Ini adalah email yg saya terima dari ibu Ismiradani Setiawan yg rajin menulis hal-hal positif. Layak untuk disebarkan:
ismillahirrahmaaanirrahiim Subhaanallah Subhaanallah Subhaanallah Berusaha memenuhi masukan orang tua, agar dibuatkan acara kajian untuk remaja merupakan semangat yang tidak pernah surut. Bekerja sama dengan bunda Fiera dan keluarga besar beliau, merupakan salah satu jalan yang dilapangkan Allah SWT, juga peran serta bunda Devi yang selalu setia, kajian bulanan untuk remaja dan orang tua masih bisa dilaksanakan. Kajian buka puasa yang lalu, rencananya mas Gaw yang akan berbagi ilmu, namun beberapa hari sebelumnya mengirim sms, agar mencari cadangan, khawatir kalau belum bisa meninggalkan daerah gempa di Tasikmalaya, Alhamdulillah ada ustadz Fadzlan dari Papua, suatu anugerah Allah SWT, dan isi kajian sudah dibagikan dengan judul: ku ku ru yuuk – ayam. Kajian bulan ini, Alhamdulillah bisa menghadirkan mas Agus Haryo, seorang geolog lulusan Universitas Trisakti Jakarta. Nama lengkap beliau Ir Agus Haryo Sudarmojo. Sengaja menghadirkan beliau karena bersamaan dengan musibah gempa yang terjadi di Tasikmalaya dan Sumatera Barat, belum lagi isu kejadian apalah di tahun 2012, Astaghfirullah. Diperlukan ilmu yang memadai untuk memahamkan semua kejadian ini, belum lagi ada beberapa sms yang beredar mengenai jam kejadian gempa di Sumbar dengan ayat dalam al Qur’an, hal ini tidak salah, hanya perlu penjelasan, agar tidak membuat salah persepsi. Alhamdulillah, semua alat pendukung seperti LCD, layar dan speaker sudah siap, laptop mas Haryo juga sudah plug in. Jamaah satu per satu hadir memenuhi ruangan. Kajian dimulai jam 10.15, mas Haryo membuka dengan ayat al Qur’an surat 103 ayat 1-3, bahwa manusia harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar tidak merugi. Mas Haryo selalu menekankan bahwa jangan pernah mundur ketika berbagi ilmu, terus saja walau yang mendengarkan cuma 1 orang, itulah ijin Allah SWT, memang hanya satu orang saja, yang lain bisa saja berhalangan, atau tertidur saat mendengarkan kajian. Mas Haryo juga pernah berbagi ilmu diacara reuni, tidak ada satupun yang mendengarkan, karena sibuk kangen-kangenan, tapi setelah selesai acara, ada seorang ibu yang mendengarkan kajian dengan seksama. Alhamdulillah masih ada yang menyimak. Demikianlah semua kejadian sudah diatur oleh Allah SWT, tidak perlu kecewa. Ada ilmu yang menarik dari mas Haryo yang sudah pernah disampaikan di kajian yang lalu. Diperumpamakan, ketika kita nonton film di twenty one, sesuai peraturan bahwa tiket yang sudah dibeli hari ini tidak bisa untuk nonton besok, tiket hari inipun sudah dibeli sesuai jam yang diinginkan. Perlu diperhatikan ketika membeli tiket, petugas yang melayani tiket, sebelum mencetak tiket, pasti mengkonfirmasikan sekali lagi, judul film yang ditonton, jumlah tiket yang dibeli, nomor tempat duduk, jadi dengan tiket yang sudah dikonfirmasikan, diperbolehkan masuk oleh petugas yang menjaga pintu masuk.Demikian juga dengan kitab suci yang harus menjadi pegangan, Allah telah menurunkan kitab Zabur dijaman Nabi Daud, kitab Taurat dijaman Nabi Ibrahim, kitab Injil dijaman Nabi Isa, dan al Qur’an dijaman Nabi Muhammad. Maka setiap hamba Allah SWT wajib menjadikan al Qur’an sebagai petunjuk, kitab rujukan untuk menuntun dalam kehidupan, dan itulah yang berlaku, karena ayat dalam al Qur’an telah dilengkapi dari kitab sebelumnya. Dan hingga hari kiamat, Allah akan tetap menjaga al Qur’an: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar benar memeliharanya. (QS 15: Al Hijr ayat 9) Dalam kajian kali ini, dipaparkan dalam slide penjelasan mengenai langit dan bumi dengan sumber yang ilmiah. Letak geografis Indonesia yang rawan gempa dan tidak bisa dihindari. Diibaratkan lagi, kalau manusia tidak bersendawa dan buang gas, apa yang akan terjadi? Demikian dengan bumi, ternyata bumi juga bersendawa dengan peristiwa seperti gempa, gunung meletus atau tsunami. Hal ini sudah diatur sangat sempurna oleh Allah SWT untuk menciptakan sebuah tekanan 1.37 juta atmosfer dalam inti bumi dan mempertahankan temperaturnya setinggi 3700 derajat Celcius. Kondisi tersebut sangat dibutuhkan agar planet ini dapat mendukung kehadiran sebuah kehidupan dengan harmonis. Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya tidak lenyap, dan sungguh jika keduanya lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahannya selain Dia. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS 35: Faathir ayat 41) Dan beberapa hari ini, setelah gempa di Sumbar, beredar sms yang berisi QS 17 ayat 16, QS 17 ayat 58, QS 8 ayat 52, hal ini tidak salah, namun sesungguhnya ketika menyebarkan sms harus dilakukan dengan cermat, jangan sampai sms membuat terpuruk para korban, karena Allah SWT sesungguhnya Maha Pengasih dan Penyayang. Kejadian gempa memang merupakan proses untuk menyeimbangkan kehidupan di planet bumi, dan sekali lagi Allah Yang Maha Mengatur. Karena disaat kejadian gempa di Sumbar, 30 September 2009, banyak hamba Allah SWT yang sedang melakukan kebaikan, seperti shalat, mengaji, belajar di rumah, belajar di sekolah, belajar di kampus, belajar di tempat les, dan lain sebagainya, dan siapa yang meninggal karena bencana alam dalam keadaan baik, Insya Allah husnul khaatimah karena bisa dikatagorikan meninggal syahid, Amiin. Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperolah kebaijikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS 22: Al Hajj ayat 11) Dalam kajian 11 Oktober, ada seorang ibu yang hadir bersama 2 putri dan 1 putranya, padahal 12 Oktober, putrinya akan mengikuti MidTest, karena niat untuk menggapai ilmu Allah, semoga putrinya dapat menyelesaikan soal-soal dalam MidTest dengan baik, Amiin, mengirimkan sms ke bunda Fiera: Kemarin bagus banget, aku jadi tau bencana alam secara agama maupun secara ilmu pengetahuan. Walaupun sebelumnya tau-tau dikit dari sudut agama. Mbak, Gita dan Ica kemarin Alhamdulilah dengerin full. Fier, thank you banget ya. Aku tunggu yang berikutnya. Juga ada komentar dari teman kantor, kalau bisa mengundang narasumber untuk teman-teman yang lain agar memahami secara ilmu pengetahuan dan agama sudah barang tentu. Subhaanallah. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS 41: Fushishilat ayat 53) dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya al Qur’an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus. (QD 22: Al Hajj ayat 54) Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan ijin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (QS 10: Yunus ayat 100) Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan acara kajian ini dari bunda Devi, bunda Nunik, bunda Ganeswari, bunda Yati Legowo dan seluruh jamaah yang hadir. Dan dana yang terkumpul, akan digunakan untuk kajian berikutnya, Insya Allah (waktunya akan diatur), mas Haryo akan berbagi mengenai AIR. Untuk memahami kajian secara ilmu pengetahuan, silakan membaca buku pertama mas Ir Agus Haryo Sudarmojo yang berjudul: MENYIBAK RAHASIA SAINS BUMI DALAM AL QUR’AN, dan bisa didapat di toko buku. Alhamdulillah, hasil royalti dari buku ini akan diinfakkan. Selamat menjelajahi ilmu alam semesta yang sangat luas dan sungguh dahsyat.