Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2018

Maasya Allah …hadits Muslim #2699 ini saya peroleh dari WAG Riyadhul Jannah hari ini. Semoga bermanfaat ….

Hadits Muslim 2699 - 30Mei2018

#hadits #haditsmuslim #bacaquran #interaksiquran #rumahAllah

Advertisements

Read Full Post »

Ceramah Tarawih di Masjid Nurul Ikhlas, 13 Ramadhan 1439H (28 Mei 2018) oleh ustadz Sa’amin HM.

ramadhan 13 - nurul ikhlas 28mei2018-181142150..jpg

Jangan lewatkan baca Quran, khatamkan. Jangan mau disalip orang lain. Paksa mata agar tetap melèk baca Quran. Jangan ikuti hawa nafsu. Baca Quran mudah, di HP bisa. Rugi kalau dipakai tidur. Diberi waktu oleh Allah harus dimanfaatkan. Quran dan Puasa menjadi syafaat kita atas ijin Allah. Manfaatkan 5 hal:

  1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu | perhatikan anak kita agar menjadi anak soleh.
  2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu | kesehatan mahal, harus disyukuri, manfaatkan utk ibadah; jangan sampai seperti orang yang beranimelawan Allah, tidak puasa.
  3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu | Rezki dari Allah tak terbatas, perbanyak shalat tahajjud dan dhuha
  4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu | jangan sia-siakan waktu untuk hal tak bermanfaat
  5. Hidupmu sebelum datang matimu | siapkan diri ini untuk bisa menjawab dua pertanyaan di alam kubur: man rabbuka? man nabiyyuka?

Read Full Post »

Lanjutan Ceramah Tarawih di Masjid Nurul Ikhlas, 12 Ramadhan 1439 H (27 Mei 2018) oleh ustadz Ali Nurdin.

ramadhan 12 - 3 wasiat sahabat 27mei2018-181142150..jpg

Pada saat Nabi mengunjungi rumah sahabat yang absen shalat di masjid, beliau bertemu dengan istri shabat tersebut yang mengabarkan bahwa suaminya telah wafat pada pagi hari. Istrinya kemudian menceritakan bahwa sebelum wafat ia berwasiat 3 hal: Kenapa kurang jauh? Kenapa tidak yang bagus? Kenapa tidak semua? Kemudian Nabi tersenyum dan menjelaskan ke istri tersebut makna wasiat tersebut:

  1. Sahabat tersebut menyesal mengapa ia wafat tidak jauh dari rumahnya saat menuju masjid padahal jarak ke mesjid 3 jam dengan berjalan kaki. Kenapa kurang jauh?
  2. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan seorang nenek yang kedinginan sehingga ia memberikan baju bagian luar yang dipakainya. Baju yang di bagian dalam lebih bagus karena akan digunakan shalat nantinya. Kenapa tidak yang bagus?
  3. Dalam perjalanan ia makan roti dan sudah lebih dari setengahnya ia makan ketika kemudian ia menjumpai seorang yang kelaparan dan minta rotinya. Ia berikan semua sisa roti yang belum dimakannya. Kenapa tidak semua?

Maasya Allah! Kisah luar biasa dari sahabat yang selalu shalat fardhu bersama Nabi meski jarak ke masjid sangat jauh, 3 jam berjalan kaki. Bagaimana dengan kita?

 

Read Full Post »

Ceramah Tarawih di Masjid Nurul Ikhlas, 12 Ramadhan 1439H (27 Mei 2018) oleh ustadz Ali Nurdin. Di bagian kunjungan sahabat yang wafat, dipisahkan filenya.

ramadhan 12 - nurul ikhlas 27mei2018-181142150..jpg

  1. Pesantren. Nabi mendidik sahabat agar menjadi pejuang tangguh. Hasilnya luar biasa, kita lihat dari pribadi-pribadi Umar bin Khathab, Abu Bakar, Khalid bin Walid dan masih banyak lainnya. Nabi mendidik melalui pesantren. Demikian juga di Indonesia, pesantren menghasilkan pejuang seperti Imam Bonjol, Teuku Umar dan masih banyak lainnya. Perkembangan pesantren dewasa ini terlalu dibebani dengan kurikulum pemerintah yang menyebabkan orientasinya berubah. Materi yang diujikan tak mencerminkan proses belajar-mengajar yang ada di pesantren sehingga seringkali tidak “nyambung”.
  2. Mesjid. Pada saat hijrah, Nabi membangun dulu masjid. Hal ini penting untuk membentuk muslim yang sopan (perilaku baik) dan santun (lisan baik). Nabi mengenal baik setiap jamaah di masjid. Pada suatu ketika beliau menanyakan tentang sahabat yang tak hadir saat shalat fardhu. Nabi kemudian mengunjungi rumahnya dan ternyata rumahnya jauh (3 jam perjalanan kaki) dan bertemu istrinya yang melaporkan bahwa sahabat tersebut telah wafat pada pagi hari. Sahabat yang luar biasa, meski rumah jauh namun selalu shalat berjamaah di masjid.

Read Full Post »

Tafsir Al-Anfal 40

Al-Anfal 40 - 26Mei2018

Firman Allah Swt.:

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلاكُمْ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindung kalian. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baikPenolong. (Al-Anfal: 40)

Tafsir Ibnu Katsir:

Yakni jika mereka berkelanjutan dalam menentang kalian dan memerangi kalian:
{فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلاكُمْ}
maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindung kalian. (Al-Anfal: 40)
Maksudnya, Pemimpin dan Penolong kalian dalam menghadapi musuh-musuh kalian. Maka dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
Muhammad ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abdul Waris ibnu Abdus Samad, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Aban Al-Attar, telah men­ceritakan kepada kami Hisyam ibnu Urwah, dari Urwah, bahwa Abdul Malik ibnu Marwan berkirim surat kepadanya menanyakan tentang berbagai masalah. Lalu Urwah menjawab suratnya itu yang isinya mengatakan:
Semoga keselamatan dan kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, dan sesungguhnya saya memulai surat yang ditujukan kepadamu ini dengan memuji kepada Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia. Amma ba’du,
Sesungguhnya engkau telah berkirim surat kepadaku menanya­kan tentang keluarnya Rasulullah Saw. dari Mekah aku akan mem­beritahukan kepadamu mengenai hal tersebut tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah, faktor yang mendorong keluarnya Rasulullah Saw. dari Mekah ialah; karena Allah telah memberinya kenabian. Maka dia adalah sebaik-baik nabi, sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik famili; semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang berlimpah. Kami telah mengenal wajahnya di surga, dia telah membuat kami hidup karena memeluk agamanya, dan kami mati serta dibangkitkan kelak dalam keadaan memeluk­nya. Pada awal mulanya ketika beliau menyeru kaumnya untuk memeluk jalan petunjuk yang dipercayakan oleh Allah kepadanya untuk menyampaikannya, dan menyeru mereka kepada cahaya (Al-Qur’an) yang diturunkan oleh Allah kepadanya, mereka tidak menjauh darinya pada permulaan dia menyeru mereka.
Pada mulanya mereka mau mendengarkannya, hingga manakala dia mulai mencaci berhala-berhala mereka dan saat itu telah datang serombongan orang-orang Quraisy dari Taif dengan membawa harta benda yang berlimpah. Maka beliau mulai diprotes oleh sejumlah orang, dan orang-orang itu bersikap keras terhadapnya serta membenci apa yang diucapkannya, bahkan mereka membujuk orang-orang yang tadinya taat kepadanya sehingga membelotlah darinya kebanyakan orang yang tadinya mau mendengarkannya. Mereka meninggalkan beliau kecuali hanya sejumlah orang dari mereka yang sedikit, yang mendapat pemeliharaan dari Allah.
Nabi Saw. tinggal di Mekah dalam keadaan demikian selama apa yang ditakdirkan oleh Allah. Kemudian para pemimpin kaumnya mengadakah persekongkolan untuk memfitnah orang-orang yang mengikuti Nabi Saw. agar keluar dari agama Allah. Fitnah itu dilancarkan pula kepada anak-anak saudara-saudara mereka, dan kabilah-kabilah yang telah memeluk Islam. Hal itu merupakan fitnah mengguncangkan kaum muslim dengan guncangan yang kuat, sehingga terfitnahlah sebagian dari mereka, sedangkan sebagian yang lain mendapat pemeliharaan dari Allah.
Ketika mereka melancarkan penindasan tersebut terhadap kaum muslim, maka Rasulullah Saw. memerintahkan kepada mereka untuk keluar menuju negeri Habsyah. Di negeri Habsyah saat itu terdapat seorang raja yang baik yang dikenal dengan julukan Najasyi. Dia tidak pernah berbuat aniaya terhadap seorang pun yang ada di negerinya. Selain itu Raja Najasyi memuji Nabi Saw.
Negeri Habsyah adalah tempat perniagaan orang-orang Quraisy, mereka melakukan misi dagangnya di negeri tersebut karena di negeri itu mereka memperoleh rezeki yang banyak, keuntungan yang berlimpah, keamanan yang terjamin, dan tempat perniagaan yang baik. Karena itulah maka Nabi Saw. memerintahkan kaum muslim untuk berhijrah ke negeri Habsyah. Lalu sebagian besar dari kaum muslim berangkat menuju Habsyah saat orang-orang musyrik Mekah menindas mereka, mereka takut terfitnah dalam agamanya; sedangkan Nabi Saw. sendiri tetap tinggal di Mekah.
Nabi Saw. tinggal di Mekah selama beberapa tahun, sedangkan orang-orang musyrik terus menindas orang-orang yang masuk Is­lam dari kalangan mereka sendiri. Tetapi pada akhirnya agama Is­lam tersiar di kalangan mereka, dan banyaklah yang masuk Islam dari kalangan orang-orang terhormat serta orang-orang kuat mereka.
Setelah orang-orang musyrik melihat adanya dukungan di pihak Nabi Saw., maka mereka mulai mengendurkan penindasannya terhadap Rasulullah Saw. dan para sahabatnya.
Itulah kisah fitnah pertama yang menyebabkan sebagian dari sahabat Rasulullah Saw. keluar berhijrah ke negeri Habsyah untuk menyelamatkan diri dari fitnah dan tekanan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah. Setelah kaum Quraisy mengendurkan penindasannya terhadap kaum muslim, bahkan sebagian dari mereka ada yang masuk Islam, maka keadaan ini tersiar hingga terdengar oleh kaum muslim yang ada di negeri Habsyah. Men­dengar berita itu mereka kembali ke Mekah yang keadaannya kini relatif aman bagi mereka. Kaum muslim bertambah banyak dan kian hari kian bertambah jumlahnya. Selain itu masuk Islam pula orang-orang Ansar yang ada di Madinah dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga Islam tersiar di Madinah; dan penduduk Madinah banyak yang datang ke Mekah menemui Rasulullah Saw.
Ketika orang-orang Quraisy melihat perkembangan itu, maka mereka mengadakan persekongkolan untuk memfitnah dan menindas orang-orang mukmin. Lalu orang-orang musyrik Mekah mulai melancarkan timahnya terhadap kaum mukmin, sehingga kaum mukmin mengalami paceklik yang hebat (karena diisolasi oleh mereka). Peristiwa ini merupakan fitnah yang terakhir. Fitnah yang melanda kaum mukmin di masa itu ada dua, yaitu; Pertama, yang menyebabkan sebagian dari mereka hijrah ke negeri Habsyah. Hijrah mereka ke Habsyah berdasarkan perintah dari Nabi Saw., dan Nabi Saw. mengizinkan mereka untuk berangkat ke negeri Habsyah. Sedangkan fitnah lainnya terjadi di saat mereka kembali ke Mekah dan melihat penduduk Madinah berdatangan memeluk agama Islam.
Kemudian datanglah kepada Rasulullah Saw. dari Madinah para pemimpin orang-orang yang telah masuk Islam dari kalangan mereka. Lalu mereka menjumpai Nabi Saw. pada musim haji, dan mereka langsung berbaiat mengucapkan janji setianya kepada Nabi Saw. di Aqabah. Mereka pun mengucapkan janji serta ikrar mereka, “Bahwasanya kami adalah sebagian dari kamu, dan kamu adalah sebagian dari kami. Dan barang siapa di antara sahabat-sahabatmu datang kepada kami, maka kami akan membelanya sebagaimana kami membela diri kami sendiri.”
Pada saat itulah orang-orang Quraisy memperkeras penindasan­nya kepada kaum muslim. Maka Rasulullah Saw. memerintahkan para sahabatnya untuk keluar menuju Madinah. Peristiwa ini merupakan fitnah yang paling akhir, dan fitnah ini pulalah yang menyebabkan Rasulullah Saw. dan para sahabatnya hijrah ke Madinah. Saat itulah Allah Swt. menurunkan firman-Nya: Dan perangilah mereka, supaya tidak ada fitnah, dan supaya agama itu semata mata bagi Allah (Al Anfal :39)
Kemudian Muhammad ibnu Jarir meriwayatkannya dari Yunus ibnu Abdul A’la, dari Ibnu Wahb, dari Abdur Rahman ibnu Abuz Zanad, dari ayahnya, dari Urwah ibnuz Zubair, bahwa Al-Walid (yakni Ibnu Abdul Malik ibnu Marwan) berkirim surat kepada Urwah yang isinya seperti apa yang disebutkan di atas.
Sanad hadis ini sahih sampai kepada Urwah ibnuz Zubair.

 

Read Full Post »

Khutbah Jumat yang bagus sekali dari ustadz HM Natsir hari ini. Jazakallahu khairan, ustadz…

Read Full Post »

Allah subhanahu wa taala yang mengatakan bahwa memahami dan menghafal Quran itu mudah, bahkan ayat yang sama diulang 4x di surat yang sama (Al Qomar).

Read Full Post »

Older Posts »