Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2010

Assalamualaikum wr wb.

Jujur aja, tadinya saya paling males kalau ada urusAn atau ketemu orang di Pacific Place. Bagi saya, mall ini terlalu besar dan ada kesan mubazir karena begitu luasnya ruang yang tersedia sedangkan pengunjungnya tidak rame juga. Rasanya kemana-mana jauh banget kalau sudah di mall ini. Beberapa kali pertemuan di PP ini saya lewatkan begitu saja karena merasa tak nyaman berada di tempat ini.

Namun beberapa saat yang lalu pandangan saya tentang Pacific Place berubah drastis gara2 teman saya yang ngajakin saya untuk selalu ingat Allah swt melalui shalat BMW (berjamaah di masjid pada awal waktu) yaitu Rizal B Prasetijo (bang Ijal) menunjukkan mushalla di PP. Ya, memang ternyata mushalla di PP dikelola sangat professional. Yang terpenting, mushalla ini selalu menyelenggarakan shalat BMW yang dimulai dengan dikumandangkannya adzan. Makanya saya selalu tak mau ketinggalan pada saat2 shalat selalu bersiap diri di mushalla ini guna mengikuti shalat BMW.

Selalu ada Mushalla Attendant yang rajin menyapa: "Assalamualaikum" saat kita tiba ataupun pergi.

Mushalla ini sangat bersih dan dirawat dengan baik. Tempat wudhu didesain sedemikian rupa sehingga ada tempat buat taruh barang (kacamata, jam, HP) di atas keran wudhu. Juga disediakan penitipan sepatu gratis. Tak hanya itu, di rak sepatu juga disediakan lap dan semir sepatu yang bisa digunakan oleh jamaah buat membuat sepatu mengkilap. Juga ada air mineral buat yang kehausan. Di mushalla ini selalu ada attendant yang bertugas. Mereka bersikap ramah dan selalu mengucap salam menyapa jamaah yang hadir maupun yang pergi setelah shalat. Subhanallah …!! Islami banget pokoknya.

Mungkin sudah saatnya mall-mall yang ada di Indonesia ini menyediakan tempat shalat yang memadai seperti yang ada di Pacific Place ini. Saya acungkan jempol buat manajemen Pacific Place yang sangat mengerti arti “service” bagi pengunjungnya. Dengan adanya tempat shalat yang sangat nyaman ini, maka kitapun merasa aman berbelanja karena selalu diingatkan saat2 dimana Allah memanggil melalui adzan.

Tempat wudhunya bersih dan "jamaah-friendly" soalnya diberi tempat untuk meletakkan jam, HP atau kacamata.

Pengelola Mall lainnya musti mencontoh Pacific Place dalam menyelenggarakan fasilitas ibadah bagi muslim. Semoga bisa dijalankan dengan baik. Amin ya Rabbal aalamiin …

Wass,
G

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb

Ini adalah ringkasan dari kutbah Jumat di Kantor Pusat BPS (Badan Pusat Statistik) hari ini, 26 Nopember 2010. Sayang sekali saya tak membawa ponsel sehingga saya tak mencatatnya langsung. Brikut ini adalah point-point yang saya ingat berdasarkan apa yang disampaikan oleh khatib:

Jangan Remehkan Perbuatan Baik Yang Kelihatannya Remeh

  • Orang sepertinya menganggap bahwa shalat dua rakaat setelah wudhu itu merupakan kebaikan. Sepertinya banyak yang menganggap remeh hal ini. Kita tak tahu bahwa disitulah letak ridho Allah terhadap apa yang kita lakukan.
  • Pada suatu ketika ada seorang ulama berjalan dengan muridnya menuju di sebuah masjid. Di masjid itu ia minum segelas air yang disajikan oleh seorang tua di depan masjid. Muridnya menanyakan “Syech, bukannya kita saat ini sedang mengerjakan puasa sunnah? mengapa syech minum air tersebut?”. Syech menjawab: “Saya tahu bahwa orang tua ini selalu mendoakan setiap orang yang mampir minum air putih yang ia tuangkan ke dalam gelas dan siapa tahu doa dia terhadapku diijabah Allah swt?”. (Memang bapak tua ini selalu menyediakan air putih secara cuma-cuma bagi pengunjung masjid yang kehausan.)
  • Allah memberikan pahala yang sangat besar kepada seorang yang dengan ikhlas menebang dahan atau ranting yang menutupi perjalanan orang. Ia membuat jalan menjadi lapang bagi orang lain yang melaluinya.
  • Jangan remehkan orang yang penampilannya biasa-biasa saja namun dia selalu melakukan hal-hal kecil yang sering dianggap remeh orang lain: dzikir, shalawat, memberi salam, tersenyum kepada orang lain. Jangan remehkan dampak sebuah senyuman. Senyuman juga yang membedakan antara toko yang laris dan toko yang sepi. Toko yang laris memiliki pelayan yang selalu tersenyum.
  • Jangan remehkan orang yang sering infaq dan sodaqoh meski dalam jumlah yang kecil; siapa tahu dengan keikhlasan dan konsistensinya ia merupakan kekasih Allah.
  • Suatu hari saat selesai shalat di masjid Rasul menanyakan kepada sahabat kemana si Fulan yang biasa menyapu di masjid. Para sahabat menjawab bahwa ia telah meninggal dunia. Rasul minta ditunjukkan dimana kuburnya dan segera menuju kuburnya. Di kubur tersebut Rasul mendoakan si Fulan tukang sapu dan kemudian berkata “Semoga doaku menerangi kuburmu”.

Jangan Remehkan Dosa Kecil

  • Orang biasanya takut dan menghindari dosa besar seperti berzina, merampok, mencuri. Namun kadang orang lupa bahwa hal-hal kecil, misalnya berbohong kepada orang tua saja merupakan tindakan durhaka. Sebagai seorang muslim, megatakan “ah” kepada orang tua saja sudah dianggap dosa, apalagi berbohong atau hal lainnya.
  • Mungkin kegiatan-kegiatan lainnya yang biasa kita anggap merupakan hal yang biasa justru mendapatkan dosa dari hal yang biasa atau kecil. (misalnya membicarakan kejelekan orang lain, kita tergolong ghibah bila melakukannya.
  • Bila seseorang berjalan bisa terpeleset karena batu kecil (kerikil) dan jarang sekali orang terpeleset di batu yang besar.

Sebuah kutbah yang indah penuh makna. Mari kita jalani langkah-langkah kecil namun penuh muatan kebaikan misalnya melakukan infaq dan sodaqoh, tersenyum kepada orang lain, memberi salam, dan masih banyak hal lainnya.

Wass,

G

Read Full Post »

Sudah Gowes Lagi

Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah, atas ijin Allah subhannahu wa ta’ala, akhirnya saya mulai aktif gowes lagi hari Kamis (18 Nopember 2010). Rasanya senang sekali meski jalannya thimik-thimik (pelan banget – red.) karena dua alasan: 1.) menikmati banget (Alhamdulillah) bahwa nggowes sepedah itu jan huwenak pol-polan; 2.) ekstra hati-hati nggowesnya paska ngglundhung dari Mongoose. Semoga selanjutnya Allah swt tetap mengijinkan saya gowes dan diberi keselamatan dan kelancaran gowes. Amin.

Kamis (18Nov10) pagi, mampir dulu di Gelora Bung Karno (GBK). Muter2 di GBK sambil latihan cadence. Asik, sepi pagi itu.

Mampir di taman hijau Tebet sambil menghirup udara pagi…

Masih di taman hijau Tebet. Tasnya baru tuh. Keren gak? Dibeli langsung dari UK lho; mereknya Brooks tipe Bricklane Roll-Up.

Mampir dulu ke rumah ibunda tercinta di Tebet Timur Dalam.

Sorenya mampir Rodalink SCBD, ketemu Mongoose punya om Toni sedang di servis …

Sabtu (20Nov10) gowes bareng temen2 Robar dan lainnya, termasuk mas Jokky. Mereka pada ke Bogor, saya cukup sampai Depok saja. Maklum masih pemula setelah “ngglundhung” …

Sabtu sore shalat Maghrib BMW di masjid Al-Jannatin (Cilandak KKO). Hujan deras. Terbukti Brooks Bricklan Roll-Up pannier bener2 tahan air. Top!

Semoga terus bisa gowes ….

Wass,

G

Read Full Post »

Pemimpin dan Pengorbanan

Assalamualaikum wr wb.

Berikut ini adalah kutbah resmi yang disampaikan oleh sahabat saya (sejak kuliah di tahun 1979) , ustad Reza Esfan Asjoedir. Semoga bermanfaat.

Wass,

Gatot

——

Pemimpin dan Pengorbanan

Khutbah ‘Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1431 H

di Kodam 2 Sriwijaya Palembang

oleh :  Reza Esfan Asjoedjir

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ هَذَا الْيَوْمَ عِيْدًا لِّلْمُسْلِمِيْنَ وَجَعَلَ عِبَادَةَ الْحَجِّ وَعِيدَ اْلأَضْحَى مِنْ شَعَائِرِ اللهِ وَإِحْيَاءَهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْـكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِْينَ.

عباد الله ، أوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون 

الله اكبر 9 × ولله الحمد

الله اكبر كبيرا والحمدلله كثيرا وسبحان الله بكرتا واصيلا

الله اكبر لا اله إلا الله  ولا نعده الا اياه مخلشين له الدين ولو كره الكفرون

لا اله الا الله وحده صدق وععده ونصر عبده واعز جنده وهذم الاحذاب وحده لا اله الا الله ولله اكبر  الله اكبر ولله الحمد.

وقال الله تعالى في القران الكريم :

وَإِذْ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّه ُُ بِكَلِمَات ٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَاما ً قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhan nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikan mu pemimpin bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunan ku”. Allah berfirman: “Janji-KU (ini) tidak mengenai orang yang dzalim”. QS al-Baqarah 2:124

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Kaum muslimin dan muslimat jamaah shalat ‘Ied warga Kodam II Sriwijaya dan masyarakat lingkungan yang dirahmati ALLAH.

Segala puji, puja, dan syukur hanya bagi ALLAH Sang Khaliq, RABB Pencipta dan Pengendali seluruh alam Semesta.

Di dalam tangan- NYA lah seluruh kejadian berjalan dengan seimbang, teratur, dan berirama.

Melalui izin dan kehendak- NYA semua peristiwa terjadi dengan skenario yang canggih dan cermat, dengan ketelitian yang tidak terbayangkan.

Kita bersaksi bahwa tidak ada suatu tuhan pun selain ALLAH Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan ALLAH dan hamba-NYA.

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Saudara-saudara ku kaum muslimin/muslimat jamaah shalat ’Ied yang berbahagia.

Di pagi hari 10 Dzulhijjah yang khidmat dan cerah ini ummat Islam di seluruh dunia berbondong-bondong datang ke tempat terbuka, sambil terus menerus memuji-muji dan mengagungkan kebesaran ALLAH SWT.

Bibir mereka gemetar melafadzkan kalimah takbir, tahlil, tahmid, tasbih; dan hati mereka yang bening, hati yang senantiasa berusaha untuk ikhlas dan berserah diri kepada ALLAH – sebagaimana yang telah dicontohkan oleh rasul kesayangan ALLAH, nabi Ibrahim AS –  senantiasa bergetar mengingat dan meyakini kebesaran- NYA.

Nabi Ibrahim, beliau lah nabi yang nama nya dipakai sebagai nama surat ke  14 di dalam al-Qur’an.

Nabi Ibrahim, beliau lah nabi yang nama nya disebutkan puluhan kali di dalam al-Qur’an.

Nabi Ibrahim, beliau lah nabi yang disebutkan sebagai Bapak nya para rasul, imam/pemimpin seluruh umat manusia.

Nabi Ibrahim, beliau lah nabi yang disebut-sebut sebagai pembawa Dienul Islam, agama yang lurus, yang kemudian diteruskan oleh para rasul keturunannya sampai nabi Muhammad SAW.

Nabi Ibrahim, beliau lah nabi yang mendapatkan gelar Khalilullaah – nabi kesayangan ALLAH SWT.

الله أكبر  الله أكبر  ولله الحمد

Jamaah shalat ‘Ied yang dirahmati ALLAH.

Umat Islam adalah umat nabi Ibrahim AS, yang dibimbing oleh nabi akhir zaman Muhammad SAW. Inilah umat yang disebutkan di dalam al Qur’an sebagai umat teladan.  Umat terbaik yang pernah dilahirkan ke muka bumi, yang mengajak kepada kebaikan dan perbaikan tatanan kehidupan. Umat yang mencegah segala kemungkaran, agar manusia terhindar dari penderitaan. Umat yang mengarahkan dan menyerahkan seluruh hidup dan kehidupannya hanya untuk mengabdi kepada ALLAH SWT Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Karena hanya melalui pengabdian dan tatanan hidup yang seimbang itulah manusia insya ALLAH akan menemukan fitrah, yang menghantarkannya kepada kehidupan bahagia dalam artian yang sesungguhnya, baik di dunia terlebih lagi nanti di akhirat.

 

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah shalat ‘Ied yang dirahmati ALLAH.

Sejak dikukuhkan nya nabi Ibrahim sebagai khalilullah, hati beliau selalu dekat dan ingin dekat dengan ALLAH, dan ujian demi ujian beliau hadapi dengan tabah dan sabar.

Dari berbagai ayat-ayat dalam al-Qur’an terungkap bahwa nabi Ibrahim tergolong seorang nabi, pemimpin yang cerdas dan genius, yang rela berkorban dalam pengabdiannya kepada ALLAH.

Di masa muda nya dalam kepala beliau telah berkecamuk konflik antara pikiran warasnya dengan situasi kondisi masyarakat yang menganut paham paganisme.

Tidak masuk dalam akal fikiran beliau ketika memperhatikan umat di saat itu ( termasuk bapaknya sendiri yang ahli pembuat patung ) menyusun patung-patung tersebut dengan rapi, dan kemudian secara bersama-sama menyembah nya. Karena tidak setuju dengan yang dilakukan umat, pada akhirnya semua patung-patung tersebut beliau hancurkan, dan akibatnya beliau dibakar di dalam unggunan api bernyala-nyala yang disiapkan raja dzalim, Namrudz.  Namun itu semua dijalani dengan tenang dan ikhlas,  karena beliau  betul-betul percaya pada ke maha kuasaan ALLAH SWT, dan dengan izin NYA, nabi Ibrahim diselamatkan tanpa menderita sedikitpun.

Gambaran ujian dan pengorbanan lain yang dijalani nabi Ibrahim digambarkan ALLAH dengan sangat indah dalam al-Qur’an surat Shaffat 37 : 100-107;

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107)

yang maksud nya insya ALLAH :

 

’ Ya RABB/ Tuhan ku, anugerahkanlah kepada ku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. Maka KAMI beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat shabar ( Ismail ). Maka tatkala anak itu telah sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anak ku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelih mu. Maka fikirkanlah apa pendapat mu ! Ismail  menjawab, Hai bapak ku, kerjakanlah apa yg diperintahkan kepada mu; insya ALLAH engkau akan mendapatkan ku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, nyatalah kesabaran kedua nya.  Dan KAMI panggillah dia; Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah KAMI memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Dialog antara seorang ayah ( Ibrahim AS) dan anak (Ismail AS ) di atas pada dasarnya menggambarkan bagaimana kedua insan yang ikhlas dan ridha menjalani ujian  yang cukup berat dari ALLAH SWT, khusus nya pengorbanan.

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah ‘Ied yang dirahmati ALLAH.

Kita bisa melihat lebih jauh lagi karakter dan kepribadian nabi Ibrahim AS sebagai pemimpin dengan  lulus nya beliau menghadapi ujian-ujian lainnya dari ALLAH , sebagaimana bila kita simak di dalam surat ali Imran 3 : 67-68,

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (67) إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ(68)

yang maksud nya insya ALLAH :

 

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada ALLAH), dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikuti nya, dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan ALLAH adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.”

 

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah shalat ‘Ied yang dirahmati ALLAH.

ALLAH SWT memberitahukan tentang kepribadian yang kuat dan karakter pemimpin yang prima dalam diri nabi Ibrahim AS , yakni sbb :

  1. Bukan pengikut Yahudi atau Nasrani
  2. Qaanitan lillah (selalu taat, patuh, dan tunduk kepada ALLAH)
  3. Haniifan (keberpihakannya hanya kepada kebenaran)
  4. Syaakiraan (selalu mensyukuri nikmat ALLAH)
  5. Seorang muslim yang khalis, mau berkorban untuk umat (ikhlas )

 

Mari masing-masing kita merenung dan berkaca diri, seberapa jauh keteladanan nabi Ibrahim AS tersebut sudah kita pedomani, seberapa banyak karakter kepemimpinan nya yang prima, khususnya pengor banan beliau kepada ALLAH  sudah kita teladani dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari ?

Ada sebuah kisah menarik tentang pengorbanan yang perlu kita renungkan dalam-dalam, sebagaimana berikut :

Pada suatu siang yang agak panas di pasar  tempat penjualan hewan kurban di Jakarta, ada seorang anak muda, karyawan sebuah perusahaan swasta, ditemani oleh seorang teman nya ingin membeli seekor kambing di pasar qurban utk aqiqah putri pertama nya.

Setelah dipilih-pilih, maka didapatlah seekor kambing yang paling bagus dan gemuk. Namun, ternyata harganya menurut pendapat si anak muda masih agak mahal, dan karena itu dia mencoba untuk melihat alternatif kambing lain nya yang dia harapkan lebih murah.


Tiba-tiba datang seorang nenek tua berusia kira-kira 70 tahun an yang juga mau membeli kambing, dan ternyata si nenek langsung memilih kambing yang sudah dipilih si anak muda tadi, dan membayar tanpa menawar lagi.

Sang anak muda yang merasa takjub, langsung bertanya kepada si nenek, ”Buat apa kambingnya nek?”. ”Buat kurban” jawab si nenek.

”Kok beli sendiri tidak diantar anak atau cucu ?

” Aku sudah tidak punya sanak saudara lagi , anak muda, kata si nenek dengan sangat lembut. Aku sudah lama hidup sabatang kara, untuk mencari nafkah hidup, sehari-hari aku berjualan sapu yang ku buat sendiri dari daun kelapa dan daun pisang.

Si anak muda tertegun, dan berkata : “Subhanallah ya nek, dalam kondisi demikian nenek masih sanggup ber-qurban.”

Sang nenek tersenyum, dan dengan suara yang menggetarkan hati ia berkata; anak ku, ALLAH sudah demikian sayang kepada ku, tiap hari DIA memberi ku nikmat-nikmat yang begitu banyak, yang aku tidak pernah mampu menghitungnya, terutama ni’mat menjadi manusia, nikmat Iman, dan nikmat Islam, nikmat sebagai ummat Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah sebagai junjungan kita, mengajarkan agar sebagai seorang hamba, setiap saat kita harus siap berkorban di jalan ALLAH. Nenek berpikir, sebagai umat Rasul, nenek harus mengikuti sunnah tersebut.

Bayangkan nak, meskipun setiap tahun nenek berkorban seekor kambing, tapi sebetulnya setiap hari nya nenek hanya menghargai nikmat ALLAH itu dengan berkorban dua-ribu rupiah saja.  Nak, Nenek tahu ALLAH begitu kaya, DIA tidak memerlukan uang dari nenek yang hanya dua-ribu rupiah setiap hari itu, walaupun memang itu yang dapat nenek korbankan untuk membalas nikmat- NYA yang banyak itu.

Kalau ALLAH berkenan memberikan rizki yang sedikit berlebih kepada nenek , sebenarnya nenek ingin sekali pergi berhaji.

Tapi nenek sadar, ongkos ke sana besar sekali dan kondisi nenek tidak memungkinkan, maka nenek beramal sesuai kemampuan saja, seperti berkorban sekali setahun ini. Nenek sangat berharap ALLAH ridha dan menerima korban nenek.

Si anak muda tersentak dan merasa sangat malu, serasa muka nya dipukul dengan keras. Seorang nenek miskin, dengan pendapatan hanya seadanya, mau bersusah payah berkorban tiap tahun untuk  membalas berjuta nikmat yang telah dilimpahkan ALLAH.

Sementara dia, seorang pegawai yang cukup sukses di perusahaan swasta, dengan penghasilan yang sangat berlebih, tidak pernah berpikir untuk ikut berkurban setiap tahun. Dia datang ke pasar itu pun hanya karena ingin membeli kambing untuk aqiqah anak pertama nya, yang kebetulan lahir menjelang musim haji, dan dia masih menawar harga kambing yang menurut nya kemahalan.

Padahal, kalau dibandingkan, penghasilan si anak muda dengan si nenek, sungguh….sangat sangat berbeda. Dia merasa malu, ya ALLAH, mana rasa syukur ku, mana rasa terima kasih ku..,mana pengorbanan ku, aku malu pada MU.., aku malu ternyata selama ini aku telah melupakan- MU.

Kejadian itu betul-betul membuat si anak muda tersentak,  dan serasa terbangun dari tidur…. merasa betapa hinanya dia di hadapan ALLAH. Demikian banyak nikmat yang diberikan- NYA, tapi selama ini tidak pernah disyukurinya. Sang anak muda lari ke pojok pasar dan menangis menyesali kealpaan nya pada ALLAH. Sejak saat itu dia tersadar, dan serasa baru dilahirkan kembali.

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah shalat ‘Ied yang dirahmati ALLAH.

Seorang nenek tua, dengan pola pikirnya yang sederhana nampaknya betul-betul menghayati makna pengorbanan, mengamalkan surat al-Kautsar dengan segala kemampuan yg dia punyai :

!

Sesungguhnya KAMI telah memberikan kepada mu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena RABB / TUHAN mu; dan berkorbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah.

Memang, senyatanya kita sudah diberi ALLAH kenikmatan yang sedemikian banyak, yang kalau dihitung-hitung kita tidak akan pernah sanggup menghitung nya sebagaimana dalan firman NYA, surat an Nahl 16 : 18,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah cukup bersyukur kepada ALLAH ? Dan kalau merasa sudah, apakah rasa syukur tersebut kita nyatakan/refleksikan dalam bentuk pengorbanan di jalan NYA guna mencapai tujuan hidup kita yang haqiqi, yaitu ridha ALLAH ?

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah shalat ‘Ied yang dirahmati ALLAH.

Ibadah qurban, merupakan salah satu refleksi/ungkapan dari rasa syukur kepada ALLAH.

“Qurban” berasal dari kata “qaruba – qariibun” yang berarti dekat. Ibadah ini tentu hanya mampu dilaksanakan dengan baik oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan ALLAH, yakni mereka yang senantiasa mampu bersyukur kepada ALLAH.

Ungkapan rasa syukur yang utama adalah Keberpihakan kepada ALLAH, yaitu dengan cara menjalani seluruh sisi kehidupan dengan melakukan yang diperintah- NYA dan meninggalkan yang dilarang- NYA, mengacu dan mengikuti seluruh pedoman yang telah diturunkan ALLAH melalui al-Qur’anul Karim secara menyeluruh ( kaffah ) dan istiqamah, serta  praktek/implementasi nya dalam kehidupan sosial sehari-hari, sesuai sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

Apapun usaha yang kita lakukan dalam berbagai profesi : sebagai seorang prajurit TNI di Kodam II Sriwijaya, karyawan, pengusaha, pendidik, ibu RT, dan lain-lain, semua nya harus mengacu pada tuntunan yang ada dalam al-Qur’an dan sunnah Rasul , agar selamat mencapai tujuan akhir dari hidup kita.

ALLAH telah mengingatkan di dalam surat Thaha 20 : 123-124,

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى (123) وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124)

yang makna nya insya ALLAH :

maka ketahuilah barang siapa yang mengikuti petunjuk- KU, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka, dan barang siapa yang berpaling dari peringatan- KU, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan KAMI akan mengumpulkannya pada hari Qiyamat dalam keadaan buta.

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah shalat Ied ma’asyiral muslimin/muslimat rahimakumullah..!

 

Semua petunjuk dan pedoman untuk menjalani kehidupan ada di dalam al-Qur’anul Karim, karena ini lah satu-satunya pedoman hidup yang tidak ada keraguan padanya.

(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. QS al – Baqarah 2 : 2

Karena itu, semua keputusan yang akan diambil oleh seorang pemimpin dalam setiap perkara harus mengacu dan menuruti apa yang diturunkan ALLAH di dalam al Qur’an.

Berpaling dari pedoman ALLAH atau tidak mengambil keputusan yang mengacu pada apa yang diturunkan ALLAH, tidak hanya akan menjalani kehidupan yang sempit, bahkan ALLAH mengancam dan menggolongkan orang tersebut sebagai kafir, dzalim, dan fasik, seperti yang disampaikan dalam surat al Maidah surat ke 5; akhir dari ayat2 44,45,47

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ (44) وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ )45 (وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (47)

yang bermakna insya ALLAH :

Barang siapa tidak menghukum (mengambil keputusan) dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir Barang siapa tidak menghukum (mengambil keputusan) dengan  apa yg telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang dzalim.

Barang siapa tidak menghukum (mengambil keputusan) dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang fasik.

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah shalat ’Ied Ma’asyiral muslimin/muslimat rahima kumullah..!

 

Yang membuat peraturan dan mengambil keputusan di suatu negara adalah penguasa atau pemimpin, dan yang membuat undang-undang adalah dewan legislatif yg merupakan wakil  rakyat (DPR).

Jadi, alangkah besar nya risiko dan alangkah berat nya tanggung jawab yang harus dipikul oleh seorang pemimpin dan wakil rakyat, apabila aturan yang digunakan dan undang-undang yg dibuat untuk mengambil keputusan tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan ALLAH melalui ayat-ayat- NYA, karena mereka akan termasuk orang-orang yg kafir, dzalim, dan fasik…nauzubillahi mindzaalik.

Sungguh sangat ironis, kalau kita amati akhir-akhir ini, banyak sekali di antara saudara kita yang justru malahan mengajukan diri untuk dipilih jadi pemimpin, untuk dipilih jadi wakil rakyat, sementara sebetulnya tanggungjawab dan amanah yang harus dilaksanakan begitu berat.

Saat sedang marak-maraknya pelaksanaan pemilihan pimpinan di-daerah-daerah, sering kita saksikan, kadang kala segala daya dan upaya dilakukan agar bisa berhasil jadi pemimpin, tanpa menghiraukan tata cara, tanpa menghiraukan hubungan silaturrahim antar sesama, tanpa menghiraukan halal dan haram, tanpa menghiraukan tata krama yang sebenarnya sudah menjadi  budaya kita bangsa timur, dan paling utama tanpa mengikuti aturan aturan dan pedoman yang telah digariskan ALLAH melalui al-Qur’an.

Dapat kita saksikan bagaimana dengan semua penyimpangan itu, kekayaan rohani dan jiwa bangsa kita telah merosot ke titik yang rendah.  Krisis nilai-nilai telah mengakibatkan sebagian para elit politik kita terjebak dengan budaya Kolusi, Korupsi, gila jabatan, pangkat, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, yang menyebabkan kemurkaan ALLAH, sebagaimana dijelaskann NYA dalam al Qur’an surat al A’raf : 96, bahwa kalau penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa DIA akan mencurahkan berkah dari langit dan dari bumi, tapi kalau mendustakan ayat-ayat ALLAH, maka DIA akan menyiksa.

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Jamaah shalat ’Ied Ma’asyiral muslimin/muslimat rahima kumullah..!

 

Karena itu, sudah seharusnya kita segera kembali ke pedoman dan petunjuk yang telah disampaikan ALLAH tentang tata cara pengangkatan imam/pemimpin, sebagaimana ketika ALLAH mau mengangkat Ibrahim menjadi pemimpin atau imam bagi manusia, yang dijelaskan dalam surat al-baqarah 2;124 pada mukaddimah khotbah pagi ini,

وَإِذْ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّه ُُ بِكَلِمَات ٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَاما ً قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

yang makna nya insya ALLAH :

 

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji RABB/Tuhan nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya.

ALLAH berfirman: “Sesungguhnya AKU akan menjadikan mu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunan ku”. ALLAH berfirman: “Janji- KU (ini) tidak mengenai orang yang dzalim”.

Kata kunci pada ayat tersebut adalah ibtalaa, maksudnya menguji dan imaaman pemimpin panutan umat manusia.

Artinya, yang layak menjadi pemimpin adalah yang sudah melalui ujian-ujian, atau dengan kata lain sebelum diangkat jadi pemimpin harus lulus ujian dulu.

Ketika nabi Ibrahim menawar agar anak cucunya kelak juga jadi pemimpin ”Qala wamin dzurriyyati” juga anak cucu saya ya Tuhan. ALLAH membalas : Janji- KU tidak untuk orang dzalim, artinya boleh, anak cucu mu juga akan jadi Pemimpin tapi dengan syarat, mereka tidak dzalim atau mereka juga harus lulus ujian ( ALLAH ).

Jelas sekali ALLAH menyebutkan, bahwa kriteria untuk menjadi seorang pemimpin adalah tidak boleh dzalim dan harus lulus dari ujian ( ALLAH ). Berarti, seorang yang dzalim dan belum lulus ujian-ujian  ALLAH tidak layak jadi pemimpin.

Ujian-ujian yang harus dilalui oleh seorang pemimpin bisa berbentuk yang tidak baik dan bisa berbentuk baik, ( bissyarri walkhair), sebagaimana firman Allah dalam surat al Anbiya’  21 : 35,

 

كُلُّ نَفْس ٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَة ً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Yang maknanya, insya ALLAH :

tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. KAMI akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada KAMI lah kamu dikembalikan.

Pada ayat yang lain, QS al Mulk 67 : 2 ALLAH menjelaskan :

 

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا ً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang maknanya insya ALLAH :

(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya DIA menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan DIA Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

Dari kedua ayat di atas tergambar bahwa yang lulus ujian dari berbagai ujian adalah mereka-mereka yang melaksanakan ahsanu ’amalan, dan nabi Ibrahim termasuk yang lulus dalam ujian-ujian ini.

 

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin/muslimat jamaah shalat Ied rahima kumullah..!

 

Kita lihat kembali bagaimana ALLAH telah menguji nabi Ibrahim AS sebelum beliau diangkat oleh Allah sebagai pemimpin.

Dengan berani beliau menghancurkan paganisme dengan merobohkan patung patung sembahan, kemudian dengan shabar dan tenang beliau tak gentar menjalani eksekusi dibakar hidup hidup oleh raja dzalim Namrudz, selanjutnya dengan tabah dan ikhlas ( karena mengikuti perintah ALLAH ) meninggalkan keluarganya di lembah yang tandus.

Dan ujian yang paling berat adalah ketika beliau harus mengorbankan /menyembelih anak kesayangan yang telah begitu lama dinantikan kelahirannya.  Dan sejarah membuktikan, semua itu dijalani dengan shabar dan ikhlas, berserahdiri kepada ALLAH.

Dengan lulusnya beliau dari berbagai ujian yang diberikan oleh ALLAH, jadilah beliau seorang imam/pemimpin sejati, yang selalu jujur, ikhlas, istiqamah, amanah, dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan generasi penerus dari pada kepentingan pribadi semata.

Di atas semua itu, beliau berjuang untuk mendapatkan ridha ALLAH, dimana perjuangan di dunia dilakukan untuk mencapai kebahagian yang hakiki di akhirat kelak.

 

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin/muslimat jamaah shalat Ied rahima kumullah..!

 

Sejak terjadinya gerakan reformasi pada tahun 1998, maka tata cara pemilihan pemimpin di negara kita mengalami perubahan, yaitu dengan memilih langsung calon yang diinginkan. Sayang nya, yang terjadi adalah warga tidak memilih pemimpin yang mereka butuhkan.

Sebagian besar pemilih tidak mengenal secara rinci pengetahuan, ketrampilan dan akhlak para calon pimpinan nya. Dan pertanyaan yg mendasar adalah : apakah mereka itu telah lulus dari ujian-ujian yang diberikan ALLAH padanya ? Bagi kita yang hidup di era reformasi ini, walau tidak mungkin memperoleh imam/pemimpin ideal seperi yang dicontohkan nabi Ibrahim AS, setidak nya mari kita coba mencari dan mencocokkan kriteria yang digambarkan ALLAH dalam al-Qur’an dari perjalanan hidup nabi Ibrahim, digabung dengan perjalanan hidup nabi Muhammad SAW, yang setiap tahun beribu manusia menapak tilasi nya saat menunaikan ibadah haji.

Dengan semangat pengorbanan dan perjuangan nabi Ibrahim, serta dengan mengharap ridha ALLAH, kita semua berdoa semoga kita mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan pedoman al Qur’an dan sunnah Rasulullah, paling tidak masing-masing kita berupaya untuk menjadi pemimpin bagi diri dan keluarga.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Duduk sebentar : Shalawat nabi.

Lanjutkan dengan KHUTBAH bagian ke II :

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر الله أكبر  الله أكبر الله أكب ر ولله الحمد

Jama’ah shalat ’Ied yang dirahmati ALLAH, khususnya jajaran Kodam II Sriwijaya.

Dalam QS 3 : 102 dan beberapa ayat-ayat lainnya, ALLAH mengisyaratkan bahwa tingkatan tertinggi seorang hamba adalah apabila dia sudah menggapai kondisi Muslim sejati, yaitu berserahdiri. Berserahdiri akan digapai apabila dalam praktek pengabdiannya, dia sudah menjalankan 4 sifat : taat, ikhlas, sabar, dan berkorban; yang Subhanallah terkandung dalam butir-butir Sapta Marga.

Untuk kita pahami bersama, bahwa pengorbanan tidak hanya dalam bentuk penyembelihan hewan secara ritual, namun lebih jauh lagi ada lah kesediaan untuk selalu memegang amanah dengan jujur, ikhlas, istiqamah, amanah, dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan generasi penerus dari pada kepentingan pribadi atau golongan semata.

Pada hari Raya Kurban ( Iedul Adha ) ini, kita sangat berharap semangat berkorban ( yang juga berarti taat, shabar, dan ikhlas ) itu makin bergejolak dalam hati masing-masing kita, utamanya warga Kodam II Sriwijaya. Apabila hikmah yang demikian diperoleh, sangat layak kita berharap, kepedulian sosial akan meningkat, dan pada gilirannya kesatuan dan kebersamaan yang kokoh dalam menjalankan tugas-tugas yang tercakup dalam Sapta Marga  akan dapat dilaksanakan, insya ALLAH.

Demikianlah uraian khutbah Idul Adha pagi ini, mudah-mudahan dapat menjadi motivasi bagi kita semua dalam rangka memaknai hikmah ‘Iedul Adha,  berupa pedoman untuk memilih pemimpin dan pengabdian sang pemimpin yang diwujudkan dengan kesediaan nya untuk berkorban, serta prakteknya dalam mensukseskan tugas yang diemban.

الله أكبر  الله أكبر الله أكبر الله أكبر  الله أكبر الله أكب ر ولله الحمد

Jamaah shalat ’Ied yang dirahmati ALLAH.

Akhirnya, sebagai penutup khutbah ’Ied ini, marilah kita menengadahkn tangan, menyampaikan do’a, bermohon pinta kepada- NYA dengan segala kerendahan diri dan hati yang tulus. Semoga ALLAH al Mujib berkenan mengabulkannya. Amin.

اعوذبالله من الشيطان الرجيم

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم,

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

حمدا شاكرين حمدا الناعميم حمدا يواف نعمه ويكاف مزيده.

ياربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطنك.

اللهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه اجمعيم.

الحمد لله الذي احينا بعد ماعمتنا واليه النصور

اللهم ععنا على ذكرك وشكرك وحسني عبادتك

 

Ya ALLAH, segala puji dan puja hanya layak bagi- MU, ENGKAU yang menghidupkan kami, dan ENGKAU pula yang nanti akan mematikan kami. Perkenankan kami bermohon doa dan menyampaikan pinta.

Segala puji bagi- MU ya JABBAR, hari ini ENGKAU masih menghidupkan kami semua.  Dengan ni’mat hidup itu kami masih punya kesempatan u/ segera bertaubat. Kami sadar ya TAWWAB, banyak hamba-hamba- MU yang sudah tidak bisa bertaubat lagi, karena mereka telah KAU matikan melalui berbagai peristiwa : wafat biasa, melalui bencana, penyakit, dsb

Tapi ya SYAKUR, maafkan kami yang jarang bersyukur atas ni’mat- MU yang tidak terhitung. Kami sudah shalat ya RABB, namun diri kami masih belum terhindar dari perbuatan yang keji dan munkar. Sudah ber tahun-tahun kami berpuasa tapi kami masih belum mencapai nilai-nilai ketakwaan. Sudah berkali-kali kami membayarkan zakat, tapi kami masih belum mampu merasakan penderitaan anak yatim dan kaum fakir miskin.

Banyak di antara kami yang sudah berhaji, namun belum mampu berserahdiri hanya pada- MU ya RAHMAN. Sudah tua usia kami, tapi kami belum mampu berbakti kepada orangtua kami. Sudah dekat kematian kami, tapi ibadah kami mungkin belum ikhlas hanya untuk- MU, sehingga sampai saat bangsa kami masih belum sejahtera, ENGKAU menimpakan musibah demi musibah yang tiada henti.

Karena itu ya ALLAH kami bermohon pada MU, bimbing kami tuntun kami, agar sebelum kematian menjemput, kami mampu memperbaiki kesalahan, agar kami mampu berbuat baik sehingga ENGKAU ridha.

Tuntun kami ya HADIY, tunjuki kami. Terangi kehidupan kami dengan cahaya- MU, agar iman kami mantap, agar shalat kami khusyu’, agar puasa membawa kami ke dalam golongan orang2 yang taqwa, agar zakat mensucikan harta titipan- Mu, agar haji mampu menjadikan kami lebih baik di sisi- MU,  bermanfaat bagi sesama.

Bimbing kami agar mampu Iqra’ al Qur’an dan mengikuti sunnah Rasul- MU, bimbing kami untuk bisa menepati janji suci kepada- MU,  Inna Shalaati Wanusuki wamahyaaya Wamamaati Lillaahi rabbil’Aalamiin.

Ya Maha RAHMAN Ya RAHIIM, kasihi Ibu dan Bapa kami, orang yang paling berjasa dalam hidup kami. Balaslah kebaikan mereka sejak kami berada di dalam kandungan Ibu, dilahirkan dengan berdarah-darah, dan dibesarkan dengan susah payah hingga kami bisa menjadi seperti saat ini.  Jadikan jerih payah Ibu Bapa kami sebagai untaian dzikir kepada- MU, Lipatgandakan kebaikan mereka ya Allah, dan masukkan mereka ke dalam surga- MU.

Ya MUHAIMIN, Engkau yang Maha Memelihara, pelihara anak-anak keturunan kami. Tuntun mereka menjadi anak-anak shaleh /shalehah, anak-anak yang menyejukkan hati dan pandangan kami. Jangan biarkan anak2 kami tersesat. Bimbing mereka agar mampu shalat dengan khusyu’, dan saat kami mati nanti, anak2 yang memimpin shalat jenazah kami; dan doa mereka untuk memohon ampunan atas salah kami KAU kabulkan.

YA RAHIIM, bimbing pula kami agar mampu memelihara silaturahim di antara kami. Jangan biarkan ada bibit-bibit perselisihan di antara kami. Rukunkan kami dan keluarga kami, rukunkan kel Kodam II Sriwijaya, rukunkan penduduk Propinsi Sumsel, dan rukunkan bangsa Indonesia dalam naungan ridha- MU.

RABB, di antara kami ada segolongan hamba-hamba- MU yang lemah, faqir dan amat mendambakan curahan rahmat dan kasih saying- MU. Beri kami kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan hidup. Lapangkan kami dari kesempitan dan kefakiran. Teguhkan hati kami, tetapkan hidup kami dalam keadaan iman dan Islam, dan matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah.

Ya ALLAH, di antara kami yang memohon ini terdapat golongan hamba-hamba- MU yang mengemban amanat-Mu sebagai pemimpin ummat, baik yang formal maupun yang tidak formal.

Jadikan kepemimpinan mereka berada pada jalan yang benar, berlandaskan al-Qur’an dan sunnah Rasul- MU, penuh pengorbanan, keadilan dan keridhaan-MU, serta ENGKAU jauhkan dari segala bentuk kedzaliman, penyalahgunaan kekuasaan dan sifat-sifat tidak terpuji lainnya.

RABB, jangan lagi KAU timpakan bencana demi bencana di bumi Indonesia, kami sudah tak mampu menerimanya.

Kepada sdr2 kami yang baru2 ini terkena bencana di Wasior, Mentawai, sekitar gn Merapi, tabahkan mereka, beri mereka kemampuan untuk segera bangkit kembali.

Ya JABBAR, dengan kuasa- Mu persatukan suami istri yang saat ini masih bertengkar, tumbuhkan kembali cinta dalam keluarga yang orang tua dan anak saat ini tidak berbaikan, sembuhkan orang-orang yang saat ini sedang terbaring sakit, mudahkan jalan bagi orang-orang yang saat ini sedang berhutang, beri jodoh hamba-hamba- MU yang saat ini masih sendirian. Beri keturunan pasangan-pasangan yang belum mempunyai dzuriat, Beri jalan keluar dari mereka-mereka yang sedang dirundung persoalan ya HALIM ya MUJIBASSA’ILIIN.

Ya RABBUL JALIL, sampaikan salam rindu kami kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW. Izinkan kami nanti yang berkumpul hari ini kel kami, pada suatu waktu KAU kumpulkan di Padang Arafah untuk wuquf. Izinkan kami bertemu dgn baginda Rasul di hari Qiyamat dalam keadaan beruntung, persatukan kami semua dalam barisan Rasulullah menuju surga- MU.

Wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan, kabulkanlah doa,  perkenankanlah pinta, dan penuhilah permohonan kami.

ربنا ظلمنا انفسن وان لم تغفرلنا وترحمنا لن كوننا من الخاشرين. ربنا هبلنا من ازواجنا وزريتنا قرت اعيون وجعلنا للمتقين امامه. ربنا لاتزغ قلوبنا بعد ازهديتنا وهبلنا من لدنك رحمة انك انت الوهاب.

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. وادخلنا الجنة مع الابرار ياعزيز ياغفار يارب العالمين

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين.

سبحان ربك ربى العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العلمين.

لله اكبر 3× لا اله الا الله والله اكربر. الله اكبر ولله الحمد.

والسلام عليكم ورحمة الله وبراكاته

 

 

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Berikut ini adalah intisari dari kutbah yang saya ikuti tadi pagi dan langsung saya catat menggunakan ponsel. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum wr wb.

Gatot

——————–

Inna a’thoina kal kautsar…

Makna Qurban:

  1. Qurban adalah batu ujian dari Allah swt untuk hamba2Nya yg beriman. Allah ingin menguji tujuan dari hamba2Nya: dunia atau akherat? Bila akherat maka perintah berqurban akan dilaksanakannya. Sesungguhnya, bagi yg beriman maka perintah Allah dijwab: sami’na wa’athona. Tapi bagi yg orientasinya dunia, maka ia akan keberatan krn orientasinya mengumpulkan harta(Al Humazah). Padahal harta tersebut tak akan mengekalkan hidupnya.Maka jangan mendekati masjidku, begitu kata Allah kepada yang tak beriman. Generasi awal adalah generasi yang cinta masjid, semuanya shalat berjamaah di masjid. Tak boleh mendekati masjid bagi mereka merupaka siksa berat karena generasi awal sangat patuh mengerjakan shalat
  2. Begitu mulia orang yg berqurban buat utk orang lain, maka maknanya bukan hanya pada pemotongan ternak saja, yaitu keharusan menyembelih sifat2 hewan ternak yg disembelih. Misalnya: tamak, rakus, tak pernah puas, melihat org lain sbg ancaman, tak pernah bersyukur. Allah memberikan perumpamaan negara yg tenteram, adem ayem, Allah datangkan rizki dari semua arah. Negeri surga. Tongkat dan kayu jadi tanaman. Krn orang2nya ada sifat2 ternak maka Allah jadikan pakaian ketakutan. Banyak negeri ini yg kufur kpd Allah swt.Sesungguhnya Allah tak akan mengadzab mereka bila mau bertaubat, banyak istighfar.
  3. Amanah utk peduli kepada umat manusia. Betapa mulianya, bagi yg mampu, utk berqurban. Dalam sebuah hadits Rasul mengatakan: Tidak akan masuk surga bila seseirang bisa tidur nyenyak karena kekenyangan sementara tetangganya gak bisa tidur karena tak ada makanan. Ibadah ada dua: ibadah diri sendiri dan ibadah sosial (lebih bagus drpd ibadah sendiri)

Makna haji:

Pertama, puncak haji adalah wukuf yang artinya “diam”. Suatu saat manusia akan diam. Hidup ini hanya sementara. Jangan kurbankan kehidupan akhirat dg hidup sementara.

Yang kedua: syai. Maknanya bersih dari kotoran (sofwa) sedangkan hasilnya kita syukuri (marwa)

Read Full Post »

Urine Protector

Assalamualaikum wr wb.

Maaf mungkin saya masih ndesit alias ketinggalan jaman terhadap yang satu ini. Ceritanya kemarin (15 Nopember 2010) saya bekerja di gedung BEJ lantai 13 Tower 2. Yang membuat saya kagum adalah saat saya asuk ke toilet (maaf) karena ternyata di tempat buang air kecil ada plastik mika transparan yang berfungsi sebagai pelindung agar air seni tak mucrat kemana-mana. Dari beberap kloset yang ada (sekitar 6 rasanya) hanya ada dua (2) yang diberi urine protector (foto). tentunya ini adalah untuk muslim. Luar biasa Rasanya aman sekali membuang air kecil di koset seperti ini. Terima kasih banyak, BEJ. Rasanya barus sekali ini saya menjumpai urine protector.

Wass,

G

Urine Protector. Maaf pemuatan foto ini bukan untuk maksud jorok, tapi lebih ke informasi aja buat temen-temen sesama muslim. Subhanallah kalau semua gedung ada urine protector. Betapa asiknya.

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Kajian Zhuhur 16 Nov 2010 di Kantor Pusat BPS

Harus ada lima hal suci yang harus dipenuhi untuk menunaikan ibadah haji:

  1. Niat harus suci, lillahi ta’ala. Jangan niat haji karena akan pilkada, demi status, dsb. Bagus tuh film “Emak Ingin Naik Haji” karena ada contoh orang yang naik haji karena mau jadi Wali Kota.
  2. Hati suci. Penyakit hati banyak. a.) Biangnya sirik. Jgn bawa aqidah yg kotor. Hati harus dibersihkan dari aqidah syirik. Menaruh kepala kerbau di merapi – jelas syirik. Kita aja gak mau dipersekutukan. Apalagi Allah. b.) Sombong, takabur. Hati harus tawadhu, bukan buat pamer. Tidak boleh medit, pelit, bakhil. Harus tawadhu.
  3. Diri suci. Bertaubat, istighfar sebanyak mungkin sebelum berangkat ke tanah suci. Kalau perlu shalat sunnah taubat 2 rakaat. Allah tdk pendendam. Selama kita jujur meski kita banyak dosa, ampunan Allah seluas samudra. Kita bersihkan dengan banyak shalat. Untuk dosa yg horizontal, adakan walimatu syafar utk membersihkan diri kepada tetangga, kerabat dsb utk meminta maaf. Walaupun orang salafi mengatakan ini adalah bid’ah namun niat kita adalah minta maaf.
  4. Ucapan harus suci. Lidah harus dibersihkan, jangan mencela atau menghina orang lain.
  5. Harta yang suci. Bukan dari yang haram.

Wass,

G

Read Full Post »

Older Posts »