Feeds:
Posts
Comments

KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM SETELAH BERLALUNYA RAMADHAN

Berikut ini kami sampaikan Nasehat Fadhilatusy Syaikh al Allamah Shalih Fauzan bin Abdillah al Fauzan hafizhahullah ta’ala setelah berlalunya bulan ramadhan yang mulia

Nasehat tersebut kami terjemahkan dari situs pribadi beliau

Semoga bermanfat

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan iringilah kepergian Ramadhan ini dengan terus melakukan amalan kebaikan.

Dikarenakan termasuk tanda diterimanya amalan kebaikan (di bulan Ramadhan) adalah dimudahkannya dia beamal setelah Ramadhan.

Tidaklah Ramadhan ini melainkan sebagai penyemangat untuk melakukan berbagai kebaikan serta merupakan awal dari sebuah taubat dan batu loncatan untuk beramal shaleh (setelahnya).

Dikarenakan akhir dari sebuah amalan adalah dengan berakhirnya umur, bukan dengan berakhirnya Ramadhan.

Dan di antara tanda diterimanya taubat dan diterimanya amalan di bulan Ramadhan adalah dengan menjadi bertambah baiknya seseorang tersebut di dalam melakukan ketaatan, jauh lebih baik dari sebelum Ramadhan.

Dan di antara tanda ditolaknya amalan dan bentuk kerendahan seseorang adalah setelah keluar dari bulan Ramadhan, jauh lebih jelek amalannya dari sebelum Ramadhan.

Maka perhatikanlah diri-diri kalian semoga Allah merahmati kalian. Perhatikan diri kalian setelah berlalunya bulan Ramadhan.

Dan ketahuilah bahwa pintu taubat selalu terbuka baik di bulan Ramadhan ataupun setelahnya.

Baca Selanjutnya :

http://www.seindahsunnah.com/kewajiban-seorang-muslim-setelah-berlalunya-ramadhan/

Di Share oleh WA SeindahSunnah.com

Share yuk mudah-mudahan Allah Ta’ala memudahkan jalan ke Surga bagi anda.. aamiin

TAK seorangpun SANGGUP
mengatakan KAPAN jarum jam ini akan BERHENTI.
Mungkin Besok
Mungkin Bulan depan
Mungkin Tahun depan

SEKARANG adalah SATU2NYA waktu YANG kita miliki. MANFAATKANLAH hidup ini.
Bekerja SUNGGUH2, SEDIAKAN waktu untuk YG ANDA KASIHI

DEKATKANLAH diri kepada Alloh dan BERIBADAHLAH SUNGGUH2.

JANGAN PERNAH berkata,
“BESOK KAN  masih ada waktu, aku BISA melakukannya besok ”
Karena SETIAP SAAT jarum jam itu DAPAT BERHENTI

Jangan bangga dengan handphone canggih, karena alat komunikasi yang boleh menyelamatkan kita adalah DOA

Jangan bangga dengan rumah mewah, karena rumah terakhir kita di dunia adalah KUBUR

Jangan bangga dgn title/gelar, karena title kita yang terakhir adalah ALMARHUM

Jangan bangga dengan wajah yang cantik/handsome, karena wajah kita yang terakhir adalah TENGKORAK

Jangan bangga dengan mobil mewah ANDA, karena mobil terakhir ANDA adalah KERANDA JENAZAH

Jangan Sombong dengan Tempat tidur,
Kerana tempat tidur yang terakhir adalah TANAH.

BANGGALAH lah dengan Sang Pencipta kita, karena segala pemberian yang baik berasal dari Alloh

Semoga Bermanfaat.

Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan.

Ada orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman  Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai

Ada yang khusyu` namun sibuk dalam kesendirian

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis

Ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis tapi karena kufur nikmat

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut

Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan, ada juga pezina yang tampil sebagai figur panutan

Ada yang punya ilmu tapi tidak paham, ada yang paham ilmu tapi tidak mengamalkannya

Ada yang pintar tapi tukang membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar

Ada yang beragama tapi tidak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tidak bertuhan

Lalu di antara semua itu, di mana aku berada ?

(Ali bin Abi Thalib)

Intisari dari Kutbah Jumat di Masjid Nuru Ikhlas

15 Syawal 1436 H (31 Juli 2015)

Slide26

Ringkasan kutbah:

  1. Iblis konsisten tanpa lelah menggoda manusia untuk meruntuhkan imannya dan mengikuti jalan setan, setelah satu bulan penuh dibelenggu oleh Allah subhanahu wa taala.
  2. Seorang mukmin diwajibkan untuk selalu meningkatkan ketakwaannya dari waktu ke waktu.
  3. Waspada kepada godaan syetan harus tetap dijaga bahkan selalu ditingkatkan karena syetan tak pernah lelah setiap saat menggoda manusia untuk mengikuti jalan syetan.
  4. Untuk membentengi dari gempuran godaan setan dan iblis seorang mukmin harus embentengi diri dengan dua hal: mentauhidkan Allah dengan mengucap secara sungguh-sungguh “La ilaha ilallah” (Tiada Tuhan selain Allah) dan selalu beristighfar (mohon ampun) kepadaNya.
  5. Meninggikan kalimatullah melalui ucapan “La ilaha ilallah” akan membuat seorang hamba akan tunduk sepenuhnya kepada keesaan Allah sebagai penguasa alam semesta dan seluruh isinya. Ini harus ditanamkan dengan kuat di setiap jiwa seorang mukmin.
    • Bilal pada saat masih menjadi budak, juga melakukan dakwah akan keesaan Allah meskipun ia disiksa oleh majikannya yang dholim. Bahkan pada saat ia disiksa dibawah tekanan batu yang besar dan berat, ia tetap mengesakan Allah dengan ucapannya yang fenomenal “Ahadun Ahad!” dengan pasti dan yakin.
    • Pada saat perang Badar kaum muslimin berkekuatan hanya kurang dari sepertiga (313 orang) dibandingkan kekuatan kafir Quraisy yang berjumlah 1000 orang. Nabi Muhammad meninggikan kalimatullah dengan berdoa agar pasukan muslimin menang karena bila tidak, maka tak ada lagi yang menyembah Allah SWT.
  6. Istighfar menunjukkan bahwa sebagai manusia tak lepas dari perbuatan dosa atau ancaman berbuat maksiat. Untuk itu seorang muslim diwajibkan selalu mohon ampun (istighfar) kepada Allah agar dosa-dosanya dibersihkan. Hal ini berlaku pada diri setiap muslim baik dia sebagai karyawan maupun pedagang (pengusaha). Ingatlah seruan nabi Nuh kepada umatnya agar selalu bertaubat kepada Allah SWT di setiap saat sehingga terbebas dari gangguan setan untuk berbuat maksiat. Allah maha pengampun dan kita diwajibkan untuk selalu mohon ampun.

Wallahualam bishawab

Slide3

Kandungan Kata “syahadah”

Sebagai ikrar

QS 3:18

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu [188] (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.

QS 3:81

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya” [209]. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.

[209] Para nabi berjanji kepada Allah s.w.t. bahwa bilamana datang seorang Rasul bernama Muhammad mereka akan iman kepadanya dan menolongnya. Perjanjian nabi-nabi ini mengikat pula para ummatnya.

Sebagai Sumpah

QS 63:2

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai [1477], lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

[1477] Mereka bersumpah bahwa mereka beriman adalah untuk menjaga harta mereka supaya jangan dibunuh atau ditawan atau dirampas hartanya.

QS 24:6

Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.

Sebagai Perjanjian

QS 3:18

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu [188] (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.

QS 5:7

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya [405] yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’ati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).

[405] Perjanjian itu ialah: perjanjian akan mendengar dan mengikuti Nabi dalam segala keadaan yang diikrarkan waktu bai’ah.

QS 2:26-27

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu [33]. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah [34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

[33] Diwaktu turunnya ayat 73 surat 23 Al Hajj yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan turunnya ayat 41 surat Al Ankabuut yang di dalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

[34] Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat.

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Iman

-bersambung-

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.”

Al Baqarah ayat 204 (QS 2:204)

Kalau ditinjau dari asbabunnuzul-nya, ayat 204 ini: Dari As-Saddi, diriwayatkan bawa kedua ayat ini (204 dan 205) turun berkenaan dengan seseorang yang menghadap Rasulullah saw untuk menampakkan keislamannya. Orang itu adalah Akhnas bin Syuraiq. Sekembalinya dari Rasulullah saw dia melewati perkebunan dan peternakan keledai milik kaum muslimin lalu dia membakar kebun beserta ternak-ternak itu, Kemudian turunlah ayat ini. Adapun ayat 205 adalah: “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”

Adapun ayat 205 adalah:

“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”

Memang kita harus berhati-hati dengan orang munafik ….

Wallahualam bishawab.

Slide25

INGAT MATI SEBAB KHUSYU’ DALAM SHOLAT

Bismillah. Khusyu’ di dalam sholat merupakan salah satu sifat orang-orang beriman dan bertakwa yg telah dipuji dan dijanjikan oleh Allah kepada mereka bahwa mereka akan masuk ke dalam Surga yg penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan yg hakiki nan abadi, dan terbebas dari siksa api Neraka yg sangat pedih dan membinasakan.

Hanya sj upaya mewujudkan rasa khusyu’ di dlm sholat tsb merupakan amalan yg sangat berat dan sulit bagi seorang hamba, apalagi bagi orang yg tidak paham tentang aqidah islam yg benar, dan di saat kondisi iman melemah serta adanya berbagai godaan dan fitnah dunia yg semakin kuat dan dahsyat.

» Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memerintahkan umatnya agar banyak mengingat kematian karena ia dapat membantu seorang hamba untuk mewujudkan rasa khusyu’ di dlm sholatnya seraya bersabda:

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

Artinya: “Ingatlah kematian dlm sholatmu, karena jika seseorang mengingat mati dalam sholatnya, maka ia akan memperbagus sholatnya. Sholatlah seperti sholatnya orang yg tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan sholat yg lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yg kelak malah engkau meminta udzur (yakni meralatnya atau menyampaikan alasan-alasan karena tidak bisa memenuhinya dgn baik dan benar, pent).” (HR. Ad-Dailami di dlm Musnad Al-Firdaus. Hadits ini Derajatnya dinyatakan HASAN oleh Syaikh Al-Albani).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dpt kami sampaikan pd pagi hari ini. Smg Allah memberikan taufiq dan kemudahan kepada kita agar bisa khusyu’ dalam mendirikan sholat dan banyak mengingat “sang pemutus segala kelezatan”. Amiin. (Cirebon, 23 Juli 2015).

Blog Dakwah Sunnah, Klik :

http://abufawaz.wordpress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 95 other followers