Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2014

image

Edisi terbaru Tarbawi kali ini bertajuk sangat penting karena di sinilah kelemahan dari kebanyakan dari kita. Saking tak berani menegur sehingga sering dibuat kesal dengan perilaku orang yang seharusnya ditegur. Akhirnya bisanya ngedumel dan ujung2 nya ngomong di belakang. Halah! Ghibah dong jadinya. Tapi dengan menegur sebenarnya tak perlu takut hubungan menjadi retak seperti dikisahkan di ulasan pertama di edisi 313 ini tentang Hisyam sang Khalifah ditegur tegas oleh seorang tabi’in bernama Thawus. Sebuah kisah penuh makna yang sekaligus menyemangati kita untuk “berani” menegur musti harus ada caranya agar efektif.

Topik ini sangat layak diangkat dan saya senang sekali Tarbawi kali ini mengangkat isu ini. Saya jado semangat untuk membaca ulasan lainnya yang pasti menarik. Tarbawi gitu loh!

Read Full Post »

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu anhu, secara marfu:

Maukah aku tunjukkan kepadamu amalan sedekah yang disukai Allah? Yaitu, kamu berbuat kebaikan di tengah-tengah manusia. Itulah amalan sedekah yang objeknya disukai Allah.(ash-Shahihah no. 938)
Wassalamu’alaikum.
@HP.
——————————–
Allah Azza wa Jalla berfirman:
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.(Al-Anbiyaa:35)

Imam Ibnu Katsir berkata: Makna ayat ini yaitu Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dgn bencana dan terkadang dgn kesenangan, agar Kami melihat siapa yg bersyukur dan siapa yg ingkar, serta siapa yg bersabar dan siapa yg berputus asa.
Wassalamu’alaikum. @HP.
————————
Amirul Mukminin Umar bin Khaththab berkata: Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik.(Rifqan Ahlu as-Sunnah bi Ahli as-Sunnah) Wassalamu’alaikum. @HP.
—————————–
Tajassus biasanya merupakan kelanjutan dari prasangka buruk sebagaimana yang Allah Taala larang dalam firmannya.

Rasulullah bersabda: Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yg bersaudara.
(HR Bukhari) Wassalamu’alaikum. @HP.
————————-
Tajassus adalah mencari-cari kesalahan orang lain dgn menyelidikinya atau memata-matai. Hal ini termasuk sikap yg dilarang.

Allah berfirman: Hai orang-orang yg beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.
(Al-Hujurat 12) Wassalamu’alaikum.@HP.
——————————–
Rasulullah bersabda: Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, bahwasanya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka, jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian. [HR Bukhari] Wassalamu’alaikum. @HP.
———————-
Rasulullah bersabda: Orang yg beriman, yg ia berbaur (berinteraksi) dgn manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang yg beriman, yg tak berbaur (berinteraksi) dgn manusia dan tdk sabar atas tindakan buruk mereka. [HR Tirmizi]

Seorang Muslim yg beriman seharusnya hidup bermasyarakat dan tidak Eksklusif atau mengasingkan diri hanya dgn berbaur pada kelompok atau komunitas tertentu saja.
Wassalamu’alaikum. @HP.
—————————-
Rasulullah bersabda: Maukah aku beritahukan kpd kalian, istri-istri kalian yg menjadi penghuni surga yaitu istri yg penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kpd suaminya. Dimana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha. [HR An-Nasai]
Wassalamu’alaikum. @HP.
————————
Rasulullah bersabda: Apabila manusia membaca surat as-Sajdah, lalu dia sujud, maka setan menjauh menyendiri utk menangis dan berkata, Celakalah aku, manusia disuruh sujud lalu mereka sujud sehingga dia mendapatkan surga, sedangkan aku disuruh sujud, lalu aku enggan, sehingga aku mendapatkan neraka
[HR Muslim] Wassalamu’alaikum. @HP.
—————————
Sayangilah anak-anak kita, baik itu laki-laki atau perempuan.

Contohlah Nabi dalam menyayangi anak perempuan beliau, beliau bersabda: anak perempuanku adalah belahan jiwaku, aku bisa gelisah dengan sebab sesuatu yg membuatnya gelisah, hatiku sakit dengan sebab sesuatu yang menyakitkan hatinya. (HR. Muslim)
Wassalamu’alaikum. @HP.
—————————-
Dan apakah fisabilillah itu hanya orang yg terbunuh?
Barangsiapa yg berusaha (bekerja) utk menafkahi kedua orang tuanya, maka terhitung fisabilillah. Barangsiapa yg berusaha utk menafkahi keluarga dlm tanggungannya, maka dia fisabilillah.

Dan barangsiapa yg berusaha utk menjaga dirinya (agar tdk meminta-minta), maka dia fisabilillah. Namun barangsiapa berusaha dalam rangka bermegah-megahan, maka dia di jalan syaithan. [ash-Shahihah, HR. Thabrani]
Wassalamu’alaikum.@HP.
——————-
Abu Dzaar berkata: Rasulullah memerintahkan 7 hal padaku:
(1) mencintai orang miskin dekat dgn mereka,
(2) agar melihat pd orang dibawahku (dlm hal harta) dan janganlah lihat pd orang yg berada di atasku,
(3) utk menyambung tali silaturahim walau kerabat tsb bersikap kasar,
(4) agar tdk meminta-minta pd seorangpun,
(5) utk mengatakan yg benar walau itu pahit,
(6) agar tidak takut terhadap celaan saat berdakwah dijalan Allah,
(7) agar memperbanyak ucapan laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), karena kalimat tsb termasuk simpanan dibawah Arsy.
[HR Ahmad].
Wassalamu’alaikum. @HP.
————————–
Dari Ibnu Syafii: Telah menceritakan kepadaku Usaid bin Hudlair, ia berkata : Aku pernah berkata:

Semoga Allah memberikan barakah dan rahmat kepadamu wahai Rasulullah, dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

Beliau menjawab: Dan demikian juga engkau, semoga Allah membalasmu dgn kebaikan. Sesungguhnya engkau, tidaklah aku ketahui melainkan orang yg menjaga kehormatan lagi penyabar [HR Ibnu Abi Aashim]
Wassalamu’alaikum. @HP.

Read Full Post »

Ini seedar coretan atau catatan terkait acara di TV One yag saat ini sedang berlangsung Live di Universitas Muhammadiyah, Malang. Sang ustadz menekankan agar pemuda saat ini memiliki kemauan menjadi pelaku sejarah yang positif. Beliau mencontohkan kisah Al Fatih 2 yang pada usia 19 tahun sudah menyerang Konstantinopel. Saat itu ia gagal setelah berhari-hari mencoba masuk kota karena penjagaan yang ketat. Namun kemudian ia menggunakan otaknya dan berinovasi dengan cara menarik kapal-kapalnya ke atas gunung, menebang pohon pinus yang ada di gunung. Pohon pinus itu kemudian batang-batangnya dipoton-potong sehingga menjadi landasan bagi kapal untuk kemudian diluncurkan ke dalam jantung kota Konstantinopel. Maka jatuhlah Romawi ke Islam sehingga kota Konstantinopel dirubah menjadi Istanbul yang sekarang menjadi bagian dari Turki.

SubhanAllah …

 

Read Full Post »

Banyak orang yang mampu mengucapkan kata-kata bijak, mengutip ayat-ayat suci dan menasehati orang lain untuk berbuat kebaikan.

Pak Soleh mungkin bukan salah satu dari mereka.
Ia hanya mampu berbuat langsung.

Dia adalah tukang bubur yang biasa berjualan di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, Jakarta Barat.

Minggu 19 Januari 2014, Soleh menggratiskan dagangan buburnya untuk para korban banjir di Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2.
Semua warga yang sebagian besar adalah korban banjir boleh menyantap buburnya secara gratis alias tanpa membayar sepeser pun.

soleh-tukang bubur

“Semua warga Ciledug Indah 1 dan 2 adalah langganan saya. Karena hari ini banyak warga yang menjadi korban banjir, maka saya menggratiskan bubur ini untuk semua warga,” kata Soleh kepada VIVAnews.

Dia menuturkan, sejak pagi dia sudah mendengar kabar Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 lagi-lagi terendam banjir.
Lalu, sebelum berangkat berjualan dia berniat untuk menggratiskan dagangannya.

“Sudah sejak dari rumah saya mengikhlaskan dagangan bubur saya digratiskan. Saya tidak bisa bantu tenaga dan pakaian bekas, cuma bubur ini yang bisa saya berikan kepada para warga Ciledug Indah 1 dan 2,” tutur Soleh.

Hari itu, Soleh mulai menjajakan buburnya sejak pukul 09.00 WIB, dan dalam waktu tidak lama buburnya sudah ludes diberikan kepada korban banjir.

“Tadi saya niatnya mau masuk ke dalam perumahan. Tapi, tidak bisa masuk. Makanya saya memilih untuk mangkal di posko pengungsian warga saja,” ujar Soleh.

Soleh juga menceritakan, total bubur yang dia gratiskan hari ini berjumlah sekitar 100 mangkok.
Tapi, dia tidak mau menuturkan berapa total dari biaya yang dikeluarkan untuk 100 mangkok tersebut.

“Saya tidak mau bicara berapa modal untuk hari ini. Yang penting saya bisa bantu warga dan mereka semua senang,” ujarnya.

Banyak warga yang terharu dengan niat Soleh.
“Awalnya saya mengira bubur ini donasi dari pemerintah. Tapi, saya kaget ternyata bubur ini dari Pak Soleh yang biasa dagang di perumahan. Kami sangat terharu sekaligus bersyukur atas bantuan bubur dari Pak Soleh,” kata Yohanes (24 tahun), warga Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2.

http://metro.news.viva.co.id/news/read/474383-pak-soleh-gratiskan-buburnya-untuk-korban-banjir?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Read Full Post »

Sis Indra,  Setiyo Awibowo, Satya Aditya Wibowo,  Chairul Hakim dan Gatot Widayanto.

Start dari Plasa Senayan Arcadia,  Semanggi, kehujanan di Indosat trus hajar bleh,  di Kota Tua makan bakmi Jawa kuah,  balik ke Arcadia.

image

image

image

Saya berangkat dari rumah jam 6:40 trus ke Arcadia join temen2 trus tancap Kota Tua,  balik rumah lagi …10:45. Total 44 KM.

Read Full Post »

image

Hari Jumat kemarin saya janjian bertemu dengan seorang sahabat yang datang dari Aceh di Starbucks Pasaraya. Saya kaget,  ternyata sekarang sudah ada parkir sepeda di sekitar gerai kopi ini. Meski telat dan pernah saya tulis di blog ini,  hal ini merupakan kabar baik bagi saya. Dulu saya pernah parkir di seputar sini diusir sama Satpsm yang galak banget. Masjidnya juga arogan karena gak boleh belajar Quran di perpustakaannya. Saya sempat protes juga via email dan blog ini namun tak ditanggapi.

Nah …dengan adanya parkir khusus sepeda ini maka saya punya tempat baru buat jsnjian ketemu sama klien …. apalagi lokasi parkirnya di dekat lobby.

Bravo Pasaraya Blok M!!!!

Salam

Read Full Post »

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Ini sekedar curcol saja terkait dengan manajemen masjid. Ini juga dipicu oleh kejadian sebelum Maghrib, tepatnya sekitar sepuluh menit sebelum masjid dimana masjid di sebelah rumah saya mengumandangkan shalawat yang dilantunkan anak-anak dengan suara super duper keras hingga memekakkan telinga. Tulisan ini bukan ditujukan untuk mengomentari masalah shalawat karena memang bershalawat itu sesuai dengan anjuran hadits dan shahih. Namun bagaimana bila shalawat ini dilakukan dengan pengeras suara (TOA) volume keras sehingga memekakkan telinga? Apakah ini masih ada contohnya dari Rasul? Sepertinya tidak …

Hari ini memang saya berada di rumah sejak pukul 16:30 sehingga sekitar setengah jam sebelum waktu Maghrib saya sudah mendengar suara bertalu-talu dari masjid di kejauhan secara bersahutan melantunkan murathal. Meski tak mengganggu karena jaraknya relatif jauh namun suaranya terdengar jelas dari rumah saya. Cilakanya, sepuluh menit sebelum Maghrib, masjid Nurul Ikhlas di sebelah saya juga melantunkan shalawat dengan volume yang sungguh memekakkan telinga. Sebenarnya saya sudah menyampaikan kepada pengurus masjid beberapa kali namun pada prakteknya belum ada perubahan signifikan. Ini tentunya dipicu dengan adanya masjid baru di sekitar jarak tak kurang dari 1 KM dari lokasi masjid Nurul Ikhlas. Masjid baru tersebut konon kekurangan jamaah. Untuk itu mereka mengumandangkan murathal dan juga shalawat dengan suara loudspeaker yang keras sehingga menyebabkan suara berisik. Parahnya lagi masjid Nurul Ikhlas juga mengikuti jejak keras-kerasan suara. Ada beberapa catatan terkait hal ini:

  1. Shalawatan di sekitar waktu shalat wajib belum ada dalilnya yang shahih; yang jelas memang tak ada contohnya.
  2. Menggunakan pengeras suara dengan tujuan syiar Islam tentu tak salah. Namun bila ini dilakukan terlalu sering dan dengan volume yang keras, pada akhirnya justru mengganggu aktivitas sekitar. Pada saat seperti ini praktis saya tak bisa menerima telpon karena berisiknya suara TOA.
  3. Bagi non-muslim tentu ini lebih mengganggu lagi karena mereka tak mengerti arti dari shlawat atau murathal yang dimainkan. Kerasnya suara justru malah membuat penciptaan image yang kurang baik tentang Islam. Bisa jadi mereka sebenarnya protes, terlepas dari konten nya, namun karena merasa minoritas, mereka tak bisa berbuat banyak.
  4. Menggunakan anak kecil akan juga mempengaruhi dampak seolah Islam ini adalah main-main atau masjid sebagai tempat suci bisa berubah kesan menjadi tempat “bermain” bagi anak-anak karena banyak anak yang becanda juga saat melantunkan shalawat. Belum lagi apa-apa yang diucapkan anak-anak ini tak ada pola dan konsepnya, sebunyinya dan yang teringat di kepala masing-masing anak.
  5. Mendidik anak agar rajin mengunjungi mesjid dengan membebaskan mereka menggunakan mimbar melalui pengeras suara bukan merupakan cara yang mendidik karena anak malah justru berpikir karena ingin tereak-tereak di TOA sehingga didengar oleh teman lainnya atau ayah-ibunya. Jelas dalam jangka panjang ini bukan hal yang baik. Terbukti bahwa anak-anak yang melantunkan shalawat bahkan pulang tak ikut shalat karena mereka sudah berhasil menggunakan mikrofon untuk ekspresi jati dirinya.

Semoga ini menjadi pemikiran kita bersama.

Bagaimana menurut Anda?

Wassalamualaikum wr wb.

Read Full Post »

Older Posts »