Setelah bersungguh-sungguh mencari kebenaran tentang Zat Pencipta yang pantas disembah, akhirnya Ibrahim mendapatkan hidayah: Dia-lah Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. (QS. Al-An’aam, 6:79)
Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
Hidayah
Hidayah adalah petunjuk, bimbingan, danpenjelasan kepada umat tentang jalan yang lurus, yaitu Islam. Hidayah juga berarti taufik dari Allah swt, brupa penerimaan seseorang terhadap dakwah Rasulullah saw dan mengambilnya sebagai pedoman hidupnya adalah kehendak Allah swt semata. Siapa yang Allah swt kehendaki untuk mendapatkan hidayah maka dia akan mendapatkannya, dan siapa yang tidak dikehendaki Allah swt untuk mendapatkan hidayah maka dia tidak akan mendapatkannya, siapapun dan dimanapun dia.
Maka, sungguh pantas bagi kita untuk bersyukur ketika ternyata Allah Ta’ala menghendaki kita untuk mendapatkan hidayah ini. Suatu karunia dan nikmat yang tak ternilai harganya. Tidak semua orang mendapatkan kenikmatan yang sungguh luar biasa besarnya ini.
Tentu kita berusaha bersyukur kepada Allah Ta’ala dengan cara menjaga bagaimana agar nikmat ini tidak pergi dari kita. Kita jaga nikmat yang agung ini dengan menjaga ketaatan kita kepada Allah Ta’ala. Jangan sampai perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan menjadi sebab hilangnya kenikmatan ini. Mudah-mudahan Allah swt mengumpulkan kita kelak bersama dengan orang-orang yang mendapatkan hidayah.