Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Thought’ Category

Read Full Post »

Read Full Post »

Drs. Kamaludin Ismail,  Peringatan Nuzulul Quran

Ceramah Taraweh 17 Ramadhan 1438 H
Dimulai dengan doa untuk ulama yang sedang dicari,  dikriminalisasi untuk masuk sel.  Kalau ulama dimasukkan sel, bagaimana umatnya? 

Turunnya wahyu pertama berupa lima ayat Iqro. Baca!  Apa yang dibaca? 

  • Bismirobbika: atas nama Tuhanmu. Apapun yang kamu lakukan atas nama Allah. Kalau membawa nama Allah maka jin kabur.  Kita tak boleh sombong kpd jin,  juga alam semesta. Naik gunung, meremehkan dengan kesombongan,  malah hilang. Sombong dibenci oleh alam. Sombong adalah merasa lebih.  Nabi Sulaiman kaya namun merasa itu karunia Allah.  Nabi Adam dosa dan minta ampun 650 tahun diampuni. Dosa sombong berat sekali.  Sombong dimulai dengan gengsi.  Hidup menjadi berat atas dirinya sendiri. 
  • Tidak ada istilah tua untuk belajar,  mempelajari firman Allah.  Andaikan air samudra adalah tinta maka sampai kering tak bisa menulis semua ilmu Allah. Ilmu Allah tidak akan habis. Harus didasari iman. Einstein ujungnya bunuh diri minum racun karena tak kenal Islam. Niat ya harus lillahi taala.  Belajar itu ibadah, berpahala di sisi Allah. 
  • Kebenaran pertama adalah alam semesta. 
  • Kebenaran kedua adalah Al Quran. Jangan bosen baca Quran Karena melembutkan hati, tidak ujub. Jangan takut Al Quran dirubah karena dijaga Allah. Cuman kita gak dijaga Allah. Muslim yang hatinya Quran. Berkumpul orang soleh. Padahal ulama dikriminalisasi. Apa yg kita lakukan?  Gunakan medsos untuk melawan.  Dzikir.  Masak dzikir kita gak didengar Allah.  Kalau ada intel ya biarin,  kita ini kan lillahi taala.  Nabi dan Rasul kan lillahi taala.  Kita mengikuti mereka. Keempat,  puasa agar sehat.  Agar hatinya tenang.  Orang yg berdosa pasti hatinya gelisah.  Pemicu mag itu stress.  Stress dipicu hati tidak tenang.  Biar tenang benahi sujudnya.  Shalat adalah ibadah hati.  Kelima,  dzikir di malam hari.  Subhanallah walhamdulillah wala ilaha ilallah allabu akbar.
  • Kebenaran ketiga adalah hati nurani. Hidupkanlah malam Iedul Fitri dan Iedul Adha.  Buta sejati adalah butanya hati. 

      Read Full Post »

      Sore ini bersepeda lagi,  tak jauh dari rumah,  tepatnya di Jl.  Damai ada masjid Jami Al-Ihsan.  Masjidnya besar namun sayang loudspeakernya keras sekali sampai terdengar dari rumah saya.  Masjid seperti ini musti belajar dalam mengelola suara,  apapun alasannya. Biasanya mereka berdalih buat syiar.  Tapi malah counter productive,  mengganggu tetangga.  Semoga Allah memberi hidayah takmir masjidnya.  Aamiin

      Read Full Post »

      Pagi ini ke Rumah Sakit Fatmawati,  Jaksel.  Bapak ini duduk seenaknya di kursi ruang tunggu yg merupakan ranah publik.  Memang nyaman sih duduk seperti ini,  namun tidak santun. Pindah tempat duduk pun tetep aja kaki ngangkat.  Tak hanya bapak ini,  saya liat banyak yg duduk seenaknya begini.  Sayang. 

      Read Full Post »

      Dialog Dengan Hati

      Pagi ini saya menyimak kajian Tazkiyatun Nafs oleh ustadz Oemar Mita Lc. memalui akun facebook beliau. Keseluruah kajiannya bagus sekali, mantab, dengan bahasa sederhana yang mudah dicerna dan langsung memberi dampak DHUG di ulu ati terutama pada saat beliau membahas perlunya dialog dengan hati untuk meraih keikhlasan. Menarik sekali ulasan beliau dalam hal ini karena memang dialog dengan hati sangat diperlukan sebelum suatu tindakan dilakukan baik itu ibadah mahdoh maupun kegiatan muamalat lainnya.

      Seorang mukmin seharusnya memang selalu berdialog dengan hati agar apa yang dia lakukan meraih derajat keikhlasan. Ikhlas memang suatu hal yang berat untuk bisa dicapai karena hanya memfokuskan tujuan hanya untuk Allah Taala. Artinya, sebelum melakukan sesuatu harus melakukan beberapa langkah dialog dengan hati terlebih dahulu:

      1. Apakah Allah ridha dengan yang akan kita lakukan? Kalau jawabannya meragukan, kita harus mempertimbangkan ulang rencana kita. Misalnya ada teman mengajak kita main catur, memancing, jalan-jalan ke mall, menonton musik, main bola atau yang lainnya. Adakah hal-hal tersebut diridhai Allah? Apakah main catur termasuk hal yang dianjurkan Rasul? Bagaimana dengan memancing? Mendengarkan musik? Jalan-jalan ke mall? Main bola? Perlu juga dilihat niatnya. Misalnya main bola apabila niatnya untuk olah-raga agar badan sehat dan bisa berdiri saat shalat hingga usia tua, tentunya Allah meridhai. Sebuah tindakan yang tidak diridhai Allah tentunya tak bisa kita niatkan untuk Allah. Kalau Allah tak meridhai mendengarkan musik, maka tak mungkin kita mencapai derajat keikhlasan yang mana tujuannya adalah Allah Taala.
      2. Apakah bermanfaat?
      3. Apakah memberi inspirasi?
      4. Apakah diperlukan?

      (akan dilanjutkan lagi)

      Read Full Post »

      Hari Bumi: Bhutan

      “This country isn’t just carbon neutral — it’s carbon negative | Tshering Tobgay”

      Bhutan adalah negara kecil dan miskin. Tak banyak hasil buminya. Jikapun ada pendapatan, tidak diutamakan untuk menggaji rakyatnya.
      Pendapatan negaranya yang tak besar itu hampir habis dipakai untuk membuat rakyatnya bahagia: memberikan pendidikan gratis pada rakyatnya, memberikan fasilitas kesehatan dan pengobatan gratis, dll.
      Hal ini dilakukan sebagai tuntutan rakyat pada rajanya, yakni raja harus mengutamakan GNH (Gross National Happiness) daripada GNP (Gross National Product) atau sumber pendapatan nasional. Jadi buat bangsa ini, kebahagiaan lebih utama daripada harta.

      Raja setuju dan berjanji, serta melaksanakan janji ini dengan sepenuh hati dan konsekuen. Tak hanya raja, perdana menterinya pun bahkan sangat aktif mengangkat isu pentingnya konservasi di banyak presentasi internasional dan mengajak seluruh stakeholder dunia turut memberikan andil.

      Sebagai bagian dari kebahagiaan dan kesejahteraan, raja juga menjalankan misi Neutral Carbon, atau menjaga agar kadar karbon di negara itu proporsinya secara konstanta tak melebihi kadar oksigen. Saat ini hasilnya tak hanya netral, bahkan negatif. Satu-satunya negara di dunia yang kadar karbonnya negatif adalah Bhutan.
      Jadi raja juga mengalokasikan dana negara untuk mensubsidi rakyat dengan listrik, agar rakyat tak membakar kayu yang melepaskan karbon, mensubsidi mobil tanpa BBM, memproduksi kertas seminimal mungkin dengan program paperless.
      Sebagian besar listrik di negara ini dihasilkan dari Clean Energy, yakni tenaga air dari banyak sungai yang mengalir; bahkan sebagian listriknya diekspor karena pasokan listrik yang dihasilkan negara ini melebihi kebutuhan rakyatnya.

      Konstitusi negara ini juga mengharuskan bahwa negara kecil ini minimal dilingkupi oleh 60% hutan. Saat ini mereka dilingkupi 70% hutan. Mereka tak boleh menangkap atau mengganggu binatang.
      Jadi jika ada harimau lalu lalang di sekitar pemukiman, hal ini lumrah. Tak apa, karena bukan harimau kelaparan mencari mangsa atau mau “balas dendam”. Mereka adalah harimau kaya, tak kelaparan, punya harta hutan banyak. Tak hanya manusianya, harimau, beruang, dll. juga bahagia.

      Tak hanya itu, para aktivis lingkungan di negara ini bahkan bergerak menawarkan untuk menanami pohon di luar negara mereka, karena udara dan kebersihannya tak mengenal batas negara.

      Dan di sinilah masalahnya.
      Seiring dengan pemanasan global yang terus meningkat, 2700 sumber Glacier di Bhutan di kaki Alpen es-nya mulai pada mencair. Airbah mulai sering terjadi, dan banyak menghancurkan rumah dan fasilitas rakyat.
      Bhutan negara miskin uang, tidak punya cukup dana untuk menangani masalah ini, masalah yang ironisnya bukan disebabkan oleh kelakuan sendiri.
      Tanah dan Air adalah tanggung jawab masing-masing bangsa, namun Udara dan Api (temperatur) adalah tanggung jawab seluruh manusia di atas bumi.
      Bagaikan hidup di perahu yang sama, perlu upaya yang global untuk menjaga agar kapal tak bocor dan tenggelam.
      Banyak forum internasional diadakan untuk membicarakan masalah ini, namun hanya jadi ajang saling menyalahkan siapa kontributor karbon paling utama.

      Bhutan, salah satu negara penyumbang oksigen terbesar dunia, saat ini tengah waswas negaranya hancur dihantam air, sebagai akibat dari meningkatnya karbon dunia. Para malaikat kecil saat ini sedang gelisah, ternyata menanam sendirian saja tak cukup.

      Mari menanam.
      Selamat Hari Bumi.

      Bagi yang tak sempat menanam, mungkin paling tidak anda sempat membagikan status ini untuk berbagi kesadaran pentingnya menanam.

      Read Full Post »

      Older Posts »