Feeds:
Posts
Comments

Shalat BMW

Assalamualaikum wr wb.

Teman-teman sekalian, bersama ini saya mengajak teman-teman untuk bergabung di grup dalam Facebook yang bertajuk SHALAT BMW. Sebagai bentuk ketaatan kita sebagai hamba Allah swt, kita perlu amalkan semua perintahnya dimana salah satunya adalah shalat. Silakan baca deskripsi di bawah dan gabung di FB dengan klik : Shalat BMW.

Wass,

G

————

Assalamualaikum wr wb.

Pada suatu pertemuan, seorang teman bertanya “Apa kamu melakukan shalat selalu tepat waktu?”. Pertanyaan seperti ini sulit untuk dijawab langsung karena bisa menggali sedikit lubang buat setan dan iblis masuk membisikkan kata yang membuat kita riya (pamer). Yang saya lakukan adalah kembali bertanya:

T: “Di rumah punya pembantu?”
J: “Iya”
T: “Pernahkah memanggil pembantu tapi tidak segera datang?”
J: “Ya tentu pernah”
T: “Bagaimana rasanya?”
J: “Jengkel dan kuesel…!!! Lha wong kita sudah bayar gajinya selalu tepat waktu dan setiap tahun ada kenaikan gaji kok hanya dipanggil saja tidak mau datang segera!”

Itulah kira-kira analoginya yang sederhana dalam kaitan hubungan kita dengan sesama manusia. Memang sang majikan yang memanggil merasa memiliki KUASA terhadap pembantu yang digajinya sehingga merasa kesal ketika tidak segera merespons ketika dipanggil.

Bagaimana bila kita dipanggil Allah SWT?

Tiap hari kita mendengar sekurangnya lima kali adzan yang dikumandangkan dari masjid yang bertebar begitu banyak di negeri kita tercinta ini. Bagaimanakah respons kita terhadap adzan itu?

- Ntar aja masih di jalan, waktu masih panjang kok buat Zhuhur
- Tanggung nih pekerjaan lagi numpuk, ntar ajalah
- Allah kan maha pemurah, shalat nanti aja gak pa pa …
- Makan siang dulu, kalau shalat sekarang kan lapar, ntar shalatnya gak khusyu…
- dan lain lain alasan …

Untuk itulah maka grup ini dibuat untuk menyemangati agar kita semua menyegerakan shalat di awal waktu. Allah tidak serta merta murka kalau kita menunda shalat, namun bukankah kita sebaiknya tahu diri bahwa kita ini hanya makhluk kecil yang lemah di hadapan Allah swt? Sedangkan antara majikan dan pembantu saja marah kalau tidak responsif. Padahal majikan tidak bisa menciptakan seorang pembantu, sedangkan Allah adalah sumber dari segala penciptaan di jagad raya ini.

Sebetulnya tidak hanya di awal waktu namun juga berjamaah dan khusus buat kaum Adam dilaksanakannya di masjid. Untuk itu, seorang kerabat dekat saya: Rizal B Prasetijo membuat singkatan yang bagus untuk ini: BMW.

B = Berjamaah
M = dilakukan di Masjid
W = pada awal Waktu setelah adzan

Saya bukan ustadz namun saya ingin sekali menjadi orang yang benar-benar beriman dan benar-benar bertakwa, makanya saya usulkan membuat grup ini supaya kita bisa saling berbagi dan mengingatkan, sekaligus menyemangati buat shalat BMW.

Mengenai dalil-dalil tentang keutamaan shalat, silakan teman-teman berbagi di grup ini.

Mari kita biasakan shalat BMW sebagai kebutuhan hidup.

Semoga Allah swt merahmati langkah kita ini. Amin.

Wass,
G

Dari status FB terjadilah diskusi ini:

Gatot Widayanto

Majelis ta’lim malam tadi membahas An Nahl ayat 72 sd 75. Betapa dalam makna yg terkandung terutama dlm hal ijin Allah dlm beristri lebih dari satu. Bnyk yg menekankan aspek “2, 3 atau 4″nya tapi jarang yg menekankan aspek “adil” nya dan bila tak bisa maka nikahilah 1 saja. Ada gak sih manusia yg adil?

Mareta Nilamsari likes this.
Gatot Widayanto

Gatot Widayanto

Maaf, di ta’lim tadi juga dibahas surah An Nisa soalnya terkait …
Yesterday at 8:30pm · Delete
Surjorimba Suroto

Surjorimba Suroto

bahkan banyak yg tidak berusaha mencari tahu latar belakang peristiwa setiap pernikahan Rasulallah. Ada yg karena politik, melindungi janda sahabat yg syahid, perintah Allah SWT, dll. Bukan spt kebanyakan orang hari ini yg biasanya karena nafsu syahwat.
Yesterday at 8:31pm · Delete
Yanwar Baharin A

Yanwar Baharin A

Keadilan buat manusia itu sifatnya relatif, sesuai dengan kaidah hukum bahwa “Keadilan Untuk Seseorang adalah Ketidak adilan untuk Orang Lain”. Jadi Keadilan yang mutlak adalah hanya milikNya..
Yesterday at 8:36pm · Delete
Baney Birowo

Baney Birowo

Kalau ada manusia yg bisa merasa adil,bukankah itu namanya “sombong?”.Krn yang bisa menilai adil atau tidaknya kita hanya Allah SWT&sesungguhnya keadilan yg hakiki adalah hanya milik Allah SWT.
Yesterday at 8:49pm · Delete
Anto Sulistianto

Anto Sulistianto

mohon maaf, tp koq Surat An-Nahl 72 sd 75 itu nggak ada bicara masalah adil yaa…?
Yesterday at 8:59pm · Delete
Gatot Widayanto

Gatot Widayanto

Betul pak Anto di An Nahl tdk dibahas masalah adil. Tapi ustadz tadi mengkaitkan dg An Nisa ayat 3. Wass, G
Yesterday at 9:13pm · Delete
Haris Fauzi

Haris Fauzi

saya setuju bro suryo….latar belakangnya…. kalo memang tulus, harusnya yang dinikah itu adalah janda terlantar…bukan milih kembang kampung…bukankah begitu ?
Yesterday at 10:06pm · Delete
Hastu Wicaksono

Hastu Wicaksono

hihi…. sy keinget ucapan polos ibu sy pas lebaran kmaren dpt undangan resepsi pernikahan ustadz lebhi dr 1 .. katanya, klo jaman dulu sultan ato kepala daerah ato ahli warisnya yg bisa punya istri 2,3,4… klo jaman skarang yg boleh beristri lebih dari 1 kalo nggak ustad ya ahli agama…

Sy pikir2, kayak2nya sih presiden, gubernur, dst jaman skarang emang ga ada or jarang banget yg dikabarkan punya istri lebih dr 1 ya…

Yesterday at 11:35pm · Delete
Ari Purnomo

Ari Purnomo

Ibadah itu ukurannya niat. Begitu juga dengan menikah lebih dari 1, yang termasuk ibadah. Ukuran adil-nya adalah niat, bukan hitungan matematis.
19 hours ago · Delete

An-Nahl 72-75

Assalamualaikum wr wb

Tulisan ini adalah ringkasan dari majelis ta’lim ba’da maghrib.

Ustadz yg memimpin majelis ta’lim tadi malam (3 oktober 2009) menekankan bahwa pada dasarnya pasangan suami istri telah diikat kuat oleh Allah swt dalam suatu pernikahan. Dalam pernikahan tak boleh main-main, apalagi mudah berpikir untuk bercerai. Keyakin orang Kristen untuk tidak bisa cerai itu sebenarnya bagus dalam hal semangat menyatukan pasangan suami-istri. Di dalam agama Islam, perceraian itu halal tapi dibenci Allah.

Allah swt itu sangat mengerti kebutuhan manusia dimana kaum adam punya syahwat yg lebih besar dibandingkan hawa. Kaum Adm tak kenal usia bahkan ada yg berusia 80 tahun menikah lagi dengan wanita berusia 25 tahun. Allah melaknat perbuatan serong yaitu berzina dengan selain pasangan suami-istri.

Beristri lebih dari satu memang diijinkan oleh Allah swt dengan syarat harus berlaku adil.  Kalau tidak bisa adil ya jangan beristri banyak karena tidak boleh sampai ada istri yang diperlakukan tidak adil.

Nabi sendiri menganjurkan menikahi wanita yang bisa melahirkan banyak anak. Namun itu dulu pada saat Islam baru berkembang. Sedangkan jaman sekarang kita perlu pembatasan karena pertumbuhan penduduk dunia yang begitu cepat.

Bila belakangan ini Allah swt memberikan banyak cobaan melalui bencana alam itu disebabkan karena di dunia ini banyak orang  yang kufur: pembunuhan semakin merajalela, riba sudah menjadi sesuatu yang wajar melalui kredit mobil, motor, rumah dan sebagainya. Padahal Rasul
mengatakan hukuman bagi orang yang melakukan riba adalah setara dgn ber zina dengan ibu kandungnya. Di akhirat  nantinya ia berjalan seperti orang mabuk. Zina adalah dosa besar ranking ke 3.

Banyak orang kufur terhadap nikmat Allah swt. Hujan itu rejeki. Namun, bersyukurkah kita? Makanya Allah memberi peringatan melalui bencana2 yg ada ini. Sampai sekarang masih ada yg belum percaya Allah itu ada.

Wass,
G

Hari Duka

http://mail.google.com/mail/?ui=2&ik=9808c9f14c&view=att&th=1240de5585af7a6e&attid=0.1&disp=inline&zw

Innalilahi wa inna ilaihi roji’un….

Gempa yang melanda saudara-saudara kita di SumBar kemarin (30 September 2009) sungguh sangat memprihatinkan. saya hanya ikut merasakan betapa pedihnya penderitaan saudara-saudara kita. Jelas terlihat di televisi tadi malam bahwa pencarian korban dilakukaan pada saat hujan deras di malam hari sedangkan listrik mati, sehingga satu-satunya sumber penerangan hanyalah senter bertenaga baterai.

Kita doakan agar saudara-saudara kita tabah dan tawakkal menghadapi semua musibah yang merupakan ujian dari Allah SWT ini …Semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penderitaan saudara-saudara kita tak berlangsung lama. Amin ….

Wass,

G

Ibunda Ultah

Assalamualaikum wr wb.

Ibunda saya, Ny Hidayat, besok (30 September 2009) tepat berusia 85 tahun. Subhanallah! Ciptaan Allah memang terbukti tiada tandingannya. Coba bandingkan dengan ciptaan manusia secanggih apapun, mana ada yang tahan selama waktu ini? Ambil contoh saja mobil. Berapa lama sih mobil bisa bertahan? Apakah bisa sampai 20 tahun? Jangankan 20 tahun, mungkin dalam waktu 3 tahun saja sudah karatan meski sudah diberi anti-karat. Sedangkan organ tubuh ibu bisa dikatakan semuanya bekerja selama 85 tahun tanpa henti, kecuali pada saat beliau menjalankan ibadah puasa saja berhenti. Ibunda termasuk rajin menjalankan puasa meski sudah sekitar 3 tahun ini beliau tidak menjalankan ibadah puasa karena sudah sepuh. Coba bayangkan pompa mekanis buatan manusia, mana ada yang tahan selama 85 tahun? Sedangkan jantung ibu saya masih tak enggan memompa darah ke sekujur tubuhnya. Subhanallah! Allahu Akbar! Bahkan, berdasarkan pemeriksaan kesehatan jantung beberapa bulan yang lalu, jantung ibu disimpulkan: sehat! Alhamdulillah …Subhanallah!

Banyak suka-duka terjalin antara saya dengan ibunda. Bagaimana tidak, sejak ayah meninggal pada saat usia saya masih lima tahun, saya tinggal bersama ibu di rumah kami di Madiun selama tiga belas tahun, berarti delapan belas tahun saya selalu bersama ibu. Saya baru berpisah rumah dengan ibu ketika saya melanjutkan sekolah ke Bandung. Itupun dua tahun kemudian beliau hijrah ke Jakarta dengan alasan yang sederhana: supaya dekat dengan anak-anak. Saya memang anak bungsu dari empat bersaudara dan tiga kakak saya (semuanya laki2) tinggal di Jakarta. Jadi pada saat saya sekolah di Bandung, tiap bulan saya juga ke rumah ibu di Tebet. Apalagi kalau libur, saya pasti tinggal sama ibu lagi di Tebet.

Ibu termasuk pekerja keras yang konsisten dalam mendidik putra-putranya. Di hari tuanya saya berharap ibu bisa merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Saya sering merenung mengenai ibu mengingat kesempatan yang sekarang menjadi jarang buat bertemu. Saya memang selalu usahakan sedapat mungkin mampir ke Tebet, pagi hari sebelum bekerja. Apalagi mengingat bahwa saat ini beliau sudah tidak bisa berjalan tanpa bantuan tongkat. Ini disebabkan karena tepat empat bulan yang lalu (29 Mei 2009) ibu menjalani operasi penggantian bonggol pangkal paha karena retak dan harus diganti.

Saya sering menyesali diri saya mengapa tidak bisa berbuat lebih lagi untuk menyenangkan ibu saya. Beliau memang bisa dikatakan sangat jarang mengeluh dan tidak mau merepoti orang sehingga beliau memilih tinggal sendiri di Tebet ditemani seorang perawat. Pada saat lebaran kemarin saya benar-benar trenyuh melihat ibu menangis tersedu-sedu yang karena suatu hal dua orang putranya tidak bisa sungkeman pada hari H (1 Syawal). Yang paling sedih waktu beliau bilang bahwa tujuan belia dulu hijrah ke Jakarta ingin supaya dekat dengan anak-anak, namun sudah sama-sama di Jakarta kok lebaran tidak bisa kumpul. Saya hanya bisa berusaha menghibur dan sekaligus memanjatkan doa kepada Allah swt agar ibu saya diberi kelapangan dada.

Besok ibu berhari-jadi yang ke delapan puluh lima. Luar biasa! Sebuah usia yang tak semua orang bisa mencapainya. Lebih hebatnya lagi, sampai dengan usia ini beliau belum pernah dirawat inap di rumah sakit kecuali karena jatuh pertengahan tahun ini. Alhamdulillah. Subhanallah! Kurang bersyukur apa saya sebagai anaknya melihat kenyataan ini? Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengatur, Maha Agung …. Dia bisa lakukan apapun sesuai kehendak-Nya. Untuk ibunda tercinta, saya panjatkan doa kepada Allah swt:

Ya Rabb,

Yang Maha Mendengar,

Yang Maha Penyayang,

Yang Maha Pengampun

Sampaikanlah salawat salam kepada Nabi Muhammad SAW

Dan keluarganya, beserta semua sahabatnya

Ampunilah semua kemaksiatan dan kedurhakaan yang pernah aku lakukan

Ampunilah semua dosa ibu dan bapak saya
Berikanlah taubat kepada ibu dan bapak saya

Berikanlah tempat yang mulia bagi mereka di sisi-Mu

Bimbinglah ibuku agar selalu meniti jalan iman dan takwa

Bila saatnya tiba, panggilah ibuku dalam kedaan khusnul khattimah

Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah swt

Ya Rabb,

Yang Maha Mengetahui

Yang Maha Mengatur

Yang Maha Adil

Engkau ketahui secara pasti bagaimana ibu merawatku

Ketika aku bayi, aku suka menangis, ibu pula menjagaku

Ketika aku kanak-kanak, ibuku membelikan mainan

Ketika usia sekolah, ibuku mengantarku ke TK Bhayangkari

Ketika aku remaja, ibuku menjahit demi nafkah dan sekolahku,

mengajariku disiplin belajar,

mengajariku belanja benang dan ritsleting,

mengajariku bagaimana hidup berhemat,

mengkhitankan aku,

membelikan tape recorder,

membelikan kaset musik kesukaanku,

membelikan sepeda jenky Forever,

membelikan sepeda motor untukku,

menyekolahkan aku hingga sarjana,

mengijinkan aku merantau untuk bekerja.

Maka, nikmat apa lagi yang aku dustakan dari karuniamu ini, Ya Rabb?

Untuk itu aku mohon kepadaMu, Ya Rabb …

Berilah rahmatMu untuk ibundaku

Berilah kebahagiaan dan kedamaian di hari tuanya

Jauhkanlah dari semua rasa sakit hingga ajalnya tiba.

Ya Rabb, berilah tempat yang tinggi untuk beliau di surgaMu….

Amin.

Wass,

G

UPDATE: Pas tanggal 30 September 2009 pagi saya ke rumah ibunda ….dan ini hasil jepretan dari HP ibunda:

Meniup lilin ultah 85 tahun

Meniup lilin ultah 85 tahun

Berpose berasam ibunda di hari ultahnya...

Berpose berasam ibunda di hari ultahnya...

Sumber Kejahatan

Assalamualaikum wr wb.

Pagi ini berangkat ke kantor sambil mendengarkan ceramah di radio Roja AM 756.

Sumber kejahatan disebabkan dua hal:

  1. Internal – karena syahwat;
  2. Eksternal – karena syaithon.

Kenapa di bulan Ramadhan masih ada kejahatan, padahal Allah SWT mengikat setan? Karena adanya syahwat, yg mungkin merupakan hasil kerja syaithon ber-tahun-2 menggoda manusia sehingga terjadi “internalisasi” ke dalam diri manusia yang mungkin tak disadari oleh manusia itu sendiri.

Wass,

G

Assalamualaikum wr wb.

Shalat Ashar sore ini tadi begitu berat rasanya karena siang hari begitu terik sekali. Sesampainya di halaman masjid,  saya dengar suara iqamah tanda shalat segera dimulai, berarti tak sempat lagi shalat sunnah tahiyattul masjid. Saya bergabung setelah imam mengucapkan takbir “Allahu Akbar” tanda dimulainya rakaat pertama.

Usai shalat, seperti biasanya, imam membuka kitab Fadhail Amal yang dibacakan untuk jamaah yang mau mendengarkan. Tadinya saya malas sekali karena panas begitu menyengat, rasanya pengen cepet keluar dari masjid dan cari pendingin udara sekaligus minum es kelapa muda. Tiba-tiba saya ingat halaman 503 dari Kisah Nabi Muhammad karangan Haekal yang mengulas perang Tabuk. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari perang Tabuk melawan Rumania ini. Perang dilaksanakan pada saat musim panas sehingga umat nabi Muhammad saat itu terpecah dua: ada yang malas untuk berperang, karena sedang musim panas sedangkan ada golongan lain yang begitu bersemangat ingin perang meski musim panas menyengat. Dengan mengingat semangat inilah maka saya berpikir ..ah panasnya Jakarta ini dibandingkan panasnya jazirah Arab tentunya tidak seberapa … Lagian, ini kan hanya mendengarkan bukan bersiap untuk maju ke medan laga secara fisik. Akhirnya saya putuskan tetap tinggal di dalam masjid mendengarkan imam membaca kitab Fadhail Amal yang masyhur itu.

Bab yang ia bahas mencakup fadhillah shalat berjamaah, fadhillah dzikir dan fadhillah menghormati ulama. Subhanallah! Saya tersentuh dengan uraian beliau terutama yang menyangkut ihwal shalat berjamaah. Dengan membaca sumber dalilnya, imam mengatakan:

Barang siapa mengerjakan shalat fardhu berjamaah karena Allah swt selama empat puluh (40) hari secara berturut-turut tanpa ketinggalan takbiratul ihram (Allahu Akbar) yang pertama dari imam maka ia akan dijamin bebas dari dua hal: bebas dari panasnya api neraka dan bebas dari golongan munafik (mengaku muslim tapi hatinya kafir).

Luar biasa sekali …kalau saja kita bisa melakukan hal ini, Allah menjamin dua hal tersebut. Permasalahannya, apakah hal ini mudah diraih? Uraian imam tadi sore mengatakan bahwa ini sulit dicapai karena godaan setan begitu kuat. Ketinggalan satu kali saja takbiratul ihram berarti kita gugur tak mencapai 40 hari non-stop.

Namun, kalau kita coba renungkan lebih dalam, sebenarnya hal ini sangat mungkin kita lakukan. Modalnya hanya satu: http://faridwajdiarsya.files.wordpress.com/2009/07/shalat.jpg?w=269&h=224iman yang kuat. Ini permasalahannya …karena semakin kuat iman kita, setan menggoda semakin hebat lagi. Apalagi hal ini menyangkut iman kepada yang ghaib sehingga tak seperti mengumpulkan reward point dalam dunia kartu kredit atau jasa lainnya dimana kita secara fisik merasakannya. Bagi yang bekerja di kantoran mungkin sulit mengelak atau minta ijin ke masjid bila ada rapat dari jam 14:00 sampai dengan 16:00 karena bertepatan dengan saat Ashar. Namun Allah begitu Pemurah nya …memberikan jaminan bebas dari neraka bila kita lolos dalam ujian ini ….

Siapkah Anda?

Wass,

G

Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah, akhirnya keinginan menjalankan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir ramdhan akhirnya terlaksana juga mulai tanggal 20 Ramadhan 1430 H sampai dengan 29 Ramadhan 1430 H. Memang belum sesempurna seperti yang dijalankan dan dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW namun setidaknya semangat ke arah situ sudah ada. I’tikaf Rasul benar-benar pindah tempat tinggal dari rumah ke masjid selama sepuluh hari tanpa keluar dari masjid. Yang saya lakukan, ada jeda antara ba’da Subuh hingga Zhuhur yang saya pergunakan untuk istirahat di rumah. Selebihnya memang saya habiskan di masjid.

http://www.geocities.com/mutmainaa/woking.jpgNiatan menjalankan i’tikaf secara penuh sebenarnya sudah terbesit saat saya i’tikaf (bermalam) di masjid BI ramadhan tahun lalu. Namun saya merasa kurang afdhol karena siangnya masih bekerja. Tahun ini saya ambil cuti total mulai dari 11 September 2009 sehingga tiap hari saya tidak dibebani urusan pekerjaan. tempat i’tikaf pun juga saya pertimbangkan secara masak-masak. Kalau tahun2 sebelumnya saya i’tikaf di masjid agung yang memang melaksanakan program i’tikaf dengan muatan yang terstruktur, baik itu dalam ceramah / kajian, qiyyamul lail (shalat malam) berjamaah maupun tadarus. Namun tahun ini saya bener2 pengen taqqarub lebih personal lagi dengan Allah swt mengingat dosa saya terlalu banyak. Jadi, saya cenderung memilih masjid yang sepi dari program terstruktur.

Sebenarnya sayang sekali kalau tidak mengikuti kajian seperti di masjid BI atau Masjid raya Bintaro. Namun, tahun ini saya pengen porsi personal saya lebih banyak …saya pengen lebih luas dalam ruang pribadi agar hubungan dengan Allah swt bisa langsung terasa. Apalagi dari ceramah di radio Roja AM 756 saya mendengar bahwa muhasabah sebaiknya dilakukan sendiri bukan berjamaah. Saya rasa benar sekali. Kalau berjamaah seringkali kita “diarahkan” oleh ustadz yang memimpin. Padahal jalan hidup kita masing-masing berbeda sehingga kadang arahannya terasa kurang pas.

Akhirnya pilihan jatuh pada masjid Jami Nurul Ikhlas dimana saya tahu bahwa masjid ini tidak menyelenggarakan program khusu untuk i’tikaf. Memang ada jamaah yang menjalankan i’tikaf namun tak dikoordinir dalam kegiatan ibadah berjamaah. Masing-masing yang menjalankan i’tikaf melakukan apa yang ia sendiri programkan untuk dirinya. Ini merupakan tantangan bagi saya karena memang saya bukan ahli dalam menyusun program i’tikaf. Akhirnya saya susun sendiri program, sesuai dengan kebutuhan saya:

  • Qiyyamul Lail (di luar traweh yang memang rutin diadakan di masjid ini)
  • Membaca Al Quran dengan tujuan menyempurnakan bacaan dan penghayatan makna-makna ayat yang terkandung
  • Dzikir, istighfar dan berdoa
  • Muhasabah (biasanya saya lakukan sekalian qiyyamul lail)
  • Membaca buku-buka agama terutama terkait shalat dan istighfar

Tadinya saya ragu bahwa saya akan bosan karena semua program saya susun sendiri. Tapi ternyata …subhanallah! Saya sangat menikmati i’tikaf dengan cara sendiri ini. Saat-saat yang saya pikir saya akan bosan, yaitu membaca Quran yang saya jadwalkan sebagian besar ba’da Zhuhur, ternyata justru merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Karena salah satu waktu terbaik memanjatkan doa adalah antara Zhuhur dan Ashar maka saya juga pergunakan saat lelah memabaca Al Quran, saya pergunakan berdoa dan istighfar.

Memang, saat-saat paling indah adalah saat dini hari antara jam 1:00 sampai dengan jam 3:30 yang selalu saya isi dengan qiyyamul lail, muhasabah, istighfar dan baca Al Quran. Memang saat-saat inilah yang paling mengesankan karena pada pertiga akhir malam Allah SWT dan malaikat-malaikat pada turun ke langit mengabulkan doa orang orang yang menjalankan shalat malam. Subhanallah!

Rencana i’tikaf sepuluh hari akhirnya hanya terlaksana selama sembilan hari karena Idul Fitri dinajukan satu hari dari rencana semula. Tidak masalah meski rasanya masih kurang lama. Saya sangat menimati i’tikaf tahun ini dan semoga di tahun depan, bila usia masih sampai, saya ingin lebih intensif lagi dalam menjalankan i’tikaf. Amin.

Wass,

G

Assalamualaikum wr wb.

Tadi malam (Rabu, 23 Sept 2009) saya menyimak siaran di radio Roja AM 756 sekitar jam 23 sd 00:00. Ustadz yang berceramah membahas kisah Urbah (?) bin Zaid yang menyentuh sekali.  Karena metode penyajian yang disampaikan ustadz yang membahas kisah ini begitu menarik saya benar-benar terbawa dengan kisah ini sehingga sambil mendengarkan radio saya juga membuka buku-buku koleksi saya. Sayangnya saya tak menjumpai nama Urbah bin Zaid di dalam buku-buku yang saya miliki. Apakah saya salah menulis nama Urbah? Bagi yang mengetahui, tolonglah sudi kiranya membagi ilmu ke saya.

Dalam kisah ini diungkapkan secara dramatis nuansa persiapan perang Tabuk yang begitu dahzyat karena perang ini dilaksanakan pada saat musim panas yang menyengat. Beberapa sahabat mengeluh tidak mau berperang karena panasnya musim dan perjalanan jauh yang akan ditempuh menuju Rumania. Mereka (kaum munafik) beralasan bahwa mereka takut tergoda syahwatnya bila berjumpa dengan wanita Rumania yang cantik-cantik sehingga mereka menyampaikan keberatan ke Rasul dan mohon keringana untuk tidak berangkat perang. Sementara itu kaum muslimin mempersiapkan perang Tabuk dengan sangat hati-hati dan semangat tinggi. Abu Bakar, Umar bin Khathhab dan Utsman semuanya menyumbangkan hartanya diinfakkan ke jalan Allah dalam perang Tabuk ini. Bhakan unta Umar semuanya akan disumbangkan untuk kepentingan perang ini. Ada saudagar yang tertarik membeli unta-untanya dengan harga berlipat namun Umar tidak mau kecuali bila ada yang berminat membeli dengan harga 700 kali lipat. Tak ada satupun yang tertarik bahkan mencemooh harga tinggi tersebut. Namun Umar menjawab bahwa Allah memberikan imbalan 700 kali bagi sedekah di jalan Allah. Untuk itu semua untanya ia sedekahkan untuk kepentingan perang ini.

Seorang bernama Urbah bin Zaid adalah seseungguhnya tergolong orang yang fakir harta namun sangat kuat imannya. Ia begitu menginginkan berangkat jihad dalam perang Tabuk. Namun sayangnya ia tak memiliki sedikitpun harta untuk memebeli peralatan perang (baju besi, tameng, tombak, dll). Ia begitu sedih karena tak memiliki apa-apa. Ia bahkan tak bisa tidur karena ingin sekali berangkat ke medan perang. Suatu malam ia curahkan semua keluhan dan ia munajat kepada Allah swt untuk mendapatkan rahmat Allah sehingga bisa berangkat perang. Malam itu ia begitu khusyu berdoa sehingga tikar tempat tidurnya yang lusuh itu dibasahi oleh airmatanya. Di dalam doanya ia memohon dengan kuatnya kepada Allah swt agar diberi kesempatan untuk bergabung dengan Rasul menuju perang Tabuk. Karena tak memiliki apa-apa akhirnya Urbah memohon Allah agar sudi kiranya dirinya menjual kehormatannya demi kaum muslimin termasuk semua kesalahan kaum muslim yang pernah menyakitinya ia maafkan. Ia sedekahkan kehormatannya demi keberangkatannya dalam Perang Tabuk. Doa Urbah ini diijabah Allah swt ..subhanallah! Dan melalui malaikat Jibril Allah menceritakan ke Rasul bahwa Urbah telah mnsedekahkan kehormatannya demi jihad dalam perang Tabuk. Akhirnya Urbah diijinkan bergabung ke dalam pasukan Rasul. Subhanallah!

———

Maaf bila kisahnya kurang tepat karena ini saya tulis berdasarkan pemahaman saya selagi mendengarkan radio tersebut tadi malam. Moral dari kisah ini adalah:

Seberapa besar kita telah berkorban untuk Islam seperti yang dilakukan Urbah? Sudahkah kita tergerak menjalankan jihad bila agama Allah ini dihinakan? Disebut teroris? atau hujatan lainnya? Apa yang telah kita lakukan untuk itu?

Wass,

G

Penduduk Surga

21 Ramadhan 1430H / 11 September 2009

Ringkasan Kutbah Jumat di Masjid Jami Nurul Ikhlas

Ustd Drs. Endang Saefudin, MM.

Assalamualaikum wr wb.

Sebenarnya saya tak berencana menulis di blog selama menjalani i’tikaf di masjid Jami Nurul Ikhlas. Namun kutbah Jumat yang merupakan rangkain dari kegiatan i’tikaf saya di Ramadhan 1430H selalu ada di pikiran saya sehingga saya perlu menuliskannya kembali dari ringkasan catatan saya. Memang, saya memiliki kebiasaan mencatat (di ponsel) materi kutbah atau ceramah yang disampaikan ustadz / khatib selama mengikuti. Mungkin bila Anda berada di sekitar saya merasa terganggu kok sedang ada khatib bicara namun saya asyik dengan ponsel saya. Padahal saya mencatat pokok2 pikiran khatib dalam kutbahnya.

Khatib mengawali kutbahnya dengan menekankan bahwa pada dasarnya kita semua (jamaah – red.) adalah penduduk surga. Mengapa? Karena kita semua adalah cucu nabi Adam yang sejatinya tinggal di surga. Namun karena godaan setan dan iblis yang terkutuk akhirnya nabi Adam, Siti Hawa dan iblis diperintahkan turun ke dunia. (Al Baqarah ayat 38). Artinya, tempat kita itu awalnya adalah surga. Di dunia ini kita hanya sebagai perantau, bukan penduduk tetap. Penduduk dunia itu ya tanaman dan hewan.

Sebagai seorang perantau, tentu kita pada akhirnya akan pulang kampung juga. Kampung halaman kita ya surga. Perjalanan pulang kampung tentu memiliki persyaratan supaya kita tidak nyasar. Harus ada bekal yang kita miliki, yaitu shalat, zakat, puasa, haji dan ibadah lainnya. Tanpa bekal yang memadai, tentunya kita bakalan nyasar ke neraka, yang sebenernya bukan kampung halaman kita.

Allah membekali Adam dengan hidayah. Ini bukti betapa Allah mengasihi dan menyayangi kita semua. Hidayah tersebut adalah 1. Al Quran  2. Seluruh sifat2 Allah telah diberikan ke Adam dan anak cucunya (manusia). Semua orang sudah diberi hidayah tapi tidak dimanfaatkan. Mata, telinga, kaki, hidung semuanya pinjaman dari Allah. Pinjaman tersebut semuanya perlu dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Sedangkan manusia memiliki tiga sifat asli yang membahayakan manusia itu sendiri:

1. Ngantuk dan tidur

2. Lapar dan haus. Allah tak pernah makan minum. Karena lapar org bisa marah dan saling bunuh

3. Kelamin. Allah swt tak berkelamin seperti dalam Surah AL Ikhlas ‘lam yalid walam yulad’

Bila manusia gagal mengelola ketiga sifat di atas, kita menghadapi risiko gagal pulang kampung.

Semoga kita bisa mengambil manfaat dari kutbah singkat ini.

Wass,

G

« Newer Posts - Older Posts »