Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2011

Akhlak Seorang Mukmin

Rasulullah SAW bersabda :

Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati.

(HR. Ad-Dailami)

Begitu bijaknya nasehat dan ajakan dari Rasul junjungan kita ini. Berbicara dengan baik adalah mudah dikatakan tapi begitu sulitnya dijalankan, apalagi bila kita sedang berkelakar dengan teman2 kita yang kadang kala bisa melebihi batas bahkan kadang menyakitkan orang lain. Astaghfirullah. Demi kehangatan pertemuan seringkali kita terpancing untuk dengan semangat terus berbicara dan becanda hingga tanpa disadari setan telah merasuk ke dalam jiwa kita sehingga kita terpeleset dan terlibat dalam ghibah (menggunjing) yang begitu besar dosanya di sisi Allah swt.

Sudahkah kita menjadi pendengar yang baik? Sebagian besar dari kita masih perlu banyak belajar dalam hal menjadi pendengar yang baik. Kita cenderung ‘bercerita’ ketimbang mendengarkan cerita orang lain. Kita sering menyela pembicaraan orang lain karena kita tak mau dibilang telmi alias lambat dalam mengungkapkan ide. Seringkali kita terpancing dengan mudahnya bahkan kita tak sadar mendominasi pembicaraan sehingga kawan kita tak diberi kesempatan berbicara. Padahal kita semua sadar bahwa salah satu kunci sukses dalam membina hubungan baik dengan orang lain adalah bila kita memperhatikan lawan bicara kita melalui mendengarkan secara aktif. Hal ini perlu diupayakan dan setelah itu dipraktekkan secara konsisten. Sudah banyak bukti empiris menyimpulkan bahwa bila kita banyak mendengarkan maka kita akan mendapatkan jauh lebih banyak dibandingkan bila kita banyak bicara. Hal terpenting adalah kita akan mendapatkan “hubungan baik” karena teman kita semakin merasa nyaman berinteraksi dengan kita. tak hanya itu, pada akhirnya kita mendapatkan kepercayaan (TRUST) dari teman kita. Bila kita sudah mendapatkan TRUST itulah puncak dari suksesnya hubungan dengan orang lain.

Dari dua hal tersebut saja semakin jelas bahwa sebenarnya bila kita selalu berbicara dengan baik, kita akan terhindar dari berbicara berlebiihan. Dengan dimikian maka akan memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan hal yang kedua, yakni mendengarkan secara aktif. Semoga kita bisa memperbanyak latihan melakukan dua hal tersebut. Bila dua hal tersebut dilengkapi dengan perilaku kita yang selalu menepati janji dan berwajah ceria ketika bertemu orang lain, insya Allah kita termasuk memiliki akhlak seorang mukmin yang dinasehatkan oleh rasulullah Muhammad SAW.

Semoga Allah SWT merahmati kita. Amin.

Wass,

Gatot

Advertisements

Read Full Post »

Lain pula parkir sepeda di Ratu Plasa ….. Kawasan ini belum menyediakan parkir sepeda yang memadai alias masih disatukan dengan motor. Hari Minggu siang kemarin saya ke Ratu Plasa bersepeda. Ternyata belum ada parkir khusus beuat sepeda. Untung Satpamnya kooperatif dan menyilakan parkir di tempat motor.

Untung ada tiang listrik ....Bisa saya rante sepeda Bridgestone ke tiang tersebut ....

Read Full Post »

Parkir Sepeda di PIM2

Satu persatu mall mulai membenahi diri dengan menyediakan tempat parkir khusus sepeda. Hari Sabtu siang saya ada janjian di Pondok Indah Mall2 dan saya nekat bersepeda dengan harapan paling sial ya parkir di tempat motor. Eh ternyata ada lho parkir sepedanya meski hanya muat buat 10 sepeda. Lumayanlah.

Lokasinya tak jauh dari pintu masuk PIM2, ada bike track nya (warna hijau)

Sepeda yang saya pakai, diparkir aman di PIM2.

Ada aturan mainnya juga ....he he he ... Biar tertib.

Semoga mall-mall lainnya menyusul. Pacific Place kapan nih? Saya udah langganan ke PP tapi belum ada standar jelas dimana sepeda boleh diparkir. Security kadang suka resek, mau parkir di P4 tempat motor aja kadang gak boleh. Gak jelas tuh PP. Ayo donk, masak ketinggalan dibandingkan PIM2, FX, Senayan City?

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Ini adalah ringkasan kutbah Jumat hari ini, 22 April 2011 di masjid Nurul Ikhlas. Khatib membahas tentang fenomena bom bunuh diri yang belakangan ini terjadi di Cirebon. Hal ini jelas tak sesuai dengan ajaran Islam yang sangat mecintai perdamaian. Pembom tak bisa mengatasnamakan Islam sebagai justifikasi atas tindakan kejinya. Kemungkinan pembom dan teroris memahami Al Quran dari aspek tekstualnya saja, tak melihat konteksnya, azbabun nuzul nya kenapa sebuah ayat itu diturunkan.

Mari kita tengok surah At Taubah ayat 4-5 yang berbunyi seperti ini:

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.  Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu , maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan [5] Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari teks yang tertulis sepertinya diperintahkan untuk membunuh orang musrik. Padahal itu adalah dalam konteks sedang berperang, bukan dalam kondisi damai seperti dewasa ini.

Ada dua hal untuk menepis pandangan tersebut:

  1. Dalam Islam ada etika peperangan. Ada rambu2 yg harus ditaati umat islam saat berperang. Rasul melarang membunuh perempuan, anak2, org tua, PRT, dlsb. Walatahlu …tak boleh membabi buta.
  2. Rasul juga bergaul dg org2 musrik, nasrani, yahudi. Rasul tidak membumi-hanguskan nasrani.

Dalam peperangan yg legal saja Rasul melarang membabi buta, membunuh org2 yg tak ada hubungannya dg perang. Bagaimana membunuh orang di dalam rumah Allah, masjid. Bagaimana. Barangsiapa membunuh satu org jiwa saja maka seakan membunuh seluruh kehidupan.

Mudah2an kita bisa membentengi keluarga kita dari pengaruh pencucian otak sehingga berperilaku menyimpang dari ajaran Allah SWT.

Wass,

Read Full Post »

Empat Tingkatan Rezeki

Ada 4 cara Allah memberi rezeki kpd makhluk-Nya:

1. REZEKI TINGKAT PERTAMA (YANG DIJAMIN OLEH ALLAH)
“Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yg tdk dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. 11: 6)

Artinya Allah akan memberikan kesehatan,makan,minum utk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yg terendah.

2. REZEKI TINGKAT KEDUA
“Tidaklah manusia mendapat apa2 kecuali apa yg telah dikerjakannya” (QS. 53: 39)

Allah akan memberikan rezeki sesuai dengan apa yg dikerjakannya. Jika ia bekerja dua jam, dapatlah hasil yg dua jam. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh2, ia akan mendapat lebih banyak. Tdk pandang dia itu muslim atau kafir.

3. REZEKI TINGKAT KETIGA
“… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. 14: 7)

Inilah rezeki yang disayang Allah. Orang2 yg pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah & mendapat rezeki yg lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yg pandai bersyukurlah yg dapat hidup bahagia, sejahtera & tentram. Usahanya akan sangat sukses, karena Allah tambahkan selalu.

4. REZEKI KE EMPAT (UNTUK ORANG2 BERIMAN DAN BERTAQWA)
“…. Barangsiapa yg bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yg tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yg bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu.”
(QS.Ath-Thalaq/65:2-3)

Peringkat rezeki yg ke empat ini adalah rezeki yg istimewa, tidak semua orang bisa meraihnya. Orang istimewa ini (muttaqun) adalah orang yg benar2 dicintai & dipercaya oleh Allah utk memakmurkan atau mengatur kekayaan Allah di bumi ini.
Wallaahu alam..

Read Full Post »

Ajakan Hidup Bahagia

Assalamualaikum wr wb.

Berikut ini adalah postingan teman saya, Wayan Achadiyana, di sebuah milis. Semoga bermanfaat.

Wass,
G

———–

Bila “SUBUH” Utuh,Pagi pun Tumbuh…Hati terasa Teduh…Pribadi tidak Angkuh…Keluarga tidak Keruh,maka Damai Berlabuh…

Bila “DZUHUR” teratur,Diri jadi Jujur…Hati tidak Kufur…Jiwa selalu Bersyukur…Amal ibadah tidak Udzur…Keluarga Akur,maka Pribadi jadi Makmur…

Bila “ASHAR” kelar,Jiwa jadi Sabar…Raga jadi Tegαr…Senyum pun Menyebar…InsyaAllah rezeki Lancar…

Bila “MAGHRIB” tertib,Ngaji menjadi Wajib…Jauh dari Aib…InsyaAllah Syafa’at tidak Raib…

Bila “ISYA” terjaga,Malam berCahaya…Hati damai Sejahtera…InsyaAllah Hidup pun Bahagia…

Aamiin…:)(y)

Bila “DUHA” tidak hanya menjadi wacana….Tapi hikmat teratur & terlaksana..Bukan hanya penyejuk suasana..Juga lambang kesiapan jiwa dan raga..Menerima rahmat dan hidayahNya..

Bila “TAHAJUD” senantiasa terwujud..Lewat tengah malam hambaMu bersujud..Tertegun betapa seharian tlah terhasut..Bujuk rayu setan buat iman sering tersudut..Tapi kami inginkan surga,  krn neraka pasti kami takut..

Bila jamaah di MASJID jadi impianPahala meningkat sudah jaminanSilaturahmi menjadi tambahanNikmati cinta persaudaraanSemakin kokoh, pertebal iman

Read Full Post »

Perkara Yang Membinasakan

Rasulullah SAW bersabda : “Ada tiga perkara yang membinasakan yaitu hawa nafsu yang dituruti, kekikiran yang dipatuhi, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri.”

(HR. Ath-Thabrani dan Anas)

Dalam sekali makna hadits ini sehingga bila kita mengamalkannya insya Allah kita terhindar dari kebinasaan dan bisa masuk surga dimana mengalir sungai-sungai di bawahnya. Subhanallah ….

Betapa tidak, hawa nafsu manusia memang secara kodrat telah kita miliki, tak seperti malaikat yang Allah ciptakan tanpa hawa nafsu dan hanya tunduk kepada perintah Allah swt. Melalui hawa nafsu inilah setan membisikkan ajakan-ajakannya yang membawa manusia kepada kemaksiatan.

Adalah juga merupakan salah satu sifat manusia untuk menumpuk kekayaan dan kadang tergelincir ke dalam kekikiran. Padahal bila direnungkan lebih jauh, justru harta yang disalurkan di jalan Allah malah merupakan harta abadi karena tak pernah habis pahalanya.

Hawa nafsu juga bisa menyeret manusia menjadi merasa paling hebat, paling jago, paling mulia, paling saleh, paling benar. Padahal hanya Allah swt yang paling hebat dan sumber dari semua kebenaran yang ada di seluruh alam semesta ini.

Ketiga hal tersebut saling terkait dimana hawa nafsu merupakan pangkalnya. Hawa nafsu bisa menjerumuskan kita menjadi manusia pengumpul harta dan selalu membanggakan diri. Semoga kita dijauhkan dari hal yang demikian. Amin.

Read Full Post »

Older Posts »