Feeds:
Posts
Comments

Menolong orang adalah termasuk salah satu akhlak mulia yg diajarkan oleh Islam.

Akhlak ini merupakan incaran para Pencari Ridho اَللّهُ سبحانه وتعالى. Mereka mengerahkan Harta, Waktu, Fikiran, bahkan nyawa mereka skalipun, sekuat tenaga, untuk menolong orang² yg membutuhkan bantuan.

Dengan menolong orang² yg membutuhkan bantuan dan bahkan yg tertindas, seolah² mereka “Berbisnis dan Berjualan” dengan اَللّهُ, dan pasti mereka benar² beruntung !
Sebab, menolong orang dalam kebaikan adalah usaha yg sangat dicintai oleh اَللّهُ سبحانه وتعالى

Orang yg melakukannya akan mendapatkan kedudukan terhormat di sisi-Nya dan mendapatkan Anugerah berupa rahmat dan kasih sayang-Nya.

Kita merupakan anggota badan dari tubuh Islam. Bagaimana mungkin kita tidak merasakan apa², ketika kebanyakan anggota badan kita sedang dilanda rasa sakit ?

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda, “Perumpamaan kasih sayang dan saling mencintai sesama Muslim dengan Muslim yg lainnya adalah ibarat sebuah tubuh. Apabila ada salah satu anggota badan yg sakit, sudah pasti anggota badan yg lainnya ikut terjaga dan merana” (HR. Bukhari dan Muslim)

ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ …. ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ …. فَرِّجْ عَلَىالْمُسْلِم

Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitabnya yang berjudul Az Zuhud, menuliskan sebuah riwayat yang sampai kepada shahabat Salman Al Farisi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.”

Mereka, para sahabat, bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”

“Ada dua orang lelaki,” jawab Rasulullah, “yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala.”

Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji) sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah!”

Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.”

Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat!”

Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka.

Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah!”

Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.”

Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.

Demikianlah keadaan dua orang manusia yang nasibnya berbeda karena salah satunya berujung di neraka selama-lamanya, dan yang lainnya berujung di surga selama-lamanya. Padahal, keduanya sebelumnya adalah sama-sama seorang Muslim.

Manusia, seringkali menganggap remeh masalah bahaya syirik. Padahal seseorang bisa saja terjerumus dalam kesyirikan sedangkan ia tidak mengetahui bahwa perbuatan tersebut syirik yang menyebabkan dia terjerumus dalam neraka nantinya.

Oleh karena itu, sahabat Anas berpitawat, “Kalian mengamalkan suatu amalan yang disangka ringan, namun kami yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggapnya sebagai suatu petaka yang amat besar.

Sumber : fimadani.com

Salam

SEPUCUK SURAT UNTUK SAHABAT

Seorang sahabat
pernah mengirimkan sebuah pesan
yang penuh makna.
Isi pesan itu adalah:

“Sahabat, dengarkanlah sejenak..

Diriwayatkan, bahwa:

Apabila penghuni Surga
telah masuk ke dalam Surga,
lalu mereka tidak menemukan
sahabat -sahabat mereka
yang selalu bersama mereka
dahulu di dunia,
mereka bertanya kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala,
tentang sahabat mereka itu.

“Yaa Rabb..
Kami tidak melihat
sahabat-sahabat kami
yang sewaktu di Dunia,
Shalat bersama kami,
Puasa bersama kami dan
berjuang bersama kami,”

Maka
Allah subhanahu wa ta’ala
berfirman:

“Pergilah ke neraka,
lalu keluarkan sahabatmu
yang di hatinya ada Iman
walaupun hanya sebesar dzarrah.”
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”)

Al-Hasan Al-Bashri berkata,

“Perbanyaklah
Sahabat-sahabat Mu’min-mu,
karena Mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat.”

Ibnul Jauzi pernah berpesan
kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis,

“Jika kalian tidak menemukan aku
nanti di surga bersama kalian,
maka bertanyalah kepada Allah ta’ala tentang aku,

“Wahai Rabb Kami..
Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU.
Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu.”

Sahabatku..
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang Allah ta’ala ..
Agar aku dapat bersamamu kelak di Surga dan meraih Ridha-Nya..

Aku memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat 
yang selalu mengajakku untuk
Tunduk, patuh & Taat
kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami
hingga kami bertemu
di akhirat nanti dengan-Mu..

Amiin… 

Catatan Kajian Dzuhur di Mushalla Tarbiyah – Indosat

27 Mei 2015

2015527121729

1. Jika kau jadikan hidupmu dalam ketaatan pada Allah maka kerjakanlah dengan terus menerus.

Bagaimana menjaga dengan baik ketaatan kepada Allah sangat penting. Namun sebaiknya istiqomah. Pengertian istiqomah tak hanya menjaga tapi meningkatkan lebih baik ketaatan kepada Allah dari waktu ke waktu, selalu meningkat. Shalat menjaga kita dari perbuatan sia2. Tak ada dalil yang menyatakan bahwa akan kaya karena shalat. Kenikmatan dunia yang hakiki adalah mendapat ketenangan dan berkah. Maka akan salah tentunya bila seseorang mengerjakan shalat karena ingin kaya. Demikian halnya dengan haji atau umrah. Tak ada yang menjamin bahwa setelah haji atau umrah akan mendapatkan kekayaan. Untuk itulah maka dalam setiap doa kita minta dibukakan pintu ridha Allah, pintu surga Allah bukan pintu rizqi di dunia.

2. Jika hidupmu dalam kemaksiatan maka bersegeralah untuk beristighfar (memohon ampunan)

Ada kisah seorang yang pagi siang sore selalu membuat maksiat, bahkan telah membunuh 99 orang. Suatu ketika ia ingin bertaubat dan mendatangi seorang ulama. Ia bercerita semua kemaksiatan yang pernah ia lakukan, dan ingin tahu bagaimana caranya bertaubat. Ulama tersebut, saking kesalnya karena kemaksiatan yang dilakukan orang tadi sudah keterlaluan, mengatakan dosanya besar dan sulit bisa mendapatkan ampunan Allah. Orang pemaksiat tersebut kecewa mendengar jawaban ulama, maka ulama itu dibunuhnya sehingga genap sudah 100 nyawa yang telah dibunuh pemaksiat tersebut.

Kemudian si pemaksiat mendengar ada ulama kharismatik. Ia mendatangi ulama kharismatik tersebut dengan tujuan minta petunjuk bagaiman beratubat. Sang ulama mengatakan bahwa rahmat Allah begitu luas. Dosa sebesar gunung ampunan bisa mencakup seluruh lautan di bumi. Sang pemaksiat senang sekali mendapat penjelasan dari ulama kharismatik tersebut dan ia pulang menuju tempat untuknya bertaubat. Dalam perjalanannya ia mati dan kemudian dua malaikat mendekatinya. Dua malaikat bingung, neraka atau surga. Kemudian Allah berfirman “Masuklah ke dalam surgaku karena aku telah mengampuninya.” Dalam riwayat lain diceritakan bahwa matinya pemaksiat tersebut lebih dekat jaraknya ke tempat bertaubat daripada tempat maksiat, menunjukkan bahwa ia benar-benar ingin bertaubat. Tobat nasuha, yang sungguh2. Padahal tadi orang ahlinya maksiat. Al Baqarah ayat 222 (2:222) tentang Allah mencintai orang2 bertaubat dan bersuci.

3. Atau jika hidupmu sedang berkecukupan (diberi kelebihan nikmat) maka perbanyaklah bersyukur

Syukur dalam hati dan lisan. Nikmat akan menjadi keberkahan: bila bersyukur nikmatnya akan ditambah lagi. Jangan melihat ke atas terus karena bisa kufur nikmat. Coba orang2 di bawah kita. Pepeng 15 tahun lumpuh namun tak mengeluh. Istrinya lebih hebat lagi karena melayani suaminya dg sabar selama 15 tahun Pepeng sakit. Pada suatu ketika Rasul menjumpai seorang laki-laki seang bermunajat kepada Allah di depan jenazah Istrinya, sambil mengucapkan doa seperti ini:

Ya Allah, istriku ini telah melayani aku, memeliharaku berathun-tahun

Ia begitu sabar menjaga dan merawatlku

Maka aku ridha kepadanya dan masukkanlah istriku ini ke dalam surgaMu

Kemudian Rasul mengatakan kepada para sahabat bahwa istri laki2 tersebut diberi kebebasan memilih. Para sahabat bertanya:”Memilih apa ya Rasul?” dan Rasul menjawab: “Memilih surga yang mana ia ingin berada”. Masya Allah!

4. Jika hidupmu sedang dalam kesulitan (musibah) maka seantiasalah selalu dalam kesabaran

Bagi yg bersabar maka pahalanya tak ada batasannya, melebihi sodaqoh. Setiap detik mengalir pahala atas kesabaran 15 tahun Pepeng mendrita sakit. Luar biasa. Tidak ada kehidupan luar biasa kehidupan seorang mukmin. Diberi nikmat bersyukur dan itu lebih baik untuknya. Bila ada musibah bersabar dan kesabaran itu jauh lebih baik baginya.

Jangan takut atai bersedih dari ujian Allah. Umat Islam saat ini sedang diuji Allah, misalnya Rohingya di Myanmar. Manusia dianggap seperti anjing liar. Di Nepal yg mayoritas non muslim, begitu terjadi gempa muslim langsung membantu. Islam bukan teroris. Betapa Islam itu bukan agama teroris. Ingat pelajaran dari Rasul ketika dianiaya kafir Quraisy dalam berdakwah. Jibril menawarkan diri agar Rasul berdoa ke Allah meminta agar Jibril membalas karena Jibril bisa membalikkan gunung utk membunuh Quraisy. Tapi Rasul menolak dan bahkan berdoa ke Allah agar kafir Quraisy diberi hidayah. Mereka mencaci maki bahkan menyiksa Rasul karena mereka belum tahu tauhid. Masya Allah! Betapa mulianya Rasul kita ini.

Saat ini orang banyak mengejek muslim bahkan menghina nama Muhammad. Ada tetangga ustadz yang bernama Muhammad, sulit ke luar negeri dan ditanya silsilah keluarga segala. Padahal Muhammad artinya Terpuji, dan Rasul kita memang terpuji, agung. Tak ada yang bisa masuk surga tanpa syafaat nya Rasulullah.

Walahualam bishawab,

GW

Kajian 26Mei2015

Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa kali kesempatan mengikuti kajian Dzuhur dari ustadz DR. Amir Faishol Fath, MA, akhirnya tadi kesampaian juga bada shalat Dzuhur berjamaah di Kantor Pusat PT Indosat (KPPTI). Di awali dengan shalat Dzuhur berjamaah dimana setelah shalat beliau, seperti biasa, meberikan tausiyah singkat sekitar 5 menit. Kali ini tausiyah bada shalat Dzuhur berjamaah beliau adalah:

Pada setiap ibadah kepada Allah selalu terdiri dari tiga tahapan: permulaan, pertengahan, dan akhir. Dalam shalat, permulaannya adalah mengambil air wudhu, sedangkan pertengahannya adalah mendirikan shalat dan bagian akhirnya adalah amal shalih setelah shalat. Bila awalnya saja sudah salah, misalnya wudhu nya tertolak, maka tertolak lah keseluruhan rangkaian dari permulaan hingga akhir. Bila awalnya benar namun mendirikan shalatnya juga salah maka tertolak pula. Apabila awal dan pertengahan baik, artinya wudhu sudah benar serta diikuti dengan shalat dengan benar, namun setelah shalat masih bermaksiat atau amal shalihnya tidak ada maka percuma juga kita shalat. Demikian halnya dengan ibadah puasa Ramadhan dimana awalnya banyak berpuasa di bulan Syaban seperti saat ini, melatih diri dan mempersiapkan akan tibanya Ramadhan, kemudian menjalankan puasa lengkap dengan tarawih serta lailatul qadr, serta itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan; serta bagian akhirnya adalah puasa 6 hari di bulan Syawal. Rangkaian ibadah seperti ini harus selalu kita upayakan agar kita benar-benar menjadi pribadi yang bertakwa,

DR Amir Faishol Fath sedang memberikan tausiyah singkat bada shalat Dzuhur.

DR Amir Faishol Fath, MA sedang memberikan tausiyah singkat bada shalat Dzuhur.

Setelah itu beliau dan para jamaah mendirikan shalat bada Dzuhur. Kajian dimulai setelahnya, dan ini merupakan catatan saya selama mengikuti kajian dahzyat hingga 13:10 ini.

Ternyata ustadz Amir sangat hafal bahwa ayat 17 surah Al Hasyr telah dibahas pada pertemuan selanjutnya. Untuk itu beliau menetapkan ayat 18 sampi 20 sebagai bahan kajian siang tadi diawali dengan tilawah bersama dipimpin langsung oleh beliau.

18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kita duduk sperti ini , membahas iman yg bekerja akal. Istighfar, belajar iman, ibadah shalt yg bekerja akal. Orang kafir akalnya mati karena ia tak pernah membahas mengenai iman dan semua yang dilakukan terkait kehidupan dunia belaka. Mereka tak pernah bekerja untuk imannya, yang bekerja hanya otaknya saja. Yang membedakan kita dari makhluk lain yang sama-sama punya otak, misalnya kambing atau sapi yang juga punya otak, adalah bahwa kita punya akal. Untuk itulah kita wajib shalat agar akal tidak mati. Bekerja di dunia itu tak perlu iman, namun kalau shalat jelas perlu iman karena orang yang tak beriman sudah pasti tidak mau mendirikan shalat.

Untuk itulah maka pada ayat 18 Allah menyeru kepada yang beriman saja untuk bertakwa kepadaNya. Semakin kuat iman maka akan semakin senang ia menjalankan ketaatan kepada Allah, ibaratnya seperti ikan ketemu air. Bila berpisah dengan air tentu ikan tak bisa hidup. Demikianlah bagi mereka yang imannya kuat maka mentaati Allah merupakan suatu kegembiraan; langkahnya ringan dan senang menuju masjid. Namun bila ada yang tak nyaman mendirikan shalat atau malas membaca Al Quran maka ini merupakan bukti iman yang lemah. Sedangkan Allah mensyaratkan bahwa untuk bertakwa perlu iman. Tak mungkin bertakwa tanpa iman. Takwa artinya siap pada apa kata Allah. Kalau di pekerjaan, ada yang takwa kepada boss, kepada perusahaan. Takwa kpd Allah berbeda karena Allah tahu isi hati manusia sehingga diperlukan dhohir dan batin. Jasmani dan rohani harus OK. Kalau rohani OK tapi jasmani tidak OK, misalnya tak mendirikan shalat, maka fasiq. Klau rohani dan jasmani tidak K, maka tergolong kafir.

19. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

Utk mencapai takwa harus ada evaluasi agar kita tidak telat, melakukan evaluasi setelah meninggalkan dunia fana. Utk sukses masuk surga harus evaluasi diri kita sejauh mana telah mengerjakan amal baik. Hendaklah setiap jiwa evaluasi. Bagaimana caranya? Buatlah Daftar Amal Soleh (dulu ustadz Amir pernah membagikan panduan atau check list amal soleh harian), minimal 50 amalan setiap hari seperti yang dijalankan Rasul. Tanpa evaluasi kita merasa aman dan sepertinya masuk surga mudah. Ini harus hati-hati. Kita harus pandai bertanya:

Pantas tidak aku minta surga tapi kerjaku untuk Allah hanya sekian menit dalam 24 jam?

Kadang manusia berkelit bahwa Allah Maha Pengampun, mestinya faham bahwa pekerjaan begitu banyak menyita waktu. Padahal sahabat pada jaman dulu juga berjuang (jihad) selain juga mencari nafkah. Ini merupakan bisikan setan yang menyebabkan manusia selalu menunda-nunda ibadah karena Allah maha pengampun. Hal lain lagi yang juga sebenarnya tak salah namun dipakai oleh setan untuk empengaruhi manusia, yakni “kerja adalah ibadah juga”. Memang benar bila diniatkan untuk ibadah, namun seringkali ini membuat manusia memudahkan agama padal agama Islam memang mudah, namun jangan dimudah-mudahkan. Al Quran dibuat 30 juz karena pada dasarnya Rasul mengatakan kepada sahabat bahwa Al Quran harus khatam satu kali setiap bulan. Untuk itulah ada yang punya ide membuat 30 juz agar mudah dalam menuntaskan dalam satu bulan khatam satu kali. Pada jaman sahabat bahkan ada yang bisa menuntaskan khatam setiap hari. Masya Allah!

Umar bin Khattab pernah mengatakan bahwa kalau kamu ingin sukses, evaluasi dirimu sebelum dihisab. Anjuran yang mengingatkan agar setiap diri melakukan evaluasi diri sebelum terlambat.  Mulailah dengan melakukan evaluasi diri setiap hari. Salah satu penyebab kegagalan pendidikan di Indonesia adalah evaluasi dilakukan di akhir melalui ujian. Padahal evaluasi harusnya setiap saat.

Meraih ketakwaan sangat penting bagi orang yang beriman, sehingga pada ayat 18 di atas Allah mengulang kata takwa hingga dua kali. Ini merupakan penegasan pentingnya agar kit bertakwa.

20. Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.

Surga bertingkat tingkat, paling rendah adalah alumni neraka. Kita jangan berharap asal masuk surga karena bisa jadi masuk neraka dulu untuk dicuci bersih hingga masuk surga paling rendah. Ada dua hal yakni tskulat dan khofat. Syarat masuk surga harus suci dari dosa. Kita harus berjuang sampe proses tsakulat.

Kalau di perusahaan tempat bekerja terlaksana hukum “general” yakni pegawai dengan pangkat yang sama meski sikap kerja berbeda, yang satu malas sedang satunya rajin, pada akhir bulan menerima gaji yang sama. Allah sangat detil. Tak berlaku hukum general seperti di perusahaan. Kebaikan sekecil zarah pun Allah Maha Tahu. Pada suatu ketika Rasul berjalan dengan para sahabat melintasi kuburan dan beliau meminta sahabat berhenti sejenak. Kemudian Rasul mengatakan bahwa beliau mendengar bahwa mayit yang dikubur (dua orang) sedang menjalani siksa kubur. Nabi bisa mendengar siksa kubur, juga binatang2 mendengar siksa kubur; makanya bangun pagi dan binatang bisa mendengar siksa kubur. Manusia umumnya tak bisa mendengar siksa kbur. Adapun yang dikatakan oleh Rasul mengenai mayit tersebut disiksa di alam kubur karena:

  • Mayit pertama pada saat hidupnya suka mengadu domba , menyebarkan berita2 bohong. Makanya hati-hati dengan menyebar berita di media sosial seperti facebook, twitter dsb.
  • Mayit kedua disiksa karena saat di dunia tak hati2 ketika buang air kecil sehingga najis masih menempel di pakaiannya.

Allah punya perhitungan ketat. Allah melarang at tasyabuh, menyerupai org yg tak patuh Allah (kafir). Pembacaan Quran diikuti oleh muatan ritual apapun, tertolak hukumnya. Setiap orang bisa punya lagu pribadi dalam membaca Al Quran, misalnya Imam yang memimpin shalat di Masjidil Haram, punya lagunya sendiri yang pribadi sifatnya. Tak ada masalah asal pelafalan huruf dan tajwidnya tak dilanggar. Sedangkan langgam Jawa mengikuti nada slendro sekalipun ikut tajwid dan pelafalan huruf tapi ikut ritual tertentu tetap tak boleh. Ini sangat disayangkan karena terjadi di istana negara yang merupakan arena yang diketahui publik. Sebagai seorang muslim kita harus bisa membedakan mana yang merupakan ranah pribadi atau publik. Misalnya, hubungan suami-istri yang merupakan ranah pribadi menjadi tidak pantas bila ditunjukkan terbuka di publik. Di akun twitter ustadz ada yang menentang misalnya “boleh kan ustadz?”. Masalahnya bukan hanya boleh tidaknya namun pantas tidaknya. Kaum laki2 menggunakan baju perempuan tentu boleh. Namun tak pantas. Karena kejadian ini ustadz banyak dilibatkan harus menjelaskan atau menjadi mengurusi hal-hal yang seharusnya tak perlu diurus bila tak ada kejadian ini. Masih banyak urusan penting lainnya, misalnya membangun generasi muda yang Islami, yang harusnya dibenahi.

 2015526121606

2015526123540

Walahualam bishawab.

GW

Dari tetangga sebelah:

Bagaimana cara kita menyikapi MASALAH ?
Selesaikan lah masalah dengan cara yang bijak

• Orang konyol sering membuat masalah…
• Orang “kerdil” memperbesar masalah….
• Orang biasa membicarakan masalah….
• Orang besar mengatasi masalah..
• Orang bijak bersyukur dengan masalah….
• Orang kreatif melihat peluang dari masalah….
• Orang beriman naik derajat karena masalah….

Kesimpulannya, tidak ada masalah dengan “masalah”….
Masalahnya, bagaimana cara kita menyikapi “masalah”….
Karena, pada hakikatnya hidup itu rangkaian “masalah” demi “masalah”.
So, Jadikanlah “MASALAH” sebagai “Masa memaknai rencana Tuhan”.

Selamat “menikmati” masalah.

Pada saat masih kecil, Imam Bukhari divonis buta permanen. Namun ibunya selalu berusaha membawa ke satu tabib (dokter) ke tabib berikutnya dengan gigih sambil selalu berdoa dan akhirnya Imam Bukhari kecil bisa melihat. Oleh sebab itulah Imam Bukhari memiliki semangat luar biasa untuk menghafal 600 ribu hadits. Masya Allah …!
Ibrah (pembelajaran) bagi kita:
1.) Tak boleh putus mengharap rahmat Allah, tetap berdoa dan ikhtiar;
2.) Hanya Allah yang punya kuasa memberi vonis, bukan makhluk ciptaanNya;
3.) Allah Tabaroka Wa Taala selalu mendengar dan mengabulkan doa orang beriman;
4.) Kerja keras Imam Bukhari sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah.

Selamat hari Ahad.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 90 other followers