Feeds:
Posts
Comments

Yuk, pada semangat menyambut RAMADHAN! Belum tentu setiap tahun kita bisa berjumpa dengan Ramadhan. Kalau jaman dulu di Madiun, ibu saya sudah sibuk bikin apem yang pada sore hari saya ditugaskan mengantar ke tetangga mulai dari bulik Djajadi, Eyang Mardiyo, Bu Djiyo, Bu Mugono, Bu Winoto, Bu Mukayat, Bu Pono (SD Erlangga Djenggolo), Bu Dokter Narso (yang kemudian diganti Bu Dokter Daryo), Bu Mashuri, Bu Soewelo, Bu Pringgo, Bu Dokter Hadi, Bu Basar, hiingga paling ujung Bu Soegondo (semuanya tetangga di Jl. Sumatra). Bahkan pak Polisi yang kantornya di sebelah rumah juga tak luput dari apem bikinan ibu. Saya biasanya membantu “cethik geni” nya aja, sambil mbuka2 apem yang sedang dipanggang ….
Biasanya saya mengantar pakai piring dan apem ditutupin pakai serbet kotak-kotak warna merah (mainstream banget kala itu – it’s like an industry standard …ha ha ha ha …), terus piring ditaruh di atas baki (nampan). Setiap mengantar, saya kudu menunggu piring dikembalikan lagi sambil thenguk2 di emperen rumah tetangga. Kadang menunggunya lama karena piring tersebut dicuci dulu sebelum dikembalikan ke saya. Padahal tidak kotor lho. Hebat ya sopan santun wong Jowo jaman mbiyen. Sebagian besar, piring kembali ke tangan saya dengan isian yang merupakan “balasan” dari si penerima apem kepada ibu saya. Balasannya belum tentu sama2 apem, bisa jenang, dodol, gethuk lindri (huwenak tenan iki!), cucur, gronthol, pethola, klepon, moho, bolang-baling ….pokoknya jajanan nJowoni pol lah.
Sampai rumah, buanyak makanan udah seperti jajan pasar aja rumah kami …bahkan bisa menjadi stok 3 hari kemudian ….ha ha ha …
Ini dulu ibu saya (alm) nyebutnya dengan MEGENGAN. Umumnya memang apem atau bikang sih kuenya … Tapi gak dibatasi dengan jenis kue, karena yang penting tradisi “saling menghantar” yang seperti konduktor listrik ajah …
Semuanya dilakukan menyambut RAMADHAN dengan SUMRINGAH!!!

image

Catatan kutbah Jumat di Graha Mandiri, 20 Mei 2016.

Ada 4 hal bila ingin mendapat berkah dari Allah:

1.) Shalat
2.) Taklim dan dzikir
3.) Berbakti kepada orangtua
4.) Membaca Quran setelah sholat meski satu ayat

  1. Shalat. Idealnya dg shalat tepat waktu, bukan diulur-ulur di akhir waktu. Niatkan dari rumah untuk ibadah. Yang mampu menjaga shalatnnya maka akan menjadi cahaya di hari akhir. Siapa yg shalatnya berjamaah di masjid pada awal waktu , Allah akan jamin hidupnya tidak susah dan bercukupan. Shalat merupakan kunci surga.
  2. Taklim dan dzikir yg istiqomah, di setiap kesempatan.
  3. Berbakti kepada orangtua merupakan pintu untuk mendapatkan keberkahan dari Allah Taala.
  4. Rumah yg paling bagus adalah yang sering dibacakan Al Quran. Ada tiga jenis suara yang bagus: i.) suara ayam jantan, berkokok di pagi hari, membangunkan orang untuk shalat Shubuh, ii.) suara org yg baca Quran, iii.) orang berdzikir ditengah malam.

Wallahua’alam bishawab

 

image

Catatan kultum di masjid Jami Al-Ihsan, jl. Kerinci, Jakarta, 16 Mei 2016 (bada Dzuhur)

Ilmu Hikmah ada 3:

  1. Memaknai yang diam, seperti memaknai Al Quran. Banyak ilmu pengetahuan modern yg sudah dibahas Al Quran ratusan abad lalu. Kita harus proaktif mempelajari Al Quran untuk mendapatkan hikmah.
  2. Hikmah yang setiap saat memberi tahu dan mengingatkan kita, misalnya kejadian alam: gempa, misalnya. Kejadian alam sebenarnya menegur kita, kita yg kadang tidak sadar ditegur. Pikirkan, temukan hikmahnya. Bisa jadi Allah sedang mengurangi jumlah manusia atau yang lainnya. Merapi menepati janjinya, waktunya bumi ini disuburkan karena setelah gunung meletus akan disertai kesuburan. Juga persitiwa Galunggung.
  3. Hikmah mauidoh yang membisu namun maknanya luar biasa, yakni kematian. Cukuplah kematian sebagai nasehat. Cepat atau lambat kita akan menjumpai kita.

Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan hikmah dari setiap kejadian yang kita alami.

Wallahua’lam bishawab.

GW

 

c45915a1a282d2598c2bfb049f67ee09edfc461f

Catatan Kajian “Ramadhan Bulan Masuk Surga Sekeluarga” oleh ustd KH Bachtiar Nasir di Masjid Raya Bintaro, Ahad, 8 Mei 2016

2016508183117

Surga untuk keluarga namanya surga Adn. Di sana tersedia minuman anggur terbaik yang rasanya enak dan sama sekali tidak memabukkan. Buah2an juga banyak, seperti yang kita jumpai di dunia namun rasanya jauh berbeda dan jauh lebih enak. Daging burung terserah mereka (penghuni surga) pilih mana. Diantara penghuni surga kemudian berdiskusi tentang “Bagaimana bisa masuk surga?” Ada bocoran di Quran.

Ada dua hal untuk bisa masuk surga sekeluarga:

  1. Keluarga yang kakek-nenek nya tergolong orang shalih, pasangan suami istri shalih dan anak-anak serta cucu-cucu yang shalih; dan
  2. ternyata untuk masuk surga mereka di keluarga masing-masing saling mengingatkan bahaya siksa neraka “Peliharalah dari siksa api neraka yg bahan bakunya manusia dan batu” (QS 66:6). Kenapa batu? Kalbunya orang2 yg keras hatinya. Di dalamnya ada malaikat yg keras luar biasa, tak pernah ingkar dari perintah Allah.

Keluarga shalih dari bapak2 mereka, pasangan2 maupun anak2 mereka ygsaling mengingatkan panasnya api neraka. Tataplah anak kita. Sayang kalau mereka masuk neraka. Dinamika di dunia, tergantung mau milih mana. Kalau punya visi, ajaklah seluruh anggota keluarga agar punya visi yg sama.

Pengalaman saya (BN): Ketika saya di dalam mobil, saya lihat anak2 saya makin besar, kemudian saya tatap wajah istri. Dan kemudian teringat kisah Nabi Ya’qub menjelang kematiannya. Inilah yang membedakan ayah sukses (nabi Ya’qub) dan ayah gagal.

Dalam rumah tangga, mama sebagai madrasah, kalau anaknya gagal mamanya disalahkan karena madrasah gagal. Madrasah gagal karena kepala madrasah sibuk cari duit. Ada kisah seorang ayah menikahkan anak perempuannya ke anak laki2 yg salah (tidak shalih). Hal ini karena selama ini sang ayah sibuk dengan pekerjaan sehingga tak memantau perkrmbangan anak perempuannya sehingga mendapatkan calon yang tidak shalih. Sang ayah menyesal. Bahkan ia mengatakan tak masalah mendapatkan menantu yang tak bekerja namun shalih dan selama hidunya ia akan tanggung biaya hidup anak dan menantunya asalkan shalih.

Nabi Ya’qub menjelang kematiannya ia menanyakan kepada 12 anaknya: “Siapa yang kalian sembah setelah ayah meninggal?”

Kutipan dari Al Quran:

Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Mahaesa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.

(QS. Al Baqarah: 133)

Dari pelajaran menjelang wafatnya nabi Ya’qub bisa disimpulkan:

  • Kebohongan agama yahudi dan nasrani
  • Di bible tidak ada agama yahudi, nasrani
  • Tak ada wasiat dari Yakub bhw ada agama lain selain Islam

Sebagai seorang ayah perlu lakukan evaluasi kurikulum buat anaknya. Ayah berkewajiban menanamkan tauhid kpd anaknya, membentengi anak dari kemusyrikan. Penjahat pertama di muka bumi adalah ayahnya: meyahudikan atau menasranikan anaknya. Ayahlah yg menanamkan nilai2 tauhid ke anaknya. Kalau anak menyekutukan Allah, ayah yg salah

Ada 4 jenis anak, akibat bentukan orang tua. Meski ada yg takdir seperti anak nabi Nuh. Empat jenis tersebut diuraikan yang ekstrimnya saja (pertama dan keempat):

  • Pertama, yg paling mahal bila anak dipakai sebagai perhiasan, seperti harta benda. Biayanya mahal, suka ke mall, suka gadget, tidak mau baca Quran tapi nonton film bisa lama. Harta dan anak2 adalah perhiasan dunia. Bajunya mahal2, lebih mahal dr orangtuanya
  • Keempat, anak yang setiap jam 3 malam semua anaknya bangun, shalat tahajud. Tidak berat lagi Kenapa? Karena orang tua punya visi, anak suka main di masjid sehingga cinta masjid dan menjalankan shalat tahajud. Jangan menjadi laki2 solehah, yaitu yang solatnya di rumah karena sejatinya laki2 shalat nya di masjid, berjamaah.

Majelis Ayah, penting sekali. Perceraian di Indonesia 70% khulu’, wanita menggugat cerai. Ini masalah di ayah yang tidak punya visi.

Untuk masuk surga sekeluarga, syaratnya adalah keluarga yg shalih yang saling mengingatkan api neraka. Bagaimana menjadi suami pemimpin masuk surga sekeluarga? Materi seputar keayahan seperti dicontohkan nabi Ya’qub ketika anaknya menyatakan tiga hal pokok:

  1. Menyembah tuhan ayah, tuhan kakek ibrahim …..
  2. Kami tak akan sekutukan Allah
  3. Dan kami akan berserah diri kpd Tuhan Ayah

Masalah anak sekarang ini bullying. Yg paling tinggi ya ngata2in ayah. Kenapa? Karena anak2nya gak bangga sama ayahnya. Anak Ya’qub bangga dengan ayahnya

Fenomena anak2 yg menyekutukan Allah:

  1. Takut kepada selain dari Allah
  2. Cinta kepada selain Allah
  3. Harap kepada selain Allah
  4. Pasrah kepada selain Allah

Ortu gagal melakukan 4 hal di atas berarti gagal menanamkan tauhid ke anak. Ini pekerjaan ortu yg nyaris diajarkan di sekolah. Tak cukup hanya berdoa. Nabi Ibrahim untuk mendapatkan anak soleh tak mudah. Pada saat masih bayi harus ditinggal, seperti ayah yg kejam, meninggalkan istri dan anak masih bayi. Ketika dewasa ada perintah Allah untuk menyembelih. Semua doa2 anak dilakukan bapak. Di Al Quran ada 17 ayat tentang hubungan anak dan orang tua. Namun 14 diantaranya merupakan komunikasi antara ayah dan anaknya. Jadi, penting sekali peran ayah dalam menanamkan tauhid ke anaknya. Saat ini sedang musimnya anak sekolah ujian. Anak-anak masih baca Al Quran? Kalau tidak mau baca Al Quran selama musim ujian, salah besar. Harusnya baca Al Quran dulu karena Allah akan melemaskan sel2 di otak sehingga pada saat belajar menyiapkan ujian, lebih bisa masuk yang dipelajari. Hal ini merupakan tugas ayah agar anak tetap baca Al Quran ketika musim ujian.

Bagi ayah dan ibu yg ingin masuk surga, maka Ramadhan momen tepat. Manfaatkan momen Ramadhan ini untuk bersama-sama meraih keshalihan, mengingatkan bahaya api neraka dan mengajak keluarga agar memiliki satu visi.

Sebagai perhiasan, anak menjadi fitnah nantinya. Ada kisah anak manja, yang segala kebutuhan hidupnya dicukupi oleh orang tua. Ketika sudah menikah, selingkuh dengan janda kaya. Kenapa? Karena terbiasa mendapatkan fasilitas kaya dari orang tuanya. Anak menjadi fitnah jadinya. Kasus LGBT juga karena kurang harmonisnya keluarga. Misalnya sang anak lebih menyukai sesama wanita karena saat kecilnya sering melihat ayahnya memukul ibunya sehingga ia bersumpah membenci kaum laki-laki. Ketidakharmonisan suami istri sering kali hanya karena salah persepsi. Suami biasa dikatakan egois, pelit. Padahal hanya kesalahan persepsi dari sang istri. Rasul sangat mencintai istrinya. Lelaki yang bahagia adalah yang sangat mencintai istrinya.

Bonus surga yang tinggi adalah ketika diperlihatkan wajah Allah. Namun ada satu lagi yang juga tak kalah nikmatnya, yakni ketika kita disatukan dengan anak-cucu serta pasangan hidup kita dalam satu tingkatan. Bahkan, anak-anak yang amal solehnya kurangpun Allah memberikan bonus anak kita, permata hati kita, bisa disatukan dalam satu tingkatan dengan kita. Allah bisa upgrade amal soleh anak kita agar setingkat dengan kita.

Bagaimana agar anak yang sudah dewasa shalat?

  1. Doakan dengan surah Ibrahim ayat 40 41, doa utk anak
  2. Tanamkan pengertian seberapa penting sholat bagi anak dengan kisah-kisah heroik misalnya kisah Isra Mira untuk mendapatkan hadiah besar dari Allah yaitu shalat, shalat sumber rejeki. Sering kasih feeding ke anak-anak, beri contoh. Imam Hambali saat kecil sering dibawa ibunya (single parent) ke masjid karena ibunya tak ingin besarnya nanti Imam Hambali shalatnya di rumah.
  3. Bangunkan anak saat shalat Shubuh dengan SALAM karena meski mengantuk ruh nya tetap mendengar dan menjawab.
  4. Jadikan anak sebagai teman, gandeng ke masjid
  5. Jadikan anak sebagai jembatan surga
  6. Bikin habit di rumah bila terdengar adzan semua kegiatan dihentikan, berwudhlu dan menuju masjid.

Kalau kita sudah berupaya keras dengan doa dan tindakan nyata mengajak shalat namun mereka masih belum juga, tetap gigih berdoa. Kadang, anak bisa menjadi soleh ketika orang tuanya meninggal. Aamiin.

Wallahua’lam

2016508183003

 

 

image

Foto-foto ini kiriman dari Dr. Nuniek dari Luzern, Swiss. Indahnya, sepeda dipakai sebagai moda tranportasi.

image

Step by Step

image

Catatan dari Kajian Ba’da Isya di Masjid Al Azhar, Rabu 4 Mei 2016, oleh ustd Bawazier.

Sebenarnya ini adalah kali kedua saya mengikuti kajian setiap hari Rabu di masjid Al Azhar yg diselenggarakan oleh The Rabbanians. Sayangnya saya kurang menangkap Empat Langkah yang dikatakan oleh ustad karena memang kajiannya diutarakan dalam pola free flow sehingga kesan yang saya tangkap jadi tidak terstruktur. Untuk itu catatan saya buat juga sebagai kumpulan bunga-rampai kajian berikut ini:

Adam berdoa dan berdakwah selama 900 tahun. Anak2nya didoakan tapi masih juga berantem, bahkan Qobil membunuh Habil. Namun kita tak bisa menyimpulkan bahwa doa nabi Adam tidak benar maka redaksinya harus diganti. Padahal terkabulnya doa sangat tergantung Allah dan Dia Maha Tahu mana yang terbaik bagi kita. Kalau patuh kpd Allah maka ia jadi orang yg benar. Kalau iman nya berantakan maka doanya sulit diijabah. Walaupun doa adalah sebab terjadinya takdir, namun kita tak bisa memastikan hasil dari doa tersebut.

Tujuh ayat yang diulang-ulang, Al Fathihah nya sama tapi kalau yg baca aqidah nya kuat, sangat bagus sekali. Bukan lagunya yang penting namun makna dari ayat demi ayat AL Fathihah itu bagaimana kita hayati dengan sepenuh hati. Ali bin Abu Thalib mengatakan bahwa Al Fathihah ini inti dari Al Quran, jadi merupakan ringkasan yang padat muatannya. Bahkan kalau mau disingkat lagi mengerucut kepada satu kata saja: Bismillah. Bacaan setelah Al Fathihah sunnah, karena memang Al Fathihah itu sudah mencakup keseluruhan kandngan Al Quran. Tak ada shalat tanpa Al Fathihah. Gerakannya wajib.

Takdir yg tak bisa dirubah qadha. Yg bisa dirubah qadar. Rasul bersabda bahwa jangan lemot saat berdoa. Tetap harus minta ke Allah. Rabighfirli. Harus optimis Allah kasih, jangan berpikir “kalau Allah berkehendak”. Untuk itu perlu rapikan iman, rapikan islam, jadi orang yang benar.

Org yg benar dalam agama, Allah akan uji agar bersabar. Org tak beriman dikatakan sabar gak bisa. Kalau org diuji, jadinya sabar., akhirnya khusyu. Makin kuat imannya makin besar ujiannya. Seperti kualitas pohon terkena terpaan angin. Ujian membuat dia sabar dan kemudian khusyu. Dan bila sudah khusyu maka akan bersedekah. Bersedekah itu menolak bala.

Jadi urutannya: ujian – sabar – khusyu – sedekah.

Puasa, dampaknya dahzyat, menjadi orang yg bisa mengontrol dirinya dan kemudian menjadi orang yg banyak berpikir. Jaman rasul ada yg suara paling bagus: Daud. Saking bagusnya burung tak berani berkicau. Namun rasul tak pernah suruh Daud bernyanyi memuji Allah. Jadi salah itu kalau ada kelompk yang memuji Allah dengan menyanyi. Apa ada tuh Rasul mencontohkan meninggikan Allah dengan berkumpul dan bernyanyi bersama? Tidak. Yg dipilih mengumandangkan adzan justru yg suaranya paling jelek: Bilal. Kenapa? karena Bilal melafadzkan adzan dengan ikhlas. Waktu dia mengucapkan asholatul khairu minnanaum …sesungguhnya shalat lebih baik dari tidur, karena dia (Bilal) tahu bahwa di Al Quran ada ayat yang menekankan pentingnya shalat dari pada tidur. Orang menjauhkan lambungnya dari tempat tidur. Justru di jaman Rasul, shalat itu dianggap sebagai hiburan untuk relaksasi, bukan sebagai keterpaksaan. Di kala itu Rasul sering mengatakan ke Bilal: “Bilal, hibur kami dengan shalatmu”. Rileks dengan shalat. Jibril pun kagum dg adzan Bilal karena ikhlas nya bukan suaranya

Saat berdoa kita harus dengan harap dan cemas.

Wallahua’lam

Saat timbul keinginan bermaksiat..

Cobalah nyalakan api di lilin..

Tunggu 5 menit..

Lalu letakkan telapak tangan di atas api lilin 1 menit saja..

Belum perlu berlama-lama..

Rasakan.. Dan bayangkan..

A. Api Peringatan.

Allah ta’ala berfirman,

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ

“Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir..” (QS Al-Waqi’ah: 73)

Yakni api di dunia sebagai peringatan atas panasnya api neraka yang berkali-kali lipat..

B. Panas Berlipat.

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إنها فضلت عليها بتسعة وستين جزءا كلهن مثل حرها

“Sesungguhnya api neraka itu dilipatgandakan 69 (enam puluh sembilan) kali lebih panas dari api dunia..

Setiap bagian panasnya semua sama..”

(HR. Al-Bukhari: 3265, Muslim: 2843)

Kala terbetik keinginan bermaksiat..

Cobalah nyalakan api dunia,

dan rasakan panasnya sejenak saja..

Adalah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu terkadang menghidupkan api di malam hari..

Lalu mendekatkan tangannya ke api seraya berkata (kepada diri sendiri):

“Wahai Ibnu Al-Khattab, mampukah engkau bersabar atas panas api ini..?”

#sahabatilmu

repost @kajianislamchannel

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 112 other followers