Feeds:
Posts
Comments

Ceramah Taraweh 27 Ramadhan 1438 H (21/06/2017), ustd Ahmad Najihan, MA, Masjid Jami Nurul Ikhlas. 

Ad Dhariyat 56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

-Sura Adh-Dhariyat, Ayah 56

Urusan ibadah tak ada hentinya karena berhenti kalau kita tak di sunia lagi.  Ketakwaan tak boleh berhenti bahkan harus meningkat. Dalam ibadah kadang lesu,  malas.  Wajar.  Cuman kalau tak diperhatikan,  mendiagnosa apa asbab nya,  bahaya.  Kesempatan bagi iblis buat masuk.  Iman manusia kadang naik kadang turun (Imam Ghazali). 

Ada beberapa kiat agar semangat itu tak berhenti. Ramadhan tinggal hitung hari.  Belum tentu kita jumpa lagi tahun depan. Kalau tidak sampai finish ya tidak bisa jadi juara. 

  1. Tanamkan keikhlasan dalam beribadah. Kalau bukan karena Allah akan banyak dapat dampak negatif,  mudah kendor. Karena ingin disanjung maka saat tak disanjung semangat turun. Dalam hal keramaian maupun sendiri sama kualitas ibadahnya.  Jangan sampe riya.  Kita diagnosa.  Orang bertakwa tak pernah berhenti beribadah krn mengharap ridha Allah.  Percaya setiap ibadah akan diganti Allah melebihi dari apa yg bisa diberikan manusia.  Ia percaya Allah akan memberi ganjaran.  Tidak masalah ada pujian atau tidak dari manusia. 
  2. Ibadah sebagai kebutuhan bukan kewajiban. Orang kerja berangkat jam 6 untuk kerja tak masalah demi nafkah untuk keluarga. Prinsip ini jangan untuk dunia saja tapi juga ukhrawi.  Seperti nasehat Lukman kepada anaknya agar beribadah kepada Allah seperti kebutuhan besar kita.  Nabi berdialog dengan sahabat mengatakan bahwa mereka tak bisa masuk surga dari ibadah mereka. Sahabat datang ke Nabi minta nasehat ibadah.  Askaulani tidur di masjid hanya untuk melayani Nabi. Mendengarkan Rasul berdzikir sampe istirahat.  Istirahat di suffah.  Ditanya Nabi apa yg diinginkan?  Ingin bersama Nabi di surga.  Jadikan ibadah sebagai kebutuhan. 
  3. Senantiasa mengingat kematian kita.  Tak kenal muda atau tua,  kalau sudah saatnya tak bisa ditunda.  Bayangkan kematian kita segera.  Pendek angan2nya,  tak menunggu esok.  Telor hari ini lebih berharga daripada ayam esok hari.  Siapa orang paling cerdas?  Nabi: bukan orang yang berpendidikan tapi adalah yang ingat kematian dan menpersiapkan diri menghadapi kematiannya. 

    Dialog setelah shalat taraweh:

    Apa kiat mendapatkan lailatul qadr? 

    J: Menurut Rasul,  perbanyak shalat,  dzikir dan baca Quran (tiga hal saja).  Tentu diawali dengan ikhlas dan tidak usah perhatikan tanda2 alam sekitar. 

    Masjid Jami Nurul Ikhlas,  Komplek Deppen,  Jl.  Penerangan VI.

    26 Ramadhan 1438 H (21/06/2017)

    Allah Swt. berfirman:
    {وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ}
    Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 18)
    Yakni memaafkan kalian. Sekiranya kalian dituntut untuk mensyukuri semua nikmat-Nya, tentulah kalian tidak akan mampu melakukannya. Dan seandainya kalian diperintahkan untuk itu, pastilah kalian lemah dan meninggalkannya (tidak dapat bersyukur secara semestinya). Seandainya Dia mengazab kalian, tentulah Dia berhak mengazab kalian tanpa berbuat aniaya terhadap kalian. Akan tetapi, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia selalu mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas pahala kebaikan sekecil apa pun.

    Ibnu Jarir mengatakan bahwa firman Allah Swt. yang mengatakan: Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun. (An-Nahl: 18) Hal ini dinyatakan-Nya mengingat ada di antara kalian yang lupa untuk bersyukur kepada-Nya atas sebagian dari nikmat yang telah diberikan kepadanya. Allah Maha Pengampun bila kalian bertobat kepada-Nya dan kembali kepada-Nya dengan mengerjakan ketaatan kepada-Nya serta menempuh jalan yang diridai-Nya. lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 18) Yakni Maha Penyayang kepada kalian, Dia tidak mengazab kalian sesudah kalian kembali dan bertobat kepada-Nya.
    Dari Ibnu Katsir Online

    Alhamdulillah

    KHATAM!  Alhamdulillah

    26 Ramadhan 1438 H

    21 Jun 2017

    Masjid Jami Nurul Ikhlas,  Komplek DEPPEN

    IMG20170620195913
    Ceramah Taraweh 26 Ramadhan 1438 H (20/06/2017), ustd Kausar,

    4 tipe manusia:

    1. Masuk Ramadhan ketika sebelumnya tak pernah menjalankan ketaatan dan saat Ramadhan pun tak menjalankannya. Hormatilah orang yang tak puasa.  Puasa tak disukai.  Imam Ibnu Hasan mengatakan orang seperti ini zindiq,  atheis,  kafir.
    2. Tak menjalankan ketaatan sebelumnya,  tapi pas Ramadhhan ikut puasa,  terpengaruh lingkungan.  Ramadhan selesai,  tidak taat lagi.  Orang yang khasir alias rugi.  Celakalah orang2 yang mendustakan agama Allah.
    3. Orang yg beruntung,  pada saat Ramadhan serius menjalankan dan setelah Ramadhan masih tetap ibadah dan mempertahankannya.
    4. Sebelum Ramadhan amalannya sudah bagus,  makin meningkat lebih giat lagi.  Robbaniyum,  orang yg tetap taat setelah Ramadhan,  lulus dari madrasah Ramadhan.

    Allohumma innaka affuwun tuhibbul afwa fa’fuana

    Mohon ampun,  mendapat affuwun (dibersihkan oleh Allah) , dibebaskan dari neraka. Kotoran yg dibersihkan dari baju dibersihkan oleh Allah.

    Mari kita maksimalkan sisa waktu ini sebaik mungkin.

    Bagus sekali kajian ini meskipun kualitas audionya kurang bagus.  Ciri2 orang yang ikhlas ada 4:

    1. Selalu menjadi Wali Allah baik pada saat rame2 maupun sendiri, lahir dan batin menjadi Wali Allah.  Soalnya ada orang yang pada saat ada keramaian (banyak orang) berperilaku sebagai wali Allah namun ketika sendiri menjadi wali setan.  (baca buku Ibnu Taimiyah tentang Wali Allah – GW) 
    2. Menyembunyikan amalnya dari diketahui orang banyak. 
    3. Selalu merasa takut dan khawatir amal ibadahnya tidak diterima Allah. 
    4. (belum sampai sini nontonnya)