Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Thought’ Category

Gowes Siang Hari

BERKAH CUACA.  Gowes siang hari di DKI biasanya panas meski tergantung juga di daerah mana.  Kalau masih banyak pohon di pinggir jalan,  masih enak. Siang ini tadi justru nikmatnya bukan main karena saya gowesnya setelah hujan deras dan cuaca mendung. Gowes terasa nikmat seperti gowes di Eropa.  Apalagi bau tanah habis hujan tuh enak sekali dan juga cuaca mendung, hawa dingin.   Alhamdulillah… Nikmat sekaleee…. 

Advertisements

Read Full Post »

Hari ini saya mengurus perpanjangan SIM A yang akan habis masa berlakunya beberapa hari lagi. Sebelum ke Blok M Square saya browsing dulu di internet dan mendapati jam bukanya 9:30 lengkap dengan persyartannya:

  • KTP asli plus 2 foto copy
  • SIM A asli plus 2 foto copy
  • Tak boleh memakai kaos karena akan di foto (harus baju berkerah)
  • Bawa uang pas (total Rp. 135 ribu)

Saya gowes dari rumah dan mampir dulu ke Biro Jasa Kastil yag berolkasi tak jauh dari rumah untuk ngurus perpanjangan STNK mobil yang juga habis masa berlakunya pada 12 Oktober 2017 (hari ini juga). Saya tidak tahu bahwa di Gerai Blok M Square bisa mengurus perpanjangan STNK juga. Tapi ya sudahlah, rejekinya Biro Jasa Kastil. he he …

Alhambulillah cuaca pagi ini agak mendung membuat suasana gowes enak sekali. Namun sayangnya ketika sampai di Gandaria City, gerimis mulai turun meski jarang. Karena saya tak siap berhujan-hujan, sepanjang kayuhan pedal saya terus menerus memohon ke Allah agar menahan hujannya sehingga saya sampai dulu di Blok M Square. Dan alhamdulilah saya sampe di Blok M Square pukul 9:45 tanpa hujan. Terima kasih Ya Allah …Alhamdulillah. Namun sayang, ternyata masih belum bisa masuk karena  mall nya masih belum buka — kata Satpam jam 10:00. Gak masalah, bisa leyeh-leyeh sambil mengeringkan keringat. Tepat jam 10:00 asay sudah berada di Greai SIM. Meski saya sering sekali ke Blok M Square dan melewati Gerai Pak Polisi ini namun saya gak sadar bahwa gerai ini ada dua: ngurus perpanjangan STNK dan satunya lagi Gerai perpanjangan SIM (A dan C). Begitu sampai di depan gerai saya lihat begitu banyak orang berjubel masuk ke salah satu ruangan. Saya hampir ikutan masuk. Namun kemudian tersadarkan bahwa yang masuk itu bagi yang akan memperpanjang STNK. Gerai SIM ada di belakangnya dan saya baca pengumuman ternyata ….Gerai SIM baru buka jam 13:00. Waduh! Cilaka …udah kkatanya di internet buka jam 9:30, tapi ternyata kok jam 13:00. Untungnya ada petugas Polis (yang kemudian saya tahu kemudian bahwa beliau adalah petugas yang melakukan pemotretan dan pencetakan SIM). Beliau menyodorkan Daftar Antrian agar nanti masuknya tertib dan …Alhamdulillah saya mendapat giliran pertama. Mungkin Pak Polisi itu kasihan lihat saya yang masih pakai baju bersepeda harus menunggu 3 jam untuk dibukanya pelayanan. Ya sudah …sabaaaaaar … Sambil menunggu saya laukan carbo loading makan mie ayam Don Don di Basement juga. Langganan. Dan setelah itu baru main di gerainya Irvan Hidayat dan Ichan di Basement juga.

Tepat pukul 13:10 (telat 10 menit) gerai SIM dibuka dan nama saya langsung dipanggil. Wah asik juga dapat giliran pertama. Proses pertama saya mendaftarkan ke mbak di meja pertama dan sekaligus didata oleh mbak tersebut, serta bayar 25 ribu. Kemudian dilakukan uji penglihatan mata (buta warna dan sekaligus baca jarak jauh) dan berat badan (alhamdulillah badan saya beratnya 78 kg — pasti tambangannya salah — lha wong berat saya di atas 85 kg kok). Setlah itu pindah ke meja mbak berikutnya dan ke mas di depannya kemudian di mbak terakhir. Total ada 4 meja pendaftaran. Oh ya, setelah meja ketiga, saya dikasih blanko untuk mengisi DATA DIRI. Mengisinya harus memakai BALLPOINT SENDIRI (jangan lupa bawa lho!). Mengisiya mudah karena di meja pengisian data sudah ada CONTOHnya. Kita tinggal nyontek cara ngisinya. Kemudian di meja ke 4 saya bayar lagi 35 ribu ke mbak petugas. saya gak tahu uang 25 ribu dan 30 ribu ini untuk apa karena mbaknya gak menjelaskan. Setlah itu baru ke Pak Polisi untuk pemotretan dan pencetakan SIM A. Sudah deh …selesai dalam waktu sekitar 20 menit. Coba bandingkan dengan ngantrinya sejak jam 10! He he he ….

Kesimpulannya:

  • Proses cepat dan segera jadi.
  • Tak ada uang suap atau tips dan sejenisnya, biaya total cukup murah. Sayang di pengumuman hanya disebutkan biayanya Rp. 80 ribu tanpa ada tambahan Rp. 25 ribu dan Rp. 30 ribu. Untungnya uang saya cukup. Kalau tidak? Saran: mustinya pengantri diberi tahu bahwa BIAYA TOTAL nya adalah Rp. 135 ribu untuk SIM A.
  • Mbak-mbak yang melayani cukup sigap memproses cuman kurang ramah dan terkesan bekerja seperti robot dan …belum ada jiwa melayani. Hal ini terlihat dari cara memanggil pengantri yang tereak-tereak (ada kesan kurang sopan). Justru Pak Polisi (namanya EDI – wong Jowo) yang ramah. Yang lainnya seperti robot dan terkesan kurang helpful. Misalnya saat kebingungan mau isi data. Harusnya mbak2 itu menyadari bahwa kami yang datang ini hanya lima tahun sekali – hendaknya diberi briefing yang jelas.

Eh ternyata …perpanjangan SIM bisa melalui ONLINE … Wah!

Read Full Post »

Hari ini ada rencana besar yaitu kami bertiga yang sudah berteman lama: Itje Suryono – Nico Kanter dan saya berencana bertemu dengan Fay (Coach) untuk mendapatkan arahan tentang kegiatan kami. Memang ini sebenarnya ide dari Nico yang ingin difasilitasi orang lain agar kita bertiga bisa mendapatkan masukan independen dan obyektif — tidak bias dengan diri sendiri. Pada saat bersamaan, pada siang hari, saya mengunjungi dulu cucu tercinta : Falah Muhammad Althaf Ghaisani alias dipanggil “Al”. Senengg banget jumpa sama Al mulai dari siang jam 13:30 hingga sore hari sekitar 17:30. Setelah itu saya nebeng Dian dan turun di Pejaten Raya untuk kemudian menuju ke Dharmawangsa Square – tempat pertemuan kami dengan Fay. Qadarullah …hujan deras sebelum Maghrib dan saya tak bisa mendapatkan kendaraan menuju Dharmawangsa Square. Alhamdulilah pada saat adzan Maghrib hujan sedikit reda sehingga saya bisa ikut shalat Maghrib berjamaah di masjid yang tak jauh dari lokasis saya berteduh (di depan Family Mart – Pejaten).

Usai Maghrib, kembali hujan deras dan saya naik angkot M36 menuju Pejaten Village.  Akhirnya janjian ketemu Fay (nebeng mobilnya) menuju DS. Hari sudah malam dan adzan Isya terdengar saat saya berjalan menyeberang di depan Pejaten Village pada saat hujan turun lagi dengan lebatnya. ALhambulillah ada warung di kanan jalan setelah jembatan di tikungan menuju Jl. Ampera. Makan dulu deh …ayam kremes ….

Setelah makan, janjian sama Fay (bersama Dian) dan tak lama kemudian dia datang dan saya ikut di mobilnya. Dalam perjalanan ke DS kami mampir shalat Isya di mushalla Jl. Kemang. Barulah menuju ke DS. Alhamdulillah Nico dan Itje masih menunggu kami yang telat karena macet luar biasa. Jam 20:00 kami baru ketemu di Tator Cafe – Dharmawangsa Square, sambil menikmati kopi metode sifon. Jam 22:15 kami bubaran. Puas dengan arahan Coach Fay.

  • Perlu mengemas dengan mindset menawarkan “obat” bukan nutrisi
  • Do not try to be too authentic
  • Lakukan Positioning – Differentiation – Branding
  • Harus berani fokus di niche market, jangan tembak semua. Fokus yang sempit nanti dampaknya luas ….

Alhamdulillah … terima kasih Fay!

Read Full Post »

Dari WA Group dan menurut saya bagus sekali:
Berikut ini adalah 8 hal yang insya Allah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an.

Tips ini kami dapatkan dari ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan.

Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.

Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau.

“ustadz.. menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa hatam??”

“SEUMUR HIDUP” jawab ust. Deden dengan santai.

Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “targetnya ustadz???”

“targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN” jawab ust. Deden.

“Mm.. kalo pencapaiannya ustadz ???”
Ibu itu terus bertanya.

“pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH” kata ust. Deden.

Menggelitik, tapi sarat makna. Prinsip beliau “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari hawa nafsu dan syaithan”…

(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu 1 jam per hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yang penting durasi 1 jam)

Mau tahu lebih lanjut, yuk kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.

⭐⭐
*1. MENGHAFAL TIDAK HARUS HAFAL*

Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yang berbeda2 pada tiap orang.

Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun.

Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.

⭐⭐
*2. BUKAN UNTUK DIBURU-BURU, BUKAN UNTUK DITUNDA-TUNDA*

Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal misalnya,

Maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.

Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar2 kita hafal.

Nikmati saja saat2 ini.. saat2 dimana kita bercengkrama dengan Allah.

1 jam lho.. untuk urusan duniawi 8 jam betah, hehe.

Toh 1 huruf 10 pahala bukan??

So jangan buru2…
Tapi ingat!

Juga bukan untuk ditunda2.. habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’

⭐⭐
*3. MENGHAFAL BUKAN UNTUK KHATAM, TAPI UNTUK SETIA BERSAMA QUR’AN*.

Kondisi HATI yang tepat dalam menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR.

Tapi kita sering mendengar kalimat “menghafal emang kudu sabar”, ya kan??

Sebenarnya gak salah, hanya kurang pas saja.

Kesannya ayat2 itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat2 kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (hatam).

Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN.

Untuk apa hatam jika tidak pernah diulang??

Setialah bersama Al-Qur’an.

⭐⭐
*4. SENANG DIRINDUKAN AYAT*

Ayat2 yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tu ayat sebenarnya lagi kangen sama kita.

Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe.

Coba dibaca arti dan tafsirnya… bisa jadi tu ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita.

Jangan buru2 suntuk dan sumpek ketika gak hafal2, senanglah jadi orang yang dirindukan ayat..

⭐⭐
*5. MENGHAFAL SESUAP-SESUAP*

Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya.

Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang2.

Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat.

Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak.

Menghafalpun demikian.

Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang2, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim” kemudian diulang2.

Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.

⭐⭐
*6. FOKUS PADA PERBEDAAN, ABAIKAN PERSAMAAN*“

Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yang ada di surat Ar-Rahman.

Sudah hampir separuh surat kita hafal.

Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.

⭐⭐
*7.MENGUTAMAKAN DURASI*

Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal.

Ibarat argo taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap.

Serahkan 1 jam kita pada Allah.. syukur2 bisa lebih dari 1 jam.

1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari…!!!
5 persen untuk qur’an

⭐⭐
*8. PASTIKAN AYATNYA BERTAJWID*

Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita.

Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya).

Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an… dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.

✍🏻NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait…

Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi..
Mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal.

Kami yakin ada yang tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yang wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan.

Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama2 berkutat dalam mencari2 metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yang marketable.

Percayalah..
1 metode itu untuk 1 orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B, karena si B cocok dengan metode Y.

Dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu *PENELADANAN PADA SUNNAH NABI* BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE…

Semoga bermanfaat…

Read Full Post »

Mencatat Ilmu

Sebenarnya saya sendiri sudah tak ingat sejak kapan saya mencatat setiap duduk di majelis ilmu, liqo maupun mendengarkan khutbah. Yang jelas, sejak jaman jayanya Black Berry saya sangat getol kemana saya pergi shalat atau hadir di kajian selalu sambil nyimak ustadz ceramah jemari saya rajin menekan keypad yang ada di Black Berry saya, bahkan ketika sebelumnya saya sempat menggunakan Nokia Communicator — ya sekitar tahun 2008 begitu ya … Artinya sudah sembilan tahun saya hampir selalu mencatat setiap kajian di gadget saya. Bahkan dengan kemajuan teknologi, kadang saya mencatatnya ketika sedang menonton youtube karena begitu banyak kajian sunnah di kanal youtube. Maasya Allah. Artinya, dengan kemajuan teknologi seperti saat ini kita sudah dimudahan Allah untuk bisa belajar ilmu agama kapan saja dan dimana saja, asal tidak di toilet. Oh ….kadang saya lakukan juga di toilet dengan menggunakan blue tooth speaker yang saya taruh di luar toilet dan terdengar dari dalam.

Mencatat kajian ilmu menurut saya sangat bermanfaat karena:

  1. Agar selalu ingat, sekurangnya pokok-pokok bahasan yang menurut saya sangat relevan untuk saya ingat. Seringkali setelah ikut kajian saya tak ingat lagi poin-poin nya. Namun, dengan mencatatnya di gadget saya bisa kemudian merapikan catatan dan upload di blog.
  2. Sebagai referensi di kelak kemudian hari bila membutuhkan. Ini sangat penting bagi saya. Sebagai contoh, saya baru menyadari bahwa Sepuluh Hari Pertama bulan Dzulhijjah itu keutamaannya melebihi Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan bahkan pahalanya melebihi jihad di jalan Allah, sekitar setahun lalu (1437 H). Serentetan kajian di Masjid Nurul Iman tahun lalu begitu gencar menyampaikan ilmu bahwa kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin menyiapkan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Sebelumnya, saya hanya paham bulan Ramadhan saja yang perlu persiapan khusus. Maasya Allah. Inilah indahnya Islam, begitu banyak keutamaan hari-hari nya. Alhamdulillah.
  3. Sebagai alat yang membantu memperkokoh iman dan meningkatkan takwa. Ini pada dasarnya terkait dengan naik-turunnya iman. Harus saya akui bahwa iman memang naik-turun. Pada saat turun, saya tinggal buka blog ini dan iseng-iseng saja browsing catatan beberapa tahun lalu hingga 2008, 2009 atau bahkan lebih baru, ada saja hal-hal menarik dari catatan tersebut yang mengingatkan saya akan pentingnya meningatkan amal shalih sekecil apapun karena kita tak pernah tahu amalan kita yang mana yang benar-benar mendapatkan pahala penuh dari Allah subhanahu wa taala.
  4. Meningkatkan ghirah (semangat) dalam menuntut ilmu (thalabul ilmi). Seringkali saya membaca catatan beberapa tahun lalu dan kemudian tergerak untuk semangat lagi menuntut ilmu. Salah satu contohnya, sekitar tahun 2009 saya suka hadir di Kajian Dhuha di Masjid Nurul Hidayah jl. Brawijaya, Jaksel. Begitu ingat bahwa itu sudah tahun 2009 dan sekarang sudah 8 tahun kemudian saya merasa tertantang: kalau dulu semangat hadir di kajian Dhuha mengapa sekarang kendor? Ayo, ikut majelis taklim lagi!
  5. Bersegera mengamalkan ilmu yang diperoleh dari kajian. Saya punya pengalaman mengesankan pada tgl 17 Agustus 2017 yang lalu melalui kajian oleh ustadz Azhar Khalid bin Seff ketika membahas Ada Apa Dengan 10 Hari Pertama Dzulhijjah. Dalam kajian itu beliau menekankan bahwa shalat tahajjud tak harus dikerjakan pada 1/3 malam terakhir tapi bisa dikerjakan bada Isya — sekurangnya 2 rakaat tahajud dan 1 rakaat witir. Hal ini dilakukan oleh Abu Bakar kala itu. Meski bukan waktu yang afdhol, mengapa tidak kita praktekkan saja agar rutin dan suatu hari nanti insya Allah kita bisa melakukannya pada 1/3 malam terakhir. Maasya Allah. Ini kajian yang bagus sekali.

Setelah saya merasakan manfaat mencatat ilmu, saya mencoba mencari referensi terkait hal ini dan mendapatkan artikel ini yang intinya:

Anjuran mencatat ilmu

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya”1

Bahkan beliau memerintahkan sebagian sahabatnya agar menulis ilmu. Salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amru. Beliau bersabda kepadanya:

اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ

“Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran”2

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya

Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat

Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang

Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja3

Sampai-sampai Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

“Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding”4

1 Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026

2 HR. Ahmad 2/164 & 192, Al-Haakim 1/105-106, shahih

3 Diwan Syafi’I hal. 103

4 Al-‘Ilmu no. 146 oleh Abu Khaitsamah

—–

Allahua’lam

 

Read Full Post »

Alhamdulillah,  hari ini selesai juga penyembelihan hewan qurban yang terdiri dari 8 ekor sapi dan 30 ekor kambing/domba di Masjid Jami Nurul Ikhlas,  Komplek DEPPEN,  Jaksel. Meski turun dari tahun sebelumnya (sekitar 10-11 sapi beberapa tahun terakhir) namun tak mengurangi semangat dan khidmatnya proses penyembelihan dan distribusinya. 

Pelaksanaan memang ditunda sehari karena bertepatan dengan Hari Jumat.  Rencana untuk memulai pada pukul 7:00 juga diundur karena pada jam 7:00 tadi ada shalat jenazah almarhumah ibu Pak Faisal yang meninggal dunia Jumat siang. 

Semoga barokah.  Aamiin. 


Read Full Post »

Artikel bagus dari Republika “Islam Digest”. 

Read Full Post »

Older Posts »