Feeds:
Posts
Comments

Gowes Dua Hari Ini

Alhamdulillah dua hari ini gowes full dari rumah kemana-mana sampai semua urusan tuntas.  Kemarin ketemu dengan calon mitra bisnis yg berdomisili di Manila dan sedang di Jakarta,  ketemu di Tesate Plasa Senayan. Pulangnya hujan cukup deras sampai pakai jas hujan gowesnya. Enak banget gowez saat hujan.  

Hari ini ke Pullman Thamrin,  ikut acara bulanan alumni,  gowez dari rumah jam 10:30. Alhamdulillah mendung sehingga menambah nikmat gowes. Shalat Dzuhur di Annex Building,  Pullman.  Bada Ashar gowes ke Setiabudi One,  ketemu klien di The People’s Cafe / Djournal.  Long Black nya mantab bok!  Bada Maghrib lanjut gowes pulang namun kemudian terdengar adzan Isya,  mampir shalat di KemenPAN. Abis itu gowes santai pulang. 
Biyuh nikmatnya gowes full bahkan di siang hari bolong.  Terima kasih Allah…  Engkau sembunyikan matahariMu hari ini sehingga aku enjoy gowes siang hari. 

Besok ke Gatsu.  Kamis ke Kalibata…  Wah asik tenan.  Memang kenikmatan berada di atas sadel sepedah itu luwar biyasa!  Jrèng pokoké!

Advertisements

Catatan: (live streaming)

Manaqib Ja’far bin Abi Thalib:

  1. Pertama yang masuk Islam melalui Abu Bakar.
  2. Kerabat Rasulullah. Baca buku halaman 384: Ja’far, Ali dan Zaid berkumpul menyatakan masing-masing menyatakan yang paling dicintai Rasulullah — kemudian mereka bertiga menuju menemui Rasul. Usamah bin Zaid tidak menyebut “ayahku” untuk menghormati Ja’far dan Ali. Rasul mencintai Fatimah. Ja’far bentuk fisiknya mirip sekali dengan Rasul. Akhlak Ja’far menyerupai akhlak Rasul (menurut Rasul). Nanti akan muncul Mahdi yang namanya seperti rasul namun akhlaknya tidak sama karena akhlak Rasul sempurna. Maula = mantan budak. Zaid dulu budaknya Rasul yang telah dibebaskan. Nabi mendahulukan Zaid. Namun bahasan kita adalah Ja’far yang menyerupai Rasul dan akhlaknya juga. Ada lima orang: Abu Sufyan, Qutsam bin al Abbas, As-Saib, Al-Hasan bin Ali dan Ja’far (hal. 385) .
  3. Termasuk orang yang hijrah, salah satu dari sahabat yang mendapatkan dua hijrah: Habasyah dan Madinah. Perintah dari mimpi Rasul agar umatnya hijrah ke Habasyah. Nabi membolehkan sahabat untuk pergi ke Habasyah karena dipimpin oleh Raja Yang Adil meski kafir. Ja’far ditunjuk sebagai pimpinan hijrah tersebut. Nabi memilihnya tentu dengan banyak pertimbangan. Habsyah negeri yang jauh di Afrika, menyeberangi Laut Merah, rajanya Najasyi. Dua orang dari Quraisy menjemput ke Habasyah untuk dikembalikan ke Mekkah, disiksa. Salah satu dari dua tersebut kemudian akan masuk Islam: Amru bin Ash. Hijrah kedua (masing-masing dapat keutamaannya) adalah setlah peperangan Khaibar menuju Madinah. Nabi senang sekali ketemu Ja’far dan langsung mengecup dahi Ja’far. Asma binti Umais (istri Ja’far) sedang duduk di rumah Hafsyah. “Kami yang lebih dulu hijrah maka kami lebih utama.” Asma tidak menerima dan akan melaporkan ke Nabi. “Dia tidak lebih berhak daripada saya. Untuk kalian mendapatkan dua pahala hijrah (ke Etiopia) dan kemudian ke Madinah.”.
  4. Masuk Islam an Najasyi di tangannya. Ja’far memiliki retorika luar biasa.

Riwayat (halaman 388)

  • Jangan bercerita tentang Islam kecuali ditanya. Najasyi tak tahu apa agama para penghuni pimpinan Ja’far.
  • Kalau ditanya sesuatu, jawab sesuai dengan apa yang ditanyakan. Ja’far menjelaskan dengan baik, tidak ditambah-tambahi. Membaca surah Maryam. Imran ayahnya Maryam. Zakariya 70 tahun berdoa dan pada saat usia 100 tahun berdoa dengan suara lirih, minta agar istrinya yang mandul melahirkan anak (usia istri 90 tahun).
  •  
    Surat Maryam dan Terjemahan
    (Siti Maryam)
    Surat ke : 19
    Jumlah Ayat : 98بسم الله الرحمن الرحيمSurat Maryam Ayat 1
    Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad.
    Surat Maryam Ayat 2
    (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,

 

Surat Maryam Ayat 3
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

 

Surat Maryam Ayat 4
Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

 

Surat Maryam Ayat 5
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,

Surat Maryam Ayat 6
yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Surat Maryam Ayat 7
Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

Surat Maryam Ayat 8
Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.

Surat Maryam Ayat 9
Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.

Surat Maryam Ayat10
Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.

Surat Maryam Ayat11
Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.

Surat Maryam Ayat12
Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,

Surat Maryam Ayat13
dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa,

Surat Maryam Ayat 14
dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

Surat Maryam Ayat 15
Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

 Najasyi menyimak dan menangis sampai jenggotnya basaha terharu karena kisah ini ada di Injil. Karena mendengar apa yang dibaca Ja’far ia kemudian mengusir dua delegasi Quraisy. Amru bin Ash jengkel sekali diusir.

Jafar membaca selanjutnya surah Maryam ketika ditanya Najasyi tentang Isa:

Surat Maryam Ayat 16
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

Surat Maryam Ayat 17
maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Surat Maryam Ayat 18
Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

Surat Maryam Ayat 19
Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Surat Maryam Ayat 20
Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

Surat Maryam Ayat 21
Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

Surat Maryam Ayat 22
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

Surat Maryam Ayat 23
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

(saking sakitnya yang ia derita). Kalau istri hamil jangan dimarahi, dirangku karena sakit. Namun Maryam lebih takut pada kaumnya yang tentu akan menyirkannya.

Surat Maryam Ayat 24
Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

Maksudnya “mata air” untuk memudahkan Maryam meminumnya.

Surat Maryam Ayat 25
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

Bagi yang hamil: minum air putih dan makan ruthab (kurma basah)
Pertolongan Allah datang sehingga memudahan Maryam menggoyangkan pohon kurma
Maryam sedang lemah namun mudah menggoyangkan pohon.

Surat Maryam Ayat 26
maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.

Surat Maryam Ayat 27
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

Surat Maryam Ayat 28
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

Nabi Zakariya belajar Taurat dari Imron (ayahnya Maryam)

Surat Maryam Ayat 29
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

 

Surat Maryam Ayat 30
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

Surat Maryam Ayat 31
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Surat Maryam Ayat 32
dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

Penisbatan ini kepada ibunya.

Surat Maryam Ayat 33
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

 

Surat Maryam Ayat 34
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Surat Maryam Ayat 35
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

Surat Maryam Ayat 36
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

Surat Maryam Ayat 37
Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.

Surat Maryam Ayat 38
Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

Surat Maryam Ayat 39
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

Surat Maryam Ayat 40
Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.

Kemudian Najasyi menjulurkan tangannya ke tanah, mengambil ranting.

Terjadi perseisihan antara Najasyi dengan pendeta2 nya. Baca lagi buku …

Videonya mati saat akhir halaman 393 ….

 

Menyesal sekali tak bisa hadir di kajian ini karena ada keperluan yang tak bisa ditinggalkan. Apalagi, setelah membaca kisah Ja’far bin ABi Thalib ini di Buku Jilid 2 yang digunakan sebagai referensi. Maasya Allah …. Sungguh indah kisah Sahabat Rasul bernama Ja’far bin Abi Thalib ini, apalagi saya baru kenal ya saat ini ketika membaca kisahnya. Begitu banyak kisah indah dari sahabat yang begitu banyak bahkan saya belum pernah tahu ada Ja’far bin Abi Thalib.

Semoga saya masih bisa mengikuti live streamingnya nanti. Biasanya kajian ustadz KH-B jauh lebih rinci dari yang tertulis di buku. Makanya nyesek sekali gak bisa hadir ….

Suatu ketika ada mitra bisnis saya yang mengatakan bahwa pertemuan terbaik adalah yang tidak kita hadiri. Saya rasa benar sekali, sudah beberapa kali majelis taklim (kajian ilmiah) yang sudah saya rencanakan hadir namun akhirnya saya tidak bisa mengikutinya, bahkan datang telat pun rasanya rugi. Sayang sekali ada tugas yang tak bisa saya tunda hari ini sehingga saya tak bisa ikut Tabligh Akbar yang secara rutin digelar oleh ustadz Khalid Basalamah di masjid Nurul Iman, Blok M Square ini, setiap pekan kedua di tiap bulannya. Semoga bulan depan dan seterusnya saya lebih bisa menjadwalkan hadir tanpa ada gangguan lainnya karena thalabul ilmi itu wajib dan penting sekali — salah satu jalan mengokohkan iman.

Semoga sahabat-sahabat muslim bisa mengikuti Tabligh Akbar ini. Aamiin …

22366523_10155822054728809_626602785634447835_n

Kemarin setelah gowes menuju pulang ke rumah, malamnya pinggang saya sakit. Sepertinya mulai terasa sakit pada saat di perlintasan Bintaro dimana sedang dibangun flyover, saya angkat sepeda saya menyeberang rel kereta api. Memang cukup tinggi relnya karena untuk pembangunan flyover perlu seperti ini. Pada saat saya mengangkat sepeda ini memang sepertinya ada terasa sesuatu di pinggang tapi belum benar-benar terasa. Setelah sampai rumah, tepatnya saat maghrib, saya baru merasakan sakitnya terutama saat ruku’. Malam harinya langsung dibaluri semacam balsem agar reda sakitnya. Alhamdulillah berkurang.

Pagi hari sebenarnya masih terasa makanya saya putuskan tidak gowes dan bareng alias nebeng dengan mitra kerja saya, Bu Itje Suryono, naik mobilnya menuju Universitas Trilogi. dari rumah saya ke rumah Bu Itje di Rempoa, saya memakai Grab Bike dan lumayan cepat sehingga gak telat nyampe di rumah Bu Itje.

Saya baru menyadari pada saat selsai shalat Jumat di masjid Assalam, Universitas Trilogi, bahwa justru saat ruku’ saya merasakan kenikmatan luar biasa — seperti sedang stretching. memang awalnya sakit, namun setelah mencapai posisi ruku’ tertentu rasanya nikmat kalau ruku’nya diperpanjang. Pada saat shalat sunnah bada Jumat saya nikmati ruku’ panjang sekali sepuasnya. Saya teringat kajian dari ustadz Khalid Basalamah bahwa pada saat ruku’ kita harus banyak memuji Allah sedangkan kalau minta sesuatu dari Allah lakukan pada saat sujud. Akhirnay tadi saya nikmati dengan mengucak Ya rozaq dzul quwwatin matiin beberapa kali sampai pinggang terasa nyaman.

Hikmah dari sakit pinggang: mungkin Allah sedang menegur saya karena kurang memuji Allah. Astaghfirullah …. Semoga saya semakiin rajin ruku’ lama dan semoga Allah menyembuhkan total sakit pinggang saya. Hari ini memang terasa lebih enak. Semoga semakin pulih besok. Aamiin …

Gowes Siang Hari

BERKAH CUACA.  Gowes siang hari di DKI biasanya panas meski tergantung juga di daerah mana.  Kalau masih banyak pohon di pinggir jalan,  masih enak. Siang ini tadi justru nikmatnya bukan main karena saya gowesnya setelah hujan deras dan cuaca mendung. Gowes terasa nikmat seperti gowes di Eropa.  Apalagi bau tanah habis hujan tuh enak sekali dan juga cuaca mendung, hawa dingin.   Alhamdulillah… Nikmat sekaleee…. 

Hari ini saya mengurus perpanjangan SIM A yang akan habis masa berlakunya beberapa hari lagi. Sebelum ke Blok M Square saya browsing dulu di internet dan mendapati jam bukanya 9:30 lengkap dengan persyartannya:

  • KTP asli plus 2 foto copy
  • SIM A asli plus 2 foto copy
  • Tak boleh memakai kaos karena akan di foto (harus baju berkerah)
  • Bawa uang pas (total Rp. 135 ribu)

Saya gowes dari rumah dan mampir dulu ke Biro Jasa Kastil yag berolkasi tak jauh dari rumah untuk ngurus perpanjangan STNK mobil yang juga habis masa berlakunya pada 12 Oktober 2017 (hari ini juga). Saya tidak tahu bahwa di Gerai Blok M Square bisa mengurus perpanjangan STNK juga. Tapi ya sudahlah, rejekinya Biro Jasa Kastil. he he …

Alhambulillah cuaca pagi ini agak mendung membuat suasana gowes enak sekali. Namun sayangnya ketika sampai di Gandaria City, gerimis mulai turun meski jarang. Karena saya tak siap berhujan-hujan, sepanjang kayuhan pedal saya terus menerus memohon ke Allah agar menahan hujannya sehingga saya sampai dulu di Blok M Square. Dan alhamdulilah saya sampe di Blok M Square pukul 9:45 tanpa hujan. Terima kasih Ya Allah …Alhamdulillah. Namun sayang, ternyata masih belum bisa masuk karena  mall nya masih belum buka — kata Satpam jam 10:00. Gak masalah, bisa leyeh-leyeh sambil mengeringkan keringat. Tepat jam 10:00 asay sudah berada di Greai SIM. Meski saya sering sekali ke Blok M Square dan melewati Gerai Pak Polisi ini namun saya gak sadar bahwa gerai ini ada dua: ngurus perpanjangan STNK dan satunya lagi Gerai perpanjangan SIM (A dan C). Begitu sampai di depan gerai saya lihat begitu banyak orang berjubel masuk ke salah satu ruangan. Saya hampir ikutan masuk. Namun kemudian tersadarkan bahwa yang masuk itu bagi yang akan memperpanjang STNK. Gerai SIM ada di belakangnya dan saya baca pengumuman ternyata ….Gerai SIM baru buka jam 13:00. Waduh! Cilaka …udah kkatanya di internet buka jam 9:30, tapi ternyata kok jam 13:00. Untungnya ada petugas Polis (yang kemudian saya tahu kemudian bahwa beliau adalah petugas yang melakukan pemotretan dan pencetakan SIM). Beliau menyodorkan Daftar Antrian agar nanti masuknya tertib dan …Alhamdulillah saya mendapat giliran pertama. Mungkin Pak Polisi itu kasihan lihat saya yang masih pakai baju bersepeda harus menunggu 3 jam untuk dibukanya pelayanan. Ya sudah …sabaaaaaar … Sambil menunggu saya laukan carbo loading makan mie ayam Don Don di Basement juga. Langganan. Dan setelah itu baru main di gerainya Irvan Hidayat dan Ichan di Basement juga.

Tepat pukul 13:10 (telat 10 menit) gerai SIM dibuka dan nama saya langsung dipanggil. Wah asik juga dapat giliran pertama. Proses pertama saya mendaftarkan ke mbak di meja pertama dan sekaligus didata oleh mbak tersebut, serta bayar 25 ribu. Kemudian dilakukan uji penglihatan mata (buta warna dan sekaligus baca jarak jauh) dan berat badan (alhamdulillah badan saya beratnya 78 kg — pasti tambangannya salah — lha wong berat saya di atas 85 kg kok). Setlah itu pindah ke meja mbak berikutnya dan ke mas di depannya kemudian di mbak terakhir. Total ada 4 meja pendaftaran. Oh ya, setelah meja ketiga, saya dikasih blanko untuk mengisi DATA DIRI. Mengisinya harus memakai BALLPOINT SENDIRI (jangan lupa bawa lho!). Mengisiya mudah karena di meja pengisian data sudah ada CONTOHnya. Kita tinggal nyontek cara ngisinya. Kemudian di meja ke 4 saya bayar lagi 35 ribu ke mbak petugas. saya gak tahu uang 25 ribu dan 30 ribu ini untuk apa karena mbaknya gak menjelaskan. Setlah itu baru ke Pak Polisi untuk pemotretan dan pencetakan SIM A. Sudah deh …selesai dalam waktu sekitar 20 menit. Coba bandingkan dengan ngantrinya sejak jam 10! He he he ….

Kesimpulannya:

  • Proses cepat dan segera jadi.
  • Tak ada uang suap atau tips dan sejenisnya, biaya total cukup murah. Sayang di pengumuman hanya disebutkan biayanya Rp. 80 ribu tanpa ada tambahan Rp. 25 ribu dan Rp. 30 ribu. Untungnya uang saya cukup. Kalau tidak? Saran: mustinya pengantri diberi tahu bahwa BIAYA TOTAL nya adalah Rp. 135 ribu untuk SIM A.
  • Mbak-mbak yang melayani cukup sigap memproses cuman kurang ramah dan terkesan bekerja seperti robot dan …belum ada jiwa melayani. Hal ini terlihat dari cara memanggil pengantri yang tereak-tereak (ada kesan kurang sopan). Justru Pak Polisi (namanya EDI – wong Jowo) yang ramah. Yang lainnya seperti robot dan terkesan kurang helpful. Misalnya saat kebingungan mau isi data. Harusnya mbak2 itu menyadari bahwa kami yang datang ini hanya lima tahun sekali – hendaknya diberi briefing yang jelas.

Eh ternyata …perpanjangan SIM bisa melalui ONLINE … Wah!

Ngetoprak di siang hari,  ngopi di sore hari…  Siap2 ikut liqo…  Sinau agama dulu,  karena banyak yang gak tahu dan agama itu puwenting pol! 
Yuk!