Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2014

Dalam sebuah seminar yang saya hadir di sebuah instansi pemerintah strategis, jadwal acara telah disusun oleh panitia dengan mempertimbangkan saat rehat kopi disesuaikan dengan waktu shalat Ashar. Memang seminarnya dimulai siang hari, tepatnya pukul 13:00. Mestinya sudah cukuplah waktu selama 2 jam seminar dan kemudian disusul dengan rehat kopi plus shalat Ashar yang saat itu (27 Nov 2014) jatuh pada sekitar 15:04 di Jakarta. Kalau saja rehat kopinya 20 menit mulai pukul 15:00 maka pada 15:20 diharapkan semua peserta sudah kembali ke ruangan untuk melanjutkan sesi selanjutnya, sebagai tindak-lanjut.

Namun apa yang terjadi, Bapak Kepala instansi tersebut masuk ke ruang seminar telat 20 menit untuk kemudian membuka acara. tentu saja jadwalnya jadi mundur 20 menit. Yang mengecewakan, pada saat diingatkan saat shalat Ashar tiba dan sebaiknya shalat dulu, justru Wakil Kepala (karena Kepala nya ke luar ruangan terlebih dulu pada pukul 15:00) justru memutuskan agar acara dilanjut saja sampai dengan 15:30 dan langsung ditutup.

Inilah tantangan dalam menegakkan waktu-waktu yang menjadi hak Allah yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Di kalangan profesional, waktu shalat selalu dikalahkan bukannya diutamakan. Semestinya justru waktu rapat atau kerja disesuaikan dengan waktu shalat. Kalau rencananya memang seperti ini, mengikuti aturan Allah, maka seorang Kepala tak boleh telat membuka acara karena dampaknya akan terkena ke waktu yang menjadi hak Allah. Kalau saja Kepala tak telat masuk ruangan, mestinya acara bisa ditutup pukul 15:05.

Waktu-waktu shalat yang telah ditetapkan oleh Allah itu kalau kita ikuti insya Allah banyak keberkahan di dalamnya. Bukankah Rasul selalu mencontohkan bahwa shalat fardhu selalu di masjid sedangkan di rumah hanya shalat sunnah?

Kalau saja semua perencanaan kegiatan menggunakan pengelolaan waktu mengikuti aturan Allah, saya yakin kerja kita semakin produktif karena kita ingin selalu memanfaatkan waktu jeda antara waktu shalat dengan sebaik-baiknya.

Wallahualam bishawab.

Read Full Post »

Dari postingan Muhamad Sukardiharjo di grup Sholat Dhuha:

Airmata Rasul utk Kaum Wanita
Pasca Isra Mi’raj Rasulullah Saw selalu murung. Ketika Ali dan Fatimah bertanya ada apa dibalik kesedihan itu? Rasulullah mengaku tidak tega dan mengeluarkan air mata melihat banyaknya wanita dari umatnya menerima siksa neraka .

Dikisahkan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah pagi itu mendatangi rumah Rasulullah Saw. Begitu ucap salam terus masuk sambil berjabat tangan dgn Rasulullah, Ali dan Fatimah melihat raut muka ayahnya dibasahi air mata.
Dengan serta merta Fatimah bertanya :
“Wahai ayah , apa yang membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes. Adakah kesalahan yang kami perbuat?”
Rasulullah hanya diam saja.
Kemudian Ali pun bertanya,”Wahai Rasulullah apa yang menyebabkan engkau sedih dan menangis?”
Tanpa diduga,justru Rasulullah menjawab pertanyaan Ali.
“Wahai Ali, ketika aku Isra Mi’raj, aku melihat para wanita umatku disiksa di neraka Jahanam dengan berbagai macam siksaan. Sebab itu aku menangis karena melihat beratnya siksaan mereka itu.”
“Aku melihat enam kelompok wanita yg disiksa dgn jenis siksaan yg berbeda beda,”
“Pertama :
Aku melihat seorang wanita yg digantung dgn rambutnya dan otaknya mendidih.
“Kedua :
Aku melihat wanita digantung dgn lidahnya, lalu air panas dituangkan ketenggorokannya.
“Ketiga :
Aku melihat wanita yg kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya di ikatkan pada ubun ubunnya, kemudian Allah mengumpankan ke ular ular berbisa dan kala jengking.”
“Ke empat :
Aku melihat wanita yg digantung dgn puting susunya.”
“Kelima :
Aku melihat wanita dimana kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keledai dan dia dihadapkan beribu ribu siksaan.”
“Keenam :
Aku melihat wanita dgn bentuk rupa seekor anjing,sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya,lalu para malaikat memukuli dgn palu palu dari api.”

Kemudian Fatimah bertanya kepada Rasulullah.” Wahai Rasulullah, apakah yg diperbuat oleh kaumku hingga mereka memperoleh siksaan yg mengerikan seperti itu? Ucap Fatimah dgn nada sedih.

“Wahai putriku, wanita yg digantung dgn rambutnya itu adalah wanita yg tidak mau menutupi rambutnya(aurat) dari lelaki selain keluarga dan suaminya.
Sedangkan wanita yg digantung dgn lidahnya adalah wanita yg lisannya selalu menyakiti suaminya.

“Lalu wanita yg digantung dgn puting payu daranya itu adalah wanita yg mengajak tidur laki laki lain ditempat tidur suaminya.
“Lalu wanita yg kedua kakinya di ikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun ubun lalu digerogoti ular dan kalajengking adalah wanita yg tidak mandi jinabat(junub) saat haid dan mengabaikan Shalat.”
Wanita berkepala babi dan bertubuh keledai adalah wanita yg suka mengadu domba dan tukang dusta .”
“Sedangkan wanita yg bertubuh seperti seekor anjing dimana api masuk lewat mulut dan keluar melalui duburnya adalah wanita wanita yg mengungkit ungkit pemberian dan pendengki.”

“Wahai ayah,adakah pesan khusus bagi kami kaum wanita?” ucap Fatimah
“Wahai putriku ,kecelakaan basarlah bagi wanita yg durhaka kepada suami ,” sabda Rasulullah.

Mendengar cerita ayahnya Baginda Rasulullah Saw, Fatimah meneteskan air mata seraya berpamitan pulang.

Wahai para wanita,tentunya kita tahu apa yang ditangisi oleh Rasulullah Saw ,Fatimah serta Ali bin Abi Thalib tentang nasib kaum wanita. Untuk itu berhati hatilah dalam hidup ini. Pegang kuat Iman dan Taqwamu.
Semoga kita semua menjadi orang orang yang terhindar dari Neraka dan termasuk ke dalam golongan orang orang yang selamat.
Aamiin Ya Robbal’alamiin…….

Read Full Post »

image

image


Foto di atas saya ambil dari Masjid di kantor Pusat BKN, Cililitan 27.11.2014.

Read Full Post »

Dari grup Sholat Dhuha:

 

Tanya : Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu?
Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?
Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku

Tanya : Ma Dinuka? Apa agamamu?
Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamaku

Tanya : Man Imamuka? Siapa imammu?
Jawab : Al-Qur’an Imami. Al-Qur’an Imamku

Tanya : Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?
Jawab : Al-Ka’batu Qiblati. Ka’bah Qiblatku

Tanya : Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?
Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani. Muslimin dan Muslimah saudaraku..

Jawabannya sangat sederhana bukan?
Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?

Astaghfirullahal ‘Adzim..
Ampunilah kami Ya Allah..
Kami hanyalah hamba-Mu yang berlumur dosa dan maksiat..
Sangat hina diri kami ini di hadapan-Mu..
Tidak pantas rasanya kami meminta dan selalu meminta maghfirah-Mu..
Sementara kami selalu melanggar larangan-Mu..

Ya Allah…
Izinkan kami untuk senantiasa bersimpuh memohon maghfirah dan rahmat-Mu..
Tunjukkanlah kami jalan terang menuju cahaya-Mu..
Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus.
Agar kami tidak sesat dan tersesatkan…

Aamiin…

Read Full Post »

Ya Allah … Ya Rabb
Hanya kepadaMu aku menghamba
Kepada siapa lagi aku minta tolong?
Selain kepadaMu Sang Pemilik Semesta
Ketika tubuhku terasa lemas
Kepalaku pusing dan terasa berat melangkah
Makanpun tak ada selera sama sekali
Namun aku harus tetap besyukur
Paling tidak aku berharap
Agar sakitku ini merupakan kafarat dosa2ku
Dosa yang tak sedikit …banyak sekali

Aku mengerti bahwa hujanMu adalah berkah
Meski aku sakit juga karena hujanMu
Itu jelas bukan salahMu
Karena air hujanMu harus disikapi dengan bijak
Bukan untuk dilawan
Bukan untuk ditantang
Bukan juga untuk ditolak agar tak turun
Hanya Engkau yang tahu kapan hujan turun
Ketika turun di saat yang kurang tepat bagiku
Pasti itu tepat bagiMu untuk kebaikanku
Karena Engkau tahu sebenarnya
Mana yang tepat bagiku atau tidak tepat
Karena Engkau Maha Tahu
Apa yang kelihatan kurang bagus untukku
Engkau lebih tahu apa yang terbaik untukku
Bukankah Engkau dan RasulMu mengajari demikian?

Ya Allah … Ya Rabb
Ampuni aku untuk tak pergi ke rumahMu
Saat paggilanMu bergema di saat Dzuhur
Saat itu pula Kaubturunkan hujan
Aku memang manusia yang dhoif
Terkadang aku terbelenggu dengan pikiranku
Nekad menuju rumahMu dengan payung
Atau shalat di rumah
Aku sudah pernah nekad hari Senin lalu
Ashar Maghrib dan Isya ketika hujan deras
Aku pakai payung
Namun angin kencang tetap meniupkan air
Sehingga sebagian tubuhku basah
Dan kemudian Engkau uji aku
Dengan sakit yang membuatku ambruk kemarin
Seharian aku tidak bisa apa2 …
Ashar dan Maghrib aku tinggalkan
Mohon ampun ya Allah

Hari ini, atas rahmatMu, sudah agak baik
Sebenarnya aku kuat melangkah ke masjid
Namun aku trauma dengan tetesan air hujan
Aku putuskan shalat Dzuhur di rumah
Betapa sayang rasanya tak shalat di rumahMu
Mungkin dengan cara ini Engkau memberi petunjuk
Betapa nikmatnya shalat berjamaah di masjid
Saat tak di masjid jadi merasa kehilangan
Mungkin dengan cara ini aku lebih merenung

Semua ini terjadi hanya atas ridhlaMu.

Ya Rabb … Wa’afini …

— ba’da Dzuhur —

image

Read Full Post »

Nikmat atau Istidraj?

Menarik sekali membaca artikel di majalah Sabiliku Bangkit no. 4 yang baru beberapa hari lalu saya peroleh dari lapak pak Subhan di Mushalla lantai 23 Kantor Pusat PT Indosat. Alhamdulillah juga majalah Sabiliku ternyata masih terbit karena dewasa ini begitu sulit mendapatkan majalah Islami ini setelah Tarbawi juga vakum cukup lama.

Pemahaman saya tentang istidraj dari artikel tersebut adalah kemudahan di dunia yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang tak mentaati perintahNya dan melakukan apa2 yang dilarangNya namun kehidupannya di dunia sangat berkecukupan. Orang2 ini selalu diberi kemudahan oleh Allah di dunia dan dibiarkan oleh Allah untuk melakukan kemaksiatan hingga adzab Allah tiba, bisa di dunia atau di akhirat. Istidraj beda dengan nikmat yang diberikan oleh Allah bagi mereka yang bertakwa dan mengerjakan amal shalih.

Read Full Post »

Hujan di Siang Hari

Alhamdulillah ba’da Dzuhur ini hujan sehingga udara sejuk dan terasa nikmat bau tanah bekas tetesan air hujan.

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).

An Nahl [16]: 65

Ini merupakan berkah bagi kita karena berdasarkan ayat tersebut Allah menghidupkan bumi yang artinya bila selama ini kekeringan melanda dimana-mana dengan turunnya hujan ini memberikan solusi terhadap tanaman-tanaman yang selama ini kekeringan. Ini juga sekaligus merupakan bukti atas kebesaranNya.

Read Full Post »

Older Posts »