Feeds:
Posts
Comments
Advertisements

Ringkasan Khutbah Jumat di Masjid Jami Nurul Ikhlas, 22 Syawwal 1439H (6 Juli 2018) oleh Ustd. Endang Saefudin. Semoga bermanfaat.

Khutbah Jumat - Nurul Ikhlas 6Jul2018

Rasulullah shallallahualaihi wa sallam telah menyampaikan bahwa barangsiapa sesudah Iedul Fitri lebih baik iman,  akhlak dan tutur katanya, maka itulah hamba Allah yang sukses. Kalau sama saja,  tidak ada perubahan,  masih tetap maka termasuk umat yg rugi. Yang lebih parah adalah bila lebih buruk,  termasuk golongan orang yang celaka.

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” [QS Al-Fatir:32].

Dholimun linafsih: Dholim pada dirinya termasuk ke istri,  anak, tetangga, teman dsb. Akan dihisab lama di Mahsyar.

Muqtashidd : Suka dholim kepada Allah,  lalai dalam shalat,  kadang tak shalat malam,  tak ada dosa terhadap orang lain dalam hal tutur kata. Akan mendapat hisaban yasiroh, hisab yang paling ringan: Nabi Idris pernah melihat neraka, hisab paling ringan adalah kaki manusia ada bara api dan otaknya mendidih. 1 hari akhirat = 1000 tahun di dunia.

Sabiqun bil khoirot: Gemar utk melakukan kebaikan.  Ada masjid dibangun,  ia lebih awal membantu |dikala ada manusia perlu bantuan, dia paling awal membantu. Ini paling sulit karena digoda setan terus-menerus. Golongan ini masuk surga tanpa hisab. Inilah yang kita tuju.

Bekal kita hanya 3 saja: Iman Ilmu Amal. Jaga dengan baik, jangan diambil para pencuri iman: syirik, ujub, riya.

Kemarin (05/07/2018) gowes full, lengkap dengan tamasya dan kerja. Pagi jam 9:00 ada rapat di Puri Sentra Niaga Jaktim, berangkat dari rumah 6:55. Rute : Tanah Kusir – Trunojoyo – Tendean – Pancoran – Kalimalang. Jam 8:15 udah sampai, jarak tempuh 25 KM. Rapat seharian di sana, break Dzuhur dan Ashar dengan shalat BMW di Masjid Al Muqorobbun. Maasya Allah…. Masjid yang megah, indah dan tanpa tiang di dalam masjid. Selain itu, masjid ini juga syarii. Bada Ashar sempat mampir ke Helu Trans mengunjungi teman lama yang puluhan tahun gak jumpa dan kebetulan kantornya di sini, Ibu Hasmijati Koto. Jam 16:15 gowes pulang, mampir ke Otista.

Udah lama sekali saya pengen mengunjungi Dapur Utama Eatever yang didirikan oleh bungsu saya, Dian Widayanti bersama temen kuliahnya dulu. Alhamdulillah Dian masih ada di situ bersama temennya dan Chef beserta timnya. Seneng sekali melihat lantai dasar yang merupakan dapur utama untuk melayani order catering bagi pelanggannya. Sempat ngobrol beberapa menit dengan Tim Eatever termasuk info mengenai order catering untuk pernikahan di Le Meridian Hotel pekan lalu. Ini karena baru kali ini Eatever masuk ke wedding event.

Senang melihat Dian bisa memiliki dan mengelola usaha yang memang dari dulu sejak kuliah menjadi passion nya: kuliner. Meski baru berjalan 11 bulan, perkembangannya sangat positif dan saat ini sudah ada 5 Staff yang tinggal di Dapur Utama. Mereka ini staff operasional yang memasak pesanan setiap hari. Semoga Eatever selalu bertumbuh-kembang dan barokah. Aamiin.

Jam 17:00 pamit dari Eatever dan gowes langsung menyusuri Otista – Cawang – Tendean – RSPP – Gandaria – rehat Maghrib di Masjid An-Nur jl. Bendi, Tanah Kusir (mesjid idaman) – lanjut pulang via Bintaro Flyover. Jam 18:45 sampe rumah , nyantap buah naga yang disiapkan istri.

Puaaaas… Total 56 KM. Siip!!

Screenshot 2018-07-06 15.58.30

Bismillah…

INILAH RAHASIA ANJURAN RASULULLAH SAW. UNTUK TIDAK MEMEJAMKAN MATA SAAT SHALAT…

Para ilmuwan muslim di Amerika telah meneliti cara unt meningkatkan kekuatan penglihatan mata memakai konsep dari anjuran yg diajarkan Rasulullah SAW. Hal ini sangat penting untuk orang-orang yang mata mereka yang lemah dan juga untuk semua orang.
Otot mata yang lemah, akan menyebabkan ketidakmampuan dalam melihat secara akurat.
Untuk memulihkan mata dan menjaga kekuatan ototnya, maka sebaiknya mengikuti sunnah selama sholat.
Kita harus selalu membuka mata kita selama sujuud, dan ketika berdiri pandangan mata melihat tempat sujuud. Jaga mata Anda tetap fokus pada satu titik tempat sujuud.
Hikmah di balik pandangan mata tetap fokus pada satu titik tempat sujuud adalah:
Saat rukuu’, otot mata akan menekan lensa mata untuk meningkatkan visi dan saat Anda bangun mata otot mata akan melonggarkan.
Sementara saat sujuud, lensa mata akan menyusut karena jarak antara mata dengan tempat sujud memendek, dan ketika Anda bangun lagi itu akan mengendurkan otot-otot mata.
Bila kita praktikkan setiap hari, maka akan melatih otot-otot mata kita, sehingga mata kita akan sehat.
Kita dapat melakukan hal ini setiap hari 17 kali atau sebanyak yang kita inginkan.
Nabi kita (SAW) selalu memerintahkan untuk membuka mata kita, selama sujuud. Dan sekarang para ilmuwan telah membuktikan bahwa praktek ini bekerja dalam meningkatkan kekuatan penglihatan mata.

Sepeda kadang-kadang digunakan (digowes), kadang istirahat sementara dan kadang istirahat penuh (dilipat penuh). Rupanya, ini mengikuti gerakan shalat juga: saat digowes sepeda dalam posisi berdiri, sedangkan saat istirahat sementara dalam posisi rukuk atau sujud dan pada saat istirahat penuh dengan kekhusyuan dalam keadaan duduk.

Seli - Shalat

Tadi malam saya memakai aplikasi Grab dari Citos ke rumah dengan tarif Rp. 47 ribu — namun belum saya “Book” karena masih membenahi tas yang saya bawa, sehingga saya tunda dulu. Tak lama setelah itu saya buka lagi. Kali ini ada pesan pop-up memaksa — karena tak ada opsi untuk CLOSE — dan hanya ada dua pilihan “Aktivasi OVO” (mendapat diskon 20% setiap perjalanan dengan OVO) atau “Sudah Donk”. Karena memang saya gak pernah mau mendaftar OVO dan gak ada pilihan, terpaksa saya pilih “Sudah Dong” dengan harapan bisa keluar dari pilihan.
Layar kemudian keluar dengan penawaran pemesanan ke rumah saya dengan dua opsi :
1.) Cash Rp. 67 ribu
2.) OVO Rp. 43 ribu

Karena jaraknya tidak lama antara saya membuka layar sebelumnya (belum ada tawaran OVO) dan yang kedua (ada paksaan ikut OVO), ya sekitar 3 menit lah, saya berkesimpulan bahwa pembayaran OVO ini akal-akalannya GRAB saja karena sebelumnya sebenrnya saya ditawari Rp. 47 ribu CASH namun setelah ada OVO harga CASH nya meroket menjadi Rp. 67 ribu.

Ora nganggo GRAB ra patheken! Akhirnya saya gowes aja itu seli, meski sudah malam … Yo ben! Bye bye GRAB ….!!!

Dia bagian akhir (mulai menit ke 13:19 hingga selesai) ada pertanyaan mengenai Salafi dan Wahabi. Sengaja saya tulis ulang perkataan ustadz Khalid Basalamah agar saya selalu ingat bila ada yang me-Wahabi-kan orang atau men-Salafi-kan orang. Penjelasan ini bagus dan tuntas sehingga bisa kita jadikan sebagai referensi. Teman-teman yang satu akidah, mentauhidkan Allah Tabaroka Wa Taala dan mengimani hari akhir serta mengerjakan amal baik, silakan menggunakan penjelasan ini sebagai cara menepis orang yang mem-Wahabikan kita — karena WAHABI adalah istilah yang dihembuskan oleh syiah agar kita menjauh dari ajaran ahlussunnah wal jamaah.

Salafi dan Wahabi. Apa itu?

Salafi itu istilah. Temen2 yang berdakwah di Indonesia ini berfaham sunnah termasuk pengajian kita ini sering disebut pengajian salafi, pengajian wahabi, karena kita sering mengatakan jaman dulu ada salaf ummah yaitu para sahabat dan tabiin. Salaf itu maksudnya yang mendahului. Itu yang dimaksud dengan kaum salaf. Karena sering mengucapkan salaf maka disemut sebagai kelompok salaf padahal sebetulnya tidak ada kelompok ini. Ini cuma istilah sebenernya.

Kalau Wahabi ini dulu ada pemahaman yang amat keliru di Maroko berfaham Wahabi tapi udah lama sekali itu, mungkin di jaman Abasiyah. Kemudian dihancurkan oleh khilafah Abasiyah dan pemimpinnya sudah dibunuh dan dihukum mati, sudah habis. Nah, pemahaman ini sebenernya pemahaman yang tidak bener awalnya. Kemudian, setelah pemahaman syiah banyak diperbaiki, diluruskan di jazirah Arab dan orang-orang Sunni banyak mengatakan “Ini syiah, hati-hatilah karena orang syiah itu mencaci dan mengkafirkan para sahabat kecuali Ali dan beberapa sahabat Nabi”. Sementara ahli sunnah itu menghormati semua sahabat termasuk Ali. Tidak pernah ada isu mencaci-maki Ali radhiyallahu anhu; kita muliakan dan kita terima. Semua keluarga nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam kita hormati, kita berikan salam dan shalawat setiap kali kita tahiyat kepada mereka.  Nah …orang2 syiah yang tidak menerima, selalu disebut dan diserang oleh ahlussunnah. Sunni dan syi’i. Sunni itu artinya orang yang mengikuti sunnah. Sebenernya orang syiah itu tidak mau istilah tersebut lengket pada kita. Tidak mau, karena kalau pemahaman sunni berarti orang-orang yang mengikuti sunnah Nabi. Syiah berarti yang mengikuti pemahaman Ali. Berarti orang cenderung mengikuti sunni dong — wong itu yang ahlussunnah juga menghormati Ali kok, gak ada masalah. Makanya orang-orang syiah mengeluarkan istilah Wahabi yang tadinya tidak baik dilempar kepada orang-orang yang berfaham sunni. Makanya orang-orang di Iran itu mengatakan: “Saudi negeri wahabi”. Karena kalau dikatakan “Negeri Sunni”, orang-orang pasti akan mendukung, karena kalau dikatakan “Negeri itu negeri Wahabi” orang akan bertanya “Apa itu Wahabi?”.  Bisa jadi kemudian orang membaca sejarah kembali ke kisah Wahabi yang dulu, yang awal dikatakan.

Karena tidak pernah sebenernya ada istilah Wahabi. Karena waktu saya akan berangkat sekolah saat pertama di tahun 1990 sekolah di Madinah, masih kelas SMA. Kemudian ada temen-temen ayah saya sempat mengatakan :”Nanti Khalid di sana ambil ilmunya tapi jangan sampai kau jadi Wahabi.” Saya berangkat, saya pikir Wahabi ini momok monster menakutkan. Setiap dosen saya masuk saya selalu berpikir “Wah, ini ahli Wahabi nih, berjenggot, mau ngomong apa nih?” Selalu begitu. Karena ayah saya seorang yang dikenal, tokoh masyarakat di Makassar. Jadi mereka tahu kalau saya balik akan menggantikan beliau — minimal begitu bukan? Saya pun berhati-hati sekali. Subhanallah mungkin selama 3 bulan sampai 6 bulan semuanya seperti momok yang kayak menakutkan.

Tapi setelah saya muhasabah, saya melihat orang-orang ini tak pernah ngomong kasar dan selalu yang keluar dari mulut mereka “QalAllah – qala Rasul“. Allah berfirman – Rasul bersabda. Atau mengatakan para sahabat. Tak pernah mengatakan “ini pendapat saya” “Oh ini pendapat Wahabi” — nggak ada. Kalau orang syiah selalu “Kelompok syiah – kelompok syiah …selalu digembor-gemborkan begitu.” Ini gak ada pemahaman begitu. Kira-kira bagaiman saya ambil ilmunya dan saya nggak jadi Wahabi? Nggak ada itu. Kalai ini dikatakan itu, pemahamannya benar: “Qala Allah – qala Rasul”. Dari mana itu? Setelah lama saya belajar sampai S1 saya baru tahu …oh ini adalah istilah yang digunakan oleh syiah untuk menjauhkan orang dari pemahaman sunni yang bener. Seperti itu.