Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2012

Menyingkirkan Duri

Rasulullah SAW bersabda :

Tatkala seorang lelaki berjalan di sebuah jalanan dia mendapatkan cabang ranting berduri di jalanan kemudian dia singkirkan ke tepi jalan. Maka Allah SWT berterima-kasih padanya dan Allah SWT mengampuni dosanya.

(HR. Bukhari)

Subhanallah! Begitu pemurahnya Allah SWT memberikan pahala berupa penghapusan dosa bagi insan yang menyingkirkan ‘hanya’ setangkai duri dari jalan. Sebenarnya tak hanya pemurah, namun juga sangat sopan karena Pencipta masih mau berterima kasih kepada ciptaanNya. Sementar itu kita masih menjumpai banyak manusia yang tak mau alias gengsi untuk berterima kasih kepada orang yang bekerja untuknya atau bawahannya. Sungguh, ini merupakan pelajaran bagi kita untuk setiap selalu merendahkan hati bila berhubungan dengan makhluk lain.

Saya sering membaca buku-buku yang biasanya dikategorikan dalam ‘personal improvement’ yang banyak sekali dijumpai di toko buku baik yang versi bahasa Indonesia atau versi bahasa Inggris. Hampir bisa dikatakan semua buku-buku tersebut dalam cara berjalan mengajarkan agar kita tegap dan tatapan ke depan, menunjukkan optimisme yang besar. Namun tak demikian contoh dari Rasul. Beliau mencontohkan berjalan tegap namun pandangan ke bawah. Hal ini jelas sejalan dengan bunyi hadits di atas dimana Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa masih ‘sudi’ berterima-kasih kepada umatNya yang berbuat kebaikan meski hanya menyingkirkan duri.

Beberapa saat lalu pernah diberitakan bahwa ada tim sukarelawan yang tiap hari menyapu ranjau paku-paku yang ditebarkan di jalan raya di Jakarta yang kita cintai ini. Memang, saya sering menjumpai paku bertebaran di jalan saat saya mengayuh sepeda. Yang paling sering adalah di flyover menuju Semanggi dari arah TVRI Senayan. Saking banyaknya, saya tak bisa memungutnya, harus pakai alat (magnet). Tim sukarelawan tersebut konon setiap harinya mendapatkan 30 KG paku per hari yang ditebarkan di jalan raya. Subhanallah! Betapa mulia pekerjaan tim sukarelawan tersebut. Bila duri saja Allah SWT sudah berterima kasih, apalagi paku yang beratnya hingga 30 KG per hari tersebut. Semoga kita semua bisa mencontoh amalan baik yang dilakukan oleh Tim Sukarelawan tersebut. Aamiin.

Advertisements

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Ada tiga orang lansia yang patut saya contoh karena selalu rajin dan jarang masbuq shalat BMW (berjamaah di masjid di awal waktu) di masjid Nurul Ikhlas, sebelah tempat tinggal saya. Bapak A, berperawakan kecil dan jalannya sudah cukup sulit. Beliau adalah pensiunan PNS yang telah menderita sakit asam urat lebih dari dua puluh tahun. Setiap saya sapa dengan salam dan pertanyaan ‘apa kabar?’ beliau jawabnya selalu konsisten, tak pernah lari dari kalimat sederhana penuh makna: “Alhamdulillah masih bisa shalat di masjid….”. Subhanallah! Meski tahu jawabannya seperti ini saya masih sering menyapa beliau. Suatu saat Bapak A ini kehujanan setelah shalat Ashar di masjid. Saya tak tega melihatnya sehingga saya mengambil payung ke tempat tinggal saya dan saya tawarkan ke beliau. Ternyata beliau telah menyediakan payung sendiri dan akan pulang nantinya, hanya ingin istirahat di masjid dulu. Rumah Bapak A ini dari mesjid cukup jauh, sekitar 200 meter ke dalam komplek perumahan melalui gang-gang kecil yang sepi. Namun beliau selalu saja datang tepat waktu ke mesjid. Bapak A ini bila shalat sudah tak bisa duduk normal sehingga pada saat tahiyat duduknya tak meletakkan pantat ke lantai, karena telapak kakinya sudah bengkak semua karena asam urat.

Bapak B berperawakan agak tinggi sedikit, rambut sudah putih semua. Beliau beruntung karena rumahnya tepat di hadapan mesjid sehingga relatif dekat berjalannya. Sudah sekitar 3 bulan ini Bapak B sudah mulai menggunakan tongkat bila berjalan ke mesjid. Tongkatnya memang tak selalu digunakan namun setidaknya beberapa kali ia pergunakan untuk titik-titik perjalanan yang beliau anggap rawan. Bapak B ini sangat murah senyum dan selalu menyapa dan melambaikan tangan ke saya bila kami berpapasan menuju mesjid, biasanya pas di depan rumah beliau. Saya sebenarnya ngiri melihat beliau karena rumahnya benar-benar strategis, pintu keluarnya pas pintu masuk mesjid sehingga sangat mudah aksesnya. Saya amati sudah 3 bulan ini memang jalan Bapak B ini terlihat mulai tertatih-tatih. Tak hanya itu, beliau selalu terlihat sempoyongan saat shalat dari posisi sujud terus berdiri menyambung rakaat selanjutnya. Jujur saja, saya bila berada di belakang beliau merasa shalat saya tak khusyu karena saya punya dua perasaan melihat kondisi Bapak B ini. Pertama, saya merasa iba dengan kondisi kakinya yang mulai melemah sehingga untuk berdiri saja perlu waktu cukup lama dan kadang mendebarkan saya. Saya berpikir: apa yang akan saya lakukan bila beliau terjatuh? Sepertinya saya harus segera menolongnya. Namun, apa iya saya harus melewati area shalat jamaah lainnya? Itu kan dosa besar. Mudah-mudahan beliau selalu bisa. Kedua, saya salut dengan semangat beliau untuk selalu shalat BMW dan beliau menginspirasi saya supaya istiqomah dalam shalat BMW.

Bapak C, perawakannya kurus dan jalannya sudah bungkuk. Namun, Bapak C terlihat sangat sehat. Sepertinya dari dulu beliau ini berperawakan kurus sehingga saat tuanya terlihat sehat dan selalu bersemangat. Beliau selalu menggunakan jazz biru tua, sarung dan berpeci hitam. Pada saat shalat beliau selalu hadir awal dan memilih shaf terdepan. Subhanallah! Selama mengerjakan shalat, Bapak C ini tak pernah terlihat kesulitan dengan semua gerakan shalat meski itu berdiri setelah sujud, Duduk tahiyat-nya pun bisa dikatakan sempurna. Ini menunjukkan kelenturan tulang beliau; mungkin masa mudanya adalah olahragawan.

Tiga orang ini, sekurang-kurangnya, telah memberikan inspirasi semangat bila saya suatu saat terasa berat melangkahkan kaki menuju mesjid. Setan memang selalu punya caranya dalam mengajak kita ke kesesatan. Jelas, setan tak mau melihat kita menuju maesjid karena dia akan kehilangan teman masuk neraka. Dengan mempelajari konsistensi dari tiga Bapak yang lanjut usia tadi, saya berharap agar Allah SWT masih tetap membimbimbing saya untuk selalu merindukan mesjid dan memikirkan mesjid sehingga setiap saat shalat saya mengunjunginya hingga usia tua nanti. Harusnya Bapak-bapak lansia tadi memberikan inspirasi kepada anak-naka muda belasan tahun sehingga diharapkan dari anak2 muda inilah maka tradisi memakmurkan masjid akan terjaga terus-menerus.

Wallahualam bishawab

Wassalamualaikum wr. wb.

Gatot

 

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Hari Kamis, 12 April 2012 saya berjumpa seorang anak muda yang menuturkan pengalamannya implementasi SAP (perangkat lunak yang merupan salah satu ERP – Enterprise Resource Planning) di sebuah perusahaan nasional. Sebelumnya, perusahaan tersebut menggunakan sistem ERP yang lainnya. Namun Direksi perusahaan tersebut memutuskan menggunakan SAP karena bagusnya integrasi dan integrity dari SAP. Ternyata implementasi tersebut berjalan alot karena adanya resistensi kuat dari pengguna. Alasan resistensi karena di sistem yang saat ini berjalan masih bisa dilakukan perubahan dari PO (purchase order) ke Invoice (tagihan) sedangkan SAP tak bisa mengakomodir hal ini. Dari sini jelas bisa disimpulkan betapa besar peluang KORUPSI karena tagihan bisa digelembungkan melebihi dari harga kontrak (PO). Ini sebabnya resistensi implementasi SAP terjadi.

Seringkali manusia lupa bahwa semua hal yang ia jalani di dunia ini sangat sementara dan akan dilanjutkan dengan kehidupan kekal di alam akhirat. Seringkali kita sebagai manusia merasakan bahwa kenikmatan di dunia ini merupakan suatu hal yang harus kita kejar karena tak ada satu orang pun yang ingin hidup menderita karena kemiskinan. Bila kita tengok secara umum telah banyak ajakan untuk membuat BIG DREAMS atau memiliki personal mission statement yang jelas agar kita mencapai kekayaan harta dan kenikmatan hidup di dunia. Bahkan sebagian manusia yang begitu terobsesinya dengan big dreams itu menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tak jelas lagi batasan yang jelas mana halal dan mana haram. Bahkan ada sebagian lagi yang saking desperate nya mengatakan ‘mendapatkan yang haram saja sudah susah, apalagi yang halal?’. Naudzubillah.

Padahal jelas firman Allah:

Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari ni’mat.

Surah Al Hajj [22:66]

Dari ayat tersebut saja sudah jelas betapa sangat kecilnya kita, betapa tak berdayanya kita terhadap apa yang disebut sebagai ‘hidup’ karena sadar atau tidak, dalam konteks ini kita sebenarnya hanyalah sebuah ‘obyek’ di mata Allah. Kita tak punya kuasa apapun terhadap kehidupan (menjadi hidup, dari yang tak ada) kemudian juga kita tak berkuasa tentang kematian kita. Bila kematian itu tiba, tak ada siapapun di dunia ini yang bisa menagguhkannya atau bahkan mempercepatnya. Semuanya ada di dalam kuasa Allah subhanahu wa ta’ala.

Banyak contoh kehidupan manusia ini yang sering lupa akan makna hidup ini sehingga salah arah dan tindakan dalam menggapai kesuksesan dunia, misalnya:

  • menjilat atasan dengan berharap akan mendapatkan promosi jabatan, bahkan kalau perlu dengan menginjak atau menjelekkan orang lain; ia lupa bahwa yang berkuasa bukan atasan namun Allah subhanahu wa ta’ala;
  • menyogok demi mendapatkan bisnis sehingga keuntungan materi selalu ia peroleh; padahal ia sebenarnya bisa lakukan dengan memohon doa kepada Allah sang pemilik jagat raya;
  • melakukan mark-up terhadap harga proyek demi keuntungan besar karena bisa melicinkan bisnis dengan menyogok kepada staff dari pemberi kerja;
  • melakukan penggelapan barang-barang yang seharusnya milik kantor; dan sebagainya.

Sepertinya manusia mengabaikan firman ALlah:

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

Surah Al-Hajj [22:77]

Dari ayat tersebut sudah jelas adanya perintah tegas bagi yang beriman untuk salat dan berbuat kebajikan bila kita ingin menang dalam arti sesungguhnya karena janji Allah tak pernah meleset, selalu tepat! Artinya, bila selalu mengerjakan seperti yang diperintahkan: ruku”, sujud, menyembanhNya disertai perbuatan kebjikan maka segala sesuatunya akan dijamin oleh Allah SWT.

Semoga kita dibimbing oleh Allah SWT untuk selalu berbuat kebajikan. Aaamiin Ya Rabb!

Wassalamualaikum wr wb,

G

 

 

Read Full Post »


Ringkasan Kutbah Jumat, 13 April 2012

Masjid Quba, Kantor KemeterianPAN&RB

  1. Taat beragama. Firman Allah di Al Quran yang pada intinya: jin dan manusia aku ciptakan untuk menyembahku. Agama harus menjadi landasan dasar dalam kehidupan kita baik dalah hal sosial, politik maupun akademik. Jauhkan dari dari syirik.
  2. Harus berakhlak mulia. Inilah misi diturunkannya rasulullah. Misi menegakkan akhlak mulia. Di AL Quan Allah menekankan akhlak mulia ini tak hanya dengan manusia, tapi juga dengan hewan dan lingkungan. Terlalu banyak dewasa ini kasus2 korupsi, kekerasan, kriminal, pornografi yg tak mencerminkan orang timur. Masyarakat muslim harusnya berpegang teguh pada agama. Tentang akhlak mulia, Al Quran menyebutkan:
    • Al ikhsan: perbuatan yg indah
    • Al ma’ruf : berbuat yg baik, bijak.
  3. Berilmu pengetahuan dan wawasan yg luas. Menuntut ilmu adalah kewajiban hingga liang lahat. Tentu yang dimaksud adalah ilmu yang bermanfaat. Ijtihad: usaha (inovasi dan kreatifitas) oleh ulama. Masyarakat pembelajar – muncul ulama2 yg menjadi rujukan. Semuanya lahir dari komunitas yg memiliki komitmen pembelajar.
  4. Moderat. Menyeimbangkan hajat hidup di dunia dengan akhirat. Rasul suatu hari mendengarkan 3 sahabat yg berbincang: Sahabat pertama: Tahajud terus; sahabat kedua: puasa terus; sahabat ketiga: Tak mau kawin. Rasul tidak menyetujuinya. Harus ada hal lainnya. Cara berpikir dan bersikap yg moderat. Sikap moderat ini mengajarkan kita bhw kita menyeimbangkan keperluan dunia dan akhirat.
  5. Terbuka. Muslim dulu (jaman Rasul) bisa merespons thd budaya2 lainnya.
  6. Dinamis. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Dst. Apa yg kita bangun selama ada manfaat utk peradaban akan diberi pahala oleh Allah SWT.
Wallahualam bishawab.

Wass,
Gatot

Read Full Post »

Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan merupakan ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah.

(Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani).

Subhanallah … Betapa indahnya nasehat ini. Semoga kita semua dibimbing Allah SWT untuk selalu berada di jalan lurus melalui sedikit makan, sedikit tidur dan sedikit kesenangan …. Aamiin Ya Rabb!!

 

Read Full Post »

  1. Tidak suka bergaul kecuali bergaul dgn orang2 yg sholeh/sholihah & yg menjaga lisannya.
  2. Jika mendapat musibah duniawi ia menganggapnya sbg ujian dari Allah SWT.
  3. Jika mendapat musibah dalam urusan agama ia akan sangat menyesalinya & segera mohon ampunan dari Allah SWT.
  4. Tidak suka memenuhi perutnya dengan makanan yg haram & makan tidak sampai kenyang.
  5. Selalu memandang orang lain lebih baik & lebih sholeh dari pd dirinya sendiri, serta selalu memandang dirinya sendiri adalah orang yg penuh dosa sehingga selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga kita dibimbing oleh Allah SWT hingga memenuhi kelima tanda tersebut. Aaamiin Ya Rabb!

Wass,

G

Read Full Post »

Rasulullah SAW bersabda : “Diantara akhlak muslim adalah baik saat bicara, penuh perhatian saat diajak bicara, ceria kala berjumpa dan memenuhi janji jika berjanji.”

(HR. Dailami)

Subhanallah ….indahnya anjuran di hadits ini karena menyuruh kita berbuat baik, selalu ceria dan tak ingkar janji …. Jadi, buat apa susah ya? Lha wong perintah untuk selalu ceria sudah tegas gitu ….. Mari kita tebarkan muka ceria yang tulus di pagi yang indah saat hujan gerimis ini – meski rencana gowes gagal. Pasti Allah SWT punya rencana baik dengan hujan ini.

Salam,
G

Read Full Post »