Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Thought’ Category

Kemarin pesanan spion tangan via Bukalapak sudah saya terima.  Barangnya unik dan langsung dicoba. 

Namun rasanya kurang afdhol kalau tidak dicoba dengan memakainya saat gowes.  Hari ini Brompton memang di service oleh om Adi Hadiansyah,  termasuk ganti semua ban luar dan ban dalam roda belakang karena Jumat lalu kempes di Thamrin City. Alhamdulillah,  berkat bantuan om Adi akhirnya ban luar diganti dengan Schwalbe Marathin Plus (sebelumnya Schwalbe Kojak yg udah tipis meski baru 11 bulan diganti). 

Maka test ride pun saya lakukan sore ini dengan rute di seputar rumah hingga Bumi Bintaro Permai.  Wah,  ternyata asik banget sepeda kalau baru service dan ban nya pun diganti.  Mantab sekali. 

Bagaimana dengan spion tangan? 

Efektif banget dan sangat membantu dalam kenyamanan dan keamanan karena memang efektif terlihat jelas bika ada kendaraan di belakang.  Bahkan saat ada dua motor melaju melewati saya,  ternyata 2 buah motor.  Kalau gak pakai spion bisa jadi saya beranggapan hanya ada 1 motor di belakang saya.  Bagus.

Sayangnya barang ini dibandrol cukup mahal yaitu Ro.  250 ribu.  Saya yakin sebentar lagi bakal banyak produk tiruan dengan harga separuhnya. Jujur aja,  harga ini kemahalan mengingat sebenernya barang ini simple sekaki dan mudah ditiru produsen lain.  Kita tunggu aja. 

Read Full Post »

Ini saya update ke sahabat muslim agar semangat mendaftarkan masjid di sekitar kita atau masjid yang kita kunjungi. Kalau belum terdaftar di Google Maps, daftarkan segera dengan memilih menu “Add a missing place”. Kalau masjid sudah terdaftar, tolong berikan rating dan review (ulasan).
Saya barusan mendapatkan email dari Google Team yang memberi saya update bahwa salah satu tempat yang saya daftarkan 21 Juni 2016 yang lalu (setahun lewat) ternyata pekan ini dilihat oleh 20 ribu orang. Dan ternyata ini adalah Mushalla NURUL HIDAYAH yang terletak di Jl. H. Muflihun. Artinya,

1.) Bisa jadi selama pekan ini banyak sekali saudara kita yang mencari tempat shalat terdekat (ada aplikasi “Masjid Terdekat” di Google Play yang gratis diunduh) kemudian bisa mendapatkannya karena teryata ada mushalla di jalan kecil ini. Terus mereka memutuskan shalat di sini. Memang tak jauh dari mushalla ini (jarak 400 M) ada masjid besar. Namun di situ sedang ada pembangunan Bintaro flyover sehingga aksesnya kurang bagus.

2.) Bisa jadi yang melihat foto tersebut hanya menggunakannya sebagai patokan suatu alamat tertentu, bukan untuk keperluan shalat.

Apapun alasannya, ternyata foto masjid atau mushalla masih tetap dilirik pengguna peta yang artinya ada manfaatnya. Padahal ini saya upload tahun lalu dan pekan ini menurut Google foto mushalla kecil ini adalah BIG HIT.
Yuk, kita semangat mendaftarkan masjid atau mushalla ke Google agar semarak — tak hanya kafe dan resto atau mall saja isi peta, namun juga ada peta rumah-rumah Allah. Di sisi Allah tempat terbaik di bumi ini adalah mesjid-mesjid. Mosok kita ndak semangat wong kerja buat Allah kok.

2016-07-21

Screenshot 2017-07-12 11.04.00

Screenshot 2017-07-12 11.05.14

Read Full Post »

Sungguh memalukan seorang istri dari Pejabat Tinggi Polisi menampar petugas bandara hanya karena kesal disuruh melepas jam tangan untuk masuk X-Ray. Naudzubillah. Cepat sekali berita ini viral di medsos hingga sampai di media luar negeri.

http://www.abc.net.au/news/2017-07-06/video-shows-woman-attacking-airport-security-in-indonesia/8684460

Ada apa dengan negeriku ini, orang menjadi mudah kehilangan kesabaran. Padahal melepas jam tangan merupakan peraturan dari Kemenhub dan petugas tersebut hanya menjalankan tugasnya.

 

 

Read Full Post »

Saat ini ngopi di sini bersama istri (Excelso GanCit)  sebagai bentuk kepatuhan thd ajakan boikot Starbucks.  Sejujurnya juga kopi Starbucks tidak istimewa rasanya.  Namun memang saya dan istri kadang ke gerainya juga.  Kenapa?

  • Punya toilet di hampir setiap gerainya (Buntaro Plasa,  misalnya)  sehingga saat waktu shalat tiba,  mudah ambil wudhlu nya
  • Nyaman buat ngobrol
  • Baristanya sebagian besar ramah

Meski kopinya biasa aja.  Harga sebenarnya sama aja karena di Excelso harganya juga mahal.  Yang di foto ini hanya ngopi berdua sama istri: black coffee (saya)  dan cappucino (istri)  kami harus bayar rp.  83 ribu alias Rp.  40 ribu per cangkir. Samalah dengan Starbucks. 

Read Full Post »

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sungguh saya prihatin dengan komentar negatif terkait “potongan” video kajian yang diselenggarakan oleh ustadz Khalid Basalamah (KH-B) yang menjawab pertanyaan salah satu peserta kajian tentang hukum sungkeman pada adat Jawa. Saya sudah mengikuti banyak kajian beliau baik yang melalui youtube maupun langsung hadir di kajian rutin yang digelar beliau di Masjid Nurul Iman, Blok M Square baik dalam kajian setiap pekan Kitab Al-Kabair maupun Tabligh Akbar setiap bulan membahas Sahabat-Sahabat Rasulullah. Menurut saya, karakteristik kajian beliau adalah:

  1. Ilmiah – karena berbasis kitab yang ditulis ulama yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, misalnya Al-Kabair karya Imam Adz-Dzahabi. Beliau selalu membahas buku tersebut dengan membacanya terlebih dahulu dan menjelaskannya apa yang dimaksud dengan penulis kitab tersebut termasuk dalil-dalil hadits shahih yang tertera. Ada kalanya beliau menambahkan dengan riwayat lain namun sangat jarang karena waktunya mepet dan membahas buku saja sudah begitu padat jadwalnya.
  2. Berprinsip pada “Qalallah qala Rasul” artinya semua untaian kata atau kalimat yang beliau sampaikan pada dasarnya adalah firman Allah dan sabda Rasulullah. Pemilihan hadits nya pun yang kekuatannya shahih atau hasan, artinya apa yang beliau ucapkan ada dalilnya yang jelas.
  3. Karena berpegang pada dua poin di atas maka jelas sekali penyampaian beliau yang selalu berpegang teguh pada memurnikan ajaran Rasul. Beliau berkali-kali menekankan ini. Sehingga bila ada pihak yang mempraktekkan selain yang diajarkan Rasul, beliau tak memaksakannya. Silakan saja. Sepanjang yang saya tahu baik melalui youtube maupun hadir di kajian, beliau tak pernah menjelek-jelekkan suatu golongan tertentu apalagi menghujat orang-orang yang mempraktekkan tidak berdasarkan contoh Rasul. Prinsip beliau dalam berdakwah adalah “menyampaikan” bukan meyakinkan orang untuk menerimanya karena itu butuh hidayah Allah. Jadi, selama ini rasanya adem saja dan nikmat sekali ajaran beliau. Saya banyak menimba ilmu syarii yang benar dari kajian-kajian beliau, meski saya belum bisa mempraktekkannya semua. Harus bertahap. Namun saya yakin bahwa yang beliau sampaikan ada dalilnya dan itu ajaran Rasul.
  4. Dalam sesi Tanya-Jawab, pertanyaannya bisa berragam dan beliau selalu menjawab dengan “Qalallah dan qala rasul” berdasarkan pemahaman beliau. Namun bila jawaban beliau tak bisa diterima ya tidak apa-apa, tidak ada paksaan karena tugas beliau hanya “menyampaikan”. Kalau tidak terima ya tidak masalah.

Belakangan ini (28 Juni 2017) beredar “potongan” video kajian beliau terkait pertanyaan peserta kajian mengenai hukum sungkeman kepada orang tua. Video potongan ini dikomentari secara tidak proporsional oleh KataKita dengan kualitas potongan video yang sudah sangat buruk sekali meski suara ustadz KH-B masih terdengar jelas. Dalam komentarnya KataKita membuat perspektif yang sangat berbeda dari apa yang diucapkan ustadz KH-B dalam jawabannya seolah sungkeman dengan orang tua itu diharamkan oleh ustadz KH-B. Padahal bila disimak dengan hati terbuka, beliau mengatakan:

  • Kalau sifatnya penghormatan kepada orang-tua, bersalaman dan mencium tangan, tidak masalah. Namun kalau sampai menunduk hingga mendekati telapak kaki (sujud, maksudnya – pen.) “sebaiknya dihindari”. Mestinya kalimat ini bukan hal yang aneh dan tak perlu dipermasalahkan secara berlebihan. Ustadz KH-B hanya menyampaikan pesan bahwa segala sesuatu yang sifatnya menundukkan kepala sebaiknya dikaitkan dengan ibadah kepada Allah. Beliau tidak menyimpulkan bahwa bila ada yang menundukkan kepala kepada orang tua maka itu diartikan sebagai penyembahan kepada orang-tua. Oleh KataKita diartikan seperti ini sehingga tak sesuai dengan perspektif yang disampaikan oleh ustadz KH-B. Sebenarnya beliau menyampaikan pesan yang benar: jangan berlebih dalam melakukan penghormatan kepada makhluk karena penghormatan paling tinggi hanya kepada Allah Taala. Itu saja kok pesan beliau. Demikian halnya pesan Rasul.
  • Dalam penjelasannya ustadz KH-B menguraikan contoh gamblang seorang sahabat yang pulang dari Yaman begitu bertemu Rasul langsung bersujud mendekati telapak kaki Rasul. Rasul melarangnya karena sujud hanya khusus dipersembahkan kepada Allah Taala; kecuali tentunya kalau Allah menghendaki melalui perintahNya kepada malaikat untuk menyembah Nabi Adam Alaihissalam.“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 34).
    Artinya, ustadz KH-B hanya memberi contoh sebagai acuan belaka.
  • Bila kemudian ternyata disikapi dengan seolah ustadz KH-B melarang sungkeman kepada orang tua – jelas ini pendapat yang berlebihan dan tidak proporsional. Beliau tak punya hak untuk melarang, bukan? Tentu saja ini sungkeman yang sifatnya bersalaman mencium tangan sebagai tanda hormat kepada orangtua. Andaikan sungkeman sampai ke telapak kaki orang tua sudah menjadi tradisi, kalau memang Rasul mencontohkan bahwa itu tak boleh ya “sebaiknya dihindari”. Bukankah Rasul merupakan TELADAN terbaik kita? Ingat, beliau sendiri yang melarang sahabat bersujud di dekat kaki beliau. Dan ingat lagi beliau ini RASUL yang jelas mulia. Rasul saja tidak mau disujudi kok, masak orangtua kita ingin dihormati melebihi Rasul?
  • Namun …. Bila tak menerima apa yang beliau sampaikan, jangan salahkan ustadz KH-B karena beliau hanya “menyampaikan” ajaran Rasul. Hendaknya kita adil kepada beliau.

Saya tahu bahwa beliau tak akan defensif dengan apa yang dikatakan KataKita karena beliau yakin akan terjadi “transfer pahala” dari yang meng-ghibah beliau secara tak proporsional. Tapi saya merasa perlu menyampaikan pendapat saya karena menurut saya kajian-kajian beliau pada dasarnya hanya memurnikan ajaran Rasul – mumbadayakan Islam dan bukan mengIslamkan budaya. Rasanya perlu bersikap terbuka terhadap ajaran sunnah.

Wallahu’alam bishawab

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

 

 

Read Full Post »

Masihkah semangat di sepuluh hari terakhir Ramadhan 1438 H kemarin membara hingga kini? Kendorkah lantaran keutamaan pahalanya berbeda lantas bersantai-ria,  lupa bertaqarrub kepada Allah Taala? 

Masih gencarkah membaca Quran?  Shalat malam? Sedekah? Mendoakan saudara-saudara kita? 

Pengingat diri.  Yuk,  gas pol lagi!!!

Read Full Post »

Read Full Post »

Older Posts »