Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2016

Pikiran dapat menjadi awal kebaikan, dapat pula menjadi awal keburukan. Dari lintasan-lintasan pikiran, akan lahir keinginan dan tekad. Siapa yang menjaga pikirannya, ia akan mampu mengendalikan dan menaklukkan hawa nafsunya. Namun, orang yang tidak mampu mengendalikan pikirannya, ia akan cenderung mudah dikalahkan oleh hawa nafsunya. Maka, lintasan pikiran tidak bisa dianggap remeh. Orang yang menganggapnya sebagai perkara remeh, pikiran-pikirannya itu akan membawa ia kepada kebinasaan.

15170960_10154792040978809_8751703133648045276_n

* Ibnul Qayyim dalam kitab “Ad Dâ wa Ad Dawâ” tentang al Khathârât

Read Full Post »

Keturunan 25 Nabi / Rasul

Agar tidak lupa, disimpan di sini:

keturunan-nabi-dan-rasul

Read Full Post »

Tabilgh Akbar bersama Ustadz KH-B (12/11/2016) 12:30 – 15:00, Masjid Nurul Iman, Blok M Square lantai 7

kh-b-12nov2016

Sungguh luar biasa kisah sahabat Rasulullah bernama Abdullah bin Mas’ud ini. Dia menjadi orang yang paling mirip kekhusyu’an dan perilakunya dengan Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedudukannya mencapai derajat tinggi yang tidak terbayangkan, Rasul memberinya kebebasan kapan saja waktunya bisa menemui beliau. Masya Allah. Tentu sahabat ini adalah orang yang amat istimewa. Ustadz KH-B mengulas tuntas dalam tabligh akbar ini.
Pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari Kisah Abdullah bin Mas’ud ini:
1.) Jujurlah dalam beriman, jadikan sahabat Rasul sebagai panutan
2.) Boleh memiliki banyak asisten pribadi seperti Rasul, asalkan tak berlebihan
3.) Berpegang teguh pada iman dalam membela kebenaran
4.) Fadhilah membunuh Abu Jahal
5.) Fadhilah menuntut ilmu, menguasai sepenuhnya azhabul nuzul 70 surat (dari 114) dalam Al Quran
6.) Patuh kepada Allah menjadi sebab dikabulkannya doa
7.) Fadhilah wara (selalu menjaga hubungan baik dengan Allah)
8.) Fadhilah tawadhu (merendah). Bila ketemu orang soleh tua, merasa mereka lebih banyak amal. Bila ketemu orang soleh muda, merasa mereka lebih sedikit dosanya
9.) Memilih menjadi guru terbaik
10.) Memilih pemimpin dari orang yang beriman dan didampingi oleh seorang pengajar (penasehat) yang baik
11.) Bolehnya memuji orang yang dipercaya namun tak membuat yang dipuji lupa daratan
12.) Memaksimalkan waktu untuk amal soleh, kalau perlu paksakan karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput kita. Kita hidup di dunia ini pada dasarnya adalah:
BERJALAN MENUJU LIANG LAHAT
Wallahua’lam.

jamaah-12nov2016

flyer-abdullah-12nov2016

Read Full Post »

Hari Rabu (09/11/2016) saya ada rapat di kantor Wijaya Karya (WIKA) yang berlokasi di DI Panjaitan, Cawang. Sejak awal memang saya sudah berniat naik sepeda karena pengen mencoba rute yang jarang sekali saya lalui, bahkan belum pernah ke WiKa menggunakan sepeda. Dua tahun lalu memang melewati rute ini saat memfasilitasi workshop di BAKN yang lokasinya di Cililitan. Sebenarnya minggu lalu sudah cek lapangan saat ada pertemuan di gedung Wika Tower 2, apakah ada parkir sepeda. Ternyata belum ada, hanya ada parkir motor. Bismillah, saya nekad saja tetep gowes, siapa tahu bisa nitip Brompton ke Satpam.

Sekitar jam 6:50 saya mulai gowes dari rumah di Pesanggrahan JakSel, melalui rute Bintaro Permai, Hj. Muflihun (seneng, ada tanjakan saat mau keluar di Tanah Kusir), terus ke Gandaria City, RSPP, Jl. Trunojoyo, Gunawarman (sedikit), trus belok ke Cikatomas. Sempat berhenti di rumah Nico Kanter sekedar titip salam ke Nico via Satpam yang jaga rumah. Agak aneh juga, padahal sudah saling WA dengan Nico dan tahu bahwa Nico sedang di Sorowako, baru pulang siangnya ke Jakarta. Ha ha ha … Gak masalah, biar melemaskan suasana, masak manyun terus gak ngomong sama orang lain. Oh ya lupa, saat di Jl. H. Garin menuju Bintaro Permai, sempat disalip sama pegowes Bromie S Type warna kuning. Wuih, ngebut dia. Lha, saya memang conceptually slow goweser, ya saya santai aja … he he he …

Abis itu via Jl. Suryo, belok kiri menuju Tendean. Duh macet di sini, nyesel juga kenapa lewat sini, karena bener-bener macet. Jalan kaki aja susah apalagi gowes. Tapi ya sudahlah …dijabani aja … Naik flyover di Mampang, terus flyover di Gatsu menuju Pancoran. Pas di Pancoran pengennya naik flyover lagi, tapi karena nafas agak ngos2an, yo ra usah mekso, lewat bawah aja…he he he … Eh ternyata saat di lampu merah Pancoran ada pegowes Dahon. Ya sudah, saya putuskan gowes kece di belakan Dahoner aja, gak usah nyalip walaupun dia amat pelan. Dinikmati ajalah. Ra usah ngebut, sing penting gowes to? Dia memang pelan santai gowesnya dan syukurlah dia belok ke Dewi sartika sedangkan saya lurus aja menuju Cawang Interchange. Alhamdulillah tepat jam 8:00 udah nyampe Wika Tower 2 dan langsung ke parkir motor. Alhamdulillah ternyata sudah ada parkir sepeda khusus di area parkir motor. Banyak sekali slotnya, bisa buat 25 sepeda. Menurut penjaganya, baru dipasang rak parkir sepeda sehari sebelumnya. Wah, saya beruntung menikmati hari kedua nya … Mantab dah. Sudah ada 3 sepeda lainnya, salah satunya sepedah super duper keren: Federal “Torino Terrain”. Wah ngiler liat sepedah ini.

Parkir Sepeda Wika.jpg

Federal Torino.jpg

Karena meeting dimulai jam 9:00, saya ngopi dulu di Q Corner Coffee Shop, pesen kopi item, seperti biasa dan nyantap croissant coklat. Dinikmati banget pagi itu, sambil buka MacBook (yang sudah saya pakai sejak 2010 tanpa pernah masalah, Alhamdulillah). Ternyata kafe ini belum ada di Google Maps, langsung saya daftarkan dan langsung published. terima kasih Google, saya sudah dipercaya sehingga tak perlu cek langsung published. Local Guide Level 4 juga sih …. he he he …. I am a digital man…hue he he he …. Jam 9:00 tepat, masuk ruang meeting di lantai 2 dan termasuk yang datang paling awal. Inilah kenikmatan bersepeda, selalu ON TIME kalau meeting karena sudah diperhitungkan semuanya. Yang hadir di meeting pada keheranan saya ke Wika gowes dan hanya butuh waktu 1 jam dari Kodam Bintaro (Pesanggrahan). Sekalian saya promosikan bahwa bersepeda di Jakarta itu nikmat, dan saya sudah gowes di DKI sejak 2007. Biar mereka juga gowes. Ha ha ha …Promosi …promosi!

kopi-wika

Jam 11:10 meeting usai dan saya bersiap mau gowes ke Blok M Square; namun waktunya nanggung buat shalat Dzuhur BMW yang jatuh pukul 11:38. Saya putuskan shalat dulu di Lantai 1. Abis Dzuhur siap mau gowes …eh ternyata hujan. Ya udah ikut kajian bada Dzuhur aja di masjid. Topiknya menarik: Rezki. Siapa gak butuh rezki coba? Ntar saya share catatan saya ya. Jam 13:00 kajian usai dan saya cek kondisi di luar gedung mendung namun tak hujan. Saya siap2 ganti gear buat gowes ke BMS. Udah siap, ternyata hujan lagi. Ah ….ya udah, makan siang aja di Q Corner, lanjut buka MacBook, kerja di kafe aja. Nikmatnya jadi konsultan, bisa kerja dimana aja. Alhamdulillah. Ashar pun di masjid Wika. Bada Ashar baru bersiap-siap gowes ke Blok M Square soalnya malamnya ada kajian ustadz KH-B.

Agar rutenya gak mainstram, saya pake google maps dan pilih jalur orang jalan kaki. Wah, asik, ternyata memang lewat jalan yang sebelumnya saya tak pernah lewat, yaitu Jl. SMA N 14, kemudian masuk Dewi Sartika sebentar, belok kanan menuju Kalibata. Wah ..pengalaman lewat Jl. SMA N 14 itu sungguh menyenangkan karena bagi saya ini adalah rute baru dan semacam blusukan jadinya. Sempat ketemu Masjid Al-Hidayah, ambil fotonya untuk nantinya saya daftarkan. Rute baru dengan menggunakan GPS orang jalan kaki memang menyenangkan. Saya pasang GPS di stang sepeda agar tak nyasar. Sungguh, saya kagum lewat Kalibata yangs ekarang beda sekali dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu. Saya udah lama sekali gak lewat Kalibat. Bener2 enjoy dah gowesnya …apalagi cuaca mendung. Mantab banget. Kemudian menyusuri Duren Tiga, masuk ke Jl. Bangka X. Belum pernah juga gowes di area ini. Saya ikuti aja GPS sampe akhirnya ada tanjakan yang keluarnya di P. Antasari. Di sini saya harus angkat sepeda, nyebrang dan puter balik, menuju Blok M Square. Nah …gerimis mulai turun, tapi halus. Gowes teruuuuus!

Alhamdulillah pukul 16:45 sudah sampai Blok M Square. Wah …sungguh merupakan pengalaman menyenangkan sekali!!!

Read Full Post »

Lihatlah dua orang remaja yang sedang mencatat ini. Sepertinya usia SMP kalau lihat penampilan dan wajahnya. Saya merasa malu dengan dua orang remaja ini, masih belia sudah rajin menuntut ilmu (tholabul ilmi). Tidak tanggung-tanggung, mereka berdua ini sudah berada di saf terdepan kajian di Masjid Nurul Iman mulai pagi jam 9:00 sampai Dzuhur, lanjut lagi kajian Bada Dzuhur hingga Ashar dan masih nyambung lagi kajian Bada Ashar. Masya Allah! Boleh jadi, mereka masih mengikuti kajian yang bada Maghrib hingga bada Isya. Saya tak tahu karena saya dan istri saya Lita Lolita sudah ngopi di Filosofi bada Maghrib. Foto ini diambil hari Sabtu 24/09/2016 (late post).

dua-remaja-1

Sepanjang mengikuti kajian dengan ustadz yang berbeda-beda di setiap sesi, mereka selalu pada saf onta (terdepan), selalu menyimak apa yang diucapkan ustadz dan sekali waktu menundukkan kepala guna mencatat di buku catatan masing-masing. Dahzyatnya, mereka ini tak pernah ngobrol sendiri (side talk) saat ustadz ceramah. Mereka baru ngobrol setelah kajian setiap sesi selesai. Masya Allah. Semoga Allah merahmati dua remaja ini dan Memberi keduanya keistiqomahan dalam tholabul ilmi. Patut dicontoh anak muda lainnya dan juga orang tua lainnya.

Saya malu karena pada usia mereka ini, dahulu kala, saya masih lebih suka mendengarkan musik heavy metal dan progressive rock, lebih kenal nama Yes, Led Zeppelin, Jethro Tull, Genesis atau ELP ketimbang nama Bukhari, Imam Syafii atau Muslim. Astaghfirullah. Mereka berdua tak sekedar menyanyikan Stairway To Heaven atau The Revealing Science of God, tapi memang sudah benar2 merajut tangga untuk menghantarkan mereka menuju jannah (surga). They have been implementing their own Stairway To Heaven.
Berbahagialah orang tua dua orang sahabat soleh ini. Saya juga salut kepada Bapak dan Ibu nya kedua remaja ini. Pengen suatu hari bisa dipertemukan Allah dengan orang tuanya. Semoga. Aamiin.

dua-remaja-2

dua-remaja-3

Read Full Post »

Pada suatu malam (26/10)  sebelum tidur, saya iseng buka HP dan terkejut ketika melihat ada email masuk yang dikirim sekitar jam 21:45 dari seorang “calon” klien. Begitu lega rasanya hati ini membaca isi email yang merupakan kabar baik bahwa proposal yang saya ajukan sejak Agustus lalu akhirnya disetujui. Alhamdulillah. Ya Allah …terima kasih banyak atas anugerahMu ini. Tentu ini semua tak lepas dari campur tanganMu sehingga calon klien saya ini kemudian, biidznillah akan menjadi klien saya dalam waktu dekat. Ya, kerja keras yang saya mulai dari bulan Mei tersebut akhirnya membuahkan hasil yang sungguh luar biasa. Beri aku kemudahan untuk menjalankan amanah pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya sehingga klienku puas dan terus menggunakan jasaku. Aamiin.

Segera setelah baca email tersebut, saking bersyukurnya, saya langsung ambil air wudhu lagi untuk shalat syukur dua rakaat. Padahal saat itu sudah shalat Witir dan siap tidur.

Memang semua ini hanyalah Kuasa Allah subhanahu wa taala. Saya hanya berikhtiar saja dan mempraktekkan 10 hal yang disarankan oleh ustadz KH-B (DR Khalid Basalamah) dalam video dahzyat ini. Saya menyadari bahwa jawaban Allah tak selalu dalam bentuk rezki di dunia, namun memang saat ini, jawaban di dunia inilah yang saya butuhkan mengingat resesi ekonomi dan beratnya tantangan mendapatkan proyek baru.Apalagi jasa yang saya tawarkan merupakan kebutuhan sekunder bagi kebanyakan organisasi: jasa konsultan manajemen, yang bukan kebutuhan primer bagi kebanyakan organisasi. La hawla wala quwwata illa billah ….

Silakan praktekkan wejangan dari ustadz KH-B:

Wallahua’lam

 

 

Read Full Post »

Nasehat bijak …

hamka-istirahat-sebelum-lelah

Read Full Post »

Older Posts »