Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Book Review’ Category

Judul Asli:

A’lam As-Sunnah Al-Mansyurah karya Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami. Tahqiq: Ahmad bin Ali Alusi Madhkhali

Ihwal akidah yang merupakan hal paling mendasar dalam Islam dibahas tuntas di dalam buku ini dengan metode penulisan berupa tanya-jawab.  Ada 223 pertanyaan terkait akidah dibahas tuntas dalam buku ini. Bila semuanya kita jalani,  insya Allah selamat dunia dan akhirat.
Sebab saya beli buku ini dulu sekitar akhir th 2016 karena ada kajian di masjid Nurul Iman Blok M Square yang menggunakan buku ini sebagai acuan.  Sayangnya,  setelah itu pematerinya tak pernah lagi ada jadwal di situ.  Beberapa pekan lalu saya mengunjungi situs Radio Rodja dan senang sekali menjumpai rekaman audio sebanyak 20 set yg ternyata membahas kitab keren ini dari awal hingga tuntas.  Dibedah oleh ustadz Abu Yahya Badrusalam selama bulan Ramadhan 1438 H.  Wah kerrren banget kajiannya.  Pokoknya tuntas beluntaz lah.  Merasuk sukma. Senang sekali buku ini saya buka lagi sambil nyimak kajiannya via rekaman audio.
So pasti sambil ngopi lah.  Apa lagi coba?  Kata ustadz Khalid Basalamah belajar ilmu itu harus diperlakukan sebagai hiburan.  Lha,  hiburan mana yang bisa nunjek ulu ati selain ngopi,  gowes dan baca buku?!!!

Bagi yang menginginkan kajian lengkap ustadz Abu Yahya Badrusalam terkait kitab ini,  silakan ke situs Radio Rodja.  Ada 20 set rekaman audio kajian ini bisa download gratis. Sayang audio yang ke 4 tak bisa di download. 

Advertisements

Read Full Post »

Tadi malam saya membaca buku yang saya peroleh atas kebaikan sahabat saya Irwan Setiawan bulan lalu. Maasya Allah…  Buku kecil ini ternyata kandungannya mantab jaya dan tak kuasa saya untuk melewati halaman demi halaman mulai dari Mukaddimah,  Daftar Isi,  Pengantar Penerbit dan menjelajahi bab demi bab sampai akhirnya mencapai halam 60, atau tepatnya setelah amalan ke 9. Wuih!  Keren dah pokoknya ini buku.  Bahasanya juga sederhana dan to the point didasari dengan dalil-dalil. Rasanya musti tuntas bacanya karena sayang banget kalau hanya sampai amalan ke 9 dari total 30 amalan.  

Coba,  nikmat mana yang layak kita dustakan ya,  lha wong kalau mau 30 amalan ini semuanya bisa kok kita amalkan.  Kenapa perlu mengamalkan?  Karena amalan ini bisa menjadi penyebab datangnya rahmat Allah Azza wa Jalla.  Ingat,  syarat mutlak masuk surga adalah karena rahmat Allah.  Mosok sih gak mau mengerjakan amalan2 ini?! Ya kalau gak bisa semuanya , beberapa ajalah.  Keren dah buku ini! Kecuali gak mau masuk surga ya. 

Seperti kita pahami semua bahwa jalan dan cara untuk memperoleh rahmat Allah sangatlah banyak, hampir-hampir tidak mungkin untuk menghimpunnya dikarenakan luasnya rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Penulis merangkum berbagai poin terpenting dalam memperoleh rahmat Allah dalam buku ini disertai dalil-dalil dan penjelasannya yang menarik. Yang terpenting diantaranya yaitu menaati Allah dan Rasul-Nya, berbuat ihsan, berinfak di jalan Allah dan lain sebagainya.

Penulis juga membawakan berbagai keutamaan berbagai amalan ringan lainnya seperti menjenguk orang sakit, duduk di masjid, mencukur rambut dalam manasik dan lain sebagainya, yang didalamnya terdapat unsur meraih rahmat Allah bagi orang yang ikhlas karena-Nya dan mengikuti Nabi-Nya dalam mengerjakannya.

Udah,  pokoknya baca aja buku ini dan amalkan.  Insya Allah bermanfaat. 

Wallahua’lam

Read Full Post »

buku-syarah-77-cabang-iman

An Nisa 136:

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

Al Baqarah 285:

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Hadits:

Iman itu adalah hendaknya kalian beriman kepada Allah, malaikat-maikatNya, Kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Dari buku, footnote #8 halaman 8:

Beriman kepada Kitab-kitab adalah membenarkan bahwa Allah mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi-Nya sebagai undang-undang dan sesuai pada setiap umat untuk berhukum dengannya. Segalanya berguna, berbagai nasehat dan yang selainnya yang akan menjaga kelangsungan hidup mereka dan mengangkatnya kepada kehidupan yang lebih maju serta modern.

Kitab-kitab Allah ini terbagi menjadi beberapa macam:

  • diantaranya tercatat di berbagai lembaran
  • terdengar dari belakang hijab
  • terdengar dari malaikat yang menyamar, atau
  • melalaui ilham yang tidak bisa didengar orang lain.

Semua ini adalah wahyu dari Allah yang mencakup berbagai hukum, pemberitahuan dan petunjuk.

Meyakini bahwa Al Quran adalah Kalamullah Subhanahu Wa Taala, bukan makhluk; tertulis  di dalam mushaf-mushaf kita, terjaga di dalam hati, dan yang dibaca.

Sebagian ulama mengatakan Kitab-kitab yang diturunkan Allah Taala berjumlah 104 (seratus empat) kitab:

  • 50 Kitab diturunkan kepada Nabi Syits Alaihissalam
  • 30 Kitab diturunkan kepada Nabi Idris Alaihissalam
  • 10 Kitab diturunkan kepada Nabi Adam Alaihissalam
  • 10 Kitab diturunkan kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam
  • Taurat diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam
  • Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud Alaihissalam
  • Injil diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam
  • Al-Furqan diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam

 

Read Full Post »

buku-syarah-77-cabang-iman

Al Baqarah 285:

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Hadits:

Iman itu adalah hendaknya kalian beriman kepada Allah, malaikat-maikatNya, Kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Malikat tidak mendurjhakai Allah. Halikat malaikat adalah makhluk yang tercipta dari cahaya yang halus yang terpelihara dari kejahatan nafsu dan kesesatan nafsu hewani, diberi kemampuan berubah bentuk, dan jauh dari sifat membangkang.

Mereka banyak dan terbagi dalam tugas masing-masing: meniupkan angin, memikul Arsy, mencabut nyawa dlsb seperti disebutkan dalam Al Quran.

 

Read Full Post »

Al Baqarah 285:

buku-syarah-77-cabang-iman

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

Hadits:

Iman itu adalah hendaknya kalian beriman kepada Allah, malaikat-maikatNya, Kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Dari buku, footnote #6:

Beriman kepada rasul-rasul Allah Ta’ala adalah membenarkan dengan sepenuh hati apa yang mereka bawa, menyampaikan dan mengamalkan apa yang telah diturunkan kepadanya, menunaikan risalah kenabian mereka dengan sebaik-baiknya.

Meyakini bahawa mereka terpelihara dari dosa besar maupun kecil, disengaja maupun tidak. Kalau para rasul khilaf, Allah akan menegurnya kembali kepada jalan kebenaran.

Mereka diutus untuk menunjuki semua makhluk dan menyempurnakan kehidupan dunia dan akhirat mereka. Diberi mukjizat yang menunjukkan kebenaran kenabiannya. Wajib bagi kita untuk memuliakan, mengagungkan, dan tidak membeda-medakan antara satu dan lainnya sebagaimana yang diinformasikan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Nabi adalah manusia biasa yang diberi wahyu syariat Allah Azza Wa Jalla untuk direalisasikan. Adapun rasul adalam manusia biasa yang diberi wahyu oleh Allah Ta’ala yang mengandung syariat dan diperintahkan untuk disampaiakan kepada manusia.

 

 

 

Read Full Post »

ALhamdulillah, akhirnya saya dapat juga buku ini di lapaknya bang Ican Blok M Square sebelum ikut kajian di lantai 7. Alasan utama mencari buku ini karena menyaksikan 4 serial youtube kajian ustadz Oemar Mita Lc. (youtube nya saya posting juga di blog ini – wajib ditonton dan dsimak, bagus sekali) yang menggunakan buku ini sebagai referensi. Ternyata memang buku ini padat namun penuh makna. Artinya setiap torehan kalimat yang ada perlu dicermati mendalam karena maknya begitu luas dan sekaligus dalam. tadi malam setelah traweh di ALatief saya membaca bagian awal buku ini dan saya sungguh terpesona dengan kandungannya. Ya tentu saja wong ini karya Ibnu Qayyim dan muridnya (Ibnu Rajab). Sebelum dikupas ada baiknya saya tulis dulu daftar isinya karena dengan melihat daftar isi tentu Anda segera mendapatkan gambaran kedahsyatan buku tipis ini.

Mukaddimah

  1. Ikhlas
  2. Niat
  3. Ilmu
  4. Hati
  5. Zuhud
  6. Nafsu
  7. Muhasabah (Introspeksi)
  8. Sabar
  9. Syukur
  10. Tawakkal
  11. Mencintai Allah
  12. Ridha
  13. Roja (Berpengharapan kepada Allah)
  14. Khauf (Takut kepada Allah)
  15. Dunia
  16. Taubat

Saya baru membaca sampai dengan bab 2 karena memang banyak yang perlu diresapi kalimat-kalimatnya. Misalnya dalam hal ikhlas, menarik sekali pembahasannya karena pada dasarnya konsep ikhlas ini tak mudah dijalankan. Bahkan bila seseorang merasa telah ikhlas maka justru dia perlu meningkatkan keikhlasan itu sendiri. Artinya, ikhlas adalah moving target dan selalu saja bergerak. Untuk itulah ikhlas sangat sulit dicapai karena memang harus bersih dari semua kotoran yang berbau duniawi. Tentu, hal terkait ikhlas dan niat ini harus saya baca berulang kali gar benar-benar meresap.

 

Read Full Post »

Masjid Jami Nurul Ikhlas, Kamis – 6 Ramadhan 1438 H (01/06/2017) oleh ustadz Nurdin Sidik

Rukun Shalat (ada 17 – tapi hari ini dibahas 3 saja)

  1. Berniat melaksanakan shalat dalam hati dan orang yang sedang shalat agar menyatakan shalat yang mempunyai sebab, berniat kefardhuan dalam melaksanakan shalat fardhu.
  2. Berkata dengan sekiranya dirinya mendengarkan, seperti halnya rukun yang sebangsa ucapan yaitu kalimat ALLAHU AKBAR.
  3. Berdiri di dalam shalat fardhu bagi yang mampu.

Pembahasan 1:

Niat diucapkan dalam hati pada saat berbarengan dengan pengucapan ALLAHU AKBAR dengan menyebut “Saya berniat shalat Subuh 2 rakaat karena Allah Taala”. Yang paling afdol bila pengucapan dalam hati dibarengi dengan takbiratul ihram. Namun boleh sebelumnya atau sesudahnya asalkan tak terlalu lama.
Rukun kauli shalat: ALLAHU AKBAR – SAMIALLAHULIMAN HAMIDAH (atau ROBBANA WALAKAL HAMDU  bagi makmum) dan ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH. Rukun kauli diucapkan sekeras yang bisa didengarkan oleh dirinya sendiri dan tidak boleh melebihi suara imam atau tetangga sebelahnya. Sedangkan mengucapkan Aamiin merupakan HAK makmum terhadap imam, makanya boleh lebih keras dari imam.

Penjelasan 2:

Rukun kauli yang tak boleh disuarakan keras apalagi melebihi suara imam.

Penjelasan 3:

Boleh duduk tapi duduknya yang bagus bukan pada bangku namun duduk seperti tasyadud awal. Kalau tidak kuat boleh tidur.
Menggunakan bangku adalah sebuah qiyas dari kata “duduk” namun bukan seperti yang dimaksud Rasul.

Pertanyaan:

  1. (lupa apa yang ditanyakan – padahal bagus pertanyaannya)
  2. Bagaimana dengan basmalah yang merupakan awal dari semua kegiatan? Jawab: Boleh namun bukan rukun. Basmalah akan digunakan juga pada saat AL Fatihah.

Wallahu’alam

 

Read Full Post »

Older Posts »