Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2014

Malam ini tadi, Sabtu 29 Maret 2014, ketika pulang dari silaturahim progring (progressive gathering) dengan teman dari Aceh, Surabaya dan lainnya yang dari Jakarta, saya melintas di seputar Gandaria City dan saat itu adzan Isya berkumandang. Saya sedih karena tak membawa kunci (rantai sepeda) sehingga akan sulit untuk memarkir sepeda di masjid Jl Bendi yang langganan saya itu. Di masjid itu tak ada penjaga parkir sehingga harus dirantai. Sedangkan saya selalu ingat ada hadits tentang pentingnya mengikat kuda atau unta tunggangan kita saat ditinggal. Lupa bunyi hadits nya bagaiman. Naun memang Allah itu Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Memberi Petunjuk ….. Tiba-tiba saya ingat bahwa ada masjid besar di Tanah Kusir, sebelah pool taxi Blue Bird, yang selalu ada tukang jaga parkirnya. Saya terlintas ingin shalat isya di situ saja dengan harapan sepeda saya titipkan ke Bapak penjaga parkir. Memang agak muter dan lebih jauh gowes ke arah pulang sih dibandingkan saya nerabas lewat gang kecil terus ke masjid di Jl. Bendi. Namun saya tak punya pilihan karena gak bawa rantai sepeda. Maka saya genjot kenceng si Brommie Putih menuju Masjid Besar Tanah Kusir.

Alhamdulillah …ternyata memang ada tiga orang yang duduk-duduk di seputar area parkir dan saya langsung parkirkan sepeda saya di situ sambil minta tolong ke bapak yang ada untuk menjaganya. Lampu belakang sepeda saya biarkan tak saya matikan, masih kelap kelip. Saya sambil berdoa juga ke Allah agar menjaga sepeda saya juga.

Ruang utama shalat di masjid ini ada di lantai 2 dan hanya ada satu saf saja jamaahnya. Betapa kagetnya saya pada saat shalat berjamaah, orang di sebelah saya pada saat ruku’ melakukukan sangat berbeda dari yang seumur hidup saya pernah lihat yaitu kedua ujung jari tangannya menyentuh ujung jari kakinya. Dan ini ia lakukan selama empat rekaat penuh. Shalat saya mulai gak khusyu’ karena ingat hadits yang pernah diposting cak HP ini:

Rasulullah bersabda:

Jika engkau rukuk letakkanlah kedua tanganmu diatas lututmu. Lalu renggangkanlah jari-2 mu sampai tulang belakangmu menjadi mapan ditempatnya.

(HR Ibnu Hibban)

 

Di pikiran saya berkecamuk: apakah setelah shalat nanti saya akan menegornya? ATau bagaimana? Sungguh …saya jadi tak khusyu shalat Isya nya ….

Setelah saya selesai shalat baru sempat melihat orangnya yang ternyata sehat walafiat dan perawakannya gagah, berusia sekitar 40 tahunan. Akhirnya saya tak melakukan apa-apa karena takut tersinggung malah rame nantinya …

Semoga dia melakukan rukuk seperti itu bukan karena aliran sesat, namun karena punggungnya sedang sakit atau alasan lainnya yang bersifat kesehatan …

Gimana kalau menghadapi hal seperti ini ya? Maksud hati ingin meluruskan …tapi gak berani ….dikirain sok tahu ….

Salam

Saya rasanya juga pernah memuat tulisan dengan judul sama: DISINI

Read Full Post »

Agenda Materi Tarbiyah

Urgensi Syahadatain

QS 4:41

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu [299]).

[299] Seorang nabi menjadi saksi atas perbuatan tiap-tiap umatnya, apakah perbuatan itu sesuai dengan perintah dan larangan Allah atau tidak.

QS 2:143

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan [95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

[95] Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat.

1. Pintu masuk ke dalam Islam

QS 7:172

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

QS 47:19

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

2. Intisari ajaran Islam

QS 21:25

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.

QS 45:18

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.

3. Konsep dasar reformasi total

QS 6:122

Dan apakah orang yang sudah mati [502] kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

[502] Maksudnya ialah orang yang telah mati hatinya ya’ni orang-orang kafir dan sebagainya.

QS 13:11

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah [767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan [768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

[767]. Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. Dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah.

[768]. Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka.

4. Hakikat Da’wah para Rasul

QS 21:108

Katakanlah: “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: “Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)”.

QS 3:31

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS 6:19

Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quraan (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui.” Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

QS 16:36

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut [826] itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya [827]. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

[826] Lihat not 162 tentang arti “Thaghut”. [827] Lihat not 34 tentang arti “disesatkan Allah”.

5. Keutamaan yang besar

Hadits: Man qala “lailaha illallah”, dakhalal jannah

Read Full Post »

Malam ini acara Hitam Putih yang dipandu Deddy Cobuzier menampilkan seorang kakek berusia 91 tahun dari Semarang. beliau setiap Jumat mendermakan 150 nasi bungkus kepada kaum dhuafa. Bila dikonversikan dalam bentuk rupiah ia mengeluarkan Rp. 200 ribu per minggu. Padahal penghasilannya sebulan total Rp. 800 ribu. Bagaimana ia makan? Itulah hebatnya Kalkulator Ilahi.

Pekerjaan sehari-hari mbah ini adalah mengajar Al Quran dan selebihnya ia bersilaturahim dengan tetangganya. Kemana-mana ia mengayuh sepeda meski usianya sudah 91 tahun. Subhanallah …

IMG-20140328-07668

IMG-20140328-07666

Mengajar Al Quran ...

Mengajar Al Quran …

IMG-20140328-07661

 

Read Full Post »

Hari ini siang ba’da Jumatan saya bekerja di rumah ibu saya. Seperti biasa bila makan siang di sini saya minta dimasakin masakan jawa jaman dulu dan tak ada di resto manapun seperti sambel tumpang atau loncom. Hari ini saya minta sayur loncom, yakni pada dasarnya adalah kangkung. Pasangan sayur ini adalah mendhol dan racikan lalap seperti dalam foto ini. Wah …pokoke nikmat tenan makan siang hari ini …

Nasi sayur loncom lengkap dengan mendhol dan lalapannya: petai cina, toge, mentimun, sambel dan kemangi ...nyam nyam ...

Nasi sayur loncom lengkap dengan mendhol dan lalapannya: petai cina, toge, mentimun, sambel dan kemangi …nyam nyam …

Mendhol

Mendhol

Lalapan untuk menemani sayur loncom ...

Lalapan untuk menemani sayur loncom …

Sayur loncom and the gank ...

Sayur loncom and the gank …

 

 

 

 

Read Full Post »

Hari ini jadwal saya sungguh padat. Bukan padat karena begitu banyaknya analisis atau laporan yang musti saya tulis namun justru karena hari ini harus bertemu dengan dua orang pejabat pemerintah dengan lokasi yang lumayan terpencar, satu di pusat dan satu di selatan. Saya sudah putar akal beberapa kali bagaimana menyiasati waktu agar tidak telat baik yang pagi hari jam 9:00 di seputar Monas sonoan dikit dan satunya lagi di daerah Pasar Minggu pada jam 13:30. Tadinya saya akan gowes pake sepeda lipet, mandi di Kebonsirih dan kemudian gowes ke kantor yang didekat Monas. Pertanyaannya kemudian dari situ ke Pasar Minggu naik apa? Paling asik ya naik kereta. Namun saya belum pernah naik kereta dengan membawa sepeda – apa boleh? Bagaimana caranya, meski seli saya ringkes lipetannya (Brompton). Bakalan ribet karena gak tahu aturannya. Saya dengar Commuter Line sekarang ketat. Kalau naik taxi dari Monas ke Pasar Minggu, sudah pasti rambut tambah gondrong alias tua di jalan.

Akhirnya saya putuskan naik TransJakarta (TJ) aja. Saya berangkat dari rumah menuju halte Al Azhar untuk menuju halte Bank Indonesia. Ternyata antri TJ di halte Al Azhar meski kecil namun cukup tertib dan informatif. Ada TV yang menayangkan berapa menit lagi bus selanjutnya tiba. Ini penting karena ada kepastian. Saya sampe di halte sekitar 6:45 dan lihat di TV bahwa bus selanjutnya akan datang 4 menit lagi. Antrian cukup panjang namun tertib dan akhirnya memang daam 4 menit bus selanjutnya tiba menuju ke Kota. Seneng sekali naik bis TJ yang gandengan ini, karena rasanya gagah dan melaju kencang. Biasanya gak dapet tempat duduk, namun kali ini saya duduk nyaman.

Hanya dalam waktu 20 menit bus TJ sudah sampe di halte BI dan saya kemudian jalan sepanjang lebih kurang 1 KM menuju Grand Kebonsirih (GKS) di project office saya untuk proyek yang kali ini saya garap. Lumayan juga saya bisa ngopi dan minum air putih sambil kerja buka laptop hingga jam 8:20, Cleo Chadwick, mitra kerja saya hadir dengan taxi dan kami menuju kantor yang di ujung jalan Monas. Selesai rapat di seputar Monas jam 10:30 saya nebeng taxi Cleo menuju hotelnya di Four Seasons dan saya turun halte TJ di Tosari. Kemudian saya pakai TJ menuju Blok M Square untuk makan siang dan sekaligus shalat Dzuhur. Asik juga kawasan Blok M ini karen dalam perjalanan saya (jalan kaki) menuju Blok M Square dari halte Blok M menemukan beberapa kios yang menjual berragam topi. Selama ini saya memang mencari topi polos warna putih, merah, hitam, kuning, hijau dan biru (Six Thinking Hats – Edward de Bono) untuk workshop yang biasa saya fasilitasi. Setelah Dzuhur sekitar jam 12:30 saya meluncur ke Pasar Minggu dengan mobil dan tiba di kantor pejabat yang saya temui pada jam 13:20. Asik juga ahead of time.

Dari arah kota menuju Blok M padat merayap di jalur non TJ pada pukul 10:45

Dari arah kota menuju Blok M padat merayap di jalur non TJ pada pukul 10:45

Nyamannya di dalam bus TJ gandengan ... Saya dapat duduk paling belakang, enak, menghadap depan dan elevasi tinggi (raised)....

Nyamannya di dalam bus TJ gandengan … Saya dapat duduk paling belakang, enak, menghadap depan dan elevasi tinggi (raised)….

 

Menghargai Waktu

Ternyata mitra kerja saya lainnya, Julie Hind, yang juga bersama saya akan bertemu dengan pejabat tersebut sudah tiba beberapa menit kemudian dari arah berbeda. Akhirnya kami menunggu di ruang rapat sambil membahas beberapa pemikiran terkait proyek yang sedang kami garap bersama. Saking asiknya kami membahas pemikiran terkait solusi atau rekomendasi proyek, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14:00. Saya kembali SMS kepada teman yang ikut rapat (lain) dengan pejabat yang akan saya temui. Ternyata kata teman saya, rapat yang beliau (pejabat tersebut) pimpin belum selesai. Saya dan Julie mulai gelisah, terutama saya karena ini semua bakal mempengaruhi jadwal saya lainnya, paling tidak shalat Ashar yang seharusnya jam 15:12 bisa tertunda nih. Padahal sudah confirmed beberapa hari sebelumnya bahwa rapat dengan saya dan Julie akan dilaksanakan pukul 13:30.

Ketika menunjukkan 14:15 juga belum ada tanda-tanda usainya rapat yang dipimpin pejabat tersebut, saya sudah semakin putus asa dan juga saya malu sama mitra kerja saya yang orang Australia ini terhadap buruknya manajemen waktu pejabat di Indonesia. Saya sendiri tak habis pikir, kok bisa ya pejabat ini tenang saja melanjutkan rapat sementara dia tahu bahwa ada orang lain (saya dan Julie) yang sudah berupaya dengan sangat hadir di kantornya yang cukup jauh dari Monas (pusat kota). Ditambah pula, seharian ini saya belum juga bekerja dengan cukup fokus membuka laptop saya melakukan analisis untuk kemajuan pekerjaan. Akhirnya baru jam 14:30 saya dapat kabar rapatnya selesai dan pejabat tersebut menuju ruangannya. Bukannya dia langsung menemui kami dulu dan minta maaf, malahan dia masuk ke ruangannya mengerjakan beberapa pekerjaan penandatanganan dokumen kerja.

Barulah pada pukul 14:40 saya dan Julie dipersilakan menghadap beliau. Saya sudah tak semangat karena jadwal ketemuan yang satu jam pasti akan terkena shalat Ashar jam 15:12. Sudah gitu, ternyata pejabat ini tak fasih memahami dan berbicara dalam bahasa Inggris (kesiyan deh …udah pejabat senior kok bahasa Inggrisnya belepotan bahkan tak faham kalau ada yang bicara bahasa Inggris). Benar saja …pada saat masjid di kompleks perkantoran tersebut mengumandangkan adzan, pak pejabat ini masih melanjutkan rapatnya tanpa tanda untuk break shalat dulu. Inilah saat-saat yang saya tak suka karena kehadiran saya diperlukan di rapat ini sekurangnya untuk menterjemahkan pembicaraan antara Julie dan sang pejabat sehingga saya tak bisa “ngeloyor” keluar ruangan untuk shalat Ashar seperti saya sering lakukan di rapat dimana saya tak diperlukan sekali. Sunggh …saya terngiang dengan ucapan penceramah di Kajian Dzuhur di Masjid Hotel Sahid yang saya ikuti kemarin …bahwa ciri-ciri orang munafik adalah yang suka menunda shalat fardhu. Saya menjadi bagiannya karena saat adzan berkumandang saya masih juga rapat.

Dari pengalaman selama ini saya belajar bahwa banyak pejabat publik di Indonesia ini tak menghargai waktu dan menganggapnya suatu hal yang harus “dimaklumi”. Yang celaka lagi ada beberapa pejabat pada pengalaman saya lainnya yang “merasa bangga” membuat orang lain (tamu) menunggu lama karena dengan demikian dia bisa menunjukkan bahwa dia adalah pejabat yang sibuk. Padahal …bisa saja dia adalah pejabat yang tidak atau kurang kompeten. Misalnya dalam kasus saya hari ini, mungkin saja karena pejabat ini kurang kompeten maka tak bisa mengendalikan rapat dan bahkan rapat berakhir tanpa ada keputusan yang jelas, sehingga waktunya tak terkendali juga.

Padahal, kalau ia kompeten, maka ia akan menghargai waktu dan dengan demikian secara langsung dia juga menghormati tamu.

Demikianlah isu-isu yang saya hadapi selama berinteraksi dengan PNS meski tak semuanya begitu. Orang sering bilang bahwa saya harus banyak bersabar. Masalahnya bukan masalah sabar atau tidak, apakah ini sesuatu hal yang penting saya lakukan yakni memberikan toleransi berlebih kepada pejabat sementara kalau saya mengerjakan hal lain di sektor swasta yang relatif lebih disiplin dalam waktu maka hasilnya lebih bisa saya rasakan. Atau ini pertanda bahwa saya harus balik lagi mengerjakan yang murni swasta saja. Mungkin memang begitu sepertinya …

Bagaimana menurut Anda?

Read Full Post »

Perintah Istighfar

Allah memerintahkan kita utk beristighfar:

Dan mohonlah ampun kpd Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. (QS11:90) 

Dan Allah sekali-kali tdk akan mengahzab mereka, sdg mereka senantiasa beristighfar.(QS8:33) 

Dan istighfar juga mendatangkan rezeki tak terduga. Rasulullah bersabda:

Barangsiapa yg rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pd setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan Dia akan memberikan rezeki dari jalan yg tdk terduga.[HR Abu Dawud]

Read Full Post »

IMG_20140319_123015

  • Pada dasarnya pada hari kiamat nanti ada suatu hari yang disebut dengan yaumul hisab dimana manusia akan dihitung amalannya
  • Hal pertama yang dihitung adalah shalat-nya sudah berapa banyak ia lakukan, sesuai dengan target atau tidak. Bila ada seorang yang meninggal di usia 70 tahun dan sudah aqil balik pada usia 10 tahun berarti ia sudah melakukan shalat fardhu selama 60 tahun dimana bila dikalikan dengan jumlah hari dan lima kali sehari maka jumlah keseluruhannya menjadi 109 ribu kali. Bila ternyata jumlahnya kurang, kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menghitung berapa banyak shalat sunnah ia dirikan. Shalat sunnah inilah yang menjadi penutup kekurangan shalat fardhu.
  • Setelah itu baru dihitung diantara jumlah shalat yang dilakukan, mana saja yang diterima oleh Allah dan mana yang tertolak. Untuk itulah topik kajian Dzuhur ini adalah mengenai shalat-shalat yang tertolak.
  • Ada empat jenis shalat yang tertolak:
    1. Tak mendirikan shalat fardhu padahal ngaku Islam. Surat maryam alat 59: orang2 yang menyia nyiakan shalat. Contohnya adalah orang yang bekerja di Jakarta setiap hari pulang dari kantor jam 5:30 sore dan sampai rumah jam 8:00 tanpa mengerjakan shalat Maghrib dan Isya.
    2. Selalu menunda nunda shalat tanpa halangan yang diperbolehkan Allah. Ini adalah ciri2 orang munafik. Setiap orang munafik pasti orang Islam. Kafir memang kafir. Shalat paling berat bagi munafik adalah Subuh dan Isya. Contohnya adalah orang yang mengerjakan haji atau umroh. pada saat di tanah suci setiap hari menunggu waktu shalat namun begitu di tanah air justru menunda-nunda shalat. Ini jelas munafik. Allah mengancam orang-orang yang munafik. Penyebabnya ada dua yakni lalai waktu dan lalai ilmu (tak tahu ilmu dalam mendirikan shalat). Salah satu yang baik dalam meningkatkan ilmu adalah melakukan setoran bacaan shalat kepada ustadz. Ini penting sekali.
    3. Lalai terhadap makna yang dibaca. Ini jelas tak boleh terjadi karena setiap bacaan shalat harus kita resapi maknanya.
    4. Lalai mengaplikasikan nilai2 shalat dalam kehidupan, misalnya setelah shalat melakukan maksiat.

 19:59

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,

 

 

Read Full Post »

Older Posts »