Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2011

Adil

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Lelaki yang paling baik dari umatku adalah lelaki yang paling baik kepada istrinya. Dan wanita yang paling baik dari umatku adalah wanita yang paling baik bagi suaminya. Bagi istri yang baik pada suaminya tiap hari akan mendapat SERIBU syahid (karena ikhlas dan sabarnya). Wanita yang paling baik adalah wanita yang membahagiakan suami dalam segala hal yang diinginkannya, selain bermaksiat kepada ALLAH.
Lelaki yang paling baik dari umatku adalah lelaki yang bersifat lembut pada istrinya. Setiap hari Suami yang baik kepada istrinya akan mendapat SERATUS SYAHID (karena ikhlas dan sabarnya).”

Dengan heran Umar bin al-Khatab as bertanya, ” Wahai Rasulullah, mengapa wanita dapat pahala SERIBU, sedang lelaki hanya SERATUS?”.

Nabi SAW menjawab, “Wahai Umar! Pahala dan keutamaan istri lebih besar dari suaminya, karena ALLAH SWT mengangkat derajat lelaki di dalam surga beberapa derajat dikarenakan ridha dan doa istri kepada suaminya. Namun ketahuilah bahwa dosa terbesar setelah syirik kepada ALLAH adalah mendurhakai suami. Dan takutlah kalian kepada ALLAH terhadap DUA ORANG LEMAH, yakni ANAK YATIM dan ISTRI. Barang siapa yang berlaku baik kepada keduanya/lemah lembut, berarti ia telah menggapai Ridha ALLAH. Dan barang siapa yang berlaku buruk kepada keduanya, maka ia berhak mendapat murkaNya…ALLAH. Hak istri atas suaminya adalah seperti hakKU atas kalian. Barang siapa yang menyia-nyiakan hak ALLAH, maka ia akan kembali dengan mendapat murka ALLAH SWT dan tempat kembalinya adalah tempat yang paling buruk, yaitu Neraka Jahanam”.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata :
Rasulullah SAW bersabda : “Orang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya.” (HR Tirmidzi)

(Diambil dari posting di Obrolan Hikmah, Grup BBM Perw NTT Maju Terus, semoga bermanfaat)

Read Full Post »

Nikmatnya Gowes ke Senayan City

Assalamualaikum wr wb.

Tulisan ini hanya sharing dan saya tak ada hubungan apa-apa dengan owner dari Senayan City. Yang jelas beberapa hari lalu, tepatnya Jumat sore 18 Feb 2011, saya sangat menikmati bertemu rekan2 bisnis saya di Senayan City. Memang saya yang mengusulkan di situ karena beberapa minggu lalu saya pernah ke situ ada tempat parkir sepeda khusus. Untuk kemudahan itulah maka saya usulkan ketemu di Sency. Seperti biasa saya bisa datang tepat waktu, bahkan sebelum jam janjian. Sekitar jam 17:45 saya sudah parkir sepeda di parkiran khusus. Bagi yang belum pernah, tolong diingat bahwa begitu masuk mall, Anda akan ketemu parking lot B1 – M13. Jangan lupa ya, soalnya saya pernah nyasar pas mau pulang gara2 tak mencatat. Di depan parking lot B1 – M13 itu ada lift di depannya, atau di sebelah kiri dari arah jalan Anda.

Mongoose diparkir cantik di Senayan City (18Feb11)

Setelah mengeringkan keringat dan memakai parfum, biar bau keringet yang pekok itu ilang, saya baru berani naik lift ke LG. Kami ketemu di Kafe Betawi. Pas jam maghrib, sekitar jam 18:24 saya bisa ke mushalla yang menurut petugas Kafe Betawi lokasinya ada di samping Tutti Frutti. Subhanallah …ternyata mushalla nya bersih, sekelas dengan mushallanya Pacific Place. Di situ juga ada mushalla attendance yang terdiri dari pria dan wanita. Tempat shlata dipisah antara pria dan wanita. Jumlah jamaah juga banyak. Yang membuat saya suka adalah saat shalat Isya, jamaahnya juga banyak sekali, paling tidak ada 3 shaf. Subhanallah … seneng sekali rasanya.

Kebetulan juga sore itu ada pertunjukan barongsai. Seru juga!

Suasana shalat maghrib di depan mushalla Senayan City, lantai LG.

Senang sekali malam itu karena pembicaraan mengenai bisnis berjalan lancar, dengan saya permisi 2 kali buat shalat Maghrib dan Isya namun waktunya gak lama karena tak jauh dari mushalla, kuliner jalan, dan tetap bisa gowes dengan parkir aman. Saya baru buabaran dengan rekan2 bisnis jam 21:30 …dan pulang dengan gowes lagi … What a life!

Jadi, bagi para pegowes …mari kita lanjutkan gowes. Jadikan sepeda sebagai alat transportasi  utama. Jangan kuwatir, sudah mulai banyak mall2 yang “sadar” pentingnya sepeda dengan menyediakan tempat parkir khusus. Semoga Pacific Place, Plasa Senayan, PI Mall pada ngikutin jejak FX Plaza dan Senayan City … ari kita jadikan Jakarta sebagai kota pesepeda. Numpak sepedah kuwi jiyaaaannn …. nuikmat tuwenaaan …!!! JRENG!

 

Wassalamualaikum wr wb.

Gatot

 

Read Full Post »

Diriwayatkan dari At-Tabrani dari Ubaidillah bin Hafsh, “Apabila dua orang sahabat bertemu, keduanya tidak berpisah sebelum salah seorang dari mereka membaca surah Al-Ashr, lalu salah seorang dari mereka mengucapkan salam kepada yang lain.”

Subhanallah … inilah salah satu indahnya dienul Islam dimana bila dua orang sahabat bertemu mereka saling mengingatkan dengan membaca surah ini.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.

QS. al-Ashr (103) : 1-3

Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah swt untuk bisa menjalankan sunnah Rasul ini.

Wass,

G

 

Read Full Post »

Going to Citos

Assalamualaikum wr wb.

Hari Jumat, 14 Januari 2011 saya ada janji ketemu temen lama Faturrohman dan Itje Suryono di Citos ba’da Maghrib. Sore itu saya berangkat dari kantor BPS di Jl DR Sutomo Jakarta Pusat jam 17:00 kurang sedikit. Nikmat sekali gowes sore itu karena jalanan utama Jakarta macet (biasa, hari Jumat) dan sepeda saya melaju lancar tanpa hambatan. Saya ambil rute lurus dari Thamrin – Sudirman – Blok M – Panglima Polim – Fatmawati – Cilandak Tengah terus masuk Citos dari belakang (tempat olahraga). Pas sampe pintu masuk saya tanya penjaga pos apakah sudah adzan Maghrib, dan dijawab belum. Alhamdulillah. Akhirnya saya parkir sepeda di sebelah mushalla Citos yang dibelakang Mie Ceker. Shalat Maghrib BMW pun bisa saya ikuti dengan baik. Alhamdulillah… Saya bersyukur jarak sekitar 24 KM saya tempuh dalam waktu 70 menit. Bayangkan kalau naik mobil, pasti belum nyampe dan gak dapet Maghrib BMW. makanya …gowes man!!!!

Mongoose The Crossway 425 with Brooks' pannier and saddle was parked close to the mushalla at backyard of Citos.

Setelah selesai Maghrib ternyata temen2 saya yang tadinya janji bada Maghrib ketemuan di Citos ternyata belum datang (Fathurrohman, sedangkan Itje sudah karena sejak jam 5 sore sudah di Citos tapi gak ketemu saya, ketemu temen lainnya dulu). Akhirnya saya menunggu di Starbucks sambil nyruput kopi kesukaan saya … Java Chips! Lama juga saya nongkrong sendirian di Starbucks karena baru pas saat Isya mereka mulai ngumpul di Starbucks. Inilah salah satu tantangan, jadwal shalat BMW terganggu gara2 nunggu temen (keluarga) sementara saya mau meninggalkan Starbucks takut tempatnya yang sudah strategis diduduki orang lain dan juga saya membawa pannier Brooks berisi laptop. Akhirnya saya shalat Isya gak dapet BMW karena udah lewat. Apa memang begini ya, demi silaturahim dengan temen yang udah lama gak jumpa musti mengorbankan ketepatan shalat BMW? Saya nyesel banget musti telat meski gak nyesel ketemu temen lama. Tentu semuanya salah saya kenapa tidak meutuskan shalat dulu.

Meski saya kecewa karena gak dapet shalat Isya BMW, ada beberapa pembelajaran juga:

  1. Next time, gak usah tergantung sama orang lain kalau mau shalat BMW. Ambil segala macam resiko demi menghadap Allah SWT pada saat shalat. Saya sebetulnya sudah berusaha menghubungi mereka saat itu namun mereka gak nongol2 di Starbucks. Huh! Saya geram banget! Insya Allah next time saya bisa lebih displin lagi.
  2. Mushalla di areal parkir bawah Citos, samping ATM BCA, sekarang mengalami perombakan, diperluas, dan tampilannya lebih bagus:

    Mushalla sekarang dipisah antara Wanita dan Pria.

  3. Saya mengamati perilaku shalat saudara muslim lainnya yang menjadi pelajaran bagi saya. Setelah saya shalat ada orang yang juga shalat Isya, kita sebut orang pertama. Kemudian datang orang Kedua yang dengan pede-nya mendirikan shalat sendiri tak mengikuti shalat orang Pertama. kemudian datang orang lain, sebut saja orang Ketiga yang tahu manfaat shalat berjamaah langsung menjadi ma’mum orang Pertama. Kemdian, saat shalat orang Pertama sudah tahiyatul akhir, datanglang orang Keempat yang menunggu dulu sanpai dimana orang Pertama mengertjakan shalatnya. Begitu tahu sudah tahiyatul akhir, orang Keempat mendirikan shalat sendiri.
Orang Pertama (baju putih) dan orang kedua (baju hitam). Orang kedua mendirikan shalat solo karir tak mengikuti orang pertama berjamaah.
Orang Ketiga datang dan spontan menjadi ma’mum orang Pertama. Orang Keempat (baju hitam berdiri sebelah kiri) melihat situasi. Orang Kedua tetep khusyu bersolo-karir shalatnya.

Karena telah tahiyatul akhir maka orang Keempat mendirikan shalat sendiri (tak terlihat di foto).

Bagaimana Anda menanggapi sikap shalat orang Kedua, ketiga dan Keempat?

Wass,

G

Read Full Post »

Assalamualaikum wr wb.

Teman saya, wayan Achadiana, kemarin posting di milis mediunan 79 tentang tulisan Zaman Edan karya Mohammad Sobary yang sungguh menyentil saya. Saya terus teringat dengan seorang sahabat Rasul bernama Salman Al-Farisi yang pernah saya posting tahun 2007 di blog saya yang satunya. Namun ada baiknya saya cross-posting di sini karena kisahnya sungguh luar biasa.

Selamat membaca.

Wass.

G

Ini mungkin hadiah akhir tahun 2007 paling indah yang diberikan Allah SWT kepada saya. Setelah shalat Isya di masjid sebelah rumah, tiba2 kok saya mengambil buku 60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW di tumpukan rak buku saya. Yang menarik adalah kisah nomer 2 tentang Salman Al-Farisi “Pencari Kebenaran” (halaman 12 sd 26). Sebuah kisah pencarian yang sangat panjang dimana Salman ini selalu ingin mencari Tuhan dan telah mengalami perjalanan pindah beberapa agama sehingga atas hidayahNya beliau ini masuk Islam hingga akhir hayatnya. Perjalanan hidupnya sangat berliku dan menarik hingga membawanya menjadi pemimpin sebuah kota (walikota).

Mengapa saya anggap ini hadiah? Karena cerita perjalanan hidup Salman Al-Farisi ini sangatlah patut kita ambil sebagai contoh tauladan bagi kita semua, umat manusia yang sekarang ini semakin silau terhadap tahta, kedudukan dan harta. Tidak semua, tentunya, namun ada kecenderungan menuju ke sana. Salman ini menolak dan bahkan menyembunyikan diri pada saat beliau dipilih menjadi pejabat, yaitu menjadi walikota. Namun pada akhirnya dia menerima juga karena desakan dan rasa tanggung-jawabnya menyejahterakan rakyat. Gajinya tidak tanggung-tanggung: 6.000 dinar setahun. Bayangkan, kurs dinar saat ini sekitar Rp. 1 juta per dinar, jadi gaji beliau ini Rp. 6 milyar per tahun!

Hebatnya, Salman tidak mau makan gajinya. Semua yang ia peroleh, ia gunakan untuk kesejahteraan rakyat melalui sedekah dan tidak sepeserpun dia pakai untuk keperluan pribadinya sama sekali! Lantas, dari mana ia makan dan menghidupi keluarganya? Ia menganyam daun kurma untuk kemudian ia jual. Labanya dia bagi sebagai berikut: sepertiga untuk keluarganya, spertiga untuk sedekah, dan sepertiga untuk modal usaha. Dengan kata lain, dia tidak makan sepeserpun gaji sebagai pejabat penting pemerintah, sebagai Wali Kota.

Penampilan Salman sangat sederhana dan sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia seorang Wali Kota. Suatu saat ada saudagar dari Syam yang membawa barang niaganya melihat Salman. Ia menyuruh Salman membawa barang itu ke rumahnya dengan upah. Salman menyanggupinya. Namun selama perjalanan, setiap ketemu orang Salman selalu menyapa dan mendapat balasan :”Kesejahteraan pula kepada Wali Kota”. Bahkan ada sekelompok orang yang ingin membantu Salman mengangkat barang namun ditolak sama Salman. Sang saudagar bingung dan akhirnya mengetahui juga bahwa Salman yang ia suruh mengangkat barang tersebut adalah seorang Wali Kota. Saudagar itu merasa tidak enak dan mengambil barang dari Salman. Namun Salman menjawab: ”Biarlah ku antar sampai rumahmu”. Luar biasa!

Salman pernah ditanya mengapa tidak menyukai jabatan? Jawabannya singkat: ”Jabatan itu terasa manis saat dipegang, dan pahit saat dilepas”.

Ah .. sebuah suri teladan yang sempurna sekali dan rasanya apa mungkin terjadi di jaman yang serba hedonis ini? Andaikan di Indonesia seperti ini, mungkin bangsa kita sudah tentu sangat makmur bila kualitas pejabatnya seperti Salman ini.

 

Read Full Post »

Catatan dari Kutbah Jumat di Masjid Al-Arqom BPS

18 Februari 2011

Dewasa ini semua media baik cetak maupun elektronik telah begitu banyak menghiasi berita mengenai Ahmadiyah. Namun sangat disayangkan yang dibahas hanya terkait dengan kekerasannya namun bukan “substansi”nya. Oleh sebab itu, khatib mengangkat topik terkait dengan asal muasal atau prima causa dari permasalahan Ahmadiyah ini.

Di dalam Al Quran surah 61 ayat 6 :

Dan (ingatlah) ketika ‘Isa Putera Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS, 61:6)

Pada dasarnya nabi Isa memberi kabar tentang tiga hal:

  1. Bahwa beliau bukan anak haram seperti yang dituduhkan karena di;ahirkan tanpa ayah;
  2. Menegaskan bahwa ia bukan anak Allah namun “utusan” Allah seperti rasul-rasul sebelumnya;
  3. Memberi kabar kepada umatnya bahwa kelak kemudian hari akan datangnya seorang rasul setelah dirinya yang bernama Ahmad.

Semua ahli-ahli tafsir telah menyampaikan bahwa yang disebut dengan AHMAD adalah nabi besar MUHAMMAD sallallahu alaihi wassalam. Nabi Muhammad memang memiliki banyak sekali nama bahkan bila dihitung ada sebanyak 205 (dua ratus lima) nama yang diberikan oleh Allah SWT sesuai dengan perannya, maupun oleh orang lain baik itu kakeknya sendiri maupun orang lain. Bila ingin mengecek nama-nama Rasul, silakan masuk di pintu Babussalam masjid Nabawi di Madinah dan perhatikan kaligrafi yang ada di dinding sepanjang pintu tersebut hingga makam Rasul. Semua nama itu ditulis dengan kaligrafi indah dan terdapat 205 nama. Khatib pernah menghitungnya dan mendapatkan sejumlah itu selama waktu antara Ashar sampai dengan Maghrib.

Ibu nabi Muhammad, Siti Aminah, memberinya nama dengan AHMAD dan beliau lahir sudah ditinggal ayahnya. Kakek nabi Muhammad, Abdul Muthalib, sangat bangga punya cucu laki-laki dan setelah thawaf di Makkah, beliau mengumumkan bahwa nama cucunya Muhammad. Muhammad memiliki arti yang terpuji sedangkan Ahmad adalah artinya dipuji. Nabi Muhammad memiliki banyak gelar namun beliau tak menginginkan namanya ditambahi gelar. Tak seperti manusia lain kalau tak disebutkan gelarnya marah, atau tersinggung. Padahal manusia banyak sekali dosanya, namun mau dipanggil bila gelarnya disebut. Manusia lain lebih tercela, namun gila hormat. Rasul yang tanpa cela tak mau disebutkan gelarnya.

Seorang yang lahir di Lahore dengan nama Mirza Gulam Ahmad membaca ayat ini dan menafsirkan bahwa Ahmad yang dimaksud di dalam ayat 61:6 ini adalah dirinya. Ini jelas kesesatan yang parah. Bagaimana seorang anak manusia di Lahore tiba-tiba mengaku sebagai rasul karena dirinya bernama Ahmad padahal sebelumnya sudah ada jutaan manusia yang memiliki nama Ahmad dan tidak merasa GR bahwa mereka rasul? Ini tiba-tiba Mirza mengaku dirinya rasul. Ini sudah jelas sesat.

Hal inilah yang saat ini kurang banyak diketahui masyarakat betapa sesatnya Ahmadiyah karena telah menambahkan rasul baru bernama Mirza Gulam Ahmad. Masyarakat harus tahu prima causa nya bagaimana Ahmadiyah itu berdiri. Oleh karena itu jangan hanya ditonjolkan masalah kekerasan atau bentrokan dengan masyarakat, namun dilihat dulu esensinya, prima causa nya. Jelas bahwa Ahmadiyah itu sesat. Pada saat asap sudah kemana-mana, seperti yang terjadi sekarang ini, namun tak ada yang mau memberitakan darimana asal apinya.

 

 

Read Full Post »

Ternyata Mubarak lebih hebat dari Umar bin Khattab -ikuti kisahnya.

Dalam perang Gaza 2008 lalu. Husni Mubarak sedang duduk di dlm istananya, kedua tangannya diletakkan di atas pinggang. Tepat di depannya seorang Panglima tentara Mesir.

Mubarak : (menarik nafas) “Wahai Jendral, apa pendapatmu, siapa yang lebih hebat, Aku atau Nasser ?”

Jendral : (terkejut) “Anda lebih hebat tuanku, karena Nasser takut terhadap Rusia, tapi anda tidak.”

”Mubarak : (wajahnya tersenyum) “Lalu siapa yang lebih hebat? Sadat atau Aku?”

Jendral : “Sungguh Anda lebih hebat tuanku, karena Sadat takut sama Israel tapi Anda tidak pernah takut.”

Mubarak : (tertawa lalu berdiri) “Kalau begitu, siapakah yang lebih hebat, Umar bin Khattab atau aku?”

Jendral : (Berjalan keluar dan membuka pintu) “Wallahi (demi Allah) tuanku, Anda lebih
hebat ketimbang Umar bin Khattab, karena Umar takut pada Allah, tapi Anda tidak…”

Read Full Post »

Older Posts »