Feeds:
Posts
Comments

Khutbah Jumat di Masjid Jami Nurul Ikhlas, 16 Feb 2018

Rabbul izzati
Khatib badal

Keimanan dan takwa adalah bekal kita untuk hidup di akhirat kelak. Rasul mendambakan agar umatnya kelak menjadi orang yg bertakwa.
Kehadiran Rasul menyempurnakan akhlak kita. Rasul sangat berkeinginan berat agar semua umatnya menjadi orang beriman dan bertakwa.
Fasilitas dalam ketakwaan begitu banyak di akhirat maupun dunia. Adapun tiga fasilitas di dunia saja mencakup tiga hal:

1. Siapa saja mau bertakwa sesuai kemampuan masing2 , tidak dibebankan yang berat, Allah memberikan solusi dalam setiap permasalahan di dunia.

2. Allah akan melimpahkan ilmu bagi mereka yang bertakwa.

3. Menjadi orang2 yang muttaqin.
Jika kalian takwa Allah Taala akan berikan al furqon, bisa membedakan yang baik dan buruk, Allah ampuni kesalahan, dosa2 yang lalu maupun yang akan datang.

Itulah fasilitas di dunia yang Allah pasti berikan, belum nanti di akhirat.

Advertisements

Nasehat ini bagus sekali terutama buat saya yang kadang lupa akan hal ini padahal penting sekali. Ajal tak menunggu taubat kita. Perbanyak taubat agar kita siap bila ajal tiba.

Alhamdulillah …akhirnya pagi ini sempat ngopi di Kopi Sae yang sebenernya sudah lama sekali saya ingin mampir. Saat itu saya sebenernya secara kebetulan saja melihat kedai ini di Pasar Modern, Bintaro. Namun karena buru-buru musti pergi, gak sempat mampir.

Banyak pilihan biji kopi: Arabica Gayo, Gayo Blend, Sidikalang, Flores dan ada lagi lainnya. Saya coba Blend Gayo. Mantab sekaleee….ngopi sambil ditemani gemuruh suara hujan yang mengguyur Bintaro tadi pagi. Sambil ngopi, ketika pengunjung sepi, saya mulai bertanya-tanya kepada mas penjual kopi ini. Ini adalah ringkasannya:

  1. Secangkir kopi sebaiknya diisi dengan 15 gram kopi atau tepatnya 1.5 sendok makan kopi. Wah, ini ilmu baru karena biasanya saya cukup satu sendok teh munjung saja kopi bubuknya. Untuk 1 onz (100 gram) kopi sebaiknya hanya bisa digunakan untuk 6 cangkir kopi.
  2. Kopi yang telah digiling halus sebaiknya segera dikonsumsi atau maksimum dalam 4 hari harus habis. Makanya di kedai Kopi Sae ini semua kopi masih dalam bentuk biji dan disimpan dalam toples rapat.
  3. Suhu air untuk menyeduh kopi jangan sampai mendidih (100 derajat) namun cukup maksimum 90 derajat saja. Air dari dispenser hanya sekitar 50 derajat saja, masih kurang panas. Sebaiknya memang merebus air. Di kedai ini memang ada kompor gas yang siap merebus air.
  4. Secangkir kopi di sini dihargai hanya Rp. 15 ribu (duh, bandingkan dengan gerai franchise yang minimum rp. 28 ribu harganya) dan 100 gram (1 onz) kopi Arabica Gayo yang saya beli tadi, untuk dibawa pulang, harganya Rp. 37 ribu. Asik sekaleeee …ada stock ngopi di rumah ….

Kedai ini setiap hari buka jam 7:30 dan tutup pada jam 15:30. Asik ya ….jam operasinya syarii banget …gak perlu ngoyo buka sampe malam hari …. Sukses ya mas Kopi Sae!!!

Khutbah Jumat
Masjid Baitut Thalibin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, 2 Februari 2018.

Imam mengawali khutbah dengan melafadzkan Qs 28:77 al Qasas:

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

Bagaimana seorang muslim memandang dunia yang sementara, akhirat sebagai tujuan akhir? Orang sekuler beranggapan bahwa agama hanya pada posisi individu, tak boleh dibawa ke birokrasi pemerintahan, pasar, urusan politik, kebudayaan dan lainnya.
Pandangan orang materialistik, time is money.
Sistem ribawi, misalnya,
Bahkan persoalan waktu maka menghasilkan uang.
Orang atheis, berpikiran bahwa segala cara agar menghasilkan sesuatu dan uang.

Sementara itu ada 4 cara muslim memandang dunia.

1. Carilah apa saja di dunia tapi tujuan akhirnya akhirat, yaitu kehidupan yang ada awalnya namun tak ada ujungnya.
Akhirat tempat mendapat balasan dari Allah. Dunia buat beramal. Wama yamal misqola….syaroi yaroh….
Rugi bila terperdaya materi.
Kita yakin akhirat tujuan kita. Visi hidup muslim luar biasa karena melampaui umurnya.
(Konosuke Matshusita membuat business plan untuk 300 tahun ke depan. Muslim lebih lama lagi).
Konsep zuhud: memanfaatkan kehidupan dunia untuk akhirat.

2. Dunia sebagai sarana, bekerja dengan baik. Allah mencintai orang yg bekerja maksimal.
Orang terbaik. Umat Islam jangan lari dari dunia. Harus menguasai ekonomi dan politik.
9 dari 10 sahabat nabi yg dijamin masuk surga adalah orang kaya, misalnya: Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan

3. Berbuat baiklah. Jadilah produsen kebaikan. Ibadah untuk Allag bukan untuk manusia.

4. Tidak boleh berbuat dosa. Segala macam bentuk kerusakan harus kita hindari. LGBT misalnya. Keras sekali ancaman Allah dalam hal ini.
Menghancurkan keluarga dan nilai2 keluarga itu sendiri.

Mudah2an Allah memberikan taufik dan hidayahNya untuk kita semua, bangsa ini.

Sejak beberapa saat lalu hujan turun di sekitar daerah rumah saya. Deras. Saya selalu menyukai bila hujan turun meski pada saat itu sedang kehujanan sekalipun. Beberapa hari lalu, tepatnya Senin (29 Jan) pada saat saya selesai meeting pada jam 15:00 di perkantoran Ratu Plaza, lantai 9. Saat selesai meeting memang saya lihat matahari terlihat terang dari dalam gedung. Kemudian saya turun dengan menenteng sepeda lipat, siap-siap di lobby untuk pulang. Pada saat saya sedang asik membuka lipatan sepeda dan ingin melepas baju kerja formal (saya menggunakan kaos jersey lengan pendek dirangkap dengan baju kerja formal, agar praktis, tinggal lepas baju saja) saya lihat hujan mulai turun. Alhamdulillah. Akhirnya saya menggunakan jas hujan yang selalu siap di dalam tas sepeda saya. Setelah cukup lama tidak gowes dalam kondisi hujan akhirnya Senin itu saya nikmati kayuhan demi kayuhan menuju rumah. Karena basah berkeringat terpaksa adzan Ashar saya lewatkan. Saat merencanakan perjalanan gowes tanpa hujan, memang saya sudah berencana berhenti shalat Ashar (15:33) di Masjid An Nur – jl. Bendi yang merupakan masjid langganan saya kalau pulang gowes. Kali ini saya bablas gowes terus dan semoga diampuni Allah tidak memenuhi panggilanNya.

ilustrasi-hujan

Hari ini memang saya bekerja di rumah karena banyak hal musti saya selesaikan termasuk melakukan revisi dari draft laporan akhir untuk salah satu klien. Rencana fokus hari ini karena kemarin seharian saya gunakan untuk mereparasi laptop saya yang sudah jadul, MacBook Pro, yang saya pakai sejak tahun 2010. Hujan deras yang turun pada sekitar pukul 14:00 sungguh membuat semangat kerja semakin tinggi karena udaranya jadi sejuk dan tak perlu menggunakan AC. Ruang kerja saya di rumah berdekatan dengan ruang tamu sehingga pada saat hujan, saya benar-benar menikmatinya dengan membuka lebar-lebar pintu utama rumah dan duduk-duk melihat jatuhnya air hujan ke jalan dan ke canopy di garasi rumah. Aduh …nikmat sekali.

Terus saya ingat pernah baca buku yang menguraikan bahwa salah satu waktu yang bagus untuk berdoa adalah pada saat hujan turun.

Ya Allah! Jadikan hujan yang bermanfaat.

Selain tentunya doa-doa lainnya.

Mengamati dan merenungkan fenomena hujan selalu menyenangkan bagi saya karena ini benar-benar anugerah dari Allah Taala yang patut kita syukuri setiap saat. Coba bayangkan kalau hujan tak turun dalam jangka waktu lama, hampir dipastikan bumi kita kering dan banyak pepohonan dan tumbuhan yang tidak tumbuh dengan subur. Sekurangnya ada 14 ayat Al Quran terkait dengan hujan dan ini hanya salah satu diantaranya:

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

(Q.S. Thaahaa : 53)

Tafsir Ibnu Katsir terkait ini diuraikan begitu panjang lebar-nya dan semuanya itu bermuara pada satu hal yang sangat fundamental: keberadaan dzat yang maha mengatur alam semesta ini, dzat yang memiliki semuanya yang ada di bumi dan alam semesta ini. Tentu, rasa syukur harus tetap kita panjatkan karena kita ini sudah dibekali dengan bumi dan alam yang perawatannya telah dijaga dengan sempurna oleh Allah Taala melalui air hujan yang turun dari langit. Subhanallah.

Air hujan sendiri sebenarnya bukan hal yang harus ditakuti karena Rasul sendiri memberi contoh bahwa membasuh diri dengan air hujan itu baik untuk umatnya. Artinya, ada baiknya kita kalau justru basah kuyub dengan air hujan. Seorang teman, sesama pesepeda, pernah menyerankan ke saya agar kalau naik sepeda hujan turun tidak menutupi sebagian badan dengan jas hujan. Secara kesehatan tidak baik karena ada bagian tubuh yang dingin, misalnya tangan dan kaki, sementara tubuh hangat karena tertutup jas hujan. Ada benarnya juga anggapan ini. Pada saat kecil di Madiun dulu, justru saya dan teman-teman tetangga kalau hujan justru hujan-hujan sambil telanjang bulat. Saya dan teman-teman justru lari-lari sambil bermain “bejong-bejongan” air hujan antara kita yang main saat itu. Memang, setelah hujan reda, kita semua pada mandi “gebyur-gebyur” pakai gayung mandi. Jaman segitu dan di kota kecil, saya gak mengenal yang namanya “take a shower” karena memang mandinya pakai gayung ….jadi ya namanya “take a gayung” …. he he he ….

Hujan siang ini memberi inspirasi untuk menulis yang lebih bagus karena memang situasinya sangat mendukung. Alhamdulillah hujan turun ….

 

“Be The Winning Father” – sebuah kajian yang sangat menyentuh, dibuka dengan nasehat seorang ayah untuk mentauhidkan Allah: “Wahai anakku… Janganlah engkau berbuat syirik kepada Allah” yang dinukil dari surat Lukman di Al Quran. Sungguh, ini adalah kajian yang menyentuh hati. Andaikan tidak menangis, mungkin hati kita sudah keras? Astaghfirullah… Wa ‘atubu ilaih….

Catatan Kajian Road 2 Jannah #12, Panti Sayap Ibu, 21 Januari 2018

Ustadz Subhan Bawazier

Kajian Road 2 Jannah (R2J) kali ini dilaksanakan di tempat yang berbeda dari kajian-kajian sebelumnya yang umumnya di kafe-kafe tempat komunitas berkumpul. Atas perencanaan dan pertimbangan bersama Tim R2J dalam rapat sebelumnya yang digelar di Fri3nds Co Cafe disepakati bahwa kali ini diselenggarakan di panti asuhan anak yatim, cacat dan terlantar yakni Panti Sayap Ibu Bintaro.

img-20180121-wa0010873999406.jpg

Catatan dari kajian Ustadz Subhan Bawazier:

Kita tak bisa memilih takdir. Anak adik saya merupakan anak berkebutuhan khusus. Perjuangan luar biasa dan berat telah dilakukan adik saya untuk membesarkan si anak. Banyak pengorbanan telah dilakukan dan kita tak bisa tahu takdir kita. Adanya anak berkebutuhan khusus pun juga merupakan bentuk kesempurnaan Allah Taala. Siapa yang bisa menyangka bahwa anak adik saya tersebut mengenyam pendidikan S2 di malaysia saat ini. Maasya Allah.

Jangan sampai kita futur nikmat terhadap apapun yang Allah berikan kepada kita. Kita tak pernah tahu karena ilmu Allah begitu luasnya. Kita jangan berpikir bahwa itu sebagai adzab tapi kenapa kita tak berpikir bahwa itu bentuk dari nikmat yang Allah berikan ke kita. Apapun kondisinya mereka adalah bagian dari saudara kita di negeri ini. Cintailah anak. Jangan sampai apa yang kita buat hari ini menjadi sumber kehancuran bagi anak kita kelak. Pahami iman dengan baik dan buatlah amal soleh. Amalan yang benar adalah buat kebaikan yang akan datang.

Al Quran tak menguraikan detil dari kekurangsempurnaan dari ciptaanNya. Ini sekaligus memberikan pelajaran ke kita bahwa apapun kondisinya itu memang sudah menjadi satu kesatuan dari bagian kehidupan kita. Mungkin dengan adanya anak berkebutuhan khusus Allah ingin menunjukkan bahwa dalam kondisi seperti ini mereka diberi kesempatan khusus untuk bisa setiap saat berinteraksi dengan Al Quran, selalu mendirikan tahajud di malam hari. Dan ini sering kita dengar.

Sikap menghadapi ujian:

1.) Sadar bahwa hidup ini adalah duka nestapa, melelahkan — seperti terkandung di Al Quran surat Al Balad. Jangan menganggap hidup ini tanpa masalah. Kalau ada yang mengatakan bahwa hidupnya tidak menghadapi masalah, hati-hati. Karena pada dasarnya kita ini hidup dengan masalah. Siapapun pernah mengalami ujian tentang anak.

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun. Waktu yang tak tergolong sebentar bahkan lama sekali. Adakah anaknya mengikuti dakwah beliau? Tidak.

Paman Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah berbuat baik kepada nabi pun juga tidak mengikuti dakwah beliau. Sampai Abubakar menangis ketika melihat ayahnya mencium tangan Rasul ketika memeluk Islam. Nabi bertanya: mengapa engkau menangis? Ya, Rasul …rasanya lebih indah melihat paman Anda masuk Islam daripada melihat ayah saya. Saking sedihnya ABubakar melihat kenyataan paman Rasul tidak mau masuk Islam.

2.) Pentingnya mengenal Allah. Jangan pernah menghujat atau mengumpat ke Allah. Kalau ujungnya tak baik, itu namanya ujian. Allah yang membawa hidup kita. Allah tak berbuat dzalim ke kita. USB menukil Al Quran surah Fussilat ayat 23 (?): Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu(dugaan itu) telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi.

Sedangkan Allah berfirman bahwa “Aku menurut sangkaan hambaku”. Dari anak yang kita anggap tak sempurna selalu ada hikmah. Pada awalnya mungkin kita merasa malu memiliki anak seperti ini. Malu kalau diajak kondangan, bikin keributan dan sebagainya …

La yukalifullahu nafsan ila wus’aha ….

Allah telah tulis takdir kita. Kalau kita berdoa, mintalah yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.

LGBT adalah bencana. Kita telah tahu betapa Allah muka dan semua pelaku di suatu zaman itu semuanya mati konyol. Bumi ini milik Allah.

Kisah sahabat yang terbunuh di perang Uhud, mati syahid, terpanah. Ibunya mendekati mayitnya dan mengatakan “tunggulah aku di pintu surga, nak”. Ketika mau dikuburkan oleh sahabat ternyata diketahui bahwa di perutnya diikat begitu banyak batu untuk menahan lapar. Dia telah berperang dengan menahan lapar. Jangan menyangka bahwa berbuat baik itu enak, karena keadaan bisa terbunuh, tercincang, terpanah.

Kuncinya sabar dan iman. Besarya pahal sebesar ujian kita lakoni. Hidup ini adalah masalah; makanya harus bersyukur dan bersabar.

Jadilah orang yang sempurna. Bayangkan berdakwah di sekitar tumpukan sampah. Kalau kita melihat kekurangan terus mana bisa kita menyempurnakan sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah. Kalau kita gak bisa atau belum bisa hafal Quran, wakafkan Quran dan yang Anda wakafkan itu bisa membuat orang menjadi hafal Al Quran. Saya sendiri tidak punya rumah. Tidak masalah. Setiap saat ada perluasan pondok ya gak masalah saya pindah ke belakang.

Adakan kehendak baik melalui hikmah. Jangan sembunyikan karena Allah menghendaki kebaikan.


Catatan dari Tanya-jawab:

  • Cara membangunkan anak untuk shalat Subuh: dengan jalan mengajak tidur jangan terlalu malam karena malam sebenarnya untuk istirahat dan ibadah. Biasakan mati lampu sebelum terlalu malam sehingga menimbulkan suasana istirahat.
  • Kalau saya disuguhi kopi Starbucks saya tetap minum kopinya, tidak masalah. Namun kalau saya diajak bertemu di Starbucks atau beli kopi di situ jelas saya hindari karena mereka mendukung LGBT secara resmi. Ini bahaya sekali karena LGBT dilaknat Allah. Tarik dulu pernyataan itu, baru saya mau beli kopi di situ. SPBU saya juga utamakan beli dari Pertamina yang milik bangsa ini.

Allahua’lam bi shawab


Poster kajian:
26231266_1970633573259285_3690837859374227739_n