran agar bisa hafal Quran: shalat tahajjud,  makan secukupnya (jangan kenyang),  puasa Senin Kamis, tinggalkan kemaksiatan,  memohon ke Allah agar dimudahkan menghafal Quran. 
  7. Sedekah sedekah sedekah.  Penting sekali dan bisa dilakukan dengan membukakan orang berpuasa di masjid sekitar: Al Ihsan Jl.  Damai,  Al Muhajirin (jl.  Flamboyan),  mushalla Merpati,  Al Ihsan Kodam Bintaro,  masjid di Gerbang Tol, Mesjid Bintaro (Giant). 
  8. Dalam i’tikaf tetap konsisten memulai dari 19 Ramadhan (tahun ini tepat jatuh pada hari Rabu,  14 Januari 2017) setiap malam,  tidak usah risau ganjil atau genap meski lailatul qadr jatuhnya pada malam ganjil.  Bagaimana bisa meraih lailatul qadr kalau niatnya hanya “mencegat” saja sementara Rasul mencontohkan i’tikafnya setiap hari tanpa ganjil-genap. 
  9. Tausiyah taraweh pada tahun ini para ustadznya membahas topik yang berragam mulai dari iman,  takwa,  keutamaan ramadhan dan yang paling penting terkait sedekah.  Kajian bada Shubuh membahas kitab karya Imam Nawawi al Bantani bertajuk “Sullam Taufiq”. Banyak tahu hukum shalat Jumat yang jelas,  suci dan formal. Baru tahu juga bahwa khatib shalat Jumat tidak boleh bujang harus sudah menikah dan pada saat khutbah menggunakan sarung atau gamis (lebih baik).  Tidak afdhol bila khatib menggunakan celana panjang.  Wah,  baru tahu. Jangan sampai telat karena shalat Jumat sangat tinggi kemuliaannya. Pada saat khatib duduk diantara dua khutbah adalah saat baik untuk memanjatkan doa.  Maasya Allah. 

Read Full Post »

Ashabul Kahfi (2)

I’tikaf 28 Ramadhan 1438, Masjid Jami Nurul Ikhlas

Karena ini malam Jumat maka setelah membaca surat Al Kahfi saya kok tertarik mempelajari tafsirnya melalui HP dengan browsing di Ibnu Katsir Online.  Sungguh menakjubkan sekali surat ini dan sebelum saya menulis beberapa catatan penting sebagai pengingat diri,  saya coba cek dan ternyata sekitar 3 tahun lalu (25/07/2014) saya pernah menulis juga di blog ini tepatnya di sini. Tidak masalah bila terjadi duplikasi namun saya yakin bahwa tulisan saya 3 tahun lalu tanpa melihat tafsir Ibnu Katsir Online. Ini beberapa catatan saya membaca ayat 1 sd 5 surat ini yang artinya:

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebeng­kokan di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus, untuk mem­peringatkan akan siksaan yang sangat pedih di sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk sela­ma-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.” Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang kelu­ar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecua­li dusta.

Catatan saya terkait ayat 1-5 ini:

1.) Al Quran telah dijamin oleh Allah bahwa kandunganya tak ada sedikitpun bagian yang bertentangan antara satu dengan lainnya meski ada enam ribu lebaih ayat-ayat yang terdapat di dalamnya.  Tidak mungkin kita akan temui inkonsistensi di dalam kandungannya dan semuanya saling mendukung.  Dalam sebuah kajian di youtube oleh ustadz Muhammad Nuzul Dzikri yang mengulas bahwa Allah telah menurunkan banyak kitab dan suhuf yang pada garis besarnya mengerucup pada nama-nama yang kita kenal: Taurat,  Dzabur,  Injil dan Al Quran.  Semuanya,  baik itu kitab maupun zuhuf yang pernah diturunkan Allah sejak awal jaman hingga 1400 tahun lalu mengerucut pada satu kitab yakni Al Quran. Kita sebagai umat Nabi Muhammad,  Penghulu Nabi,  Nabi Terakhir,  tidak perlu mencari kitab2 atau zuhuf yang dahulu kala karena sudah terrangkum dalam satu kitab pamungkas yakni Al Quran.

Al Quran ini selain komprehensif juga merupakan petunjuk bagi manusia (hudalinnas),  artinya semua umat manusia yang hidup sejak Nabi Muhammad menjadi Rasul hingga kini,  termasuk orang-orang yang tak mengimani Al Quran atau beragama selain Islam.  Kandungannya pun mengerucut kepada satu surat yakni Al Fatihah yang akhirnya juga mengerucut pada satu ayat:

Iyya kana’budu wa iyaa kanasta’in

Semua uraian di dalam Al Quran terkait pada penyembahan HANYA kepada Allah Taala dan Dia lah sebagai satu2nya tempat untuk minta pertolongan karena Dia adalah sebenar-benar penolong. 

Allah menjamin dan terbukti hingga kini bahwa setiap uraian kandungannya tak ada yang bertentangan satu sama lain.  Kalaupun ada manusia yang meragukan tentu karena ia kurang paham terhadap maknanya.  Ini sudah pasti karena Allah telah menjamin bahwa Al Quran ini jelas,  gamblang,  tegas dan tak ada yang menyesatkan atau bertentangan.  

2.) Al Quran menegaskan ancaman berupa adzab Allah bagi yang menentangnya dan juga memberi kabar baik kepada mereka yang taat kepadaNya. 

3.) Allah membenci siapapun yang mengatakan bahwa Dia punya anak. Adapun latar belakang turunnya ayat ini sungguh menarik disimak,  yakni di utusnya dua orang kafir Quraisy dari Mekkah untuk bertemu ulama Yahudi di Madinah menanyakan perihal Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Ulama Yahudi tersebut memberi nasehat kepada dua orang utusan tersebut terkait pengecekan benar tidaknya Muhammad adalah seorang nabi dengan mengajukan TIGA PERTANYAAN:

1. Apa yang beliau ketahui tentang kisah beberapa pemuda yang bersembunyi di sebuah gua pada masa yang telah lampau

2. Bagaimana kisah seseorang (Zul Qarnain)  yang telah berkelana ke timur dan barat

3. Apa yang beliau ketahui tentang “roh”

Bila Muhammad bisa menjawab 3 pertanyaan tersebut maka benarlah ia seorang nabi. 

Utusan dari Mekkah itu kemudian pulabg setelah bertemu ulama Yahudi di Madinah dan langsung menanyakannya kepada Nabi.  Nabi kemudian menjawab: “Akan aku jawab besok”.

Sayangnya Nabi tak segera menjawab esok harinya bahkan hingga masuk hari ke 15. Selama kurun waktu itulah orang2 Mekkah mulai bimbang dengan kenabian Rasulullah. Jibril tak menjumpai Nabi selama 15 hari tersebut hingga pada hari ke 15 ia turun membawa surat dari Allah terkait kisah dahzyat Ashabul Kahfi juga terkait roh (surat Al Isra ayatt 85).

Wallahua’lam 

Read Full Post »

Older Posts »