Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Book Review’ Category

ALhamdulillah, akhirnya saya dapat juga buku ini di lapaknya bang Ican Blok M Square sebelum ikut kajian di lantai 7. Alasan utama mencari buku ini karena menyaksikan 4 serial youtube kajian ustadz Oemar Mita Lc. (youtube nya saya posting juga di blog ini – wajib ditonton dan dsimak, bagus sekali) yang menggunakan buku ini sebagai referensi. Ternyata memang buku ini padat namun penuh makna. Artinya setiap torehan kalimat yang ada perlu dicermati mendalam karena maknya begitu luas dan sekaligus dalam. tadi malam setelah traweh di ALatief saya membaca bagian awal buku ini dan saya sungguh terpesona dengan kandungannya. Ya tentu saja wong ini karya Ibnu Qayyim dan muridnya (Ibnu Rajab). Sebelum dikupas ada baiknya saya tulis dulu daftar isinya karena dengan melihat daftar isi tentu Anda segera mendapatkan gambaran kedahsyatan buku tipis ini.

Mukaddimah

  1. Ikhlas
  2. Niat
  3. Ilmu
  4. Hati
  5. Zuhud
  6. Nafsu
  7. Muhasabah (Introspeksi)
  8. Sabar
  9. Syukur
  10. Tawakkal
  11. Mencintai Allah
  12. Ridha
  13. Roja (Berpengharapan kepada Allah)
  14. Khauf (Takut kepada Allah)
  15. Dunia
  16. Taubat

Saya baru membaca sampai dengan bab 2 karena memang banyak yang perlu diresapi kalimat-kalimatnya. Misalnya dalam hal ikhlas, menarik sekali pembahasannya karena pada dasarnya konsep ikhlas ini tak mudah dijalankan. Bahkan bila seseorang merasa telah ikhlas maka justru dia perlu meningkatkan keikhlasan itu sendiri. Artinya, ikhlas adalah moving target dan selalu saja bergerak. Untuk itulah ikhlas sangat sulit dicapai karena memang harus bersih dari semua kotoran yang berbau duniawi. Tentu, hal terkait ikhlas dan niat ini harus saya baca berulang kali gar benar-benar meresap.

 

Read Full Post »

Masjid Jami Nurul Ikhlas, Kamis – 6 Ramadhan 1438 H (01/06/2017) oleh ustadz Nurdin Sidik

Rukun Shalat (ada 17 – tapi hari ini dibahas 3 saja)

  1. Berniat melaksanakan shalat dalam hati dan orang yang sedang shalat agar menyatakan shalat yang mempunyai sebab, berniat kefardhuan dalam melaksanakan shalat fardhu.
  2. Berkata dengan sekiranya dirinya mendengarkan, seperti halnya rukun yang sebangsa ucapan yaitu kalimat ALLAHU AKBAR.
  3. Berdiri di dalam shalat fardhu bagi yang mampu.

Pembahasan 1:

Niat diucapkan dalam hati pada saat berbarengan dengan pengucapan ALLAHU AKBAR dengan menyebut “Saya berniat shalat Subuh 2 rakaat karena Allah Taala”. Yang paling afdol bila pengucapan dalam hati dibarengi dengan takbiratul ihram. Namun boleh sebelumnya atau sesudahnya asalkan tak terlalu lama.
Rukun kauli shalat: ALLAHU AKBAR – SAMIALLAHULIMAN HAMIDAH (atau ROBBANA WALAKAL HAMDU  bagi makmum) dan ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. Rukun kauli diucapkan sekeras yang bisa didengarkan oleh dirinya sendiri dan tidak boleh melebihi suara imam atau tetangga sebelahnya. Sedangkan mengucapkan Aamiin merupakan HAK makmum terhadap imam, makanya boleh lebih keras dari imam.

Penjelasan 2:

Rukun kauli yang tak boleh disuarakan keras apalagi melebihi suara imam.

Penjelasan 3:

Boleh duduk tapi duduknya yang bagus bukan pada bangku namun duduk seperti tasyadud awal. Kalau tidak kuat boleh tidur.
Menggunakan bangku adalah sebuah qiyas dari kata “duduk” namun bukan seperti yang dimaksud Rasul.

Pertanyaan:

  1. (lupa apa yang ditanyakan – padahal bagus pertanyaannya)
  2. Bagaimana dengan basmalah yang merupakan awal dari semua kegiatan? Jawab: Boleh namun bukan rukun. Basmalah akan digunakan juga pada saat AL Fatihah.

Wallahu’alam

 

Read Full Post »

Read Full Post »

Dijèjèr gini agar memaksa-diri untuk baca buku-buku hasil sidak Islamic Book Fair 2017. Semuanya buku bagus.  Yang merangsang saya untuk segera baca justru karya Ibnu Taimiyah “Wali Allah versus Wali Setan”. Wuih!  Kemecer buat membacanya.  Ntar,  mau selesaiin kerjaan PR dulu buat siap2 membacanya sambil nenggak kopi seduan istri tercinta.  

Memang,  buat memulai PDCA cycle to Improve Taqwa harus dimulai dengan MEMBACA. Yuk,  kita biasakan (baca: paksakan) diri buat membaca yuk.  Kapan lagi memperkuat iman kalau gak mulai dari baca.  Bukankah ayat pertama yang diturunkan ke nabi Muhammad dimulai dengan BACALAH! 

Iqro. 

Read Full Post »

Panduan agar hidup mengikuti Quran dan Hadits…  Subhanallah… Banyak sekali hal-hal yang sepertinya biasa namun tergolong dosa besar (ada ancamannya masuk neraka) termasuk murkanya Allah Taala bagi yang suka berdebat tanpa ilmu.  Dan … banyak sekali cabang iman yang kita wajib tahu dan mengamalkannya. Dua buku ini, sungguh membuat hati tertegun….
Maka…  Bacalah!

76 DOSA BESAR:

1. Syirik (menyekutukan Allah)
2. Membunuh
3. Sihir
4. Meninggalkan shalat
5. Tidak membayar zakat
6. Durhaka kepada orang tua
7. Memakan riba
8. Memakan harta anak yatim secara zalim
9. Dusta atas nama Nabi -shalallahu ‘alaihi wasallam-
10. Tidak berpuasa pada bulan Ramadhan tanpa ‘udzur dan tanpa rukhshah
11. Melarikan diri dari pertempuran
12. Sebagian zina lebih besar dosanya daripada sebagian lainnya
13. Pemimpin yang berkhianat, zalim, dan bengis kepada rakyatnya
14. Minum khamr walaupun tidak sampai mabuk
15. Sombong, bangga diri, angkuh, ujub, dan congkak
16. Kesaksian palsu
17. Homo seksual
18. Menuduh wanita baik2 melakukan zina
19. Berkhianat mengambil harta ghanimah, baitul mal, dan zakat
20. Berbuat zalim dengan mengambil harta orang lain secara bathil
21. Mencuri
22. Merampok di jalanan
23. Sumpah dusta
24. Gemar berkata bohong
25. Bunuh diri
26. Hakim yang jahat
27. Membiarkan perbuatan keji pada istrinya
28. Perempuan menyerupai laki2 dan laki2 menyerupai perempuan
29. Al-muhallil (orang yang menikahi seorang perempuan yang ditalak tiga oleh suami sebelumnya, dia menikahinya bukan untuk membina rumah tangga, tapi untuk dia ceraikan kembali stl menggaulinya, agar suami pertamanya tersebut halal untuk menikahinya kembali) dan al-muhallal lahu (suami sebelumnya yang nikah tahlil dilakukan untuknya, agar dia dapat kembali menikahi istrinya yang tlh diceraikannya dengan talak tiga tersebut)
30. Memakan bangkai, darah, dan daging babi
31. Tidak bersuci dari buang air kecil padahal itu adl syiar kaum Nasrani
32. Melakukan pungutan liar
33. Riya’ termasuk bentuk kemunafikan
34. Berkhianat
35. Menuntut ilmu (hnya) untuk dunia dan menyembunyikan ilmu
36. Menyebut2 kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain
37. Mendustakan qadar
38. Menguping omongan rahasia orang lain
39. Melaknat
40. Mengkhianati pemimpin dan lainnya
41. Membenarkan dukun dan ahli nujum
42. Pembangkangan istri kepada suaminya
43. Memutuskan silaturahim (dengan kerabat dekat)
44. Menggambar (makhluk hidup) di pakaian, dinding, adan semacamnya
45. Mengadu domba
46. Meratapi dan menampar pipi (saat musibah kematian menimpa)
47. Menghina nasab
48. Perbuatan melampaui batas (berbuat kerusakan)
49. Memberontak dengan senjata dan mengafirkan karena dosa-dosa besar
50. Menyakiti kaum muslimin dan mencaci mereka
51. Menyakiti para kekasih Allah dan memusuhi mereka
52. Menjulurkan pakaian melebihi mata kaki sebagai bentuk keangkuhan dan semacamnya
53. Memakai kain sutera dan emas bagi laki2
54. Budak yang melarikan diri (dari tuannya) dan semisalnya
55. Menyembelih untuk selain Allah seperti mengatakan, “Dengan nama Tuanku Syaikh”
56. Merubah patok2 tanah
57. Mencela para tokoh shahabat -radhiyallahu ‘anhum-
58. Mencela kaum Anshar scr umum
59. Mengajak kkepada kesesatan dan memberikan contoh jalan hidup yang buruk
60. Perempuan yang menyambung rambut, merenggangkan gigi, dan bertato
61. Orang yang menunjuk saudaranya (sesama muslim) dengan sebatang besi
62. Orang yang mengklaim (penisbatan dirinya) kepada selain bapaknya
63. Thiyarah (merasa pesimis karena burung dan semacamnya)
64. Minum menggunakan wadah emas dan perak
65. Jidal (debat), berbantah2an, dan bertengkar
66. Mengebiri hamba sahaya atau memotong hidungnya atau menyiksanya secara dzalim dan semena-mena
67. Mencurangi timbangan dan takaran (dalam jual-beli)
68. Merasa aman dari makar (pembalasan) Allah
69. Putus asa dari rahmat Allah
70. Mengingkari kebaikan orang lain kepadanya
71. Menahan kelebihan air
72. Mencap wajah hewan ternak dengan besi panas
73. Berjudi
74. Berbuat kekufuran (kedzaliman) di daerah haram
75. Meninggalkan shalat Jumat agar shalat sendirian
76. Memata-matai kaum muslimin dan menyebarkan aib mereka

77 Cabang Iman
Dipublikasi pada 18 Januari 2010 oleh Abu Alkayyis
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Iman itu memiliki tujuh puluh cabang (riwayat lain tujuh puluh tujuh cabang) dan yang paling utama ialah Laa ilaaha illa Allah, dan yang terendah ialah mebuang duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Ashhabus Sittah).

Banyak ahli hadits yang menulis risalah mengenai cabang iman di antaranya ialah : Abu Abdillah Halimi rah a dalam Fawaidul Minhaj, Imam Baihaqi rah a dalam Syu’bul Iman, Syaikh Abdul Jalil rah a dalam Syu’bul Iman, Ishaq bin Qurthubi rah a dalam An Nashaih, dan Imam Abu Hatim rah a dalam Washful Iman wa Syu’buhu.

Para pensyarah kitab Bukhari rah a menjelaskan serta mengumpulkan ringkasan masalah ini dalam kitab-kitab tersebut. Walhasil pada hakikatnya iman yang sempurna itu mempunyai 3 (tiga) bagian :

Tashdiq bil Qalbi, yaitu meyakini dengan hati,
Iqrar bil Lisan, mengucapkan dengan lisan, dan
Amal bil Arkan, mengamalkan dengan anggota badan.
Cabang iman terbagi lagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu yang berhubungan dengan :

1) Niat, aqidah, dan amalan hati;

2) Lidah; dan

3) Seluruh anggota tubuh.
Yang Berhubungan dengan Niat, Aqidah, dan Hati
1) Beriman kepada Allah, kepada Dzat-Nya, dan segala sifat-Nya, meyakini bahwa Allah adalah Maha Suci, Esa, dan tiada bandingan serta perumpamaannya.

2) Selain Allah semuanya adalah ciptaan-Nya. Dialah yang Esa.

3) Beriman kepada para malaikat.

4) Beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul-Nya.

5) Beriman kepada para Rasul.

6) Beriman kepada takdir yang baik maupun buruk, bahwa semua itu dating dari Allah.

7) Beriman kepada hari Kiamat, termasuk siksa dan pertanyaan di dalam kubur, kehidupan setelah mati, hisab, penimbangan amal, dan menyeberangi shirat.

8) Meyakini akan adanya Syurga dan Insya Allah semua mukmin akan memasukinya.

9) Meyakini neraka dan siksanya yang sangat pedih untuk selamanya.

10) Mencintai ALLAH

11) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah termasuk mencintai para sahabat, khususnya Muhajirin dan Anshar, juga keluarga Nabi Muhammad saw dan keturunannya.

12) Mencintai Rasulullah saw, termasuk siapa saja yang memuliakan beliau, bershalawat atasnya, dan mengikuti sunnahnya.

13) Ikhlash, tidak riya dalam beramal dan menjauhi nifaq.

14) Bertaubat, menyesali dosa-dosanya dalam hati disertai janji tidak akan mengulanginya lagi.

15) Takut kepada Allah.

16) Selalu mengharap Rahmat Allah.

17) Tidak berputus asa dari Rahmat Allah.

18) Syukur.

19) Menunaikan amanah.

20) Sabar.

21) Tawadhu dan menghormati yang lebih tua.

22) Kasih saying, termasuk mencintai anak-anak kecil.

23) Menerima dan ridha dengan apa yang telah ditakdirkan.

24) Tawakkal.

25) Meninggalkan sifat takabbur dan membanggakan diri, termasuk menundukkan hawa nafsu.

26) Tidak dengki dan iri hati.

27) Rasa malu.

28) Tidak menjadi pemarah.

29) Tidak menipu, termasuk tidak berburuk sangka dan tidak merencanakan keburukan atau maker kepada siapapun.

30) Mengeluarkan segala cinta dunia dari hati, termasuk cinta harta dan pangkat.

2. Yang Berhubungan dengan Lidah

31) Membaca kalimat Thayyibah.

32) Membaca Al Quran yang suci.

33) Menuntut ilmu.

34) Mengajarkan ilmu.

35) Berdoa.

36) Dzikrullah, termasuk istighfar.

37) Menghindari bicara sia-sia.

3. Yang berhubungan dengan Anggota Tubuh

38) Bersuci. Termasuk kesucian badan, pakaian, dan tempat tinggal.

39) Menjaga shalat. Termasuk shalat fardhu, sunnah, dan qadha’.

40) Bersedekah. Termasuk zakat fitrah, zakat harta, member makan, memuliakan tamu, serta membebaskan hamba sahaya.

41) Berpuasa, wajib maupun sunnah.

42) Haji, fardhu maupun sunnah.

43) Beriktikaf, termasuk mencari lailatul qadar di dalamnya.

44) Menjaga agama dan meninggalkan rumah untuk berhijrah sementara waktu.

45) Menyempurnakan nazar.

46) Menyempurnakan sumpah.

47) Menyempurnakan kifarah.

48) Menutup aurat ketika shalat dan di luar shalat.

49) Berkorban hewan, termasuk memperhatikan hewan korban yang akan disembelih dan menjaganya dengan baik.

50) Mengurus jenazah.

51) Menunaikan utang.

52) Meluruskan mu’amalah dan meninggalkan riba.

53) Bersaksi benar dan jujur, tidak menutupi kebenaran.

54) Menikah untuk menghindari perbuatan keji dan haram.

55) Menunaikan hak keluarga dan sanak kerabat, serta menunaikan hak hamba sahaya.

56) Berbakti dan menunaikan hak orang tua.

57) Mendidikan anak-anak dengan tarbiyah yang baik.

58) Menjaga silaturrahmi.

59) Taat kepada orang tua atau yang dituakan dalam agama.

60) Menegakkan pemerintahan yang adil

61) Mendukung jemaah yang bergerak di dalam kebenaran.

62) Mentaati hakim (pemerintah) dengan syarat tidak melanggar syariat.

63) Memperbaiki mu’amalah dengan sesama.

64) Membantu orang lain dalam kebaikan.

65) Amar makruh Nahi Mungkar.

66) Menegakkan hukum Islam.

67) Berjihad, termasuk menjaga perbatasan.

68) Menunaikan amanah, termasuk mengeluarkan 1/5 harta rampasan perang.

69) Memberi dan membayar utang.

70) Memberikan hak tetangga dan memuliakannya.

71) Mencari harta dengan cara yang halal.

72) Menyumbangkan harta pada tempatnya, termasuk menghindari sifat boros dan kikir.

73) Memberi dan menjawab salam.

74) Mendoakan orang yang bersin.

75) Menghindari perbuatan yang merugikan dan menyusahkan orang lain.

76) Menghindari permainan dan senda gurau.

77) Menjauhkan benda-benda yang mengganggu di jalan.

Read Full Post »

Berjuta juta penduduk dunia

yang menyatakan dirinya beragamapun

tanpa sengaja melupakan-Nya

termasuk orang orang

yang merasa dirinya Islam

ternyata juga tidak melakukan 

pembelaan untuk Dia

Siapakah yang dibelanya?

Ada yang sibuk membela status sosialnya

Ada yang sibuk membela kekuasaannya

Ada yang sibuk membela investasinya

Ada yang sibuk membela partai politiknya

Ada yang sibuk membela organisasi massanya

Ada yang sibuk membela madzab pemikirannya

Ada yang sibuk membela ‘agamanya’

Tapi tidak membela Tuhannya

‘Agama’ telah menjadi berhala

dalam jiwanya

Rupanya dia lupa

bahwa agama hanyalah ‘jalan’

untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya

Read Full Post »

Inspiring book.

Read Full Post »

Older Posts »