Feeds:
Posts
Comments

Bergaul dengan penjual parfum membuat kita wangi.  Bergaul dengan penulis hebat dan salah satu founding fathers nya Dompet Dhuafa,  mas Erie Sudewo,  insya Allah juga bisa menjadi penulis hebat seperti beliau. Aamiin.  Terima kasih mas,  pesan moral dan tanda-tangannya di buku yang baru saja saya beli di Islamic Book Fair 2017 yang lalu.

Pada saat saya mengajar kelas PDCA di Hongkong tahun 1998 di hadapan Regional Managers Australia dan Asia , seorang peserta dari Taiwan mengomentari: “Well Mr. Gatot … Actually PDCA cycle is not just applicable in our business …. But in fact it’s a cycle of getting better in life if we want to succeed!”. Bener juga kata peserta yang saya lupa namanya namun saya ingat dia ini penggemar berat Mark Twain karena selama pelatihan dia selalu berujar kata-kata bijak dari Mark Twain ….

Ah, bener juga …setelah melalui serangkaian thalabul ilmi dar beberapa ustadz melalui media langsung (hadir di kajiannya) maupun via live streaming, akhirnya saya menemukan formula kerangka kerja strategis yang perlu saya praktekkan dalam kehidupan saya mengikuti PDCA Cycle karya Edward Demings alm. ini. 

Dari siklus ini jelas bahwa membaca (iqro) merupakan awal yang baik buat menyulut semangat untuk hadir di majelis ilmu. Namun majelis ilmu jadi PERCUMA bila tidak kita amalkan. Setelah itu lakukan muhasabah diri (evaluasi) dan perbaiki dan mulai lagi dengan banyak membaca. Kalau ini dilakukan sistematis, berulangkali dan niat ikhlas hanya mencari ridhla Allah Taala, insya Allah kita menjadi insan yang bertaqwa. Bukankah tujuan hidup kita hanya satu: TAQWA?

Bagaimana menurut Anda masbro mbaksis ?

Dari pembicaraan setelah meeting membahas laporan akhir pekerjaan Culture Change,  sang Klien mengundang makan siang di rumahnya di daerah Sawangan,  Bogor.  Tagline nya adalah menikmati Tempe Semangit masakan beliau. Hari yang direncanakan pada tiga pekan lalu akhirnya tiba juga hari ini (11/05/2017). Saya memang sudah niatkan untuk gowes dari rumah dengan menggunakan rute “pejalan kaki” menuju alamat beliau.  Lumayan juga,  menghemat 5 KM dibandingkan jalur mobil yang 25 KM. 

Wuih!  Nuikmat pol rèk!  Berangkat dari rumah jam 10 lebih dikit,  saya nikmati betul jalur google maps versi pejalan kaki memasuki jalan2 kampung dari belakang rumah saya,  menyusuri komplek di jl.  Wijaya Kusuma tembus Pondok Betung,  lanjut Pondok Ranji trus bablas menyusuri jl.  WR Supratman luruuuus sekitar 7 km terus belok kanan masuk jalan kecil yang hanya bisa dilewati motor.  Wah….  Suwedaaaaap pol!  Inilah kenikmatan gowes pake GPS versi pejalan kaki,  keluar masuk jalan kecil di kampung2 …. Eh… Trus ujug2 mak gendandhut… Keluar di sekitar Polsek Ciputat.  Weeeeeéé…. Jiyan kerèn pol ndhul!  Gak nyangka tembus jalan besar…. 

Perjalanan menyibak jl.  Raya Ciputat kemudian dilanjut dengan tanjakan panjang di fly over Ciputat.  Cukup tinggi juga karena sama dengab bangunan tiga tingkat tingginya dan panjang nanjaknya kalau menuju Sawangan. Biyuh! Huwenak tenan jalan nanjak numpak sepeda.  Rasanya ngguwajak pol!  Apalagi pake sepeda Bike Friday yang triple crank….  Mèntèr tenan ndhul!  Wes wes wes… Bunyi kayuhan pedalnya jiyan progresif pol! 

Setelah itu jalan lurus panjang pol sejauh 9 KM dimana GPS menunjukkan nantinya saya akan belok kanan masuk Jl.  Manggis. Nah…  Di jl.  Manggis inilah saya istirahat sekalian nunggu adzan Dzuhur dari masjid Miftahul Iman.  Shalat BMW di masjid yg belum pernah saya kunjungi merupakan kenikmatan luar biasa bagi saya karena saya bisa menikmati nuansa ibadah di daerah tersebut. Masjid ini sedang renovasi meski terlihat cukup lama prosesnya. Setelah shalat BMW saya cek di google ternyata masjid ini belum listes maka langsung saja saya daftarkan di Google Maps.  Gini2 juga kan saya Level 5 Local Guide…  He he he…  

Abis itu lanjut gowes ke Perumahan Taman Sari Puri Bali,  melewati pasar burung yang sedang ada lomba kicau burung, trus ada jalan tanah menuju…… SAWAH!  Yay!!  Muwantaaaaab….  Ngaso lagi menikmati keheningan dulu…. He he he….  Bahagia itu simple pol ndhul!  Numpak sepedah kuwi huwenake ora jamak! 

Akhirnya sekitar 12:30 mendarat di TKP dan disambut klien saya yang ramah dengan sambutan sumringah: “Wah… Bener juga akhirnya Pak Gatot naik sepeda! Gak panas pak? ” langsung saya jawab “Alhamdulillah mendung terus Bu sampai sini…. “. Dan ternyata sudah ada temen2 lainnya yang sudah datang,  ada 5 orang dengan dua mobil.  Hanya saya yang bersepeda.  Aneh kah saya?  Ha ha ha….. 

Pulangnya ternyata jalannya menurun sehingga sepedah saya ngglondoooor…  Biyuh biyuh nikmatnya….  Lebih cepet soalnya menurun.  Sebelum pulang shalat BMW Ashar di masjid Puri Bali.  Eh belum didaftar di google…  Saya daftarkan juga tadi. 

Alhamdulillah… Hari ini nikmat sekali.  Gowes di rute baru, keluar masuk jalan2 kecil,  nanjak,  lewat sawah,  shalat BMW di masjid baru dan sekaligus mendaftarkan 2 masjid ke google maps.  Puwasssszzz….!  Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

Tanpa terasa ini adalah sudah tahun yang ke 16 penyelenggaraan Islamic Book Fair 2017. Tak seperti biasanya,  tempatnya kali ini di JHCC (Balai Sidang)  sedangkan 15 kali sebelumnya di Istora.  Saya setiap tahun sejak 2009 selalu mengunjungi IBF karena memang sungguh menyenangkan melihat lautan buku-buku Islam yang keren dan seringkali tanpa saya ketahui sebelumnya.  Setiap tahun selalu saja ada sederetan buku bagus karya ulama terkenal dan disediakan dengan harga yang murah bahkan diskon nya mencapai 60% padahal buku keren terjemahan kitab yang memang masyhur. 

Sungguh,  saya terpikat dengan Penerbit Akbar Media yang menawarkan diskon sangat bagus untuk kitab2 yang kondang seperti Bulughul Maram,  Hadits Qudsi dan kitab2 karya Ibnul Qayyim.  Menakjubkan sekali diskon nya dan sayang sekali dilewatkan.  Anda harus mampir di lapak ini. 

Sayangnya IBF kali ini tak semarak dari segi partisipasi penerbit,  pengunjung maupun lama penyelenggaraan.  Banyak sekali penerbit bagus yang tak ikut buka lapak,  mungkin karena tingginya sewa tempat dibandingkan Istora. Pengunjung pun gak seheboh tahun2 sebelumnya.  Mungkin karena berbayar Rp.  5 ribu.  Lamanya penyelenggaraan biasanya 9 hari kali ini hanya 5 hari.  Singkat kata IBF tahun ini TIDAK MENARIK dan sebaiknya dikembalikan ke Istora,  lebih JRENG rasanya. 

Salah satu keistimewaan IBF tahun2 sebelumnya adalah kenikmatan mendirikan shalat fardhu berjamaah dimana yang ikut sangat membludak meski mushalla nya temporer.  Di JHCC mushalla nya bagus dan ber AC namun jamaahnya amat sangat sedikit.  Ya karena pengunjung sedikit sekali. 

Dalam perhelatan ini tak ada lagi kios2 kecil yang bertebaran hingga lantai atas Istora pada IBF tahun2 sebelumnya.  Singkat kata,  tak seru sama sekali IBF tahun ini.  Untung ada penerbit Akbar Media yang menawarkan buku berkualitas namun harganya murah banget.  Republika juga mebarik meski tak menawarkan banyak buku. 

Semoga panitia mengembalikan IBF ke Istora lagi tahun depan sehingga terjangkau lebih banyak penerbit. Jangan kesalahan tahun ini terulang tahun depan. Kami memburu buku bukan memburu kenyamanan.  Kalau mau nyaman ya pergi aja ke mall,  bukan ke IBF.  

Wallahua’lam 

Catatan Kajian ustadz Azhar Khalid bin Seff di Masjid Nurul Iman (30/04/2017)

Mengapa bid’ah bisa terjadi?

1. Jahil atau bodoh

2. Mengikuti hawa nafsu

3. Taasub atau fanatisme golongan

4. Suka meniru atau mengikuti orang kafir

Al Baqarah 2:170

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”.

Seperti kita pahami sekarang ini lebih banyak bidah daripada sunnah, misalnya dalah hal ziarah kubur. Ziarah kubur untuk mengingat kematian, tidak harus di kuburan kerabat kita, kuuran manapun boleh karena tujuannya adalah mengingat kematian. Mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu misalnya menjelang Ramadhan atau Iedul Fitri, tak pernah dicontohkan oleh Rasulullah.

Contoh lain adalah saling memaafkan sebelum Ramadhan. Tentu meminta maaf sangat bagus namun terkait dari kesalahan yang telah ia perbuat dan segera minta maaf, tak usah menunggu Ramadhan untuk meminta maaf. Maaf2an tidak dikhususkan menjelang Ramadhan atau waktu tertentu.

Imam Syafii bertanya kepada seseorang yang terlalu mengikutinya:
Jika sekiranya aku menghalalkan khamr apa kamu ikut?  Tidak ya Imam.
Apakah kalau akau beribadah di gereja kamu juga mengikuti aku? Tidak juga Ya Imam.
Untuk itulah tidak perlu menganggap aku selalu benar. Jika aku salah tolong kasih tahu aku. Jika hadits yg kau bawakan shahih, ikutilah.

Golongan sufi dan Kuburiyun (yang suka meminta di kubur) sering melakukan bid’ah ini, padahal hujjah dan dalil sudah jelas sekali
Kalau ada yg tidak benar, ditegur secara baik
Manusia pasti bermasalah
Pasti pernah salah
Manusia tempatnya kesalahan
Tempatnya lupa
Seorang ustadz menjawab harus hati2, dari Quran dan Hadits, bukan dari pintarnya dia ngomong. Imam Malik pernah menerima 100 pertanyaan namun hanya menjawab 7 pertanyaan. Ketika ditanya mengapa tak menjawab semua, beliau menjawab:
Aku bukan imam, orang yang menyebutku demikian
Aku tidak tahu 93 pertanyaan itu bagaimana menjawabnya. Hanya 7 yang aku tahu.
“I have no idea”
Gak boleh ngawur
Jaman dulu beda mahzab tidak mau kawin. Kalau syiah-sunni itu masalah akidah, memang tak bisa menikah.
Rasul banyak memberi contoh misalnya Doa Iftitah ada 9 jenis.
Masing2 punya hujjah silakan jangan saling menyalahkan.
Kita harus lapang dada selama ada hujjahnya, monggo silakan.
Subhanallah kita ikuti imam yang empat, mengikuti Rasulullah
Taasub pada ustadz tertentu tak boleh. Ustadz bukan nabi. Penyambung lidah para nabi.

Suka menyerupai orang kafir

Sejak jaman dulu terjadi. Rasul mengingatkan: “Kalian ini pastinya akan ikut tradisi orang terdahulu. Kalau masuk lubang biawak, kalian pun ikut. ”
Siapa lagi yang diikuti kalau bukan yahudi dan nasrani.
Kisah dari Perang Hunain, ketika pasukan muslim memasuki area Hunain, subhanAllah ketika sampe Hunain mereka melihat pedang2 digantungkan di pohon keramat orang Hunain. Orang-orang yg baru masuk Islam ingin meniru dan menyampaikan ke Rasul agar di kalangan muslim juga dibuatkan suatu yang keramat sebagai kebanggaan mereka.  Jawab Rasul: “Allahu Akbar. Sesungguhnya ini tradisi jaman dulu. Ucapan kalian ini persis seperti kata Bani Israil ke Nabi Musa jaman itu!”

Itulah kamum muslim banyak yang ikut2an adat orang kafir.  Peringatan ini dan itu, atau pesta perayaan ultah ata apa saja. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, dia ya tergolong kaum itu.

Isra Miraj misalnya. Kita semua beriman bahwa itu terjadi. Namun semua riwayat yang mengatakan bahwa Isra Miraj terjadi pada bulan Rajab statusnya dhaif dan maudhu. Tak ada yang tahu persisnya kapan Isra Miraj terjadi.  Penanggalan tak pasti. Peringatan Isra Miraj niru orang kafir seperti mereka memperingati paskah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad juga seperti Natal, memperingati kelahiran nabi Isa. Padahal sahabat tak ada yang memperingati kelahiran nabi Muhammad. Ini jelas mencontoh orang kafir.

1 Muharram diperingati juga meniru kafir. Padahal penanggalan Islam itu mengikuti gagasan Umar bin Khaththab yang merasa penting membuat penanggalan Islam.

Upacara 7 bulanan untuk calon bayi juga ikut Hindu. Kemudian ada yang berpendapat bahwa yang benar 4 bulanan, padahal juga salah karena di Islam tak dikenal dengan upacara 7 bulanan buat menyambut bayi.

Demikian halnya selamatan memperingati mayit yang telah meninggalkan kita pada hari ke 1, 3, 7, 40, 100 maupun 1000. Semua itu ajaran Hindu. Tak salah ketika seorang tokoh Hindu mengatakan : “Kami kecil namun seluruh nusantara mengikuti kami” ada benarnya karena banyak kaum muslim yang mengikuti selamatan seperti orang Hindu.

Bertaubatlah

Macam2 perayaan yang ada di penanggalan nasional kita banyak tak benarnya karena Islam hanya mengenal dua perayaan saja setiap tahun: Iedul Fitri dan Iedul Adha

Tirulah generasi sahabat. Jangan ngikutin org kafir. Ultah pake lilin padahal ada kisah sejarah kafir menggunakan lilin.
Kelahiran isya
Paskah
Maulid
Isra Miraj
1 Muharam
Nuzulul Quran
Terlalu banyak peringatan. Kapan kerjanya?

Juga dalam berdzikir misalnya, tak perlu meniru seperti orang yahudi di tembok ratapan, meraung-raung. Tak usah dzikir pake geleng-geleng kepala atau manggut-manggut. Tidak ada contohnya dari Rasul.

Kafir di kuburan ada salib, boneka. Ditiru muslim juga. Kuburan Islam tak perlu ada nama. Acara kematian seperti kawinan. Apa manfaatnya?

Peringatan haul dari Syekh Anu dsb juga tak ada contohnya. Mana ada misalnya Haul Abu Bakar ?

Bertaubatlah.

Tanya Jawab

1. Bagaimana kalau terpaksa ikut acara bidah karena takut pemimpin? Tidak perlu takut karena kita harus takut kepada Allah. Kalau acara bid’ah, kita jangan hadiri. Kalau sifatnya undangan (walimah, misalnya), hukumnya wajib kalau:
1. Yang mengundang muslim
2. Khusus kepada kita, lewat undangan, bukan pengumuman
3. Yg mengundang sumber nafkahnya halal, bukan dari mencuri atau maksiat lainnya.
4. Tak ada kemungkaran (tari-tarian, musik, laki dan perempuan nyampur jadi satu, buka aurat dsb.)

2. Bagimana huu Imam sebelum shalat baca qulhu sampai annas?
Harusnya memantabkan niat, salah kalau membaca surat itu. Tujuannya kan meminta perlindungan dari gangguan setan – gak usah baca surat itu toh nanti ada taawudz yang memohin lindungan dari gangguan setan.

3. Meninggalkan isbal (menjulurkan celana sampai ke mata kaki) menjalankan Sunnah? Ya.
Sombong pun dianggap meninggalkan sunnah Umar bin Khatab liat orang isbal:
Kamu wanita?
Bagian ketakwaan : tidak isbal
Kaos kaki boleh krn dari bawah ke atas
Menolak sunnah bentuk kesombongan
Menolak sunnah berarti sombong

4. Apakah ada bidah hasannah? Gak ada. Semua bidah sesat. Tak ada bidah hasanah
Misal nya nasi uduk, biasanya ada telur, tempe, tahu, bawang atau lainnya. Namun kalau dicampur dengan buah naga apa namanya tetep nasi uduk?

Memuliakan Allah dan Rasul kok gak boleh?
SubhanAllah. Tentu boleh …namun dengan cara-cara yang dicontohkan Rasul.

5. Mengantarkan orang tua menabur bunga dan membaca Yasin di kuburan sebagai bentuk berbakti kepada orang tua, apa boleh?
Kasih nasehat dan doa. Al Maidah 5:2 tidak benar bekerjasama utk kemaksiatan.

Mengantarkan ke tempat yang baik saja.
Mengantarkan ke diskotik juga dosa.

6.) Hukum menabur bunga di kuburan?
Tak ada tabur bunga.
Alquran gak boleh dibaca di kuburan, toilet dan kandang onta.

7.) Bidah di sekitar kita banyak, tidak enak menolaknya. Bagaimana?
Jangan ikut2an karena gak enak sama tetangga. Harus gak enak sama Allah

8.) Dzikir dalam hati apa boleh? Tak ada. Harus diucapkan
Jangan mau diatur tetangga

9.) Qunut
Qunut nazillah – adanya banyak, qunut utk semua shalat
Qunut di witir ada hadits nya. Mengkhususkan di Subuh tidak ada. Jadi bangaimana? Ikut angkat tangan. Dasarnya: mengikuti imam.
Imam syafii mengatakan qunut itu sunnah bukan wajib.
Qunut Subuh tidak ada.

10.) silaturahim ke saudara ada acara bidah, kematian
Ajaran sunnah kita ikuti
Yg bidah kita tinggalkan

11.) Melihat kuburan ortu agar tetap bersih gak papa. Adabnya:
Mengucap salam kepada ahlul kubur
Mendoakan
Mengingat kematian

12.) Akad nikah tak ada sunnah nya pembacaan al quran
Doa kepada pengantin nya.
Belajar Islam dengan benar sesuai Quran dan Sunnah
Kita pegang erat
Kita bela sunnah
Bidah kecilpun tak boleh
Gak usah peduli omongan orang
Kita mencari ridhla Allah


Wallahua’alam

Maasya Allah … Kajian yang sangat bermanfaat terkaWAAwit keniscayaan NIAT agar apa yang kita lakukan benar2 bermanfaat bagi kita. Ustadz KH-B menyampaikannya dengan jelas, disertai kisah-kisah nyata yang inspiratif. Salah satunya adalah kisah ketika Abu Bakar meminta maaf kepada orang miskin namun berilmu dimana beliau sempat memarahi si miskin yang membuatnya hampir terjatuh karena kakinya yang dijulurkan saat duduk di masjid. SubhanAllah ….
Pada saat mau keluar rumah niatkan akan sodaqoh, simpan uang terbaik di saku tertentu dan begitu menemui fakir miskin langsung sodaqohkan. Ini lebih baik dari pada mendadak sodaqoh.
Maasya Allah. Bagus sekali.

“Permisalan ummat ini bagaikan empat orang laki-laki, yaitu; seorang laki-laki yang di berikan oleh Allah berupa harta dan ilmu, kemudian dia membelanjakan hartanya sesuai dengan ilmunya. Seseorang yang diberi oleh Allah berupa ilmu dan tidak di berikan harta, lalu dia berkata; “Seandainya saya memiliki seperti yang di miliki orang ini, niscaya saya akan berbuat seperti yang ia perbuat.” Maka dalam urusan pahala, mereka berdua sama. Dan seorang laki-laki yang diberi oleh Allah berupa harta dan tidak diberi ilmu, maka ia menyia-nyiakan hartanya dan tidak membelanjakannya bukan kepada jalan yang benar. Serta seorang laki-laki yang tidak di beri oleh Allah berupa harta dan juga ilmu, lalu dia berkata; “Seandainya aku memiliki seperti yang di miliki orang ini, niscaya aku akan berbuat seperti yang ia perbuat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maka dalam urusan dosa, mereka berdua sama.” Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur Al Mawarzi telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Ibnu Abu Kabsyah dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma’il bin Samurah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Mufadlal dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Ibnu Abu Kabsyah dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas. (HR. Ibnu Majah: 4218)

Kultum bada Shubuh di Masjid Jami Nurul Ikhlas (19/04) – hari libur pilkada putaran kedua DKI

Perintah shalat begitu agung: Nabi diundang menghadap Allah langsung mendapatkan perintah untuk shalat 5 kali dalam sehari semalam melalui peristiwa Isra Miraj. Secara perhitungan manusia seperti kita tak masuk akal. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha tak mungkin ditempuh dalam semalam kurang. Naik onta saja perlu waktu 2 bulan, dan bahkan perjalanan Nabi menemui Allah hingga langit ke 7. Suatu hal yang tak mungkin kalau menurut akal sehat manusia. Dan ini menyangkut jasad dan ruh Nabi, tak sekedar ruh seperti mimpi tapi benar-benar jasad dan ruh. Abu Bakar ditanya seorang kafir Quraisy mengenai hal ini dan beliau menjawab bahwa percaya hal ini karena dikatakan oleh Rasul, bahkan bila lebih dari peristiwa inipun ia tetap percaya bila itu disabdakan Rasul.

Kita semua sebagai muslim percaya dengan Isra Miraj, karena ada di Al Quran – makanya kita menjalankan shalat. Kita percaya karena ini adalah nikmat iman, nikmat Islam yang diberikan oleh Allah kepada kita. Ini semua karena iman kita kepada Al Quran.

Segala sesuatu yang ada di Al Quran kita percaya karena sebagai muslim kita harus menjalankan Islam secara kaffah (totalitas) tak bisa memilih hanya yang enaknya saja buat kita. Semua isi Al Quran itu adalah perintah dan larangan. Yang diperintahkan kita kerjakan yang dilarang kita jauhi.

Daging babi haram menurut Al Quran. Dokter juga bilang bahwa banyak masalah di dalam daging babi. Namun orang-orang non islam membuatnya sedemikian rupa agar kita mengkonsumsi daging babi karena semua yang ada padanya dibuat produk. Bulunya buat sikat gigi, kuas cat tembok. Makanya musti hati-hati kalau membeli barang, musti lihat label halal MUI.

Minuman keras haram, kita juga percaya karena kata Quran, firman Allah. Perbuatan setan jangan diikuti karena setan adalah musuh yang nyata bagi seorang muslim.

Yang ada di Al Quran sudah lengkap, tak ada lagi yang perlu disempurnakan, sesuai perintah Allah:

“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maaidah: 3]

Tidak ada lagi setelah itu (Haji Wada) ada penyempurnaan lagi. Jangan lepas dari Quran. Masuk Islam harus total. Jangan giliran duit (misal uang zakat) mau pake Quran, urusan
pilkada kagak mau pake Al Quran hanya karena duit -katakanlah Rp 600 ribu atau sembako seharga Rp. 100 ribu.

Perintah Allah sudah jelas, memilih pemimpin Islam.  Masalah menang kalah itu sudah takdir Allah. Yang penting memilihnya yang benar karena pertanggung-jawabannya di akhirat kelak. Ngaku mukmin, Isra Miraj aja percaya. Tapi Al Maidah gak mau terima. Tugas mukmin adalah mengingatkan sesama muslim untuk memilih pemimpin muslim. Kagak mau, ya urusan dia. Yg penting kita kasih tahu. Hanya saja nanti di akhirat akan ditanya Allah mengapa tak menjalankan Al Quran secara total. Di dunia saja keblinger, nanti di neraka dia (orang muslim yang memilih non muslim) protes katanya tak ada yang memberi tahu. Malaikat Rakib dan Atid punya rekamannya.
Udah dikasih tahu masih menentang.  Oleh Allah kemudian dimasukin ke neraka paling bawah.

Kudu ati2. Islam kaffah, totalitas.
Urusan kepemimpinan ada di Quran.
Ada perintah memilih pemimpin muslim. Ini anjuran memilih bukan kampanye.
Kalau kampanye itu perintah memilih nomer. Harusnya gak boleh kampanye. Eh yang membuat aturan malah melanggarnya, katanya gak boleh orang luar DKI datang. Malahan melindungi dan memfasilitasi golongan tertentu yang saat ini dikumpulkan di Ragunan Pasar Minggu. Aturan gak boleh kampanye tapi dilanggarnya sendiri.
Katanya orang Islam ke Jkt gak boleh.
Tapi kenyataannya ada yang difasilitasi dari kelompok tertentu ….

Yuk sama2 menjalankan perintah Allah harus ikhlas, jangan fulus.

Ingat kasus Gubernur NTB yang dikatain kasar di bandara Singapura
Belum menang aja udah belagu
Apalagi kalau menang
Bagaimana kalau jadi pemimpin di Indonesia?
Si Bopeng yang menentang TNI saja tidak ditangkap,  ilang

Hari ini pilkada, pilihlah pemimpin Islam karena ini perintah Allah.

Bagaimana kalau dulu salah milih? Tobat. Bagaimana caranya?
1. Menyesal
2. Jangan mengulangi lagi
3. Jangan salah nusuk lagi, mengerjakan perintah Allah, memilih yang muslim.
Dibatasi sampe jam 1 siang
Kalau gak tobat, tunggu 5 tahun lagi kalau masih hidup

Perbanyak dzikir, istighfar
Pemimpin muslim bisa jadi imam shalat fardhu. Nikmat bukan?
Nikmat
Kalau bukan muslim ya gak bisa jadi imam shalat.